Anda di halaman 1dari 1

RUBRATOKSIN

_ Jamur penghasil: P. rubrum


_ Konidia berwarna kuning, orange sampai merah. Bawah koloni: merah bata
_ Jika tumbuh pada pangan mudah diketahui, karena membentuk pigmen
merah.
Universitas Gajah Mada
_ Dapat diekstrasi dengan effi asetat
Penicillium rubrum dan P. purpurogenum, jamur ini menghasilkan toksin
berupa Rubratoksin, Toksin ini merupakan hepatotoksin dan menyebabkan perdarahan
pada unggas serta hewan monogastrik. Mikotoksin ini dapat menyebabkan penurunan
daya tahan terhadap penyakit infeksi pada unggas dan pada ternak babi (Jacques,
1988). Akibat Rubratoksin adalah menyebabkan perdarahan pada unggas dan
penuruna daya tahan tubuh (Yasa, 2009).

Rubratoksin ----- (jamur) Penicillium purpuragenum ----- (pengaruh) p e r d a r a h a n


Rubratoxin A (C26H22O11) dan Rubratoksin B (C26H30O16)
Rubratoksin A ini memiliki berat molekul 510 dengan suhu mortalitas 210-214 0C; dosis letalnya
(LD50) adalah 6,6 mg/kg berat badan mencit sebagai hewan percobaannya. Rubratoksin B
memiliki berat molekul 518 dengan suhu mortalitas yang lebih rendah yaitu 168-170 0C; dosis
letalnya (LD50) lebih rendah daripada rubratoksin A yaitu 3 mg/kg berat badan.
Jenis kapang yang menghasilkan toksin ini adalah Penicillium rubrum yang menghasilkan
pigmen merah keunguan-unguan. P. rubrum dapat tumbuh di dalam tanah, kacang-kacangan,
jagung, dan bunga matahari. Dengan demikian jika bahan pangan terlihat berkapang dengan
pigmen merah keunguan maka telah terkontaminasi P. rubrum dan kemungkinan telah terdapat
rubratoksin. Jika ternak babi mengkonsumsi 0.23 kg jagung yang telah berkapang dan
mengandung rubratoksin maka dapat membunuh ternak babi tersebut.