Anda di halaman 1dari 12

Genesa Bahan Galian

Pertemuan 11: Endapan Sedimenter

Secara umum, endapan


sedimenter/surficial dibedakan atas dua:
1. Endapan Allochthonous
2. Endapan Autochthonous

Irianti, ST. MSc.


UMI-Makassar
2011
2

Definisi

1. Endapan Allochthonous merupakan endapan


bahan galian yang dalam pembentukannya
mengalami transportasi untuk kemudian
terendapkan. Termasuk di dalamnya
golongan terrigenous (klastik) dan piroklastik.
2.

Endapan Autochthonous merupakan


endapan bahan galian yang terbentuk pada
tempat diendapkannya, termasuk didalamnya
golongan kimia, organik dan residual.

Grup
Endapan Allochthonous

Golongan/Kelas
Terrestrial deposits: clays,
siliciclastics sands, dan
conglomerates.
Pyroclastic deposits: tuff, lapilituffs,
agglomerates dan volcanic breccias.

Endapan Autochthonous Presipitasi (kimiawi): endapan


karbonat, evaporit, rijang, BIF
(Banded Iron Formation), ironstones
dan phosphorit.
Endapan organik: batubara, lignit, oil
shales dan tar sands.
Endapan residual: laterite, bauxit.

Endapan Allochthonous
 Endapan mineral yang bersifat ekonomis umumnya dikenal dengan nama

endapan placer, yang terbentuk sebagai hasil akumulasi proses-

Faktor pengontrol endapan placer


 Resisten terhadap pelapukan secara kimia: tidak
mengalami penguraian (dekomposisi) komposisi kimia.

proses sedimentasi yang menghasilkan konsentrasi mineral-mineral berat.


 Mineral-mineral berat yang terkonsentrasi terpisah dari batuan induknya
karena memiliki density yang tinggi, resisten terhadap pelapukan kimia dan
fisika.
 Contoh: cassiterite, chromite, columbite, copper, diamond, garnet, gold,
ilmenite, magnetite, monazite, platinum, ruby, rutile, sapphire, xenotime dan
zircon.
 Mineral-mineral sulfida mudah mengalami pelapukan, teroksidasi dan terurai
sehinga jarang dijumpai terkonsentrasi sebagai endapan placer.

 Ketahanan terhadap pelapukan secara mekanis (fisik):


tidak mengalami kerusakan secara fisik.
 Konsentrasi gravitasi secara alamiah (perbedaan berat
jenis): memungkinkan pengendapan kembali untuk
mencapai konsentrasi yang ekonomis.
 Media transportasi (padat, air, gas/udara) sebagai media
utama.

 Umumya terbentuk pada Tersier hingga sekarang.

 Perangkap atau lingkungan pengendapannya.

Klasifikasi Endapan placer

Residual placers
Endapan ini terbentuk/terakumulasi tepat di atas batuan asal, mis: Uraturat/vein emas atau cassiterite.

Asal (Sumber)
Terakumulasi insitu sepanjang
proses pelapukan

Kelas/Golongan
Residual placers

Konsentrasi akibat pergerakan


pada media padatan

Eluvial placers

Konsentrasi akibat pergerakan


pada media air

Stream atau alluvial placers


Beach placers
Offshore placers

Konsentrasi akibat pergerakan


pada media angin/udara

Aeolian placer

Terbentuk akibat penguraian dan penghancuran secara kimiawi. Fragmen


batuan yang lebih ringan dan mudah larut akan tertransportasi.
Dapat dijumpai bergradasi kebawah permukaan sampai pada vein-vein yang
terlapukkan.
Endapan placer residual ini terbentuk pada morfologi yang relatif datar. Pada
topografi yang miring terjadi perpindahan konsentrasi mineral berat (residual)
sehingga membentuk endapan placer eluvial (collovial).
Residual placers yang terbentuk di atas carbonatites merupakan penghasil
apatit, Mis: Jacupiranga, Brasil; Uganda, dsb.
Endapan ini merupakan sumber (potensial sumber) dari niobium, zircon,
baddeleyite, magnetite dan mineral berat lainnya. Endapan residual placers ini
umumnya terbentuk pada carbonatites yang juga bersifat subekonomik.
7

Eluvial placers
Endapan ini merupakan akumulasi mineral-mineral yang
terbentuk/terakumulasi di lereng-lereng bukit yang dekat dengan
batuan asal/sumber.
Mineral-mineral berat akan terakumulasi, sedangkan mineralmineral ringan (tidak resisten) akan melarut dan tersapu
menuruni lereng oleh air hujan ataupun tertiup angin.
Untuk dapat terendapkan/terakumulasi endapan yang ekonomis
dibutuhkan batuan sumber/asal yang kaya.
Pada beberapa wilayah, endapan eluvial placers ekonomis
dijumpai terakumulsi pada kantong-kantong (pockets) yang
terdapat pada permukaan bedrock, mis: cassiterite yang dijumpai
pada sinkholes dan potholes pada marmer di Malaysia.

Stream atau Alluvial placers

Natural riffle

Endapan placer aluvial merupakan endapan yang sangat


penting untuk emas dan intan.
Fraksi ukuran butir pada mineral-mineral berat relatif lebih
halus daripada minera-mineral ringan.
Mineral-mineral berat akan terkonsentrasi pada lokasi dimana
terjadi suatu gangguan pada aliran (irregular flow) atau
pengurangan energi seperti pada natural riffle, lubang pada
dasar air terjun, pada tubrukan arus sungai, meander sungai,
dsb.
Produksi timah terbesar didunia utamanya berasal dari tipe
endapan ini. Penghasil timah yang berasal dari stream/alluvial
placers antara lain Brasil, Indonesia dan Malaysia.

Lubang (perangkap)/potholes di dasar sungai/air terjun

Pada pertemuan arus sungai

13

14

15

16

Pada meander sungai

Beach placer (endapan pantai)

Pada endapan pantai, endapan yang ekonomis akan


terkonsentrasi di sepanjang garis pantai atau pada muara
sungai, atau reworking pada endapan yang lebih tua.
Pergerakan muka air laut dan ombak memegang peranan
penting.
Sedangkan endapan lepas pantai merupakan kemenerusan
dari endapan-endapan pantai, dimana keberdaan arus
bawah menjadi penentu utama.

Offshore placers (endapan lepas pantai)

Endapan ini terdapat pada paparan kontinen


(continental shelf), umumnya berjarak beberapa
kilometer dari pantai.
Endapan ini utamanya terbentuk dari submergence
endapan alluvial dan/atau beach placers (drowned
placers).
Contoh: Endapan timah di Indonesia.

Mineral-mineral penting yang banyak dijumpai sebagai


endapan beach placers: cassiterite, diamond, gold, ilmenite,
magnetite, monazite (pembawa REE), rutile, xenotime dan
zircon.

Aeolian placers

Sketsa endapan pantai dan lepas pantai

Endapan ini terbentuk oleh reworking endapan beach


placers oleh angin.
Contoh: Endapan titanomegnetite iron sand pada North
Island, New Zealand.
Bukit-bukit pasir di pantai (coastal dunes) yang terbentuk
oleh angin mempunyai volume yang besar dan homogenitas,
sehingga pada bukit-bukit tsb yang mengandung mineral
berat dapat bersifat ekonomis walaupun pada kadar rendah.

19

Contoh endapan placer: endapan timah di Pulau Bangka

Busur pluton yang membentang dari Asia hingga di


Kepulauan Bangka Belitung menghasilkan cebakan
timah yang terkaya di dunia.

Contoh endapan placer: endapan timah di Pulau Bangka

Iklim tropis memudahkan terjadinya proses pelapukan


baik kimiawi maupun mekanis. Berlanjut dengan proses
erosi dan transportasi melalui sungai-sungai.

Secara genetik, kehaditan timah bermula dengan


adanya intrusi granit yag diperkirakan terjadi lebih dari
200 juta tahun yang lalu.
Magma yang berifat asam yang mengandug unsur gas
SnF4 menerobos dan mengisi celah retakan yag
terdapat pada batuan sekitar akibat proses
pneumatolotik.
SnF4 + H2O SnO2 + HF4

Contoh endapan placer: endapan timah di Pulau Bangka

Jenis endapan timah sekunder yang terbentuk sangat


bervariasi, mulai dari elluvial, collovial, alluvial dangkal
hingga alluvial dalam (lebih dari 120m) serta kipas
alluvial.
Penyebaran konsentrasi lapisan pasir bertimah (tin
bearing sand) baik vertikal maupun lateral sangat
dipengaruhi oleh gejala naik turunnya permukaan laut.

Grup
Endapan Allochthonous

Golongan/Kelas
Terrestrial deposits: clays,
siliciclastics sands, dan
conglomerates.
Pyroclastic deposits: tuff, lapilituffs,
agglomerates dan volcanic breccias.

Endapan Autochthonous Presipitasi (kimiawi): endapan


karbonat, evaporit, rijang, BIF
(Banded Iron Formation), ironstones
dan phosphorit.
Endapan organik: batubara, lignit, oil
shales dan tar sands.
23

Endapan residual: laterite, bauxit.

24

Sedimentasi Kimiawi

Ironstones dan BIF

Beragam batuan terbentuk oleh kompaksi dan litifikasi oleh


presipitasi kimiawi, mis: sedimen karbonatan (limestone dan
dolomite); sedimen silikaan (rijang); sedimen kaya Fe
(ironstones dan BIF); oksida mangan; phospat dan barit.

Dilihat dari segi morfologi, tekstur dan


mineralogi, terdapat tiga tipe endapan bijih besi
sedimenter:
- Bog iron ores

Endapan yang terbentuk oleh sedimentasi kimiawi


merupakan penghasil utama Fe, Mn dan phospat.
Limestone (CaCO3) merupakan raw material utama
pembuatan semen. Pada endapan evaporit mengandung
unsur-unsur penting K, Na, Ca, Mg, Li, I, Br dan Cl dan
senyawa borat, nitrat dan sulfat.

- Ironstone
- BIF

25

Endapan Bog iron ores

26

Endapan Ironstone

Terbentuk utamanya pada danau dan rawa-rawa pada northern


hemisphere, seperti Kanada utara dan Scandanavia.

Berumur Phanerozoikum dengan penyebaran luas. Endapan ini


terbentuk pada laut dangkal dan lingkungan delta.

Tipe endapannya umumnya kecil dan tipis, dan tersusun oleh


geothite dan limonite (Fe-oxyhydroxides) yang berasosiasi
dengan serpih yang kaya organik.

Umumnya tersusun oleh geothit dan hematit berbentuk oolit atau


pellet, yang menunjukkan adanya abrasi mekanik. Endapan ini
mengandung sedikit sekali ataupun tidak mengandung rijang,
tetapi umumnya berasosiasi dengan mineral-mineral silica-Fe
seperti glauchonite dan chamosite.
Lingkungan pengendapannya menunjukkan Fe berasal dari
kontinen melalui sistem fluvial, dimana Fe dalam bentuk larutan
Fe2+ atau tertransportasi sebagai colloid.
27

Ironstones mempunyai hubungan stratigrafi dengan organic-rich


black shale. Pada beberapa endapan menunjukkan ciri terbentuk
pada perlapisan yang mengalami periode trasgresi dan
continental margin flooding.

28

Endapan BIF (Banded Iron Formations)


Merupakan perlapisan (laminasi) batuan metasedimen yang
tersusun oleh perselingan lapisan mineral-mineral kaya besi
(oksida: hematite atau magnetite; karbonat: siderite; silikat:
greenalite dan minnesotaite; sulfida: pyrite) dengan mikrokristalin
kuarsa (rijang) atau serpih karbonatan.
Perlapisan dapat dijumpai pada beraga skala: setiap skala tsb
menunjukkan asal lingkungan pengendapan.
Berumur Arkean dan Paleoprotozoik.

29

30

Model tektonik dan lingkungan


pembentukan beberapa tipe
endapan BIF: Tipe Algoma,
Superior, dan Rapitan. Inset
diagram menunjukkan tonase
dari ketiga tipe BIF
dihubungkan dengan waktu.

Model Lingkungan pengendapan BIF

31

32

Endapan Perlapisan Mangan (Bedded Manganese)


Umumnya lingkungan pembentukan mangan sedimenter serupa
dengan lingkungan pembentukan ironstones dan BIF. BIF tipe
Superior dapat dijumpai berasosiasi dengan bijih mangan.
Sifat geokimia mangan seperti halnya besi dikontrol oleh oksidasi
dan dijumpai sebagai Mn2+ (yang melarut dalam kondisi asam
dan reduced) serta Mn3+ dan Mn4+ (solubility kecil dan stabil
sedangkan oksida mangan dibawah kondisi oksidasi dan alkalin).
Endapan mangan dijumpai berumur seragam mulai dari
Paleoprotozoic sampai saat ini.

Modern analog pembentukan endapan mangan pada Black Sea

34

33

Endapan Phosphorites

Endapan Evaporit

Phosfor merupakan unsur yang sangat penting untuk


pertumbuhan dan perkembangan organisme.

Endapan evaporit merupakan sumber garam (rock salt/halite),


borat, potash, dan nitrat. Terbentuk oleh presipitasi, utama dari
air laut.

Endapan phosporites umumnya terbentuk sepanjang kontinental


self dan tepian laut dangkal seperti lagun dan delta.
Proses pembentukan endapan ini serupa dengan proses
pembentukan Mn dan Fe yang utamanya berhubungan dengan
adanya upwelling air laut yang mengandung konsentrasi logam
yang diatas normal dan kemudian terpresipitasi pada kontinental
self.
35

Diagram yang menunjukkan bagian-bagian penting dalam pembentukan


endapan evarporit yang besar

36

Endapan Lateritik

Endapan Nikel laterit

 Profil endapan nikel laterit


 Kontrol pembentukan

Endapan nikel laterit


Endapan bauksit

37

38

 Penyumbang 40% produksi tahunan nikel dunia.


 Merupakan hasil dari pelapukan lanjut dari batuan ultramafik
pembawa Ni silikat, terbentuk pada daerah tropis-subtropis.
 Laterit merupakan bagian atas dari horison tanah yang kaya
akan oksida besi dan miskin silika sebagai hasil pelapukan
intensif pada regolith (Eggleton, 2001).
 Nickel laterite: untuk menyatakan keberadaan suatu regolith
yang mengandung konsentrasi nikel yang ekonomis tetapi
tidak untuk menyatakan suatu horison atau unit lapisan tanah
tertentu.

40

Sebaran nikel di dunia

Sebaran nikel di Indonesia

41

42

43

Profil endapan nikel laterit

44

Profil endapan nikel laterit

45

46

OB (Top Soil)
Limonite

Saprolite

Bedrock
47

48

Profil endapan nikel laterit

Peridotit

PROTOLITH
 Merupakan dasar (bagian terbawah) ari penampang vertikal
yang merupakan batuan asal yang berupa batuan ultramafik
(hazburgit, peridotit, dunit).
 Nikel terdapat (muncul) bersama-sama dengan struktur
mineral silikat dari magnesium-rich olivin atau sebagai hasil
alterasi serpentinisasi.

Serpentinit

 Olivin tidak stabil pada pelapukan kimiawi membentuk


amorphous ferric hydroxides, minor amorphous silikat dan
beberapa unsur tidak mobile lainnya.

49

50

Spheroidal weathering

Profil endapan nikel laterit


SAPROLITE
 Fragmen-fragmen batuan asal masih ada, tetapi mineralmineralnya pada umumnya sudah terubah.
 Batas antara zona sapolite dan protolith pada umumnya
irreular dan bergradasi.
 Pada beberapa endapan nikel laterit, zona ini dicirikan
dengan keberadaa pelapukan mengulit bawang ( spheroidal
weathering).
 Dengan berkembangnya proses pelapukan, unsur Mg di
dalam protolith umumya terlindikan (leached) dan silika
sebagian terbawa oleh air tanah.

52

51

Profil endapan nikel laterit


LIMONIT
Bagian yang kaya dengan oksida besi akibat dari proses
pembentukan zona saprolite (oksida besi dominan pada
bagian atas dari zona saprolite).
TUDUNG BESI
Berupa terrigeneous duricrust, cuirasse, canga atau ferricrete
(laterit residu).
Merupakan suatu lapisan dengan konsentrasi besi yang
cukup tinggi, melindungi lapisan laterit dibawahnya terhadap
erosi.

Spheroidal weathering

53

Konsep genesa endapan


nikel laterit

Klasifikasi endapan nikel laterit

3 Tipe Utama:

56

Kontrol pembentukan endapan nikel laterit

Kontrol pembentukan endapan nikel laterit

57

Kontrol pembentukan endapan nikel laterit

58

Kontrol pembentukan endapan nikel laterit

59

10

Pengertian umum

Endapan Bauksit







 Material regolith yang secara ekonomi


merupakan bijih aluminium.

Pengertian umum
Klasifikasi
Profil endapan bauksit
Kontrol pembentukan
Periode pembentukan

 Secara umum sebagai Gibsite, sebagian


sebagai boehmit, diaspore dan semiamorphous phase.
 Merupakan endapan residual tetapi sebagian
ada yang berupa endapan kolovial dan aluvial.

Sebaran endapan bauksit dunia

Klasifikasi endapan bauksit

 Karst bauksit deposit:


Akumulasi oksida Al yang disebabkan oleh pengaruh
penguraian karbonat.
Berasal dari pelapukan yang berasosiasi dengan Al silikat
(interbedded vulkanik).

 Laterite bauksit deposit:


Terbentuk melalui proses pelapukan batuan aluminosilikat,
pada kondisi subtropis hingga tropis. Jumlahnya mencapai
90% sumberdaya bauksit dunia.
Terdapat 3 endapan: orthobauksit, metabauksit, dan
cryptobauksit.

64

Profil endapan bauksit


Orthobauksit

Profil endapan bauksit


Cryptobauksit

65

66

11

Kontrol pembentukan

Kontrol pembentukan

67

Kontrol pembentukan

68

Periode pembentukan bauksit

69

70

Referensi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

An Introduction to economic geology and its


environmental impact oleh Anthony M.Evans (1997).
Evaporites sedimen, resources and hydrocarbons oleh
Warren, J.K. (2006).
Introduction to Ore Forming Processes oleh Laurence
Robb (2005)
Modul kuliah Genesa Bahan Galian oleh Syafrizal (2007),
Institut Teknologi Bandung.
The Past and the Future of Nickel Laterites oleh Ashok D.
Dalvi; W. Gordon Bacon; Robert C. Osborne (2004), Inco.
Nickel laterite deposits geological overview, resources
and exploitation oleh M. Elias.
Ore geology and Industrial Mineral An Introduction oleh
71
Anthony M. Evans (1993)

Topik minggu depan:

Endapan Batubara

12