Anda di halaman 1dari 26

TEKNIK PEMERCONTOAN

Dudi Nasrudin Usman


Fakultas Teknik,
Teknik, Prodi Teknik Pertambangan
Universitas Islam Bandung
2014

PENDAHULUAN

Deskripsi Mata Kuliah


Kualitas merupakan unsur utama dalam pengembangan usaha pertambangan.
Untuk itu perlu dilakukan kontrol terhadap kualitas mineral dan batubara
(minerba) dimulai dari eksplorasi,
eksplorasi penambangan,
penambangan proses produksi,
produksi penyimpanan,
penyimpanan
hingga pengapalan. Derajat kualitas tergantung kepada metoda dan cara
pemercontohan (sampling) yang dilakukan serta faktor-faktor yang mendukung
lainnya.
Dalam mata kuliah ini akan dibahas tentang gambaran umum tentang teknik
pemercontohan meliputi ; cara preparasi, metoda dan kecukupan dalam
pengambilan
bil sebagian
b i atau
t perwakilan
kil (increment
i
t) dari
d i banyaknya
b
k
l
luasan
atau
t
volume suatu endapan dan/atau timbunan minerba untuk dianalisis di
laboratorium.

Tujuan Instruksional Umum

Mahasiswa dapat memahami dan melakukan


p g) yyang
g
metoda dan cara p
pemercontohan (sampling
dilakukan
pada
saat
kegiatan
eksplorasi,
penambangan,
pengolahan dan pemanfaatan
d
dengan
b ik dan
baik
d benar.
b

Daftar Pustaka

Sudarsono, Arief., Prof., Dr., Ir., M.Sc., 2003, Buku Pengantar Preparasi
dan Pencucian Batubara, Jurusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi
Bandung.
Darijanto, Totok, Dr., Ir, dkk, 1998, Modul Pelatihan Eksplorasi Endapan
Bahan Galian, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum Departemen
Pertambangan dan Energi.
Chaussier, J.B, and Jean Morer., 1987., Mineral Prospecting Manual, North
Oxford Academic Publisher Ltd.
C h
Cochran,
W G 1964,
W.G.,
1964 Sampling
S
li Technique
T h i
John
,
J h Wiley
Wil Y Sons,
S
I
Inc.
Decker, Jr. H.W., and Hoffman, J.N., 1963., Coal Preparation, Vol. I, Mineral
Industries Continuing Educations, College of Mineral Industries, The
Pennsylvania State University,
University University Park,
Park Pennsylvania.
Pennsylvania
Osborne, D.G., 1988., Coal Preparation Technology, Vol. I, II, Graham &
Trotman.

POKOK BAHASAN
Pokok Bahasan
3

Konsep dan Filosofi Pemercontohan


Pemercontohan dalam Usaha Pertambangan
Metoda dan Cara Pemercontohan

Preparasi perconto dan evaluasi Kadar conto

Konsep Pemercontohan Mineral Logam

Konsep Pemercontohan Mineral Non-logam

Konsep dan Metoda Pemercontohan Batubara

Evaluasi dan Pengolahan Data

Sub Pokok Bahasan


1.
2.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4
4.
5.
1.
2.

Pemahaman dan Pengertian Konsep dan Filosofi Pemercontohan


Konsep statistik dalam pemercontohan
Teori Pemercontohan
Metoda Pemercontohan
Kerapatan dan Frekuensi Pemercontohan
Kegiatan Eksplorasi
Kegiatan Penambangan
Kegiatan Pengolahan
Kegiatan Penimbunan
Kegiatan Pengapalan
Kegiatan Eksplorasi
Kegiatan Penambangan
Kegiatan Pengolahan
Kegiatan Penimbunan
Kegiatan Pengapalan
Kegiatan Eksplorasi
Kegiatan Penambangan
Kegiatan Pengolahan
Kegiatan Penimbunan
Kegiatan Pengapalan
Kegiatan Eksplorasi
Kegiatan Penambangan
K i
Kegiatan
P
Pengolahan
l h
Kegiatan Penimbunan
Kegiatan Pengapalan
Kegiatan Eksplorasi
Kegiatan Penambangan
Kegiatan Pengolahan
K i t P
Kegiatan
Penimbunan
i b
Kegiatan Pengapalan
Penjelasan dan pemahaman cara dan metoda perhitungan terhadap conto yang
telah di sampling
Pengolahan dan Perhitungan Data

PENILAIAN

KEHADIRAN Min 80%


Quiz
Tugas (Individu & Kelompok)
UTS
UAS

10%
5%
20%
30%
35%

Pengertian Sampling
Pengumpulan material yang dapat mewakili jenis
batuan,
batuan formasi,
formasi badan bijih dalam arti kuantitatif
dengan definisi termasuk lokasi dan komposisi dari
batuan, formasi, dan badan bijih tersebut.
Tindakan, proses, atau teknik memilih bagian
mewakili
populasi
p
p
untuk
tujuan
j
menentukan
parameter atau karakteristik seluruh penduduk.
(Merriam Webster Dictionary)

Sample Conto Contoh


Sampling Pemercontoan Pengambilan Conto

Kapan dilakukan sampling ?

Dalam setiap tahapan eksplorasi


p
Dalam p
pemetaan eksplorasi
Dalam pemetaan (survei) geokimia
Saat p
produksi (q
qualityy control)

Mining Life Cycle

OVERVIEWOFINTERNATIONAL
MINECLOSUREGUIDELINES
DawnH.Garcia

Sampel ?
Sampel
adalah
sebagian
dari
populasi

Populasi
adalah
sesuatu
t hal
h l
yang dijadikan
sebagai unit
analisis
p
penelitian
Populasi bisa berupa
kumpulan manusia
atau benda

Sampel
n

Populasi
N

PEMAHAMAN POPULASI DAN SAMPEL

Populasi yyaitu keseluruhan individu atau


objek yang diteliti dan memiliki beberapa
karakteristik yang sama.
P l i memiliki
Populasi
iliki variasi/sebaran
i i/ b
yang
luas.
Penelitian eksperimen membutuhkan
populasi yang relatif homogen.
Semakin homogen populasi semakin
meningkatkan validitas eksperimental.

HUBUNGAN SAMPLING
POPULASI
Luasan Wilayah Konsesi

UNIT EKSPERIMEN
g p
atau
1 atau 2 Singkapan
Random

FRAME SAMPEL
Zonasi Potensi
Endapan
p

SAMPEL
Titik Informasi yang
Dinyatakan Ekonomis

TEKNIK SAMPLING

PROBABILITY SAMPLING

Yaitu teknik pengambilan sampel yang didasarkan atas


probabilitas bahwa setiap unit sampling memiliki kesempatan
yang sama untuk terpilih menjadi sampel.

NONPROBABILITY SAMPLING

Yaitu teknik ppengambilan


g
sampel
p yyangg besarnya
y ppeluangg anggota
gg
populasi untuk terpilih menjadi sampel tidak diketahui.

Teknik Random

g
p yyangg didasarkan atas
Yaitu teknik ppengambilan
sampel
probabilitas bahwa setiap unit sampling memiliki kesempatan
yang sama untuk terpilih menjadi sampel.
T k ik Random:
Teknik
R d

Random Sederhana (Simple Random)


Pemilihan urutan nomor (Random Ordering)
Random Berdasarkan Tabel (Random Number Tables)
Seleksi Komputer (Computer Selection)

PROBABILITY SAMPLING

S
O S
G
SIMPLE RANDOM
SAMPLING

Dapat dilakukan pada populasi yang homogen


Dilakukan dengan cara mengundi nama/nomor subjek
dalam populasi

CLUSTER SAMPLING

Melakukan randomisasi pada kelompok bukan


terhadap subjek secara individual

PROBABILITY SAMPLING

STRATIFIED SAMPLING
Dilakukan pada populasi yang memiliki strata atau subkelompok dan dari
masing-masing subkelompok diambil sampel terpisah.

PROPORTIONAL
Menentukan prosentasi besarnya sampel dari keseluruhan populasi.
Menerapkan proporsi dalam pengambilan sampel bagi setian strata.

DISPROPORTIONAL
Penentuan sampel dilakukan tidak dengan mengambil proporsi yang
sama bagi setiap strata untuk mencapai jumlah yang sama dari
masing-masing strata
strata.

NONPROBABILITY SAMPLING

ACCIDENTAL SAMPLING
Faktor
F kt kebetulan
k b t l yang dijumpai
dij
i peneliti
liti
QUOTA SAMPLING
Mengambil sampel dalam jumlah tertentu dan dianggap merefleksikan
populasi
PURPOSIVE SAMPLING
Pemilihan sampel sesuai dengan yang dikehendaki
Kasus unik
unik, sulit mengambil sampel
Investigasi mendalam
SNOWBALL SAMPLING
Menetapkan subjek yang sesuai kriteria sampel
sampel, kemudian meminta
subjek tersebut untuk menunjukkan subjek lain yang sesuai kriteria
sampel.

Pure Experiment

Populasi
KE
Sampel

KK

Random Sampling
Random
Assignment

Alasan Pengambilan Sampel

1. Keterbatasan waktu, biaya, tenaga


yang dimiliki peneliti.
2. Penelitiannya bersifat penjajagan.
3. Setiap unsur dalam populasi dianggap
memiliki karakter yang sama (homogen).

Syarat sampel yang baik


B
k
Banyak

Jumlah
Sampel
Karakteristik
sampel

Sedikit

Tingkat kesalahan

Banyak

TAHAPAN
EKSPLORASI

TAHAPAN
EKSPLOITASI

TAHAPAN
PENGOLAHAN,
PEMASARAN