Anda di halaman 1dari 6

BAB II

XYLITOL
A. Definisi Xylitol
Pada tahun 1943, xylitol pertama kali ditemukan pada beberapa tanaman,
seperti tanaman birch (gambar 1) di finlandia lalu diperkenalkan di Eropa dan Uni
Soviet. Xylitol juga dapat diperoleh dari tanaman strawberry, raspberry dan beberapa
produk selulosa seperti kayu.6 Tahun 1963, The United States Food and Drug
Administration menyetujui penggunaan xylitol. penelitian tentang penggunaan xylitol
pada bidang kedokteran gigi dimulai sejak tahun 1970. Xylitol dikenal sebagai bahan
kimia organik pada tahun 1980. xylitol diproduksi dalam tubuh manusia sebagai
bagian dari metabolisme normal sebanyak 10-15 gram per hari. Xylitol dikenal sebagi
pemanis pertama yang tidak mengganggu tingkat insulin pada penderita diabetes. 7
Pada tahun 1983, JFCF (suatu komite gabungan antara WHO dan FAO) memutuskan
bahwa xylitol merupakan pemanis yang aman untuk dikonsumsi. sehingga pada tahun
1988-1990, xylitol banyak diproduksi dalam bentuk permen karet di Swedia dan
Norwegia.10

GAMBAR 1. Pohon Birch

Xylitol adalah gula alkohol atau gula polialkohol tipe pentitol karena didalam
molekulnya, xylitol mengandung 5 rantai atom karbon atau 5 golongan hidroksil.
Xylitol dimetabolisme di hati dan dikonversikan menjadi D-xylulose dan glukosa oleh
polyol dehydrogenase.11 Xylitol mempunyai atom karbon yang lebih pendek daripada
pemanis lainnya, seperti sorbitol, fruktosa, dan glukosa. Xylitol merupakan
karbohidrat dengan tingkat kemanisan 80-100% sukrosa, dan memiliki rasa manis
serta isokalorik yang hampir sama.12

B. Struktur Kimia Xylitol


Xylitol merupakan serbuk kristal berwarna putih tidak berbau yang memiliki
rumus kimia C5H12O5 (gambar 2) . Nama IUAPC untuk ikatan kimia xylitol adalah
(2R,3r,4S)-Pentane-1,2,3,4,5-pentanol,

nama

lainnya

adalah

1,2,3,4,5-

Pentehidroksipentan. Titik cair xylitol terletak antara 920 C 960 C dan titik didihnya
1260 C. Densitas xylitol sebesar 1,52 g/cm3 dengan massa mol 152,15 g/mol.6

Gambar 2. Struktur xylitol


Satu sendok teh xylitol mengandung 9,6 kalori, sedangkan satu sendok gula
pasir (sukrosa) mengandung 15 kalori. Xylitol tidak mengandung karbohidrat efektif
(zero net effective carbohydrates), sedangkan gula pasir (sukrosa) mengandung 4
gram per sendok teh. Xylitol juga tidak mempunyai efek aftertaste (rasa tidak enak
yang bertahan setelah mengkonsumsi sesuatu).5 Xylitol memiliki sifat fisis dan
kimiawi, yaitu apabila dilarutkan, panas pelarutan xylitol yang negatif sepuluh kali

lebih besar daripada sukrosa. Xylitol terasa dingin apabila mencair dalam mulut
seperti dalam kandungan permen karet.
C. Proses Pembuatan Xylitol
Xylitol dapat diperoleh dengan berbagai teknologi termasuk ekstraksi dari
beberapa buah dan sayur seperti strawberry, raspberry, plump dan

pear, tetapi

jumlahnya yang sangat kecil dalam buah dan sayur menjadikan ekstraksinya sulit.
Secara alami, produksi xylitol skala besar adalah secara kimia melalui reduksi Dxylosa dengan adanya katalis nikel pada suhu tinggi. Namun demikian, suhu tinggi
(80 1400C) dan membutuhkan tekanan (diatas 50 atm). 13 Proses pembuatan xylitol
dari bahan baku alami tergantung pada senyawa pentosa yang berada di dalamnya. 10
Salah satu cara adalah dengan metode bioteknologi dari tongkol jagung yang dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu : 8
1. Hidrogenasi xylosa
Cara dengan menghidrolisasi xylitol telah banyak dilakukan karena cara ini
telah dibakukan oleh Asian and Pacific for Transfer of Technology (APCTT).
Tongkol jagung yang utuh dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil dengan
panjang maksimal 15 cm lalu dimasukkan ke dalam reaktor hidrolisis dengan
keadaan operasi 90oC dan 1 atm. Di dalam reaktor ditambahkan katalis HCl 12%
dari massa tongkol jagung. Produk dari reaktor adalah ampas tongkol jagung yang
mengandung xylosa yang larut dalam asam. Ampas tongkol jagung tersebut
kemudian dipisahkan dengan menggunakan filter press untuk mendapatkan xylosa
yang masih mengandung asam klorida. Hasil keluaran dari filter press kemudian
dilanjutkan ke flash drum untuk memisahkan asam klorida dan air dari campuran
xylosa.

Campuran xylosa lalu diumpankan ke reaktor hidrogenasi, di mana di


dalam reaktor terjadi reaksi antara xylosa dengan gas hidrogen sehingga akan
menghasilkan xylitol. Proses yang terjadi mempunyai keadaan operasi 150 oC dan
pada tekanan 30 atm dengan waktu operasi 1 jam. Katalis yang digunakan pada
reaktor adalah katalis Ni. Keluaran dari reaktor lalu didinginkan dengan cooler
sehingga suhu mencapai 60oC dilanjutkan ke filter press and plate frame yang
bertujuan untuk memisahkan katalis Ni dari campuran xylitol. Setelah katalis Ni
dipisahkan, campuran xylitol dilanjutkan ke evaporator dengan temperatur 120oC
dan tekanan 1 atm untuk menguapkan air yang masih terkandung dalam campuran
xylitol. Hasil dari evaporator berupa sirup xylitol yang kental. xylitol diumpankan
ke prilling tower hingga diperoleh produk xylitol yang berupa kristal padat dengan
tingkat kemurnian 98%.

2. Fermentasi Xylosa
Pembuatan xylitol dengan proses fermentasi sudah sejak lama digunakan sejak
awal ditemukannya xylitol. Proses fermentasi produk yang dihasilkan tidak hanya
xylitol tapi turunan turunan dari produk xylitol. Proses ini juga menggunakan
bahan baku tongkol jagung, kulit gandum dan ampas tebu dengan pertimbangan
kadar pentosan yang cukup tinggi untuk diproses lebih lanjut menghasilkan
xylitol. Bahan baku yang digunakan dipotong terlebih dahulu menjadi potongan
kecil diumpankan ke dalam reaktor dengan penambahan katalis H 2SO4 pada
kondisi temperatur 100oC. Untuk menghilangkan adanya zat berbahaya
ditambahkan juga kalsium karbonat (CaCO3). Hasil dari reaktor dimasukkan ke
evaporator untuk menghilangkan air dalam campuran xylose, oleh karena
campuran masih mengandung ion sulfat (SO42-) maka perlu ditambahkan resin ion

exchange dengan alat ion exchanger yang bertujuan untuk menghilangkan ion
sulfat tersebut.
Campuran xylosa kemudian dijernihkan warnanya dengan penambahan karbon
aktif (activated carbon). Maka didapatkan xylosa yang murni dan bebas dari zat
berbahaya karena ion sulfat telah dihilangkan. Dari xylosa yang murni
diumpankan ke dalam bioreaktor yang menggunakan proses fermentasi dengan
menambahkan ragi dan nutrients. Bioreaktor perlu dijaga agar kondisi operasi
stabil pada 30oC selama 170 jam. Hasil dari bioreaktor ini berupa campuran etanol
dan xylitol, selanjutnya dilakukan pemisahan pada campuran tersebut dengan
menggunakan flash drum dengan keadaan operasi 100oC dan 1 atm. Setelah
didapat xylitol maka xylitol didinginkan dengan cooler sampai temperature xylitol
berada pada 90oC, kemudian dilanjutkan dengan proses kristalisasi dengan
kristalizer pada temperature 30oC dan tekanan 1 atm. Kristal xylitol lalu
dikeringkan dengan menggunakan dryer. Hasil dari pengeringan inilah yang
berupa xylitol dengan kemurnian xylitol 65%, adapun keuntungan proses
fermentasi xylitol ini adalah produk yang dihasilkan lebih bervariasi.
Kelemahannya yaitu kemurnian xylitol hanya 65%, waktu operasi lebih lama dan
banyak menggunakan bahan kimia lainnya seperti CaCO3 dan karbon aktif.

D. Manfaat Xylitol
Xylitol dapat membantu proses remineralisasi dan memperkuat email gigi karena
menyebabkan aliran saliva bertambah sehingga menormalkan pH saliva dan
menetralisir semua asam yang telah terbentuk, Oleh karena itu xylitol banyak
digunakan dalam pembuatan pasta gigi, obat kumur, permen karet.

1. Pasta gigi
Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi,
kandungan dari pasta gigi antara lain adalah Agent polishing (penggosok), deterjen
dan foaming (pembuat busa), pengikat, flavour, Pengawet, Pemanis. Xylitol dapat
dimanfaatkan sebagai pemanis pada pasta gigi
2. Obat kumur
Obat kumur merupakan larutan atau cairan yang digunakan untuk membilas
rongga mulut serta mencegah karies gigi, kandungan obat kumur antara lain adalah
bahan antibakteri dan anti jamur, oksigenasi, Astringents, Anodynes, buffer,
deodorizing agents, deterjen, dan juga xylitol sebagai bahan tambahannya.

3. Permen karet
Permen karet adalah permen kunyah yang memiliki ciri khas yaitu dapat
dibuat untuk mengembangkan gelembung. Warnanya beraneka ragam dan memiliki
rasa tertentu, Kandungan permen karet terdiri dari campuran beberapa getah
atau damar, zat pemanis (gula atau sirup ), akan tetapi banyak produsen permen karet
yang mengganti zat pemanis dengan xylitol, karena terbukti lebih baik untuk
kesehatan gigi dan mulut.