Anda di halaman 1dari 49

Lingkup

Komplikasi kebidanan
Dr. H.Marsal S. Alimin SpOG
Mata kuliah Obstetri (BD 209)
Akademi Kebidanan Alifah Padang

Lingkup
Komplikasi kebidanan
No.

Komplikasi

Keterangan

1.

Kehamilan

Langsung
Tidak langsung

2.

Persalinan

3.

Nifas

4.

Kedaruratan kebidanan

5.

Tindakan operatif kebidanan

Pendahuluan

Ilmu Kebidanan atau Obstetri ialah bgn


Ilmu Kedokteran yang berhubungan dengan
kehamilan, persalinan dan masa nifas.
Sehingga yg menjadi objek ilmu adalah :
- Kehamilan.
- Persalinan
- Masa Nifas
- Bayi baru lahir

Kajian ilmu kebidanan


No. Masa

Lamanya Keterangan

1.

Kehamilan

37- 42 mg

Trim. I, II, III

2.

Persalinan

15 jam

Kala. I, II, III, IV.

3.

Masa Nifas

6 mg

Involusi

4.

Hasil konsepsi

Abortus, Immatur, Prematur,


Matur, Post matur

Kehamilan
No.
1.
2.
3.

Trimester
Pertama
Kedua
Ketiga

Keterangan
0 12 mg
>12 28 mg
> 28 42 mg

Diagnosis dan Fase persalinan


Kala Istilah
-

belum
inpartu

Pembukaan

II

III
IV

fase

Gejala & tanda

Lama

Serviks ttp belum inpartu

Laten

Pembukaan < 4 cm.

aktif

Pemb. 4- 9 cm Pemb.< 1
cm/jam, penurunan kep dimulai.
Memantau kemajuan persalinan
Menggunakan partograf

Pengeluaran
(Pembukaan
lengkap s/d
anak lahir)

Awal non
ekspulsif

Pemb lengkap (10 cm),


penurunan kep berlanjut,
meneran belum ada

Akhir
Ekspulsif

Pemb. Lengkap, presentasi


didasar panggul, ibu meneran

Uri

Pengeluaran plasenta

Pengawasan

Post partum Perdarahan, vital sign

1 hari post partum

Pengawasan ketat post partum

6- 8

PP : 2
MP : 1

1- 2
24

(jam)

Bidan

Asal kata :
- Widwan : Sanskerta.
- Obstetrix : Bhs latin.
- Adsterix .
Secara umum artinya mampu dan
cakap menangani kehamilan, menolong
persalinan, masa nifas,bayi baru lahir
s/d Balita & masyarakat secara umum.

Knowledge Kebidanan
No.

Fisiologis

Patologi

1.

Alat Reproduksi
wanita, dan laki2

Anatomi & fisiologi

2.

Kehamilan normal

Patologi Obstetri

3.

Persalinan N Eutosia

Distosia

4.

Masa Nifas

Masa Nifas

5.

Bayi baru lahir Normal

Bayi bermasalah

Definisi Kematian
No. Maternal

Perinatal

1.

Keh. (40 mg)

Lahir mati (still birth)

2.

Persalinan (14 jam)

Neonatal dini (24 jam)


(Early nonatal death)

3.

Masa Nifas (42 hr)

Neonatus (28 hr)

Bayi (s/d 1 thn)

Kematian Ibu di NegaraNegara ASEAN

Sumber: Population Action International, The Reproductive Risk


Index, 2001

Kesehatan maternal & neonatal


(Target nasional (2010)
Penurunan AKI

334/100.000

125

Penurunan AKB

52/1000

35

Peningkatan cakupan
akses PAN (K.1)

89 %

95

PAB nakes

60 %

90

Proporsi penanganan
komplikasi minimal

80 %

80 %

Cakupan penanganan nifas


& neonatus

90 %

Prevalensi anemia ibu


hamil

35 %

Prevalensi BBLR

7,9 %

JALAN MENUJU KEMATIAN

Hamil muda

Keguguran
Tiga keterlambatan
1. Terlambat mengambil keputusan
2. Terlambat dirujuk
3. Terlambat mendapat tindakan

Hamil tua

Komplikasi
MATI

( Ringkasan - Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan


Pembangunan Milenium Indonesia Per 25 Agustus 2005 )

1. KEMATIAN IBU :
a. Langsung:
- Perdarahan (retensi plasenta , atonia
uteri ) 28%,
- Eklamsia , 13 %,
- aborsi yang tidak aman, 11 %
- sepsis, 10 %
- partus lama, 9%
( Ringkasan - Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan
Pembangunan Milenium Indonesia Per 25 Agustus 2005 )

( Ringkasan - Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan


Pembangunan Milenium Indonesia Per 25 Agustus 2005 )

1. KEMATIAN IBU :
Tidak langsung : Resiko kematian ibu makin besar
dengan
adanya : Anemia, , Kekurangan Energi Kronik (KEK),
Penyakit menular seperti malaria,
tuberkulosis (TB), hepatitis dan HIV/AIDS.
Dari 5 juta kelahiran di Indonesia setiap tahunnya
,terdapat
20.000 kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan
( Ringkasan - Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan
Pembangunan Milenium Indonesia Per 25 Agustus 2005 )

2. PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH


PETUGAS BIDAN, DU, SPOG

KESEHATAN TERLATIH ( ) :
peningkatan hingga mencapai 71,52 % - 2004. Akan
tetapi,
proporsi ini bervariasi antar propinsi.
Proporsi ini bervariasi mengikuti tingkat pendapatan.
2002, : Ibu dengan pendapatan lebih tinggi : 89,2 %
ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, 21,3 % pada
golongan berpen dapatan rendah

( Ringkasan - Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan


Pembangunan Milenium Indonesia Per 25 Agustus 2005 )

3. ANGKA PEMAKAIAN
KONTRASEPSI.

3. ANGKA PEMAKAIAN KONTRASEPSI.


Kontrasepsi modern memainkan peranan
penting untuk menurunkan kehamilan yang
tidak diinginkan (unwanted pregnancy)
1997, tingkat pemakaian kontrasepsi pada
perempuan kawin usia 15-49 tahun : 57,4 %
2002- 2003 : 60,3 % (Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia 2002-2003).
( Ringkasan - Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium
Indonesia Per 25 Agustus 2005 )

Empat Pilar Safe Motherhood


(Upaya menurunkan kematian ibu/
kematian Perinatal)
No. Pelayanan
1.

KB

Cara
-menunda.
-Menjarangkan
-mengakhiri

2.

PAN
(Pelayanan Antenatal)

3.

PAB dan
masanifas
(Persalinan
aman & bersih)

4.

PONED/
PONEK

Mencegah / mende
teksi dini komplikasi

Ket
Cegah 4 T
(muda, tua,
sering, banyak)

87 %

Sesuai Standart
Pelayanan

- Eutosia
- Bayi segar

Pelayanan
Emergensi

Gawat darurat
Obstetri &
Neotaologi

Pemeliharaan Kehamilan adalah:

Definisi.
Prinsip dasar.
Diagnosis.
Manajemen.
Prognosis

Definisi :

Suatu program berkesinambungan selama kehamilan,


kelahiran dan nifas yg terdiri atas :
- Edukasi.
- Skreening.
- Deteksi dini.
- Pencegahan.
- Pengobatan, rehabilitasi
yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan
nyaman kepada ibu dan janinnya, sehingga kehamilan
menjadi suatu yg menyenangkan (well born baby,
well health mother)

Prinsip dasar

Tabulasi faktor risiko.

Skreening dan deteksi dini.

Evaluasi & penilaian maternal dan pertumbuhan janin.

Evaluasi & penilaian rute persalinan & kelahiran.

Evaluasi dan penilaian nifas.

Konseling nutrisi, Exercise, medis dan genetik.

Diagnosis

Anamnesis.

Pemeriksaan fisik.

USG.

Laboratorium

Manajemen
No. Trimester. I

Trimester.II

1.

Pemastian kehamilan.

Skreening neuro tube defect

2.

Pemastian intra- ut, hidup

Skreening defek jantung

3.

Pemastian keh tunggal/


ganda

Evaluasi pertumbuhan janin.

4.

Pemastian usia kehamilan.

Evaluasi toleransi maternal.

5.

Pemastian faktor risiko.

Skreening servikovaginitis.

6.

Pemeliharaan payudara.

Skreening UTI

7.

Skreening Thalasemia,
hepatitis B, Rhesus,

Skreening DM pd 24, 30 mg

8.

Pemeriksaan TORCHS.

Manajemen Trimster III


No. Evaluasi
1.

Pertumbuhan janin.

2.

Toleransi maternal.

3.

Rute persalinan dan kelahiran.

4.

Fasilitas kelahiran/ Perawatan neonatal

Prognosis : Sangat bervariatif, pada risiko rendah prognosis


baik

Risiko Kebidanan

Tujuan akhir pelayanan kebidanan adalah menurunkan


Angka kematian maternal (ibu) & angka kematian
Perinatal s/d angka yg tak dpt diturunkan lagi.

Adalah :
Suatu ukuran statistik epidemiologik dari
kemungkinan terjadinya Gawat darurat
Obstetrik, shg timbul komplikasi persalinan
dengan dampak menimbul kan kematian/
kesakitan pada ibu atau janin (AKM/ AKP).

Sistim skoring
No

Masalah

1.

Semua umur dan paritas

2.

2.

Risiko lain

3.

Skor

Previous SC, LS. LL, PEB/


8
E, Perdarahan ante partum.

Kelompok Risiko :
ada 3 kelompok
No.

Kelompok Risiko

1.

Rendah (KRR)

2.

Tinggi (KRT)

3.

Sangat Tinggi (KRST)

Skor
2
6- 10
12 atau lebih

Kelompok Faktor Risiko (KFR)

Berdasarkan penelitian Epidemiologik di


RS, dpt disusun masalah kesehatan ibu
hamil :
1. Kelompok Faktor Risiko. I
Ada Potensi Gawat Darurat Obstetri (APGO)
dgn 7 terlalu dengan 3 pernah.
2. KFR. II : Ada Gawat Obstetri (AGO)
Penyakit ibu.
3. KFR III : Ada Gawat Darurat Obstetrik
(AGDO)

Kelompok FaktorRisiko I

(Ada Potensi Gawat Obstetri= APGO)


No.

Terlalu

Pernah

1.

Primi muda

Riw. Obstetri jelek.

2.

Primi tua

Riw HPP / manual plasenta


+ transfusi.

3.

Primi tua sekunder

Tindakan pervaginam/ per


abdominam

4.

Umur > 35 thn.

5.

Grande multi gravida

7.

APK < 2 thn.

7.

TB < 145 cm

Kelompok FaktorRisiko II
(Ada Gawat Obstetri = AGO)
No. Jenis

Komplikasi

1.

PE Ringan

Eklampsi

2.

Gemelli.

Gabungan

3.

Hamil Serotinus.

Insuff Plasenta

4.

KJDK/ KJDP.

Gabungan

5.

Let. Sungsang/ lintang

Distosia

Sering terjadi pada kehamilan lanjut,


risiko terjadi komplikasi persalinan lebih besar.
Membutuhkan KIE berulang kali untuk
melakukan rujukan terencana ke Pusat rujukan

Kelompok FaktorRisiko III

(Ada Gawat Darurat Obstetri = AGDO)


No.

Item

1.

Perdarahan Antepartum

2.

Pre Eklampsia/ eklampsia

Ket

Langsung mengancam nyawa ibu, harus dirujuk


tepat waktu

Kelompok Risiko (KR)


No. KR

Skor

KO

Rujukan

Komplikasi
Obsterik

1.
2.
3.

KR
Rendah

KR
Tinggi

8- 10

KR Sangat
Tinggi

RTW
Dini

Rujukan tepat waktu

RTL
12

Lanjut

Rujukan terlambat

Topik Bahasan
Komplikasi Kebidanan
No.

Kehamilan
Langsung

TL

Persalinan

Masa nifas

1.

Kelainan lama
kehamilan

Malpresentasi &
Malposisi, malfor
masi

Perdarahan Post
partum

2.

Kelainan tempat
kehamilan

1.Peny yg
dipengaruhi &
mempenga ruhi
kehamilan

- Distosia Bahu
- Persalinan dgn
distensi uterus

- Demam Post
partus.

3.

Kelainan telur,
plasenta, air ketuban,
cacat & ggn janin.

2. Demam dalam
kehamilan

- Persalinan Dengan
parut Uterus

4.

Gestosis.

- Fetal Distress

5.

Perdarahan
Antepartum&
Persalinan

Prolaps tali pusat

Komplikasi Kehamilan (langsung)


1. Kelainan lamanya kehamilan
No UK (mg) Berat janin
(Gr)

Istilah

1.

20

500

Abortus

2.

20- 28

500- 999

Partus Immaturus

3.

28- 37

1000- 2499

Partus prematurus

4.

37- 42

2500

Partus maturus

5.

42

Partus Post maturus

No. 1 & 2 Disebut Pre Term

Komplikasi Kehamilan (Langsung)


2. Kelainan Tempat kehamilan(lokasi nidasi)

A. ampulla.
B. isthmus.
C. pars intersti
tialis.
D. infundibulum.
E. kornu uteri.
F. serviks.
G. abdomen.
Diagram lokasi
Kehamilan Ektopik.

Komplikasi Kehamilan(langsung)

3.Kelainan telur, plasenta, air ketuban, cacat


dan ggn janin.

No. Item

Ket

1.

Peny. Tropoblast

Molahidatidosa,
Chorio Carcinoma

2.

Kelainan Plasenta

Kel. Bentuk,
Kelainan insersi

3.

Kelainan Air Ketuban

Hidramnion, oligohidram
nion,Ketuban Pecah dini

4.

KJDK/ KJDP

Janin mati

5.

Cacat janin

Komplikasi Kehamilan (langsung)


3. Gestosis
No. Items

Keterangan

1. Hiperemesis Gravidarum

Muntah >>

2. Pre Eklampsia & Eklampsia

Hipertensi,
edema,
proteinuria.

Komplikasi Kehamilan (langsung)


5. Perdarahan Antepartum & Persalinan

No. Pembagian
1

Darah bersumber dari


kelainan Plasenta

Items
a. Plasenta Previa
b. Solusio Plasenta
c. Belum jelas sumbernya :
- Insersio Velamentosa.
- Ruptura Sinus Marginalis.
- Plasenta sirkumvalata.
- Vasa previa.

2.

Darah bersumber dari


- Erosio,Polip, Ca Cervix
Kelainan traktus genitalis - Varices yg pecah.
- Trauma

3.

Trauma Persalinan

- Ruptura uteri

Komplikasi Kehamilan (tidak langsung)


1. Penyakit yg mempengaruhi & dipengaruhi
kehamilan, persalinan dan masa nifas.

No. Items

Keterangan

1.

Peny. & kelainan alat kandungan

Ginekologi

2.

Penyakit hematologik

Anaemia, kelainan he moragik

3.

Peny. Jantung katup

- Peny. Jantung katup


Obstruksi.
- Peny Jantung kiri Regurgitasi

4.

Penyakit Saluran pernafasan

Infeksi Sal Nafas atas/ Bawah.


Asma bronchiale.

5.

Peny. Trakt Digestivus, hepar,


pancreas

6.

Kehamilan dengan Peny. Ginjal

6.

Kehamilan dengan ggn Endokrine.

7.

Aspek Psikologis dalam kehamilan,


persalinan dan masa nifas.

Tiroid, DM

Komplikasi Kehamilan (tidak langsung)


1. Penyakit yg mempengaruhi & dipengaruhi
kehamilan

No. Items
8.

Penyakit jaringan ikat.

Keterangan
-Lupus eritematosus sistemik
-Syndr Antibodi Anti fosfolipid
- Arthris Reumatoid.

9.

Kelainan Dermatologik.

Hyperpigmentasi, pruritus, dll

10.

Penyakit Neoplasma.

Mioma Uteri, Neoplasma ovarium

11.

Penyakit Infeksi.

Virus, bakterial

12.

Infeksi Menular seksual pada


kehamilan

Gonorea, klamidiasis,
trikhomonas, HIV/ AIDS.

13.

Infeksi TORCH

14.

Ketergantungan obat dan


NAZA

Komplikasi Persalinan
No. Items

Keterangan

1.

Malpresentasi & Malposisi

2.

Distosia Bahu.

3.

Persalinan dengan distensi


uterus

4.

Persalinan dengan parut uterus Post SC/ Miomektomi

5.

Fetal Distress

Gawat janin

6.

Prolaps tali pusat

Tali pusat menumbung

Presentasi D, M.
Presentasi majemuk
Presentasi Bokong
Mioma uteri,Kista Ovarium.
Hidamnion , Gemelli,
makrosomia.

Patologi kala III


dan kala IV

Gangguan pada Kala III dan IV :

1. Perdarahan post partum.


2. Retensio Plasenta.
3. Inversio uteri.

Komplikasi Nifas
yang sering :

1.
2.
3.
4.

Infeksi Nifas.
Perdarahan dalam masa nifas.
Infeksi saluran kemih.
Patologi menyusui.

Komplikasi Masa Nifas


No. Items
1.

Keterangan

Demam Post Partum - Metritis, Infeksi luka operasi.


- Peritonitis,Cellulitis parametrium
- Abses Pelvis.
- Infeksi Perineum, vagina & serviks

2.

Perdarahan masa
nifas

- Perdarahan nifas sekunder.


- Sub involusi.

3.

Kelainan Payudara
saat nifas

Bendungan ASI,Mastitis, Galaktokele,


kelainan puting payudara, Kelainan
puting payudara

4.

Kelainan lain pada


masa nifas

- Tombosis, embolisme
- Nekrosis Pars Anterior Gland
Hipofise

Kedaruratan kebidanan
No. Kedaruratan Obstetrik Keterangan
1.

Perdarahan Keh. Trimestr.III

Perdarahan
Antepartum

2.

Eklampsia

Kejang

3.

Partus lama/ macet

4.

Retensio plasenta.

5.

PPP primer.

6.

PPP sekunder

7.

Sepsis puerperalis.

8.

Asphyksia neonatorum

Perdarahan/ infeksi

Cyanosis/ kematian

Kedaruratan kebidanan
No.

Kedaruratan Obstetrik

9.

Syok Obstetri.

10.

Distosia bahu.

11.

Prolaps tali pusat.

12.

Cephalo Pelvic Disproportion (CPD)

13.

Persalinan macet.

14.

Ruptura uteri

15.

Komplikasi kala. III

Keterangan

Tindakan Operatif Kebidanan


No.
1.

Tindakan

Keterangan

Usaha menghentikan kehamilan

Abortus provokatus
medisinalis
Induksi partus

2.

Usaha melahirkan pervagi anak


hidup

Ekstraksi vakum
Ekstraksi forseps
Persalinan sumgsang
Versi ekkstraksi

Usaha melahirkan pervag anak mati

Embriotomi

3.

Tindakan pembedahan per


abdominam

Seksio sesarea, Histerektomi,


Histerotomi, dan Laparatomi .

4.

Membuka serviks uterus dengan


paksa (tidak dikerjakan lagi)

(Accouchement force)

5.

Tindakan pada persalinan kala.III

Manual plasenta, reposisi pada


inversio uteri, dan episiotomi.

Masalah BBL
No. Masalah

Keterangan

1.

Tidak bernafas/ sukar


bernafas,

Megap- megap

2.

Sukar bernafas/ merintih.

Frek nafas <30/ > 60.

3.

Sianosis (biru).

4.

BBLR/ Prematur.

< 32 mg / <1500 gr

5.

Lethargi

lemah

6.

Hipothermi/ Hiperthermia

Suhu < 36.5 C, >37,5

7.

Kejang- kejang

Penyebab Kematian perinatal


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Etiologi
Asfiksia bayi/trauma
Prematuritas
Pnemonia
Kelainan Kongenital
Septik/ meningitis.
Tetanus neonatorum
Diare
Dll

%
29
24
15
10
9
7
1
5

Terima kasih

Solok, 31 Maret 2009