Anda di halaman 1dari 10

1

1. Keputusan-keputusan penting yang harus dibuat oleh pihak perusahaan pada saat
ingin mendunia
Beberapa keputusan yang harus dibuat oleh perusahaan, yaitu keputusan dalam;
produk/pasar sasarannya, bagaimana tujuan perusahaan untuk target pasar tersebut,
bagaimana tentang mode masuknya, saat-saat yang tepat untuk masuk, rencana bauran
pemasarannya, dan sistem kontrol untuk memantau kinerja dalam memasuki pasar.
Hal ini berdasarkan hasil penjelasan dari buku Kotabe & Helsen, dan secara rinci
juga dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Menyeleksi Target Pasar
Sebuah langkah penting dalam mengembangkan strategi ekspansi global adalah
penyeleksian target pasar yang potensial, seperti memutuskan pasar mana dan seperti
apa yang akan dimasuki. Berikut ini prosedur empat langkah perusahaan untuk proses
penyaringan awal.
Langkah 1. Seleksi Indikator dan pengumpulan data. Perusahaan perlu
mengidentifikasi serangkaian indicator social ekonomi dan politik. Sebagai contoh yaitu
pada Starbucks yang melihat indicator ekonomi, jumlah penduduk, dan mengkaji
apakah perusahaan dapat menemukan mitra usaha bersama yang baik dan indicator
tersebut juga akan tergantung pada sifat prodak. Dapat disimpulkan bahwa
pengumpulan data baik dari segi ekonomi, social dan politik suatu Negara tentu
berbeda, karena berbeda dan beragam itu lah perlunya di indentifikasi sebagai salahsatu
dasar dari penyeleksian dalam pengumpulan data.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 1)

Langkah 2. Menentukan pentingnya indicator Negara. Perusahaan perlu


menentukan bobot dari masing-masing indicator Negara yang tentunya berbeda,
misalnya pangsa pasar, yang mana semakin kritis suatu indicator, maka semakin tinggi
juga jumlah poin yang diberikan dalam pengidentifikasian tersebut).
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 2)
Langkah 3. Menentukan tingkat dari Negara-negara dengan masing-masing
indikatornya. Ini akan menyeleksi dari Negara-negara yang sudah di seleksi, agar dapat
diidentifikasi yang mana Negara yang berpotensi menguntungkan.
Langkah 4. Menghitung skor keseluruhan untuk masing-masing Negara. Ini
adalah langkah terakhir, yangmana berfungsi untuk menurunkan keseluruhan skor untuk
masing-masing Negara yang prospek itu tadi.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 3)
Memang ada juga metode lain untung menyaring target pasar, misalnya
mengembangkan

metodologi

skrining.

Perusahaan

memang

terkadang

harus

menyempurnakan strategi pemilihan pasarnya, agar lebih akurat dan tepat.


b. Memilih Mode/Cara Masuk
Kriteria keputusan cara masuk
-

Ukuran dan pertumbuhan pasar


Kunci penentu keputusan pilihan masuk adalah ukuran pasar. Pasar besar
berkomitmen sumberdaya utama dalam bentuk usaha patungan atau anak perusahaan
yang sepenuhnya dimiliki. Dan potensi pertumbuhan pasar dapat berhubungan

dengan ukuran pasar tersebut. Ini sangat penting ketika pasar sasaran termasuk pasar
Negara berkembang.
-

Resiko
Peran resiko berkaitan dengan ketidakstabilian di lingkungan politik dan
ekonomi yang dapat mempengaruhi perusahaan. Tingkat resiko memang berubah
dari waktu kewaktu jadi harus waspada.

*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 4)


Kebijakan pemerintah
Dalam peraturan pemerintah sangat mempengaruhi pertimbangan dalam
pilihan mode entri ini, karena setiap kebijakan tentu beragam, jadi harus dapat
dipahami dan di kaji oleh setiap perusahaan.

Lingkungan yang kompetitif


Sifat dari situasi persaingan di local pasar, karena ini berhubungan dengan
lingkungan persaingan, dan ini harus dikaji untuk dapat masuk dan bersaing.

Jarak budaya
Jarak budaya antar Negara juga memiliki dampak pada keputusan pilihan
mode entri, yaitu tentang sifat hubungan yang beragam. Jadi ini dimaksudkan untuk
menjembatani perbedaan dalam nilai kebudayaan tersebut.

Infrastuktur local
Infratruktur fisik pasar mengacu pada system distribusi, jaringan transfortasi
dan system kominikasi, jadi kombinasi dari semua factor tadi menentukan daya tarik
pasar secara keseluruhna dari proses pertimbangan.

*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 5)


Tujuan perusahaan
Tujuan perusahaan adalah pengaruh utama dalam memilih mode entri.
Perusahaan yang ambisius dengan tujuan strategis, biasanya akan memilih mode
entri yang memberikan fleksibilitas dan control untuk mencapai tujuannya.

*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 6)


Pengendalian
Kontrol penting dalam elemen rencana bauran pemasaran, seperti posisioning,
harga, cara produk didistribusikan, dan lain sebagainya.

Sumberdaya internal, asset dan kemampuan


Perusahaan dengan sumberdaya dan asset (SDM/keuangan) yang baik akan
berpengaruh pada system ekspor dan perizinan yang baik pula.

Fleksibilitas
Untuk mengatasi perubahan lingkungan, perusahaan harus membutuhkan
sejumlah fleksibilitas, seperti pengaturan kontrak usaha patungan atau perizinan.

*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 7)


c. Mengekspor
Mengekspor memiliki tiga pilihan yaitu;
-

Ekspor tidak langsung


Penggunaan perantara independen atau agen untuk pasar produk diluar negeri.
Atau dijual melalui perantara tersebut.

*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 8)


Ekspor langsung

Produsen atau eksportir menjual langsung ke pembeli atau importer yang terletak
di pasar luar negeri.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 9)
d. Perizinan
Perusahaan juga dapat menembus pasar luar negeri melalui strategi lisensi.
Perizinan adalah transaksi kontrak dimana perusahaan pemberi lisensi menawarkan
beberapa asset ekslusif untuk perusahaan asing pemegang izin dalam pertukaran
untuk biaya royalty.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 10)
e. Waralaba
Sejumlah perusahaan industry jasa menggunakan waralaba sebagai sarana
untuk menangkap peluang dipasar global. Ini adalah pengaturan dalam suatu cara
memasuki pasar global, dimana franchisor memberikan franchise hak untuk
menggunakan nama dagang franchisor, merek dagang, model bisnis, dan atau
pengetahuan dalam suatu wilayah tertentu untuk jangka tertentu, dan sebagai
gantinya, franchisor mendapat pembayaran royalty dan biaya lainnya. Paket ini dapat
mencakup rencana pemasaran, operasi manual, standar, pelatihan, dan pemantauan
kualitas.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 11)
f. Kontrak Manufaktur (Outsorcing)
Dengan otsorcing, perusahaan mengatur dengan perusahaan local, untuk
memproduksi atau merakit bagian bagian dari produk atau bahkan seluruh produk.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 12)
g. Mengembangkan Melalui Usaha Patungan

Bagi banyak perusahaan multinasional yang ingin menembus pasar global,


usaha patungan memang terbukti cara yang paling layak, khususnya pasar Negara
berkembang. Dengan usaha patungan ini, perusahaan asing setuju untuk berbagi
untuk membangun bersama.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 13)
h. Anak Perusahaan
Kepemilikan anak perusahaan adalah sebuah strategi, strategi yang pada
dasarnya dapat mengambil dua rute: akuisisi atau operasi greenfield. Akuisisi dan
merger menyediakan sarana yang cepat untuk mendapatkan akses ke lokal pasar.
Sedangkan Operasi greenfield menawarkan fleksibilitas perusahaan lebih dari
akuisisi di bidang-bidang seperti sumber daya manusia, pemasok, logistik, tata letak,
atau

teknologi

manufaktur.

Investasi

greenfield

juga

menghindari

biaya

mengintegrasikan akuisisi ke orangtua perusahaan. Motivasi lain adalah paket barang


bahwa pemerintah tuan rumah kadang-kadang menawarkan untuk mengasah selera
investor asing.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 14)
i. Aliansi Strategis
Secara formal, aliansi strategis dapat digambarkan sebagai koalisi dua atau
lebih organisasi untuk mencapai tujuan yang signifikan dan saling menguntungkan.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 15)
j. Waktu Masuk

Keputusan memasuki pasar internasional juga mencakup waktu disaat apa dan
bagaimana perusahaan masuk. Ini dimaksudkan agar disaat mulai memasuki pasar,
dengan tepat dan dengan saat saat yang strategis, agar tak membahayakan dan
prospek kedepannya.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran 16)

2. Kekuatan suatu merek dan sistem waralaba merupakan faktor kunci jika suatu
produk dan service hendak bersaing di pasar internasional
3. Alasan banyak perusahaan tertarik untuk melakukan ekspor
Mengekspor adalah cara yang paling populer bagi banyak perusahaan untuk
menjadi perusahaan internasional. Alasan utama untuk hal ini adalah: Ekspor
membutuhkan sumber daya minimum sementara memungkinkan fleksibilitas yang
tinggi dan menawarkan substansial keuangan, pemasaran, teknologi, dan manfaat lain
bagi perusahaan.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran )

Penjelasan kebijakan ekspor dan impor dalam Perdagangan Internasional


Faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi kinerja pemasaran ekspor
Faktor Eksternal
a. Kebijaksanaan Pemerintah

Industri tidak dapat dikatakan menghambat perkembangan ekspor, tetapi


strategi yang dipilih mempengaruhi pertumbuhan ekspor yang berdampak pula pada
pertumbuhan ekonomi. Prinsip comparative advantage (keunggulan komperatif),
Bagi negara yang berorientasikan ekspor, ia akan mengekspor berdasarkan prinsip
tersebut.
Intervensi pemerintah dalam perekonomian dilakukan untuk meningkatkan
pengeluaran pemerintah. Kebijakan melalui proteksi terhadap industri baru lebih
dominan, dimana pemerintah memaksa industri baru untuk menggunakan target
ekspor untuk melakukan produksi dengan cepat pada tingkat harga dunia. Peran
pemerintah dalam promosi ekspor merupakan modal awal untuk perusahaan
memperkenalkan produknya untuk memasuki pasar internasional, sehingga
kebijaksanaan ini bisa mendorong perusahaaan untuk meningkatkan kinerja
ekspornya menjadi lebih baik.
b. Sosial Budaya
Perbedaan hendaknya bisa dijadikan suatu peluang yang baik bagi perusahaan
dalam menjual produknya. Karena setiap negara memiliki kultur sosial budaya yang
berbeda satu sama lainnya. Hal yang paling mendasar yang perlu diperhatikan dalam
memasuki pasar internasional ini adalah kemampuan bahasa yang dimiliki, dengan
menguasai bahasa dengan baik berarti mempelajari kultur dari mana bahasa itu
berasal.
c. Politik

Perusahaan perlu hati-hati dalam memasuki pasar dalam suatu negara. karena,
setiap negara memiliki kontrol terhadap perdagangan asing yang masuk
kenegaranya.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran )

Faktor Internal
a. Ukuran Perusahaan
Ukuran suatu perusahaan dapat dilihat dari jumlah tenaga kerjanya, siklus
produk maupun total penjualan ekspornya.
b. Pengalaman Ekspor
semakin berpengalaman suatu perusahaan dalam kegiatan ekspor maka
kinerjanya juga semakin tinggi. Keahlian logistik dan manajemen umum pemasaran
dan keuangan merupakan keahlian yang sangat penting.
c. Motif Proaktif
Motif proaktif adalah rangsangan keterlibatan dalam aktivitas perdagangan
internasional, hal ini disebabkan oleh besarnya permintaan terhadap produk ekspor
di negara - negara industri.
d. Motif Reaktif
Motif reaktif adalah usaha perusahaan dalam merespon perubahan lingkungan,
misalnya laba, kekhasan produk, pajak dan biaya produksi.
e. Strategi Efisiensi Biaya

10

Ada tiga pilihan strategi generik yang sering digunakan oleh suatu bisnis,
yakni : differensial, cost leadership dan fokus. Strategi menekan biaya produksi (cost
leadership) mengharuskan perusahaan untuk menekan biaya serendah mungkin
dengan cara meningkatkan efisiensi operasi atau kualitas produk.
*Sumber : Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen 5Th Edition (lampiran )