Anda di halaman 1dari 3

1. Apa yang disebut Pencemaran Air ?

Istilah pencemaran air atau polusi air dapat dipersepsikan berbeda oleh
satu orang dengan orang lainnya mengingat banyak pustaka acuan yang
merumuskan definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau buku teks
ilmiah. Pengertian pencemaran air juga didefinisikan dalam Peraturan
Pemerintah, sebagai turunan dari pengertian pencemaran lingkungan
hidup yang didefinisikan dalam undang-undang. Dalam praktek
operasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak pernah ditunjukkan
secara utuh, melainkan sebagai pencemaraan dari komponen-komponen
lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran air laut,
pencemaran air tanah dan pencemaran udara. Dengan demikian, definisi
pencemaran air mengacu pada definisi lingkungan hidup yang ditetapkan
dalam UU tentang lingkungan hidup yaitu UU No. 23/1997.
Berdasarkan definisi pencemaran air, penyebab terjadinya pencemara
dapat berupa masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke
dalam air sehingga menyebabkan kualitas air tercemar. Masukan tersebut
sering disebut dengan istilah unsur pencemar, yang pada prakteknya
masukan tersebut berupa buangan yang bersifat rutin, misalnya buangan
limbah cair. Aspek pelaku/penyebab dapat yang disebabkan oleh alam,
atau oleh manusia.
http://repository.binus.ac.id/content/D0044/D004474946.doc.
2. Yang terjadi pada air irigasi di kec.Rancaekek
Saluran irigasi di kecamatan rancaekek mengalami pencemaran air. Akibat
pencemaran itu, ribuan hektare sawah di tiga desa di Kecamatan
Rancaekek diairi limbah.
https://matalimbah.wordpress.com/2013/11/01/pt-kahatex-harusbertanggung-jawab/

3. Sumber pencemaran yang berada di sungai citarik

kontaminasi air disebabkan oleh kegiatan

industri juga disebabkan oleh

sampah rumah tangga. Banyak titik dibantaran sungai yang dijadikan


tempat pembuangan sampah tanpa ada siklus pembuangan lanjutan.
Kontaminasi air paling parah telah berlangsung selama delapan tahun.
Kontaminasi air akan berdampak lebih luas ketika musim penghujan.
Dampak dari kontaminasi air di antaranya seperti kualitas air menurun
(terdapat kandungan logam berat dan kation serta anion yang tinggi),
kualitas hasil panen rendah (kehampaan sangat tinggi), terdapat kandungan
logam tinggi pada padi yang ditanam di wilayah tiga desa target. Berikut
adalah tabel dampak kontaminasi air yang telah diteliti oleh Suganda et al
(2002)
http://www.academia.edu/8291218/Kajian_Singkat_Bencana_Dan_Komu
nitas_Tekstil_Di_Kecamatan_Rancaekek
4. Yang terjadi pada tanaman padi yang ditanam petani
Banyaknya pabrik atau industri tekstil yang dibangun di sekitar lahan
pertanian, telah menyebabkan tercemarnya lahan sawah, sehingga hasil
gabah menjadi berkurang atau sama sekali tidak menghasilkan. Kondisi
tersebut disebabkan oleh limbah industri tekstil yang dibuang kebadan air
atau sungai, dan sungai tersebut sesungguhnya merupakan sumber air
pengairan bagi lahan sawah yang ada di bagian hilir pabrik atau industri.
Unsur-unsur kimia yang terbawa limbah, selanjutnya mengendap di dalam
tanah, dan proses ini terus berulang dengan berjalan nya waktu, sehingga
terjadi akumulasi bahan berbahaya dan beracun (B3), serta logam berat di
dalam tanah. Oleh sebab itu, diperlukan teknologi untuk mengendalikan
pencemaran yang terjadi pada tanah sawah.
http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/buku/tanahsawah/
tanahsawah9.pdf
5. Proses-proses alami yang terjadi di perairan
Setiap industri menggunakan bahan baku utama dan bahan pembantu yang
berbeda dalam proses produksinya. Diantara bahan baku yang digunakan
ada yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya, sehingga limbah

yang dihasilkan dapat mengandung unsur-unsur yang sama seperti bahan


bakunya. Para pelaku industri biasanya membuang limbah ke dalam badan
air atau sungai dengan atau tanpa melalui proses pengolahan limbah
terlebih dahulu. Apabila air sungai tersebut dimanfaatkan untuk mengairi
lahan pertanian atau sawah, di dalam tanah akan terjadi penimbunan B3
dan logam berat. Dengan demikian, bersamaan dengan penyerapan unsurunsur hara oleh tanaman, unsur-unsur racun tersebut juga ikut terserap
tanaman dan pada akhirnya akan terakumulasi di dalam jaringan tanaman.
Beberapa industri tekstil, dalam proses produksinya menggunakan bahanbahan kimia, seperti sodium hydrophosphate dalam proses pemutihan
(bleaching) . Demikian juga dalam proses pengolahan limbah digunakan
bahan- bahan kimia tertentu, agar limbah yang dibuang aman dari bahanbahan kimia yang digunakan dalam proses produksi. Namun demikian,
data analisis limbah industri tekstil menunjukkan adanya sejumlah unsur B
3 dan logam berat, seperti Na, NH 4 , SO 4 , Fe, Al, Mn, Co, dan Ni yang
potensial menyebabkan pencemaran (Tabel 6), terutama bila air limbah
tersebut masuk ke dalam badan air atau sungai dan airnya digunakan
sebagai sumber air irigasi.
http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/buku/tanahsawah/
tanahsawah9.pdf