Anda di halaman 1dari 73

MATA KULIAH

: KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

1. Seorang wanita berusia 22 tahun sedang menjalani perawatan intensif akibat kecelakaan
lalu lintas. Pasien saat ini terpasang central venous pressure (CVP).
Perawat memahami bahwa tujuan pengukuran CVP untuk mengetahui ...
A.

Cardiac output

B.

Tekanan ventrikel kiri

C.

Tekanan atrium kanan

D.

Tekanan dalam arteri pulmoner

E.

Volume atrium kanan

2. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat dengan TB aktif. Hasil pengkajian ditemukan
data frekuensi pernafasan 24/menit, ronchi pada kedua paru, produksi sputum banyak.
Indeks masa tubuh 16, pucat dan terlihat sesak nafas serta kelelahan
Manakah diagnosa keperawatan yang menjadi prioritas?
A. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan akumulasi sekret
B. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan
C. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan hipermetabolik
D. Gangguan pertukara gas berhubungan dengan infeksi bronchial
3. Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat dengan Diabetes Mellitus dan pada saat ini
perawat merencanakan akan memberikan penjelasan tentang cara pemberian injeksi
insulin karena pasien tersebut diprogramkan untuk menggunakan insulin dirumah.
Manakah hal yang harus pertama kali dijelaskan dengan
A. Cara menyuntikkan insulin
B. Prinsip aseptik dalam penyuntikan
C. Menghitung dosis yang tepat
D. Cara rotasi penyuntikan
4. Seorang laki-laki umur 25 tahun masuk ke IGD dengan luka bakar karena tersiram air
panas, hasil pemeriksaan fisik didapatkan luka bakar pada seluruh dada dan abdomen
bagiandepan, kedua lengan tangan bagian depan dan genetalia.
Tentukan berapa prosentase luka bakar ?
A. 40 %
B. 35 %
C. 28 %
D. 20 %

5. Seorang wanita 50 tahun dirawat di bangsal bedah, post mastektomi mamae sinistra.
Nampak pasien di kamar sendiri dan sedang menangis. Pasien mengatakan kepada anda
bahwa tidak ada yang peduli lagi kepadanya.
Manakah pendekatan komunikasi terapeutik yang sebaiknya anda lakukan?
A. "Jangan menangis, Anda hanya akan merasa lebih buruk."
B. "Bergembiralah sekarang - menangis dapat membuat Anda merasa lebih sedih."
C. "Menghabiskan begitu banyak waktu sendirian membuat orang merasa kesepian-mari
kita pergi keluar kamar .
D. "Saya akan mengambil tisu untuk anda dan kembali duduk bersama Anda."
6. Seorang pria 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa Chronic Kidney
Disease. Klien mengeluh sesak nafas, dan nampak oedem pada kedua tungkai kaki.
Pengkajian didapatkan RR: 30 x/mnt, terdengar ronchi pada kedua lapang paru, TD
160/100 mmHg.
Manakah tindakan yang harus segera anda lakukan :
A. Kolaborasi dengan medis untuk pemberian anti diuretik.
B. Mengatur posisi pasien semi fowler
C. Menganjurkan pasien untuk membatasi intake cairan.
D. Kolaborasi medis untuk pemberian oksigenasi
7. Seorang laki-laki usia 45 tahun di rawat di ruang penyakit dalam dengan TBC paru,
megeluh sesak napas sejak 1 minggu yang lalu, batuk-batuk, badan tampak kurus dari
hasil pemeriksaan ditemukan naik turunnya dada teratur, akral dingin, Respiratory rate
26 x/menit, Tensi 130/90 mmHg, ada suara ronkhi, hasil pemeriksaan roentgen : odem
pulmo.
Manakah diagnosa keperawatan yang paling sesuai :
A. Pola napas tidak efektif b.d penurunan ekspansi paru
B. Bersihan jalan napas tidak efektif b.d produksi sputum berlebih
C. Gangguan pertukaran gas b.d kerusakan jaringan alveoli
D. Gangguan perfusi jaringan b.d akibat sekunder dari penyakit TBC
8. Seorang laki-laki berusia 54 tahun dirawat di unit bedah. Klien post operasi ORIF hari ke21 dengan balutan telah diganti, klien mengerang kesakitan, sakitnya seperti di iris, skala
nyeri 6, nyerinya sepanjang waktu. Klien sudah 20 hari terbaring sehingga semua
badannya terasa kaku, semua ADL dibantu. Hasil pengukuran TTV menunjukkan nilai
normal.
Tindakan keperawatan apakah yang saat ini paling tepat dilakukan pada klien ?
A. Melakukan manajemen nyeri non farmakologi (distraksi)
B. Melakukan perawatan luka dan ganti balutan
C. Membantu klien melakukan ROM pasif

D. Membantu klien memenuhi ADL


E. Monitoring tanda-tanda vital
9. Seorang wanita berusia 45 tahun kontrol di unit rawat jalan karena diabetes yang diderita.
Telapak kaki sebelah kanan terdapat luka, balutan terlihat kotor. Klien dengan tenang
datang kepada perawat dan menyatakan bahwa dirinya hanya mau minta obat karena
obatnya habis.
Apakah yang akan Anda lakukan pertama kali sebagai seorang perawat ?
A. Mengganti balutan klien
B. Mengklarifikasi tindakan klien
C. Memberi penjelasan tentang kondisi klien
D. Melakukan perawatan luka pada kaki klien
E. Memberikan obat kepada klien sesuai permintaannya
10. Anda melakukan perawatan pada seorang wanita berusia 32 tahun dirawat di bagian
onkologi. Dokter menyatakan bahwa klien berada di stadium terminal penyakitnya dan
sewaktu-waktu ia bisa meninggal.
Bagaimanakah Anda memberikan informasi ini kepada klien dan keluarga ?
A. Memberi tahu apa adanya tentang kondisi klien
B. Meminta dokter memberitahukan kepada klien dan keluarga
C. Mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan pada keluarga
D. Meminta teman Anda menyampaikan pada klien dan keluarga
E. Mengidentifikasi kondisi dan kesiapan klien dan keluarga jika menerima informasi
11. Seorang wanita usia 70 tahun dirawat di ruang interna dengan keluhan sesak nafas
terengah-engah dan jantung berdebar.
Hasil Pemeriksaan fisik keadaan umum lemah, cyanosis pada ujung-ujung jari dan bibir,
oedem ekstremitas
TTV : T : 90/60 mmHg

N : 100x/mnt irregular

RR : 32x/mnt

Manakah diagnosa keperawatan yang menjadi prioritas ?


A. Gangguan keseimbangan cairan (berlebih) b/ d penurunan preload
B. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan tekanan darah
C. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan cardiac output
D. Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan suplay dan kebutuhan oksigen
12. Seorang wanita usia 40 tahun telah dirawat di bangsal penyakit dalam dengan DM. Hasil
pengkajian awal, Klien mengatakan baru pertama kali mengetahui bahwa dirinya
menderita DM dan tidak ingin penyakit DM-nya kambuh lagi. Berdasarkan hasil advise
dokter di hari perawatan ke lima, klien sudah diijinkan pulang siang nanti.
Prioritas tindakan apakah yang harus dilakukan perawat sebelum klien pulang?

A. Menyiapkan obat untuk dibawa pulang


B. Melakukan pendidikan kesehatan DM
C. Membereskan urusan administrasi rawat inap
D. Menyiapkan discharge planning
13. Seorang laki-laki berusia 20 th dirawat di ruang penyakit bedah karena post operasi
tonsilektomi hari pertama. Masih keluar darah sedikit-sedikit dari bekas luka operasi
klien. Pemeriksaan tanda vital TD : 120/80 mmHg, N : 88 x/mnt, Suhu : 36 x/mnt, RR :
20 x/mnt. Klien mendapat terapi, Infus RL 20 tpm, Ceftriaxon 3x1 gram, kalnex 3x1 amp.
Apakah tindakan mandiri perawat untuk mengatasi masalah pada klien?
Kompres dingin di leher klien
Kompres hangat di leher klien
Memberikan injeksi vit K
Memberikan injeksi Kalnek
Memberikan antibiotic
14. Seorang laki-laki berusia 50 th dirawat di ruang syaraf. Klien dibawa oleh keluarganya
karena setengah jam yang lalu klien terjatuh di kamar mandi. Saat ini klien mengeluh
kepala pusing, dan merasa lemah pada tangan dan kaki bagian kanan. Hasil anamnesa
dengan keluarga didapatkan data bahwa klien sudah lama menderita hipertensi. Dari
pemeriksaan tanda vital didapatkan TD : 210 / 100 mmHg, N : 82 x.mnt, RR : 20 x/mnt,
Suhu : 37,5 0 C, TB : 150 cm, BB : 85 kg.
Apakah jenis stoke yang dialami oleh klien?
A.

Hemoragik

B.

Non Hemoragik

C.

Campuran

D.

Trombosis

E.

Aterosklerosis
15. Seorang laki-laki berusia 45 th dirawat di ruang penyakit dalam. Keluhan yang dirasakan
klien adalah kesulitan pada saat berkemih, badan cepat lelah dan nafsu makan menurun.
Hasil pemeriksaan didapatkan edema pada muka dan kaki, kulit kering. Tanda-tanda vital
TD : 130/90 mmHg, N : 88 x/mnt, RR : 20 x/mnt, Suhu : 36,8

C. Hasil laboratorium

ureum : 73 mg/dL, Creatinin : 4,1 mg/dL. Apakah masalah utama pada klien ?
A.

Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh

B.

Gangguan integritas kulit

C.

Kelebihan volume cairan

D.

Intoleransi aktivitas

E.

Gangguan rasa nyaman : Nyeri

16. Seorang laki-laki berusia 30 th dirawat di ruang penyakit dalam. Keluhan klien adalah
rasa nyeri pada sendi pergelangan tangan, nyeri seperti tertusuk-tusuk, nyeri bertambah
berat pada saat aktivitas dan terutama di pagi hari. Hasil pemeriksaan tanda vital TD :
120 / 70 mmHg, N : 82 x.mnt, RR : 20 x/mnt, Suhu : 37,5 0 C. Pada pergelangan tangan
klien tampak kemerahan, bengkak dan teraba panas. Klien suka menkomsumsi emping
melinjo. Apakah pengkajian nyeri yang perlu dikaji lagi?
A. Dimana lokasi nyerinya
B. Berapa skala nyerinya
C. Kapan saat nyerinya
D. Bagaimana kualitas nyerinya
E. Tindakan apa yang telah dilakukan untuk mengatasi nyeri
17. Saat ini Saudara dinas pagi di Ruang UGD, seorang laki-laki berusia 56 tahun datang
dengan diantar keluarganya. Keluhan yang dialami klien adalah nafas sesak dan kadang
batuk-batuk karena merasa ada lendir tapi sukar dikeluarkan. Hasil alloanamnesa klien
sering batuk terutama saat udara dingin.
Apakah tindakan mandiri perawat untuk mengatasi masalah pada klien ?
A.

Mengajarkan nafas dalam

B.

Memberikan minum air hangat

C.

Memasang orofaringeal tube

D.

Mendekatkan tempat untuk menampung dahak

E.

Memberikan nebulasi

18. Tn. H, 40 tahun, dirawat di rumah sakit dengan keluhan, mual, muntah sejak 3 hari lalu.
Klien mengatakan nyeri ulu hati, dan terlihat warna sklera dan kulit berwarna kuning.
Dari hasil pemeriksaan fisik ada pembesaran hati dan nyeri tekan pada area hati. Dari data
tersebut pasien didiagnosa hepatitis.
Apakah pemeriksaan Lab yang paling menunjang untuk diagnosa kasus diatas?
A. Hb.
B. Bilirubin.
C. Hb.Sg
D. LED.
E. Dehidrasi.

19. Ny.C usia 34tahun, daatang kepuskesmas dengan keluhan demam, menggigil, kepala
pusing, dan mual, yang sudah dirasakan selama 1 minggu ini. Ny.C terlihat pucat dan
lemas, suhu badan, 38,50 C, Td: 100/70mmHg, RR: 24x/i, nadi: 78x/i.
Apakah masalah keperawatan yang paling utama pada kasus diatas?
A. Hipertermi
B. Intoleransi aktivitas
C. Anoreksia
D. Gangguan nutrisi
E. Gangguan intake output cairan
20. Ny.M penderita DM type2 usia 42 tahun, dengan luka gangrene pada bagian ekstremitas
kanan bawah daerah dorsal pedi. Sudah 4 hari dirawat diruang penyakit dalam, dan akan
dilakukan tindakan perawatan luka. TTV dalam batas normal.
Pada perawatan luka, setelah dilakukan pelepasan balutan luka/perban, apakah tindakan
selanjutnnya yang akan dilakukan sesuai dengan SOP ?
A. Memakai handscoon.
B. Melepaskan plester
C. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis.
D. Membersihkan luka.
E. Membalut kembali luka dengan rapi.
21. Seorang Wanita, umur 32 tahun dirawat di RS. Klien mengeluh nyeri pada daerah visika
urinaria, nyeri saat buang air kecil, BAK tidak lancar, merasa tidak puas setelah BAK,
ekspresi tampak meringis kesakitan, Hasil USG abdomen dinyatakan terdapat batu
didaerah vesika urinaria
Apakah Diagnosa Keperawatan yang paling tepat kasus diatas ?
A. Nyeri berhubungan ketidak mampuan melakukan menajemen nyeri
B. Infeksi berhubungan penurunan daya tahan tubuh
C. Obstruksi berhubungan dengan diet yang tidak efektif
D. Gangguan eliminasi urin berhubungan kegagalan ginjal kronis
E. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan adanya obstruksi
22. Seorang laki laki berusia 69 tahun dirawat di rumah sakit karena BPH, klien
mengatakan sering BAK, abdomen tegang, urin terus menetes setelah berkemih, Keadaan
umum: lemah, Tekanan darah: 110/80 mmHg, S: 36,5C, Nadi: 80 kali permenit,
pernafasan: 24 kali permenit.
Apakah masalah keperawatan utama yang muncul pada klien?

A. Nyeri
B. Disfungsi seksual
C. gangguan eliminasi BAK
D. Perubahan nutrisi
E. Resiko tinggi infeksi
23. Seorang laki-laki, usia 50 tahun, sudah 2 hari dirawat di RS mengalami sirosis hepatis.
Keluhan yang dirasakan pasien adalah perut bagian kanan atas terasa penuh, sesak nafas,
diare, penurunan nafsu makan, mual dan muntah. Hasil lab, SGOT: 300 u/L, SGPT : 200
u/L. Tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 60 kali permenit, suhu 37,5.C, pernafasan 28 kali
permenit.
Apakah prioritas masalah keperawatan pada klien tersebut?
A. Nyeri akut
B. Gangguan nutrisi
C. Defisit volume cairan
D. Gangguan pola nafas
E. Gangguan integritas kulit

1. Seorang laki-laki berusia 32 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dari tiga hari
dengan diagnosa medis Suspect Hepatitis, keluhan mual-mual dan kadang muntah.
Apakah data utama yang perlu dikaji untuk mendukung diagnosis pasien di atas ?
a. Anoreksia
b. Nyeri perut
c. Demam
d. Ikterus
e. Malaesa
2. Seorang laki-laki usia 32 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dari tiga hari yang
lalu dengan diagnosa medis Suspect Hepatitis, keluhan mual-mual dan kadang
muntah.
Untuk memastikan diagnosa medis hepatitis pasien tersebut di atas data penunjang
(pemeriksaan laboratorium) yang diperlukan pada pasien tersebut adalah adanya
peningkatan hasil dari apakah ?
a. LFT
b. RFT
c. GOT/GPT
d. HbsAg
e. DL

3. Seorang laki-laki usia 32 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dari tiga hari lalu
dengan diagnosa medis Hepatitis, keluhan anoreksia, mual-mual, kadang muntah, dan
badan lemah. Makan habis porsi, Tanda Vital: suhu 37,8C, nadi 80 x/mnt, Tekanan
darah 110/70 mmHg.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien di atas ?
a. Intoleransi aktivitas
a.
b.
c.
d.

Nutrisi kurang dari kebutuhan


Gangguan volume cairan
Resiko penularan
Gangguan nyaman: nyeri

4. Seorang laki-laki usia 32 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dari tiga hari dengan
diagnosa medis Hepatitis, keluhan anoreksia, mual-mual, kadang muntah, dan badan
lemah
Apakah tujuan keperawatan yang tepat pada kasus di atas ?
a. Nutrisi pasien terpenuhi
b. Volume cairan seimbang
c. Tidak terjadi penularan
d. Pasien merasa nyaman
e. Pasien toleran terhadap aktivitas
5. Seorang laki-laki berusia 60 tahun, dirawat di ruang Anggrek RS Yudistira dengan
keluhan mual dan muntah sejak tiga hari yang lalu. Diagnosis medis: Gastritis Kronis
Apakah data utama yang harus dikaji untuk menunjang diagnosis pasien ?
a. Anoreksia
b. Perut kembung
c. Nyeri epigastrik
d. Sakit kepala
e. Malaise
6. ...
a. Anoreksia
b. Perut kembung
c. Nyeri epigastrik
d. Sakit kepala
e. Malaise
Berbagai factor dapat berkontribusi untuk terjadinya peradangan pada lambung
(Gastritis). Mana diantara factor/zat berikut yang tidak dapat merusak mukosa
lambung ?
a. Histamin
b. Prostaglandin
c. Alkohol
d. HCl lambung
e. Asetosal

7. Seorang laki-laki usia 60 tahun, dirawat di ruang Anggrek RS Yudistira dengan


keluhan nyeri uluhati, mual dan muntah-muntah sejak tiga hari yang lalu. Pasien
kadang terbangun karena nyeri pada uluhati. Diagnosis medis: Gastritis Kronis
Yang mana diagnosis keperawatan prioritas pada kasus di atas ?
a. Nyeri berhubungan dengan inflamasi mukosa lambung
b. Kurang volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah
c. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan masukan tidak adekuat
d. Gangguan pola istirahat dan tidur b/d sering terbangun karena nyeri
e. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan

8. Seorang laki-laki usia 60 tahun, dirawat di ruang Anggrek RS Yudistira dengan


keluhan nyeri uluhati, mual dan muntah-muntah sejak tiga hari yang lalu. Pasien
tampak lemah, kadang terbangun karena nyeri pada uluhati, tekanan darah 100/60
mmHg. Diagnosis medis: Gastritis Kronis
Implementasi keperawatan yang diberikan pada kasus di atas adalah .
a. Istirahat baring
b. Relaksasi nafas dalam
c. Nutrisi parentral
d. Nutrisi enteral
e. Diit lunak
9. Seorang laki-laki usia 60 tahun, dirawat di ruang Anggrek RS Yudistira dengan
keluhan nyeri uluhati, mual dan muntah-muntah sejak tiga hari yang lalu. Pasien
kadang terbangun karena nyeri pada uluhati. Diagnosis medis: Gastritis Kronis
Manakah pengkajian/pemeriksaan fisik abdomen yang tidak bisa diperoleh pada
kasus di atas ?
a. Hipertimpani
b. Konstipasi/diare
c. Membran mukosa kering
d. Nyeri tekan epigastrik
e. Bising usus tidak ada
10. Seorang laki-laki 30 tahun dirawat di ruang Angsoka RS Bali Dwipa sejak dua hari
yang lalu. Dari pengkajian diperoleh: lidah kotor, dan pinggir hiperemis, perut terasa
nyeri, hepar dan lien membesar, makan 1/3 porsi . TTV: Suhu 39C, Nadi 88x/mt,
Tensi 100/60 mmHg, Pernafasan 24 x/mt. Diagnosis medis : Demam Typhoid
Menunjang diagnosis medis pasien di atas, semestinya ada data riwayat pasien yang
perlu dikaji yaitu:
a. Anoreksia
b. Panas naik turun
c. Panas kontinyu
d. Mual muntah
e. Malaise

11. Seorang laki-laki 30 tahun dirawat di ruang Angsoka RS Bali Dwipa sejak dua hari
yang lalu. Dari pengkajian diperoleh: lidah kotor, dan pinggir hiperemis, perut terasa
nyeri, hepar dan lien membesar, makan 1/3 porsi . TTV: Suhu 39C, Nadi 88x/mt,
Tensi 100/60 mmHg, Pernafasan 24 x/mt, hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan:
hasil widal positif (1:360), hasil kultur darah: terdapat Salmonella typhi, sensitivity
test: Tiampenikol S21. Diagnosis medis : Demam Typhoid
Diagnosa keperawatan prioritas utama pada kasus di atas :
a. Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi pada saluran pencernaan
b. Hipertermia berhubungan dengan proses inflamasi saluran pencernaan
c. Risiko terhadap penularan infeksi berhubungan dengan gangguan pencernaan
d. Kurang pengetahuan berhubungan dengan iformasi tidak adekuat
e. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia
12. Seorang laki-laki 30 tahun MRS dan dirawat di ruang Angsoka RS Bali Dwipa. Dari
pengkajian diperoleh: lidah kotor, dan pinggir hiperemis, perut terasa nyeri, dan dari
tiga hari makan sedikit-sedikit. TTV: Suhu 39C, Nadi 88x/mt, Tensi 100/60 mmHg,
Resp 24 x/mt, Diagnosis medis : Demam Typhoid , Th/: Infus NaCl: Dextrose 5% 20
tts/mnt, Theampenikol 4x2 cap, Parasetamol 3x1 tab, Multivit 2x1 tab
Saat anda memasang infus, ketika pembuluh vena ditusuk pasien mengerang
kesakitan, apakah reaksi anda pertama sebaiknya ?
a. Menekan dan memasukkan jarum hingga masuk vena
b. Menganjurkan pasien menarik nafas dalam
c. Menyarankan pasien tetap mengepalkan tangan
d. Sedikit menarik dan menegangkan tangan pasien
e. Menyarankan pasien untuk tidak melihatnya
13. Seorang laki-laki 30 tahun MRS dan dirawat di ruang Angsoka RS Dr. Jelantik .
Dengan keluhan sering berak encer , mual-mual, dan muntah-muntah. Klien juga
mengeluh tidak ada nafsu makan dan badan terasa lemas. Pasien tampak setiap
makan 3 sendok dari makanan yang diberikan dari rumah sakit...
Apakah tujuan yang dapat dirumuskan dari diagnosa keperawatan pada kasus di atas ?
a. Berat badan meningkat
b. Kebutuhan nutrisi terpenuhi
c. Buang air besar 1 kali/hari
d. Klien tidak muntah
e. Klien tidak mual

14. Seorang laki-laki 30 tahun MRS dan dirawat di ruang Angsoka RS Dr. Jelantik .
Dengan keluhan sering berak encer , mual-mual, dan muntah-muntah. Klien juga
mengeluh tidak ada nafsu makan dan badan terasa lemas. Pasien tampak setiap
makan 3 sendok dari makanan yang diberikan dari rumah sakit.
Apakah intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan untuk diagnose
keperawatan pada kasus di atas agar tujuan tercapai ?
a. Memberi makan melalui naso gastric tube
b. Memberi makan sedikit demi sedikit dan sering
c. Memberi obat anti diare sesuai program medik
d. Memasang infuse Ringer Lactat/Dektrose 5%
e. Mencatat intake dan output dalam 24 jam
15. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang Angsoka RS Dr. Jelantik , dengan
keluhan mencret-mencret , mual-mual, dan muntah-muntah. Klien juga mengeluh
tidak ada nafsu makan dan badan terasa lemah. makan hanya bisa 3 sendok . Terapi:
infuse RL:Dekstrose 5% (2:1), factor tetes 1 cc =20 tetes
Berapakah tetesan infuse permenit yang diberikan pada klien ?
a. 17 tetes/menit
b. 18 tetes/menit
c. 19 tetes/menit
d. 20 tetes/menit
e. 21 tetes/menit
16. Sorang pasien (45 tahun) datang di IRD diantar oleh Polantas pos kecelakaan lalin,
data pada pengkajian primer adalah : pasien sesak, sulit bernafas, penggunaan otot
bantu nafas dan mengeluh nyeri dada kanan, infeksi dada terlihat jejas pada dada
kanan dan gerak menurun, sirkulasi : tacehikardi tak teratur, tekanan darah 90/60 mm
Hg, scundair survey belum dikerjakan Dx medis trauma thorax dan Hemothorax
Masalah utama pada kasus diatas adalah :
a. Pertukaran gas
b. Pola nafas
c. Bersihan jalan nafas
d. Risiko apneo
e. Kurang pengetahuan

17. Seorang berusia 45 tahun datang di IRD diantar oleh Polantas pos kecelakaan lalin,
data pada pengkajian primer adalah : pasien sesak, sulit bernafas, penggunaan otot
bantu nafas dan mengeluh nyeri dada kanan, infeksi dada terlihat jejas pada dada

kanan dan gerak menurun, sirkulasi : tacehikardi tak teratur, tekanan darah 90/60 mm
Hg, scundair survey belum dikerjakan Dx medis trauma thorax dan Hemothorax
Apakah intervensi mandiri perawat untuk masalah utama pada kasus di atas adalah ?
a. Mengawasi oksimetri
b. Memantau hasil AGD
c. Memberi oksigen
d. Memantau seri foto thorax
e. Evaluasi fungsi pernafasan
18. Seorang pasien (50 th) dengan TBC paru dan hasil pengkajian dengan mewancara
didapat hasil : demam, anorexia, BB turun, berkeringat pada malam hari, keletihan,
batuk batuk dengan sputum blood strep, hasil pemeriksaan penunjang ada pada status
pasien, pemeriksaan fisik oleh perawat belum dikerjakan
Pemeriksaan diagnostik yang tidak dilakukan pada pasien di atas adalah
a. Thorax foto
b. Angiografi
c. Sputum BTA
d. Mantoux tes
e. Cultur sputum
19. Seorang pasien (50 th) dengan TBC paru dan hasil pengkajian dengan mewancara
didapat hasil : demam, anorexia, BB turun, berkeringat pada malam hari, keletihan,
batuk batuk dengan sputum blood strep.
Untuk menunjang diagnostic klien akan dilakukan mantoux test. Yang tepat terkait
dengan mantoux test adalah, kecuali :
a. Disuntik I.C
b. Pakai spuit tuberkulin
c. Baca hasil 48 72 jam
d. Indurasi diukur dengan Cm
e. Hasil positif berarti TBC
20. Seorang pasien laki-laki, usia 60 tahun dirawat di ICCU dengan diagnosis angina
pektoris.Pasien mengeluh nyeri di dada dan perasaan sesak. Tekanan darah 130/100
mmHg, frekuensi prnapasan 20 kali/menit, Nadi 88 kali/Menit.
Apakah data perawatan awal yang dikaji yang mendukung angina pektoris ?
a Kebiasaan olah raga
b penyebaran nyeri
c Rekaman EKG
d Riwayat keluarga
e Enzim jantung
21. Seorang pasien wanita berusia 55 tahun dinyatakan SNH sudah seminggu dirawat di
R. Saraf dengan keluhan lumpuh pada tubuh sebelah kanan. Pemeriksaan fisik:
kekuatan otot 3, tonus otot menurun.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
a. mengkaji kemampuan aktivitas
b. mengkaji pernafasan
c. mengkaji tingkat kecemasan

d. d.melatih ROM
e. memngkaji rasa nyaman

a.
b.
c.
d.

22. Seorang laki-laki berusia 35 tahun didiagnosis Cedera Kepala, sedang menjalani
perawatan di R. Saraf dengan hasil observasi : membuka mata bila dipanggil, bingung
disorientasi waktu, tempat dan orang, dan dengan rangsangan nyeri menarik anggota
badan.
Berapakah score Glasgow Coma Scale (GCS) kasus di atas?
15
13
11
9
e. 7
23. Seorang pasien laki-laki berusia 40 tahun didiagnosis Cedera Kepala, sedang
menjalani perawatan di Ruang Saraf, hasil observasi kesadaran : GCS 11. Pasien
mengeluh pusing, meringis, gelisah, dan muntah proyektil
Apakah diagnosis keperawatan prioritas yang tepat dari kasus di atas?
a.
b.
c.
d.
e.

Nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan intracranial


Gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan peningkatan TIK
Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan disfungsi serebral
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah proyektil
Reisiko infeksi berhubungan dengan adanya lesi

24. Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun didiagnosis Cedera Kepala sedang
menjalani perawatan di R. Saraf hasil observasi : muntah-muntah proyektil, GCS: 8,
mukosa kering
Apakah diagnose keperawatan dari kasus diatas?
a.
b.
c.
d.
e.

Nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan intracranial


Gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan peningkatan TIK
Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan disfungsi serebral
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah proyektil
Reisiko infeksi berhubungan dengan adanya luka terbuka

25. Seorang pasien laki-laki, usia 60 tahun dirawat di ICCU dengan diagnosis angina
pektoris.Pasien mengeluh nyeri di dada dan perasaan sesak. Tekanan darah 130/100
mmHg, frekuensi prnapasan 20 kali/menit, Nadi 88 kali/Menit

a.
b.
c.
d.
e.

Apakah data perawatan awal yang dikaji yang mendukung angina pektoris ?
Kebiasaan olah raga
penyebaran nyeri
Rekaman EKG
Riwayat keluarga
Enzim jantung

26. Pasien laki-laki, usia 56 tahun dirawat ICCU hari kedua dengan diagnosis infark
miokard akut. Pasien mengeluh nyeri di dada, sesak, badan lemas. Pasien tampak
cemas dan bertanya kapan boleh pulang. Tensi 130/90 mmHg, Nadi 88 kali/menit,
RR=22 kali/menit.
Apakah masalah perawatan prioritas utama yang dirumuskan oleh perawat?
a. Penurunan curah jantung
b. Kecemasan
c. Nyeri akut
d. Tidak efektifnya pola nafas
e. Intoleransi aktifitas
27. Pasien laki-laki 60 tahun masuk ke ICCU dengan diagnosa IMA. Pasien tampak
kesakitan dan selalu memegang dadanya yang dikeluhkan nyeri. Pasien mendapat
nitrogliserin untuk mengurangi nyeri.
Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh perawat dalam delapan jam pertama
pada pasien MRS ?
a. Melatih teknik relaksasi nafas dalam
b. Mengatur posisi pasien setiap dua jam
c. Mempertahankan pasien puasa
d. Memasang infus
e. Memberikan oksigen sesuai program
28. Seorang laki-laki 50 tahun didiagnosa IMA. Setelah tujuh hari perawatan pasien
diperbolehkan pulang. Keadaan umum baik, pasien masih mendapat terapi oral.
Apakah edukasi prioritas yang diberikan perawat sebelum pasien pulang?
a. Minum obat sampai habis
b. Tanda-tanda alergi obat
c. Rutin melakukan olah raga
d. Makan makanan cukup serat
e. Kontrol secara rutin
29. Seorang laki-laki usia 60 tahun dirawat di Ruang penyakit dalam dengan keluhan
sesak napas, ,tekanan darah 130/90 mmHg, frekuensi nadi 88 kali/menit, frekuensi
napas 32 x/mnt, pernapasan cuping hidung menggunakan otot bantu pernapasan.
Pasien didiagnosis dengan suspect Penyakit Paru Obstruksi Menahun
Apakah tindakan keperawatan utama ?
a.
b.
c.
d.
e.

Memberikan oksigen
Mengajarkan untuk bernapas dengan bibir berkerut
Mengatur posisi bungkuk kedepan saat inspirasi
Menganjurkan untuk napas dalam
Mengatur posisi semi fowler

30. Seorang laki-laki usia 55 tahun di rawat di ruang perawatan penyakit dalam dengan
keluhan dada sering berdebar-debar, cepat lemas. Hasil pemeriksaan didapatkan
tekanan darah 130/90 mmHg, frrekuensi nadi 80 kali/menit, suhu 37,5 oC, keringatan,

a.
b.
c.
d.
e.

napsu makan meningkat, berat badan turun dalam satu bulan 8 kg, pemeriksaan
laboratorium T3, T4 meningkat.
Manakah diagnosa keperawatan yang menjadi prioritas ?
Perubahan suhu tubuh : hipertermi
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
Penurunan Cardiac output
Gangguan keseimbangan cairan
Intoleransi aktifitas

31. Seorang laki-laki usia 55 tahun di rawat di ruang perawatan penyakit dalam dengan
keluhan dada sering berdebar-debar, cepat lemas. Hasil pemeriksaan didapatkan
tekanan darah 130/90 mmHg, frrekuensi nadi 80 kali/menit, suhu 37,5 oC, keringatan,
napsu makan meningkat, berat badan turun dalam satu bulan 8 kg, pemeriksaan
laboratorium T3, T4 meningkat
Apakah Intervensi keperawatan pada kasus diatas ?
a.
b.
c.
d.
e.

Memberi oksigen
Beri minum banyak
Lakukan kompres dingin
Memberi diet TKTP
Bantu aktifitas pasien

32. Pasien laki-laki 60 tahun dirawat dengan Bronkhitis. Pasien mengatakan sesak, dan
sering bangun karena batuk, serta tidur harus dengan 3-4 bantal
Apa teknik pengkajian secara sistematis berikutnya yang dilakukan untuk masalah
pernapasan pada pasien di atas?
a. Inspeksi pernapasan pasien
b. Mengukur tekanan darah
c. Observasi Pernapasan pasien
d. Melihat hasi analisa gas darah
e. Perkusi daerah dada
33. Seorang pasien laki-laki, 60 tahun di rawat di ruang perawatan penyakit Dalam
dengan diagnosa gagal jantung kiri. Pengkajian keperawatan didapatkan data nadi
cepat, gelisah,tekanan darah turun, pasen tampak sesak, dan oedema
Apa masalah keperawatan yang dapat dirumuskan pada pasien di atas?
a. Tidak efektifnya pola napas
b. Gangguan perfusi jaringan
c. Penurunan curah jantung
d. Intoleransi aktivitas
e. Gangguan keseimbangan cairan
34. Seorang pasien laki-laki 55 tahun dirawat dengan TB. Paru Pasien tampak sesak,
RR=28 kali/menit, posisi tidur terlentang, kalau batuk susah dikeluarkan nadi 88
kali/menit dan tekanan darah 140/90 mmHg.
Apakah tindakan keperawatan pertama yang dilakukan pada pasien ?
a. Menyiapkan oksigen 2 liter/menit
b. Memberikan obat sesak sesuai program
c. Mengatur posisi tidur semi fowler
d. Menganjurkan pasien minum air hangat

e. Melatih napas dalam


35. Seorang wanita berusia 40 th, dirawat mengeluh lemas pada kedua tangan dan kaki
sejak 5 hari yang lalu sesudah melahirkan. Keadaan ini dirasakan semakin menurun
sehingga pasien tidak bisa menggerakkan kedua kakinya. Pemeriksaan fisik di
dapatkan data kekuatan otot
Apakah makna kekuatan otot pada ekstrimitas bawah sebelah kanan pada kasus di
atas ?
a. Ada pergerakan sendi tetapi tidak dapat melawan grafitasi
b. b. Terlihat kontraksi otot tetapi tidak ada gerakan pada sendi
c. Dapat melawan grafitasi tetapi tidak dapat melawan tahanan pemeriksa yang
ringan
d. Dapat melawan grafitasi tetapi tidak dapat melawan tahanan pemeriksa yang
sedang
e. Tidak ada kontraksi otot dan gerakan sendi.
36. Seorang laki-laki berusia 36 tahun, diantar ke UGD akibat jatuh di kamar mandi.
Pada pemeriksaan di peroleh kehilangan kemampuan koordinasi gerakan menguyah,
kekuatan otot menurun, . GCS 8, TD 150/90 mmHg, frekuensi nafas 28x/menit,
frekuensi nadi 98 x / menit, suhu 37 0 C,CT Scan diperoleh gambaran adanya edema
serebral.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
a. Gangguan persepsi sensori
b. Gangguan mobilitas fisik
c. Gangguan pemenuhan nutrisi
d. Gangguan perfusi serebral
e. Gangguan pola pernapasan
37. Seorang perempuan berusia 36 tahun, diantar ke UGD akibat jatuh di kamar mandi.
Pada pemeriksaan di peroleh kehilangan kemampuan koordinasi gerakan menguyah,
kekuatan otot menurun, GCS E2 V2 M3, TD 150/90 mmHg, respirasi 28x/menit, nadi
98 x/menit, suhu 370 C, CT Scan diperoleh gambaran adanya edema
Apakah makna nilai M3 pada pemeriksaan GCS kasus di atas ?
a. melokalisir atau menolak rangsangan nyeri
b. mengindar dari rangsangan nyeri
c. Sikap fleksi abnormal (postur dekortikasi)
d. Sikap ekstensi abnormal (postur desebrasi)
e. Tidak ada reaksi dari rangsangan nyeri.
38. Seorang laki-laki berusia 29 tahun, diantar ke IGD mengeluh sakit kepala dan badan
terasa panas serta kejang Pada pemeriksaan GCS E3 V4 M5, TD 150/90 mmHg,
frekuensi napas 28x/menit, frekuensi nadi 78 x/ menit, suhu 39 0C, dilakukan juga
pemeriksaan fisik dengan melakukan fleksi pada leher dan di dapatkan terjadi fleksi
pada kedua lutut.
Apakah jenis pemeriksaan fisik yang dilakukan pada kasus diatas ?,
a. Kernig
b. Kaku kuduk
c. Brudzinski I
d. Laseque

e. Brudzinski IV
39. Seorang wanita berusia 40 th, dirawat mengeluh sakit kepala hebat dan badan terasa
panas serta mempunyai riwayat operasi craniotomy. Pada pemeriksaan di peroleh
terdapat rigiditas nukal, tanda kernig positip. GCS E3 V4 M5, TD 150/90 mmHg,
frekuensi napas 28x/menit, frekuensi nadi 78 x/ menit, suhu 390C.
Apakah data penunjang yang sangat diperkukan pada pasien tersebut ?
a. Pemeriksaan Cairan Serebro Spinal
b. Pemeriksaan foto toraks
c. Pemeriksaan Elektolit darah
d. Pemeriksaan urine
e. Pemeriksaan foto kepala
40. Seorang laki-laki berusia 29 tahun, diantar ke IGD mengeluh sakit kepala dan badan
terasa panas serta kejang Pada pemeriksaan di peroleh terdapat rigiditas nukal, tanda
kernig positip, babinski positif, GCS E3 V4 M5, TD 150/90 mmHg, frekuensi napas
28x/menit, frekuensi nadi 78 x/ menit, suhu 390C
Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus di atas ?
a. mencegah komplikasi/trauma
b. memaksimalkan fungsi serebral
c. menghilangkan ansietas
d. menurunkan/meminimalkan nyeri
e. memberikan informasi tentang perawatan

41. Seorang laki-laki berusia 36 tahun, di rawat akibat kecelakaan lalu lintas. Pada
pemeriksaan di peroleh pasien muntah, gelisah, perubahan respon motorik dan
sensorik, kekuatan otot menurun, pupil anisokor, GCS 8, TD 150/90 mmHg,
frekuensi nafas 30x/menit, frekuensi nadi 98 x / menit, suhu 37 0 C,CT Scan
diperoleh gambaran adanya edema serebral
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas ?
a. Gangguan persepsi sensori
b. Gangguan mobilitas fisik
c. Gangguan pemenuhan nutrisi
d. Gangguan perfusi serebral
e. Gangguan pola pernapasan
42. Seorang laki-laki berusia 36 tahun, di rawat akibat kecelakaan lalu lintas. Pada
pemeriksaan di peroleh pasien muntah, gelisah, perubahan respon motorik dan
sensorik, kekuatan otot menurun, pupil anisokor, GCS 8, TD 150/90 mmHg,
frekuensi nafas 30x/menit, frekuensi nadi 98 x / menit, suhu 37 0 C,CT Scan
diperoleh gambaran adanya edema serebral. Saat ini perawat sedang melakukan
tindakan mempertahankan kepala atau leher pada posisi tengah atau netral.
Apakah rasional intervensi keperawatan yang dilakukan pada kasus tersebut
a. untuk menghindari arteri karotis yg tertekan sehingga menghambat aliran darah
dan meningkatkan TIK

b. untuk menghindari vena jugularis yg tertekan sehingga menghambat aliran darah


dan meningkatkan TIK
c. untuk membantu melindungi cidera yang dapat terjadi pada daerah leher sehingga
dapat meningkatkan TIK
d. untuk menghindari terjadinya aspirasi bila tiba-tiba pasien muntah sehingga
memperberat kondisinya
e. untuk menghindari peningkatan intrathoraks dan abdomen, yang dapat
mengurangi peningkatan TIK
43. Seorang laki-laki berusia 36 tahun, di rawat akibat kecelakaan lalu lintas.
Mengalami masalah keperawatan resiko tinggi terhadap pola napas tidak efektif
berhubungan dengan kerusakan neurovaskuler (cedera pusat pernafasan otak) dan
sudah dilakukan tindakan keperawatan
Apakah kriteria hasil yang ditetapkan untuk menentukan keberhasilan tindakan pada
kasus diatas ?
a. Terjadi perbaikan tingkat kesadaran
b. Tidak ada tanda-tanda TIK
c. CRT kurang dari 2 detik
d. GDA dalam batas normal
e. Tidak ada/berkurang keluhan pusing

44. Seorang laki-laki berusia 36 tahun, dirawat di Rumah Sakit mengeluhkan sesak napas
dan kelemahan ekstrimitas dimulai dari bagian bawah kemudian ke bagian atas. Pada
pemeriksaan di peroleh penggunaan otot bantu pernapasan, penurunan bunyi napas,
gangguan dalam reflek menelan, reflek tendon menurun GCS 456, TD 150/90
mmHg, frekuensi nafas 28x/menit, frekuensi nadi 98 x / menit, suhu 37 0 C, Pengujian
elektrofisiologis konduksi saraf didapatkan gambaran laju konduksi saraf yang
lambat.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas ?
a. Gangguan persepsi sensori
b. Gangguan mobilitas fisik
c. Gangguan pemenuhan nutrisi
d. Gangguan perfusi serebral
e. Gangguan pola pernapasan
45. Seorang laki-laki berusia 36 tahun, di rawat akibat kecelakaan lalu lintas.
Mengalami masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Hasil evaluasi di dapatkan
pasien mengatakan keadaannya sudah baik dari pemeriksaan di dapatkan kekuatan
otot kedua ektrimitas 5, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, Suhu
37 0 C. Rencana keperawatan akan dilakukan melatih pasien berjalan menggunakan
walker. Langkah awalnya pasien diinstruksikan berdiri lurus
Apakah langkah prosedur yang dapat dilanjutkan pada prosedur keperawatan
tersebut?
a. Instruksikan untuk memajukan tungkai kanan diikuti tungkai kiri

b.
c.
d.
e.

Instruksikan untuk memajukan walker sepanjang lengan sebelum melangkah


Instruksikan untuk menarik napas dalam sebelum melangkah
instruksikan untuk maju mendekati walker dengan punggung lurus
Instruksikan untuk istrirahat antara periode aktivitas yang dilakukan

46. Seorang wanita berusia 25 tahun, di rawat dengan Stroke. Mengalami masalah
keperawatan gangguan mobilitas fisik. Hasil evaluasi di dapatkan pasien mengatakan
keadaannya sudah baik dari pemeriksaan di dapatkan kekuatan otot kedua ektrimitas
5, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, Suhu 37 0 C. Rencana
keperawatan akan dilakukan melatih pasien berjalan menggunakan Kruk
menggunakan titik empat.
Apakah langkah prosedur keperawatan tersebut ?
a. Instruksikan untuk memajukan kruk kanan, kemudian kaki kanan, selanjutnya
kaki kiri, terakhir kaki kanan
b. Instruksikan untuk memajukan kedua kruk dan ekstrimitas yang sakit bersamaan,
kemudian kaki yang sehat
c. Instruksikan untuk memajukan kruk kanan dan kaki kiri bersamaan kemudian
kruk kiri dan kanan bersamaan
d. instruksikan untuk memajukan kedua kruk bersaman dan ayunkan tubuh
mendekati atau melewati kruk.

47. Seorang wanita berusia 30 tahun, di rawat dengan Hernia Nukleus Pulposus (HNP).
Mengalami masalah keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan
kompresi saraf, spasme otot. Hasil pemeriksaan skala nyeri 7, tanda kernig positif,
frekuensi nadi 98x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, TD 140 mmHg, Suhu 37 0 C.
Rencana akan diatur posisi tirah baring.
Posisi Apakah intervensi tirah baring yang tepat pada kasus tersebut ?
a.
b.
c.
d.

Memberikan posisi sim


Memberikan posisi supinasi
Memberikan posisi fowler
Memebrikan posisi pronasi

48. Karakteristik dan lokasi nyeri merupakan faktor yang penting dikaji pada pasien yang
mengalami masalah pada perkemihan. Tn. A yang sedang dirawat di ruang Kenanga
RSUP NTB mengatakan masih merasa nyeri berat dan tajam yang dirasakan pada
area pinggangnya dan menjalar ke perut bagian bawah hingga kemaluannya
Dari area manakah nyeri yang dirasakan Tn. A ?
a.
b.
c.
d.
e.

Ureter
Testis
Vesika Urinaria
Ginjal
Uretra

49. Hasil pengkajian pada pasien Tn. B yang mengalami Gagal Ginjal Akut diperoleh data
: kencing sedikit, muka sembab, udema pada kaki dan tangan, volume kencing 400 cc/
24 jam, BB pasien 50 kg. Masalah keperawatan utama yang muncul adalah gangguan
keseimbangan cairan: lebih dari kebutuhan tubuh
Apakah tindakan dependen yang tepat diberikan pada Tn. B ?
a.
b.
c.
d.
e.

Memonitor vital sign


Menghitung intake dan output cairan
Menimbang berat badan
Memonitor pemeriksaan laboratorium
Memonitor tanda-tanda kekurangan cairan

50. Pasien Tn E mengeluh kencing sambil mengedan, pancaran lemah, kencing menetes,
sering kencing pada malam hari. Diagnosa medis klien adalah BPH. Tensi 140/80
mmHg, Suhu 36,5 C.
Apakah diagnosa keperawatan utama yang dapat ditegakkan pada kasus diatas ?
a. Gangguan rasa nyaman nyeri b/d spasme otot kandung kemih
b. Gangguan pola eliminasi b/d ketidakmampuan kontraksi kandung kemih
c. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur b/d kencing terus menerus
d. Kecemasan b/d kurang pengetahuan tentang penyakit dan prosedur pembedahan
e. Gangguan eliminasi: nyeri b/d spasme otot kandung kemih

51. Pada pemeriksaan pasien Ny. C didapatkan BB saat ini: 45 kg, BB sebelumnya 48 kg,
pasien mengeluh nafsu makan menurun, sering mengalami mual-mual dan kadangkadang muntah. Pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu hanya menghabiskan
seperempat makanan yang disediakan. Masalah keperawatan yang muncul pada
pasien adalah gangguan pola eliminasi: kurang dari kebutuhan tubuh.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk pemenuhan nutrisi pasien ?
a. Beri obat perangsang nafsu makan
b. Beri cairan intra vena
c. Beri makan sedikit-sedikit tapi sering
d. Timbang BB setiap hari
e. Beri makanan sesuai dengan keinginan pasien
52. Seorang pasien, Tn. H berumur 58 tahun, telah dirawat dan dipasang kateter selama 4
minggu akibat tidak bisa kencing. Saat ini, berdasarkan hasil pemeriksaan,
rencananya, kateter Tn H akan dilepas setelah dipastikan adanya rangsang berkemih
pada Tn. H.
Untuk memastikan adanya rangsang berkemih pada pasien sebelum kateter dilepas,
prosedur tindakan apakah yang tepat dilakukan perawat?
a. Ajarkan pasien bladder training
b. Segera lepaskan kateter dan ajarkan pasien bladder training
c. Fiksasi kateter dan anjurkan pasien untuk memberitahu perawat bila ada
keinginan berkemih
d. Anjurkan pasien minum 2 3 liter dan beritahu perawat bila ada keinginan
berkemih

e. Anjurkan minum minimal 2 ltr, ajarkan bladder training, beritahu bila ada
keinginan berkemih
53. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada pasien Ny. A, 29 tahun, post appendektomi,
direncanakan untuk melepas kateter yang telah terpasang sebelum operasi 3 hari yang
lalu. Perawat N akan melepas kateter Ny. A. Setelah seluruh alat disiapkan, Perawat N
melakukan prosedur melepas kateter. Setelah memasang sarung tangan, perawat N
segera melaksanakan prosedur berikutnya
Prosedur apakah yang tepat dilakukan perawat N untuk melepas kateter setelah
menggunakan sarung tangan
a.
b.

Mencuci tangan
Melakukan desinfeksi pada uretra
c. Menarik kateter secara perlahan sambil menganjurkan pasien menarik nafas
dalam
Mengambil spuit 2 cc
e. Menarik cairan dari dalam balon kateter

d.

54. Seorang pasien wanita, Ny. H, 40 tahun, masuk RS karena mengalami luka bakar
akibat ledakan kompor di rumahnya pukul 08.00 pagi tadi. Hasil pengkajian diperoleh
pasien mengalami luka bakar di dada, dan kedua lengan. Pasien mengeluh nyeri, luka
bakar tampak kemerahan, tidak terdapat bula pada luka bakar.
Berapakah derajad luka bakar yang dialami ?
a.
b.
c.
d.
e.

Derajat I
Derajat II
Derajat III
Derajat IV
Derajat V

55. Seorang laki-laki, Tn. B, 38 tahun, mengalami luka bakar di kedua tangannya. Luka
pasien tampak kemerahan, terdapat bula pada luka bakar. Pasien mengeluh nyeri pada
luka, nyeri berada pada angka 7 (0-10), pasien juga mengatakan tidak bisa tidur pada
malam hari.
Apakah data obyektif terkait nyeri yang muncul pada kasus diatas ?
a.
b.
c.
d.
e.

Pasien mengatakan tidak bisa tidur pada malam hari


Pasien mengeluh nyeri pada luka
Nyeri berada pada angka 7 (0-10)
Pasien mengatakan luka bakar dikedua lengannya
Pasien mengeluh nyeri pada luka, nyeri di angka 7 (0-10)

56. Nn. C, datang ke RS karena mengeluh gatal pada seluruh tubuhnya. pasien mengeluh
banyak muncul benjolan kecil sebesar biji kacang dan terdapat cairan pada benjolan.
pasien mengatakan tidak tahu apa yang menyebabkan gatal dan benjolan pada

tubuhnya. Pasien mengatakan malu dengan kondisinya. Diagnosa medis pasien adalah
dermatitis.
Untuk mengatasi masalah gangguan gambaran diri pada pasien dermatitis, tindakan
independen yang tepat dilakukan perawat adalah:
a. Dengarkan keluhan pasien, ajarkan cara perawatan diri
b. Bantu penuhi apa yang diinginkan pasien
c. Temani pasien selama pasien membutuhkan perawat sebagai pendengar
d. Berikan obat yang tepat untuk pasien
e. Mandikan pasien

b.
c.
d.
e.

57. Seorang laki-laki, Tn. D, 40 thn, datang ke IGD RSU Kota Mataram. Hasil
pemeriksaan pasien baru saja mengalami luka bakar dirumahnya akibat terkena air
panas. Luas luka bakar psien adalah 30%. Diketahui BB pasien adalah 50 kg. Grade
luka bakar pasien adalah Grade II dalam
Berapakah jumlah cairan yang diberikan kepada Tn D untuk 8 jam pertama
a. 1500 cc
b. 4000 cc
c. 2750 cc
d. 3000 cc
e. 6000 cc
58. Seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun, sudah 2 hari dirawat di ruang ICCU RSU
Prov.NTB didapatkan data-data pengkaqjian sbb: adanya DNP,sesak napas,ronchi
positif,ujung-ujung jari dan kaki terqsa dingin,foto radiologi didapatkan edema
paru,GDA : PO2 < 80 dasn PCO2 > 50
Apa masalah keperawatan utama yang dialami psien?
a. Gangguan perfusi jaringan
Gangguan pertukaran gas
Penurunan cardiak uot put
Gangguan aktivitas
Gangguan rasa nyaman nyeri

59. Seorang laki-laki berusia 50 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU Prov.NTB dengan
diagnosa medis Gagal Jantung.Salah satu masalah keperawatan yang dialaminya
adalah Gangguan Pertukaran Gas
Dari masalah keperawatan tersebut salah satu kriteria hasil yang ingin dficapai
adalah?
a. PO2 80 --140
b.
PO2 < 80
c. PO2 < 40
d. PCO2 > 35
e.
PCO2 > 40
60. Seorang laki-laki berusia 55 tahun, sudah 3 hari dirawat di RSU Prov.NTB dengan
diagnosa medis gagal jantung.Salah satu masalah keperawatannya adalah gangguan
pertukaran gas.
Apa tindakan keperawatan yang fokus terhadap masalah yang perlu dilakukan?
a. Memberikan O2 dan atur posisi tidur semi fowler
b.
Kaji warna kulit pasien
c. Posisi tidur terlentang

d. Kaji perubahan status mental pasien


e.
Berikan obat bronchodilator
61. Seorang Ibu berusia 60 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU Prov. NTB dengan
diagnosa medis Infark Miokard Akut.
Salah satu data keperawatan utama yang perlu dikaji oleh perawat adalah?
a. Adanya DNP
b.
Edema paru
c. Nyeri dada retrosternal
d. Batuk iritasi
e.
Respirasi Kusmaul

62. Seorang laki-laki berusia 60 tahun,sudah 4 hari dirawat di RSU Prov.NTB dengan
diagnosa medis Infark Miokard Akut.
Masalah keperawatan utama yang dialami pasien adalah?
a. Penurunan Cadiak Out Put
b.
Gangguan rasa nyaman nyeri
c. Intoleransi terhadap aktivitas
d. Gangguan perfusi jaringan
e.
Resiko tinggi kelebihan volume cairan
63. Seorang Ibu berusia 50 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU Prov.NTB. dengan
diagnosa medis Infark Miokard Akut.Salah satu masalah keperawatannya adalah
Intoleransi aktivitas.
Salah satu kriteria hasil dari tujuan keperawatan yang ingin dicapai adalah?
a. Keluhan nyeri berkurang
b.
Jumlah dan irama jantung normal
c. Keluaran urine yang adekuat
d. Tidak ada disritmia
e.
Tidak adanya edema
64. Seorang ibu muda berusia 25 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU Prov. NTB. Dengan
Hb 4 Gr %, mengeluh lemah, pucat dan pusing
Masalah keperawatan utama yang dialami pasien adalah?
a. Gangguan perfusi jaringan
b.
Intoleransi terhadap aktifitas
c. Gangguan rasa nyaman
d. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit
e.
Gangguan kebutuhan nutrisi
65. Seorang ibu berusia 30 tahun sedang dirawat RSU Prov. NTB. menderita anemia
postpartum dengan masalah keperawatan gangguan perfusi jaringan.
Salah satu tindakan keperawatan yang tepat dilakukan adalah?
a. Hentikan aktifitas pasien

b. Ubah posisi tidur pasien setiap 2 jam


c. Kaji riwayat nutrisi
d. Timbang BB setiap hari
e.
Pasien tidur dengan posisi kepala lebih rendah
66. Seorang laki-laki berusia 8 tahun, datang ke Poli THT RSU Prov. NTB. dengan
keluhan sakit ditelinga dengan diagnosa medis otitis media akut .
Salah satu data fokus yang perlu dikaji oleh perawat adalah?
a. Mual muntah
b. Tidak / sulit bisa bicara
c. Pasien tampak sangat kesakitan dan suhu tubuh 40 C
d. Vertigo
e. Sulit menelan
67. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, datang berobat ke Poli THT RSU Prov. NTB.
dengan diagnosa medis otitis media akut. Salah satu masalah keperawatan yang
dialami adalah gangguan rasa nyaman nyeri.
Tujuan keperawatan yang ingin dicapai adalah?
a. Pasien tenang
b. Rasa nyeri berkurang
c. Rasa nteri hilang
d. Pasien dapat menerima keadaan dirinya
e.
Pasien dapat tidur
68. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun datang ke Poli THT RSU. Prov. NTB. dengan
diagnosa medis otitis media akut. Ssalah satu diagnosa keperawatan yang muncul
adalah gangguan rasa nyaman nyeri.
Salah satu tindakan keperawatan yang tepat adalah?
a. Tidurkan pasien ke arah telinga yang sakit
b. Tidurkan terlentang
c. Tidurkan keposisi telinga yang sehat dan beri buku bacaan yang disenangi pasien
d.
Tidurkan pasien dengan posisi miring kiri dan miring kanan
e.
Tidurkan pasien dengan posisi telungkup
69. Seorang Wanita berusia 18 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU. Prov. NTB. dengan
diagnosa medis tonsilitis akut.
Salah satu data keperawatan fokus yang perlu dikaji adalah?
a. Panas subfebris 38 C
b. Nyeri menelan dengan suhu badan 40 C
c. Pasien merasa Vertigo
d. Pasien merasa Tinitus
e.
Mual dan Muntah
70. Seorang laki-laki berusia 20 tahun, sudah 1 hari dirawat di RSU. Prov. NTB. dengan
diagnosa medis tonsilitis akut
Salah satu diagnosa keperawatan fokus yang mungkin muncul adalah?
a. Gangguan persepsi sensoris
b. Gangguan persepsi pendengaran

c. Gangguan wicara
d. Gangguan pemenuhan nutrisi
e.
Kebutuhan istirahat tidur terganggu
71. Seorang laki-laki berusia 19 tahun, sudah 3 hari dirawat di RSU. Prov. NTB. dengan
diagnosa medis tonsilitis akut. Salah satu masalah keperawatan adalah gangguan
pemenuhan nutrisi.
Salah satu tindakan keperawatan yang benar adalah?
a. Pasien boleh bebas makan
b. Beri makanan lunak dengan porsi sedikit tapi sering
c. Beri banyak minum
d. Tidak boleh diberikan susu
e.
Berikan makanan yang dingin
72. Seorang laki-laki berusia 12 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU. Prov. NTB. dengan
diagnosa medis otitis media kronis.
Data yang perlu dikaji adalah?
a. Suhu badan tinggi
b.
Nyeri hebat pada telinga
c. Denyut nadi meningkat
d. Suhu turun dan nyeri berkurang
e.
Kebutuhan tidur terganggu
73. Seorang laki-laki berusia 10 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU. Prov. NTB. dengan
diagnosa medis otitis media kronis.
Salah satu diagnosa keperawatan yang mungkin terjadi adalah?
a. Gangguan rasa nyaman nyeri
b.
Gangguan pengaturan suhu tubuh
c. Resiko tinggi infeksi
d. Gangguan persepsi sensori pendengaran
e.
Gangguan pemenuhan istirahat tidur
74. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU. Prov. NTB.
dengan diagnosa medis dipteria.
Salah satu data keperawatan yang perlu dikaji adalah?
a. Sakit menelan
b.
Denyut nadi menurun
c. Adanya psudomembran pada tenggorokan
d. Tonsil membengkak
e.
Demam tinggi
75. Seorang wanita berusia 6 tahun, sudah 2 hari dirawat di RSU. Prov. NTB. dengan
diagnosa medis dipteria.
Upaya pencengahan yang dilakukan perawat adalah?
a. Pasien dilarang bergaul dengan orang lain
b. Banyak makan dengan diet TKTP
c. Tidak perlu lagi diberikan imunisasi DPT
d. Isolasi penderita dan imunisasi DPT
e. Pasien diberikan makanan yang lunak

76. Seorang Bapak (36 thn) masuk IGD sebuah RSU. Alasan MRS: merasa nyeri hebat
(kolik) pinggang yang menjalar ke depan turun ke bawah tetapi tidak sampai ke
scrotum. Disertai mual dan mutah serta berkeringat dingin. Keluhan saat masuk: nyeri
bagian pinggang, ketika dipalpasi daerah CVA nyeri, skala nyeri Mc Gill 5. TTV: T:
149/85 mmHg; N: 120x/mnt; RR: 24 x/mnt; S 360C.
Apa masalah keperawatan utama yang dialami pasien?
a. Gangguan rasa nyaman
b. Nyeri akut
c. Coping individu tidak efektif
d. Perubahan nutrisi
b. Kurang cairan tubuh
77. Ny. R.M (47 tahun) dirawat di bangsal bedah, persiapan hysterectomy. Pasien baru
pertama kali dirawat dan dioperasi sehingga nampak cemas dan bertanya tentang
operasi yang akan dilakukan. Tanda vital: T: 130/80 mmHg; N: 108 x/mnt; P: 24 x
/mnt; S 36.50 C.
pa tindakan interdependent perawat dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien?
a. Meminta dokter menjelasan kepada pasien tentang jenis, prosedur operasi dan
dampaknya bila tidak dilakukan operasi
b. Memberikan pendidikan kesehatan tentang jenis operasi, prosedur, persiapan
nutrisi, kulit, dan persiapan usus serta latihan napas dalam, batuk dan latihan kaki
c. Menyiapkan waktu khusus untuk memberi kesempatan kepada pasien
mengeksplorasikan perasaannya dan mencari alternatif pemecahan masalah
bersama pasien
d. Memberikan penjelasan kepada pasien tentang jenis dan prosedur operasi,
manfaat operasi, dan dampak bila tidak dilakukan operasi bagi ibu dan keluarga
a. Mengorientasikan pasien ke seluruh ruangan, ke kamar bedah, dan ke ruangan
lainnya di RS untuk mengadaptasika pasien dengan lingkungan sekitarnya.
78. Tn. L.P berusia 54 tahun dirawat di ruangan bedah post herniotomy. Pasien mengeluh
nyeri, dan panas pada area insisi operasi. Pasien mendapat terapy 3 x 500 mgr
Cefriaxon IV, Ketorolax 1 ampul IV untuk mengurangi nyeri. Dokter meminta
perawat untuk mengangkat jahitan selang-seling pada hari itu.
Bagaimana prosedur paling tepat dalam melakukan tindakan tersebut?
a. Jahitan dilepaskan satu persatu selang seling dengan cara menjepit benang dan
menggunting
b. Benang jahitan harus dijepit dahulu dengan piset chirurgis tarik keatas sedikit
baru digunting
c. Jepit simpul jahitan dengan pinset chirurrgis, tarik sedikit ke atas lalu gunting
benang dibawah simpul.
d. Tekan kulit dekat benang dengan pinset chirrugis yang dibungkus kasa, lalu
gunting benangnya tepat pada simpul
e. Tekan daerah sekitar luka untuk memastikan tidak keluar cairan atau nanah, lalu
benangnya digunting.
79. Ny. Y.B 41 tahun dirawat di ruang Interna wanita untuk dipersiapkan operasi struma.
Post operasi hari pertama dan kedua dirawat di ruangan HCU. Perawat menerima
pasien di ruangan rawat pada hari ketiga ketika sudah bisa dilakukan perawatan luka.

Terapy yang didapat adalah Cefotaxim 2 x 1 gram IV; dan Ketorolax injeksi 1 ampul
IV.
Apa saja yang perlu dievaluasii pada luka pasien tersebut setelah membuka balutan?
a.
b.
c.
d.

Apakah ada darah atau cairan lainnya pada balutan yang baru dibuka
Observasi kondisi luka, kultur luka, drainase/drainnya jika terpasang
Amati integritas subcutis, kemerahan, bengkak, nanah/cairan, drainnya
Kaji apakah terjadi nyeri sekitar luka, panas, bengkak, dan dainasenya
e. Perhatikan reaksi pasien saat luka dibuka, apakah pasien meringis dan kondisi
luka

80. Seorang wanita (18 tahun) post operasi Appendectomy dengan Laparatomy karena
Appendic Infiltrat Generalisata hari ke 2.Tanda-tanda vital (TTV): T: 110/70 mmHg;
N: 80 x/menit; P: 26 x/menit; S: 36.2 0 C. Pasien tidak mau ganti posisi karena takut
sakit, saat ini pasien tidur dengan posisi terlentang dan nampak apatis.
Mengapa tindakan napas dalam dan batuk efektif bagi pasien perlu dilakukan segera?
a. Napas dalam menambah ekspansi paru dan batuk efektif mengeluarkan lendir.
b. Pasien menjadi tenang dengan tindakan napas dalam dan batuk mengeluarkan
lendir,
c. Tindakan tersebut sudah merupakan paket tindakan bagi pasien-pasien post
operasi
d. Immobilisasi menyebabkan pengembangan paru terhambat dan mudah terjadi
infeksi
b. pengembangan paru menurun dan statis secret bila tidak mobilisasi sehingga
memicu terjadinya pneumona.
81. Seorang bapak (65) tahun datang ke klinik keperawatan pagi-pagi sekali karena
mengeluh sesak napas yang sangat hebat. Perawat memperhatikan cuping hidungnya
mengembang saat bernapas, ada bunyi wheezing yang keras saat ekspirasi. TTV: P:
42 x /menit, T: 150/95 mmHg; N: 120 x/menit, S: 370 C
Apa tindakan pertama perawat yang paling tepat untuk mengurangi dyspnea?
a. Memasang oksigen canule sesuai instruksi dokter dan beri posisi nyaman
b. Beri posisi miring dan minta pasien untuk bernapas dalam
c. Tinggikan kepala tempat tidur 60-900 dan biarkan pasien sandar ke depan
d. Tinggikan kepala dengan cara diganjal 1 bantal dan beri O2 via nasal kanul.
e. Atur posisi kepala lebih tinggi 15-300 dan beri Oksigen masker
82. Seorang ibu ( 20 tahun) dirawat di ruang interna. Saat dikaji pasien mengatakan
muntah 5 kali berisi makanan dan air; buang air besar 7 kali encer. Turgor: agak jelek,
mata cekung, bibir kering, mukosa mulut kering, dan pasien mengeluh haus, bila
minum muntah. T: 90/60 mmHg; N: 120 x/mnt; S: 38.8 0 C. Terapi medis : infus : 1
RL dalam 1 jam, selanjutnya 2RL dan 1 NaCl 0.9% per 24 jam tetapi pasien menolak
dipasang infus karena takut sakit.
Bagaimana pendekatan perawat agar pasien bersedia dipasang infus?
a. Melakukan kontrak dengan pasien untuk menjelaskan tujuan, dan prosedur
tindakan
b. Mengkonsulkan pasien ke perawat yang lain yang sama nilai-nilai dan keyakinan
c. Merujuk pasien ke rumah sakit yang lain dengan menandatangani surat
pernyataan
d. Menawarkan pada pasien agar dokter yang melakukan pemasangan infus

e. Meminta perawat yang lebih senior dan lebih ahli dalam menangani masalah
tersebut

83. Seorang Bapak (45 Tahun) dirawat karena gagal ginjal kronik (GGK). Pasien
mengeluh pusing, anoreksia, nausea dan vomitus sejak satu minggu yang lalu. Urin
output = 40 cc/24 jam; T= 170/100mmHg; N= 84 x/mnt; S= 36 oCelcius; Edema
positif pada wajah dan kaki; Hb= 7.29 gr/dl. Dokter meminta perawat untuk
pemeriksaan fungsi ginjal ureum, creatinin dan CCT.
Bagaimana prosedure yang paling tepat Saat mengumpulkan urin untuk tes tersebut?
a. Minta pasien buang air kecil di kamar mandi, berhenti di tengah tadah urine pada
wadah seril dan lanjutkan BAK
b. Memberikan wadah steril kepada pasien dan minta pasien menampung urine di
dalam wadah tersebut, dan diberi labiel
c. Minta pasien dan keluarga tampung urine 24 jam sejak jam 06.00 pagi sampai
jam 06.00 pagi hari berikutnya pada botol yang tersedia
d. Minta pasien dan keluarga untuk bekerja sama dengan perawat dalam
menampung urine selama 24 jam untuk pemeriksaan
e. Perawat membersihkan vagina dan perineum dengan kapas sublimat 3 kali, lalu
minta pasien BAK pada wadah steril
84. Seorang wanita (20 tahun) dirawat di ruang interna, karena sesak. Diagnosa medik
gagal jantung kongestif. Saat dikaji pasien nampak masih sesak napas; pernapasan: 36
x/mnt dan ada cuping hidung; kedua tungkai edema. Hasil pemeriksaan fisik: JVP: 8
cm; N: 96 x/mnt; HR: 100x/mnt; T: 100/60 mmHg; Suhu: 36.6 0 C. Point of maksimal
impuls bergeser ke kiri, sela iga ke VI
Apa data tambahan yang perlu dikaji untuk menegakan masalah keperawatan :
gangguan pertukaran gas?
a.
b.
c.
d.
e.

Auskultasi suara paru untuk memastikan apakah terjadi odem paru


Batuk yang mengeluarkan dahak berwarna putih kekuningan
Kaji BB untuk memastikan adanya peningkatan atau tidak
Ukur lingkar perut untuk menentukan terjadi asites atau tidak
Palpasi hepar untuk menentukan apakah ada pembesaran hepar
85. Seorang Ibu (38 Thn) menderita hypertensi essensial datang ke klinik dengan keluhan
tegang pada daerah leher. TD = 170/100 mmHg, Nadi = 108 x/mnt. Perawat
memberikan penyuluhan tentang manajemen non terapeutik hipertensi, termasuk diit
rendah garam. Pasien keberatan untuk diit rendah garam dan bertanya: Apa
pentingnya diit tersebut?
Apa jawaban perawat yang tepat agar pasien mematuhi diit yang dianjurkan

a.

Garam memacu pelepasan hormon-hormon yang sifatnya menahan air

b.
c.
d.

Garam meningkatkan kegiatan katabolik sel sehingga meningkatkan metabolisme


Garam meningkatkan sirkulasi volume darah akibat sifatnya menahan air
Garam akan mengakibatkan retensi air sehingga volume cairan sirkulasi menurun
e. Garam menyebabkan Retensi ion ion sodium dengan demikian air ditahan.

86. Seorang ibu (41 tahun) terbangun disuatu malam karena sakit dada yang hebat.
Pasien langsung dibawa ke RS, karena dengan minum tablet nitroglycerin dengan
jarak waktu 5 menit dua kali sakitnya tidak menurun. Ny. B sesak dan tensi : 90 / 50
mmHg; N: 124 x/menit; RR: 26 x/mnt; S: 370C. Medical management meliputi: Bed
side ECG Monitoring; O2 nasal canule; Bed rest total; Morphin Sulfate 10 mg / SC
Apa alasan ilmiah Bed rest total untuk pasien??
a. Mencegah integrasi trombus sehingga supply darah ke jantung meningkat dan
iskemia berkurang
b. Menurunkan tekanan darah, sehingga beban kerja otot jantung berkurang,
kebutuhan oksigen berkurang
c. Memberi kesempatan terbentuknya sirkulasi kolateral sehingga supply ke
myocard meningkat dan infark sembuh
d. Mengurangi kekuatan dan frekwensi kontraksi jantung sehingga tuntutan
kebutuhan O2 myocard menurun
e. Meningkatkan supply oksigen ke myocard karena kerja jantung diistirahatkan
dengan menurunkan cardiac out put
87. Seorang pria berumur 50 tahun dirawat di Rumah Sakit Sehat Sejahtera sejak 1
Minggu dengan keluhan post operasi Batu buli buli ,TD 110/70,S=36C, N 80 x / mt,
saat ini masih terpasang dower Catheter , sehingga klien perlu dilakukan latihan
blader traning
Apakah tujuan dari bladder training ..............?
a. Untuk melatih pernapasan
b. Melancarkan pengeluaran urine
c. Untuk memperbaiki posisi catheter
d. Menguran gi perasaan ingin berkemih
e. Mengembalikan tonus otot dari kandung kemih
88. Seorang perempuan berumur 39 Tahun diantar oleh anaknya dan masuk Rumah Sakit
dengan keluhan kepala pusing ,tubuh sebelah kanan lemah tidak dapat digerakkan
sejak 2 hari yang lalu ,TD 170/110,nadi 88 x / mt, suhu 36 c, kekuatan otot 2222,
Klen tampak lemah, semua kebutuhan ADL dibantu
Apakah diagnosa keperawatan yang muncul setelah data dapat dianalisa ?
a. Intoleransi Aktivitas
b. Gangguan Pola Nafas
c. Gangguan Pola Tidur
d. Gangguan Perpusi Jaringan : Cerebral
e. Nutrisi Kurang dari kebutuhan Tubuh

89. Seorang laki laki berumur 47 Tahun ,masuk rumah sakit setia bakti pada tanggal 24
Maret 2013 dibawa oleh keluarganya dengan keluhan habis jatuh di kamar mandi dari
hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 170/110,Suhu 37 c,RR 23 x / mt, klien sering
menguap dan lebih banyak tertidur , gelisah , badan lemah ,kaki dan tangannya tidak
dapat digerakan terutama yang sebelah kiri dan semua kebutuhan ADL dibantu,
Apakah yang harus diperhatikan dalam pengkajian pada pasien ini ?
a. Tingkat Kesadaran
b. Aktivitas
c. Sleep and Rest
d. Nutrisi
e. Cairan dan Elektrolit
90. Seorang laki laki berumur 35 Tahun ,setelah dirawat di bangsal kamboja dengan
keluhan buang air sudah 10 kali dengan konsistensi cair klien tidak mau makan dan
minum sehingga klien tampak lemah dan mata cekung ,disertai turgor kulit menurun
setelah dianalisa ditemukan Kekurangan volume cairan
Apakah intervensi yang dapat diberikan pada klien ini .......?
a. Berikan posisi setengah duduk
b. Anjurkan klien untuk istirahat
c. Berikan banyak makanan cair
d. Berikan kompres hangat
e. Berikan tehnik relaksasi
91. ....
a. Berikan posisi setengah duduk
b. Anjurkan klien untuk istirahat
c. Berikan banyak makanan cair
d. Berikan kompres hangat
e. Berikan tehnik relaksasi
Apakah Diagnosa keperawatan yang ditemukan dalam klien ini ?
a. Gangguan Pola nafas
b. Gangguan mobilitas
c. Intoleransi Aktivitas
d. Gangguan pola Tidur
e. Bersihan jalan napas
92. Seorang laki laki umur 45 tahun datang ke klinik abadi dengan keluhan ada luka di
telapak kaki kanan ,terdapat luka berukuran 2x 3 x 1 cm,warna hitam dan bau, serta
banyak pus dan klien membawa hasil lab dengan gula darah 300/ mdl
Apakah yang perlu di lakukan saat melakukan intervensi yang tepat pada klien ini ?
a. Rawat luka
b. Berikan posisi yang aman

c.
d.
e.

Anjurkan Diet yang tepat


Observasi keadaan luka
Anjurkan istirahat yang cukup

93. Seorang laki-laki berusia dirawat dengan diagnosis post operasi Apendiktomy hari ke
3. Hari ini akan dilakukan perawatan luka. Keadaan luka bersih, tidak ada tanda-tanda
infeksi.
cairan apakah yang paling tepat digunakan untuk merawat luka?
a. Bethadin 10 % diencerkan
b. Yodium Tintur
c. Alkohol 70 %
d. Na Cl 0,96 %
e. Alkohol 90 %
94. seorang perempuan ber usia 45 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Klien
didiagnosa open fraktur femur. Pasien akan dilakukan tindakan operasi Pasien
mengatakan sangat cemas dan takut kalau operasinya gagal. Dari pengukuran TTV
didapatkan TD : 130/80 mmHg, Nadi : 90 x/mnt , S : 36oC
Apakah jawaban perawat yang paling tepat untuk mengurangi rasa cemas dan takut
pada pasien tersebut ?
a. Ibu, luka ibu tidak merusak tulang
b. Ibu tidak akan merasa sakit, karena mendapat obat dibius
c. Saat dioperasi ibu akan tidak sadar karena sudah diberikan obat bius
d. Ibu bisa berdoa
e. Ibu, dokter yang menangani dengan tim sudah sering mengambil tindakan
operasi
95. seorang laki-laki usia 35 tahun, pasien didiagnosis Bronkitis kronis, Pasien mengeluh
sesak, setelah dilakukan pengukuran TTV didapatkan hasil TD : 150/90 mmHg, Nadi
: 120 x/mnt, S : 370C, R: 35x/menit
Apakah tindakan yang paling tepat yang diberikan pada pasien tersebut ?
a. Melakukan pemeriksaan fisik thorak
b. Memberikan Oksigen
c. Memberikan cairan
d. Melakukan perekaman EKG
e. Memberikan tranfusi darah
96. seorang perempuan 56 tahun di rawat di ruang dahlia, pasien didiagnosis Asma
bronchial, Pasien mengeluh sesak, setelah dilakukan pengukuran TTV didapatkan
hasil TD : 150/90 mmHg, Nadi : 120 x/mnt, S : 370C, R: 35x/menit
Apakah tindakan mandiri keperawatan yang paling tepat pada pasien tersebut ?
a. Memberikan posisi kepala lebih rendah dari kaki
b. Fowler tungkai rendah
c. Kepala lebih tinggi, tungkai datar
d. Semi fowler
e. Kepala lebih rendah dan tungkai ditinggikan

97. seorang laki-laki berusia 32 tahun muntaber sejak pukul 07.00. Karena lokasi jauh,
pasien baru tiba dirumah sakit 28 jam setelah kejadian. Setiba di rumah sakit langsung
dikaji oleh Perawat B, diperoleh data sbb: kesadaran somnolen, sejak kejadian pasien
diare 6 kali (masing-masing gelas aqua), muntah 4 kali (masing-masing gelas
aqua), minum 10 gelas aqua, setelah dipasang kateter keluar urin 200 cc warna kuning
pekat, tekanan darah 90/ 50 mmHg, nadi 104 kali per menit, pernafasan 26 kali
permenit, creatinin serum 1,4 g/dl, BUN = 24 g/dl. BB = 60 Kg. Diagnosa medis
GGA. Keterangan 1 gelas aqua = 240 cc)
Apakah tindakan mandiri keperawatan yang paling tepat pada pasien tersebut
a. Berikan minum air sebanyak mungkin untuk rehidrasi oral
b. berikan protein ekstra untuk mencegah kehilangan cairan
c. berikan diit tinggi kalori minimal 2100 kkal/ hr
d. cegah hiponatremia dengan diit minimal 3 gr Natrium/ kg BB
e. Hindari pemasangan kateter untuk mencegah infeksi
98. seorang laki-laki pekerja pabrik kayu yang berusia 67 tahun, mempunyai riwayat
batuk produktif yang berlangsung 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturutturut, MRS pada tanggal 5 November 2012, dengan tanda-tanda vital TD: 150/90
mmHg, N:132x/menit, S: 37,5 C, RR: 30x/menit, terdapat nafas cuping hidung klien
batuk berdahak, dahak kental tidak bisa dikeluarkan dengan batuk spontan, klien
mengatakan tidak bisa tidur ketika batuk menyerang, klien hanya tidur 3-4 jam/hari
Apakah diagnosa keperawatan prioritas fpada pasien tersebut ?
a. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Gangguan pola tidur
c. Gangguan rasa nyaman
d. Bersihan jalan nafas tidak efektif
e. Kurang volume cairan dari kebutuhan tubuh
99. Tn H (19 thn) dirawat di ruangan ICU Kupang karena mengalami GGA. Pasien
masuk IGD dengan keluhan utama muntaber selama 1 hari. Sebelumnya pasien
berpiknik di Lasiana dan mengkonsumsi makanan yang sudah dingin dan pedis.
Apa hubungan muntaber dan gagal ginjal akut pada Tn.H?
a. Muntaber menyebabkan perfusi ke ginjal menurun, renin anngiotensin digiatkan,
retensi cairan, oliguria, dan GGA
b. Muntaber menyebabkan perfusi glomerulus menurun, iskhemia, renin dilepas,
vasokonstriksi , GFR menurun, oliguria dan GGA
c. Muntaber mengakibatkan vasokonstriksi renal akibat pelepasan renin,
permiabilitas kapiler menurun dan GGA
d. Muntaber menyebabkan akut tubular nekrosis, pelepasan HB 2 mioglobin,
menyumbat sirkulasi tubulus, oliguria, dan GGA
e. Muntaber menyebabkan pasien mengalami kekurangan volume cairan sehingga
tubuh mengorbankan ginjal agar suply darah diarahkan ke organ vital.

100. Tn. AN (36 thn) masuk IGD sebuah RSU. Alasan MRS: merasa nyeri hebat
(kolik) pinggang yang menjalar ke depan turun ke bawah tetapi tidak sampai ke
scrotum. Disertai mual dan mutah serta berkeringat dingin. Keluhan saat masuk: nyeri
bagian pinggang, ketika dipalpasi daerah CVA nyeri, skala nyeri Mc Gill 5. TTV: T:
149/85 mmHg; N: 120x/mnt; RR: 24 x/mnt; S 360C.
Apa masalah keperawatan utama yang dialami Tn AN?
a.
b.
c.
d.
e.

Gangguan rasa nyaman


Nyeri akut
Coping individu tidak efektif
Perubahan nutrisi
Kurang cairan tubuh

101.
Tn. P (49 tahun) dirawat di ruangan Komodo RSU W.Z Johannes Kupang dengan
alasan masuk RS mengeluh sakit kepala dan badan terasa lemah. Saat dikaji pasien
mengatakan masih terasa sakit kepala di bagian tengkuk terutama di pagi hari.Tanda
vital T: 180/120 mmHg; N: 100 x/mnt; RR: 20 x/mnt. Hasil laboratorium: faal ginjal,
hepar masih normal; cholesterol 252 mg/dl; Trigliserida: 190 mg/dl; uric acid: 7.33;
Terapy: Captopril 3 x 25 mg; Nifedipin 3 x 10 mg; Diazepam 3 x 5 mg.
Apa makna dokter memberikan obat Captopril?
a. Menghambat konversi angiontensin I menjadi II sehingga tidak terjadi
vasokonstriksi dan pelepasan hormon aldosteron yang meningkatkan rearbsorbsi
air.
b. Menghambat pelepasan renin dengan demikian menghambat vasokonstriksi
pembuluh perifer dan retensi cairan sehingga tekanan darah menurun
c. Menghambat pelepasan epineprin dan non epineprin sehingga kontraksi jantung
menurun, HR menurun dan tekanan darahpun menurun
d. Impuls Inhibitor ke pusat saraf simpatik digiatkan sehingga tekanan darah
menurun akibat kerja dari nervus vagus yang memvasodilatasi pembuluh darah
e. Meningkatkan kerja ginjal untuk menghambat pelepasan rennin dengan demikian
Cardiac out put menurun, HR menurun sehingga tekanan darah menurun

102. Ny. R.M (47 tahun) dirawat di bangsal bedah, persiapan hysterectomy. Pasien
baru pertama kali dirawat dan dioperasi sehingga nampak cemas dan bertanya tentang
operasi yang akan dilakukan. Tanda vital: T: 130/80 mmHg; N: 108 x/mnt; P: 24 x
/mnt; S 36.50 C.
Apa tindakan interdependent perawat dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien?
a. Meminta dokter menjelasan kepada pasien tentang jenis, prosedur operasi dan
dampaknya bila tidak dilakukan operasi
b. Memberikan pendidikan kesehatan tentang jenis operasi, prosedur, persiapan
nutrisi, kulit, dan persiapan usus serta latihan napas dalam, batuk dan latihan kaki
c. Menyiapkan waktu khusus untuk memberi kesempatan kepada pasien
mengeksplorasikan perasaannya dan mencari alternatif pemecahan masalah
bersama pasien
d. Memberikan penjelasan kepada pasien tentang jenis dan prosedur operasi,
manfaat operasi, dan dampak bila tidak dilakukan operasi bagi ibu dan keluarga
e. Mengorientasikan pasien ke seluruh ruangan, ke kamar bedah, dan ke ruangan
lainnya di RS untuk mengadaptasika pasien dengan lingkungan sekitarnya.
103. Tn. L.P berusia 54 tahun dirawat di ruangan bedah post herniotomy. Pasien
mengeluh nyeri pada area insisi operasi. Pasien mendapat terapy 3 x 500 Cefriaxon
IV, Ketorolax 1 ampul IV untuk mengurangi nyeri. Dokter minta perawat mengangkat
jahitan selang seling pada hari kelima.
Bagaimana cara paling tepat dalam mengangkat jahitan?
a. Jahitan dilepaskan satu persatu selang seling dengan cara menjepit benang dan
menggunting
b. Benang jahitan harus dijepit dahulu dengan piset chirurgis tarik keatas sedikt baru
digunting
c. Jepit simpul jahitan dengan pinset chirurrgis, tarik sedikit ke atas lalu gunting
benang dibawah simpul.
d. Tekan kulit dekat benang dengan pinset chirrugis yang dibungkus kasa, lalu
gunting benangnya tepat pada simpul
e. Tekan daerah sekitar luka untuk memastikan tidak keluar cairan atau nanah, lalu
benangnya digunting.
104. Ny. Y.B 41 tahun dirawat di ruang Interna wanita untuk dipersiapkan operasi
struma. Post operasi hari pertama dan kedua dirawat di ruangan HCU. Perawat
menerima pasien di ruangan rawat pada hari ketiga ketika sudah bisa dilakukan
perawatan luka. Terapy yang didapat adalah Cefotaxim 2 x 1 gram IV; dan Ketorolax
injeksi 1 ampul IV.
Apa saja yang perlu diinspeksi pada luka sebelum dirawat?
a.
b.
c.
d.
e.

Apakah ada darah atau cairan lainnya pada balutan yang baru dibuka
Observasi kondisi luka, kultur luka, drainase/drainnya jika terpasang
Observasi integritas subcutis, kemerahan, bengkak, nanah/cairan, drainnya
Kaji apakah terjadi nyeri sekitar luka, panas, bengkak, dan dainasenya
Perhatikan reaksi pasien saat luka dibuka, apakah pasien meringis dan kondisi
luka

105.
Nn. O.P (18 tahun) post operasi Appendectomy dengan Laparatomy karena
Appendic Infiltrat Generalisata hari ke 2.Tanda-tanda vital (TTV): T: 110/70 mmHg;
N: 80 x/menit; P: 26 x/menit; S: 36.2 0 C. Pasien tidak mau ganti posisi karena takut
sakit, saat ini pasien tidur dengan posisi terlentang dan nampak apatis
Mengapa tindakan napas dalam dan batuk efektif bagi pasien OP perlu dilakukan
segera?
a
b
c
d
e

a.
b.
c.
d.
e.

Napas dalam manambah ekspansi paru dan batuk efektif mengeluarkan lendir,
dengan demikian mencegah terjadinya bronchitis akibat penumpukan lendir
Napas dalam dapat menenangkan pasien dan batuk efektif mengeluarkan lendir,
sehingga tidak terjadi broncho pneumonia pada pasien
Tindakan tersebut sudah merupakan paket tindakan bagi pasien-pasien post
operasi disampinglatihan kaki sehingga tidak terjadi komplikasi pneumonia
Immobilisasi menyebabkan pasien sulit bernapas dengan bebas sehingga
pengembangan paru terhambat dan memudahkan terjadinya infeksi
Immobilisasi berdampak pada menurunnya pengembangan paru dan statis secret
sehingga memicu terjadinya pneumona.

106.
Tn W (65) tahun datang ke klinik keperawatan pagi-pagi sekali karena mengeluh
sesak napas yang sangat hebat. Perawat memperhatikan cuping hidungnya
mengembang saat bernapas, ada bunyi wheezing yang keras saat ekspirasi. TTV: P:
42 x /menit, T: 150/95 mmHg; N: 120 x/menit, S: 370 C
Apa tindakan pertama perawat yang paling tepat untuk mengurangi dyspnea pada
pasien?
Memasang oksigen canule sesuai instruksi dokter dan beri posisi nyaman
Beri posisi miring dan minta pasien untuk bernapas dalam
Tinggikan kepala tempat tidur 60-900 dan biarkan pasien sandar ke depan
Tinggikan kepala dengan cara diganjal 1 bantal dan beri O2 via nasal kanul.
Beri posisi kepala lebih tinggi 15-300 dan beri Oksigen masker
107.
Ny. R ( 20 tahun) dirawat di ruang interna. Saat dikaji pasien mengatakan
muntah 5 kali berisi makanan dan air; buang air besar 7 kali encer. Turgor: agak
jelek, mata cekung, bibir kering, mukosa mulut kering, dan pasien mengeluh haus,
bila minum muntah. T: 90/60 mmHg; N: 120 x/mnt; S: 38.8 0 C. Terapi : infus : 1 RL
dalam 1 jam, selanjutnya 2RL dan 1 NaCl 0.9% per 24 jam tetapi pasien menolak
karena takut sakit.
Bagaimana pendekatan perawat agar pasien bersedia dipasang infus?
a. Melakukan kontrak dengan pasien untuk menjelaskan tujuan, dan prosedur
tindakan
b. Merujuk pasien ke perawat yang lain yang sama nilai-nilai dan keyakinan
c. Merujuk pasien ke rumah sakit lain dengan menandatangani surat pernyataan
d. Meminta dokter sendiri untuk melakukan tindakan pemasangan infus pada pasien
e. Meminta perawat yang lebih senior dan lebih ahli dalam menangani masalah

a.
b.
c.
d.

108.
Ny. N (35tahun) dirawat dengan diagnosa medik gagal ginjal akut (GGA).
Pasien tampak apatis, TD: 190/100 mmHG; pernapasan cepat dan dalam serta
berbau amoniak. Jumlah urine output 300 cc/24 jam. Odem positif, hasil
laboratorium: Ureum: 255 mg/dl; Creatinin: 5.2 mg/dl.
Berapa jumlah Cairan yang harus diberikan pada Ny. N saat ini?
1500 cc/24jam
800 cc/24 jam
1800 cc/24 jam
800-1800 cc/24 jam
e. 1000 cc/24 jam
109.
Tn M (45 Tahun) dirawat karena gagal ginjal kronik (GGK). Pasien mengeluh
pusing, anoreksia, nausea dan vomitus sejak satu minggu yang lalu. Wajah sangat
pucat dan warna kekuningan. Urin output = 40 cc/24 jam; T= 170/100mmHg; N=
84 x/mnt; S= 36oCelcius; edema positif pada wajah dan kaki; Hb= 7.29 gr/dl.
Dokter meminta perawat untuk pemeriksaan fungsi ginjal ureum, creatinin dan
CCT.
Bagaimana cara perawat mengumpulkan urin untuk pemeriksaan Creatinin Clearance
Test?
a. Minta pasien buang air kecil di kamar mandi, berhenti di tengah tadah urine pada
wadah seril dan lanjutkan BAK
b. Memberikan wadah steril kepada pasien dan minta pasien menampung urine di
dalam wadah tersebut, dan diberi labiel
c. Minta pasien dan keluarga tampung urine 24 jam sejak jam 06.00 pagi sampai
jam 06.00 pagi hari berikutnya pada botol yang tersedia
d. Minta pasien dan keluarga untuk bekerja sama dengan perawat dalam
menampung urine selama 24 jam untuk pemeriksaan
e. Perawat membersihkan vagina dan perineum dengan kapas sublimat 3 kali, lalu
minta pasien BAK pada wadah steril

a.
b.
c.
d.
e.

110.
Nn. M.M (20 tahun) dirawat di ruang interna wanita, karena sesak napas. Saat
dikaji nampak sesak napas; pernapasan: 36 x/mnt dan ada cuping hidung; kedua
tungkai edema. Hasil pemeriksaan fisik: JVP: 8 cm; N: 96 x/mnt; HR: 100x/mnt; T:
100/60 mmHg; Suhu: 36.6 0 C. Point of maksimal impuls bergeser ke kiri, sela iga
ke VI
Apa data tambahan yang perlu dikaji untuk menegakan masalah keperawatan :
gangguan pertukaran gas?
Auskultasi suara paru untuk memastikan apakah terjadi odem paru
Batuk yang mengeluarkan dahak berwarna putih kekuningan
Kaji BB untuk memastikan adanya peningkatan atau tidak
Ukur lingkar perut untuk menentukan terjadi asites atau tidak
Palpasi hepar untuk menentukan apakah ada pembesaran hepar

111.
Ny. K (38 Thn) menderita hypertensi essensial datang ke klinik dengan
keluhan tegang pada daerah leher. TD = 170/100 mmHg, nadi = 108 x/mnt.
Perawat memberikan penyuluhan tentang manajemen non terapeutik hipertensi,
termasuk diit rendah garam. Ny. K keberatan untuk diit rendah garam dan
bertanya: Apa pentingnya diit tersebut?
a.
b.
c.
d.
e.

Apa jawaban perawat yang tepat agar Ny K mematuhi diit yang dianjurkan
Garam memacu pelepasan hormon-hormon yang sifatnya menahan air
Garam meningkatkan kegiatan katabolik sel sehingga meningkatkan metabolisme
Garam meningkatkan sirkulasi volume darah akibat sifatnya menahan air
Garam akan mengakibatkan retensi air sehingga volume cairan sirkulasi menurun
Garam menyebabkan Retensi ion ion sodium dengan demikian air ditahan
112.
Ny. B (41 tahun) terbangun disuatu malam karena sakit dada yang hebat. Pasien
langsung dibawa ke RS, karena dengan minum tablet nitroglycerin dengan jarak
waktu 5 menit dua kali sakitnya tidak menurun. Ny. B sesak dan tensi : 90 / 50
mmHg; N: 124 x/menit; RR: 26 x/mnt; S: 370C. Medical management meliputi: Bed
side ECG Monitoring; O2 nasal canule; Bed rest total; Morphin Sulfate 10 mg / SC
Apa alasan ilmiah Bed rest total untuk Ny. B?
a. Mencegah integrasi trombus sehingga supply darah ke jantung meningkat dan
iskemia berkurang
b. Menurunkan tekanan darah, sehingga beban kerja otot jantung berkurang,
kebutuhan oksigen berkurang
c. Memberi kesempatan terbentuknya sirkulasi kolateral sehingga supply ke
myocard meningkat dan infark sembuh
d. Mengurangi kekuatan dan frekwensi kontraksi jantung sehingga tuntutan
kebutuhan O2 myocard menurun
e. Meningkatkan supply oksigen ke myocard karena kerja jantung diistirahatkan
dengan menurunkan cardiac out put
113.
Tn.B (53 tahun) masuk IGD karena mengeluh nyeri dada yang sangat hebat
(pasien sulit menjelaskan kepada perawat). Pasien juga muntah-muntah, dan sekujur
tubuh terasa lemah. Hasil tanda vital: T: 90/50mmHg; N: 128 x/mnt; RR: 28 x/mnt; S:
370C. Perawat segera melakukan ECG 12 lead
Apa saja komponen nyeri yang perlu dikaji perawat untuk menunjang diagnosa nyeri
akut?
a. Kaji kualitas nyeri, lokasi, radiasi,faktor pencetus, lamanya, dan faktor yang
meringankan
b. Kaji riwayat kesehatan masalalu, saat ini, riwayat kesehatan keluarga dan pola
hidup
c. Kaji skala nyeri dengan menggunakan skala Mc Gill atau skala rentang 0-10
d. Kaji faktor pencetus nyeri, ekspresi wajah, faktor yang memperingan dan
memperberat
e. Tanyakan pasien kegiatan yang dilakukan sebelum nyeri dan apa saja tindakan
awal

a.
b.
c.
d.

114. Tn.A (69 tahun) dirawat di ICU karena mengalami shock akibat perdarahan.
TTV: T: 100/50 mmHg; N: 124 x/mnt; P: 25 x/mnt; S: 36 0C. Dokter
menginstruksikan untuk memberikan cairan intra vena karena pasien tersebut
kekurangan cairan ubuh. Pasien memiliki vena yang keras dan kaku sehingga
penusukan pada lengan kanan dan kiri gagal dan bengkak.
Prinsip etika manakah yang tidak diperhatikan perawat dalam tindakan pemasangan
infus ?
Veracity
Nonmaleficience
Beneficence
Nonbeneficence
e.
Respect
115.
Ny. D (52 tahun) datang berobat ke poliklinik DM dengan keluhan sering
buang air kecil dan adanya kesemutan pada kaki. Pada pemeriksaan tidak ditemukan
adanya luka, gula darah sesaat 265mg/dl. Ny. D diberikan pendidikan kesehatan
terutama tentang diit dan perawatan kaki.
Manakah pernyataan Ny D. yang menunjukan pemahaman yang tepat tentang
perawatan kaki penderita DM ?
b. Saya lebih baik mengukur dan membeli sepatu di pagi hari agar mendapatkan
ukuran sepaatu yang pas
c. Jika kedinginan, saya tidak menggunakan botol panas untuk menghangatkan,
tetapi saya akan menggunakan pemanas elektrik yang lebih aman.
d. Saya tidak akan berjalan tanpa alas kaki, sekalipun di dalam rumah dengan
lantai yang bersih
e. Jika saya mengalami luka pada kaki, maka perawatannya yaitu dengan cara
dibersihkan dengan alkohol dan di tutup dengan plester yang erat
f. Jika saya duduk dalam waktu yang lama, maka sebaiknya saya duduk posisi kaki
menyilang dengan lutut sebagai tumpuan
116.
Ny O (73 tahun) datang berobat ke poliklinik RSU dengan keluhan sejak
seminggu terakhir sering buang air kecil, banyak makan dan minum, tidak bertenaga
dan berat badan menurun, tidak ada riwayat DM sebelumnya. Pada pemeriksaan
labooratorium didapatkan gula darah sesaat 300mg/dl. Turgor kulit menurun, TD
100/60mmHg, Nadi 104x/menit, RR 24x/menit, Suhu 37.5oC.
Manakah penyebab langsung dari keluhan sering buang air kecil pada Ny O?
a. Diuresis Osmotik
b. Dehidrasi sel
c. Hiperthermia
d. Polidipsi
e. Poliphagia

117.
Ny J. (33 tahun) berobat ke Poli Penyakit dalam dengan keluhan selama 3
bulan terakhir Ny. J selalu merasa lapar dan makan kebih banyak dari biasanyanya,
tetapi mengalami penurunan berat badan sebanyak 6.5kg, tangan gemetar.
Pemeriksaan fisik : suhu 38.3oC, Nadi 110x/menit, RR 24x/menit dan tekanan darah
160/85mmHg. Pada palpasi didapatkan pembesaran kelenjar tiroid. Hasil Lab: T3
350mg/dl dan T4 15.1mg/dl.
Manakah intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengatasi masalah nutrisi
pada Ny J?
a. Anjurkan Ny. J untuk mengkonsumsi makanan rendah garam
b. Anjurkan Ny J untuk mengkonsumsi intake makanan tinggi kalori
c. Anjurkan Ny J untuk mengkonsumsi intake makanan rendah protein
d. Anjurkan Ny. J untuk mengkonsumsi intake makanan rendah lemak
e. Anjurkan Ny. J untuk mengkonsumsi intake makanan tinggi karbohidrat
118.
Ny L (60 tahun) tinggal sendiri di rumahnya. Ny Lila mengalami katarak dan
saat ini sedang dirawat untuk operasi pengangkatan katarak (kanan). Hasil
pengkajian yang dilakukan ditemukan TD 130/70 mmHg, Nadi 86x/menit,
pernapasan 18x/menit. Pengkajian fungsi neurologi, respiratori, kardiovaskuler dan
abdomen menunjukan nilai normal. Ketajaman penglihatan kanan : 20/150, kiri
20/50 dengan menggunakan lensa koreksi.
Manakah pendidikan kesehatan yang tepat bagi Ny. Lila pada fase post operasi?
a. Boleh melakukan kegiatan mengangkat benda, maksimal 10 kg
b. Berbaring pada sisi yang dioperasi (sisi kanan)
c. Tidak dianjurkan untuk memakai kacamata setelah operasi
d. Penggunaan tetes mata dan pelindung mata setelah operasi
e. Meningkatkan kegiatan membaca untuk mengembalikan fungsi mata
119.
Tn X 30 tahun mengalami kecelakaan lalulintas dan dibawa ke rumah sakit. Saat
di terima : Ada perdarahan pada pada mulut, Luka pada derah kepala, Tn Mengeluh
sesak napas, RR 28 kali/menit. Nadi 120 kali / menit, Tensi 130 / 80 mmHg. Setelah
satu hari dirawat , Tn X menunjukkan gejala gangguan kesadaran. Pesanan dokter
pada perawatan, Cek status neurologi sesering mungkin
Manakah cara yang benar saat mengkaji pupil pasien ?
a. Gunakan penlight dan terangi ke dua mata pasien secara bergantian, perhatikan
pupil.
b. Buka Kelopak mata dan observasi pergerakan bola mata pasien dan pupil
c. Minta pasien menggerakan bola matanya mengikut arah cahaya.
d. Buka kelopak mata, terangi dengan pen Light dan lihat perubahan pupil.
e. Terangi kelopak mata, konfrontasi dan lihat pupil.

120. TnS Masuk rumah sakit dengan keluhan, jatuh di kamar mandi, mulut mencong
kiri, ganguan bicara. Setelah di rawat 7 hari, didapatkan data : Dapat menggerakan
jari-jarinya, tdk mampu mengangkat tangan dan kakinya. Terpasang NGT, katheter

dan IVFD. Tekanan darah 120/80. Nadi 60 kali permenit, lemah dan teratur. ADL
dibantu perawat. Keluarga nampak cemas dengan keadaan pasien. Perawat berencana
memberikan latihan mobilisasi pada pasien.
Apa yang harus dilakukan perawat sebelum melakukan latihan mobilisasi pada
pasien?
a.
b.
c.
d.
e.

Mengukur Tanda vital pasien


Menjelaskan Prosedur tindakan pada pasien.
Kaji kekuatan Otot Pasien
Kaji orientasi pasien.
Kaji tingkat kesadaran

121.
Tn X 30 tahun mengalami kecelakaan lalulintas dan dibawa ke rumah sakit.
Saat di terima : Ada perdarahan pada pada mulut, Luka pada derah kepala, Tn
Mengeluh sesak napas, RR 28 kali/menit. Nadi 120 kali / menit, Tensi 130 / 80
mmHg. Setelah satu hari dirawat , Tn X menunjukkan gejala gangguan kesadaran.
Pesanan dokter pada perawatan, Cek status neurologi sesering mungkin.
Manakah cara yang benar saat mengkaji pupil pasien ?
a. Gunakan penlight dan terangi ke dua mata pasien secara bergantian, perhatikan
pupil.
b. Buka Kelopak mata dan observasi pergerakan bola mata pasien dan pupil
c. Minta pasien menggerakan bola matanya mengikut arah cahaya.
d. Buka kelopak mata, terangi dengan pen Light dan lihat perubahan pupil.
e. Terangi kelopak mata, konfrontasi dan lihat pupil.
122. Tn P, umur 28 tahun, dirawat di RS dengan diagnosa HIV/AIDS. Pada pengkajian
ditemukan klien tampak lemah, sesak nafas, menggunakan O2 2 liter, cyanosis pada
perifer dan mukosa bibir. kulit tampak kotor, dermatitis generalisata, tato pada lengan
dan dada pasien. Teraba pembesaran kelenjar limfe, perabaan hangat, terdengar bunyi
Ronchi pada seluruh lapang paru
Apa masalah keperawatan prioritas pada Tn P ?
a. Ketidakefektifan pola jalan nafas
b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
c. Gangguan pertukaran gas
d. Intoleransi aktifitas
e. Defisit perawatan diri

123. Tn. S, usia 35 tahun, dirawat di sebuah RSU dengan diagnose medic TBC Paru.
Keluhan saat ini batuk berlendir dan agak sesak saat bernapas, berkeringat malam
hari, rasa meriang, demam, nafsu makan berkurang. Hasil pemeriksaan fisik
menunjukkan RR= 24 X/mnt, TD= 110/70 mmHg, N= 96 X/mnt, S= 38 0C, terdengar
bunyi ronchi pada lobus kiri dan kanan bawah

Apa tindakan Keperawatan pertama untuk mengatasi masalah tidak efektifnya


bersihan jalan napas pada Tn. S ?
a.
b.
c.
d.
e.

Longgarkan pakaian
Beri posisi semi fowler
Beri O2 kanul 5 liter
Beri latihan batuk efektif
Latihan Napas dalam

124.
Ny. J, usia 30 tahun, dirawat di sebuah RSU dengan diagnosa medik Malaria
Falciparum. Keluhan saat ini menggigil, demam, sakit kepala, mual dan muntah,
nafsu makan menurun. pasien tampak pucat, sclera ikterik, HB= 5 g%. TTV: S= 37,4
0
C, N= 86 X/mnt, TD =100/70 mmHg, RR= 24 X/mnt. Dokter menginstruksikan
untuk transfusi darah 2 bag.
Manakah tindakan mandiri perawat untuk mencegah reaksi alergi saat transfuse ?
a. Konsul unit transfuse darah
b. Kaji tingkat kecemasan pasien
c. Kaji golongan darah pasien
d. Masukan darah secara perlahan
e. Ukur tanda-tanda vital
125. Nn. Y, usia 22 tahun, masuk RSU dengan keluhan demam, mual, muntah, sakit
kepala dan sudah 4 hari tidak BAB. Mulut dan lidah kotor, perut mules. Dokter
mendiagnosa suspect Typhoid Abdominalis. Instruksi dokter adalah tes Widal
Yang manakah spesimen yang dikumpulkan perawat untuk pemeriksaan widal?
a. Feses, darah
b. Darah Vena
c. Urine, feses
d. Darah arteri

126. Pasien laki-laki usia 45 tahun datang ke IGD karena merasa nyeri yang sangat di
dada seperti ditekan benda berat hingga pasien berkeringat banyak dan pingsan, nyeri
dirasakan dimulai dari dada kiri dan menjalar ke bahu kiri sampai dengan lengan
sebelah kiri. Nyeri dirasakan lebih dari 2 jam konsisten. Nyeri timbul ketika pasien
istirahat. Satu tahun yang lalu, pasien pernah mengalami riwayat penyakit serupa,
pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi. Pemeriksaan laboratorium didapatkan
nilai CKMB yang meningkat yaitu 18 U/L. Gambaran EKG menunjukan ST depresi
V3-V5
Dari hasil pemeriksaan kasus di atas kemungkinan Tn. X menderita ....

a.
b.
c.
d.

Angina Pektoris
Infark Miokard Akut
Gagal Jantung Kiri
Gagal Jantung Kanan

127. Seorang laki-laki berusia 55 th datang ke poli dengan alasan kontrol karena
penyakit Hipertensinya, dari anamnesa didapatkan riwayat hipertensi di keluarganya,
pasien sdh mengalami hipertensi sejak 10 tahun yll, klien merupakan perokok dan
peminum alkohol sejak masih remaja, klien sering merasakan tidak nyaman pada
kepala di bagian belakang, dari pemeriksaan fisik didapatkan, BB= 80 kg T= 180/100
mmHg, N= 80 x/mnt kepala normochephal, dari pemeriksaan lab tidak didapatkan
hasil yang abnormal
Faktor pencetus Hipertensi pada pasien diatas adalah..
a. Riwayat keturunan
b. Kegemukan
c. Merokok
d. Alkoholik
128. Seorang Wanita Berusia 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan Nyeri dada
sebelah kiri seperti ditusuk-tusuk menyebar ke leher bawah klavikula dan scapula,
Nyeri bertambah saat bergerak dan merubah posisi, dari anamnesis didapatkan bahwa
klien dengan riwayat penyakit tuberculosis paru klien juga merasakan sesak nafas
pada saat beraktifitas berat pada pemeriksaan leher JVP meningkat, Thorax
didapatkan suara jantung melemah, Friction Rub (+) , ekstremitas bawah edema.
Faktor resiko yang menyebabkan timbulnya keluhan pada kasus diatas adalah
a. Tuberkulosa paru (TB Paru)
b. Gagal ginjal kronik
c. Pembedahan jantung
d. Serangan jantung
129. Pasien Narno mengalami gangguan persarafan, diagnosis keperawatan telah
ditentukan oleh perawat primernya adalah inefektif perfusi jaringan serebral
berhubungan dengan efek peningkatan tekanan intra kranial.
Tindakan keperawatan yang efektif yang sesuai dengan diagnosis di atas adalah.....
a.
b.
c.

Meninggikan posisi kepala


Menjaga keseimbangan cairan
Menjaga kepatenan jalan nafas
d. Monitor tentang irreguler pernafasan
130. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat dengan diagnosa medis asma
bronchial. Dari pemeriksaan didapatkan sesak sejak 3 hr yang lalu, batuk dan dahak
sulit dikeluarkan. RR 30 x/mnt, nafas tambahan wheezing.
Apakah Intervensi Keperawatan mandiri pada kasus di atas?
a. Beri O2 3 lpm
b. Kaji jumlah &warna sputum
c. Atur Posisi semi/fowler
d. Kaji frekwensi nafas

131. Seorang wanita berusia 37th dirawat dg diagnosa medis TB paru. dari hasil
pemeriksaan didapatkan, klien mengeluh sesak, RR 40x/mnt, Dahak berwarna putih
keluar setiap batuk, suara nafas tambahan ronchi, hasil uji tuberkulin positif.
Apakah masalah keperawatan pada kasus di atas?
a. Ketidakefektifan Bersihan Jalan nafas
b. Ketidakefektifan Pola Nafas
c. Gangguan pertukaran gas
d. Resiko Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
132.
Seorang lelaki Tn.A datang ke UGD RSUP dengan keluhan mata bengkak,
tampak kemerahan, nyeri. Dalam pemeriksaan di dapatkan purulen didapatkan
menyebabkan kelopak mata menyatu dalam posisi tertutup terutama saat bangun tidur
pagi hari.
Apakah tindakan prioritas perawat untuk kasus diatas?
a. Memberikan kompres dengan larutan salin
b. Memberikan obat tetes mata
c. Memberikan salep mata
d. Melapor ke dokter
133. Seorang lelaki berusia 25 tahun datang ke IRD RSUP NTB, pengkajian di
dapatkan mata merah bengkak, banyak kotoran di mata, sedikit gatal, dan agak nyeri.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tajam penglihatan 6/6 dan konjungtiva merah. Pasein
didiagnosis Keratitis.
Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
a. Nyeri akut b/d proses inflamasi
b. Resiko infeksi,penyebaran mata ke mata yg tak sakit b/d kurang pengetahuan
c. Gangguan konsep diri b/d status kesehatan
d. Gangguan pola tidur b/d nyeri
134. Tn. F, dirawat karena serosis hepatis, terlihat edema dan ascites, haluaran urin
menurun, TD 90/60mmHg
Dari uraian diatas Program pemberian infus yang sebaiknya adalah.
a. NaCl 3%
b. Albumin
c. Dextrose 40%
d. RL
135. Tn. R 33 tahun dengan perdarahan dan penurunan volume vaskular direncanakan
mendapat terapi poligeline (Haemaccel) 1000ml dalam 8 jam.
Berapa tetes infus harus diberikan kepada Tn. R?
a. 42 tetes/menit
b. 50 tetes/menit
c. 30 tetes/menit
d. 45 tetes/menit
136. Seorang lelaki umur 50 tahun datang ke BKMM dengan mengeluhkan
penglihatan tiba-tiba menurun secara mendadak, timbul pada kedua mata. Klien
sering melihat sinar kilat atau titik hitam di depan mata yang terkena. Klien cemas
karena kondisinya
Apakah data prioritas yang harus di lengkapi pada pengkajian di atas?
a. Tingkat kecemasan pasien
b. Riwayat Rabun Dekat
c. Tekanan Intra Okuler

d. Mata dengan Miopia tinggi


137. Tn. R 33 tahun dengan perdarahan dan penurunan volume vaskular direncanakan
mendapat terapi poligeline (Haemaccel) 1000ml dalam 8 jam.
Berapa tetes infus harus diberikan kepada Tn. R?
a. 42 tetes/menit
b. 50 tetes/menit
c.
30 tetes/menit
d. 45 tetes/menit
138. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat dg diagnosa medis asma bronchial.
Perawat telah melaksanakan implementasi berupa mengkaji pernafasan, atur posisi,
mempertahankan hidrasi, kolaborasi pemberian O2 & nebulizer
Apakah Evaluasi keperawatan pd kasus diatas?
a. Gas darah dalam batas normal
b. Tidak menunjukkan perilaku apatis
c. Tekanan paru dalam batas normal
d. Tidak ada sianosis
139. Seorang laki2 berusia 50 th dirawat di RS dg diagnosa PPOK, dari evaluasi
implementasi bersihan jalan nafas sebelumnya didapatkan Data objektif RR 30x/mnt,
Wheezing dan batuk berdahak masih ada.
Bagaimanakah Penulisan Assesment pada format SOAP?
a. Intervensi Bersihan Jalan nafas belum teratasi
b. Masalah Bersihan jalan nafas belum teratasi
c. Masalah teratasi sebagian
d. Intervensi teratasi masalah tidak ada
140. Seorang laki2 berusia 50th dirawat di RS dg diagnosa medis Efusi Pleura, dari
pemeriksaan didapatkan masalah keperawatan Gangguan pertukaran gas.
Apakah Kriteria hasil dari masalah keperawatan diatas?
a. RR 20-24 x/mnt
b. Tidak ada sekret
c. PH arteri normal
d. Tidak ada wheezing
141. An. V, 7 tahun dibawa ke UGD rumah sakit karena mengalami asthma bronchial
dengan pernafasan cepat dan terdengar wheezing. Kemudian diprogramkan untuk
pemberian epineprin
Tujuan Pemberian efineprin pada kasus di atas
a. Pencegahan produksi histamine
b. Relaksasi otot bronchus
c. Mengencerkan sekresi bronkus
d. Menurunkan inflamasi bronchial
142. Seorang wanita umur 20 tahun datang ke poli mata,dengan keluhan kelopak
merah,bengkak, sukar di buka. Didapatkan kornea keruh,bilik mata keruh.
Apakah masalah keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?
a.
b.
c.

Nyeri akut
Gangguan penglihatan
Ansietas
d. Gangguan citra tubuh
143. Seorang Laki-laki berusia 43 tahun dirawat di bangsal Cempaka RSUP NTB
dengan keluhan bengkak pada wajah dan kaki. Klien juga mengeluh pusing, cepat

lelah dan tidak ada napsu makan. Sebelumnya klien pernah dirawat dengan diagnose
glomerulonefritis. Dari hasil pemeriksaan didapatkan proteinuria massif,
hipoalbuminemia, dan hiperlipidemia
Bagaimanakah tindakan keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Memberikan makanan dalam keadaan hangat dengan porsi kecil tapi sering
b. Menganjurkan klien istirahat/tirah baring pada saat oedema masih terjad
c. Mengajarkan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi pusing
d. Mengobservasi tanda-tanda vital tiap 4 jam
e. Menimbang berat badan klien
144.
Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di RSUP NTB dengan keluhan
nyeri pada pinggang, wajah dan kakinya bengkak, miksi berdarah. Ia juga mengeluh
pusing dan cepat lelah. Untuk memastikan lokasi nyeri dilakukan pemeriksaan dan
didapatkan adanya nyeri tekan palpasi pada area kostovertebra yang menjalar ke
pinggang dan perut. Pada pemeriksaan urine di dapatkan kadar BUN dan kreatinin
meningkat.
Apakah Masalah Keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Resiko Tinggi Kejang
b. Kelebihan Volume Cairan
c. Ganggan Rasa Nyaman: Nyeri
d. Gangguan Activity Dailiy Living (ADL)
e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
145.
Ny R , 30 Tahun, dibawa ke IGD RSU Mataram dengan keluhan awalnya
merasa gatal-gatal bagian tangan dan leher, lama kelamaan gatal-gatal tsb menyerang
seluruh tubuh, kemudian timbul eritema, vesikel dan bula, yang kemudian memecah,
klien juga mengeluh badan panas, sakit kepala dan sakit pada tenggorokan. Dari
riwayat penyakit Ny R mengatakan keadaannya seperti ini setelah minum Tetrasiklin.
Manakah Diagnosa keperawatan prioritas yang paling tepat untuk kasus diatas?
a.
b.
c.
d.

Gangguan Persepsi sensori: kurang penglihatan b.d konjungtifitis


Gangguan integritas kulit b.d inflamasi dermal dan epidemal
Resti Infeksi b.d gangguan integritas kulit, port de entry kuman
Resti bersihan jalan nafas tidak efektif b.d reaksi inflamasi
e. Intoleransi aktivitas b.d. kelemahan fisik
146.
Seorang laki-laki 22 tahun dibawa ke IGD setelah jatuh dari pohon mangga.
Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya fraktur terbuka pada daerah Femur,
dengan perdarahan massif. Klien tampak pucat, TD: 90/70 mmHg, N: 80x/mnt. Klien
juga mengeluh nyeri pada daerah fraktur.
Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
a. Menganjurkan untuk Immobilisasi
b. Mengobservasi tanda-tanda vital
c. Memberikan posisi nyaman
d. Menghentikan perdarahan
e. Lakukan Fiksasi Eksterna
147.
Seorang laki-laki berusia 50 tahun didiagnosa GGK, ia akan menjalani terapi
hemodialisa untuk pertama kalinya. Ia terlihat cemas dengan terapi yg akan dijalani.
Apakah Tindakan Keperawatan yang paling tepat diberikan pada kasus diatas?

a. Menjelaskan prosedur pemasangan dan informed consent


b. Mengkaji pengetahuan pasien tentang prosedur hemodislisis
c. Mengkaji pemakaian obat-obatan sebelumnya

d. Mengobservasi tanda-tanda vital


e. Menimbang berat badan pasien
148.
Seorang wanita 32 tahun di rawat di sebuah poliklinik swasta dengan keluhan
demam, menggigil dan nyeri pada daerah kaki. Ia mengatakan lima bulan yang lalu
pernah diioperasi karena adanya patah tulang akibat kll. Ia juga mengeluh kakinya
terasa bengkak dan sulit utk menggerakkan kakinya
Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas?
a. Gangguan pengaturan suhu tubuh: hipertermi b.d infeksi
b. Resiko tinggi infeksi b.d pembentukan abses tulang
c. Nyeri b.d Inflamasi dan Pembengkakan
d. Kerusakan mobilitas Fisik b. d nyeri
e. Resiko cedera b.d rapuhnya tulang
149.
Seorang perempuan 48 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sakit/nyeri
pada persendian, terutama saat bergerak. Ia mengeluh nyeri dan kaku lebih terasa
pada pagi hari. Ia di diagnosa reumatiod arthritis.
Manakah langkah pertama dari program penatalaksanaan rematoid arthritis pada kasus
diatas ?
a. Menganjurkan untuk melakukan kompres hangat pada daerah sendi yang sakit
b. Memberikan penkes tentang penyakit klien dan program pengobatan
c. Melakukan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri
d. Menjelaskan tentang diet khusus utk rematoid artritis
e. Menganjurkan klien lebih banyak beristirahat
150.
Seorang anak 8 tahun dirawat di ruang ICU dengan keluahan tiba-tiba
kejang ,suhu badan tinggi dan mengalami penurunan kesadaran. Sebelumnya anak tsb
mengeluh sakit kepala dan demam. Dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya
tahanan pada kepala saat difleksikan, kaku kuduk, tanda kernig dan brudzinski +, dan
fontanel menonjol.
Apakah Pemeriksaan laboratorium khas yang harus dilengkapi pada kasus diatas ?
a. Pemeriksaan darah lengkap
b. Pemeriksaan urine lengkap
c. Analisis cairan otak
d. CT Scan kepala
e. Rontgen Paru
151.
Seorang laki-laki 58 tahun di rawat diruang Urologi. Pasien tsb dijadwalkan
untuk menjalani tes urine 24jam yang dimulai pada pukul 08.00 pagi dihari pertama
dan berakhir pada pukul 08.00 pagi dihari kedua.
Apakah Instruksi yang paling tepat yang harus dilakukan perawat kepada pasien ?
a. Membuang spesimen pukul 08.00 pagi hari -kedua
b. Membuang spesimen pertama dan terakhir
c. Membuang spesimen pukul 08.00 pagi hari -pertama
d. Menyimpan spesimen pukul 08.00 pagi hari -pertama
e. Menyimpan spesimen pertama dan terakhir
152. Ny. N usia 45 tahun dirawat dirumah sakit dengan keluhan batuk berdahak
lebih dari 3 minggu, sesak nafas, nyeri dada, badan terasa lemah, nafsu makan
menurun, berkeringat pada malam hari, pada pemeriksaan fisik didapat suhu badan
meningkat 37.8C, frekuensi nafas 24x/mnt, BB 50 Kg.
Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas

a. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


b. Gangguan pengaturan suhu tubuh : Hipertermi
c. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
d. Gangguan aman nyaman: Nyeri akut
e. Ketidakefektifan pola nafas
153.
Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di RSUP NTB dengan keluhan
nyeri pada pinggang, wajah dan kakinya bengkak, miksi berdarah. Ia juga mengeluh
mual, pusing dan cepat lelah. Untuk memastikan lokasi nyeri dilakukan pemeriksaan
dan didapatkan adanya nyeri tekan palpasi pada area kostovertebra yang menjalar ke
pinggang dan perut. Pada pemeriksaan urine di dapatkan kadar BUN dan kreatinin
meningkat.
Apakah Masalah Keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Gangguan Activity Dailiy Living (ADL)
c. Ganggan Rasa Nyaman: Nyeri
d. Kelebihan Volume Cairan
e. Resiko Tinggi Kejang
154.
Seorang Laki-laki berusia 43 tahun dirawat di bangsal Cempaka RSUP NTB
dengan keluhan bengkak pada wajah dan kaki. Klien juga mengeluh pusing, cepat
lelah dan tidak ada napsu makan. Sebelumnya klien pernah dirawat dengan diagnose
Glomerulonefritis. Dari hasil pemeriksaan didapatkan proteinuria massif,
hipoalbuminemia, dan hiperlipidemia.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Istirahatkan/tirah baring klien pada saat oedema masih terjadi
b. Berikan makanan hangat dengan porsi kecil tapi sering
c. Lakukan tekhnik relaksasi nafas dalam
d. Monitor tanda-tanda vital
e. Timbang berat badan
155.
Seorang laki-laki berusia 50 tahun didiagnosa GGK, ia akan menjalani terapi
hemodialisa untuk pertama kalinya. Ia terlihat cemas dengan terapi yg akan dijalani.
Apakah Tindakan Keperawatan yang paling tepat diberikan pada kasus diatas?
a. Memberikan penjelasan prosedur pemasangan dan informed consent
b. Mengkaji pengetahuan pasien tentang prosedur hemodislisis
c. Mengkaji pemakaian obat-obatan sebelumnya
d. Mengobservasi tanda-tanda vital
e. Menimbang berat badan pasien
156.
Seorang pria 35 tahun di rawat di RS dengan keluhan sakit saat kencing dan
pancaran kencing kecil dan lemah. Pada pemeriksaan fisik dengan palpasi pada penis
didapatkan adanya suatu kelainan akibat fibrosis di uretra, abses dan terbentuknya
suatu fistula. Hasil pemeriksaan uretrografi terlihat adanya penyempitan pada uretra.
Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Gangguan pemenuhan eliminasi urine b/d retensi urine, Obstruksi uretra
b. Nyeri akut bd peregangan dari terminal saraf, disuria, retensi otot prostat
c. Gangguan komsep diri b/d resiko kerusakan organ seksual
d. Resiko tinggi infeksi b/d port de entre luka pascabedah
e. Kecemasan b/d prognosis pembedahan
157.
Seorang wanita , 30 Tahun, dibawa ke IGD RSU Mataram dengan keluhan
awalnya merasa gatal-gatal pada bagian tangan dan leher, lama kelamaan gatal-gatal
tsb menyerang seluruh tubuh, kemudian timbul eritema, vesikel dan bula, yang
kemudian memecah, klien juga mengeluh badan panas, sakit kepala dan sakit pada

tenggorokan. Dari riwayat penyakit wanita trsb mengatakan keadaannya seperti ini
setelah minum Tetrasiklin.
Manakah Diagnosa keperawatan prioritas yang paling tepat untuk kasus diatas?
a. Gangguan Persepsi sensori: kurang penglihatan b.d konjungtifitis
b. Gangguan integritas kulit b.d inflamasi dermal dan epidemal
c. Resti Infeksi b.d gangguan integritas kulit, port de entry kuman
d. Gangguan pengaturan suhu tubuh b.d proses inflamasi
e. Intoleransi aktivitas b.d. kelemahan fisik
158.
Seorang laki-laki berusia 54 tahun mengeluh sering kencing pada malam hari,
terasa sakit dan adanya rasa tidak puas saat kencing. Ia juga mengeluh harus
mengedan saat kencing.
Apakah data yang harus dilengkapi pada pengkajian kasus diatas?
a. Riwayat penggunaan obat-obatan
b. Pemeriksaan colok dubur
c. Jumlah urine yang keluar
d. Tanda-tanda vital
e. Lama keluhan
159.
Seorang laki-laki 22 tahun dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan lalu
lintas. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya fraktur terbuka pada daerah
Femur, dengan perdarahan massif. Klien tampak pucat, TD: 90/70 mmHg, N:
80x/mnt. Klien juga mengeluh nyeri pada daerah fraktur.
Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
a. Menghentikan perdarahan
b. Mengobservasi tanda-tanda vital
c. Menganjurkan untuk Immobilisasi
d. Lakukan Fiksasi Eksterna
e. Memberikan posisi nyaman
160.
Seorang wanita 32 tahun di rawat di sebuah poliklinik swasta dengan keluhan
demam, menggigil dan nyeri pada daerah kaki. Ia mengatakan lima bulan yang lalu
pernah diioperasi karena adanya patah tulang. Ia juga mengeluh kakinya terasa
bengkak dan sulit utk menggerakkan kakinya
Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas?
a. Resiko tinggi infeksi b.d pembentukan abses tulang
b. Kurang pengetahuan mengenai program pengobatan
c. Nyeri b.d Inflamasi dan Pembengkakan
d. Kerusakan mobilitas Fisik b. d nyeri
e. Resiko cedera b.d rapuhnya tulang
161.
Seorang wanita 48 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sakit/nyeri
pada persendian, terutama saat bergerak. Ia mengeluh nyeri dan kaku lebih terasa
pada pagi hari. Ia di diagnosa reumatiod arthritis.
Manakah langkah pertama dari program penatalaksanaan rematoid arthritis pada
kasus diatas ?
a. Menganjurkan klien untuk instirahat
b. Menganjurkan untuk melakukan kompres hangat pada daerah sendi yang sakit
c. Menjelaskan tentang die khusus utk rematoid artritis
d. Meakukan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri
e. Memberikan penkes tentang penyakit klien dan program pengobatan
162.
Seorang anak 8 tahun dirawat di ruang ICU dengan keluahan tiba-tiba
kejang ,suhu badan tinggi dan mengalami penurunan kesadaran. Sebelumnya anak tsb

mengeluh sakit kepala dan demam. Dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya
tahanan pada kepala saat difleksikan, kaku kuduk, tanda kernig dan brudzinski +, dan
fontanel menonjol.
Apakah Pemeriksaan laboratorium khas yang harus dilengkapi pada kasus diatas ?
a. CT Scan kepala
b. Pemeriksaan darah lengkap
c. Analisis cairan otak
d. Rontgen Paru
e. Pemeriksaan urine lengkap
163.
Seorang laki-laki 56 tahun di rawat di RS swasta dengan keluhan mengalami
kelemahan anggota gerak sebelah badan, bicara pelo (tidak jelas) dan tidak dapat
berkomunikasi. Ia mempunyai riwayat hipertensi sejak 12 tahun yang lalu dan DM
sejak 6 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan saraf kranial menunjukkan klien
mengalami kesulitan membuka mulut dan menelan.
Manakah saraf cranial yang mengalami kerusakan ?
a. Saraf I dan II
b. Saraf III dan V
c. Saraf VIII
d. Saraf IX dan X
e. Saraf XII
164.
Seorang laki-laki 23 tahun dibawa ke IGD denga keluhan tidak sadarkan diri
setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Hasi pemeriksaan didapatkan GCS: E:2,V:
2,M : 3, terlihat luka robek di kepala sepanjang 5 cm, TD: 90/70, N:70 x/mnt, RR:
20x/mnt dengan NC.
Apakah implementasi keperawatan awal yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Mempertahankan fungsi CBA
b. Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam
c. Mepertahankan pemberian cairan dan elektrolit
d. Mencegah terjadinya valsava manuver
e. Kolaborasi dalam pemberian analgetik
165.
Seorang pasien 53 tahun dalam perawatan hemodialisa datang ke RS dengan
keluhan sesak nafas. Hasil pemeriksaan didapatkan TD : 200/100 mmHg, N:
110x/mnt dan RR: 36x/mnt. SaO2 pada udara ruangan 89% dan didapatkan oedema
pada kakinya
Intervensi Keperawatan yang pertama pada kasus diatas?
a. Memberikan oksigen
b. Meninggikan bagian kaki tempat tidur
c. Membatasi asupan caiarn pasien
d. Menganjurkan pasien untuk istirahat
e. Mempersiapkan pasien untuk menjalani HD
166.
Seorang laki-laki 58 tahun di rawat diruang Urologi. Pasien tsb dijadwalkan
untuk menjalani tes urine 24jam yang dimulai pada pukul 08.00 pagi dihari pertama
dan berakhir pada pukul 08.00 pagi dihari kedua.
Instruksi yang paling tepat yang harus dilakukan perawat kepada pasien
a. Membuang spesimen pukul 08.00 pagi hari -kedua
b. Membuang spesimen pertama dan terakhir
c. Membuang spesimen pukul 08.00 pagi hari -pertama
d. Menyimpan spesimen pukul 08.00 pagi hari -pertama
e. Menyimpan spesimen pertama dan terakhir

167. Seorang pasien laki-laki 56 tahun telah menjalani TUR (Transurethral prostatic
resection). Ia kembali ke IGD dengan kateter urine indwelling yang masih tersambung
dengan sistem irigasi kandung kemihnya.
Manakah Intervensi Keperawatan yang dapat membantu mencegah spasme kandung
kemih pada kasus diatas
a. Pertahankan aliran irigasi kandung kemih untuk mencegah pembekuan darah
didalam kandung kemih
b. Berikan obat pereda nyeri setiap 2 jam sekali
c. Buang spesimen urine dan pertahankan tekhnik aseptik
d. Berikan infuse cairan dengan cepat selama 6 jam pertama pasca bedah
e. Jepit kateter dengan alat klem setiap 1 jam sekali
168. Seorang pasien 54 tahun menderita gagal ginjal kronis. Ia disarankan utk mulai
menjalani terapi hemodialisis
Instruksi yang manakah yang harus diikutsertakan dalam edukasi pasien tsb?
a. Melakukan pemeriksaan darah dan urin lengkap
b. Mengikuti dengan teratur dan ketat jadwal hemodialisis
c. Mengikuti diet tinggi kalium
d. Membatasi jumlah cairan yang masuk
e. Merubah pola dan gaya hidup
169.
Seorang pasien 60 tahun di rawat di RS dengan keluhan nyeri saat kencing,
dan sering menetes. Ia juga mengeluh kencingnya bercampur darah. Pasien tsb
didiagnosa menderita kanker prostat.
Apakah data prioritas yang harus dilengkapi untuk memonitor progresitivitas penyakit
pasien tsb ?
a. Kadar kreatinin serum
b. Kadar kalium serum
c. Hitung darah lengkap
d. Biopsi prostat
e. Prostate specific antigen (PSA)
170.
Ny. N usia 45 tahun dirawat dirumah sakit dengan keluhan batuk berdahak
lebih dari 3 minggu, sesak nafas, nyeri dada, badan terasa lemah, nafsu makan
menurun, berkeringat pada malam hari, pada pemeriksaan fisik didapat suhu badan
meningkat 37.8C, frekuensi nafas 24x/mnt, BB 50 Kg.
Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Gangguan pengaturan suhu tubuh : Hipertermi
c. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
d. Gangguan aman nyaman: Nyeri akut
e. Ketidakefektifan pola nafas
171.
Seorang laki-laki 53 tahun di rawat di RS dengan keluhan sesak dan nyeri saat
bernafas. Hasil pemeriksaan didapatkan napas cepat dan pendek, terdengar suara
nafas ronkhi dan wheezing. RR: 35x/mnt, tampak adanya penggunaan otot bantu
nafas. Klien mempunyai kebiasaan merokok dan menderita batuk kronis yang lama.
Apakah Intervensi Keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Atur posisi semifowler
b. Berikan terapi intravena sesuai anjuran
c. Lakukan tekhnik relaksasi nafas dalam
d. Kolaborasi pemberian obat bronkodilator
e. Lakukan fisioterapi dada dan ajarkan batuk efektif

172.
Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di RSUP NTB dengan keluhan
nyeri pada pinggang, wajah dan kakinya bengkak, miksi berdarah. Ia juga mengeluh
mual, pusing dan cepat lelah. Untuk memastikan lokasi nyeri dilakukan pemeriksaan
dan didapatkan adanya nyeri tekan palpasi pada area kostovertebra yang menjalar ke
pinggang dan perut. Pada pemeriksaan urine di dapatkan kadar BUN dan kreatinin
meningkat.
Apakah Masalah Keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Gangguan Activity Dailiy Living (ADL)
c. Ganggan Rasa Nyaman: Nyeri
d. Kelebihan Volume Cairan
e. Resiko Tinggi Kejang
173.
Seorang Laki-laki berusia 43 tahun dirawat di bangsal Cempaka RSUP NTB
dengan keluhan bengkak pada wajah dan kaki. Klien juga mengeluh pusing, cepat
lelah dan tidak ada napsu makan. Sebelumnya klien pernah dirawat dengan diagnose
Glomerulonefritis. Dari hasil pemeriksaan didapatkan proteinuria massif,
hipoalbuminemia, dan hiperlipidemia.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Istirahatkan/tirah baring klien pada saat oedema masih terjadi
b. Berikan makanan hangat dengan porsi kecil tapi sering
c. Lakukan tekhnik relaksasi nafas dalam
d. Monitor tanda-tanda vital
e. Timbang berat badan
174.
Seorang laki-laki berusia 50 tahun didiagnosa GGK, ia akan menjalani terapi
hemodialisa untuk pertama kalinya. Ia terlihat cemas dengan terapi yg akan dijalani.
Apakah Tindakan Keperawatan yang paling tepat diberikan pada kasus diatas?
a. Memberikan penjelasan prosedur pemasangan dan informed consent
b. Mengkaji pengetahuan pasien tentang prosedur hemodislisis
c. Mengkaji pemakaian obat-obatan sebelumnya
d. Mengobservasi tanda-tanda vital
e. Menimbang berat badan pasien
175.
Seorang pria 35 tahun di rawat di RS dengan keluhan sakit saat kencing dan
pancaran kencing kecil dan lemah. Pada pemeriksaan fisik dengan palpasi pada penis
didapatkan adanya suatu kelainan akibat fibrosis di uretra, abses dan terbentuknya
suatu fistula. Hasil pemeriksaan uretrografi terlihat adanya penyempitan pada uretra.
Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Gangguan pemenuhan eliminasi urine b/d retensi urine, Obstruksi uretra
b. Nyeri akut bd peregangan dari terminal saraf, disuria, retensi otot prostat
c. Gangguan komsep diri b/d resiko kerusakan organ seksual
d. Resiko tinggi infeksi b/d port de entre luka pascabedah
e. Kecemasan b/d prognosis pembedahan
176.
Seorang wanita , 30 Tahun, dibawa ke IGD RSU Mataram dengan keluhan
awalnya merasa gatal-gatal pada bagian tangan dan leher, lama kelamaan gatal-gatal
tsb menyerang seluruh tubuh, kemudian timbul eritema, vesikel dan bula, yang
kemudian memecah, klien juga mengeluh badan panas, sakit kepala dan sakit pada
tenggorokan. Dari riwayat penyakit wanita trsb mengatakan keadaannya seperti ini
setelah minum Tetrasiklin.
Manakah Diagnosa keperawatan prioritas yang paling tepat untuk kasus diatas?
a. Gangguan Persepsi sensori: kurang penglihatan b.d konjungtifitis

b. Gangguan integritas kulit b.d inflamasi dermal dan epidemal


c. Resti Infeksi b.d gangguan integritas kulit, port de entry kuman
d. Gangguan pengaturan suhu tubuh b.d proses inflamasi
e. Intoleransi aktivitas b.d. kelemahan fisik
177.
Seorang laki-laki berusia 54 tahun mengeluh sering kencing pada malam hari,
terasa sakit dan adanya rasa tidak puas saat kencing. Ia juga mengeluh harus
mengedan saat kencing.
Apakah data yang harus dilengkapi pada pengkajian kasus diatas?
a. Riwayat penggunaan obat-obatan
b. Pemeriksaan colok dubur
c. Jumlah urine yang keluar
d. Tanda-tanda vital
e. Lama keluhan
178.
Seorang laki-laki 22 tahun dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan lalu
lintas. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya fraktur terbuka pada daerah
Femur, dengan perdarahan massif. Klien tampak pucat, TD: 90/70 mmHg, N:
80x/mnt. Klien juga mengeluh nyeri pada daerah fraktur.
Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus diatas ?
a. Menghentikan perdarahan
b. Mengobservasi tanda-tanda vital
c. Menganjurkan untuk Immobilisasi
d. Lakukan Fiksasi Eksterna
e. Memberikan posisi nyaman
179.
Seorang wanita 32 tahun di rawat di sebuah poliklinik swasta dengan keluhan
demam, menggigil dan nyeri pada daerah kaki. Ia mengatakan lima bulan yang lalu
pernah diioperasi karena adanya patah tulang. Ia juga mengeluh kakinya terasa
bengkak dan sulit utk menggerakkan kakinya
Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas?
a. Resiko tinggi infeksi b.d pembentukan abses tulang
b. Kurang pengetahuan mengenai program pengobatan
c. Nyeri b.d Inflamasi dan Pembengkakan
d. Kerusakan mobilitas Fisik b. d nyeri
e. Resiko cedera b.d rapuhnya tulang
180. Seorang wanita 48 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sakit/nyeri pada
persendian, terutama saat bergerak. Ia mengeluh nyeri dan kaku lebih terasa pada pagi
hari. Ia di diagnosa reumatiod arthritis
Manakah langkah pertama dari program penatalaksanaan rematoid arthritis pada
kasus diatas ?
a. Menganjurkan klien untuk instirahat
b. Menganjurkan untuk melakukan kompres hangat pada daerah sendi yang sakit
c. Menjelaskan tentang die khusus utk rematoid artritis
d. Meakukan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri
e. Memberikan penkes tentang penyakit klien dan program pengobatan
181.
Seorang anak 8 tahun dirawat di ruang ICU dengan keluahan tiba-tiba
kejang ,suhu badan tinggi dan mengalami penurunan kesadaran. Sebelumnya anak tsb
mengeluh sakit kepala dan demam. Dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya
tahanan pada kepala saat difleksikan, kaku kuduk, tanda kernig dan brudzinski +, dan
fontanel menonjol.
Apakah Pemeriksaan laboratorium khas yang harus dilengkapi pada kasus diatas ?
a. CT Scan kepala

b. Pemeriksaan darah lengkap


c. Analisis cairan otak
d. Rontgen Paru
e. Pemeriksaan urine lengkap
182.
Seorang laki-laki 56 tahun di rawat di RS swasta dengan keluhan mengalami
kelemahan anggota gerak sebelah badan, bicara pelo (tidak jelas) dan tidak dapat
berkomunikasi. Ia mempunyai riwayat hipertensi sejak 12 tahun yang lalu dan DM
sejak 6 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan saraf kranial menunjukkan klien
mengalami kesulitan membuka mulut dan menelan.
Manakah saraf cranial yang mengalami kerusakan ?
a. Saraf I dan II
b. Saraf III dan V
c. Saraf VIII
d. Saraf IX dan X
e. Saraf XII
183.
Seorang laki-laki 23 tahun dibawa ke IGD denga keluhan tidak sadarkan diri
setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Hasi pemeriksaan didapatkan GCS: E:2,V:
2,M : 3, terlihat luka robek di kepala sepanjang 5 cm, TD: 90/70, N:70 x/mnt, RR:
20x/mnt dengan NC.
Apakah implementasi keperawatan awal yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Mempertahankan fungsi CBA
b. Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam
c. Mepertahankan pemberian cairan dan elektrolit
d. Mencegah terjadinya valsava manuver
e. Kolaborasi dalam pemberian analgetik
184.
Seorang pasien 53 tahun dalam perawatan hemodialisa datang ke RS dengan
keluhan sesak nafas. Hasil pemeriksaan didapatkan TD : 200/100 mmHg, N:
110x/mnt dan RR: 36x/mnt. SaO2 pada udara ruangan 89% dan didapatkan oedema
pada kakinya
Intervensi Keperawatan yang pertama pada kasus diatas?
a. Memberikan oksigen
b. Meninggikan bagian kaki tempat tidur
c. Membatasi asupan caiarn pasien
d. Menganjurkan pasien untuk istirahat
e. Mempersiapkan pasien untuk menjalani HD
185.
Seorang laki-laki 58 tahun di rawat diruang Urologi. Pasien tsb dijadwalkan
untuk menjalani tes urine 24jam yang dimulai pada pukul 08.00 pagi dihari pertama
dan berakhir pada pukul 08.00 pagi dihari kedua.
Instruksi yang paling tepat yang harus dilakukan perawat kepada pasien
a. Membuang spesimen pukul 08.00 pagi hari -kedua
b. Membuang spesimen pertama dan terakhir
c. Membuang spesimen pukul 08.00 pagi hari -pertama
d. Menyimpan spesimen pukul 08.00 pagi hari -pertama
e. Menyimpan spesimen pertama dan terakhir
186. Seorang pasien laki-laki 56 tahun telah menjalani TUR (Transurethral prostatic
resection). Ia kembali ke IGD dengan kateter urine indwelling yang masih tersambung
dengan sistem irigasi kandung kemihnya
Manakah Intervensi Keperawatan yang dapat membantu mencegah spasme kandung
kemih pada kasus diatas?

a. Pertahankan aliran irigasi kandung kemih untuk mencegah pembekuan darah


didalam kandung kemih
b. Berikan obat pereda nyeri setiap 2 jam sekali
c. Buang spesimen urine dan pertahankan tekhnik aseptik
d. Berikan infuse cairan dengan cepat selama 6 jam pertama pasca bedah
e. Jepit kateter dengan alat klem setiap 1 jam sekali
187. Seorang pasien 54 tahun menderita gagal ginjal kronis. Ia disarankan utk mulai
menjalani terapi hemodialisis
Instruksi yang manakah yang harus diikutsertakan dalam edukasi pasien tsb?
a. Melakukan pemeriksaan darah dan urin lengkap
b. Mengikuti dengan teratur dan ketat jadwal hemodialisis
c. Mengikuti diet tinggi kalium
d. Membatasi jumlah cairan yang masuk
e. Merubah pola dan gaya hidup
188.
Seorang pasien 60 tahun di rawat di RS dengan keluhan nyeri saat kencing,
dan sering menetes. Ia juga mengeluh kencingnya bercampur darah. Pasien tsb
didiagnosa menderita kanker prostat.
Apakah data prioritas yang harus dilengkapi untuk memonitor progresitivitas penyakit
pasien tsb ?
a. Kadar kreatinin serum
b. Kadar kalium serum
c. Hitung darah lengkap
d. Biopsi prostat
e. Prostate specific antigen (PSA)
189.
Ny. N usia 45 tahun dirawat dirumah sakit dengan keluhan batuk berdahak
lebih dari 3 minggu, sesak nafas, nyeri dada, badan terasa lemah, nafsu makan
menurun, berkeringat pada malam hari, pada pemeriksaan fisik didapat suhu badan
meningkat 37.8C, frekuensi nafas 24x/mnt, BB 50 Kg.
Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Gangguan pengaturan suhu tubuh : Hipertermi
c. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
d. Gangguan aman nyaman: Nyeri akut
e. Ketidakefektifan pola nafas
190. Seorang laki-laki 53 tahun di rawat di RS dengan keluhan sesak dan nyeri saat
bernafas. Hasil pemeriksaan didapatkan napas cepat dan pendek, terdengar suara
nafas ronkhi dan wheezing. RR: 35x/mnt, tampak adanya penggunaan otot bantu
nafas. Klien mempunyai kebiasaan merokok dan menderita batuk kronis yang lama
Apakah Intervensi Keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Atur posisi semifowler
b. Berikan terapi intravena sesuai anjuran
c. Lakukan tekhnik relaksasi nafas dalam
d. Kolaborasi pemberian obat bronkodilator
e. Lakukan fisioterapi dada dan ajarkan batuk efektif
191.
Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di RSUP NTB dengan keluhan
nyeri pada pinggang, wajah dan kakinya bengkak, miksi berdarah. Ia juga mengeluh
pusing dan cepat lelah. Untuk memastikan lokasi nyeri dilakukan pemeriksaan dan
didapatkan adanya nyeri tekan palpasi pada area kostovertebra yang menjalar ke

pinggang dan perut. Pada pemeriksaan urine di dapatkan kadar BUN dan kreatinin
meningkat.
Apakah Masalah Keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Ganggan Rasa Nyaman: Nyeri
b. Gangguan Activity Dailiy Living (ADL)
c. Kelebihan Volume Cairan
d. Resiko Tinggi Kejang
e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
192.
Seorang Laki-laki berusia 43 tahun dirawat di bangsal Cempaka RSUP NTB
dengan keluahan bengkak pada wajah dan kaki. Klien juga mengeluh pusing, cepat
lelah dan tidak ada napsu makan. Sebelumnya klien pernah dirawat dengan diagnose
glomerulonefritis. Dari hasil pemeriksaan didapatkan proteinuria massif,
hipoalbuminemia, dan hiperlipidemia.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Timbang berat badan
b. Istirahatkan/tirah baring klien pada saat oedema masih terjadi
c. Monitor tanda-tanda vital
d. Berikan makanan dalam keadaan hangat dengan porsi kecil tapi sering
e. Lakukan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi pusing
193. Seorang laki-laki berusia 50 tahun didiagnosa GGK, ia akan menjalani terapi
hemodialisa untuk pertama kalinya. Ia terlihat cemas dengan terapi yg akan dijalani
Tindakan Keperawatan apa yang paling tepat diberikan pada kasus diatas?
a. Mengobservasi tanda-tanda vital
b. Menimbang berat badan pasien
c. Mengkaji pemakaian obat-obatan sebelumnya
d. Memberikan penjelasan prosedur pemasangan dan lakukan penandatanganan
informed consent
e. Mengkaji pengetahuan pasien tentang prosedur hemodislisis
194. Seorang pria 35 tahun di rawat di RS dengan keluhan sakit saat kencing dan
pancaran kencing kecil dan lemah. Pada pemeriksaan fisik dengan palpasi pada penis
didapatkan adanya suatu kelainan akibat fibrosis di uretra, abses dan terbentuknya
suatu fistula. Hasil pemeriksaan uretrografi terlihat adanya penyempitan pada uretra
Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Gangguan pemebuhan eliminasi urine b/d retensi urine, Obstruksi uretra
b. Nyeri akut bd peregangan dari terminal saraf, disuria, retensi otot prostat
c. Kecemasan b/d prognosis pembedahan
d. Gangguan komsep diri b/d resiko kerusakan organ seksual
e. Resiko tinggi infeksi b/d port de entre luka pascabedah
195.
Ny R , 30 Tahun, dibawa ke IGD RSU Mataram dengan keluhan awalnya
merasa gatal-gatal bagian tangan dan leher, lama kelamaan gatal-gatal tsb menyerang
seluruh tubuh, kemudian timbul eritema, vesikel dan bula, yang kemudian memecah,
klien juga mengeluh badan panas, sakit kepala dan sakit pada tenggorokan. Dari
riwayat penyakit Ny R mengatakan keadaannya seperti ini setelah minum Tetrasiklin.
Diagnosa keperawatan prioritas yang paling tepat untuk kasus diatas adalah
a. Gangguan integritas kulit b.d inflamasi dermal dan epidemal
b. Nyeri akut b.d. Agen cedera kimia, inflamasi pada kulit
c. Intoleransi aktivitas b.d. kelemahan fisik
d. Gangguan Persepsi sensori: kurang penglihatan b.d konjungtifitis
e. Resti Infeksi b.d gangguan integritas kulit, port de entry kuman

196.
Seorang laki-laki berusia 54 tahun mengeluh nyeri saat kencing, sering
kencing pada malam hari dan adanya rasa tidak puas saat kencing. Ia juga mengeluh
harus mengedan saat kencing.
Apakah data prioritas yang harus dilengkapi pada pengkajian kasus diatas
a. Jumlah urine yang keluar
b. Tanda-tanda vital
c. Lama keluhan
d. Riwayat penggunaan obat-obatan
e. Pemeriksaan colok dubur utk mengetahui pembesaran prostat
197.
Seorang laki-laki 26 tahun dibawa ke IGD setelah mengalami kll. Setelah
dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya fraktur pada tulang tibia dan fibula, adanya
luka pada daerah fraktur sampai mengenai subkutis.
Secara klinis, derajat patah tulang pada kasus diatas
a. Derajat I
b. Derajat II
c. Derajat III
d. Derajat IV
e. Derajat V
198.
Seorang laki-laki 22 tahun dibawa ke IGD setelah jatuh dari pohon mangga.
Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya fraktur terbuka pada daerah Femur,
klien tampak pucat, TD: 90/70 mmHg, N: 80x/mnt. Klien juga mengeluh nyeri pada
daerah fraktur.
Tindakan yang paling tepat utk fraktur terbuka pada kasus daiatas aadalah
a. Pasang Tournikuet
b. Melakukan Debridemen
c. Immobilisasi
d. Lakukan Fiksasi Eksterna
e. Lakukan Reduksi
199.
Seorang wanita 32 tahun di rawat di sebuah poliklinik swasta dengan keluhan
demam, menggigil dan nyeri pada daerah kaki. Ia mengatakan lima bulan yang lalu
pernah diioperasi karena adanya patah tulang akibat kll. Ia juga mengeluh kakinya
terasa bengkak dan sulit utk menggerakkan kakinya
Diagnosa Keperawatan prioritas pada kasus diatas?
a. Nyeri b.d Inflamasi dan Pembengkakan
b. Kerusakan mobilitas Fisik b. d nyeri
c. Resiko tinggi infeksi b.d pembentukan abses tulang
d. Resiko cedera b.d rapuhnya tulang, kekuatan tulang yang berkurang
e. Kurang pengetahuan mengenai program pengobatan
200.
Seorang wanita 48 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sakit/nyeri
pada persendian, terutama saat bergerak. Ia mengeluh nyeri dan kaku lebih terasa
pada pagi hari. Ia di diagnosa reumatiod arthritis.
Langkah pertama dari program penatalaksanaan rematoid arthritis pada kasus diatas
adalah
a. Menganjurkan klien untuk instirahat
b. Menganjurkan untuk melakukan kompres hangat pada daerah sendi yang sakit
c. Menjelaskan tentang die khusus utk rematoid artritis
d. Meakukan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri
e. Memberikan penkes tentang penyakit klien dan program pengobatan

201.
Seorang anak 8 tahun dirawat di ruang ICU dengan keluahan tiba-tiba
kejang ,suhu badan tinggi dan mengalami penurunan kesadaran. Sebelumnya anak tsb
mengeluh sakit kepala dan demam. Dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya
tahanan pada kepala saat difleksikan, kaku kuduk, tanda kernig dan brudzinski +, dan
fontanel menonjol.
Pemeriksaan laboratorium khas yang harus dilengkapi pada kasus diatas adalah
a. CT Scan kepala
b. Pemeriksaan darah lengkap
c. Analisis cairan otak
d. Rontgen Paru
e. Pemeriksaan urine lengkap
202.
Seorang laki-laki 56 tahun di rawat di RS swasta dengan keluhan mengalami
kelemahan anggota gerak sebelah badan, bicara pelo (tidak jelas) dan tidak dapat
berkomunikasi. Ia mempunyai riwayat hipertensi sejak 12 tahun yang lalu dan DM
sejak 6 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan saraf kranial menunjukkan klien
mengalami kesulitan membuka mulut dan menelan.
Berdasarkan pengkajian saraf kranial pada kasus diatas, klien mengalami kerusakan
saraf cranial berapa
a. Saraf I dan II
b. Saraf III dan V
c. Saraf VIII
d. Saraf IX dan X
e. Saraf XII
203.
Seorang laki-laki 23 tahun dibawa ke IGD denga keluhan tidak sadarkan diri
setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Hasi pemeriksaan didapatkan GCS: E:2,V:
2,M : 3, terlihat luka robek di kepala sepanjang 5 cm, TD: 90/70, N:70 x/mnt, RR:
20x/mnt dengan NC.
Apakah implementasi keperawatan awal yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Mempertahankan fungsi CBA
b. Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam
c. Mepertahankan pemberian cairan dan elektrolit
d. Mencegah terjadinya valsava manuver
e. Kolaborasi dalam pemberian analgetik
204.
Seorang pasien 53 tahun dalam perawatan hemodialisa datang ke RS. Hasil
pemeriksaan TD : 200/100 mmHg, N: 110x/mnt dan RR: 36x/mnt. SaO2 pada udara
ruangan 89%. Pasien mengeluh sesak napas, didapatkan oedema pada kakinya
Intervensi Keperawatan yang pertama pada kasus diatas?
a. Memberikan oksigen
b. Meninggikan bagian kaki tempat tidur
c. Membatasi asupan caiarn pasien
d. Menganjurkan pasien untuk istirahat
e. Mempersiapkan pasien untuk menjalani HD
205. Seorang laki-laki 58 tahun di rawat diruang Urologi. Pasien tsb dijadwalkan
untuk menjalani tes urine 24jam yang dimulai pada pukul 08.00 pagi dihari pertama
dan berakhir pada pukul 08.00 pagi dihari kedua
Instruksi yang paling tepat yang harus dilakukan perawat kepada pasien
a. Membuang spesimen pukul 08.00 pagi hari -kedua
b. Membuang spesimen pertama dan terakhir
c. Membuang spesimen pukul 08.00 pagi hari -pertama

d. Menyimpan spesimen pukul 08.00 pagi hari -pertama


e. Menyimpan spesimen pertama dan terakhir
206. Seorang pasien laki-laki 56 tahun telah menjalani TUR (Transurethral prostatic
resection). Ia kembali ke IGD dengan kateter urine indwelling yang masih tersambung
dengan sistem irigasi kandung kemihnya
Intervensi Keperawatan yang dapat membantu mencegah spasme kandung kemih
pada kasus diatas?
a. Berikan obat pereda nyeri setiap 2 jam sekali
b. Buang spesimen urine dan pertahankan tekhnik aseptik
c. Berikan infuse cairan dengan cepat selama 6 jam pertama pasca bedah
d. Pertahankan aliran irigasi kandung kemih untuk mencegah pembekuan darah
didalam kandung kemih
e. Jepit kateter dengan alat klem setiap 1 jam sekali
207. Seorang pasien 54 tahun menderita gagal ginjal kronis. Ia disarankan utk mulai
menjalani terapi hemodialisis
Instruksi yang manakah yang harus diikutsertakan dalam edukasi pasien tsb?
a. Melakukan pemeriksaan darah dan urin lengkap
b. Mengikuti dengan teratur dan ketat jadwal hemodialisis
c. Mengikuti diet tinggi kalium
d. Membatasi jumlah cairan yang masuk
e. Merubah pola dan gaya hidup
208.
Seorang pasien 60 tahun di rawat di RS dengan keluhan nyeri saat kencing,
dan sering menetes. Ia juga mengeluh kencingnya bercampur darah. Pasien tsb
didiagnosa menderita kanker prostat.
Apakah data prioritas yang harus dilengkapi untuk memonitor progresitivitas penyakit
pasien tsb
a. Kadar kreatinin serum
b. Kadar kalium serum
c. Hitung darah lengkap
d. Biopsi prostat
e. Prostate specific antigen (PSA)
209.
Ny. N usia 45 tahun dirawat dirumah sakit dengan keluhan batuk berdahak
lebih dari 3 minggu, sesak nafas, nyeri dada, badan terasa lemah, nafsu makan
menurun, berkeringat pada malam hari, pada pemeriksaan fisik didapat suhu badan
meningkat 37.8C, frekuensi nafas 24x/mnt, BB 50 Kg.
Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Ketidakefektifan pola nafas
b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
c. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
d. Nyeri akut
e. Hipertermi
210.
Seorang laki-laki 53 tahun di rawat di RS dengan keluhan sesak dan nyeri saat
bernafas. Hasil pemeriksaan didapatkan napas cepat dan pendek, terdengar suara
nafas ronkhi dan wheezing. Klien mempunyai kebiasaan merokok dan menderita
batuk kronis yang lama. RR: 35x/mnt, tampak adanya penggunaan otot bantu nafas.
Apakah Intervensi Keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?
a. Atur posisi semifowler
b. Lakukan fisioterapi dada dan ajarkan batuk efektif
c. Lakukan tekhnik relaksasi nafas dalam
d. Kolaborasi pemberian obat bronkodilator

e. Berikan terapi intravena sesuai anjuran


211.
Seorang ibu membersihkan telinga anaknya yang berusia 2,5 tahun. Ketika
telinga anaknya sedang dibersihkan secara tidak sengaja cotton bud menusuk
membrane thympani sehingga spontan menyebabkan anaknya menangis. Kemudian
setelah diberikan susu anak tersebut tertidur dan berhenti menangis. Ibu si anak ini
memeriksa telinga anaknya dan ternyata telinga anaknya berdarah.
Apakah Jenis trauma yang terjadi berdasarkan kasus di atas ?
a. Tajam
b. Tumpul
c. Kalor
d. Iritattif
e. Trauma benda asing
212. Seorang Laki laki berumur 65 Tahun tiba-tiba terjatuh saat berjalan di taman.
Kemudian di tolong oleh seorang pemuda dan mengeluh telinga kanannya sakit dan
berdengung, ketika dibantu untuk berdiri tiba-tiba laki-laki tersebut terjatuh
kembali,ia mengeluh pusing dan sempoyongan.
Manakah Bagian telinga yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh
a. Vestibulum
b. Koklea
c. Mastoid
d. Membrane timpani
e. Skala timpani
213. Seorang perempuan umur 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing,
tidak bisa tidur sudah 2 hari, telinganya terus mendengung dan terasa penuh,
badannya meriang, lemas. ini dirasakan setelah berenang. Hasil pemeriksaan
diperoleh TD 130/100 mmHg, suhu 38 0C.
Apakah diagnosis utama yang muncul dari kasus di atas ?
a. Gangguan rasa nyaman nyeri
b. Gangguan istirahat tidur
c. Resiko perluasan infeksi
d. Kurang pengetahuan
e. Perubahan pemenuhan nutrisi
214. Seorang laki laki umur 62 tahun datang ke klinik mata di gianyar dengan keluhan
matanya perih kalau saat membaca bahkan sampai keluar air mata dan kepalanya
terasa pusing. Ketika diperiksa dokter ditemukan kekeruhan pada lensa mata sebelah
kanan
Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas ?
a. Katarak
b. Hipermetropi
c. Miopi
d. Presbiopi
e. Nistagmus
215. Pasien datang dengan keluhan pusing, mual, tidak nafsu makan, badan terasa
lemas, persendiannya sakit dan pasien mengatakan sudah 5 hari demam naik turun.
Pasien belum memeriksakan dirinya ke dokter, pasien hanya minum paracetamol yang
beli di warung.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat diberikan pada pasien tersebut ?
a. Terapi cairan
b. Pasang NGT

c. Berikan terapi O2
d. Ajarkan teknik relaksasi
e. Berikan kompres hangat
216. Seorang pasien datang dengan keluhan nyeri pada perut kanan bawah, sudah 2
hari tidak bisa buang air besar. Pasien mengeluh perutnya kembung, nyeri dan sesak.
Ketika dokter memeriksa pada saat ditekan pada perut kanan bawah, pasien
mengerang kesakitan.
Apakah diagnosis yang muncul dari kasus di atas ?
a. Apendiksitis
b. Peritonitis
c. Kolesistisis
d. Kolik abdomen
e. Invaginasi
217. Seorang laki-laki datang ke rumah sakit dengan keluhan tidak nafsu makan sejak
3 hari. Pasien juga mengeluh mual, muntah serta tidak nyaman di perutnya. Tn A juga
mengeluh sejak 2 hari yang lalu buang air besar lebih dari 4 kali perhari.
Apakah rencana keperawatan yang harus dilakukan pada kasus di atas ?
a. Penuhi cairan elektrolit
b. Pantau status nutrisi
c. Pantau frekuensi buang air besar
d. Pantau rasa nyaman
e. Pantau istirahat tidur
218. Seorang pasien sedang dilakukan tindakan hemodialisa. keadaan umum pasien
saat itu gelisah, keringat berlebihan, gemetaran, dengan TD 100/70 mmHg, nadi
88x/mnt
Apakah rencana keperawatan yang harus dilakukan pada kasus di atas ?
a. Pantau cairan elektrolit
b. Pantau status nutrisi
c. Pantau frekuensi buang air besar
d. Pantau rasa nyaman
e. Pantau istirahat tidur
219. Seorang laki-laki bekerja sebagai direktur sebuah perusahaan swasta di Bali.
Aktivitas Tn C setiap harinya hampir selalu padat dengan jadwal-jadwal yang sudah
terorganisir oleh asistennya. Tn C punya riwayat stroke dan didiagnosa pada usia 30
th. Serangan stroke yang dirasakan tersebut pada saat Tn C sedang bekerja
Apakah diagnose yang muncul dari kasus di atas ?
a. Iskemik
b. Hemoragic
c. Silent
d. Incedent
e. Desenden
220. Seorang wisatawan asing datang berobat ke klinik dekat penginapannya. Tourist
tersebut mengeluh badannya panas sejak 3 hari, tubuhnya terasa pegal, kepalanya
pusing serta pasien mengatakan tidak nafsu makan bahkan sering mual.
Apakah intervensi yang akan diberikan kepada taourist tersebut ?
a. Pasang infuse
b. Berikan bantuan pernafasn
c. Berikan situasi yang nyaman
d. Berikan kompre hangat
e. Pasang NGT

221. Pasien post op ORIF fraktur 1/3 femur dekstra hari ke 3, dirawat di ruang
perawatan kelas 1. Pasien tersebut dalam kondisi sadar penuh, TD 120/80 mmHg, N
80 x/mnt, pasien tidak berani bergerak dari tempat tidur padahal dokter sudah
menganjurkan pasien untuk mulai duduk tetapi tidak menggerakkan kakinya, pasien
hanya miring kanan dan kiri saja.
Apakah masalah keperawatan yang muncul dari kondisi di atas ?
a. Gangguan mobilitas fisik
b. Gangguan integritas kulit
c. Pemenuhan nutrisi
d. Perubahan eliminasi
e. Gangguan rasa nyaman
222. Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan kepala pusing, banyak
minum, banyak makan, banyak kencing serta sering kencing pada malam hari. Pasien
juga mengeluh tangannya sering kesemutan apabila bekerja terlalu berat. Hasil
pemeriksaan GDS 165 mg/DL, TD 140/80 mmHg, N 80 x/mnt
Apakah diagnose yang muncul dari kondisi di atas ?
a. Diabetes mellitus
b. Diabetes insipidus
c. GGA
d. GGK
e. Hipertensi
223. Seorang pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit didiagnosa menderita
Benigna Hiperplasia Prostat. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan rektal toucher
dan diperoleh hasil prostate teraba 1-2 cm dengan akumulasi berat berat 10 -25 gram.
Berapakah grade BPH pada kasus di atas ?
a. Grade 1
b. Grade 2
c. Grade 3
d. Grade 4
e. Grade 5
224. Seorang kakek mengalami kelainan bentuk jari tangannya setelah operasi fraktur
digiti 2 dekstra. Kakek menjalani operasi sudah 3 bulan yang lalu. Jari tangan kakek
tersebut bengkok yang secara anatomi bentuknya lurus. Penyatuan jaringan sudah
sempurna, dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi.
Apakah kelainan yang muncul pada kasus di atas ?
a. Deformitas
b. Crepitasi
c. Delayed union
d. Mal union
e. Non union
225.
Seorang laki-laki berusia dirawat dengan diagnosis post operasi
Apendiktomy hari ke 3. Hari ini akan dilakukan perawatan luka. Keadaan luka bersih,
tidak ada tanda-tanda infeksi.
cairan apakah yang paling tepat digunakan untuk merawat luka?
a. Bethadin 10 % diencerkan
b. Yodium Tintur
c. Alkohol 70 %
d. Na Cl 0,96 %
e. Alkohol 90 %

226.

seorang perempuan ber usia 45 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Klien

didiagnosa open fraktur femur. Pasien akan dilakukan tindakan operasi Pasien
mengatakan sangat cemas dan takut kalau operasinya gagal. Dari pengukuran TTV
didapatkan TD : 130/80 mmHg, Nadi : 90 x/mnt , S : 36oC
Apakah jawaban perawat yang paling tepat untuk mengurangi rasa cemas dan takut
pada pasien tersebut ?
a. Ibu, luka ibu tidak merusak tulang
b. Ibu tidak akan merasa sakit, karena mendapat obat dibius
c. Saat dioperasi ibu akan tidak sadar karena sudah diberikan obat bius
d. Ibu bisa berdoa
e. Ibu, dokter yang menangani dengan tim sudah sering mengambil tindakan operasi
227.
seorang laki-laki usia 35 tahun, pasien didiagnosis Bronkitis kronis, Pasien
mengeluh sesak, setelah dilakukan pengukuran TTV didapatkan hasil TD : 150/90
mmHg, Nadi : 120 x/mnt, S : 370C, R: 35x/menit
Apakah tindakan yang paling tepat yang diberikan pada pasien tersebut ?
a. Melakukan pemeriksaan fisik thorak
b. Memberikan Oksigen
c. Memberikan cairan
d. Melakukan perekaman EKG
e. Memberikan tranfusi darah
228.
seorang perempuan 56 tahun di rawat di ruang dahlia, pasien didiagnosis
Asma bronchial, Pasien mengeluh sesak, setelah dilakukan pengukuran TTV
didapatkan hasil TD : 150/90 mmHg, Nadi : 120 x/mnt, S : 370C, R: 35x/menit
Apakah tindakan mandiri keperawatan yang paling tepat pada pasien tersebut ?
a. Memberikan posisi kepala lebih rendah dari kaki
b. Fowler tungkai rendah
c. Kepala lebih tinggi, tungkai datar
d. D.Semi fowler
e. Kepala lebih rendah dan tungkai ditinggikan
229.
seorang laki-laki berusia 32 tahun muntaber sejak pukul 07.00. Karena lokasi
jauh, pasien baru tiba dirumah sakit 28 jam setelah kejadian. Setiba di rumah sakit
langsung dikaji oleh Perawat B, diperoleh data sbb: kesadaran somnolen, sejak
kejadian pasien diare 6 kali (masing-masing gelas aqua), muntah 4 kali (masingmasing gelas aqua), minum 10 gelas aqua, setelah dipasang kateter keluar urin 200
cc warna kuning pekat, tekanan darah 90/ 50 mmHg, nadi 104 kali per menit,
pernafasan 26 kali permenit, creatinin serum 1,4 g/dl, BUN = 24 g/dl. BB = 60 Kg.
Diagnosa medis GGA. Keterangan 1 gelas aqua = 240 cc)
Apakah tindakan mandiri keperawatan yang paling tepat pada pasien tersebut ?
a. Berikan minum air sebanyak mungkin untuk rehidrasi oral
b. berikan protein ekstra untuk mencegah kehilangan cairan
c. berikan diit tinggi kalori minimal 2100 kkal/ hr
d. cegah hiponatremia dengan diit minimal 3 gr Natrium/ kg BB
e. Hindari pemasangan kateter untuk mencegah infeksi
230.
seorang laki-laki pekerja pabrik kayu yang berusia 67 tahun, mempunyai
riwayat batuk produktif yang berlangsung 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun

berturut-turut, MRS pada tanggal 5 November 2012, dengan tanda-tanda vital TD:
150/90 mmHg, N:132x/menit, S: 37,5 C, RR: 30x/menit, terdapat nafas cuping
hidung klien batuk berdahak, dahak kental tidak bisa dikeluarkan dengan batuk
spontan, klien mengatakan tidak bisa tidur ketika batuk menyerang, klien hanya tidur
3-4 jam/hari
Apakah diagnosa keperawatan prioritas fpada pasien tersebut ?
a.

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

b.

Gangguan pola tidur

c.

Gangguan rasa nyaman

d.

Bersihan jalan nafas tidak efektif


e.
231.

Kurang volume cairan dari kebutuhan tubuh


Tn. B. Datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas. Perawat C

melakukan pengkajian. Hasil yang diperoleh : Batuk yang tidak efektif, tidak mampu
mengeluarkan sekresi sputum, RR 28 kali/menit. Irama napas tidak teratur, pada
auskultasi didapatkan suara Ronchi
Diagnosa keperawatan yang paling tepat untuk kasus tersebut adalah :
a. Pola pernapasan tidak efektif
b. Bersihan jalan napas tidak efektif.
c. Gangguan perfusi.
d. Gangguan pertukaran gas.
232.
Tn. B. Datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas. Perawat C
melakukan pengkajian. Hasil yang diperoleh : Batuk yang tidak efektif, tidak mampu
mengeluarkan sekresi sputum, RR 28 kali/menit. Irama napas tidak teratur, pada
auskultasi didapatkan suara Ronchi.
Dari kasus diatas tujuan keperawatan yang ingin dicapai adalah :
a. Mempertahankan jalan napas agar efektif.
b. Mempertahankan pola pernapasan agar kembali efektif.
c. Mempertahankan pertukaran gas.
d. Mempertahankan perfusi jaringan
233. Tn. B. Datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas. Perawat C
melakukan pengkajian. Hasil yang diperoleh : Batuk yang tidak efektif, tidak mampu
mengeluarkan sekresi sputum, RR 28 kali/menit. Irama napas tidak teratur, pada
auskultasi didapatkan suara Ronchi.
Tindakan mandiri yang dilakukan oleh perawat adalah :
a. Latihan napas dalam. Latihan batuk efektif dan fisioterapi dada
b. Pemberian terapi Oksigen tekanan rendah.
c. Pemberian obat pengencer dahak
d. Pemberian obatuk. Bat
234.
Tn.C datang kerumah sakit. Perawat S melakukan pengkajian data yang
dikumpulkan adalah : Dispnoe dan ada usaha napas.ada retraksi dinding dada.
Napas dengan bibir pada ekspirasi yang panjang RR 26 kali/menit. Saturasi
oksigen 80%. Ada sianosis. CRT lebih darri 3 detik serta HB 8 gram /dl.
Diagnosa Keperawatan yang paling tepet untuk kasus diatas adalah :
a. Pola pernapasan tidak efektif

b. Bersihan jalan napas tidak efektif.


c. Gangguan perfusi.
d. Gangguan pertukaran gas.
235.
Tn.C datang kerumah sakit. Perawat S melakukan pengkajian data yang
dikumpulkan adalah : Dispnoe dan ada usaha napas.ada retraksi dinding dada.
Napas dengan bibir pada ekspirasi yang panjang RR 26 kali/menit. Saturasi
oksigen 80%. Ada sianosis. CRT lebih darri 3 detik serta HB 8 gram /dl.
Apabila dilakukan terapi oksigen dengan konsentrasi 6 liter / menit maka
perawat menggunakan
a. Kanule nasal
b. Single face mask.
c. Sungkup muka.
d. Venturi mask.
236.
Prosedur kerjanya adalah : perawat mencuci tangan,Menjelaskan prosedur,
Atur posisi pasien sesuai dengan kondisi, kedua tangan perawat menepuk punggung
pasien secara bergantian untuk merangsang terjadinya batuk. Bila pasien sudah
batuk,berhenti sebentar dan anjurkan menampung sputum pada sputum pot. Lakukan
hingga lender bersih, catat respon yang terjadi, dan mencuci tangan.
Tindakan keperawatan tersebut adalah
a. Vibrating
b. Clapping.
c. Postural Drainage
d. Suction/
237.
Tn B. Usia 45 thn. menderita TBC sudah 5 tahun. Sudah menjalankan
program pengobatan namun putus obat atau tidak sembuh. Saat ini Tn. B. Masuk
rumah sakit. Data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut : BB 45 kg. tidak
ada napsu makan, sesak napas. RR 26 kali / menit. Batuk tidak produktif.
Pergerakan dada tidak simetris. Vocal fremitus meningkat serta suara perkusi
hipersonor.
Dari data tersebut diatas Tn B mengalami komplikasi :
a. Haematothorax
b. Efusi Pleura
c. Pneumothorax
d. Empiemathorasis
238.
Ny.Z. Masuk rumah sakit. Dari hasil wawancara didapatkan data sebagai
berikut :demam, sakit kepala,pusing,pegal pegal, mual muntah, diare. Hasil
pemeriksaan fisik Suhu 39 derajat Celsius. Nadi 88 x/m. Lidah kotor pada bagian
tengah, bagian ujung dan tepi merah serta tremor.
Dari data tersebut diatas sebagai seorang perawat pemeriksaan laboratorium
yang Perlu dianjurkan adalah :
a. TT Malaria.
b. Tes Widal
c. Tes Gula Darah.
d. SGOT / SGPT.
239.
Ny.Z. Masuk rumah sakit. Dari hasil wawancara didapatkan data sebagai
berikut :demam, sakit kepala,pusing,pegal pegal, mual muntah, diare. Hasil
pemeriksaan fisik Suhu 39 derajat Celsius. Nadi 88 x/m. Lidah kotor pada bagian
tengah, bagian ujung dan tepi merah serta tremor.
Prioritas diagnose keperawatannya adalah :
a. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan.

b. Gangguan rasa nyaman nyeri.


c. Personal Hygiene yang kurang.
d. Hipertermi.
240. Ny.Z. Masuk rumah sakit. Dari hasil wawancara didapatkan data sebagai
berikut :demam, sakit kepala,pusing,pegal pegal, mual muntah, diare. Hasil
pemeriksaan fisik Suhu 39 derajat Celsius. Nadi 88 x/m. Lidah kotor pada bagian
tengah, bagian ujung dan tepi merah serta tremor
Obat pilihan untuk kasus diatas adalah
a. Kotrimoksazole
b. Amoxicillin.
c. Chloramphenicol
a. Tetracicline.
241. Tn. G. usia 35 thn. Bekerja sebagai buruh pelabuhan. Sejak seminggu yang lalu
mengeluh pembesaran pada scrotum. Bila batuk atau mengedan benjolan semakin
membesar. Dan bila istirahat benjolan dapat mengecil kembali. Sejak kemarin Tn. G.
mengeluh sakit yang hebat pada daerah benjolan dan tidak dapat mengecil kembali
dengan istirahat. Perawat A melakukan pemeriksaan. Hasilnya ditemukan ; ada
pembesaran di srotum, warna kulit didaerah tersebut menjadi lebih gelap, teraba panas
dan ada nyeri yang hebat saat perabaan.Bising usus tidak terdengar. (-)
Dari data diatas perawat dapat menyimpulkan Tn. G. menderita :
a. Hernia Reponebilis.
b. Hernia Traumatik.
c. Hernia Irreponibilis.
d. Hernia Inkoserata.
242.
Tn. G. usia 35 thn. Bekerja sebagai buruh pelabuhan. Sejak seminggu yang
lalu mengeluh pembesaran pada scrotum. Bila batuk atau mengedan benjolan semakin
membesar. Dan bila istirahat benjolan dapat mengecil kembali. Sejak kemarin Tn. G.
mengeluh sakit yang hebat pada daerah benjolan dan tidak dapat mengecil kembali
dengan istirahat. Perawat A melakukan pemeriksaan. Hasilnya ditemukan ; ada
pembesaran di srotum, warna kulit didaerah tersebut menjadi lebih gelap, teraba panas
dan ada nyeri yang hebat saat perabaan.Bising usus tidak terdengar. (-)
Tn. G. segerah dilakukan Herniotomie. Maka prioritas diagnose keperawatannya
post operasi adalah :
a. Nyeri akut berhubungan dengan insisi bedah.
b. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan
haemoragie.
c. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan primer.
d. Ketakutan / ancietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan.
243.
Untuk mengatasi masalah keperawatan Tn. G. Nyeri akut berhubungan
dengan insisi bedah.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada pasien ?
a. Pantau tanda tanda vital.
b. Berikan terapi analgetik.
c. Selidiki keluhan nyeri, perhatikan lokasi, intensitas (skala 1-5) serta faktor
pemberat /penghilang.
d. Observasi kondisi luka operasi.
244.
Tn.N. datang ke polik Bedah Rs.A. Mengeluh nyeri pada area perut kanan
bawah. Demem dan kekakuan otot. Disertai rasa mual dan muntah. Pemeriksaan
fisik : klien bergerak sangat hati hati, bila berbaring kaki kanan ditekuk untuk

mengurangi kekakuan dan nyeri.Suhu 39 derajat Celsius.Palpasi nyeri tekan pada


perut kwuadan kanan bawah. Lab. Leukositosis.
Menurut saudara. Tn,N. menderita penyakit :
a. Colik abdomen.
b. Apendisitis.
c. Gastritis
d. Thypus abdominalis
245. Bila Tn.N. akan menjalani operasi. Maka perawat harus melakukan informed
consent
Isi dari inform consent adalah :
a. Menjelaskan hak hak klien.
b. Menjelaskan kegagalan operasi yang akan dilakukan.
c. Menjelaskan tentang penyakitnya, termasuk kerusakan jaringan, kemungkinan
komplikasi dan akibat jika tidak dilakukan operasi.
d. Resiko kegahalan operasi
246.
Tn.N. datang ke polik Bedah Rs.A. Mengeluh nyeri pada area perut kanan
bawah. Demem dan kekakuan otot. Disertai rasa mual dan muntah. Pemeriksaan
fisik : Lien bergerak sangat hati hati, bila berbaring kaki kanan ditekuk untuk
mengurangi kekakuan dan nyeri.Suhu 39 derajat Celsius. Palpasi nyeri tekan pada
perut kwuadan kanan bawah. Lab. Leukositosis.
Dari data tersebut diatas perawat menetapkan diagnose keperawatan : Nyeri b/d
distensi jaringan ; Maka Goal objektifnya adalah :
a. Tidak terjadi komplikasi pasca bedah.
b. Nyeri terkontrol, tampak rileks, bisa beristirahat dengan nyaman.
c. Mengetahui proses penyakit.
d. Dapat melaaksanakan instruksi perawat
247. Setelah dilakukan operasi perawat hendaknya melakukan pengawasan /
observasi terhadap klien.
Tindakan yang tidak perlu dilalukan setelah operasi :
a. Observasi keadaan luka operasi. ( balutannya kering atau berdarah )
b. Observasi tanda vital.
c. Observasi efek anastesi.
d. Persiapan fisik dan mental klien.
248. Sebelum suntik pemberian obat kepada klien perlu dilakukan uji kepekaan /
sensitifitas terhadap obat yang akan diberikan
Untuk melaksanakan uji kepekaan dilakukan suntikan dengan cara
a. Intra Muskulair.
b. Intra Cutan.
c. Intra Vena.
a. Sub Cutan
249.
Pasien laki-laki umur 48 tahun datang dengan keluhan perdarahan pada
hidung, pandangan kabur dan mata sering melihat benda ada dua, ada gangguan pada
telinga berupa bunyi mendengung. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pembesaran
kelenjar getah bening pada kedua sisi leher yang tidak dapat digerakkan. Pasien
sering mengeluh batuk dan sesak napas. Dokter mendiagnosa pasien tersebut dengan
Suspect Ca Nasofaring
Gejala apakah yang belum ditanyakan oleh dokter tersebut untuk melengkapi
anamnesanya?
a. Gejala mata
b. Gejala hidung

c. Gejala saraf
d. Gejala telinga
e. Gejala mulut
250. Seorang pasien setelah dilepaskan WSD mengeluh dada sakit, sesak nafas,
jantung berdebar dan Berkeringat pada pemeriksaan fisik didapatkan Ronkhi dan
wheezing pada paru, Tensi 70 per Palpasi, Nadi 110 kali permenit, Kecepatan
Pernapasan 60 kali permenit.
Diagnosa pasien di atas adalah
a. Hematothorak
b. Pneumothorak
c. Efusi pleura
d. Gagal jantung
e. Tension pneumothorak
251.
Ny.A datang berobat ke puskesmas dengan keluhan kurang lebih 4 hari yang
lalu menderita gatal-gatal pada daerah ekstremitas bawah.Karena gatal yang hebat
maka Ny.A menggaruk hingga timbul merah,bengkak,Vesikel dan eksudat.Pada
pemeriksaan fisik luka nampak basah.Menurut cerita,lima hari yang lalu ia
menggantikan detergen yang biasa di pakai untuk mencuci, dengan detergen yang lain
Yang penting anda anjurkan untuk Ny.A adalah :
a. Segera minum obat anti alergi
b. b. Segera Minum obat anti biotika
c. c. Segera Ganti deterjen
d. Segera olesi dengan salf topika
252.
Tn.B usia 35 tahun,diantar keluarganya ke RS setelah satu jam sebelumnya
terkena luka bakar.pada saat pemeriksaan fisik terlihat lokasi luka bakar adalah daerah
perineum dan ekstremitas bawah kiri.Jaringan yang terluka adalah keseluruhan
epidermis dan sebagian dermis.Hasil laboraturium serum elekrolit : natrium,kalium
dan klorida meningkat.BB Tn.B 42 Kg
Menurut karakteristik luka bakar dari smeltzer dan Bruner serta metode Rules of nine
maka luka bakar pada Tn.B dapat dikategorika
a. Grade II B dengan luas luka bakar 54%
b. Grade II B dengan luas luka bakar 37%
c. Grade II B dengan luas luka bakar 40%
d. Semua pernyataan diatas salah
253. Tn.L membawa anaknya Nona C,umur 12 tahun datang ke poliklinik RSU Daerah
setempat dengan riwayat penyakit sbb : Nona C sudah seminggu merasa sakit pada
perut,tidak suka bermain,napsu makan menurun,pucat dan selalu mengeluh
capai(lelah).Nona C juga sering mengeluh sakit pada tulang-tulang.gusinya dan
hidungnya juga sering berdarah.Pada saat pemeriksaan fisik didapat konjumgtiva
pucat,spenomegali,nyeri tekan pada tulang dada,suhu 38,Nadi 72x/menit pemeriksaan
lab ditemukan leucosit 40.000/mm3,trombosit 50.000/mm3,HB :10mg%.kuku jari
tangannya pucat.Anak kelihatan sangat apatis.CRT > 4 detik
Dari data yang ditemukan pada kasus diatas,maka diagnosa keperawatan yg paling
actual dan utama adalah
a. Intoleransi aktifitas b/d kelemahan otot
b. Resti kekurangan volume cairan b/d output berlebihan
c. Resiko infeksi b/d in adekuat system pertahanan tubuh

d. Gangguan perfusi jaringan b/d CO menurun


254.
Tn.A umur 35 tahun diantar ke UGD dengan keadaan lemah,BAB cair >
10x,sakit perut,kembung,mual dan muntah,demam,wajah tampak pucat,dehidrasi serta
turgor kulit jelek,tekanan darah 70/50 mmHg,nadi teraba halus,pernapasan
dangkal,suhu 39.Peristaltik usus meningkat
Berdasarkan data yang ada,apa yang akan anda lakukan pada klien
a. Berikan infuse RL secepatnya guyur
b. Observasi intake dan output secara continue
c. Obervasi ketat tanda vital dan keadaan umum
d. Kolaborasi dengan tim medis untuk pengobatan
255.
Ny A masuk RS dengan keluhan nyeri epigastrium,mual,kembung,muntah
nyeri yang sangat hebat setelah makan makanan berbumbu dan riwayat
melena.Perawat mengidentifikasi Ny.A menderita Gastritis kronik
Dari data diatas menurut anda yang perlu dikaji oleh perawat terhadap Ny.A adalah
a. Gejala terjadi pada waktu kapan,sebelum atau sesudah makan,apa gejala
berhubungan dengan stress,ansietas,alergi atau alcohol,riwayat diet dan jenis diet
yang baru dimakan 72 jam terakhir
b. Bagaimana gejala dapat hilang
c. Pemicu terjadinya keluhan
d. Riwayat penyakit terdahulu
256.
Tn.M berumur 65 tahun datang ke RS di antar keluarga dengan keluhan
keringat dingin,muka pucat,lemah,pernapasan cepat,pada saat pemeriksaan fisik
tercium nafas berbau keton.Keluarga klien mengatakan klien dengan riwayat DM
sejak 5 tahun yang lalu.
Dari ilustrasi diatas diagnosa yang tepat untuk Tn.M adalah
a. Ketoasidosis Diabetic
b. Asidosis metabolic
c. Hipernatrium
d. Hiponatrium
257.
Tn.H berumur 29 tahun.di rawat di RS dengan diagnosa medis
HIV/AIDS.Sejak di diagnosa penyakit yang berbahaya itu klien sering menolak
pengobatan yang diberikan oleh dokter dan tim medis .klien lebih banyak diam,tidak
jarang klien juga tdak pernah memperhatikan pola makannya.klien merasa
sendiri,keluarga dan teman-temannya menjauhi klien.
Sebagai perawat,apa yang dapat anda lakukan untuk klien
a. Memberi support dan memotivasi klien
b. Meminta keluarga untuk sering mengunjungi klien
c. Meminta Pemuka agama untuk memberikan pencerahan pada klien
d. Kolaborasi dengan tim medis untuk pengobatan selanjutnya
258.
Tn. W, 36 tahun dibawa ke RS dengan riwayat 2 minggu mengalami batuk
dengan dahak kental. Pada saat dikaji, klien tampak batuk dengan mengeluarkan
dahak kental, terasa berat di dada sebelah kanan saat bernapas, penurunan taktil
fremitus pada paru kanan bawah, auskultasi paru ditemukan bunyi ronkhi, klien
tampak lemah. Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 70 x/mnt, Suhu 37,0 0C,
Pernapasan 30 x/mnt.
Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus Tn. W diatas?
a. Ketidakefektifan pola napas b.d hiperventilasi

b. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d akumulasi mucus dalam jumlah


berlebihan
c. Intoleransi aktivitas b. d kelemahan, ketidakseimbangan antara suplay dan
kebutuhan oksigen
d. Nyeri akut b.d agens cedera biologis (proses penyakit)
259.
Tn. R, 36 tahun dibawa ke RS dengan riwayat 2 minggu mengalami batuk
dengan dahak susah untuk dikeluarkan. Pada saat dikaji, klien tampak batuk dengan
dahak susah untuk dikeluarkan, terasa berat di dada sebelah kanan saat bernapas,
penurunan taktil fremitus pada paru kanan bawah, auskultasi paru ditemukan bunyi
ronkhi, klien tampak lemah. Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 68 x/mnt, Suhu 36,8
0
C, Pernapasan 26 x/mnt.
Apakah perencanaan tindakan yang harus dibuat oleh perawat untuk menangani kasus
Tn. R tersebut?
a. Kaji kemampuan klien mengeluarkan sekresi
b. Berikan posisi semi/fowler tinggi dan bantu klien latihan napas dalam dan batuk
efektif
c. Lakukan pengisapan (suction)
d. Berikan agen mucolitik
260.
Tn. S, 25 tahun dibawa ke RS untuk mendapatkan pertolongan akibat
kecelakaan lalu lintas yang dialaminya. Pada saat dikaji, klien tampak gelisah,
mengeluh pusing dan sakit kepala, tampak lemah dan berbaring di tempat tidur.
Terdapat hematoma pada kedua mata, sehingga klien tidak dapat membuka matanya.
Klien juga dalam keadaan bingung, dan mengalami disorientasi ringan terhadap
orang, tempat, dan waktu. Tekanan darah 130/80 mmHg, Nadi 80 x/mnt, Suhu 37,2
0
C, Pernapasan 24 x/mnt.
Apakah tindakan yang harus dilakukan untuk menangani pasien tersebut?
a. Memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakanial
b. Memberikan elevasi kepala head up 30O
c. Mengobservasi TTV
d. Memberi 02 nasal / masker
261. Perawat A sedang merawat seorang pasien yang mengalami stroke non
haemoragic untuk pertama kalinya. Pada saat dikaji, klien merasa sulit untuk
berkomunikasi, mulutnya terasa kaku sehingga kata-kata yang ingin diucapkan sulit
untuk dikemukakannya. Separo badan kanannya juga menjadi kurang merasa. Ketika
ditanya perawat, klien tampak mengerti tapi tidak dapat menjawab dengan tepat dan
bicaranya tidak lancar
Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh perawat pada pasien dengan respon
tersebut diatas?
a. Memperdengarkan bunyi yang sederhana seperti shcat
b. Menginstruksikan klien untuk menyebutkan nama suatu benda yang diperlihatkan
c. Memilih metode komunikasi alternative misalnya menulis paada papan tulis,
menggambar, dan mendemonstrasikan secara visual gerakan tangan.
d. Membicarakan topic-topik sederhana dan diketahui klien seperti keluarga,
pekerjaan dan hobi serta berikan kesempatan klien untuk mengklarifikasi.
262.
Perawat A sedang merawat seorang pasien yang mengalami stroke non
haemoragic untuk pertama kalinya. Pada saat dikaji, klien merasa sulit untuk

berkomunikasi, mulutnya terasa kaku sehingga kata-kata yang ingin diucapkan sulit
untuk dikemukakannya. Separo badan kanannya juga menjadi kurang merasa. Ketika
ditanya perawat, klien tampak mengerti tapi tidak dapat menjawab dengan tepat dan
bicaranya tidak lancar.
Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh perawat pada pasien dengan respon
tersebut diatas?
a. Memperdengarkan bunyi yang sederhana seperti shcat
b. Menginstruksikan klien untuk menyebutkan nama suatu benda yang diperlihatkan
c. Memilih metode komunikasi alternative misalnya menulis paada papan tulis,
menggambar, dan mendemonstrasikan secara visual gerakan tangan.
d. Membicarakan topic-topik sederhana dan diketahui klien seperti keluarga,
pekerjaan dan hobi serta berikan kesempatan klien untuk mengklarifikasi.
263.
Perawat R sedang merawat seorang pasien yang mengalami fraktur humerus
sinistra 1/3 distal. Pada saat dikaji, klien mengatakan nyeri yang hebat pada tangan
kiri yang patah. Nyeri bertambah apabila tangannya digerakkan. Skala nyeri 8,
Tekanan darah 130/80 mmHg, Nadi 86 x/mnt, Suhu 37,0 0C, Pernapasan 20 x/mnt.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada pasien?
a. Mengajarkan metode distraksi serta memberikan posisi yang nyaman
b. Memberikan kesempatan waktu istirahat bila terasa nyeri
c. Lakukan pemasangan gips
d. Melayani pemberian analgetik
264.
Perawat R sedang merawat seorang pasien yang mengalami fraktur humerus
sinistra 1/3 distal. Pada saat dikaji, klien mengatakan nyeri yang hebat pada tangan
kiri yang patah. Nyeri bertambah apabila tangannya digerakkan. Skala nyeri 8,
Tekanan darah 130/80 mmHg, Nadi 86 x/mnt, Suhu 37,0 0C, Pernapasan 20 x/mnt.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada pasien?
a. Mengajarkan metode distraksi serta memberikan posisi yang nyaman
b. Memberikan kesempatan waktu istirahat bila terasa nyeri
c. Lakukan pemasangan gips
d. Melayani pemberian analgetik
265.
Ny. A umur 28 tahun, dibawa ke polik THT dengan keluhan 1 bulan
mengalami nyeri pipi yang hebat tepat di kelopak mata bawah dan sakit kepala
terutama di pagi hari. Saat di kaji klien nampak lemah, wajah klien terlihat bengkak,
secret mukopurulen yang keluar dari hidung dan berbau busuk. Klien nampak
meringis dan nyeri bartambah berat apabila klien menunduk. TTV : T : 110/70
mmHg, N : 90 x/mnt, S : 37,5 0C, RR : 20 x/mnt.
Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus Ny. A diatas?
a. Ketidakefektifan pola napas b.d hiperventilasi
b. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d akumulasi mucus dalam jumlah
berlebihan
c. Intoleransi aktivitas b. d kelemahan, ketidakseimbangan antara suplay dan
kebutuhan oksigen
d. Nyeri akut b.d agens cedera biologis (proses penyakit)
266.
Ank. B umur 5 tahun, dibawa ke polik THT dengan keluhan nyeri pada telinga
kanan akibat kemasukkan benda asing (serangga yg masih hidup). Pada saat
pengkajian klien mengeluh nyeri pada telinga dan telinga nampak kemerahan. Klien
juga mengeluh telinga terasa penuh. TTV : N : 85 x/mnt, S : 37,5 0C, RR : 20 x/mnt.

Tindakan awal apa yang harus dibuat oleh perawat untuk menangani kasus Ank. B
tersebut?
a. Kaji kemampuan pendengaran klien
b. Matikan binatang/serangga terlebih dahulu
c. Ekstraksi benda asing dgn menggunakan pengait/pinset
d. Berikan obat analgetik dan antibiotik
267.
Ny. B umur 45 tahun, dibawa ke polik penyakit dalam dengan keluhan nyeri
dan rasa panas
ketika berkemih 1 bulan. Pada saat pengkajian klien nampak lemah dan klien
mengeluh
kencing sedikit dan terasa sakit, nyeri panggul dan pinggang. TTV : T : 110/70
mmHg, N : 90 x/mnt, S : 37,5 0C, RR : 20 x/mnt.
Health education apa yang harus diberikan untuk menangani pasien tersebut?
a. Kaji pola makan dan pola berkemih klien
b. Berikan antibiotic dan analgesic
c. Banyak minum air putih dan sering mengganti pakaian dalam
d. Sering berhubungan seksual dengan pasangan
268.
Tn. G umur 50 tahun datang ke poli penyakit bedah dengan keluhan kesulitan
untuk buang air kecil.pada saat pengkajian klien mengeluh kesulitan untuk memulai
kencing disertai dengan mengejan, kencing terputus putus, pancaran urin lemah
serta rasa tidak puas setelah berkemih. TTV : T : 100/70 mmHg, N : 80 x/mnt, S :
370C, RR : 18 x/mnt.
Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh perawat pada pasien tersebut diatas?
a. Memberikan klien banyak minum air
b. Melakukan pemasangan kateter
c. Memberikan klien makanan yang seimbang
d. Memberikan klien obat analgetik dan antibiotik
269.
Perawat AW sedang merawat seorang pasien yang mengalami gagal ginjal
kronik di ruangan hemodialisa. Pada saat dikaji, klien nampak sesak nafas, lemah,
pucat, gelisah dan nampak udem pada seluruh tubuh., Tekanan darah 150/100 mmHg,
Nadi 86 x/mnt, Suhu 37,0 0C, Pernapasan 28 x/mnt.
Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh perawat pada pasien tersebut diatas?
a. Memberikan posisi semi fowler dan pemberian oksigen
b. Memberikan kesempatan waktu istirahat bila terasa sesak nafas
c. Melakukan cuci darah
d. Pemberian obat antibiotik

KUNCI JAWABAN
1
2
3
4
5

D
A
A
A
C

41
42
43
44
45

D
B
D
D
D

81
82
83
84
85

C
A
C
A
C

12
1
12
2
12

A
A
B
C
B

16
1
16
2
16

E
C
D
A
A

20
1
20
2
20

C
D
A
A
C

24
1
24
2
24

D
A
C
B
C

6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
38
40

B
B
C
E
B
B
B
B
B
E
B
E
B
D
B
D
E
A
D
B
C
C
C
C
B
D
C
C
B
A
D
C
B
B
C

46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80

A
B
A
D
B
C
C
E
A
C
A
D
B
A
A
C
B
B
A
E
C
B
C
B
D
B
D
D
C
D
B
D
C
C
E

86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
10
0
10
1
10
2
10
3
10
4
10
5
10
6
10
7
10
8
10
9
11
0
11
1
11
2
11
3
11
4
11
5
11

D
E
A
A
C
C
A
D
E
B
D
C
D
B
B
A
D
C
C
E
C
A
B
C
A
C
D
A
B
C
A
B
D
A
C

3
12
4
12
5
12
6
12
7
12
8
12
9
13
0
13
1
13
2
13
3
13
4
13
5
13
6
13
7
13
8
13
9
14
0
14
1
14
2
14
3
14
4
14
5
14

B
B
A
A
C
A
A
A
B
A
C
A
C
B
C
B
B
B
B
D
D
A
C
B
C
C
C
C
C
A
A
B
B
A
C

3
16
4
16
5
16
6
16
7
16
8
16
9
17
0
17
1
17
2
17
3
17
4
17
5
17
6
17
7
17
8
17
9
18
0
18
1
18
2
18
3
18
4
18
5
18

C
A
B
E
C
E
C
C
A
A
B
A
A
C
E
C
D
A
A
C
A
B
E
C
E
C
B
D
A
A
E
B
B
A
E

3
20
4
20
5
20
6
20
7
20
8
20
9
21
0
21
1
21
2
21
3
21
4
21
5
21
6
21
7
21
8
21
9
22
0
22
1
22
2
22
3
22
4
22
5
22

D
B
E
B
B
A
A
C
A
A
A
A
A
B
A
B
A
B
A
D
E
B
D
C
D
B
A
A
C
B
B
C
B
D
C

3
24
4
24
5
24
6
24
7
24
8
24
9
25
0
25
1
25
2
25
3
25
4
25
5
25
6
25
7
25
8
25
9
26
0
26
1
26
2
26
3
26
4
26
5
26

B
D
B
C
E
A
D
D
A
A
A
A
B
B
B
D
D
A
A
D
B
C
B
A

6
11
7
11
8
11
9
12
0

6
14
7
14
8
14
9
15
0
15
1
15
2
15
3
15
4
15
5
15
6
15
7
15
8
15
9
16
0

6
18
7
18
8
18
9
19
0
19
1
19
2
19
3
19
4
19
5
19
6
19
7
19
8
19
9
20
0

6
22
7
22
8
22
9
23
0
23
1
23
2
23
3
23
4
23
5
23
6
23
7
23
8
23
9
24
0

6
26
7
26
8
26
9