Anda di halaman 1dari 16

PORTOFOLIO

INTOKSIKASI AMFETAMIN

Disusun oleh
dr. Dimas Satria Yolanda

Program Internship Dokter Indonesia


Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Ripin
Kabupaten Muaro Jambi
2014/2015

BERITA ACARA DISKUSI/PRESENTASI PORTOFOLIO


Nama

: Dimas Satria Yolanda

Judul

: Pemilihan NSAID

Nama Pendamping

: dr. Susy Andriati

Nama Wahana

: RSUD Ahmad Ripin

N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Nama Peserta Diskusi/Presentasi


dr.
dr.
dr.
dr.
dr.
dr.
dr.
dr.
dr.
dr.
dr.

Tanda Tangan

Aulia Fadli
Dwi Putranto
Liliana
Djung Lilya Wati
Natasya Tjoa
Andika Perdani
Mohammad Saddam Alkautsar
Debora Victoria
Anastasia
Dimas Satria Yolanda
Rendy Andika

Nama Peserta

: dr. Dimas Satria Yolanda

Nama Wahana

: RSUD Ahmad Ripin Muaro Jambi

Topik

: Intokasikasi Amfetamin

Tanggal (kasus ) :
Nama Pasien

: Tn F, 22 th

No.RM : 2

Tanggal Presentasi

: 19 Maret 2015

Pendamping

dr. Susy Andriati


Tempat Presentasi

: Aula RSUD Ahmad Ripin

Objektif Presentasi

Keilmuan

Keterampilan Penyegaran

Tinjauan

Pustaka
Diagnostik

Manajemen

Masalah

Istimewa
Neonatus

Bayi

Anak

Remaja Dewasa Lansia

Bumil
Tujuan

Bahan Bahasan

: Tinjauan Pustaka

Riset

Kasus

Audit
Cara Membahas : Diskusi
Email

Presentasi dan Diskusi

Pos

KASUS
3

1. PRIMARY SURVEY
Airway
: tidak ada suara nafas tambahan, tidak ada obstruksi jalan
nafas
Breathing : RR 28x/min,torakoabdominal, spontan
Circulation : TD 160/90, HR 124x/min, teratur, isi cukup, ekual pada
keempat ekstremitas tidak ada perdarahan aktif yang terlihat
Identitas Pasien
Nama pasien: Tn. F
Umur: 22 tahun
Jenis kelamin: laki-laki
Pendidikan: Sekolah Menengah Atas
Suku : Jambi
Pekerjaan: Buruh kebun sawit
Alamat: Sengeti
Tanggal diperiksa: 9 Januari 2015
ANAMNESIS
Keluhan Utama
Mual, muntah, pusingdan dada berdebar-debar sejak 12 jam yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien dating ke Puskesmas Muara Kumpeh dengan keluhan mual,
muntah, pusing dan dada berdebar-debar sejak sekitar 12 jam yang lalu.
Pasien diketahui mengkonsumsi narkotik berupa sabu-sabu sejak sekitar
18 jam yang lalu pada sat ada hajatan di dekat daerahnya tinggal. Pasien
sudah meminum obat berupa bodrex sebanyak 2 butir namun keluhan
tetap dirasakan tidak berkurang. Pasien juga diketahui mengonsumsi
alcohol pada saat mengonsumsi sabu-sabu.
Riwayat Penyakit Dahulu :
4

Pasien tidak ada alergi obat, hipertensi, kencing manis dan riwayat
penyakit lain sebelumnya.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada riwayat alergi obat pada keluarga dan kencing manis.
Keadaan umum: Tampak sakit sedang
Kesadaran: Compos mentis (GCS E4M6V5)
Tekanan darah: 160/90 mmHg
Nadi: 124 kali/menit, teratur, isi cukup, ekual pada keempat ekstremitas
Frekuensi nafas: 28x/min,torakoabdominal, spontan
Suhu: 37,4oC
Status generalis
Kepala
Mata

: Normocefal, tidak ditemukan deformitas


: Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/-, pupil isokor, RCL

+/+, RCTL+/+
Leher

tidak

tampak

deformitas,

trakea

di

tengah,

pembesaran KGB (-)


Jantung

: Bunyi jantung I dan II reguler, tidak ditemukan murmur

dan gallop
Paru

: Suara nafas vesikuler +/+, ronki -/-, wheezing -/-

Abdomen

: Datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-),


Hepar dan lien tidak teraba

Ekstremitas

: Akral hangat, CRT<2, edema (-).

Pemeriksaan Penunjang
Tidak diperiksa pemeriksaan penunjang
DiagnosisKerja
IntoksikasiAmfetamin

Tatalaksana
-

Oksigen 2 liter/menit
5

Domperidone 10mg
Nifedipine 5mg
Diazepam 2mg
Pasien pulang APS

TINJAUAN PUSTAKA
Amfetamin

Amfetamin merupakan obat sebagai simpatomimetik tak langsung pada


sel reseptor akhir saraf artinya tergantung pada peningkatan kadar
transmiter pada ruang sinap. Amfetamin memberikan efek ini karena
melepaskan depot intra seluler katekolamin. Karena amfetamin juga
menghambat monoamin oksidase (MAO), kadar katekolamin yang tinggi
mudah dilepaskan kedalam ruang sinaps.amfetamin di absorbsi sempurna
dalam saluran pencernaan, dimetabolisme hati dan dikeluarkan dalam
urine.
Amfetamin adalah suatu senyawa sintetik yang tergolong perangsang susunan
saraf

pusat.

Ada 3 jenis amfetamin, yaitu:


1. Laevoamfetamin (benzedrin)
2. Dekstroamfetamin (deksedrin)
3. Metilamfetamin (metedrin)
Euforia yang disebabkan amfetamin berlangsung 4-6 jam. Oleh karenanya
amfetamin berefek menaikkan tekanan sistolik, frekuensi, relaksasi otot
polos bronkhus dan usus, dilatasi pupil, mengurangi sekresi air ludah,
menaikkan

kecepatan

metabolisme,

menaikkan

konsumsi

oksigen,

menaikkan kadar asam lemak bebas, pada sistem saraf pusat menaikkan
aktivitas psikomotor, stimulasi, respirasi, mengurangi rasa ngantuk.
Intokasikasi Amfetamin
Banyak macam derivate amfetamin dibuat dengan sengaja oleh laboratorium
dengan tujuan penggunaan rekreasional, misalnya yang banyak disalah
gunakan di Indonesia saat ini adalah 3,4 metilen-di-oksi met-amfetamin
(MDMA) atau lebih dikenal sebagai ekstasi, dan met-amfetamin (sabu-sabu).
Metilfenidat

(Ritalin)

jarang

disalah

gunakan.

Dalam

bidang

Psikiatri,

metilfenidat digunakan untuk terapi anak dengan GPPH (Gangguan Pemusatan


Perhatian

dan

Hiperaktif).

Pada umumnya, amfetamin dikonsumsi melalui suntikan intravena atau


7

subkutan, inhalasi uap, snorting, supositoria, atausecara oral.


GambaranKlinis
Pengaruh amfetamin terhadap pengguna bergantung pada jenis amfetamin,
jumlah yang digunakan, dan cara menggunakannya. Dosis kecil semua jenis
amfetamin akan meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut nadi,
melebarkan bronkus, meningkatkan kewaspadaan, menimbulkan euforia,
menghilangkan kantuk, mudah terpacu, menghilangkan rasa lelah dan rasa
lapar, meningkatkan aktivitas motorik, banyak bicara, dan merasa kuat.
Dosis

sedang

menimbulkan

amfetamin
tromor

(20-50

ringan,

mg)

gelisah,

akan

menstimulasi

meningkatkan

pernafasan,

aktivitas

motorik,

insomnia, agitasi, mencegah lelah, menekan nafsumakan, menghilangkan


kantuk, dan mengurangi tidur.
Penggunaan amfetamin berjangka waktu lama dengan dosis tinggi dapat
menimbulkan perilaku stereotipikal,

yaitu

perbuatan yang diulangterus-

menerus tanpa mempunya itujuan, tiba-tiba agresif, melakukan tindakan


kekerasan dan waham curiga
Intoksikasi dan Putus Amfetamin
Intoksikasi amfetamin ditandai dengan:
a. Takikardia atau bradikardia
b. Perubahan perilaku maladaptif yang bermakna secara klinis
c. Dilatasi pupil
d. Peninggian atau penurunan tekanan darah
e. Berkeringat atau menggigil
f. Mual atau muntah
g. Tanda-tanda penurunan berat badan
h. Agitasiatauretardasipsikomotor

i. Kelemahan otot, depresi pernafasan, nyeri dada, atau aritmia jantung


j. Konvulsi, kejang, diskinesia, distonia, ataukoma

Gejala putus amfetamin ditandai dengan:


a. Depresi
b. Keleiahan
c. Mimpi yang gambling dan tidak menyenangkan
d. Insomnia atau hipersomnia
e. Peningkatan nafsu makan
f. Retardasi atau agitasi psikomotor

Tatalaksana
Pada intinya penanganan awal pada kasus keracunan adalah menangani
masalah ABC, bukan mencari penyebab keracunannya apa, baru setelah
kondisi stabil dicari penyebab keracunan.
Pada pasien dengan intoksikasi derivate Amfetamin dapat diberikan terapi
berupa diazepam 10-30 mg oral atau parenteral atau klodiazepoxide 1025 mg p.o atau Clobazam 3x 10 mg sampai 60 menit.
Pada pasien riwayat putus obat Amfetamin dengan gangguan waham
berikan injeksi haloperidol 2,5 mg IM dan dilanjutkan 3 x 2,5 5 mg per
oral

Rawat inap perlu dipertimbangkan karena kemungkinan melakukan


percobaan bunuh diri. Untuk mengatasi gejala depresan misalnya
Amitripitin 3 x 10 mg - 25 mg per oral
Pada pasien yang sudah mengalami ketergantungan dapat dirujuk ke
Departemen Psikiatri.
Prognosis
Ad Vitam : dubia ad Bonam
Ad Sanasionam : dubia ad Malam
Ad Fungsionam :Dubia ad Malam

DAFTAR PUSTAKA
Ganiswara, S.G.,dkk. 1998. Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Jakarta:
Bagian Farmakologi FK UI
Hayes, E.R., et.al. 1996. Farmakologi: Pendekatan Proses Keperawatan.
Jakarta: EGC
Hudak & Gallo. 1996. Keperawatan Kritis: Pendekatan Holistik. Vol.2.
Jakarta: EGC
Katzung, B.G. 2004. Farmakologi: Dasar dan Klinik. Edisi 8. Jakarta:
Salemba Medika
Tambayong, J. 2002. Farmakologi Untuk Keperawatan. Jakarta: Widya
Medika

10

INTOKSIKASI
TANDA
GEJALA
Penekanan
Percayadirimenin

SSP,
sedasi
MotifilitasFant

ro
Intensinalmen

urun
sampaikonstip

asi
Analgesia
Mual, muntah
Bicaracadel
Bradikardia
Konstriksi

pupil
Kejang

JENIS ZAT
OPIODA
(Heroin/Putaw)

gkat
Perasaanmelamb

ung
Disorientasi
Depersonalisasi
Gangguandayaing
atjangkapendek,
halusinasi visual

ataupendengaran
Emosilabil/bingun

g
Paranoid
Ilusicemas,
depresi, panic

PUTUS ZAT

Mengantuk
Pilekbersin
Lakrimasi
Diatas pupil
Piloereksi
Tek. Darahnaik
Respirasinaik
Suhubadannaik
Mual-mual
Diare
Insomnia
Gemetar/tremor
Ansiestas,

gelisah
Tidakseleramaka

INTO

TERA

Cara

sertatakut

Putu

Meta

ditur

Misa

mg/h

Subs

dimu

diba

Dosi

alam

hari.

(Rap

11

JENIS ZAT
SEDATIF
HIPNOTIKA
PENENANG/

INTOKSIKASI
TANDA

GEJALA
Neurologis :

Bicaracadel
Gangguankoordin

OBAT TIDUR

asi,

(BK, Rohyp,

carajalantidaksta

Lexo, Pil
Koplo)

bil
Nistagmus

PUTUS ZAT

Psikologis :

Afeklabil
Hilangnyahambat

anImpulsseksual
Agresif
Irritable
Banyakbicara
Gangguanpemusa

tanperhatian
Gangguandayaing

at
Gangguandayanil

Mual, muntah
Lemah, letih
Takhikardi
Berkeringat
Tek. Darahtinggi
Ansiestes
Depresi irritable
Tremor

INTO

kasarpadatanga

ndanlidah
Kadangkadanghipotensi
ortostatik

ai
Over dosis :

Pernafasanlambat
Naditerasalemahd

ancepat
Kulitberkeringatda
nterasadingin

12

PUTU

JENIS ZAT
AMFETAMIN
(Ekstasi,
Shabu)

INTOKSIKASI
TANDA
Over dosis :

Kejang-kejang
Hiperpireksia
Dilatasi pupil
Takhikardi
Hipertensi
Perilaku

maladaptive
Gangguanday

anilai
Gangguanfun
gsisosial

GEJALA
Kardiovaskuler :

Palpitasi
Angina, aritmia
Hiper/hipotensi
Keringatbanyak
Mukapucat/merah

PUTUS ZAT

FASE AWAL :
Depresi
Ansiestas
Anergia, capek

INTO

Pernafasan :

PUTU

Bronkodilatasi

Gastro Intetinal :

Mual, diare
Kramp abdominal
Ginjal :

Diuresis

Endokrin :
Libido berubah
Impotensi

13

JENIS ZAT
ALKOHOL

INTOKSIKASI
TANDA
Ringan :

Euforia
Cadel
Mengantuk
Ataksia

Berat :

Stupor
Koma
Bradikardi
Hipotensi
Hipotermia
Kejang

GEJALA
Gangguankesadar

an
Gangguankognitif
Gangguanefektifd
anperilaku

PUTUS ZAT

Halusinasi
Kejang, gemetar
Mual, muntah
Mukamerah
Konjungtivamer

ah
Kelemahanumu

m
Insomnia
Lemas
Merah (Irritable)
Berkeringat
Hipertensi
Rindudenganmi
numalkohol

14

INTO

PUTU

JENIS ZAT
HALUSINOGEN

(LSD berbagai
jenisjamur,
Meskalin,
Psilosibin

INTOKSIKASI
TANDA
GEJALA
Perubahanper
Dilatasi pupil
Takhikardi
sepsidalamke
Berkeringat
adaankesadar
Palpital
Mata berkabut
andankewasp
Tremor
adaanpenuh.
Inkoordinas
Mis :
Depersonalisa

PUTUS ZAT

si,
Derealisasi,
Halusinasi,
Synestesia.

15

JENIS ZAT
KOKAIN

INTOKSIKASI
TANDA
GEJALA
Takhikardi
Euphoria
Dilatasi pupil
Insomnia
Tek.
atauhipersomnia
Agitasipsikomotor
Darahnaik
Berkeringat
Ide bunuhdiridan
Tremor
paranoid
Mual, muntah
Mudahtersinggun
Meningkatnya
gatau irritable
suhutubuh
Perasaandepresif
Aritmia
Halusinasi
visual
Sinkope
Nyeri dada

PUTUS ZAT

Keletihan
Insomnia

atauhipersomnia
Agitasipsikomot

or
Ide bunuhdiridan

paranoid
Mudahtersinggu

ngdan irritable
Perasaandepresi

INTO

PUTU

16