Anda di halaman 1dari 3

Siaran Pers Untuk

disiark
an
segera

Pernyataan Sikap IPPMI di Akhir Tahun 2014 atas Kebijakan


Penghentian PNPM
Mandiri Perdesaan secara mendadak dan
tiadanya persiapan Pemerintah untuk melaksanakan UU Desa di
Tahun 2015:
1. Menyesalkan pengakhiran mendadak PNPM Perdesaan pada tahun 2014 tanpa
skenario peralihan yang memadai. Terdapat dana PNPM Mandiri Perdesaan
APBN & APBD TA 2014 sebesar Rp 9,4 T, dimana sekitar Rp 1 Triliun belum
selesai dilaksananakan oleh desa.
1. Masalah 1: Proses pengakhiran PNPM Mandiri Perdesaan per 31
Desember 2014 perlu disusun lebih baik. Penyelesaian pekerjaan di desa
perlu didampingi sd April 2015 dan segera dicabutnya bintang atas DIPA
TA 2015 untuk Dana Dekonsentrasi honor Fasilitator yang masih Tanda
Bintang.
2. Masalah 2: Terjadi penghentian secara massal 14.510 orang Fasilitator
per 31 Desember 2014 oleh Pemerintah yang selama ini menjadi
pendamping masyarakat.di 53.463 desa/kampung, 5300 kecamatan
didanai PNPM Perdesaan, pada 34 Provinsi dan 403 kabupaten. Perlu
dirumuskan peralihan pendampingan program dan pengelolaan kegiatan
dari PNPM Perdesaan ke implementasi UU Desa.
3. Masalah 3: Seluruh desa di 53.463 desa se Indonesia akan merasa
ditinggalkan per 31 Desember 2014 karena tidak adanya K/L yang sudah
memiliki kewenangan penuh mengurus Desa, sehingga perlu segera
kejelasan peralihan dan penerapan UU Desa tahun 2014.
2. Mendesak Implementasi UU Desa no 6 tahun 2014 mulai dilaksanakan pada
Tahun Anggaran 2015. Diperlukan langkah cepat pemerintah (K/L) menyiapkan
seluruh aspek untuk Implementasi UU Desa no 6 tahun 2014. Masih terdapat
berberapa masalah antara lain:

Siaran Pers Untuk


disiark
an
segera
1. Masalah 1: Sesuai Perpres 165/ 2014 tentang Penataan Tugas Fungsi
Kabinet Kerja, seharusnya penggabungan Ditjen PMD Kemendagri ke
Kementerian Desa sudah bisa dilakukan, tapi sampai saat ini belum dapat
dilaksanakan.
2. Masalah 2: Seluruh fasilitator dan konsultan pendamping desa PNPM
Mandiri Perdesaan sebanyak 14.510 orang diberhentikan per 31
Desember 2014, dan pendampingan desa di PNPM Mandiri Perdesaan
berakhir dengan proses tersebut dan peralihan dari pendampingan
program ke pendampingan desa belum disusun.
d. Masalah 3: Pemerintah belum menyiapkan dengan sistimatis 74.045
desa seluruh Indonesia untuk penerapan UU Desa di tahun 2015.
Dampak atas dua kebijakan yang lalai dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga terkait
adalah:
1. Terlambatnya 74.045 desa menyiapkan seluruh persyaratan sesuai UU desa
yaitu APB Desa, RKP Desa, RPJM Desa dan Perdesa. Kondisi ini berpotensi
besar menyebabkan desa tidak mampu menyerap Dana Desa dan ADD TA 2015.
Hal ini berdampak melesetnya ekpektasi masyarakat desa terhadap
implementasi UU desa dan ini tidak boleh terjadi.
2. Potensi munculnya reaksi negatif dan ketidakpuasan desa, karena 53.463 desa
tersebut merasa ditinggalkan begitu saja tanpa penyiapan proses pengakhiran
PNPM Perdesaan dengan baik dan belum adanya penyiapan untuk
implementasi UU Desa.
3. Terjadinya inefisiensi SDM, kekecewaan dan pengabaian atas 14.510 fasilitator
yang selama ini menjadi pendamping desa melalui program PNPM perdesaan,
yang diharapkan sebagai ujung tombak awal penerapan UU Desa tahun 2015.
Untuk itu IPPMI Mendesak Presiden Jokowi agar:
1. Memerintahkan Kemendagri melalui Ditjen PMD atau K/L yg ditunjuk
menyiapkan pengakhiran PNPM Mandiri Perdesaan di seluruh desa didanai
sampai April
2015. Proses pendampingan bisa tetap menggunakan
Fasilitator saat ini.
2. Memerintahkan terbitnya Surat Bersama Kemendagri dan Kemendesa atau
Kepres, yang mengatur tentang pengelolaan program masa peralihan ke UU
Desa dan untuk penyelesaian PNPM Mandiri Perdesaan sampai April 2015 dan
penataan aset serta kelembagaan masyarakat.
3. Memerintahkan Menteri Desa melakukan persiapan pelaksanaan UU Desa no 6
Tahun 2014, dengan memparalelkan tugas 14.510 orang fasilitator dalam
menyelesaikan Program Perdesaan dan sekaligus memfasilitasi desa desa
menyiapkan dokumen desa TA 2015 sesuai UU Desa. Periode waktu paralel

Siaran Pers Untuk


disiark
an
segera
Januari sd Maret 2015.
Demikian pernyataan sikap kami sebagai refleksi di akhir tahun 2014 ini, demi
kemajuan dan kemandirian desa.
Jakarta, 29 Desember 2014
IPPMI, Sekjen
John Odhius

CATATAN:
Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi Grace Palayukan, email:
gpalayukan@ippmi.org dan HP 08129333480
IPPMI (Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat) adalah suatu wadah
berkumpulnya para pelaku pemberdayaan masyarakat yang telah
mengembangkan jejaring pelaku di 27 provinsi dan memiliki kader tidak
kurang dari 300 ribu di 365 kabupaten, 4,762 kecamatan dan 46.413 desa.