Anda di halaman 1dari 23

AGAMA

DAN

MANUSIA

Agama
Menurut Bahasa :
Sansekerta : Agama: A = tidak,
gam= Pergi, kacau,
kitab suci, tuntunan
Eropa :
Religi = ikatan
Arab :
Din = Kebiasaaan, jalan,
peraturan, kepatuhan , adil
Secara Istilah :
Kepercayaan pada Tuhan sebagai
suatu kekuatan ghaib, yang
mempengaruhi kehidupan manusia
sehingga melahirkan cara hidup
tertentu

Ruang Lingkup Agama


1. Tata keyakinan /credial
2. Tata peribadatan/ritual
3. Tata aturan

Klasifikasi Agama

Samawi(langit/wahyu)
Agama yang diturunkan
Langsung oleh Allah

Ardhi (bumi)
Agama berdasarkan
penciptaan manusia

Islam :

Bahasa : Selamat, Taat, Patuh,


Tunduk
Istilah : Agama Yang diturunkan

Oleh Allah kepada


NabiMuhammad

Pengertian Agama Menurut Islam :


Suatu peraturan hidup yang diwahyukan
Tuhan kepada manusia, dari masa ke masa,
sejak adanya manusia di muka bumi, yang
terbina dalam bentuknya yang terakhir dan
lengkap dalam al-Quran yang suci, yang di
wahyukan Tuhan kepada Rasul-Nya yang
terakhir; suatu peraturan hidup yang berisi
petunjuk yang jelas dan lengap, meliputi
aspek kehidupan spiritual dan material.

Kenapa Islam?
Kata Islam adalah nama yang Allah berikan
sendiri, dalam al-quran disebutkan antara lain :
Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah
Islam. (al-IMran: 19)
Barangsiapa yang mencari agama selain Islam,
tidak akan diterima daripadanya dan dia diakhirat
termasuk orang yang merugi (Al-Imran:85)
pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu
agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam itu jadi
agamamu (al-MAidah :3)

Tujuan Islam ialah


kesejahteraan dan
kebahagiaan hidup dan
kehidupan manusia di dunia
dan diakhirat.
Islam mengajarkan segi-segi
yang bersangkut paut
dengan duniawi dan segisegi yang berhubungan
dengan ukhrawi

HAKIKAT MANUSIA

Manusia adalah makhluk tuhan yang memiliki memiliki


keunikan tersendiri
Ciptaan Tuhan yang paling baik dan sempurna :
Sesunnguhnya aku menciptakan manusia dalam
bentuk yang sebaik-baiknya (Q.S. at-Tin: 4)
MAnusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang
mungkin
dikembangkan) beriman kepada Allah .
Alastu bi robbikum, bala Syahidnaa, (Apakah
kalian mengakui Aku sebagai tuhan kalina ? Ya, kami
akui(kami saksikan) engkau adalah TUhan kami).
(Q.S. al-Araf :172)
Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya
Tidak kujadikan jin dan manusia, kecuali untuk
mengabdi kepadaku (Q.S. al-Zariyat: 56)

Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi


khalifah di bumi
Disamping akal manusia dilengkapi dengan
perasaan dan kemauan atau kehendak
Secara individiual manusia bertanggung
jawab atas segala perbuatannya.
Berakhlak, manusia adalah mahkluk yang
dapat membedakan antara yang baik
dengan yang buruk

Proses kejadian manusia

Materi :
Manusia diciptakan dari air dan tanah
Dan sesusunnguhnya kami telah menciptakan
manusia dari sari pati tanah, kemudian kami jadikan
saripati tanah itu airmani yang dismpan dalam
tempat yang kokoh (rahim) (Q.S. al-Muminun:12-13)
Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal
darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan
segumpal daging dan segumpal daging itu kami
jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu
kamu bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan ia makhluk yang berbentuk lain. MAha suci
Allah pencipta yang paling baik. ( Q.S. Al-Muminun:
14)

Immateri

Ruh dan nafs


Ruh adalah getaran ilahiah yaitu getaran
ketuhanan sebagaimana rahmat, nikmat dan
hikmah yang sering kita rasakan sentuhannya
tetapi sukar dipahami hakikatnya.
Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada
para malaikat Sesunnguhnya Aku akan
mencipatakan manusia dari tanah. Maka
apabila telah kisempurnakan kejadiannya dan
kutiupkan kepadanya ruh (ciptaanku, maka
hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud
kepadanya (Q.S Saad, 71-72)

Istilah Manusia dalam AlQuran


Basyar
Kata Basyar disebut tidak kurang 27 kali,
yang memberikan pemahaman kepada
manusia sebagai makhluk biologis, yatiu
satu sosok tubuh manusia dengan
kelenkapan berbagai organnya.
B) Insan
Kata insan dikemukakan al-Quran tidak
kurangdari 65 kali.Kata insan dapat dilihat
dari tiga kategori :
A)

1. Insan dilihat dari beban yang dipikulnya


sebagai khalifah atau pemikul amanah yang
memilki tanggung jawab tehadap segala
apa yang diperbuatnya
2. Insan dihubungkan dengan predisposisi
negatif.
3. Insan dihubungan dengan proses
penciptaannya yang berasal dari tanah liat,
saripati tanah dan tanah.

C)An-Nas
-Kata al-nas dalam al-Quran
disebutkan sebanyak 240 kali.
-Kata al-nas lebih mengacu kepada
pemahaman bahwa manusia sebagai
makhluk sosial

Tiga kelompok manusia sebagai makhluk


sosial :
1.

2.

3.

Al-Nas adalah manusia sebagai makhluk sosial


yang telah memilih kelompok-kelompok sosial
dengan karakteristik yang berbeda. Seperti ada
kelompok manusia yang menyatakan beriman,
tetapi sebenarnya tidak (munafik). Ada yang
Musyrik, ada yang beriman.
Al-Nas (mayoriotas manusaia) menunjukkan
bahwa sebagia besar manusia mempunyai
kualitas rendah, baik dari segi ilmu maupun iman.
Al-NAs adalah manusia senagai makhluk sosial,
bukan sebagai makhluk individual.

Kebutuhan Manusia Terhadap


Agama

Apakah Agama MAsih relevan


dengan kehidupan masa kini?
Apakah MAnusia dapat melepaskan
diri dari agama?
Adakah alternatif lain yang dapat
menggantikannya?

Dalam pandangan Islam , keberagamaan


adalah fitrah, sesuatu yang melekat pada diri
manusia dan terbawa sejak kelahirannya:
Ini berarti manusia tidak dapat melepaskan
diri dari agama, TUhan menciptakan demikian
karena agama merupakan kebutuhan
hidupnya. Memang manusia dapat
menagguhkannya sekian lama, tetapi pada
akhirnya ia akan merasakan kebutuhan itu.

Wiliiam Janes:
SElama manusia masih
memiliki naluri cemas
dan mengharap, selama
itu pula ia beragama
(berhubungan dengan
TUhan)

Tinjauan Sosiaologis :
kebutuhanterhadap adanya tuhan yang
merupakan sumber kehidupan manusia telah
diyakini keberadaan oleh kalangan
masyarakat sejakawal kehidupan ini.,
manusia telah memiliki kepercayaan dan
hubungan dengan tuhan yang diyakini
sebagai sang pencipta dan pengatur alam
semesta. Kepercayaan terhadap adanya
Tuhan tidak hanya tertulis dalam kitab-kitab
sucu kan tetapi juga diungkapkan dalam
kepercayaan agama-agama primitif

Tinjauan Psikologis :
MAnusia memeiliki naluri atau hasrat hidup,
salah satunya adalah naluri agama yang
mencerminkan kesadaran seseorang bahwa
dirinya adalah hamba Tuhan yang telah
menganugrahkan hidup dan hidupnya ini
dengan penuh kebijaksanaan, sehingga hal
itu mendorong untukmengakui
kebesarannya dengan hidupmelalui
keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya.

Fungsi Manusia Dalam


Kehidupan
1.

Sebagai Abdullah, Manusia adalah


makhluk yang berkewajiban
beribadah kepada Allah sesuai
dengan perintahnya sebagai hamba
Allah.

2. Sebagai Khalifah, MAnusia adalah mahluk


yang bertugas mengurus bumi dengan
segala isinya dan berkewajiban
memakmurkannya sebagai amanah dari
Allah.
Dan dialah menjadikan kamu kahlifah-khalifah
(penguasa) di bumi dan Dia meninggikan
sebagian kamu atas sebagian yang lain
beberapa derajat. (Al-Anam: 165)