Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai
wakil

Tuhan

mengelola

di

bumi

kekayaan

yang
alam.

menerima
Sebagai

amanat-Nya

hamba

Tuhan

untuk
yang

mempunyai kewajiban untuk Mengelola Alam dan beribadah


kepada Tuhan Sang Pencipta dengan tulus.

1.2 Tujuan
Tujuan

dalam

penulisan

makalah

ini

adalah

untuk

menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita


semua.

1.3 Metode Penulisan


Penulis

mempergunakan

metode

observasi

dan

kepustakaan. Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini


adalah studi pustaka. Dalam metode ini penulis membaca bukubuku dan internet yang berkaitan denga penulisan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Dasar Pemikiran


Kebutuhan akan sumber makanan sudah menjadi kodrat
buat semua mahluk hidup baik itu tumbuhan, hewan dan
manusia. Dan manusialah yang memiliki peran dalam hal
pengembangan dan pemampaatan sumber makanan tersebut.
Indonesia adalah Negara sub tropis di mana di Indonesia
banyak tumbuh berbagai jenis bahan makananbaik yang terbagi
dalam tanaman hortikultura maupun tanaman pangan
Tanaman pangan sangat banyak di temukan di Indonesia
dari mulai padi,jagung,kacang-kacangan dan umbi-umbian.

2.2 Pengertian Bengkuang


Bengkuang atau bengkoang (Pachyrhizus

erosus)

dikenal dari umbi (cormus) putihnya yang bisa dimakan sebagai


komponen rujak dan

asinan

atau

dijadikanmasker untuk

menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Tumbuhan yang


berasal dari Amerika tropis ini termasuk dalam suku polongpolongan atau Fabaceae. Di tempat asalnya, tumbuhan ini
dikenal sebagai xicama atau jcama. Orang Jawa menyebutnya
sebagai besusu(/bsusu/).

Umbi bengkuang, Pachyrhizus erosus;


dari Situgede, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Fabales
Famili:
Fabaceae
Upafamili:
Faboideae
Genus:
Pachyrhizus
Spesies:
P. erosus
Nama binomial
Pachyrhizus eros

2.3 Pengenalan Bengkuang


Bengkuang

merupakan liana tahunan

yang

dapat

mencapai panjang 4-5m, sedangkan akarnya dapat mencapai


2m. Batangnya menjalar dan membelit, dengan rambut-rambut
halus yang mengarah ke bawah.
Daun majemuk menyirip beranak daun 3; bertangkai 8,516 cm; anak daun bundar telur melebar, dengan ujung runcing
dan bergigi besar, berambut di kedua belah sisinya; anak daun
ujung paling besar, bentuk belah ketupat, 7-21 6-20 cm.[1]
3

Bunga berkumpul dalam tandan di ujung atau di ketiak


daun, sendiri atau berkelompok 2-4 tandan, panjang hingga
60cm,

berambut

coklat.

Tabung

kelopak

bentuk lonceng,

kecoklatan, panjang sekitar 0,5 cm, bertaju hingga 0,5 cm.


Mahkota putih ungu kebiru-biruan, gundul, panjang lk. 2 cm.
Tangkai sari pipih, dengan ujung sedikit menggulung; kepala
putik bentuk bola, di bawah ujung tangkai putik, tangkai putik di
bawah kepala putik berjanggut. Buah polong bentuk garis, pipih,
panjang 8-13 cm, berambut, berbiji 4-9 butir.

2.4 Manfaat Bengkuang


Tumbuhan ini membentuk umbi akar (cormus) berbentuk
bulat

atau

membulat seperti

gasing

dengan

berat

dapat

mencapai 5kg. Kulit umbinya tipis berwarna kuning pucat dan


bagian dalamnya berwarna putih dengan cairan segar agak
manis.

Umbinya

mengandunggula dan pati serta fosfor dan kalsium. Umbi ini


juga memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air 8690%.

Rasa

manis

berasal

dari

suatu oligosakaridayang

disebut inulin (bukan insulin!), yang tidak bisa dicerna tubuh


manusia. Sifat ini berguna bagi penderitadiabetes atau orang
yang berdiet rendah kalori.

Umbi

bengkuang

biasa

bahan rujak, asinan, manisan

dijual
[2]

orang

atau

untuk

dijadikan

dicampurkan

dalam

masakan tradisional seperti tekwan. Umbi bengkuang sebaiknya


disimpan pada tempat kering bersuhu 12C hingga 16C. Suhu
lebih rendah mengakibatkan kerusakan. Penyimpanan yang baik
dapat membuat umbi bertahan hingga 2 bulan.

Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkuang


yang lain sangat beracun karena mengandungrotenon, sama
seperti tuba.

Racun

ini

sering

dipakai

untuk

membunuh

serangga atau menangkap ikan, terutama yang diambil dari bijibijinya.


Meski beracun, biji bengkuang pun dapat dijadikan bahan
obat.

Biji

yang

ditumbuk

dan

dicampur

denganbelerang digunakan untuk menyembuhkan sejenis kudis.


Sementara, di Jawa Tengah, setengah butir biji bengkuang
dapat

digunakan

sebagai

obat

urus-urus.

Keracunan

biji

bengkuang biasanya diatasi dengan meminum air kelapa hijau.


[2]

BAB III
PENUTUP

Demikian makalah tentang umbi benkoang ini yang saya


buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kesimpulan
umbi benkoanang Pachyrhizus erosus) adalah jenis umbi
yang mempunyai manfaat bukan hanya untuk konsumsi saja
melainkan untuk kosmetik