Anda di halaman 1dari 3

Sekresi Tubulus

Sekresi adalah proses seluler penguraian dan pelepasan produk spesifik.


Sekresi tubulus dapat dipandang sebagai mekanisme tambahan yang
meningkatkan eliminasi zat-zat tersebut dr tubuh.
proses sekresi yang terpenting adalah sekresi H ,K dan ion-ion oganik.
Sekresi tubulus melibatkan transportasi transepitel.
Sekresi Ion Hidrogen

Sekresi H ginjal sangat penting dalam pengaturan keseimbangan


asam-basa tubuh

Ion hidrogen dapat ditambah ke cairan filtrasi melalui proses sekresi


pada tubulus proksimal, distal dan pengumpul.

Tingkat sekresi H bergantung pada tingkat keasaman cairan tubuh,


sebaliknya sekresi hidrogen berkurang apabila konsentrasi H di
dalam cairan tubulus terlalu rendah.

Sekresi Ion Kalium

Kalium secara aktif disekresi di tubulus distal dan pengumpul,


sekresi K di bagian akhir tubulus bervariasi dan berada di bawah
kontrol.

Sekresi K dikontrol untuk mengatur kecepatan ekskresi K dan


mempertahankan konsentrasi K plasma yang diinginkan.

Beberapa faktor yg dapat mengubah kecepatan sekresi K, antara lain :

Hormon aldosteron
peningkatan
konsentrasi
kalium
plasma
menyebabkan
perangsangan pengeluaran hormon aldosteron yang kemudian akan
mendorong sekresi dan ekskresi kelebihan kalium.

Status asam-basa tubuh


apabila cairan tubuh terlalu asam dan sekresi H meningkat,
sebagai tindakan kompensasinya, sekresi K akan berkurang,
menyebabkan retensi K secara tidak sengaja.

Sekresi anion dan kation organik

Membuang ion organic seperti prostaglandin, histamine, atau norepinefrin


yang harus segera disingkirkan maka aktivitasnya tidak berkepanjangan

Ion organic kurang larut dalam air dan sebagian besar terikat pada protein
plasma. Protein plasma tidak bisa di filtrasi glomerulus. Sehingga sekresi
tubulus merupakan langkah mudah mengeliminasi ion.

Sistem sekresi ion organic tubulus proksimal berperan sebagai eliminasi


senyawa asing tubuh baik yang endogen maupun yang organic asing
misal zat aditif makanan, poluta, dan lain-lainnya