Anda di halaman 1dari 4

3/25/2015

Alur Proses Produksi Minyak Mentah


0

Lainnya

Blog Berikut

Buat Blog

Masuk

Alur Proses Produksi Minyak


Mentah
Jumat, 17 Agustus 2012

Arsip Blog

Alur Proses Produksi Minyak Mentah (Crude Oil)


Alur proses produksi minyak mentah , dari sumur sampai produk minyak mentah yang
telah terpisahkan dengan air sesuai dengan BS&W.

1.1. Sumur

2012 (1)
Agustus (1)
Alur Proses Produksi Minyak Mentah
(Crude Oil) ...

Mengenai Saya

Satu perangkat pipa yang dipasang pada waktu pengeboran, kemudian menjadi tempat
laluan minyak gas dan air dari reservoir ke permukaan, selanjutnya disebut sumur. Terdapat dua
cara pengambilan minyak mentah dari dalam sumur yang digunakanyaitu Sucker Rod Pump dan
Electric Submersible Pump (ESP).
a) Prinsip kerja sucker rod pump
Mekanisme kerja pompa sucker rod merupakan gerakan yang kompleks dari semua komponen
yang ada. Bentuk dari sucker rod pump dapat dilihat pada Gambar 1.2. Prime mover
menghasilkan gerak rotasi, gerakan ini diubah menjadi gerakan naik turun oleh pumping unit.
Terutama oleh system pitman assembly crank. Kemudian gerak angguk naik turun ini oleh horse
head dijadikan gerak angguk naik-turun yang selanjutnya menggerakan plunger yang berada
didalam sumur.
Instalasi pumping unit di permukaan dihubungkan dengan pompa yang ada di dalam sumur oleh
sucker rod, sehingga gerak lurus naik-turun dari horse head dipindahkan ke plunger pompa, dan
plunger ini bergerak naik turun dalam barrel pompa.
Pada saat upstroke, plunger bergerak ke atas (up-stroke) dimana traveling valve menjauhi
standing valve, maka traveling valve akan tertutup dikarenakan adanya tekanan dari fluida yang
ada di atasnya, sehingga fluida tersebut dapat terangkat dan keluar melalui pipa. Pada saat
plunger bergerak ke atas, tekanan dalam barrel akan berkurang atau vacuum, sehingga tekanan
formasi akan membuka standing valve dan fluida masuk ke dalam barrel.
Pada saat down stroke, standing valve menutup karena tekanan cairan yang diatasnya dan
pengaruh berat bola-bola itu sendiri. Sedangkan travelling valve akan membuka dan terdorong
oleh cairan yang ada dalam barrel, kemudian liquid tersebut mengisi tubing. Proses ini akan
berlanjut (kontinu) sesuai dengan gerakan yang diberikan oleh unit pompa dipermukaan (surface
pumping unit) sampai pipa terisi oleh fluida dan akan bergerak ke permukaan.

odos harefa
Ikuti

48

Saya lahir 19 Agustus 1989


merupakan anak kelima dari
5 bersaudara, pendidikan Sekolah dasar di
SDN 013 Pekanbaru, kemudian dilanjutkan
ke tingkat Sekolah Menengah Pertama di
SMPN 1 Pekanbaru (SPANSA), dan Sekolah
Menengah Atas di SMAN 4 Pekanbaru
(SMANFOUR), dan tamat pada tahun 2007
dan dilanjutkan diperguruan tinggi di
Universitas Negeri di Riau, Universitas Riau
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia
hingga sekarang.
Lihat profil lengkapku

Gambar 1.1. Sucker Rod Pump


b) Prinsip kerja ESP
ESP adalah sebuah rangkaian pompa yang terdiri dari banyak tingkat (multistage) dengan motor
yang dibenamkan di dalam fluida dan menggunakan aliran listrik dari permukaan. ESP
merupakan artificial lift dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan buatan lainnya,

http://produksialurminyakbumi.blogspot.com/

1/4

3/25/2015

Alur Proses Produksi Minyak Mentah

akan tetapi dapat menghasilkan pengembalian biaya dengan cepat oleh karena kemampuannya
untuk menghasilkan laju produksi yang tinggi.
Sistem kerja dari ESP ini adalah dengan mengalirkan energi listrik dari transformer (step down)
melalui switch board. Pada switch board, semua kinerja dari ESP dan kabel dikontrol atau
dimonitor. Kemudian energi listrik akan diteruskan dari switch board ke motor melalui kabel
yang diletakkan disepanjang tubing dari rangkaian ESP.
Selanjutnya melalui motor, energi listrik akan diubah menjadi energi mekanik berupa tenaga
putar. Putaran akan diteruskan ke protector dan pump melalui shaft yang dihubungkan dengan
coupling. Pada saat shaft dari pompa berputar, impeller akan ikut berputar dan mendorong
fluida masuk melalui pump intake atau gas separator ke permukaan. Fluida yang didorong secara
perlahan akan memasuki tubing dan terus menuju ke permukaan sampai gathering system
(SPU). Bentuk dari ESP dapat dilihat pada Gambar 1.2.

Gambar 1.2. Electric Submersible Pump

1.2. Manifold
Manifold merupakan kumpulan dari valve-valve yang berfungsi untuk mengatur aliran fluida
produksi untuk mengatur aliran fluida produksi dari masing-masing sumur. Untuk itu produksi dari
masing-masing sumur itu perlu dikelompokkan terlebih dahulu ke suatu pemusatan well centre.

Gambar 1.3. Manifold

1.3. Header
Header merupakan pipa berukuran lebih besar dari flowline yang berfungsi untuk
menyatakan fluida produksi. Secara keseluruhan header mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Menampung fluida produksi dari beberapa gate valve pada suatu unit manifold.
b. Membantu terjadinya suatu proses pemisahan dengan adanya penginjeksian chemical
demulsifier.
Terdapat tiga macam header yaitu header produksi, header test dan header cadangan.
Minyak mentah yang dialirkan dari sumur disatukan dalam header produksi. Penginjeksian
demulsifier ditempatkan pada header produksi. Apabila header produksi mengalami kerusakan atau
dalam perawatan, aliran dialihkan menuju header cadangan. Sedangkan header test berfungsi untuk
mengetahui laju aliran fluida.

1.4. Free Water Knock Out / FWKO


FWKO digunakan untuk memisahkan air dan minyak dari fluida hidrokarbon. Air dan minyak

http://produksialurminyakbumi.blogspot.com/

2/4

3/25/2015

Alur Proses Produksi Minyak Mentah

dipisahkan dengan gaya gravitasi serta tekanan 39 psi. Air menuju ke bagian bawah FWKO
sedangkan minyak menuju bagian atas FWKO. Air kemudian tersekat-sekat di bawah yang
kemudian dikeluarkan ke Skimming Pit. Sedangkan minyak keluar melalui flowline menuju kedalam
heater treater. Gambar 1.5 merupakan bentuk FWKO .

Gambar 1.5. Free Water Knock Out

1.5. Heater Treater


Minyak mentah seluruh manifold yang telah mengalami proses pemisahan di FWKO di
pompa kan ke heater treater. Alat ini digunakan untuk memisahkan air dan minyak pada fluida
hidrokarbon. Pemisahan dilakukan dengan cara menginjeksikan uap panas dari boiler. Suhu pada
heater treater berkisar antara 120-125 0F. Gambar 3.6 merupakan bentuk heater treater.

Gambar 1.6. Heater Treater

1.6. Storage Tank


Fungsi storage tank ada dua, yaitu sebagai penampung minyak sementara di manifold dan
SPU serta sebagai tempat untuk memisahkan minyak dan air di PPP. Pada PPP, storage tank ini
dialirkan minyak dari FWKO. Di dalam storage tank ini, minyak dan air yang masih menyatu akan
didiamkan selama beberapa jam untuk dilakukan settling, agar minyak berada diatas dan air berada
dibawah.

Secara umum kegunaan Skimming Pit yaitu sebagai kolam tempat penampungan air
pemisahan. Namun, sekarang Skimming Pit disini digunakan untuk tempat pemisahan kembali air
yang masih mengandung minyak dari storage tank, dan kebocoran pipa dari triplex-pump. Air
keluaran dari skimming pit ini selanjutnya dipompa kan ke sand filter dan ditampung di water
injection tank dan selanjutnya digunakan untuk water injection. Sedangkan minyak yang
terpisahkan dipompakan kembali ke storage tank.

1.8. Heat Exchanger


Digunakan untuk mempercepat proses pemisahan fluida dengan menggunakan steam atau
penguapan. Serta untuk menaikan suhu dari Tangki PPP agar sesuai dengan suhu yang diinginkan
pada saat trucking. Suhu di Tangki PPP adalah 1400F dan suhu pada saat trucking adalah 1800F.

1.9. Boiler
Boiler merupakan alat yang mempunyai cara kerja sama dengan karburator. Di boiler di
operasikan menggunakan campuran minyak mentah yang disemprotkan dengan udara untuk
menghasilkan steam/uap. Steam/uap digunakan untuk memanaskan storage tank dan menjaga
temperature storage tank agar terjaga antara 132-140 0F serta untuk steam/uap di dalam heat

http://produksialurminyakbumi.blogspot.com/

3/4

3/25/2015

Alur Proses Produksi Minyak Mentah

exchanger.

1.10. HRSG
Heat Recovery Steam Gas (HRSG) merupakan alat yang mempunyai cara kerja sama dengan
boiler. HSRG di operasikan menggunakan gas yang disemprotkan dengan udara untuk menghasilkan
steam/uap. Steam/uap digunakan untuk memanaskan storage tank dan menjaga temperature
storage tank agar terjaga antara 132-140 0F.

1.11. Pompa Triplex


Pompa triplex digunakan untuk memompakan minyak dari storage tank menuju trucking.
Terdapat dua pompa triplex, yaitu pompa produksi dan pompa emergency.

1.12. Trucking
Minyak dari storage tank yang telah disampling terlebih dahulu untuk mengetahui kadar
WOC kemudian akan di trucking ke dalam mobil tangki. Minyak yang akan di trucking ke mobil
tangki harus minyak yang mempunyai kadar WOC tidak lebih dari 0,5%.

Diposkan oleh odos harefa di 02.34

2 komentar:

+1 Rekomendasikan ini di Google

Beranda
Langganan: Entri (Atom)

Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.

http://produksialurminyakbumi.blogspot.com/

4/4