Anda di halaman 1dari 5

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN MENULIS

BERDASARKAN 7 KOMPONEN PEMBELAJARAN


Guna memenuhi tugas mata kuliah pembelajaran menulis

oleh :
Ahmad Badrudin

2101411155

Muhammad Jefri P.

2101411094

Nanda May Satriyandi

2101411114

M. Harsa Bahtiar

2101411115

Farikh Asriyani Umi N.

2101411126

M. Ali Sidiq Nawawi

2101411173

Edo Fushilat Lazuardo

2101411182

Amanda Rizqyana

2101408075

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN MENULIS BERDASARKAN


7 KOMPONEN PEMBELAJARAN

1. Karakteristik Tujuan dalam Pembelajaran Menulis


a. Mengembangkan kreatifitas siswa dalam kegiatan menulis.
b. Mengekspresikan perasaan dan emosi yang berapi-api.
2. Karakteristik Bahan/ materi dalam Pembelajaran Menulis
a. Menjelaskan struktur bahasa,
b. Hakikat menulis
3. Karakteristik Strategi dalam Pembelajaran Menulis
Strategi pembelajaran menggambarkan langkah-langkah yang menyeluruh
dalam proses pembelajaran menulis. Terdapat model, metode, dan teknik
pembelajaran menulis dalam strategi tersebut.
a. Model
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari
awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas.
1) Model Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Proses
Model pembelajaran menulis dengan pendekatan proses meliputi lima
tahap, yakni pramenulis, menulis draf, merevisi, menyunting, dan
mempublikasi (Tomkins & Hoskisson, 1995).
a) Pramenulis adalah tahap persiapan untuk menulis. Adapun hal-hal
yang dilakukan siswa dalam tahap ini adalah: 1) memilih topik, 2)
mempertimbangkan tujuan, bentuk, dan pembaca, dan 3) memperoleh
dan menyusun ide-ide.
b) Tahap menulis draf, siswa diminta hanya mengekpresikan ide-ide
mereka ke dalam tulisan kasar.
c) Tahap merevisi, siswa memperbaiki ide-ide mereka dalam karangan.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa pada tahap ini


adalah: 1) membaca ulang seluruh draf, 2) sharing atau berbagi
pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman dalam
kelompok.

d) Merevisi, mengubah tulisan dengan memperhatikan reaksi, komentar


atau masukan dari teman atau guru.
e) Menyunting, mengadakan perubahan-perubahan aspek mekanik
karangan. Siswa memperbaiki karangan mereka dengan memperbaiki
ejaan atau kesalahan mekanik yang lain. Tujuannya adalah untuk
membuat karangan lebih mudah dibaca orang lain. Adapun aspekaspek mekanik yang diperbaiki adalah penggunaan huruf besar, ejaan,
struktur kalimat, tanda baca, istilah dan kosakata serta format
karangan.
f) Tahap publikasi, tahap akhir menulis, siswa mempublikasikan tulisan
mereka dalam bentuk yang sesuai atau berbagi tulisan dengan
pembaca yang telah ditentukan.
2) Model Pembelajaran Menulis Imajinatif
Dalam proses pembelajaran menulis Imajinatif ini
menguasai

kompetensi

menulis/mengarang

secara

siswa diajarkan
bebas

sesuai

imajinasinya sendiri-sendiri. Di sini siswa diberi kebebasan untuk


menuangkan segala ide/gagasan, pendapat/opini, imajinasi atau daya
khayal, dsb ke dalam bentuk tulisan/karangan.
b. Metode
1) Metode Langsung
Metode

pengajaran

langsung

dirancang

secara

khusus

untuk

mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan


pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari
selangkah demi selangkah. Metode tersebut didasari anggapan bahwa pada
umumnya pengetahuan dibagi dua, yakni pengetahuan deklaratif dan
pengetahuan prosedural. Deklaratif berarti pengetahuan tentang bagaimana
melakukan sesuatu.
2) Metode Sugesti-Imajinasi
Pada prinsipnya, metode sugesti-imajinasi adalah metode pembelajaran
menulis dengan cara memberikan sugesti lewat lagu untuk merangsang
imajinasi siswa. Dalam hal ini, lagu digunakan sebagai pencipta suasana
sugestif, stimulus, dan sekaligus menjadi jembatan bagi siswa untuk

membayangkan atau menciptakan gambaran dan kejadian berdasarkan


tema lagu. Respons yang diharapkan muncul dari para siswa berupa
kemampuan melihat gambaran-gambaran kejadian tersebut dengan
imajinasi-imajinasi dan logika yang dimiliki lalu mengungkapkan kembali
dengan menggunakan simbol-simbol verbal.
c. Teknik

Teknik pembelajaran menulis adalah cara mengajarkan (menyajikan atau


memantapkan) bahan-bahan pelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia
khususnya aspek ketrampilan menulis. Berikut ini beberapa teknik
pembelajaran menulis:
1) Teknik 3M
Teknik 3M merupakan singkatan dari mengamati, meniru, dan
menambahi. Teknik 3M ini sesungguhnya bukanlah hal yang sangat baru.
Teknik ini terilhami dari apa yang diajarkan Mardjuki (dalam Harefa,
2002:31), seorang penulis kreatif yang cukup dikenal oleh para wartawan
di Yogyakarta di tahun 80-an, kepada calon-calon penulis muda, yaitu
dengan 3N-nya (niteni, norokke, nambahi). Teknik ini biasanya diterapkan
dalam menulis teks berita.
2) Teknik pancingan kata kunci
Salah satu upaya inovatif dalam mengemas pembelajaran menulis puisi
adalah dengan aplikasi teknik pancingan kata kunci.

4. Karakteristik Media dalam Pembelajaran Menulis


a. Media yang digunakan harus didasarkan pada kompetensi yang ada atau
dengan kata lain media yang digunakan merupakan contoh real dari materi
yang akan diajarkan. Contohnya, buku harian, teks karangan, surat,
gambar.
b. Media pengajaran memegang peranan penting dalam usaha meningkatkan
hasil belajar semaksimal mungkin. Tampaknya masih sedikit guru yang
mempergunakan media dalam mengajarkan menulis. Sebaiknya guru
mempersiapkan berbagai macam media yang dapat dipergunakan dalam
mengajarkan keterampilan menulis. Hal ini berguna untuk mendorong

terlaksananya kegiatan belajar mengajar keterampilan menulis yang lebih


efektif dan efisien.
5. Evaluasi
a. Organisasi penyajian isi
Organisasi penyajian isi digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa
dalam hal mengorganisasi penyajian tulisan.
b. Mekanik : tata bahasa, ejaan : tanda baca, kerapian, dan kebersihan tulisan
Hasil dari tulisan siswa dilihat bentuk mekaniknya yang terdiri atas tata
bahasa, ejaan, tanda baca, kerapian, dan kebersihan tulisan untuk
mengetahui seberapa kemampuan siswa dalam menulis.
6. Karakteristik guru
a. Mampu memotivasi siswanya untuk menulis
Peran guru untuk memotivasi siswanya untuk meningkatkan semangat
dalam hal menulis sangat diperlukan. Jadi peran guru tidak hanya
mengajarkan tentang apa itu menulis tetapi guru harus mampu memotivasi
siswanya untuk memiliki kesenangan menulis
b. Mengetahui tata cara dalam menulis dan mampu mengajarakan kepada
siswa bagaimana cara menulis yang benar
Guru harus memiliki dasar pengetahuan yang kuat tentang menulis
sebelum mengajarkan menulis yang baik dan benar kepada siswanya.
7. Karakteristik siswa
a. Memiliki kemauan untuk menulis
Ketertarikan untuk menulis sangat penting dimiliki oleh siswa, jika siswa
sudah memiliki ketertarikan terhadap menulis pasti kemauan siswa untuk
menulis itu akan muncul dengan sendirinya.
b. Memiliki pengalaman membaca karya sastra yang digunakan sebagai
referensi dalam menulis
Untuk mendukung kemahiran siswa dalam hal menulis siswa perlu
mencari pengalaman dan referensi dari berbagai sumber sebagai faktor
pendukung ketika siswa melakukan proses menulisnya.