Anda di halaman 1dari 9

Problem yang dihadapi ummat Islam dewasa ini meliputi seluruh dimensi kehidupan.

Persoalan-persoalan inilah yang mengakibatkan ummat mengalami stagnasi dalam segala bidang
dan akhirnya sangat mudah ummat Islam terjebak dalam jaring-jaring persengkongkolan atau
konspirasi musuh-musuh Islam. Keloyoan, kelemahan dan keterbelakangan yang ada dalam
tubuh ummat Islam dewasa ini menyebabkan mereka tidak merasa memiliki izzah kembali
dengan nilai-nilai luhur yang pernah dipegang oleh Salafusholeh sebelumnya. Persoalan dan
problematika ummat saat ini bisa kita konklusikan dalam beberapa point-point berikut ini;

Iman
Apabila manusia muslim imannya lemah maka ia tidak akan pernah merasakan
nikmatnya iman tersebut. Ia senantiasa terombang-ambing dalam panggung kehidupan dan ia
tidak memiliki jati diri lagi sebagai muslim yang sebenarnya. Sebaliknya manusia muslim yang
memiliki kekuatan iman yang sebenarnya, bukan hanya sebatas keyakinan saja, ia akan merasa
ketentraman, kedamaian, percaya diri dan bahkan mampu melukiskan karya-karya besar dalam
kanvas kehidupannya. Dan inilah hamba-hamba Allah yang dijanjikan mewarisi bumi-Nya.
Perhatikan ayat-ayat berikut ini;
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka
berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka
berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya
untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam
ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada
mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah
(janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An-Nuur: 55)
Yang selalu merasakan nikmat iman dalah orang rela menjadikan Allah sebagai Robb,
menjadikan Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi. (HR. Muslim)
Tiga perkara yang dimana seseorang memilikinya maka ia akan merasakan manisnya
iman, Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada yang lain, seorang yang mencintai orang
lain dan ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan orang yang benci dikembalikan ke
dalam kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam api neraka. (HR. al-Bukhari
dan Muslim)

Ibadah dan Akhlak

Melemahnya ibadah dan akhlak di kalangan ummat Islam akan mengakibatkan


ketidakberdayaan ummat mempertahankan eksistensi dirinya di dunia ini. Padahal setiap ibadah
yang diwajibkan Allah kepada ummatnya mengandung nilai-nilai filosofis yang tinggi dan nilainilai akhlak yang luhur. Perhatikan beberapa ayat-ayat Allah SWT berikut ini;

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar (QS Al-Ankabuut: 45)
Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu
dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (QS Al-Hajj: 77)
Umar bin Khattab ra berkata dalam suratnya kepada Amr bin al-Ash, Wahai Amr,
sesungguhnya kita hanya dapat mengalahkan orang-orang kafir itu karena ketakwaan kita
dan kekafiran mereka. Maka ketika kita berdosa kepada Allah, tiada lagi sumber
kemenangan yang kita miliki, sebab orang-orang kafir selalu melebihi kita dalam sarana
perang dan jumlah pasukan mereka. Maka, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar
takwa.
Jauhnya generasi muda Islam dari agamanya merupakan cita-cita tinggi yang diimpikan
oleh para orientalis yang notabane menjadi musuh-musuh besar Islam. Samuel Zweimer,
Direktur organisasi missi pada konferensi para misionaris di kota Al-Quds tahun 1935 berkata,
Misi utama yang dibebankan negara-negara Kristen kepada kita bukanlah menjadikan kaum
muslimin sebagai orang Kristen, karena hal itu adalah soal hidayah dan kemuliaan. Misi utama
kita ialah mengeluarkan muslim dari ajaran Islam, agar menjadi orang yang tidak memiliki
hubungan lagi dengan Allah, sehingga ia tidak mempunyai ikatan akhlak sebagai pegangan
hidup umat Islam.
Yang akhirnya mereka menyaksikan generasi-generasi muda muslim terombang-ambing
dalam dunia maya kemaksiatan, mengekor pada permainan libido & hawa nafsu yang menguasai
seluruh ruang kejiwaannya dan jauh dari akhlak mulia Islam. Allah SWT berfirman;
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat
dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (QS
Maryam: 59)

Sosial

Beberapa persoalan yang terus terjadi dan menghantui kehidupan sosial ummat adalah
hilangnya persatuan, permasalahan seksual, narkoba, perdagangan ABG dan kemaksiatankemaksiatan lain yang semakin marak dewasa ini. Perhatikan beberapa peringatan dari ayat-ayat
Allah dan hadits Nabi;
Dan ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan,
yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al-Anfaal: 46)
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Israa: 32)

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian


di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari
mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
(QS Al-Maaidaah: 91)
:



Dari Abdillah ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah saw. telah bersabda, Wahai, Kaum
Muhajiriin, ada lima hal yang aku khawatirkan akan menimpa serta menguji kalian, dan aku
berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mendapatkannya. Tidaklah perzinahan merajalela
pada suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan menyebar
penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi pada umat yang sebelumnya, dan tidaklah mereka
mengurangi timbangan dan takaran, kecuali akan ditimpa paceklik serta mahalnya harga
kehidupan ditambah dengan pemimpin yang tiran... (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah)

Pendidikan, Pembinaan, dan Dakwah

Rasulullah saw. diutus ke bumi dengan mengemban misi khusus yaitu membacakan ayatayat Allah, mentazkiah dan mengajarkan Al-Kitab dan Al-Hikmah kepada ummatnya agar
mereka memahami visi dan misi kehidupannya, agar mereka melek peradaban yang ada
disekitarnya dan agar mereka menjadi saksi-saksi kebenaran dan kebaikan atas umat yang lain.
Maka ketika talim dan tarbiah (pendidikan dan pembinaan) yang sesuai dengan manhaj
salafusholih tidak dilirik kembali oleh ummat Islam dan bahkan ditinggalkan sama sekali,
niscaya akan muncul syubhat pemikiran di tengah-tengah ummat, merajalelanya syahwat yang
mendominasi dalam kehidupan dan kebodohan mewarnai masyarakat. Inilah fenomena
masyarakat muslim ketika tarbiah, talim dan dakwah tidak berperan lagi dalam masyarakat
sebagaimana yang diisyaratkan ayat ini;
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat
dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (QS
Maryam: 59)
Oleh karenanya, Allah menyeru kepada setiap mukmin untuk selalu melakukan amar
maruf dan nahi munkar.
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang
beruntung. (QS Ali Imran: 104)

Ilmu Pengetahuan dan Tsaqafah Islamiyah

Kekuatan yang dimiliki ummat dan kemenangan yang selalu dijanjikan Allah SWT
kepada mereka, bukan hanya bertumpu pada sisi aqidah atau ibadah saja, tanpa diiringi dengan
ilmu pengetahuan Islam dan ekspansi kebaikan amal islami dalam kehidupannya. Namun,
kekuatan dan kemenangan itu tegak kokoh diatas tiga pilar yang satu sama lain tidak boleh
terpisahkan yaitu, iman, ilmu dan amal (ibadah), dan saat ini, ketika ummat mulai
meninggalkan tsaqafah islamiah dan ilmu pengetahuan lainnya yang bermanfaat, maka kekuatan
dan kemenangan tersebut berangsur-angsur akan hilang dan pada akhirnya digantikan dengan
ketidakberdayaan serta kelemahan. Sebagaimana Allah nyatakan dalam firman-Nya.
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang
tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
(QS Az-Zumar: 9)
niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. (QS Al-Mujaadilah: 11)
Mengenai hal ini, Imam Syafii berkata, Sesungguhnya jati diri seorang pemuda
demi Allahada dalam ilmu dan ketakwaannya. Apabila keduanya tidak ada dalam dirinya,
maka ia bukanlah pemuda sebenarnya.

Politik dan Hukum


Dalam masalah politik dan hukum, kita bisa merenungkan beberapa ayat Allah dan
hadits nabi, sebagaimana berikut ini.
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS Al-Maa-idah: 44)
...Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al-Maa-idaah: 45)
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih
baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS Al-Maa-idaah: 50)
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap
sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu,
melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan
kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (QS AlBaqarah: 85)


( )
...Tidaklah mereka melanggar perjanjian dengan Allah dan Rasul-Nya, kecuali mereka
akan dikuasai oleh musuh dari luar yang akan mengambil sebagaian harta yang mereka miliki,
dan tidaklah mereka menahan diri dari menunaikan kewajiban zakat harta mereka, kecuali
mereka akan terhalang dari curah hujan, dan seandainya saja tidak ada binatang ternak niscaya
tidak akan turun hujan kepada mereka. Adapun selama para pemimpin mereka tidak berhukum
dengan Kitab Allah, maka konflik dan pertempuran akan terjadi diantara mereka. (HR. atTirmidzi dan Ibnu Majah)

Militer

Ummat Islam dewasa ini tidak memiliki kekuatan militer yang ditakuti dan
diperhitungkan musuh-musuh Islam. Keberadaan kekuatan militer sangat diperlukan untuk
meninggikan kalimat Allah dan menebarkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan ditengah-tengah
manusia, sebagaimana yang terjadi pada masa-masa kejayaan Islam. Dimasa itu, banyak bangsabangsa lain yang sangat merindukan kehadiran militer Islam ditengah-tengah mereka untuk
melindungi dan mengayomi mereka, seperti kisah Saad bin Abu Waqqas yang menarik
pasukannya dari wilayah kekuasaannya. Karena, wilayah itu tidak mungkin lagi dipertahankan
oleh beliau dan ia mengembalikan semua upeti yang ditarik dari penduduk setempat pada waktu
itu. Inilah kesan militer yang damai, menjunjung nilai keadilan dan menegakkan hak-hak rakyat.
Selanjutnya, ummat kehilangan identitasnya sebagai khairu ummat, ummatan wasathan,
serta syuhada ala an-naas, dan sebaliknya menjadi ummat yang terbelakang dan kekuatan tidak
diperhitungkan lagi oleh musuh-musuh Islam. Kekuatan dan kualitas mereka bak ghutsa (buih)
di lautan. Rasulullah bersabda dalam hadistnya.
Nanti ummat ini akan dikepung oleh bangsa-bangsa lain. Sebagaimana orang yang
makan itu mengepung nampan nasinya. Sebagian sahabat bertanya: Apakah jumlah kita
sedikit pada waktu itu? Beliau menjawab: Tidak, bahkan jumlah kamu banyak sekali pada
waktu itu, akan tetapi (kualitas) kamu seperti buih, buih arus. Dan sungguh Allah akan
mencabut dari jiwa musuh-musuh kamu rasa takut dari kamu. Dan selanjutnya Dia
menanamkan penyakit wahn pada hati kamu. Sebagian sahabat bertanya: Wahai Rasulullah,
apa wahn itu? Beliau bersabda: Hubbud dunya (cinta dunia) dan benci kematian. (HR.
Abu Daud dan Ahmad)
Fenomena di atas bermuara pada kecenderungan manusia yang suka menyimpang dan
berpaling dari kebenaran, watak manusia yang selalu menentang ayat-ayat Allah kerena
kebodohannya dan hawa nafsu yang mendominasi kehidupannya. Hal ini sebagaimana yang
jelaskan ayat-ayat Quraniah berikut ini;
Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka &
Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.(QS Ash-Shaff: 5)

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa
alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku)
mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada
petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka
terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan
mereka selalu lalai dari padanya. (QS Al-Araaf: 146)
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan
ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah,
maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya maka diulurkannya lidahnya
dan jika kamu membiarkannya maka dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah
perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada
mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS Al-Araaf: 176)

III.

PROBLEMATIKA KONTEMPORER

Problematika-problematika ummat, yang sifatnya kontemporer, bisa diklasifikasikan


menjadi tiga bagian :
Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di tubuh ummat.
Penyakit ummat sebagai dampak dari penjajahan.
Kekuatan musuh dengan gerakan Ghazwul Fikr.

Penyimpangan-penyimpangan

Penyimpangan dan kesewenang-wenangan yang terjadi dalam tubuh ummat ini, bisa
disebabkan oleh kekuasan tangan-tangan besi dan tiran, bisa muncul dari sebuah kebaikan yang
semu, bisa lahir dari kelompok penyeru dan para duat yang mempunyai kepentingankepentingan pribadi dan bisa lahir pula dari diri seorang muslim yang telah terjangkit virus-virus
jaman dan moral. Hal ini bisa kita perhatikan dari beberapa Hadits Rasulullah sebagai berikut;
Muncul masa kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian berakhir.
Kemudian, muncul masa khilafah yang lurus selama masa yang Allah kehendaki, kemudian
berakhir. Selanjutnya muncul raja-raja secara turun-temurun selama masa yang Allah
kehendaki, kemudian berakhir. Lalu muncul masa kediktatoran selama masa yang Allah
kehendaki, kemudian berakhir. Kemudian akan muncul masa kekhilafahan yang lurus kembali
yang tegak di atas minhaj nubuah yang meliputi seluruh dunia.
Hudzaifah bin al-Yaman berkata, Semua manusia bertanya kepada Rasulullah saw. tentang
kebaikan, sementara aku bertanya kepada beliau tentang keburukan yang mana aku takut

menemuinya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dulu berada dalam
kejahiliahan dan keburukan, lalu Allah memberikan kepada kami kebenaran ini. Maka apakah
setelah kebaikan ini akan muncul keburukan? Beliau menjawab: Ya. Aku bertanya kembali:
Dan apakah setelah keburukan ini akan ada kebaikan kembali? Beliau menjawa: Ya, (akan
tetapi) di dalamnya ada kerusakan. Aku bertanya: Apa kerusakannya? Beliau menjawab:
Kaum yang menunjukkan dengan selain petunjukku, kamu mengenal mereka dan kamu juga
mengingkarinya. Aku bertanya kembali: Maka apakah setelah kebaikan yang demikian ini
ada keburukan lagi? Beliau menjawab: Ya, para dai yang berada di pintu-pintu Jahannam,
barang siapa yang meresponnya maka ia akan terjerumus di dalamnya. Aku bertanya: Wahai
Rasulullah jelaskan kepada kami sifat-sifat mereka. Beliau bersabda: Mereka dari jenis kulit
(golongan) kita dan mereka berkata dengan lisan-lisan kita. Aku berkata: Apa yang Engkau
intruksikan kepadaku apabila menemuiku? Beliau bersabda: Kamu harus bergabung bersama
jamaatul muslimin dan imam mereka. Aku bertanya kembali: Kalau sekiranya tidak ada
jamaah dan imam? Beliau berkata: Jauhilah semua firqoh yang ada, meskipun kamu menggigit
akar pohon sampai datangnya kematian dan kamu tetap begitu. (HR. al-Bukhari)

( )
Adapun selama para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitab Allah, maka
konflik dan pertempuran akan terjadi diantara mereka. (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Beberapa hadits di atas, menjelaskan kepada kita tentang fitnah, penyimpangan, dan
kesewenangan yang harus dihadapi umat ini ke depan, sebagaimana disebutkan di bawah ini.
Pertama, Penguasa diktator.
Mereka muncul setelah tumbangnya Khilafah Utsmaniah pada tahun 1924, dan mereka semua
menjadi boneka-boneka musuh Islam seperti Musthafa Kamal at-Taturk, yang dengan gerakan
westernisasinya, dijuluki Bapak Turki, padahal ia adalah orang yang pertama kali
menghancurkan pilar-pilar dan simbol-simbol Islam setelah runtuhnya Khilafah Islamiah di
Turki. Selain Musthafa, ada banyak deretan nama dari para penguasa diktator ini, yaitu sebagai
berikut: Jamal Abdun Nashr, Husni Mubarak, Hafidz asad, Shaddam Husain, dan beberapa
penguasa lain yang saat ini memegang kekuasan di dunia Islam
Kedua, Kebaikan yang berpenyakit
Manusia-manusia munafik yang menampakkan kebaikan secara lahiriah, tetapi dalam jiwanya
bersemayam kebencian, kedengkian, dan keinginan untuk merusak. Manusia-manusia ini banyak
kita jumpai di tengah-tengah masyarakat muslim. Ketika mereka melakukan ekspansi kebaikan,
mereka melakukannya bukan karena ikhlas untuk Allah SWT, tetapi karena kepentingankepentingan pribadi yang disembunyikan. Oleh karenanya, Rasulullah saw.mengomentari
mereka dengan sabdanya, Mereka berjalan tanpa petunjukku, dan tidak pernah menjalankan
sunnahku.
Ketiga, Para penyeru Neraka Jahannam
Tantangan berikutnya yang harus dihadapi ummat ini adalah muncul para dai gadungan, yaitu
dai yang menjerumuskan umat. Mereka bukannya membimbing manusia ke jalan yang benar,
jalan kebaikan, jalan persatuan dan jalan kedamaian, tetapi mengajak umat untuk berjuang

mempertahankan kepentingan-kepentingan pribadi, menyeru kepada perpecahan, keonaran, dan


kerusakan. Rasulullah menjuluki mereka sebagai dai-dai yang berada di pintu-pintu Neraka
Jahannam, dan manusia-manusia yang berhati iblis, namun berjasad manusia. (Riwayat Abu alAswad, Fathul Baary, dan Ibnu Hajar al-Asqalani)
Keempat, Terurainya ikatan Islam
Fenomena ini terlihat dari berpecahnya negeri Islam menjadi negeri-negeri yang relatif kecil
ukurannya. Bahkan setelah berpecah pun, ikatan Keislaman diantara mereka sangat lemah dan
saling melemahkan satu sama lain. Suasana disintegrasi seperti ini yang akhirnya akan
melenyapkan kekuatan Islam yang sejatinya ada dalam persatuan.
Kelima, Ditinggalkannya hukum Islam
Fenomena umat Islam sekarang ini, sangat jelas bagi kita bahwa banyak umat yang telah
meninggalkan nilai-nilai ajaran agamanya baik sengaja maupun karena kebodohannya setelah
tumbangnya Khilafah. Para penguasa enggan berpegang teguh pada tali-tali agama dan bahkan
merasa bangga ketika menerapkan hukum-hukum produk para penjajah. Lihat hukum kita di
Indonesia, bagaimana kita bisa sampai saat ini bangga dengan hukum-hukum Belanda?
Logikanya, kalau hukum Belanda bisa dipakai oleh masyarakat yang mayoritas umat Islam,
kenapa hukum Allah tidak pernah diuji dan diterapkan dalam kehidupan kita? Padahal para
penguasa dan pejabat semenjak merdeka adalah orang-orang muslim. Sementara Allah
menegaskan dalam firmanNya tentang kebenaran dan kebaikan hukum-hukumnya;
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik
daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS Al-Maa-idaah: 50)
SOLUSI DARI BERBAGAI PROBLEMA
Untuk menghadapi berbagai problematika umat dewasa ini, baik yang bersifat permanen
dan inheren maupun yang bersifat kontemporer karena faktor eksternal, maka seluruh Umat
Islam harus membangun kembali kesadaran akan agamanya dan mengaplikasikan nilai-nilainya
dalam setiap dimensi kehidupannya.
Ada tiga fokus yang sangat mendasar, dimana setiap individu muslim harus memperbaiki
dirinya dalam hal ini.
Pertama, Memiliki ilmu pengetahuan.
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang
tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
(QS Az-Zumar: 9)
niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. (QS Al-Mujaadilah: 11)

Imam Syafii berkata, Sesungguhnya jati diri seorang pemudademi Allahada


dalam ilmu dan ketakwaannya. Apabila keduanya tidak ada dalam dirinya, maka ia
bukanlah pemuda sebenarnya.
Kedua, Tarbiah secara kontinyu.
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka itulah orang-orang
yang beruntung. (QS Ali Imran: 104)
Ketiga, Berjihad sepanjang masa.
Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu
dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada
jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali
tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu
Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan
(begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya
kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah
zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaikbaik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS Al-Hajj: 77-78)
Akhirnya, kita hanya bisa berdoa dan berharap semoga kita termasuk orang-orang yang
memulai untuk berbenah diri dalam menghadapi berbagai problematika ummat sekarang ini.
Wallahu alam bish-shawwab.