Anda di halaman 1dari 15

“TERPENOID”

Uji FITOKIMIA – Kimia Organik

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas


praktikum Kimia Organik

Disusun oleh:

Ogi Nurhari
(21081077)

KATA PENGANTAR
Page |2

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Puji dan Syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena
atas ridho dan karuniaNya lah saya dapat menyelesaikan Makalah praktikum
Kimia Organik ini dengan lancar.

Dalam penyusunan makalah ini mungkin saya mengalami kesulitan dan


kendala yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan
wawasan serta pola pikir saya. Namun berkat keyakinan, keinginan, dan usaha

Fitokimia “Terpenoid”
dengan sungguh-sungguh akhirnya semua hambatan itu dapat diatasi.

Saya menyadari sedalam-dalamnya bahwa saya sebagai manusia tidaklah


sempurna dalam pembuatan makalah ini. Dengan demikian saya berharap
dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat umumnya bagi pembaca dan
khususnya bagi saya pribadi. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi persyaratan
dalam Mata Kuliah Praktikum Kimia Organik.

Tidak lupa kami berterimakasih kepada rekan-rekan yang telah banyak


membantu dalam proses pembuatan Makalah ini.

Wassalamu’alaikum Wr Wb,

Bandung, Januari 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

Makalah Praktikum Kimia Organik


Page |3

KATA PENGANTAR...........................................................................................2

DAFTAR ISI........................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................4

1.1 Larat Belakang.......................................................................................4

1.2 Tujuan....................................................................................................5

1.3 Pembatasan Masalah............................................................................5

Fitokimia “Terpenoid”
1.4 Metode Penelitian................................................................................5

BAB II TEORI & PEMBAHASAN........................................................................6

1. Fitokimia....................................................................................6

1.1 Pengertian....................................................................6

1.2 Macam – Macam Fitonutrien / Fitokimia......................8

2. Terpenoid..................................................................................9

2.1 Pengertian....................................................................9

2.2 Terpene & Terpenoid (keterangan umun)...................10

2.3 Kegunaan.....................................................................11

2.4 Tipe terpena dan terpenoid..........................................12

2.5 Identifikasi Fitokimia Terpene / Terpenoid...................14

BAB III PENUTUP..............................................................................................15

1. Kesimpulan.........................................................................................15

2. Kata penutup......................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................16

BAB I

Makalah Praktikum Kimia Organik


Page |4

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam uji fitokimia kita sering menggunakan Alkaloid, Flavanoid, Kuinon,


Tannin dan Polifenol, Saponin, Steroid dan Triterpenoid sebagai bahan uji dan
bahan untuk identifikasi. Fitokimia sering juga disebut sebagai fitonutrien.

Fitokimia “Terpenoid”
Fitokimia adalah senyawa – senyawa yang terkandung dalam tumbuhan
termasuk sayuran dan tumbuhan.

Senyawa fitokimia disebutkan mempunyai efek kesehatan bagi manusia


memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi
pencegahan penyakit, Beberapa studi pada manusia dan hewan membuktikan zat
– zat kombinasi fitokimia ini didalam tubuh memiliki fungsi tertentu yang berguna
bagi kesehatan. namun senyawa fitokimia bukan merupakan kebutuhan bagi
metabolisme normal, sehingga disebut nutrient karena ketiadaannya pun tidak
akan menyebabkan defisiensi / penyakit.

Salah satu senyawa dalam fitokimia yaitu terpenoid, terpenoid hamper dapat
ditemukan dalam setiap tumbuhan. Mudah ditemukan dalam setiap tumbuhan
karena senyawa tersebut disintesis alami oleh tumbuhan dan mungkin kelompok
yang luas dari produk alami. Maka dari itu dalam makalah ini akan menjelaskan
hal – hal yang berkaitan dengan terpenoid.

1.2 Tujuan

Makalah Praktikum Kimia Organik


Page |5

Tujuan dari makalah ini adalah:

➢ Untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum Kimia Organik.

➢ Mempelajari tehnik identifikasi Fitokimia labolatorium.

➢ Memberikan pengetahuan tentang Fitokimia / Fitonutrien.

➢ Mengetahui mendalam tentang Terpenoid.

➢ Mempelajari Terpenoid dari Fungsi kesehatan, Struktur, Turunan, dan


lainnya.

Fitokimia “Terpenoid”
1.1 Pembatasan Masalah

Dalam penulisan makalah ini, penulis membatasi masalah pada


pembahasan mengenai Kimia Organik mencakup tentang “FITOKIMIA” sebagai
metode Identifikasi teknik laboratorium, khususnya tentang “TERPENOID”,
termasuk teori serta faktor-faktor yang berkaitan dengan pembahasan tersebut.

1.2 Metode Penelitian

Pengumpulan data yang didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya :


dari internet dan buku tentang Kimia Organik dan Fitokimia, mencakup tentang
“Terpenoid”. serta berbagai sumber yang mendukung dalam pembuatan makalah
ini.

Makalah Praktikum Kimia Organik


Page |6

BAB II

ISI
(Teori dan Pembahasan)

1. Fitokimia

1.1 Pengertian

Fitokimia “Terpenoid”
Fitokimia atau kadang disebut fitonutrien, dalam arti luas adalah segala jenis
zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran
dan buah-buahan. Dalam penggunaan umum, fitokimia memiliki definisi yang
lebih sempit. Fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang
ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, tapi
memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi
pencegahan penyakit.

zat-zat ini berbeda dengan apa yang diistilahkan sebagai nutrien dalam
pengertian tradisional, yaitu bahwa mereka bukanlah suatu kebutuhan bagi
metabolisme normal, dan ketiadaan zat-zat ini tidak akan mengakibatkan penyakit
defisiensi, paling tidak, tidak dalam jangka waktu yang normal untuk defisiensi
tersebut.

Fitokimia, senyawa yang begitu bermanfaat sebagai antioksidan dan


mencegah kanker juga penyakit jantung. Beberapa studi pada manusia dan
hewan membuktikan zat – zat kombinasi fitokimia ini didalam tubuk memiliki
fungsi tertentu yang berguna bagi kesehatan. Kombinasi itu antara lain
menghasilkan enzim – enzim sebagai penangkal racun, merangsang system
pertahanan tubuh, mencegah penggupalan keeping – keeping darah,
menghambat sintesa kolesterol dihati, meningkatkan metabolism hormone,
meningkatkan oengenceran dan p[engikatan zat karsionogen dalam liang usus,
menimbulkan efek anti bakteri, anti virus dan anti oksidan dan mengatur gula
darah serta dapat menimbulkan efek anti kanker.

Makalah Praktikum Kimia Organik


Page |7

1.2 Macam – Macam Fitonutrien / Fitokimia

Tinjauan umum komponen farmaka bahan alam:

➢ Alkaloid

Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang


kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak
mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida, protein,
nukleotid, asam nukleik, gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan
sebagai alkaloid.

Fitokimia “Terpenoid”
Dan dengan prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik
berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan ini. Alkaloid dihasilkan oleh
banyak organisme, mulai dari bakteria, fungi (jamur), tumbuhan, dan hewan.
Hingga sekarang dikenal sekitar 10.000 senyawa yang tergolong alkaloid dengan
struktur sangat beragam

➢ Flavonoid

Flavonoid merupakan anti oksidan yang menetralisir radikal bebas yang


menyerang sel-sel tubuh kita. Radikal bebas dapat menyebabkan kanker,
penyakit jantung dan penuaan dini. Flavonoid dapat ditemukan pada jeruk,
kiwi, apel, anggur merah, brokoli dan the hijau. Flavonoid adalah bagian dari
senyawa fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh tumbuhan.

➢ Kuinon

Terjadinya reaksi pencoklatan menurut Winarno (1984) diperkirakan


melibatkan perubahan senyawa dalam jaringan dari bentuk kuinol menjadi
kuinon melalui oksidasi. Asam kuinon adalah merupakan racun jaringan yang
dapat mematikan jaringan eksplan sehingga mengakibatkan tujuan suatu
kultur tidak tercapai .

Makalah Praktikum Kimia Organik


Page |8

➢ Tanin dan Polifenol

Tanin adalah polifenol tanaman yang berfungsi mengikat dan mengendapkan


protein. Tanin juga dipakai untuk menyamak kulit. Dalam dunia pengobatan,
tanin berfungsi untuk mengobati diare, menghentikan pendarahan, dan
mengobati ambeien. Polifenol alami merupakan metabolit sekunder tanaman
tertentu, termasuk dalam atau menyusun golongan tanin.

➢ Saponin

Fitokimia “Terpenoid”
Saponin adalah suatu glikosida yang mungkin ada pada banyak macam
tanaman. Saponin ada pada seluruh tanaman dengan konsentrasi tinggi pada
bagian-bagian tertentu, dan dipengaruhi oleh varietas tanaman dan tahap
pertumbuhan. Fungsi dalam tumbuh-tumbuhan tidak diketahui, mungkin
sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat, atau merupakan waste product dari
metabolisme tumbuh-tumbuhan.

➢ TriTerpenoid

TriTerpenoid adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam


satuan isoprena dan secara biosintesis dirumuskan dari hidrokarbon yang
kebanyakan berupa alcohol, aldehida atau asam karbohidrat.

Teori – teori yang membahas tentang Terpenoid akan diterangkan lebih


mendetail lagi di subbab berikutnya.

Makalah Praktikum Kimia Organik


Page |9

1. Terpenoid

1.1 Pengertian

Terpenoid (atau isoprenoids), sebuah subclass dari prenyllipids (terpene,


prenylquinones, dan sterol), mewakili kelompok tertua produk molekul kecil
disintesis oleh tumbuhan dan mungkin kelompok yang paling luas dari produk
alami.

“Terpenoid dapat digambarkan sebagai sebuah terpene yang telah


mengalami modifikasi, di mana kelompok-kelompok metil dipindahkan atau

Fitokimia “Terpenoid”
dihapus, atau ditambahkan atom oksigen”. sebaliknya, beberapa penulis
menggunakan istilah "terpene" lebih luas, untuk menyertakan / mengistilahkan
terpenoid.

Terpena merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan


oleh tumbuhan dan terutama terkandung pada getah dan vakuola selnya. Pada
tumbuhan, senyawa-senyawa golongan terpena dan modifikasinya,

terpenoid, merupakan metabolit sekunder. Terpena dan terpenoid


dihasilkan pula oleh sejumlah hewan, terutama serangga dan beberapa hewan
laut. Di samping sebagai metabolit sekunder, terpena merupakan kerangka
penyusun sejumlah senyawa penting bagi makhluk hidup. Sebagai contoh,
senyawa-senyawa steroid adalah turunan skualena, suatu triterpena; juga karoten
dan retinol. Nama "terpena" (terpene) diambil dari produk getah tusam, terpentin
(turpentine).

Terpena dan terpenoid menyusun banyak minyak atsiri yang dihasilkan oleh
tumbuhan. Kandungan minyak atsiri mempengaruhi penggunaan produk rempah-
rempah, baik sebagai bumbu, sebagai wewangian, serta sebagai bahan
pengobatan, kesehatan, dan penyerta upacara-upacara ritual. Nama-nama umum
senyawa golongan ini seringkali diambil dari nama minyak atsiri yang
mengandungnya. Lebih jauh lagi, nama minyak itu sendiri diambil dari nama
(nama latin) tumbuhan yang menjadi sumbernya ketika pertama kali diidentifikasi.
Sebagai misal adalah citral, diambil dari minyak yang diambil dari jeruk (Citrus).
Contoh lain adalah eugenol, diambil dari minyak yang dihasilkan oleh cengkeh
(Eugenia aromatica).

Makalah Praktikum Kimia Organik


P a g e | 10

“Terpenoid disebut juga isoprenoid. Hal ini dapat dimengerti karena


kerangka penyusun terpena dan terpenoid adalah isoprena (C5H8)”.

1.2 Terpene & Terpenoid (keterangan umun)

Selama abad ke-19, para ahli kimia menyebut terpentin dengan nama
"terpene" hidrokarbon dengan rumus umum C 10 H 16 ditemukan dalam produk
tanaman yang kompleks. Terpenes ini sering ditemukan dalam minyak esensial
tanaman yang berisi "Quinta essentia", tanaman wangi.

Fitokimia “Terpenoid”
terpene secara universal hadir dalam jumlah kecil dalam organisme hidup, di
mana mereka memainkan sejumlah peran penting dalam fisiologi tanaman serta
fungsi penting dalam semua membran selular. Berbagai fungsi terpene produk
alami di alam telah ditelaah (Gershenzon J et al., Alam Biol Chem 2007, 3, 408).
Di sisi lain, mereka juga terkumpul dalam banyak bentuk, dan ini menunjukkan
bahwa variasi yang luar biasa dari terpene, hal tersebut dapat disebabkan oleh
faktor-faktor ekologis dan memainkan peran evolusi (Ourisson G, Pure Appl
Chem 1990, 62, 1401).

terpene dapat didefinisikan sebagai kelompok struktur molekul yang


didasarkan pada berbagai bentuk, jumlah unit isoprena (methylbuta-1 ,3-diena,
bernama hemiterpene, dengan 5 atom karbon).

Terpenoid sangat beragam namun tetapi mereka semua berasal dari proses
kondensasi terfosforilasi universal turunan dari hemiterpene, isopentenyl difosfat
(IPP) dan dimethylallyl difosfat (DMAPP) memberikan geranyl pirofosfat (GPP).

Makalah Praktikum Kimia Organik


P a g e | 11

Pada tumbuhan tingkat tinggi, IPP berasal dari asam mevalonic klasik dalam
jalur sitosol tetapi dari jalur fosfat methylerythritol di plastida. Hal ini umumnya

Fitokimia “Terpenoid”
diterima bahwa ruang cytosolic IPP berfungsi sebagai pendahulu dari
sesquiterpenes, triterpenes, sterol dan polyterpenes sedangkan kolam plastid IPP
menyediakan prekursor dari mono-, di-dan tetraterpenes (Bohlmann J et al., Proc
Natl Acad Sci USA 1998, 95, 4126). Beberapa pengecualian telah dideskripsikan
menunjukkan bahwa interaksi antara dua biosintetik mungkin ada (Dudareva N et
al., Proc Natl Acad Sci USA 2005, 102, 933).

1.3 Kegunaan

Terpenoid tanaman yang digunakan secara ekstensif untuk kualitas


aromatik. Mereka memainkan peran tradisional herbal dan berada di bawah
penyelidikan untuk anti bakteri, antineoplastik, dan berbagai fungsi farmasi.
Terpenoid berkontribusi pada aroma eucalyptus, dan juga rasa kayu manis,
cengkeh, dan jahe, dan warna bunga kuning. Terpenoid terkenal termasuk citral,
mentol, kamper, Salvinorin A ditemukan pada tanaman Salvia divinorum, dan
Kanabinoid ditemukan pada Ganja.

1.4 Tipe terpena dan terpenoid

Terpena memiliki rumus dasar (C5H8)n, dengan merupakan penentu kelompok


tipe terpena. Modifikasi terpena (disebut terpenoid, berarti "serupa dengan

Makalah Praktikum Kimia Organik


P a g e | 12

terpena") adalah senyawa dengan struktur serupa tetapi tidak dapat dinyatakan
dengan rumus dasar. Kedua golongan ini menyusun banyak minyak atsiri.

• Hemiterpena, n=1, hanya isoprena.

• Hemiterpenoid, contohnya prenol, asam isovalerat.

• Monoterpena, n=2, contohnya mircen, limonen, dan ocimen.

• Monoterpenoid, contohnya geraniol.

• Seskuiterpena, n=3, contohnya farnesen.

Fitokimia “Terpenoid”
• Seskuiterpenoid, contohnya farnesol, kurkumen, bisabolol.

• Diterpena, n=4, contohnya cembren.

• Diterpenoid, contohnya kafestol.

• Triterpena, n=6, contohnya skualena.

• Triterpenoid, contohnya lanosterol, bahan dasar bagi senyawa-senyawa


steroid.

• Tetraterpena, n=8, contohnya adalah likopen, karoten

• Politerpena, n besar, contohnya adalah karet dan getah perca.

Seperti yang telah dijelaskan bahwa banyak terpene adalah hidrokarbon, tapi
mengandung oksigen senyawa seperti alkohol, aldehida atau keton. Disebutlah
derivatnya dengan terpenoid.

Beberapa jenis Terpene dan Terpenoid

Makalah Praktikum Kimia Organik


P a g e | 13

Prenol Asam isovalerat

β-Mircena
Isoprena

Fitokimia “Terpenoid”
Ocimena

Farnesena

Limonena
G
eraniol

Farnesol α-(-)-Bisabolol
Cembren

β-Kurkumena

Kafestol Skualena

1.1 Identifikasi Fitokimia Terpene / Terpenoid

Makalah Praktikum Kimia Organik


P a g e | 14

Umumnya terpenoid ini tidak berwarna, berbentuk kristal, sering bertitik leleh
tinggi dan aktif optik pada umumnya sukar dicirikan karena tak ada kereaktifan
kimianya. Uji yang banyak digunakan adalah reaksi Lieberman-Burchard yang
dengan kebanyakan triterpena dan sterol memberikan warna hijau-biru

Fitokimia “Terpenoid”
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

1) Fitokimia atau kadang disebut fitonutrien, dalam arti luas adalah segala jenis
zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan.
2) Dalam uji fitokimia yang sering digunakanadalah untuk identifikasi Alkaloid,
Flavanoid, Kuinon, Tannin dan Polifenol, Saponin, Steroid dan Terpenoid.
3) Terpenoid dapat digambarkan sebagai sebuah terpene yang telah mengalami
modifikasi, di mana kelompok-kelompok metil dipindahkan atau dihapus, atau
ditambahkan atom oksigen
4) Terpenoid disebut juga isoprenoid. Hal ini dapat dimengerti karena kerangka
penyusun terpena dan terpenoid adalah isoprena (C5H8)
5) Terpenoid tanaman yang digunakan secara ekstensif untuk kualitas aromatic juga
memainkan peran tradisional herbal dan berada di bawah penyelidikan untuk anti
bakteri, antineoplastik, dan berbagai fungsi farmasi.
6) Terpena memiliki rumus dasar (C5H8)n, dengan merupakan penentu kelompok
tipe terpena.

Makalah Praktikum Kimia Organik


P a g e | 15

7) Uji yang banyak digunakan untuk identifikasi Terpene / terpenoid adalah


reaksi Lieberman-Burchard dengan memberikan warna hijau-biru.

1. Kata Penutup

Dicukupkan sekian mungkin makalah yang saya susun, saya sebagai


penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan dari saya yang

Fitokimia “Terpenoid”
disengaja maupun yang tidak disengaja, karena keterbatasan saya sebagai
manusia, semoga dapat dimaklumi.
Sekian dari kami sebagai penulis,

Assalammuala’ikum Wr. Wb.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://en.wikipedia.org/wiki/terpene
2. http://en.wikipedia.org/wiki/terpeneoid
3. http://id.wikipedia.org/wiki/fitokimia
4. http://id.wikipedia.org/wiki/terpena
5. http://www.cyberlipid.org/simple/simp0004.htm
6. http://www.iubmb-nicholson.org/
7. http://www.scribd.com/identifikasi_fitokimia.htm (.pdf)

Makalah Praktikum Kimia Organik