Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Tujuan yang ingn dicapai dalam praktikum farmakologi adalah :


1. Mengendapkan mata pelajaran Farmakolo yang diperoleh pada waktu kuliah
2. Memaparkan pekerjaan laboratorium yang berhubungan dengan laboratorium
Farmakologi
3. Meningkatkan hubungan dosen dan mahasiswa
4. Meningkatkan disiplin, rasa tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama
5. Meningkatkan kemampuan komprehensi dan menganalisis masalh
Buku penuntun praktikum ini ditulis secara singkat dan tidak termasuk didalamnya teori yang
berhubungan dengan tiap percobaan. Oleh karena itu saura harus mempelajari dan
mencarinya dari catatan kuliah, buku teks dan sumber-sumber lain yang dianjurkan agar
dapat memahami tujuan setiap percobaan.
Tiap percobaan didahului dengan penerangan seperlunya oleh pemimpin praktikum. Harus
disadari bahwa percobaan laboratorium mempunyai nilai berlainan, tergantung dari teknik
dan siapan yang melakukannya.
Bila terdapat keraguan, mintalah pertolongan dan penjelasan kepada pengawas meja
praktikum masing-masing.
Setiap percobaan walaupun diulangi beberapa kali dapat memberi hasil yang berlainan,
bervariasi, Karen itu sebaiknya hasil seluruh kelas dikumpulkan untuk dinilai.
Perlakukanlah hewan percobaan dengan baik dan bijakasana
Kelainan dalam mentaati peraturan ini dapat ditinjak.
Satu atau beberapa orang mahasiswa diperlukan untuk menjadi orang percobaan. Hanya
dengan kesungguhan, praktikum Farmakologi ini akan dapat bermanfaat bagi anda sekalian.

PERCOBAAN DENGAN ANESTESI UMUM PADA KELINCI


MAKSUD PERCOBAAN :
Perhatiakan efek (kerja) dari obat-obat anestesi umum dalam hal ini ether, ultra short
barbiturate (ultra short acting barbiturate), chloroform dan lain-lain, pada binatang percobaan
dengan melihat stadium-stadium dari anestesi tersebut.
Untuk percobaan ini dipergunakan kelinci yang besar, sehat dan sebagai anestetik digunakan
ether.
Dalam hal ini yang diperhatikan pada kelinci sebelum dan pada saat ether diberikan adalah :
1. Kesadarannys mulsi menghilang, saat escitasi dan saat tidur yang dalam
2. Keadaan mata, lebar pupil, reflex cahaya, reflex conjunctiva dan gerakan bola mata
3. Keadaan pernafasan, frekuensi pernafasaan, dalamnya pernafasan , teraturnya dan jenis
pernafasan (dada,Perut)
4. Keadaan otot pergerakan, keadaan gerakan otot otot bergaris (terutama kaki)
5. Rasa nyeri, keadaan rasa nyeri dengan mencubit telinga dan ujung kaki
6. Keadaan salivasi, salivasi banyak (hypersalivasi) atau sedikit
7. Lain- lain, muntah, ronchi, warna daun telinga dan lain-lain.

CARA KERJA :
a. Catat dahulu keadaan keadaan tersebut diatas dengan lengkap sebagai data
perbandingan, barulah percobaan dapat dimulai.
b. Pasanglah sungkup corong pada moncong kelinci dengan baik kamudian mulai ditetskan
ether pada kapas yang disungkupdengan kecepatan kira-kira enam puluh tetes permenit.
c. Penetesan diteruskan sampai melewati stadium I, II, dan seterusnya. Catat dan perhatikan
tanda- tanda setiap stadium.
d. Capailah stadium operasi stage of anestesi dan perhatiak stadium ini kurang lebih 15
menit. Perhatikan dan periksa keadaan- keadaan seperti reflex yang tersebut diats tanpa
menambahkan ether lagi.
e. Setelah itu bukalah sungkup dan biarkanlah binatang percobaan sadar atau siuman
kembali.
f. Hitunglah dan catatlah jumlah ether yang digunakann.

PERHATIKAN :

1. Tanda-tanda setiap stadium


2. Pemasangan corong sehingga pernafasan tidak terganggu
3. Amatilah kelainan binatang percobaan selama anesthesia berlangsung.
PERTANYAAN :
1. Apakah semua stadium atau tanda-tanda setiap stadium terlihat pada percobaan ini?
Jawab : Ya
2. Apakah sebab terjadi kelainan bunyi paru-paru?
Jawab : Karena kerja Paru-paru bekerja dengan mengabsorpsi dan mengekskresi Eter
(ethyl ether) (C2H5)2O melalui gelembung paru (alveoli), sehingga terjadilah perubahan
bunyi pada paru-paru
3. Pada saat mana kah operasi besar dan operasi kecil dapat dilaksanakan ?
Jawab : Pada operasi ringan seperti ekstraksi gigi dan insisi abses ataupun biopsi, tidak
diperlukan relaksasi otot yang sempurna, sehingga pada Stadium I (Analgesia), dapat
dilakukan operasi ringan ini, contoh zat anastetiknya adalah: N2O dan trikloretilen. Pada
operasi besar diperlukan obat anastetik yang dapat merelaksasi otot dengan baik seperti
eter, pada saat sudah mencapai stadium III.
4. Apakah bedanya hasil anastesi yang diberikan pramedikasi dengan yang tanpa
premedikasi?
Jawab : Tanpa premedikasi, kemungkinan untuk terjadi kegelisahan, sekresi ludah dan
dahak yang berlebihan, bradicardi, muntah, nyeri dapat meningkat. Selain itu, induksi
tidak selancar anastesi dengan pre-medikasi
5. Sebutkan pembagian dari obat-obat general anesthesia dan contohnya masing-masing!
Jawab : Obat anastetik umum dibagi menurut bentuk fisiknya menjadi 3 golongan, yaitu:
a. Anas tetik Gas Nitrous Oksida, Etilen, Siklopropan
b. Anastetik Volatile Eter, Vinil Eter, Kloroform, Halotan, Metoksifluran,
Etil Klorida. Trikloretilen, Fluroksen
c. Anastetik Parenteral Barbiturat, Natrium tiamilal, Natrium
Metoheksital, Ketamin, droperidol dan Fentanil
6. Sebutkan pembagian anesthesia ini menurut metode apa? Sebutkan pula cara-cara yang
lain
Jawab : Pemberian dengan cara Semi Closed Method. Adapun cara pemberian yang
lainnya adalah:
OPEN DROP METHOD: Untuk Volatile Anesthetics, peralatan sangat
sederhana dan tidak mahal. Zat anastetik diteteskan pada kapas yang diletakkan
di depan hidung penderita, konsentrasi zat anastetik yang dihisap tidak
diketahui, pemakaiannya boros karena zatnya menguap

SEMI OPEN DROP METHOD: Hampir sama dengan metode Open Drop,
hanya untuk mengurangi terbuangnya zat, digunakan masker. Karbon dioksida
yang dikeluarkan kadang terhisap kembali, sehingga terjadi hipoksia; untuk
menghindari hal ini digunakan pipa oksigen di bawah masker
SEMI CLOSED METHOD: Udara yang dihisap bersama oksigen murni
ditentukan kadarnya, kemudian melewati vaporizer di mana kadar zat anastetik
dapat ditentukan. Sesudah dihisap penderita, udara yang dikeluarkan akan
dibuang ke udara luar. Keuntungannya: kadar zat dapat ditentukan. Dan
hipoksia dapat dihindari dengan pemberian O2.

7. Apakah keuntungan dan kerugian ether sebagai general anesthesia


Jawab : Keuntungan eter sebagai general anasthesia adalah: khasiat analgesi dan
anastetisnya kuat dengan relaksasi otot baik, dapat digunakan pada berbagai jenis
pembedahan, indeks terapi (batas keamanannya) lebar. Kerugiannya adalah: mudah
menyala, merangsang mukosa saluran napas, induksi berjalan lambat, tegang,
meningkatnya sekresi ludah dan bronchi, menyebabkan mual dan muntah, dapat
menimbulkan kemerahan terutama didaerah muka, vasokonstriksi di ginjal, vasodilatasi
di otak.
8. Anesthesia manakah yang sebaiknya digunakan pada penderita Koch, pulmonum duplex
yang aktif ?
Jawab : Anastesi umum secara inhalasi, karena,semua anstesi inhalasi karena akan
menurunkan volume tidal dan meningkatkan frekuensi pernapasan dan dapat menekan
pernapasan
9. Apakah keuntungan dan kerugian anesthesia umum yang lain ?
Jawab :
Anastesi umum secara inhalasi
keuntungan : masa pemulihan sangat singkat,peralihan stdium pemulihan nya sangat
cepat,berlangsung aman ,tidak mnimbulkan efek toksik dan efek samping berat.
Kerugian : Dapat iritasi saluran napas
Anastesi umum secara intravena
Keuntungan: dapat depresi miokard,meningkatkan kapasitas vena

HASIL PERCOBAAN
Yang Diamati

PERNAFASAN
1.
Frekuensi

MulaMula

Stadiu
mI

Stadiu
m II

140

96

120

Plane I

Stadium III
Plane
Plane
II
III

Plane IV

2.

Jenis

Thorako
abdominal

Thorako
abdomin
al

3.
4.

Dalam
Keteraturan
MATA
Lebar Pupil
Reflex cahaya

cepat
+

1.
2.
3.
4.

1.
2.

Reflex kornea
Gerakan Bola
Mata
OTOT
Tonus
Gerakan

RASA NYERI
1.
Kuping
2.
Kaki
SALIVA
AUSCULTASI
RONCHI
Suara
Denyut jantung

Thorako
abdominal

abdomi
nal

abdomin
al

abdominal

cepat
+

Throra
ko
abdom
inal
cepat
-

cepat
-

cepat
-

cepat
-

cepat
-

6 mm
+

5 mm
+

4mm
+

4mm
-

6mm
-

8mm
-

7mm
-

+
+

Tidak
menurut
kehendak

+
+

+
+

Merontaronta

+
+
-

+
+
-

+
-

+
+
-

+
+
-

+
-

+
-

normal

normal

Teriak
cepat

cepat

normal

lambat

lambat

KESIMPULAN
Dari praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian anastesi Umum yang dilakukan pada
kelinci percobaan menghasilkan reaksi-reaksi:
1. Pada stadium I : dimulai dari sejak pemberian anastesi sampai hilangnya kesadaran
2. Pada stadium II (Delirium) : sejak hilangnya kesadaran sampai dengan frekuensi
pernapasan meningkat dan tidak teratur sehingga kelinci berteriak
3. Pada stdium III : sejak timbul kembali pernapasan yang teratur
a. plane I :pernapasan mulai teratur,gerakan bola mata tidak menurut
kehendak,miosis,refleks kelopak mata berkurang
b. plane II : pernapasan teratur,bola mata tidak bergerak,pupil mata mulai
melebar,refleks kornea mulai menurun,relaksasi otot sedang
c. plane III : pernapasan perut meningkat,pupil lebih melebar,refleks lharyngeal
menurun relaksasi otot lurik menurun
d. plane IV : pernapasan perut sempurna karena intercostal lumpuh total,tekanan
darah mulai menurun,pupil sangat lebar dan refleks cahaya hilang

SARAN-SARAN
Pada percobaan yang kami lakukan, terdapat beberapa kesulitan seperti:
1. Kesulitan untuk menghitung pernapasan ketika anasthesi memasuki stage III
2. Kesulitan untuk menghitung denyut jantung karena pada saat memasuki stage II, denyut
jantung sangat cepat, namun kelinci dalam keadaan meronta-ronta, sehingga denyut
jantung sulit untuk dihitung
3. Rasa nyeri lebih sensitif pada daerah kaki, sehingga lebih baik dilakukan pemeriksaan
terhadap sensitifitas nyeri pada daerah tersebut