Anda di halaman 1dari 50

Desain penelitian dalam

epidemiologi
berdasarkan ada
tidaknya intervensi

Observasional
berdasarkan
waktu
cross
Sectional

case
control

deskriptif

Eksperimental
quasi

true

cohort
analitik

CROSS SECTIONAL
DESIGN

Cross sectional/potong/lintang/survey
- Sewaktu (faktor risiko dan penyakit saat
ini)
- Tidak dapat untuk menentukan hubungan
sebab akibat
- cepat, mudah
- berguna dalam penentuan prevalens suatu
penyakit atau prevalens faktor risiko, dan
kondisi kesehatan terkini suatu masyarakat
Contoh : Riskesdas, SDKI, Susenas, SKRT

- Deskriptif : - Prevalensi kejadian demam


berdarah di kelurahan Roxy
- Gambaran karakteristik
responden
penderita demam berdarah di
kelurahan
Roxy
- Analitik

: - Faktor risiko kejadian demam


berdarah di kelurahan Roxy
- Faktor risiko kejadian syok pada
penderita demam berdarah

- Outcome pada cross sectional : Prevalens


ratio
= a/(a+b)
Faktor Disea Tot
c/(c+d)
risiko se
al
+

Ada

Tidak
ada

a+
b
c+d

Contoh perhitungan
prevalens ratio
Outcome pada cross sectional :
Prevalens ratio
Faktor Disea Tot
risiko se
al
a/(a+b)
+ -

c/(c+d)
Ada

Tidak
ada

a+
b
c+d

Interpretation of the Prevalence Ratio

PR = 1 then exposure NOT related to


disease
to

PR >1 then exposure POSITIVELY related


disease

(orang dengan faktor risiko .. mempunyai risiko


terkena disease .x lebih besar dibanding dengan
orang tanpa faktor risiko)

PR <1 then exposure NEGATIVELY


related
to disease
(orang dengan faktor risiko ..merupakan faktor
protektif terhadap disease tertentu)

Sebuah penelitian ingin mengetahui


faktor-faktor yang berhubungan dengan
kejadian diare di prop x tahun 2003
Sumber data : SDKI 2003
Tujuan

Diketahui gambaran kejadian diare


Faktor-faktor apa saja yang berhubungan
dengan kejadian diare
Faktor yang dominan berhubungan dengan
kejadian diare

Kondisi Sanitasi
- Penyediaan Air Bersih
- Jamban
Karakteristik rumah tangga
- Pendidikan ibu
Karakteristik balita
- Pemberian ASI
Perilaku higiene
- Kebiasaan cuci tangan

Kejadian diare
pada balita (0-59 bulan)

Variabel

Definisi Operasional

Hasil Ukur

Skala

Diare

ada tidaknya balita menderita buang


air besar 3 x atau lebih dalam sehari
dengan konsistensi lembek/ cair.

1 = Diare
0 = Tidak

Nomina
l

Sarana
air
bersih

jenis sumber air bersih yang


digunakan oleh keluarga balita untuk
memenuhi kebutuhan air

0 = Baik
1 = Kurang

Nomina
l

Jamban

ada tidaknya kakus (leher angsa) dari 0 =Memenuhi


jenis sarana yang digunakan untuk
syarat
buang air besar
1 =Tdk
memenuhi
syarat

Nomina
l

Pendidik
an ibu

Jenjang sekolah formal tertinggi yang 0 = SLTP +


dapat diselesaikan ibu
1 = SLTP tdk
tamat
2 = SD tamat
atau lebih
rendah

Ordinal

Pemberia Ada atau tidaknya balita

0 =Ada

Nomina

Faktor Diare
risiko
uji
Chi square,
+ -

Tota
l

Diuji dengan
kemudian

dilihat prevalens ratio

Jamban a
Jamban c
+
Total

a+b

c+d

nya

CASE CONTROL

Source population

Exposed
Unexposed

Source population

Exposed
Unexposed

Cases

Source population

Exposed

Sample

Unexposed

Controls

Cases

Source population

Exposed

Sample

Cases

Unexposed
Controls =
Sample of the denominator
Representative with
regard to exposure

Controls

Case control study


Exposure
?
?

Disease
Controls
Retrospective nature

Studi kasus-kontrol

Subjek dipilih berdasarkan atas status


penyakitnya
Pertama: pilih kasus dari penyakit
tertentu.
Kedua: pilih kontrol dari orang yang
tanpa penyakit tertentu
Secara ideal, kasus dan kontrol dipilih
dari sumber populasi yang sama

Studi Kasus-kontrol selalu retrospektif

Direksionalitas suatu
studi
Direksionalitas ke belakang
Eksposur

Keluaran/penyakit

Waktu
?

Ya

Tidak

Studi kasus-kontrol

CASE CONTROL STUDIES


SOME KEY POINTS

Most frequently used study design


Participants selected on the basis on
whether or not they are DISEASED
(remember in a cohort study participants are
selected based on exposure status)

Those who are diseased are called CASES


Those who are not diseased are called
CONTROLS

Study Population

DISEASED
(Cases)

non-DISEASED
(Controls)

exposed non-exposed exposed nonexposed

Because participants are selected on the basis


of disease, exposures for ALL PARTICIPANTS are
obtained RETROSPECTIVELY
PAST

PRESENT

Exposure recall
Selected

Cases & Controls

Example: lung cancer cases and non-cancerous


controls recall past exposure to cigarette smoke

Studi kasus kontrol (2)

Contoh
Kasus
(kanker mulut)

Terpajan (Mengunyah tembakau)

Tidak Terpajan
(Tidak mengunyah tembakau)

Terpajan (Mengunyah tembakau)


Kontrol
(bukan kanker mulut)

Tidak Terpajan
(Tidak Mengunyah tembakau)

Tipe studi Case-Control

Hospital-based

Baik kasus dan kontrol diseleksi dari RS


atau fasilitas pelayanan kes (klinik)

Population-based
Sumber kasus: RS, klinik, registrasi
penyakit (cancer registry), populasi.
Kontrol diseleksi dari populasi dimana
kasus terjadi

Sumber Kasus

RS atau fasilitas pelayanan kesehatan

Mudah dan murah

Populasi umum (population-based)

Dapat seluruh kasus atau sample random dari


suatu populasi ttt
Kelebihan:

Bias yg disebabkan oleh faktor seleksi utk datang


berobat ke RS atau klinik dapat dihilangkan
Dapat mengetahui besarnya masalh kes di populasi,
dapat estimasi incidence

Keburukan: sulit dan mahal

SELECTION OF CONTROLS

THE BIG PICTURE


Controls should be representative of the
referent population from which cases are
selected (I.e. comparable)
They dont have to be representative of
the source (I.e. total) population
Controls should have the potential to
become cases (they have to be
susceptible for the disease of interest)

Total Population
Reference
Population

Cases

Controls

Controls should be comparable to cases

Studi kasus kontrol

Pemilihan kontrol
Orang yang tidak mempunyai penyakit
tertentu yang menjadi perhatian
Sumber kelompok pembanding

Sampel probabilitas dari populasi yang


didefinisikan
Pasien yang berkunjung rumah sakit
Sampel relatif atau berhubungan dengan
kasus (tetangga)
Kelompok orang yang terpilih dari sumber
populasi yang sama

Studi kasus kontrol

Pemilihan kontrol

Metode pemilihan kontrol

Sepadan (matched)

Tidak sepadan (unmatched)

Sepadan dengan karakteristik tertentu pada


kasus
Diperoleh melalui sampling random

Jumlah kelompok kontrol

Bervariasi, kadang lebih dari satu kelompok


kontrol

SELECTION OF CONTROLS

to avoid potential problems of confounding


some studies use MATCHING

MATCHING: the process of selecting


controls so that they are similar to cases
on certain specific characteristics

SELECTION OF CONTROLS

CHARACTERISTICS THAT ARE OFTEN USED


FOR MATCHING
age
gender
body mass index (weight / height2)
smoking status
marital status

SELECTION OF CONTROLS

There are two types of matching


INDIVIDUAL MATCHING (matched pairs)
for every individual case a control is
selected who is identical to the case
on certain characteristics
Example: If your first case is a 25 yearold woman who smokes then you would
find a control who is 25, female and a
smoker

MATCHED PAIRS EXAMPLE


control
case

case
control

Ukuran-ukuran asosiasi

Ukuran rasio

Rasio odds (Odds ratio = OR)

Nama lain: Odds relative; rasio kros-produk


rasio dua odds yang digunakan dalam studi
kasus-kontrol untuk mengestimasi rasio rate
atau rasio risiko

Ukuran-ukuran asosiasi

Ukuran rasio

Rasio odds (Odds ratio = OR)

odds untuk satu kelompok dibagi dengan


odds untuk kelompok yang lain
Mempunyai interpretasi yang sama seperti
risiko relatif

Ukuran-ukuran asosiasi

Odds suatu kejadian

rasio probabilitas bahwa kejadian terjadi


terhadap probabilitas kejadian tidak terjadi

P
Odds suatu peristiwa
1 P
P
1P

= Probabilitas suatu kejadian terjadi


= Probabilitas suatu kejadian tidak terjadi

Ukuran-ukuran asosiasi
OR pemajan / kasus

Pemajan

a
a
a

a
c

ac

kasus

kontrol

OR pemajan / kontrol

OR pemajan
b
b
b

b
d

bd

a
axd
c
ORsakit
b bxc
d

Tabel 1. Tabulasi silang pemajan dan


status sakit, insidens sakit dan
Probabilitas odds sakit.
Status sakit
Pemajan

Sakit

Tidak
sakit

Total

Insiden sakit
(Risk)

a+b

a/(a+b)

c+d

c/(c+d)

Total

a+c

b+d

a+b+c+d

Probabilitas odds
sakit
a
ab a
b
a
1

ab
c
c
cd

d
c
1

cd

Odds Ratio (OR) = Relative Odds =


Cross Product Ratio
Odds pemajan untuk kasus
Odds Ratio
Odds pemajan untuk kontrol

Faktor

Kasus

Kontrol

Total

Perokok 650 (a)

950 (b) 1600

Bukan
50 (c)
perokok
Total
700

350 (d) 400


1300

2000

Odds Ratio (OR) =


Relative Odds
a x d 650 x 350
Odds Ratio

4,8
bxc
950 x 50
Perokok mempunyai risiko menjadi kasus 4,8 kali dari yang bukan
perokok.
Interpretasinya: odds perokok menjadi kasus 4,8 kali lebih besar
dari odds bukan perokok
Ada pula yang menginterpretasikan sebagai probability, dimana
Probability sso terkena disease = OR / OR+1
= 4,8/(4,8+1)
= 82,8%
Jadi probabilitas terkna kasus pada orang perokok adalah 82,8%

Classic 2 x 2 Table
Disease
Exposure
No Exposure
d

No Disease
b

Odds Ratio = a/c = a d


b/d
bc

Interpretation of the Odds


Ratio
If
O.R. = 1 then exposure NOT related to
disease
OR >1
related to

then exposure POSITIVELY


disease

OR <1
related

then exposure NEGATIVELY


to disease

CASE CONTROL STUDY SUMMARY

cases and controls are


representative of a refere
population
cases
Referent popn
Total population

controls have the potentia


to become cases

selection based on diseas


and exposure assessed
retrospectively

CASE CONTROL STUDY SUMMARY

ADVANTAGES
good for studying rare diseases
can use smaller sample sizes
cost/time effective when using previously
collected (RETROSPECTIVE) exposures

DISADVANTAGES
subject to bias (selection and recall)
cant calculate incidence
selecting appropriate controls can be challenging

COHORT

Cohort Studies

Dalam studi ini sekelompok orang terpapar


(exposed) pada suatu penyebab penyakit
(agent).
Kemudian diambil sekelompok orang lagi
yang mempunyai ciri-ciri yang sama dengan
kelompok pertama tetapi tidak dipaparkan
atau dikenakan pada penyebab penyakit.
Kelompok kedua ini disebut kelompok
kontrol.
Setelah beberapa saat yang telah ditentukan
kedua kelompok tersebut dibandingkan,
dicari perbedaan antara kedua kelompok
tersebut, bermakna atau tidak.

Cohort Studies

Contoh : Untuk membuktikan bahwa


merokok merupakan faktor utama
penyebab kanker paru-paru, diambil
2 kelompok orang, kelompok
perokok dan kelompok non-perokok
Diperiksa apakah ada perbedaan
pengidap kanker paru-paru antara
kedua kelompok tersebut

Outcome pada cohort :


(Relative Risk)
Faktor Disea Tot
risiko se
al
a/(a+b)
+ -

c/(c+d)
Ada

Tidak
ada

a+
b
c+d

RR
=

Interpretation of the Prevalence Ratio

RR = 1 then exposure NOT related to


disease
to

RR >1 then exposure POSITIVELY related


disease

(orang dengan faktor risiko .. mempunyai risiko


terkena disease .x lebih besar dibanding dengan
orang tanpa faktor risiko)

RR <1 then exposure NEGATIVELY


related
to disease
(orang dengan faktor risiko ..merupakan faktor
protektif terhadap disease tertentu)