Anda di halaman 1dari 2

Lansium domesticum

a. Botani
Pohon

: Tinggi 11-20 m, mengandung banyak getah

Batang

: Lurus, garis tengah 30-40 cm, kulit luarnya abu-abu


cabangnya berbulu
halus, bentuknya bulat.

Daun

: terpencar, bersirip ganjil, panjangnya 30-50 cm, majemuk,


tangkainya agak tebal pada pangkalnya

Bunga

: berbangsa dua (Tweeslachtig), duduk atau bertangkai


pendek.

Kelopak

: berdaging, 5 buah, panjang 0,12 cm.

Tajuk bunga : berdaging, tegak berwarna putih atau kuning.


Bakal buah

: bulat berbulu banyak, tebal, beruang 4 5.

Tangkai putik
Buah

: sangat pendek, tebal, kepala putiknya lebar.

: berdompolan, bentuknya bulat telur, dinding buahnya kuning


muda, agak tipis, bergetah. Bijinya selalu 2, rasanya pahit, sering
mempunyai 2 lembaga, berwarna hijau, daging bijinya tebal,
rasanya masam manis, keping bijinya tebal, warna hijau.

b. Jenis-jenis lansium
Ada tiga (3) jenis yang termasuk Lansium domesticum ialah:
Duku, langsat atau pijetan, kokosan.
Perbedaan dari ketiga ini terutama mengenai warna, bentuk dan mutu
buahnya.
1. Duku
Buahnya lonjong, agak besar, kulitnya tipis, jika masak berwarna
kuning muda, daging buahnya tebal sangat manis dan segar. Buahnya
hanya kecil bijinya, bahkan kadang-kadang tidak berbiji. Ada biji yang
besar dan ada yang kecil, ini tergantung dari varitasnya. Jenis yang
bagus terdapat pada di sekitar Jakarta dan Depok dan juga di daerah
Jogja banyak ditanami; di Sumatera, di daerah Lampung.
2. Langsat atau pijetan
Menyerupai duku, tapi buahnya lebih kecil dan bentuknya lebih
panjang bulat; sedangkan bijinya besar-besar. Kulitnya jika sudah
masak berwarna kuning muda banyak mengandung getah dan tebal,
daging buahnya masam. Buah tandannya sangat padat, jika
dibandingkan dengan duku.
3. Kokosan
Buahnya kecil-kecil, bulat, tandannya sangat rapat: jika sudah masak
warnanya kuning bagus. Bijinya besar dan daging buahnya sangat
masam.
(AAK. 1991. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Kanisius: Yogyakarta)

Dikenal ada 3 macam yang termasuk jenis Lansium domesticum Corr. yang
dalam bahasa daerah dikenal dengan nama duku, langsat atau pisitan dan
kokosan. Perbedaannya terletak pada warna, bentuk, kulit biji dan rasa buahnya.
Langsat atau pisitan bentuk dan warna buahnya hampir menyerupai duku,
namun kulit buahnya bergetah dan lebih tipis. Kokosan berukuran relatif lebih
kecil daripada kedua macam lainnya. Kulit buahnya berwarna kuning kemerahmerahan, bergetah dan sukar terlepas dari daging buahnya.
(Lembaga Biologi Nasional LIPI. 1980. Buah-buahan. PN Balai Pustaka; Bogor)