Anda di halaman 1dari 5

RANCANG BANGUN BUCK CONVERTER BERBASIS

FUZZY PADA PROTOTYPE TURBIN ANGIN

PENGENDALI LOGIKA

M. Ibrohim ( 2407100076 )
1.1 Latar Belakang
Letak geografis Indonesia sebagai negara tropis yang berada di garis khatulistiwa
menyebabkan karakteristik angin di Indonesia sangat berbeda dengan karakteristik angin di
negara-negara maju yang sudah banyak memanfaatkan tenaga angin sebagai pemasok energi
listrik alternatifnya. Beberapa karakteristik angin di Indonesia antara lain yaitu kecepatan angin
yang relatif rendah dan cenderung berfluktuatif. Perbedaan karakteristik angin tersebut
menyebabkan energi listrik yang dihasilkan turbin angin dalam Sistem Konversi Energi Angin
(SKEA) di daerah tropis khususnya di Indonesia sangat tidak optimal dan berfluaktif[1].
Beberapa parameter yang menimbulkan ketidak optimalnya energi listrik yang dihasilkan dari
turbin angin adalah tegangan keluaran yang cenderung kecil dan berubah-ubah mengikuti angin
yang terkonversi di turbin angin.
Pengubah daya DC-DC (DC-DC Converter) tipe peralihan atau dikenal juga dengan
sebutan DC Chopper dimanfaatkan terutama untuk penyediaan tegangan keluaran DC yang
bervariasi besarannya sesuai dengan permintaan pada beban. Daya masukan dari proses DC-DC
tersebut adalah berasal dari sumber daya DC yang memiliki tegangan masukan yang tetap. Pada
dasarnya, penghasilan tegangan keluaran DC yang ingin dicapai adalah dengan cara pengaturan
lamanya waktu penghubungan antara sisi keluaran dan sisi masukan pada rangkaian yang sama.
Komponen yang digunakan untuk menjalankan fungsi penghubung tersebut tidak lain adalah
switch (solid state electronic switch) seperti Thyristor, MOSFET, IGBT, GTO [2].
Buck converter adalah salah satu jenis DC chopper yang memiliki fungsi menstabilkan
tegangan dengan menurunkan tegangan dimana tegangan keluaran lebih rendah dari tegangan
masukantanpa harus menghilangkan daya yang relatif besar daripada converter tipe linear [2].
Sistem pengendalian menggunakan logika fuzzy merupakan alternatif sistem kendali
modern yang mudah karena tidak perlu dicari model matematis dari suatu sistem, tetapi tetap
efektif karena memiliki respon sistem yang stabil. Dalam tugas akhir ini duty cycle diatur untuk
proses switch berdasarkan jumlah PWM yang dikeluarkan oleh mikrokontroler yang diprogram
berdasarkan prinsip pengendali loika fuzzy. Perubahan tegangan keluaran generator turbin angin
dapat dengan mudah diatur dengan cara mengubah-ubah besarnya PWM untuk proses switch di
buck converter. Adapun range operasi tegangan dalam hal ini diwakili oleh nilai set point
tertentu yang akan dipertahankan oleh sistem pengendali logika fuzzy.
1.2 Permasalahan
Adapun permasalahan yang dihadapi dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah bagaimana
merancang kemudian membuat buck converter berbasis pengendali logika fuzzy pada prototype
turbin angin.

1.3 Tujuan
Pengerjaan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menghasilkan buck converter berbasis
pengendali logika fuzzy yang mampu mengendalikan tegangan keluaran generator turbin angin.

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DAN TEKANAN PADA SUCTION


DRUM SYN GAS COMPRESSOR DENGAN METODE LOGIKA FUZZY DI PT.
PETROKIMIA GRESIK

Santosa, Eko Hari ( 2498100065 )


1.1 Latar Belakang
PT. Samator Gresik merupakan salah satu perusahaan gas industri terbesar di Indonesia. Lokasi
dari perusahaan ini berada pada kilometer 19 Desa Bambe, Kec. Driyorejo, Kab. Gresik, Jawa
Timur dengan luas tanah seluas 2.5 hektar. Perusahaan ini mulai didirikan pada tahun 1970
dengan produksi utama gas asetilen. Saat ini PT. Samator Gresik memiliki 3 buah Plant yaitu Air
Separation Plant, Acetylene Plant dan Hydrogent Plant dengan jumlah karyawan kurang lebih
280 orang. Selain itu PT. Samator Gresik juga memiliki 2 panggung pengisian yaitu panggung
pengisian argon dan oksigen, dan panggung mixed gas. Dilihat dari gas yang diproduksi, PT.
Samator memiliki potensi bahaya kebakaran dan ledakan yang sangat besar. Bahaya kebakaran
merupakan salah satu bentuk kejadian yang tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja dan
dimana saja. Bahaya kebakaran ini dapat menimbulkan kerugian yang berupa korban manusia,
harta benda, aset, terganggunya proses produksi barang maupun jasa, kerugian lingkungan dan
terganggunya ketenangan masyarakat. Oleh karena itu aspek keselamatan dan kesehatan kerja
sangat diperlukan oleh PT. Samator. Gas hidrogen merupakan gas utama yang diproduksi PT.
Samator dengan jumlah kapasitas yang besar. Gas hidrogen memiliki memiliki sifat yang sangat
mudah terbakar dan meledak. Dimana persentase terbakarnya gas ini di udara adalah 4% - 74 %
dan Minimum Ignition Energy (MIE) hanya sekitar 0.02 millijoule. Berdasarkan pada hasil
inspeksi yang pernah dilakukan pada plant hidrogen banyak terdapat kebocoran-kebocoran pada
sambungan-sambungan perpipaan dan juga pada valve-valve. Kondisi ini tentu saja merupakan
kondisi yang tidak aman. Jika terdapat panas atau sumber yang mencukupi dan gas hidrogen
terakumulasi di udara bebas mencapai 4%, maka dapat terjadi kebakaran atau peledakan. Selain
itu PT. Samator juga memiliki record tentang terjadinya sejumlah kebakaran padaplant hidrogen.
Hal ini tentu saja memerlukan upaya pengedalian dan pencegahan agar insiden yang tidak
diinginkan benar-benar terjadi.Penentuan sebuah skenario kecelakaan atau insiden merupakan
salah satu cara untuk memperkirakan kejadian yang mungkin timbul dari kejadian-kejadian awal
seperti bocornya pada sambungan-sambungan perpipaan. Dengan menentukan skenario

kecelakaan ini diharapkan pihak yang berkaitan dengan plant hidrogen ini sadar bahwa akan
terjadi kecelakaan yang sangat merugikan apabila kejadian-kerjadian kecil seperti itu tidak
segera ditangani. Chemical Process Quatitative Risk Analysis (CPQRA) adalah sebuah
metodologi yang dirancang untuk menyediakan manajemen dengan sebuah tool untuk membantu
mengevaluasi keseluruhan keselamatan proses (process safety) dalam chemical process industry
(CPI). CPQRA merupakan sebuah bagian dari manajemen resiko. Di dalamnya selain terdapat
tentang analisa resiko juga dapat untuk menentukan skenario-skenario kegagalan yang mungkin
terjadi. Sehingga dari penilaian ini pihak perusahaan dan pekerja dapat meminimalkan terjadinya
kecelakaan dengan mengantisipasi penyebab-penyebab terjadinya suatu kecelakaan.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana mengidentifikasi kegagalan komponen yang dapat menyebabkan suatu
kecelakaan terjadi pada instalasi penyimpanan gas hidrogen
2. Bagaimana skenario kegagalan yang dapat terjadi pada instalasi penyimpanan gas
hidrogen
3. Bagaimana nilai frekuensi dan konsekuensi dari skenario yang telah ditentukan pada
instalasi penyimpanan gas hidrogen
4. Bagaimana menentukan radius yang aman sebagai bentuk emergency response plan
ketika skenario kejadian terburuk terjadi pada instalasi penyimpanan gas hidrogen.
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kegagalan komponen yang dapat menyebabkan kecelakaan terjadi pada
instalasi penyimpanan gas hidrogen
2. Menentukan skenario kegagalan yang dapat terjadi pada pada instalasi penyimpanan gas
hidrogen
3. Mengidentifikasi nilai frekuensi dan konsekuensi dari skenario kegagalan
4. Menentukan radius yang aman sebagai bentuk emergency response plan ketika skenario
kejadian terburuk terjadi pada instalasi penyimpanan gas hidrogen.

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL PADA STEAM DRUM DENGAN


MENGGUNAKAN METODE LINIER QUADRATIC GAUSSIAN (LQG) CONTROLLER DI
PT PJB UP GRESIK

Muhammad Husni (2404 100 052)


Latar Belakang
PT Indonesia Power Ubp Unit Perak merupakan PLTU yang menghasilkan daya 50MW/hari.
Kebutuhan utama dari pembangkit ialah steam yang dihasilkan oleh Steam drum. Sehingga
steam drum merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam proses pembangkitan. Salah
satu faktor dominan untuk mendapatkan steam yang berkualitas adalah level fluida cair dalam
drum. Level air dipertahankan pada ketinggian NWL (Normally Water Level). Bila steam drum
mengalami kondisi low water atau high water maka sistem akan mengalami kondisi trip, yaitu
kondisi dimana sistem berhenti beroperasi hingga perlu dilakukan waktu untuk restart awal untuk
memulai proses. Kondisi high water merupakan kondisi yang sangat berbahaya bagi proses
selanjutnya, dimana masukan turbin yang berupa steam akan tercampur dengan air dari
kelebihan level air di steam drum (carry over). Hal ini akan mengakibatkan korosi dan bahkan
kerusakan pada steam turbin. Kondisi inilah yang tidak diinginkan oleh perancang. Selain
kondisi itu, kondisi low water juga sangat berbahaya, karena jika proses berlangsung tetapi
kekurangan level air di steam drum yang akan menyebabkan terjadinya kerusakan-kerusakan
pada komponen-komponen pembangkitan listrik sehingga sangat merugikan selain juga
berbahaya. Untuk meminimalkan masalah di atas maka diperlukan sistem kendali yang handal
agar keberlangsungan proses tetap terjaga dengan baik. Setelah kunjungan yang dilakukan pada
real plant PLTU PT Indonesia Power Ubp Unit Perak khususnya pada steam drum ternyata masih
menggunakan control PI dan pada tiap field instrument masih banyak yang masih menggunakan
control manual serta untuk tuning kontrolnya masih menggunakan tuning manual atau trial-error.
Oleh karena itu dalam melaksanakan tugas akhir ini mengambil tema mengenai perancangan
sistem pengendalian bertingkat pada Steam Drum.
1.2 Permasalahan
Pada pembuatan tugas akhir ini terdapat beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi.
Adapun permasalahan yang dibahas dalam tugas akhir ini adalah bagaimana merancang sistem
pengendalian bertingkat pada Steam Drum di PT Indonesia Power Ubp sub unit perak
1.4 Tujuan
Tujuan dari dikerjakan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan rancangan sistem pengendalian
bertingkat pada Steam Drum di PT Indonesia Power Ubp sub unit perak