Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Luka adalah rusak atau hilangnya jaringan tubuh yang terjadi karena adanya suatu
faktor yang mengganggu sistem perlindungan tubuh. Faktor tersebut seperti trauma,
perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Bentuk dari luka
berbeda tergantung penyebabnya, ada yang terbuka dan tertutup. Salah satu contoh luka
terbuka adalah insisi dimana terdapat robekan linier pada kulit dan jaringan di bawahnya.
Salah satu contoh luka tertutup adalah hematoma dimana pembuluh darah yang pecah
menyebabkan berkumpulnya darah di bawah kulit. 1 Luka memberikan angka morbiditas yang
cukup besar di seluruh dunia terutama luka kronis karena mengganggu fungsional jaringan
dan dilihat dari nilai estetikanya. Luka akut yang mengalami penyulit dalam proses
penyembuhannya dapat berprogresi menjadi luka kronis.
Madu merupakan cairan kental manis yang diproduksi oleh lebah madu yang berasal
dari nektar bunga. Madu mengandung fruktosa (38,5%), glukosa (31,0%), maltosa, sukrosa,
asam amino, vitamin (vitamin B6, vitamin C, thiamin, niasin, riboflavin, asam pantotenat),
mineral, enzim, air dan anti-oksidan (Anonim 1, 2007). Madu memiliki sifat antibakteri
yang membantu mengatasi infeksi pada luka dan aksi antiinflamasinya dapat
mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses
penyembuhan. Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga
selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas
luka pada kulit (Said Hamad, 2007).