Anda di halaman 1dari 16

BORON

KELIMPAHAN BORON DI ALAM


Ada dua bentuk boron, boron amorfus adalah serbuk coklat,
sedangkan boron metalik berwarna hitam. Bentuk metalik
sangat keras (9,3 dalam skala Moh).
Boron tidak ada di alam dalam bentuk elemen (unsur). Boron
ditemukan dalam senyawa boraks (Na2B4O7.10H2O), asam
borat, kernite, ulexite, colemanite dan borates.
Boron mempunyai dua isotop yang stabil yaitu B-11 (80,1%)
dan B-10 (19,9%). Boron adalah unsur golongan IIIA dengan
nomor atom lima. Warna dari unsur boron adalah hitam.
Boron memiliki sifat diantara logam dan nonlogam
(semimetalik). Boron lebih bersifat semikonduktor dari pada
sebuah konduktor logam. Secara kimia boron berbeda
dengan

unsur-unsur

satu

golongannya.

Boron

juga

merupakan unsur metaloid dan banyak ditemukan dalam bijih


borax.

CARA PEMURNIAN
Sumber boron yang melimpah adalah borax (NaBO(OH).
8HO) dan kernite (NaBO(OH).2HO). Ini susah
diperoleh dalam bentuk murni. Ini dapat dibuat terus dengan
reduksi oksidasi magnesium, BO. Oksidasi ini dapat dibuat
melalui pemanasan asam borik, B(OH), yang diperoleh dari
borax.

B2O3 + 3 Mg 2B + 3 MgO

Akan tetapi hasil ini sering kali dicemari dengan logam borida.
Boron murni bisa diperoleh dengan menurunkan halogenida
boron yang mudah menguap dengan hidrogen pada suhu
tinggi.
SIFAT UNSUR
Boron merupakan unsur yang kurang elektron, dan
mempunyai orbital p yang kosong. Ia bersifat elektrofilik.
Sebagian boron sering berkelakuan seperti
asam Lewis, yaitu selalu terikat dengan bahan kaya elektron
untuk

memenuhi

kecenderungan

boron

mendapatkan

elektron.
Boron pada suhu rendah merupakan pengantar listrik yang
kurang baik tetapi pada suhu tinggi justru sebaliknya.

KEREAKTIFAN DENGAN UNSUR LAIN


1. REAKSI BORON DENGAN UDARA
Kemampuan boron bereaksi dengan udara bergantung
pada kekristalan sampel tersebut, suhu, ukuran partikel, dan
kemurniannya. Boron tidak bereaksi dengan udara pada suhu
kamar. Pada temperatur tinggi, boron terbakar membentuk
boron (III) Oksida, BO.
Reaksi : 4B + 3O (g) 2 BO
2. REAKSI BORON DENGAN AIR
Boron tidak bereaksi dengan air pada kondisi normal.
3. REAKSI BORON DENGAN UNSUR HALOGEN
Boron bereaksi dengan unsur unsur halogen seperti
flourin (F), klorin (Cl), bromine (Br), membentuk trihalida
menjadi boron (III) flourida, boron (III) bromida, boron (III)
klorida.
2B (s) + 3F2 (g) 2 BF3
2B (s) + 3Cl2 (g) 2 BCl3
2B (s) + 3Br2 (g) 2 BBr3

4. REAKSI BORON DENGAN ASAM


Kristal boron tidak bereaksi dengan pemanasan asam
hidroklorida (HCl) atau pemanasan asam hidroflourida (HF).
Boron dalam bentuk serbuk mengoksidasi dengan lambat
ketika ditambahkan dengan asam nitrat.
JENIS IKATAN YANG TERBENTUK
Boron dapat membentuk rangkaian molekul ikatan yang stabil.
Atom boron memiliki konfigurasi elektron 1s 2s 2p.
Senyawa boron, seperti diborona, BH, monomer senyawa
ini (BH) tidak stabil karena atom boron dikelilingi oleh enam
elektron valensi. Sehingga untuk membentuk oktet, boron
berbagi elektron dengan ikatan B-H atom boron lainnya.
Dengan adanya atom lain yang mempunyai sifat penyumbang
elektron, maka akan membentuk spesies yang disebut
adduct.
PERSENYAWAAN BORON
Persenyawaan boron dengan halogen (yang disebut sebagai
halida), dengan oksigen (yang dikenal dengan oksida),
dengan hidrogen (yang dikenal dengan hidrida) dan beberapa

senyawa boron lainnya. Untuk setiap senyawa, bilangan


oksidasi boron sudah diberikan, tetapi bilangan oksidasi
tersebut kurang berguna untuk unsur-unsur blok p khususnya.
Tetapi umumnya dari senyawa boron yang terbentuk,
bilangan oksidasinya adalah tiga (3).
HIDRIDA
Istilah hidrida digunakan untuk mengindikasikan senyawa
dengan jenis MxHy, Diborane (6): B2H6, Decaborane (14):
B10H14, Hexaborane (10): B6H10, Pentaborane (9): B5H9,
Pentaborane (11): B5H11, Tetraborane (10): B4H10
FLOURIDA
Senyawa senyawa boron yang terbentuk dengan flourida
adalah sebagai berikut : Boron trifluoride: BF3, Diboron
tetrafluoride: B2F4.
KLORIDA
Boron trichloride: BCl3, Diboron tetrachloride: B2Cl4.
NITRIDA
Ketika boron dipanaskan dengan unsur nitrogen, hasilnya

adalah senyawa putih padatan dengan bentuk empiris BN


yang disebut dengan nama boron nitrida. Beberapa alasan
yang menarik tentang boron nitrida adalah kemiripan
strukturnya dengan grafit. Pada tekanan tinggi, boron nitride
berubah menjadi lebih padat, lebih keras (kekerasannya
mendekati intan). Nitrida juga berperan sebagai penghambat
LISTRIK, tetapi dapat mengalirkan kalor seperti logam.
Senyawa ini juga memiliki sifat lubrikasi (Pelicin) seperti grafit
PEMBUATAN / SINTESIS DARI BORON DAN REAKSI NYA
1. Reduksi B2O3 dengan magnesium (Mg).
2. Mereaksikan antara boron trihalida dengan Zn (~900 C)
atau hidrogen.
3. Asam boraks (H3BO3) dapat dibuat dengan mereaksikan
boraks dengan asam-asam kuat. Cara lain adalah dengan
hidrolisis halide boraks. Asam boraks yang diperoleh
berbentuk kristal-jarum putih. Satuan antara satu molekul
lainnya terkait secara bersama-sama oleh adanya ikatan
hidrogen yang membentuk lapisan-lapisan tak terhingga
sehingga kristalnya sangat rapuh dan mudah pecah. Asam

boraks cukup larut dalam air dan merupakan asam lemah


dalam arti konsep asam basa Lewis.
Pada dasarnya ada dua proses untuk memproduksi asam
borat secara industri, yaitu :
a. Proses Asidifikasi
Pada proses ini asam borat dibuat dengan cara
mereaksikan granular borak dengan larutan H2SO4 di
dalam reaktor, dengan ketentuan 3 bagian granular
borak (Na2B4O7 .10 H2O), 1 bagian asam sulfat (H2SO4)
dan 12 bagian air (H2O).
Proses pembuatannya : Pertama-tama memasukkan
semua bahan yang diperlukan ke dalam reactor dan
ditambahkan 1 bagian asam sulfat (H2SO4), dengan
perbandingan 3 bagian granular borak (Na 2B4O7.10H2O)
dan 12 bagian air (H2O). Temperatur yang digunakan
adalah 800 0C dengan tekanan 1 atm dan berlangsung
selama 1 jam. Kemudian larutan yang keluar dari reaktor
dimasukkan ke dalam evaporator untuk mengurangi
kandungan air, sehingga didapatkan sebuah larutan

jenuh. Setelah itu dimasukkan ke dalam kristaliser untuk


didinginkan. Kristal asam borat kemudian disaring untuk
memisahkan kristal asam borat dengan larutan sodium
sulfat di dalam centrifuge. Kristal Asam Borat
diumpankan ke dalam rotary dryer untuk mengalami
proses pengeringan sehingga didapatkan kristal asam
borat. Adapun reaksi yang terjadi:
Na2B4O7.10H2O + H2SO44 H3BO3 + Na2SO4 + 5H2O
b. Proses Ekstraksi Liquid-liquid
Pada proses ini digunakan bahan baku berupa brine
yang mengandung sodium dan potassium borak. Untuk
mendapatkan asam borat digunakan proses ekstraksi
liquid-liquid dengan menggunakan pelarut kerosene yang
merupakan ekstraktant organic pada ekstraksi fase
ringan yang kaya akan garam-garam alkali dari komplek
anionic diol borak. Sedangkan fase berat banyak
mengandung sludge yang merupakan limbah. Kemudian
fase ringan tersebut dimasukkan ke dalam striper dan
dikontakkan dengan steam untuk me recovery, pelarut,
dalam striper juga ditambahkan larutan asam sulfat.

Hasil pada bagian atas pada striper adalah pelarut


kerosene sedangkan pada bagian bawah adalah asam
borat yang masih mengandung sodium dan potassium
sulfat. Sodium dan potassium sulfat yang masih terlarut
dihilangkan dari larutan dengan cara melewatkan
kedalam kolom karbon aktif untuk mendapatkan larutan
asam borat, setelah itu larutan asam borat dimasukkan
ke dalam evaporator dan dilanjutkan kristaliser untuk
mendapatkan kristal asam borat.
Persiapan diboron dan borones yang lebih tinggi
1. Dengan mereaksikan iodine dengan sodium boronhidrida
2. Mereduksi BCl3 with LiAlH4
3. Dengan pembebasan muatan
Sifat Fisika dan Kimia Boron
Sifat fisika dari Boron
Simbol: B
Phasa: Padat
BeratJenis : 2,34 g/cm3

Volume atom : 4.6 cm3/mol


Titik Leleh : 2349 K (2076C, 3769F)
Titik Didih : 4200 K (3927C, 7101F)
Kalor Peleburan : 50,2 kJ/mol
Kalor Penguapan : 480 kJ/mol
Kapasitas Panas : (25C) 11.087 J/(mol-K)
Struktur Kristal : Rombohedral
Sifat kimia dari Boron
Elektronegativitas: 2,04 (skalapauling)
Radius Kovalen : 82 pm
Afinitas elektron : 26.7 kJ mol-1
Struktur : rhombohedral; B12 icosahedral.
Senyawa- senyawa popular yang berikatan dengan boron
1. Asam Borat H3BO3
Asam orto-borat atau sering diringkas sebagai asam borat
dapat diperoleh menurut persamaan reaksi :

BX3 (s) + 3H2O (l) H3BO3 (s) + 3HX (aq)


Asam borat merupakan padatan putih yang sebagian larut
dalam air.
2. Asam tetrafluoroborat, HBF4
Larutan asam tetrafluoroborat diperoleh dengan melarutkan
asam borat ke dalam larutan asam hidrofluorida menurut
persamaan reaksi :
H3BO3 (aq) + 4HF(aq) H3O+(aq) + BF4-(aq) + 2 H2O (l)
Asam tetrafluorobarat merupakan asam kuat dan oleh
karenanya tidak dapat diperoleh sebagai HBF4. Dalam
perdagangan biasanya dijumpai sebagai larutan asam
tetrafluoroborat dengan kadar sekitar 40%.
3. Halida dari boron
Diboran (6): B2H6, Decaboran (14): B10H14, Hexaboran (10):
B6H10, Pentaboran (9): B5H9, Pentaboran (11): B5H11,
Tetraboran (10): B4H10

4. Florida : Boron trifluorida: BF3


Sifat Fisika :
a. Bentuk : gas
b. TitikLeleh : -127C
c. TitikDidih : -101C
d. BeratJenis : 3,0 Kg
5. Klorida :
Boron trichlorida, BCl3
SifatFisika:
a. Bentuk : Gas
b. Titikleleh : -107C
c. TitikDidih: 13C
d. BeratJenis : 5.1 kg m-3 (gas)
Diborontetrachlorida: B2Cl4
6. Bromida
Boron tribromida: BBr3
SifatFisika :

a. Bentuk: Cair
b. TitikLeleh: -46C
c. TitikDidih: 91C
d. BeratJenis: 2600 kg m-3
7. Iodida : Boron triiodida: BI3
8. Oksida, Diboron trioxide: B2O3
Sifat Fisika :
a. Warna: putih
b. Bentuk : Kristal padat
c. TitikLeleh: 450C
d. TitikDidih : 2065
e. BeratJenis : 2550 kg m-3
9. Sulfida
Diborontrisulphida: B2S3
SifatFisika :
a. War na : Putih atau Kuning
b. Bentuk : Padat

c. BeratJenis: 1700 kg m-3


10. Nitrida Boron nitrida: BN
Boron nitrida memiliki sifat- sifat yang cemerlang karena
ia sekeras berlian, dapat digunakan sebagai insulator listrik
walau dapat menghantar panas seperti logam. Senyawa ini
juga

memiliki

sifat

lubrikasi

seperti

grafit.

Sifat fisika :
a. Warna : Putih
b. Bentuk : Kristal Padat
c. Titikleleh : 3000C
d. BeratJenis : 2200 kg m-3
KEGUNAAN BORON
1. Boron dalam bentuk amorf digunakan pada roket sebagai
alat penyala.
2. Borat atau asam borat digunakan sebagai anti septic
ringan.
3. Senyawa boron digunakan sebagai pelapis baja pada
kulkas dan mesin cuci.

4. Hidrida dari boron kadang-kadang digunakan sebagai


bahan bakar roket.
5. Sebagian besar boron digunakan untuk membuat kaca dan
keramik.
6. Boron karbida digunakan untuk rompi anti peluru dan tangki
baja.
7. Asam borat digunakan sebagai insektisida terhadap semut,
serangga dan kecoa.
8. Asam boric merupakan senyawa boron yang penting dan
digunakan dalam produk tekstil.
9. Isotop boron digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir,
sebagai tameng pada radiasi nuklir dan dalam instrument instrumen yang digunakan untuk mendeteksi netron.
10. Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan
melepaskan banyak energi dan pernah digunakan
sebagai bahan bakar roket.
EFEK BIOLOGIS DARI BORON
1. Boron dengan konsentrasi tinggi dalam air sangat
berbahaya bagi komunitas ikan.

2. Dosis mematikan asam borat bagi manusia 640 mg/kg


berat badan melalui oral, 8600 mg/kg berat badan melalui
dermal, 29 mg/kg berat badan melalui injeksi.