Anda di halaman 1dari 11

Nama

Tanggal

:
:

LEMBAR KERJA
SURVEI KONSUMSI PANGAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Soal
1. Jelaskan
Pengertian
Konsumsi
Pangan
Kualitatif!

2. Jelaskan
Konsumsi
Kualitatif!

Tujuan
Pangan

Survei
Secara

Survei
Secara

3. Jelaskan Macam Metode Survei

Konsumsi
Kualitatif!

Pangan

Secara

Jawab
Survei konsumsi pangan secara kualitatif adalah untuk
memperoleh data atau informasi mengenai pola konsumsi
pangan, kebiasaan makan termasuk makanan pantangan.
Data-data yang perlu dikumpulkan meliputi, jenis pangan
yang dikonsumsi, frekuensi konsumsi masing-masing
jemis pangan, asal atau dari mana diperolehnya, cara
penyimpanan, penyiapan dan pemasakan makanan.
Untuk mengetahui frekuensi makan, frekuensi konsumsi
menurut jenis pangan yang dikonsumsi dan menggali
informasi tentang kebiasaan makan (food habit) serta cara
memperoleh pangan.
Macam Metode SKP Kualitatif
a) Metode frekuensi makanan (food frequency)
Food Frequency Questionnaire adalah metode untuk
memperoleh data tentang frekuensi konsumsi
sejumlah bahan makanan atau makanan jadi selama
periode tertentu seperti hari, minggu, bulan atau
tahun. Dengan food frequencydapat diperoleh
gambaran pola konsumsi bahan makanan secara
kualitatif, tapi karena periode pengamatan lebih lama
dan dapat membedakan individu berdasarkan rangking
tingkat konsumsi zat gizi, maka cara ini paling sering
digunakan dalam penelitian epidemiologi gizi
(Supariasa, 2002).
b) Metode Dietary History
Metode ini bersifat kualitatif karena memberikan
gambaran pola konsumsi berdasarkan pengamatan
dalam waktu yang cukup lama (bisa 1 minggu, 1
bulan, 1 tahun). Metode ini terdiri dari tiga komponen,
yaitu:
1. Komponen pertama adalah wawancara (termasuk
recall 24 jam), yang mengumgulkan data tentang
apa saja yang dimakan responden selama 24 jam
terakhir.
2. Komponen kedua adalah tentang frekuensi

penggunaan dari sejumlah bahan makanan dengan


memberikan daftar (check list) yang sudah
disiapkan, untuk mengecek kebenaran dari recall
24 jmn tadi.
3. Komponen ketiga adalah pencatatan konsumsi
selama 2-3 hari sebagai cek Wang.
c) Metode Telepon
Salah satu metode survei konsumsi pangan yang
dimana petugas menggunakan telepon untuk
mewawancarai responden.
Langkah-langkah dalam metode telepon antara lain:
1. Petugas melakukan wawancara terhadap responden
melalui telepon tentang persediaan makanan yang
dikonsumsi keluarga selama periode survei.
2. Hitung persediaan makanan keluarga berdasarkan
hasil wawancara melalui wawancara melalui
telepon tersebut.
3. Tentukan pola konsumsi keluarga.
d) Metode pencatatan makanan (food list)
Metode
pendaftaran
ini
dilakukan
dengan
menanyakan dan mencatat seluruh bahan makanan
yang digunakan keluarga selama periode survei
dilakukan (biasanya 1-7 hari). Pencatatan dilakukan
berdasarkan jumlah bahan makanan yang dibeli, harga
dan nilai pembeliannya, termasuk makanan yang
dimakan anggota keluarga diluar rumah. Jadi data
yang diperoleh merupakan taksiran/perkiraan dart
responden. Metode ini tidak memperhitungkan bahan
makanan yang terbuang, rusak atau diberikan pada
binatang piaraan.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara
yang dibantu dengan formulir yang telah disiapkan,
yaitu kuesioner terstruktur yang memuat daftar bahan
makanan utama yang digunakan keluarga. Karena data
yang diperoleh merupakan taksiran atau perkiraan
maka data yang diperoleh kurang teliti.

4. Jelaskan

Prinsip Penggunaan
Food Frequency Questionnaire
(FFQ)!

Prinsip penggunaan :
1. FFQ menilai energi dan/atau asupan gizi dengan
menentukan
seberapa
sering
seseorang
mengkonsumsi sejumlah makanan yang merupakan

sumber utama nutrisi atau dari komponen makanan


tertentu dalam pertanyaan per hari (minggu atau
bulan) selama jangka waktu tertentu (biasanya 6
bulan untuk 1 tahun)
2. Menyediakan data tentang asupan nutrisi yang
dipilih kebiasaan, makanan tertentu atau kelompok
makanan
3. Kombinasi makanan dapat sebagai penaksir asupan
nutrisi tertentu atau non-gizi, asalkan komponen
asupan makanan terkonsentrasi dalam sejumlah kecil
makanan atau kelompok makanan tertentu,
misalnya konsumsi vitamin C diperkirakan dari
buah-buahan segar dan jus buah.
4. FFQ sering dirancang untuk mendapatkan informasi
tentang aspek-aspek tertentu dari diet, seperti lemak
makanan atau vitamin tertentu atau mineral, dan
aspek lain mungkin kurang baik dicirikan
5. Kuesioner terdiri dari daftar sekitar 100 atau lebih
sedikit makanan individu atau kelompok makanan
yang penting kontributor untuk populasi asupan
energi atau nutrisi spesifik lain yang menarik
6. Jika fitur yang sederhana, makanan yang jelas dan
kategori makanan, dan pertanyaan-berakhir terbuka
harus dihindari karena sudah terformat, daftar
kategori makanan bertindak sebagai memori prompt
7. FFQ biasanya dikelola sendiri dan karena itu
dirancang agar mudah untuk menyelesaikan oleh
subyek penelitian (diwawancarai oleh pewawancara
atau mengisi kuesioner komputer atau melalui
telepon)
8. FFQ sering mengandalkan asumsi mengenai ukuran
porsi, dan dibatasi oleh jumlah detail yang layak
untuk dimasukkan dalam kuesioner
9. Hal ini dimungkinkan untuk kuesioner yang akan
semi-kuantitatif di mana subjek diminta untuk
memperkirakan ukuran porsi makanan biasa
10. Dalam epidemiologi, FFQ sering diisi dengan
mengacu pada tahun sebelumnya untuk memastikan
pola konsumsi makanan yang biasa untuk periode itu
5. Jelaskan Prosedur Pelaksanaan Langkah-langkah Metode (Prosedur Pelaksanaan) FFQ
Food Frequency Questionnaire menurut Supariasa (2001) yaitu:
(FFQ)!
1. Responden diminta untuk memberi tanda pada daftar

yang tersedia pada kuesioner mengenai frekuensi


penggunaannya dan ukuran porsinya.
2. Lakukan rekapitulasi tentang frekuensi penggunaan
jenis-jenis bahan makanan terutama bahan makanan
yang merupakan sumber-sumber zat gizi tertentu
selama periode tertentu pula.

DAFTAR PUSTAKA
Gibson, Rosalind S.,1993. Nutritional Assessment. Oxford University Press, New York
Laksmi Widajanti. 2009. Survei Konsumsi Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Diponegoro.
Supariasa. 2002. Status Gizi. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hal 93

Nama
Tanggal

:
:

Soal
6. Jelaskan
Pengertian
Konsumsi
Pangan
Kuantitatif!

Jawab
Survei Survey konsumsi pangan secara kuantitatif adalah untuk
Secara mengetahui jumlah pangan atau makanan yang
dikonsumsi sehingga dari informasi tersebut akan dapat

7. Jelaskan

Tujuan
Pangan

dihitung konsumsi zat gizi seseorang atau kelompok


orang.
Survei Untuk mengetahui jumlah pangan atau makanan yang
Secara dikonsumsi.

Konsumsi
Kuantitatif!
8. Jelaskan Macam Metode Survei
Konsumsi
Pangan
Secara
Kuantitatif!

Metode SKP Kualitatif


a)
Metode Inventaris (inventory method)
Metode inventaris sering juga disebut Log Book
Method, biasanya digunakan pada survei konsumsi
pangan keluarga atau rumah tangga . Metode ini
prinsipnya adalah melakukan inventaris (pencatatan)
dan penimbangan langsung terhadap semua jenis
bahan makanan, mulai dari awal sampai akhir survei.
Periode waktu yang digunakan dapat 1 minggu atau
berbulanbulan.
Inventaris
dan
penimbangan
dilakukan oleh enumerator atau responden (salah satu
anggota keluarga) yang telah dilatih sebelumnya.
Tahap peleksanaannya adalah sebagai berikut :
1.
Pada hari pertama survei, catat dan
timbang semua jenis pangan yang ada. Ini dianggap
sebagai stok awal (S).
2.
Selama survei (mulai hari kedua sampai
sehari sebelum hari terakhir survei), catat dan
timbang semua jenis bahan pangan yang diperoleh
dari dibeli, diberi, dari kebun atau makan diluar
rumah (Pp).
3.
Catat dan timbang semua jenis bahan
pangan yang diberikan kepada selain anggota
keluarga (Pb) selama survei.
4.
Pada hari terakhir survei, catat dan
timbang semua jenis bahan pangan yang ada
dirumah . Ini dianggap sebagai stok akhir (Sk).
5.
Jumlah bahan pangan yang dikonsumsi
(Ki) adalah :
Ki = Swi + Ppi Pbi Ski
i = 1,2,3..menunjukkan jenis pangan
6. Rata-rata konsumsi per kapita =
B = jumlah anggota keluarga
Data tentang jumlah anggota keluarga, umur, berat

badan, pendidikan serta jenispekerjaan perlu


dilengkapi dalam survei.
b) Metode Pendaftaran (foodlist method)
Metode ini hampir sama dengan metode inventaris
dalam hal pencatatannya, perbedaannya pada
penimbanga. Metode ini tidak dilakukan penimbangan
atau pengukuran langsung. Datanya dikumpulkan
secara wawancara dengan keluarga dan dicatat dalam
formulir yang telah disiapkan sebelumnya. Metode ini
kurang teliti dibandingkan dengan metode inventaris,
karena data yang dikumpulkan merupakan hasil
astimasi (perkiraan), sedangkan pada metode
inventaris dilakukan penimbangan secara langsung.
Biaya metode pendaftaran labih murah didandingkan
dengan metode inventaris.
c) Metode mengingat-ingat (recall method)
Metode ini dilakukan dengan mencatat jenis dan
jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada masa
yang lalu. Wawancara dilakukan serinci mungkin agar
responden dapat mengungkapkan jenis bahan
makanan dan perkiraan jumlah bahan makanan yang
dikonsumsinya beberapa hari yang lalu. Penentuan
jumlah hari recall sangat ditentukan oleh keragaman
jenis konsumsi bahan makanan antar waktu atau tipe
responden dalam memperoleh makanan. Biasanya
dilakukan selama 2-3 hari atau seminggu, bila terlalau
lama dikuatirkan responden akan banyak yang lupa.
Urutan waktu makan dalam sehari terdiri dari makan
pagi, makan siang, makan malam dan makanan
selingan atau jajanan. Pengelompokan bahan makanan
dapat berupa bahan makanan pokok, sumber protein
nabati (kacang-kacangan), sumber protein hewani
(daging, ikan, telur dan susu), sayuran, buah-buahan
dan lainnya. Penaksiran jumlah makanan yang
dikonsumsi diawali dengan menyatakan dalam bentuk
ukuran rumah tangga (URT), seperti : potong, ikat,
piring, gelas, mangkok, sendok makan dan alat atau
ukuran lain yang biasa dilakukan dalam rumah tangga.
Dari ukuran rumah tangga (URT), jumlah makanan

9. Jelaskan alat yang dibutuhkan


untuk
melakukan
survei
konsumsi pangan kuantitatif!

dikonversikan menjadi satuan berat (gram) yang


menggunakan daftar URT yang umum berlaku atau
dibuat sendiri pada saat survei. Agar hasil survei
cukup
teliti
sebaiknya
pewawancara
telah
berpengalaman atau dilatih sebelumnya mengenal
URT dan mengkonversikannya kesatuan berat. Selain
itu mengenal cara-cara pengolahan pangan dan pola
pangan penduduk didaerah yang diteliti.
Metode recall sering digunakan untuk survei
konsumsi individu dibanding keluarga. Tetapi metode
ini dapat digunakan untuk survei konsumsi keluarga
bila semua anggota. Keluarga diwawancara atau salah
seorang anggota keluarga yang mengetahui tentang
konsumsi anggota keluarga lainnya .Metode
mengingat-ingat mempunyai kelemahan dalam tingkat
ketelitiannya, karena keterangannya diperoleh dari
hasil ingatan. Kelemahan dapat diatasi dengan
memperpanjang waktu survei.
d) Metode Penimbangan (Weighing Method)
Prinsip metode ini adalah mengukur langsung berat
setiap jenis bahan makanan yang dikonsumsi dengan
cara penimbangan. Apabila berat bahan makanan
seebelum dimakan adalah Sk dan berat bahan
makanan yang tersisa setelah dimakan adalah T, maka
berat bahan makanan yang dikonsumsi (K) adalah :
Ki = Ski Ti
i = 1,2,3 ..menunjukkan jenis bahan makanan
Apabila tidak ada Daftar Kandungan Gizi Makanan
yang telah masuk atau diolah Daftar Konversi MasakMentah (F) maka pada saat survei perlu ditimbang
berat bahan makanan mentah sebelum dimakan (Sm)
untuk mengetahui faktor mentah-masak. Jika bahan
makanan masih mentah, perlu diketahui apakah sudah
berat bersih atau berat kotor.
Metode secara kuantitatif dimaksudkan untuk
mengetahui jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga
dapat dihitung konsumsi zat gizi dengan menggunakan :
- Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)
- Daftar Ukuran Rumah Tangga (URT)
- Daftar Konversi Mentah-Masak (DKMM)
- Daftar Penyerapan Minyak

- Food Picture
- Food Model
- DKBM dan DKMM sebagai alat survey konsumsi
pangan kuantitatif.
Contohnya metode recall 24 jam yaitu
Wawancara dilakukan sedalam mungkin agar responden
dapat mengungkapkan jenis bahan makanan yang
dikonsumsinya beberapa hari yang lalu. Agar wawancara
berlangsung sistematika yang baik, maka terlebih dahulu
perlu disiapkan kuesioner (daftar pertanyaan) sebagai
alat survey konsumsi pangan. Kuesioner tersebut
mengarahkan wawancara menurut urutan waktu makan
dan pengelompokkan bahan makanan (Riyadi, 1995).
10. Jelaskan prinsip penggunaan Prinsip Penggunaan :
metode pencatatan (weighed- 1. Weighed food record
food record dan estimated-food
Weighed food record adalah salah satu metode
record)!
penimbangan makanan. Pada metode penimbangan
makanan ini responden atau petugas menimbang dan
mencatat seluruh makanan yang dikonsumsi
responden selama satu hari. Food weighing
mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dibanding
metode-metode lain karena banyaknya makanan yang
dikonsumsi sehari-hari diketahui dengan cara
menimbang (Mey 2010).
Proses food weighing ini, semua makanan
yang akan dikonsumsi pada waktu makan pagi, siang,
dan malam serta makanan selingan antara dua waktu
makan ditimbang dalam keadaan mentah (AP). Juga
ditimbang dan dicatat makanan segar yang siap santap
serta makanan pemberian. Selain itu dilakukan
inventory terhadap pangan yang tahan lama seperti
gula, garam, merica, kopi, dan sebagainya pada waktu
sebelum masak pagi dan setelah makan malam atau
keesokan harinya. Setiap selesai makan ditimbang
semua makanan yang tidak dimakan, yang meliputi
makanan sisa dalam piring, sisa makanan yang masih
dapat dilakukan untuk waktu makan selanjutnya, yang
diberikan pada ternak dan yang diberikan pada orang
lain. Makanan yang dibawa ke luar rumah oleh
anggota keluarga misalnya untuk bekal sekolah dan
yang dimakan oleh tamu juga ditimbang dan dicatat

11. Jelaskan prosedur pelaksanaan

metode food record (weighedfood record dan estimated-food


record)!

12. Jelaskan prosedur pelaksanaan

metode 24-hour recalls!

untuk menghitung konsumsi aktual


2. Estimated food record
Responden mencatat semua yang isi makan
dan minum setiap kali sebelum makan dalam Ukuran
Rumah Tangga (URT) atau menimbang dalam ukuran
berat (gram) dalam periode tertentu (2-4 hari berturutturut), termasuk cara persiapan dan pengolahan
makanan tersebut.
Dalam Fahmida & Dillon, 2007 juga disebutkan
bahwa prosedur pada metode estimasi makanan dan
penimbangan makanan adalah sebagai berikut:
1. Responden diminta untuk mencatat, konsumsi pada
saat yang sama, semua makanan dan minuman
(termasuk snack) yang dimakan dalam ukuran rumah
tangga (URT) untuk periode waktu yang telah
ditentukan.
2. Rincian deskripsi dari makanan tersebut adalah
meliputi:
a) Nama (lokal/setempat dan umum jika diketahui)
b) Metode pemasakan
c) Kondisi makanan (mentah, masak, dikupas atau
olahan)
d) Nama merk jika memungkinkan
e) Semua bumbu, herbal dan rempah-rempah
f) Deskripsi yang lengkap dari masing-masing
makanan
g) Menimbang jumlah yang dikonsumsi atau
mengestimasi menggunakan ukuran rumah tanggan
(URT) dan menggunakan peralatan rumah tangga
yang dikaliberasi.
h) Jika responden makan diluar rumah maka
responden biasanya diminta untuk mencatat
deskripsi dan jumlah dari makanan yang dimakan.
Ahli gizi dapat kemudian membeli dan menimbang
duplikat porsi dari masing-masing item makanan
yang dicatat, hal ini dilakukan jika memungkinkan,
untuk menilai kemungkinan jumlah makanan yang
dikonsumsi.
Prosedur Pelaksanaan metode 24-hour recall :
Petugas atau pewawancara menanyakan kembali
dan mencatat semua makanan dan minuman yang
dikonsumsi responden dalam ukuran rumah tangga

13. Jelaskan 4 (empat) tingkatan

tujuan pengukuran konsumsi


pangan (Levels of objectives in
measuring diets)!

(URT) selama kurun waktu 24 jam yang lalu. Dalam


membantu responden mengingat apa yang dimakan,
perlu diberi penjelasan waktu kegiatannya seperti waktu
baru bangun, setelah sembahyang, pulang dari
sekolah/bekerja, sesudah tidur siang dan sebagainya.
Selain dari makanan utama, makanan kecil atau jajan
juga dicatat. Termasuk makanan yang dimakan di luar
rumah seperti di restoran, di kantor, di rumah teman atau
saudara.
Untuk masyarakat perkotaan komsumsi tablet
yang mengandung vitamin dan mineral juga dicatat serta
adanya pemberian tablet besi atau kapsul vitamin A.
Petugas melakukan konversi dari URT ke dalam ukuran
berat (gram). Dalam menaksir atau memperkirakan ke
dalam ukuran berat (gram) pewawancara menggunakan
berbagai alat bantu seperti contoh ukuran rumah tangga
(piring, gelas, sendok, dan lain-lain) atau model dari
makanan (food model). Makanan yang dikonsumsi dapat
dihitung dengan alat bantu ini atau dengan menimbang
langsung contoh makanan yang akan dimakan berikut
informasi tentang komposisi makanan jadi.
Menganalisis bahan makanan ke dalam zat gizi
dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan
(DKBM).
Membandingkan dengan Daftar Kecukupan Gizi
yang Dianjurkan (DKGA) atau Angka Kecukupan Gizi
(AKG) untuk Indonesia.
Agar wawancara berlangsung secara sistematis,
perlu disiapkan kuesioner sebelumnya sehingga
wawancara terarah menurut urut-urutan waktu dan pengelompokan bahan makanan. Urutan waktu makan
sehari dapat disusun berupa makan pagi, siang, malam
dan snack serta makanan jajanan. Pengelompokan bahan
makanan dapat berupa makanan pokok, sumber protein
nabati, sumber protein hewani, sayuran, buah-buahan dan
lain-lain. Contoh kuesioner recall 24 jam dapat dilihat
pada Lampiran.
4 tingkatan
1. Menentukan rerata asupan kelompok (kelompok)
2. Menentukan proporsi dengan asupan kurang
(proportion of population at risk of inadequate

nutrient intake) (kelompok)


3. Menentukan usual intakes individu untuk ranking
asupan (individu)
4. Menentukan usual intakes individu untuk korelasi
asupan dengan indikator kesehatan lainnya (individu)
Level 1 : rerata asupan kelompok
- Satu hari per subyek (food record, 24HR)
- Seluruh hari dalam satu minggu (Senin-Minggu)
terwakili secara proporsional dalam sampel akhir
Level 2 : proporsi dengan asupan kurang (proportion at
risk of inadequate intake)
- Pengulangan minimal 2 hari pada sub-sampel 30-40
subyek per strata jenis kelamin dan kelompok usia
(strata AKG)
- Pengulangan 2 hari tidak pada hari yang berturutan
(non-consecutive). Jika berturutan maka minimal 3
hari
Level 3: usual intakes individu untuk ranking asupan
- Multiple replicates (24-hour recalls/diet records) atau
diet history
- Alternatif : semi-quantitative FFQ
Level 4: usual intakes individu untuk korelasi asupan
dengan indikator kesehatan lainnya
- Multiple replicates (24-hour recalls/diet records) atau
diet history
- Alternatif : semi-quantitative FFQ

DAFTAR PUSTAKA
Fahmida, Umi and Drupadi HS Dillon. 2007. Nutritional Assesment. Seameo-Tropmed RCCN
UI, Jakarta
Laksmi Widajanti. 2009. Survei Konsumsi Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Diponegoro.
Prenciples Of Nutrition John Wilzy: New York
Suhardjo & Hadi Riyadi. 1990. Penilaian Keadaan Gizi Masyarakat PAU P & G. IPB. Bogor
Wilson. E. P. Fisher. K. H. & Garcia. P. 1979.
Winarno. 1993. P ., Gizi , Teknologi & Konsumen. Penerbit Gramedia Utama: Jakarta .