Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut World Health Organization (WHO) penurunan AKI masih terlalu lambat
untuk mencapai tujuan target Milenium 5 (millenium development goals 5/MDG 5)
dalam rangka mengurangi tiga per empat jumlah perempuan yang meninggal akibat
hamil serta bersalin pada tahun 2015. Salah satu tujuan pembangunan millennium
(MDG) 2015 adalah perbaikan kesehatan maternal. Kematian maternal dijadikan ukuran
keberhasilan terhadap pencapaian targed MDG-5, adalah penurunan 75% rasio kematian
maternal.
Masa nifas merupakan masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai
alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil lama masa nifas yaitu 6-8
minggu. Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena masa kritis baik ibu
maupun bayinya, diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi
setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas.
Dari kasus infeksi ini, 25-55% disebabkan oleh infeksi jalan lahir. Infeksi ini terjadi
karena masih banyaknya ibu-ibu yang tidak makan-makanan yang bergizi, Kebiasaan
yang seperti tersebut akan dapat memperlambat proses penyembuhan luka perineum,
selain itu juga dapat memperlambat proses involusi pada ibu post partum.
Proses penyembuhan luka perineum yang normal adalah 6-7 hari post partum. Setelah
ditelusuri lebih lanjut, mereka ternyata memiliki kebiasaan makanan yang kurang baik,
seperti berpantang makan, makanan yang dimakan juga tertentu, khususnya lauk
(makanan yang berprotein).
Dari latar belakang di atas penulis tertarik untuk menyusun Asuhan Kebidanan Ibu
Nifas dan Menyusui Pada Ny. S Umur 35 Tahun P2A0 14 jam Post Partum Normal di
RSUD Salatiga Ruang Flamboyan.
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Laporan ini dibuat agar penulis dapat mengerti, memahami dan melakukan tindakan
asuhan kebidanan saat masa nifas dengan menerapkan manajemen kebidanan.
2. Tujuan Khusus
a. Penulis dapat mengaplikasikan teori kedalam praktek klinik dalam asuhan pada
ibu nifas yang diperoleh selama pendidikan.
b. Penulis mampu mengembangkan pola pikir dalam bentuk tulisan maupun
pelaporan.
C. Manfaat Penulisan

1. Bagi Institusi Pendidikan


Sebagai dokumen dan bahan perbandingan untuk study kasus selanjutnya.
2. Bagi Lahan Praktek
Study kasus ini dapat dijadikan gambaran informasi serta bahan untuk
meningkatkan manajemen kebidanan yang diterapkan oleh lahan praktek.
3. Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat khususnya
ibu-ibu masa nifas tentang pentingnya mengetahui kebutuhan nutrisi ibu nifas
terhadap penyembuhan luka perineum.
4. Bagi Penulis
Dapat meningkatkan pengetahuan yang didapat selama perkuliahan serta dapat
mengaplikasikan pada penanganan nifas normal.
5. Petugas Kesehatan
Petugas kesehatan dapat lebih meningkatkan pendidikan kesehatan berupa
penyuluhan kesehatan kepada ibu masa nifas agar ibu dapat mengetahui kebutuhan
nutrisi ibu nifas.
D. Metoda Penulisan
Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah :
1. Anamnesa
Yaitu mengadakan tanya jawab dengan klien / keluarga dalam rangka
mengumpulkan data.
2. Pemeriksaan Fisik
Meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi untuk mengumpulkan data.
3. Observasi
Mengadakan pengamatan secara langsung terhadap klien.
4. Dokumentasi
Yaitu mempelajari catatan resmi kesehatan pasien.
5. Studi Kepustakaan
Yaitu mengumpulkan data dari teori dan buku sumber di perpustakaan, jurnal,
maupun di internet.

BAB II
2

TINJAUAN TEORI
Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan
berakhir ketika alat-alat kandungan kembali ke keadaan sebelum hamil. masa nifas
berlangsung selama kira-kira 2-6 minggu.(Sarwono, 2002:122).
Masa nifas adalah masa pulihnya kembali ke dalam keadaan sebelum hamil dan
masa nifas berlangsung selama kira-kira 2-6 minggu. (Maternal dan Neonatal, 2002)
Masa nifas adalah masa pulihnya kembali mulai dari persalinan, sampai alat-alat
kandungan kembali seperti sebelum hamil, lamanya 6-8 minggu. (Mochtar, 1990)
Masa nifas adalah masa dimulainya dari lahirnya plasenta sampai mencakup 6
minggu berikutnya. (Pusdiknakes, 2001)
Dari ke-4 definisi tentang masa nifas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa
masa nifas adalah masa yang dimulai setelah partus selesai serta lahirnya plasenta dan
berakhir sampai alat-alat kandungan kembali kekeadaan seperti sebelum hamil yang
berlangsung selama kira-kira 2- 6 minggu.
Tujuan Asuhan Masa Nifas
1.

Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik

2. Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau


merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga
berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.
Masa Nifas Dibagi Dalam 3 Periode
1 Puerperium Dini
Yaitu dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Lamanya (1-3 hari).
2 Puerperium Inter Medial
Yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
3 Remote Puerperium
Adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama
hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu untuk sehat sempurna bisa
berminggu-minggu, bulanan atau tahunan (Mochtar, 1998 : 115)

Gizi Seimbang
Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi
dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip
keaneka ragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal.
Pola makan sehat ibu nifas adalah seorang ibu nifas harus makan nasi dan lauknya
lebih banyak dari pada waktu sebelum menjadi ibu nifas dan makan-makanan yang beraneka
ragam. Ibu harus minum paling sedikit 8 gelas (2 liter) sehari, banyak makan sayur berkuah
dan sari buah. Teruskan kebiasaan makan beraneka ragam makanan sumber zat besi dan kapur
dalam jumlah yang cukup setiap harinya.
Kualitas dan jumlah makan yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh pada
penyembuhan luka jalan lahir, ibu nifas disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800
Kkal yang digunakan untuk menyembuhkan luka jalan lahir dan untuk aktifitas ibu itu sendiri.
Kebutuhan nutrisi per hari ibu nifas :
Nutrisi

Kebutuhan

Energi
Protein
Vitamin A
Vitamin D
Vitamin E
Vitamin K
Tiamin (B1)
Riboflavin (B2)
Niasin
Vitamin B6
Folasin
Biotin
Vitamin B12
Asam Pantotenat

2500 kalori
64 gram
6000 IU
400 IU
16 IU
100 mg
1,6 mg
1,7 mg
18 mg
2,5 mg
0,5 mg
0,3 mg
4,0 mg
4-7 mg

Adapun manfaat gizi seimbang adalah untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas
ASI yang akan dikonsumsi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya, serta mencegah
terjadinya infeksi. Ibu memerlukan diet untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi.
Luka Perineum
Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Perineum adalah bagian
yang terletak antara vulva dan anus atau ruang terbentuk jajaran genjang yang terletak dibawah
dasar panggul dengan panjangnya rata-rata 4 cm.
Sebagian besar luka perineum dapat digolongkan sebagai luka dalam karena trauma
jaringan melibatkan lapisan di bawah epidermis dan dermis, orang yang mengalami luka, tubuh
akan memberikan reaksi atas terjadinya luka tersebut. Reaksi yang terjadi yaitu melalui fasefase yang disebut sebagai fase penyembuhan luka. Fase penyembuhan luka yaitu:
a. Fase inflamasi/peradangan (24 jam pertama 48 jam)

Setelah terjadi trauma, pembuluh darah yang terputus pada luka akan menyebabkan
perdarahan dan tubuh akan berusaha menghentikannya, pengerutan ujung pembuluh darah
yang terputus (retraksi), reaksi hemostasis serta terjadi reaksi inflamasi (peradangan).
Respon peradangan adalah suatu reaksi normal yang merupakan hal penting untuk
memastikan penyembuhan luka. Peradangan berfungsi mengisolasi jaringan yang rusak dan
mengurangi penyebaran infeksi.
b. Fase proliferasi (48 jam 5 hari)
Fase proliferasi adalah fase penyembuhan luka yang ditandai oleh sintesis kolagen.
Sintesis kolagen dimulai dalam 24 jam setelah cidera dan akan mencapai puncaknya pada
hari ke lima sampai hari ke tujuh kemudian akan berkurang secara perlahan-lahan. Kolagen
disekresi oleh fibroblas sebagai tropokolagen imatur yang mengalami hidroksilasi
(tergantung vitamin C) untuk menghasilkan polimer yang stabil.
Proses fibroplasia yaitu penggantian parenkrim yang tidak dapat beregenerasi dengan
jaringan ikat. Proses ini dimulai sejak 24 jam setelah cidera. Pada fase proliferasi, seratserat dibentuk dan dihancurkan kembali untuk penyesuaian diri dengan tegangan pada luka
yang cenderung mengerut, sehingga menyebabkan tarikan pada tepi luka. Fibroblast dan sel
endotel vaskular mulai berproliferasi dan dengan waktu 3-5 hari terbentuk jaringan
granulasi yang merupakan tanda dari penyembuhan. Jaringan granulasi berwarna
kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus. Bentuk akhir dari jaringan granulasi
adalah suatu parut yang terdiri dari fibroblast berbentuk spindel, kolagen yang tebal,
fragmen jaringan elastik, matriks ekstraseluler serta pembuluh darah yang relatif sedikit dan
tidak kelihatan aktif.
c. Fase maturasi (5 hari - berbulan-bulan)
Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri atas penyerapan kembali jaringan
yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi dan akhirnya perupaan kembali
jaringan yang baru terbentuk. Fase ini dinyatakan berakhir jika semua tanda radang sudah
hilang dan bisa berlangsung berbulan-bulan. Tubuh berusaha menormalkan kembali semua
yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. Oedema dan sel radang diserap, sel
muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang berlebih
diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada.
Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis, lemas dan mudah
digerakkan dari dasar. Terlihat pengerutan yang maksimal pada luka. Pada akhir fase ini,
perupaan luka kulit mampu menahan regangan kira-kira 80% kemampuan kulit normal. Hal
ini tercapai kira-kira 3-6 bulan setelah penyembuhan.18

Penyembuhan luka perineum adalah mulai membaiknya luka perineum dengan


terbentuknya jaringan baru yang menutupi luka perineum dalam jangka waktu 6-7 hari
postpartum adalah:
1) Baik, jika luka kering, perineum menutup dan tidak ada tanda-tanda infeksi
2) Sedang, jika luka basah, perineum menutup, tidak ada tanda-tanda infeksi
Ibu yang tidak terpenuhi asupan gizinya pada masa nifas dapat menurunkan asupan gizi
ibu yang akan berpengaruh terhadap kesehatan ibu, pemulihan tenaga, penyembuhan luka
perineum dan produksi ASI bagi bayi. Hal tersebut tidak sesuai dengan anjuran untuk
mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, sayuran dan buah yang mengandung
vitamin dan mineral, protein hewani, protein nabati serta banyak minum setiap hari.
Asupan gizi ibu yang tidak terpenuhi dalam waktu lama dapat berakibat buruk terhadap
kesehatan dan angka kesakitan ibu. Kecukupan zat gizi sangat berperan dalam proses
penyembuhan luka. Tahapan penyembuhan luka memerlukan protein sebagai dasar untuk
pembentukan fibroblast dan terjadinya kolagen, disamping elemen-elemen lain yang
diperlukan untuk proses penyembuhan luka seperti vitamin C yang berperan dalam proses
kecepatan penyembuhan luka. Vitamin A berperan dalam pembentukan epitel dan sistem
imunitas. Vitamin A dapat meningkatkan jumlah monosit, makrofag di lokasi luka, mengatur
aktifitas kolagen dan meningkatkan reaksi tubuh pada fase inflamasi awal. Zat gizi lain yang
berperan yaitu Vitamin E yang merupakan antioksidan lipopilik utama dan berperan dalam
pemeliharaan membran sel, menghambat terjadinya peradangan dan pembentukan kolagen
yang berlebih. Asam lemak esensial juga penting dalam proses penyembuhan luka karena tidak
bisa disintesa dalam tubuh sehingga harus didapatkan dari makanan atau dari suplemen.
Peranan asam lemak esensial ini adalah mengurangi peradangan, mengurangi pengentalan selsel darah dan berperan dalam mencegah perkembangbiakan sel-sel yang tidak normal.

BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS DAN MENYUSUI
PADA NY. M UMUR 35 TAHUN P2A0 8 JAM POST PARTUM NORMAL
DI RSUD AMBARAWA
I.

Pengkajian
Tanggal

: 18 November 2014

Waktu

: 06.35 WIB

Tempat

: Ruang Bougenville RSUD Ambarawa

II. BIODATA

III.

Nama ibu

: Ny. M

Nama suami : Tn. B

Umur

: 33 tahun

Umur

Suku Bangsa

: Jawa/Indonesia

Suku Bangsa : Jawa/Indonesia

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Swasta

Pekerjaan

: Swasta

Alamat

: Mlilir, Bandungan

Alamat

: Menjing, Bandungan

: 44 tahun

DATA SUBYEKTIF
1. Alasan datang
Ibu masih dalam masa perawatan nifas.
Keluhan utama
Ibu mengatakan mulas pada perut dan nyeri pada luka jahitan di perut post operasi
section caesarea.
2. Riwayat obstetri
a. Riwayat menstruasi
Menarche : 164tahun
Lama

: 7 hari

Banyak

: ganti pembalut 2x sehari

Siklus

: 28 hari

b. Riwayat persalinan dan nifas yang lalu


Penolong persalinan

: dokter

Jenis persalinan

: section caesarea

Masalah persalinan lalu

: bayi sungsang

Masalah nifas lalu

: tidak ada masalah

Riwayat menyusui

: ibu mengatakan menyusui bayinya dengan ASI

menggunakan botol, dilakukan rutin setiap 3 jam sekali


7

c. Riwayat persalinan sekarang


Peritas 2 Abortus 0
Tempat persalinan

: RSUD Ambarawa

Jenis persalinan

: section caesarea

Masalah selama persalinan

: induksi persalinan

Keadaan plasenta dan tali pusat

: plasenta lahir spontan dan lengkap.

Keadaan bayi
Di tolong oleh

: dokter

Jenis kelamin

: laki laki

Tanggal/jam lahir : 17 November 2014 / 09.50 WIB


BB = 2650 gr

PB = 46 cm

Apgar score

: 6.7.8

LK = 32 cm

LD = 30 cm

Kelainan bawaan : tidak ada kelainan bawaan


3. Riwayat Perkawinan
Status nikah

: syah

Lama

: 8 tahun

Umur pertama kali menikah

: 26 tahun

4. Riwayat Kesehatan
Dahulu

: ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular maupun


tidak menular seperti TBC, Hepatitis, HIV/AIDS, Asma dan
penyakit menurun seperti Jantung , Diabetes Mellitus, Hipertensi.

Sekarang

: ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular maupun


tidak menular seperti TBC, Hepatitis, HIV/AIDS, Asma dan
penyakit menurun seperti Jantung , Diabetes Mellitus, Hipertensi.

Keluarga

: ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit


menular maupun tidak menular seperti TBC, Hepatitis, HIV/AIDS,
Asma dan penyakit menurun seperti Jantung , Diabetes Mellitus,
Hipertensi.

5. Riwayat KB

:
Lama

Jenis KB

Penggunaa

Keluhan

Alasan Berhenti

n
Suntik 3

bulan

Susuk

5 tahun

Tidak ada

4 tahun

Tidak ada

Ingin mempunyai
anak lagi
Ingin mempunyai
anak lagi

6. Pola kebutuhan dasar sehari hari


-

Pola Nutrisi: Ibu sudah mulai makan pukul 08.00. Porsi nasi, sayur, lauk pauk,
buah. Minum = 56 gelas air putih. Tidak ada masalah selama makan dan
minum.

Pola Eliminasi:
BAB = 1kali. Konsistensi lunak, warna khas feses, bau khas feses.
BAK = 4-5 kali. Konsistensi cair. Warna khas urine, bau khas urine.

Pola Istirahat : Ibu mengatakan sudah dapat tidur nyenyak setelah persalinan.

Pola Aktivitas : Ibu sudah dapat berjalan ke toilet tanpa bantuan orang lain.

Personal Hygiene : Ibu mengatakan setelah operasi sudah disibin tetapi belum
mandi

Pola Sexual : Ibu mengatakan belum berhubungan sexual.

Psiko, Sosial, Spiritual dan cultural : Ibu mengatakan bahagia dengan kelahiran
anaknya, keluarga dan suami menyambut kelahiran bayinya dengan senang. Ibu
selalu berdoa agar bayinya selalu sehat. Tidak ada budaya yang merugikan
kesehatan ibu dan anak.

Pola Kebiasaan Hidup Sehat : Ibu mengatakan tidak mengkonsumsi rokok,


minuman alkohol, dan narkoba.

Pola Menyusui : Ibu mengatakan belum dapat menyusui, ASI belum keluar.

Tingkat Pengetahuan : Ibu sudah mengetahui tentang ASI Eksklusif.

IV.DATA OBYEKTIF
1. Keadaan umum
Kesadaran

: Baik
: Composmentis

2. Tanda tanda vital


TD

: 96/56 mmHg

Nadi : 102 x/menit


Suhu : 36,20C
RR

: 21 x/menit
9

3. Pemeriksaan Fisik
Kepala

: Mesochepal, rambut bersih, tidak mudah rontok.

Muka

: Simetris, tidak oedem, tidak ikterik.

Mata

: Simetris, konjungtiva tidak anemis.

Leher

: Tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid.

Dada

: Simetris, Tidak ada tarikan dinding dada, pergerakan teratur.

Perut

: Tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan pada ulu hati.

Ekstremitas

: Tidak ada oedem, ekstremitas baik.

Genetalia

: Tidak ada oedem, tidak ada varises, ada luka jahitan di perineum.

Anus

: Tidak ada hemoroid.

4. Pemeriksaan obstetri
Muka

: tidak ada oedem, tidak ada cloasma gravidarum.

Payudara

: payudara membesar, puting susu menonjol, areola menghitam, ASI


belum keluar.

Abdomen

: TFU 2 jari di bawah pusat, tidak ada luka bekas operasi.

Genetalia

: Lokea

: rubra

Luka perineum

: derajat 2

5. Penunjang

: Tidak dilakukan.

6. Analisa

: Ny. S umur 35th P2A0 14 jam post partum normal.

7. Penatalaksanaan
1)

Intervensi
a. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan.
b. Menjelaskan kepada ibu bahwa mules-mules yang dialami adalah hal yang
fisiologis.
c. Menjelaskan kepada ibu agar tidak menahan BAB/BAK agar tidak sakit saat
BAB/BAK dan menjelaskan kepada ibu untuk tidak perlu khawatir jahitan
luka perineum lepas pada saat BAB.
d. Menganjurkan ibu untuk rajin membersihkan alat genetalianya untuk
mencegah infeksi.
e. Menganjurkan ibu untuk beristirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas
berat yang membuatnya cepat lelah agar kondisinya cepat pulih.
f. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang memenuhi gizi
seimbang , yaitu makan sayur-sayuran , buah-buahan, lauk-pauk bervariasi
dan minum air yang banyak minimal 8gelas/hari untuk memulihkan tenaga
10

ibu pasca persalinan, mempercepat proses penyembuhan luka perineum dan


untuk produksi ASI yang banyak .
g. Memotivasi ibuountuk terus memberikan ASI eksklusif.
h. Mengobservasi kontraksi uterus ibu untuk mencegah perdarahan.
2) Implementasi
a. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan.
Hasil : ibu mengetahui kondisinya normal (baik).
b. Menjelaskan kepada ibu bahwa mules-mules yang dialami adalah hal yang
fisiologis.
Hasil

: ibu mengerti

c. Menjelaskan kepada ibu agar tidak menahan BAB/BAK agar tidak sakit saat
BAB/BAK dan menjelaskan kepada ibu untuk tidak perlu khawatir jahitan luka
perineum lepas pada saat BAB.
Hasil

: ibu mengerti dan bersedia

d. Menganjurkan ibu untuk rajin membersihkan alat genetalianya untuk mencegah


infeksi.
Hasil : ibu bersedia melakukannya
e. Menganjurkan ibu untuk beristirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas berat
yang membuatnya cepat lelah agar kondisinya cepat pulih.
Hasil : ibu mengerti dan bersedia melakukannnya
f. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang memenuhi gizi
seimbang , yaitu makan sayur-sayuran , buah-buahan, lauk-pauk bervariasi dan
minum air yang banyak minimal 8gelas/hari untuk memulihkan tenaga ibu
pasca persalinan, mempercepat proses penyembuhan luka perineum dan untuk
produksi ASI yang banyak .
Hasil : ibu mengerti tentang nutrisi ibu nifas
g. Memotivasi ibu untuk terus memberikan ASI eksklusif.
Hasil
: ibu mengerti dan bersedia
h. Mengobservasi kontraksi uterus ibu untuk mencegah perdarahan.
Hasil
: kontraksi uterus keras, TFU = 2 jari di bawah pusat.

11