Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


DENGAN DIABETES MILITUS
Disusun untuk memenuhi tugas Praktek Belajar Klinik Keperawatan Keluarga

DISUSUN OLEH :

Jimmy Realita Novianti


1.1.20369

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMARANG


POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG
2006

KONSEP DASAR
DIABETES MILITUS
A.

Pengertian
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronik yang kompleks yang
melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak serta
berkembangnya komplikasi mikrovaskuler, makrovaskuler dan neurologist.
( Long, 1996 : 4 )
Diabetes Mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang
ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia.
( Smeltzer,2002 : 1220 )
Diabetes militus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai
oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemi. Glukosa secara
normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu dalam darah. Glukosa dibentuk
dihati dari makanan yang dikonsumsi. (Brunner dan Suddarth, 2002).

B. Etiologi
Faktor penyebab terjadinya Diabetes Mellitus ( Sjaifoellah, 1996 : 692 )
yaitu :
1. Faktor keturunan
Karena adanya kelainan fungsi atau jumlah sel sel betha pancreas yang
bersifat genetic dan diturunkan secara autosom dominant sehingga
mempengaruhi sel betha serta mengubah kemampuannya dalam mengenali
dan menyebarkan rangsang yang merupakan bagian dari sintesis insulin.
2. Fungsi sel pancreas dan sekresi insulin berkurang
Jumlah glukosa yang diambul dan dilepaskan oleh hati dan yang
digunakan oleh jarinagan perifer tergantung keseimbangan fisiologis
beberapa hormon. Hormon yang menurunkan glukosa darah yaitu insulin
yang dibentuk sel betha pulau pancreas.

3. Kegemukan atau obesitas


Terjadi karena hipertrofi sel betha pancreas dan hiperinsulinemia dan
intoleransi glukosa kemudian berakhir dengan kegemukan dengan diabetes
mellitus dan insulin insufisiensi relative.
4. Perubahan pada usia lanjut berkaitan dengan resistensi insulin
Pada usia lanjut terjadi penurunan maupun kemampuan insulin terutama
pada post reseptor.
C. Tipe Diabetes
Ada beberapa tipe diabetes melius antara lain:
Tipe I

: Diabetes melitus tergantung insulin ( Insulin Dependent

Diabetes Melitus)
Tipe II

: Diabetes melitus tidak tergantung insulin (Non- Insulin

Dependent Diabetes Melitus)


Diabetes Melitus yang berhubungan dengan keadaan sindrom lainya
Diabetes Melitus Gestasional
D. Manifestasi Klinik
Gejala diabetes mellitus type 1 muncul secara tiba tiba pada usia anak
anak sebagai akibat dari kelainan genetika sehingga tubuh tidak memproduksi
insulin dengan baik. Gejala gejalanya antara lain adalah sering buang air
kecil, terus menerus lapar dan haus, berat badan turun, kelelahan, penglihatan
kabur, infeksi pada kulit yang berulang, meningkatnya kadar gula dalam darah
dan air seni, cenderung terjadi pada mereka yang berusiadibawah 20 tahun.
Sedangkan diabetes mellitus tipe II muncul secara perlahan lahan sampai
menjadi gangguan kulit yang jelas, dan pada tahap permulaannya seperti
gejala pada diabetes mellitus type I, yaitu cepat lemah, kehilangan tenaga, dan
merasa tidak fit, sering buang air kecil, terus menerus lapar dan haus,
kelelahan yang berkepanjangan dan tidak ada penyebabnya, mudah sakit yang
berkepanjangan, biasanya terjadi pada mereka yang berusia diatas 40 tahun

tetapi prevalensinya kini semakin tinggi pada golongan anak anak dan
remaja.
Gejala gejala tersebut sering terabaikan karena dianggap sebagai
keletihan akibat kerja. Jika glukosa darah sudah tumpah ke saluran urine
sehingga bila urine tersebut tidak disiram akan dikerubungi oleh semut adalah
tanda adanya gula. Gejala lain yang biasa muncul adalah penglihatan kabur,
luka yang lam asembuh, kaki tersa keras, infeksi jamur pada saluran
reproduksi wanita, impotensi pada pria.
E. Komplikasi
Komplikasi diabetes mellitus terbagi menjadi 2 yaitu komplikasi akut dan
komplikasi kronik. ( Carpenito, 2001 )
Komplikasi Akut, ada 3 komplikasi akut pada diabetes mellitus yang penting
dan berhubungan dengan keseimbangan kadar glukosa darah dalam jangka
pendek, ketiga komplikasi tersebut adalah ( Smeltzer, 2002 : 1258 )
1. Diabetik Ketoasedosis ( DKA )
Ketoasedosis diabatik merupakan defisiensi insulin berat dan akut dari
suatu

perjalananpenyakit

diabetes

mellitus.

Diabetik

ketoasedosis

disebabkan oleh tidak adanya insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin
yang nyata ( Smeltzer, 2002 : 1258 )
2. Koma Hiperosmolar Nonketotik (KHHN)
Koma Hiperosmolar Nonketotik merupakan keadaan yang didominasi oleh
hiperosmolaritas dan hiperglikemia dan disertai perubahan tingkat
kesadaran. Salah satu perbedaan utama KHHN dengan DKA adalah tidak
terdapatnya ketosis dan asidosis pada KHHN (Smetzer, 2002 : 1262)
3. Hypoglikemia
Hypoglikemia ( Kadar gula darah yang abnormal yang rendah) terjadi
aklau kadar glukoda dalam darah turun dibawah 50 hingga 60 mg/dl.
Keadaan ini dapat terjadi akibat pemberian preparat insulin atau preparat
oral yang berlebihan, konsumsi makanan yang terlalu sedikit (Smeltzer,
2002 : 1256)

Komplikasi kronik Diabetes Melitus pada adsarnya terjadi pada semua


pembuluh darah diseluruh bagian tubuh (Angiopati Diabetik). Angiopati
Diabetik dibagi menjadi 2 yaitu : (Long 1996) :
1. Mikrovaskuler
a.

Penyakit Ginjal
Salah satu akibat utama dari perubahan perubahan mikrovaskuler
adalah perubahan pada struktural dan fungsi ginjal. Bila kadar glukosa
darah meningkat, maka mekanisme filtrasi ginjal akan mengalami
stress yang menyebabkan kebocoran protein darah dalam urin
(Smeltzer, 2002 : 1272)

b.

Penyakit Mata (Katarak)


Penderita Diabetes melitus akan mengalami gejala penglihatan sampai
kebutaan. Keluhan penglihan kabur tidak selalui disebabkan retinopati
(Sjaifoellah, 1996 : 588). Katarak disebabkan karena hiperglikemia
yang berkepanjanganyang menyebabkan pembengkakan lensa dan
kerusakan lensa (Long, 1996 : !6)

c.

Neuropati
Diabetes dapat mempengaruhi saraf - saraf perifer, sistem saraf
otonom, Medsulla spinalis, atau sistem saraf pusat. Akumulasi sorbital
dan perubahan perubahan metabolik lain dalam sintesa atau funsi
myelin yang dikaitkan dengan hiperglikemia dapat menimbulkan
perubahan kondisi saraf ( Long, 1996 : 17)

2. Makrovaskuler
a.

Penyakit Jantung Koroner


Akibat kelainan fungsi pada jantung akibat diabetes melitus maka
terjadi penurunan kerja jantung untuk memompakan darahnya
keseluruh tubuh sehingga tekanan darah akan naik atau hipertensi.
Lemak yang menumpuk dalam pembuluh darah menyebabkan
mengerasnya arteri (arteriosclerosis), dengan resiko penderita penyakit
jantung koroner atau stroke

b.

Pembuluh darah kaki


Timbul karena adanya anesthesia fungsi saraf saraf sensorik, keadaan
ini berperan dalam terjadinya trauma minor dan tidak terdeteksinya
infeksi yang menyebabkan gangren. Infeksi dimulai dari celah celah
kulit yang mengalami hipertropi, pada sel sel kuku yang tertanam
pada bagian kaki, bagia kulit kaki yang menebal, dan kalus, demikian
juga pada daerah daerah yang tekena trauma (Long, 1996 : 17)

c.

Pembuluh darah otak


Pada pembuluh darah otak dapat terjadi penyumbatan sehingga suplai
darah keotak menurun (Long, 1996 : 17)

F. Pathofisiologi
Dalam keadaan normal jika terdapat insulin, asupan glukosa/produksi
glukosa yang melebihi kebutuhan kalori akan disimpan sebagai glikogen
dalam sel-sel hati dan sel-sel otot. Proses glikogenesis ini mencegah
hiperglikemia (kadar glukosa darah > 110 mg/dl). Pada pasien DM, kadar
glukosa dalam darah meningkat/tidak terkontrol, akibat rendahnya produk
insulin/tubuh tidak dapat menggunakannya, sebagai sel-sel akan starvasi. Bila
kadar meningkat akan dibuang melalui ginjal yang akan menimbulkan diuresi
sehingga pasien banyak minum (polidipsi). Glukosa terbuang melalui urin
maka tubuh kehilangan banyak kalori sehingga nafsu makan meningkat
(poliphagi). Akibat sel-sel starvasi karena glukosa tidak dapat melewati
membran sel, maka pasien akan cepat lewat.
G. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan yang dilakukan sebagai penunjang diagnostik medis antara
lain:
1. Pemeriksaan gula darah
Orang dengan metabolisme yang normal mampu mempertahankan
kadar gula darah antara 70-110 mg/dl (engliglikemi) dalam kondisi asupan

makanan yang berbeda-beda. Test dilakukan sebelum dan sesudah makan


serta pada waktu tidur.
2. Pemeriksaan dengan Hb
Dilakukan untuk pengontrolan DM jangka lama yang merupakan
Hb minor sebagai hasil dari glikolisis normal.
3. Pemeriksaan Urine
Pemeriksaan urine dikombinasikan dengan pemeriksaan glukosa
darah untuk memantau kadar glukosa darah pada periode waktu diantara
pemeriksaan darah.
H. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa yang mungkin timbul pada pasien DM:
Ketidakmampuan

keluarga

menganal

masalah

kesehatan

keluarga

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit diabetus


mellitus seperti pengertian, penyebab, tanda dan gejala.
Resiko terjadi komplikasi lebih lanjut pada klien berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang dapat
meningkatkan

kesehatan

berhubungan

dengan

keuntungan dan pemeliharaan rumah yang sehat.

kurang

mengatur

I. Intervensi
Ketidak

DP

Tujuan
mampuan Setelah dilakuakan

Intervensi
Rasional
Kaji
pengetahuan Menetahui tingkat

keluarga

mengenal tindakan keperawatan

keluarga

masalah

kesehatan selama I Minggu keluarga

pengertian

tentang
DM,

keluarga berhubungan mampu mengenal masalah

penyebab DM, tanda

dengan

dan gejala DM.

pengetahuan
penyakit

kurangnya kesehatan yang terjadi


tentang pada klien dan keluarga
diabetus mampu :

mellitus
pengertian,

seperti
penyebab,

tanda dan gejala.

1. Menyebutkan
pengertian DM.
2. Menyebutkan
penyebab DM.
3. Menyebutkan
tanda dan gejala

Jelaskan

pada

keluarga

tentang

pengartian

pengetahuan
keluarga

tentang

DM.

DM,

penyebab DM, tanda


dan gejala DM.
Beri

kesempatan

pada keluarga untuk


mengungkapkan.

DM.

Resiko

terjadi Setelah dilakukan tindakan

komplikasi lebih lanjut keperawatan selama I


pada
berhubungan

klien Minggu keluarga mampu


dengan merawat anggota keluarga

ketidakmampuan
keluarga

yang sakit untuk

merawat mencegah komplikasi,

anggota keluarga yang keluarga juga mampu :


sakit.

1. Menyebutkan
komplikasi DM.
2. Menyebutkan cara
penanganan DM.
3. Menyebutkan
makanan yang

keluarga
pengetahuan Agar
mengetahui
keluarga
tentang

Kaji

komplikasi DM.

koplikasi

DM,

penanganan

DM, Keluarga

mampu

makanan yang tidak

melakukan

boleh dimakan/bebas

perawatan mandiri

dimakan dan boleh

pada DM.

tapi dibatasi.
Jelaskan

pada

keluarga

tentang

komplikasi

DM,

penanganan DM dan
makanan yang tidak

tidak boleh di

boleh dimakan/bebas

makan/bebas

dimakan dan boleh

dimakan, boleh

tapi dibatasi.
Berikesempatan pada

dimakan tapi
dibatasi.

keluarga

untuk

mengungkapkan.
Beri

reiforcement

positif pada keluarga


atas jawaban yang
benar.
pengetahuan Agar
dapat
keluarga tentang arti

Kaji
Ketidakmampuan
keluarga

Setelah dilakukan tindakan


dalam keperawatan

selama

memelihara lingkungan Minggu keluarga mampu


yang

dapat memelihara

meningkatkan

kesehatan berhubungan kesehatan, keluarga juga


dengan

kurang mampu :

mengetahui keuntungan 1. Menyebutkan


dan

pemeliharaan

rumah yang sehat.

dilingkungan yang

rumah sehat.

sehat

Suport
untuk

keluarga
menjaga

kebersihan
arti

lingkungan rumah.

rumah sehat.
2. Menyebutkan

ciri

rumah sehat.
3. Memodifikasi

dan

memelihara
lingkungan yang sehat.

hidup

rumah sehat dan ciri

lingkungan

yang dapat meningkatkan

Keluarga

Jelaskan

pada

keluarga

tentang

pentingnya
lingkungan

yang

sehat

bagi

peningkatan
kesehatan.

derajat

DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Suddarth. (2002). Text book of Medical-Surgical Nursing. EGC.
Jakarta.
Doengoes Merillynn. (1999) (Rencana Asuhan Keperawatan). Nursing care
plans. Guidelines for planing and documenting patient
care. Alih bahasa : I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati.
EGC. Jakarta.
Prince A Sylvia. (1995). (patofisiologi). Clinical Concept. Alih bahasa : Peter
Anugrah EGC. Jakarta.
Carpenito, L.J. (2001). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.
Sjaifoellah, N. (1996). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Balai Penerbit
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Smeltzer, S. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.
Long, B.C. (1996). Perawatan Medikal Bedah : Suatu Pendekatan Proses
Keperawatan. Alih Bahasa, Yayasan Ikatan Alumni
pendidikan Keperawatan Padjadjaran. Bandung: YPKAI.

E. Path Ways
Penuaan, keturunan, infeksi, gaya hidup: Diit, kehamilan, obesitas
Sel beta pancreas rusak/terganggu
Produksi insulin
Katabolisme protein

BUN

lipolisisis

Glukagon

As. Amino

Hiperglikemi 60>140 mg/dl

As. Laktat

Glukosuri

Glukoneogenesis

diuretic osmotic

Hiperosmolalitas

As. lemak bebas

Koma

As. lemak teroksidasi

Kalori keluar

Ketonemia

Rasa lapar

Ketonuri

Polifagi

Ketoasidosis

Sel kelaparan
Poliuri
Hilang prot. tubuh

Prod. energi metabolisme


Dehidrasi

Respon perd. darah lambat

Kelelahan
Kelelahan

Resiko Infeksi

Rasa haus

Syok
Asidosisi Metabolisme

Polidipsi

< volume cairan


dan elektrolit

< Pengetahuan

Perubahan nutrisi >


dari kebutuhan