Anda di halaman 1dari 11

A.

DASAR TEORI
Asam sulfat, H2SO4 merupakan bahan yang sangat penting bagi
kemajuan industri suatu negara. Makin maju suatu negara, konsumsi
asam sulfat makin banyak, semakin berkembangnya industri di suatu
negara menunjukkan negara itu makin maju. Setiap industri selalu
memerlukan asam sulfat, baik untuk pelarut, suasana asam, pereaksi,
atau yanglain. Makin besar suatu negara mengkonsumsi asam sulfat,
berartinegara itu makin maju.
Asam sulfat merupakan komoditas kimia yang sangat penting, oleh
sebab itu, produksi asam sulfat suatu Negara merupakan indikator yang
baik terhadap kekuatan industry Negara tersebut. Kegunaan utama (60%
dari total produksi di seluruh dunia) asam sulfat adalah dalam "metode
basah" produksi asam fosfat, yang digunakan untuk membuat pupuk
fosfat dan juga trinatrium fosfat untuk deterjen. Pada metode ini, batuan
fosfat digunakan dan diproses lebih dari 100 juta ton setiap tahunnya.
Hal ini tentunya sangat berpengaruh besar, kebutuhan asam sulfat
tiap waktunya pun akan sangat meningkat mengingat industry diseluruh
dunia semakin berkembang, tidak terkecuali di Indonesia yang makin hari
makin berkembang pula. Fenomena tersebut patutnya kita manfaatkan
dalam rangka memajukan industry dalam negeri yang nantinya akan
sangat berdampak pada kemajuan disektor-sektor yang lainnya.
Asam sulfat merupakan bahan kimia yang banyak digunakan
sebagai bahan baku dan bahan penolong dalam berbagai industri. Bahan
baku utama pembuatan asam sulfat adalah sulfur atau belerang, yang
berwarna kuning dan biasanya ditambang dari pegunungan, di Indonesia
sendiri terdapat beberapa tempat yang banyak mengandung belerang
seperti di tangkuban perahu, dieng, atau bromo, namun saat ini belerang
termurah dihasilkan dari China dan India.
Bahan-bahan baku yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini
merupakan fluorapatit, walaupun komposisinya dapat bervariasi. Bahan
baku ini kemudian diberi 93% asam suflat untuk menghasilkan kalsium
sulfat, hydrogen fluorida (HF), dan asam fosfat. HF dipisahan sebagai
asam fluorida. Proses keseluruhannya dapat ditulis:
Ca5F(PO4)3 + 5 H2SO4 + 10 H2O 5 CaSO4.2 H2O + HF + 3 H3PO4.
Asam sulfat digunakan dalam jumlah yang besar oleh industry besi
dan baja untuk menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air sebelum
dijual ke industry otomotifl. Asam yang telah digunakan sering kali didaur
ulang dalam kilang regenerasi asam bekas (Spent Acid Regeneration
(SAR) plant). Kilang ini membakar asam bekas dengan gas alam, gas
kilang, bahan bakar minyak, atau pun sumber bahan bakar lainnya. Proses
pembakaran ini akan menghasilkan gas sulfur dioksida (SO 2) dan sulfur
trioksida (SO3) yang kemudian digunakan untuk membuat asam sulfat
yang "baru".
Asam sulfat juga memiliki berbagai kegunaan di industry kimia.
Sebagai contoh, asam sulfat merupakan katalis asam yang umumnya
digunakan untuk mengubah sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam,
yang digunakan untuk membuat nilon. Juga digunakan untuk
membuatasam klorida dari garam melalui proses Mannheim. Selain itu

H2SO4 jugadigunakan dalam pengilangan minyak bumi, contohnya sebagai


katalis untuk reaksi isobutana dengan isobutilena yang menghasilkan
isooktana.

B. SIFAT FISIKA DAN KIMIA ASAM SULFAT


1. Sifat-sifat fisika
Bentuk-bentuk asam sulfat
Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat, ia
akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam
98,3%. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk disimpan, dan
merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. Asam sulfat 98%
umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat. Terdapat berbagai
jenis konsentrasi asam sulfat yang digunakan untuk berbagai
keperluan :
10%, asam sulfat encer untuk kegunaan laboratorium,
33,53%, asam baterai,
62,18%, asam bilik atau asam pupuk,
73,61%, asam menara atau asam glover,
97%, asam pekat.
Terdapat juga asam sulfat dalam berbagai kemurnian. Mutu
teknis H2SO4 tidaklah murni dan seringkali berwarna, namun cocok
untuk digunakan untuk membuat pupuk. Mutu murni asam sulfat
digunakan untuk membuat obat-obatan dan zat warna.
Apabila SO3(g) dalam konsentrasi tinggi ditambahkan ke
dalam asam sulfat, H2S2O7 akan terbentuk. Senyawa ini disebut
sebagai asam pirosulfat, asam sulfat berasap, ataupun oleum.
Konsentrasi oleum diekspresikan sebagai % SO 3 (disebut % oleum)
atau % H2SO4 (jumlah asam sulfat yang dihasilkan apabila H2O
ditambahkan); konsentrasi yang umum adalah 40% oleum (109%
H2SO4) dan 65% oleum (114,6% H 2SO4). H2S2O7 murni terdapat
dalam bentuk padat dengan titik leleh 36 C.
Asam sulfat murni berupa cairan bening seperti minyak, dan
oleh karenanya pada zaman dahulu ia dinamakan 'minyak vitriol'.
Polaritas dan konduktivitas
H2SO4 anhidrat adalah cairan yang sangat polar. Ia memiliki
tetapan dielektrik sekitar 100. Konduktivitas listriknya juga tinggi.
Hal ini diakibatkan oleh disosiasi yang disebabkan oleh swaprotonasi, disebut sebagai autopirolisis.
2 H2SO4 H3SO4+ + HSO4
Konstanta kesetimbangan autopirolisisnya adalah :
Kap(25 C)= [H3SO4+][HSO4] = 2,7 104
Dibandingkan dengan konstanta keseimbangan air, Kw =
1014, nilai konstanta kesetimbangan autopirolisis asam sulfat 10 10
(10 triliun) kali lebih kecil. Walaupun asam ini memiliki viskositas
yang cukup tinggi, konduktivitas efektif ion H 3SO4+ dan HSO4 tinggi
dikarenakan mekanisme ulang alik proton intra molekul, menjadikan
asam sulfat sebagai konduktor yang baik. Ia juga merupakan pelarut
yang baik untuk banyak reaksi. Kesetimbangan kimiawi asam sulfat
sebenarnya lebih rumit daripada yang ditunjukkan di atas; 100%
H2SO4 mengandung beragam spesi dalam kesetimbangan
(ditunjukkan dengan nilai milimol per kg pelarut), yaitu: HSO 4

(15,0), H3SO4+ (11,3), H3O+ (8,0), HS2O7 (4,4), H2S2O7 (3,6), H2O
(0,1).

Sifat-sifat kimia
Reaksi dengan air
Reaksi hidrasi asam sulfat sangatlah eksotermik. Selalu
tambahkan asam ke dalam air daripada air ke dalam asam. Air
memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada asam sulfat dan
cenderung mengapung di atasnya, sehingga apabila air
ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, ia akan dapat mendidih
dan bereaksi dengan keras. Reaksi yang terjadi adalah
pembentukan ion hidronium :
H2SO4 + H2O H3O+ + HSO4HSO4- + H2O H3O+ + SO42Karena hidrasi asam sulfat secara termodinamika difavoritkan,
asam sulfat adalah zat pendehidrasi yang sangat baik dan
digunakan untuk mengeringkan buahbuahan. Afinitas asam sulfat
terhadap air cukuplah kuat sedemikiannya ia akan memisahkan
atom hidrogen dan oksigen dari suatu senyawa. Sebagai contoh,
mencampurkan pati (C6H12O6)n dengan asam sulfat pekat akan
menghasilkan karbon dan air yang terserap dalam asam sulfat
(yang akan mengencerkan asam sulfat) :
(C6H12O6)n 6n C + 6n H2O
Efek ini dapat dilihat ketika asam sulfat pekat diteteskan ke
permukaan kertas. Selulosa bereaksi dengan asam sulfat dan
menghasilkan karbon yang akan terlihat seperti efek pembakaran
kertas. Reaksi yang lebih dramatis terjadi apabila asam sulfat
ditambahkan ke dalam satu sendok teh gula. Seketika ditambahkan,
gula tersebut akan menjadi karbon berpori-pori yang mengembang
dan mengeluarkan aroma seperti karamel.
Reaksi lainnya
Sebagai asam, asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan basa,
menghasilkan garam sulfat. Sebagai contoh, garam tembaga
tembaga(II) sulfat dibuat dari reaksi antara tembaga(II) oksida
dengan asam sulfat:
CuO + H2SO4 CuSO4 + H2O
Asam sulfat juga dapat digunakan untuk mengasamkan garam
dan menghasilkan asam yang lebih lemah. Reaksi antara natrium
asetat dengan asam sulfat akan menghasilkan asam asetat,
CH3COOH, dan natrium bisulfat:
H2SO4 + CH3COONa NaHSO4 + CH3COOH
Hal yang sama juga berlaku apabila mereaksikan asam sulfat
dengan kalium nitrat. Reaksi ini akan menghasilkan asam nitrat dan
endapat kalium bisulfat. Ketika dikombinasikan dengan asam nitrat,
asam sulfat berperilaku sebagai asam sekaligus zat pendehidrasi,
membentuk ion nitronium NO2+, yang penting dalam reaksi nitrasi
yang melibatkan substitusi aromatik elektrofilik. Reaksi jenis ini
sangatlah penting dalam kimia organik.
Asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan logam via reaksi
penggantian tunggal, menghasilkan gas hidrogen dan logam sulfat.
H2SO4 encer menyerang besi, aluminium, seng, mangan,

magnesium dan nikel. Namun reaksi dengan timah dan tembaga


memerlukan asam sulfat yang panas dan pekat. Timbal dan
tungsten tidak bereaksi dengan asam sulfat. Reaksi antara asam
sulfat dengan logam biasanya akan menghasilkan hidrogen seperti
yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini. Namun reaksi
dengan timah akan menghasilkan sulfur dioksida daripada hidrogen.
Fe (s) + H2SO4 (aq) H2 (g) + FeSO4 (aq)
Sn (s) + 2 H2SO4 (aq) SnSO4 (aq) + 2 H2O (l) + SO2 (g)
Hal ini dikarenakan asam pekat panas umumnya berperan
sebagai oksidator, manakala asam encer berperan sebagai asam
biasa. Sehingga ketika asam pekat panas bereaksi dengan seng,
timah, dan tembaga, ia akan menghasilkan garam, air dan sulfur
dioksida, manakahal asam encer yang beraksi dengan logam seperti
seng akan menghasilkan garam dan hidrogen.
Asam sulfat menjalani reaksi substitusi aromatik elektrofilik
dengan senyawa senyawa aromatik, menghasilkan asam sulfonat
terkait.
C. Proses Pembuatan Asam Sulfat
1. Perolehan bahan baku
Bahan baku utama pembuatan asam sulfat adalah sulfur atau
belerang. Sebagian dari sulfur ini berupa sulfur alam (56%), dari
senyawa -senyawa sulfur seperti pyrite atau batuan sulfida /
sulfat lainnya (19%), dan dari gas buangan industri minyak
bumi / batu bara (H2S, SO2) (25%). 70 85% dari produksi sulfur
tersebut digunakan untuk pembuatan asam sulfat. Dalam
pengambilan sulfur, terdapat beberapa proses yang lazim
digunakan, yakni :
a. Proses Frasch
Dasar pengambilan sulfur menurut proses ini adalah
pencairan sulfur di bawah tanah / laut dengan air panas,
lalu mamompanya ke atas permukaan bumi. Untuk maksud
itu digunakan 3 pipa konsentris 6, 3, dan 1. Air panas
(325C) dipompakan ke dalam batuan Sulfur melalui
bagian pipa 6, sehingga Sulfur akan meleleh (235F).
Lelehan Sulfur yang lebih berat dari air akan masuk ke
bagian bawah antara pipa 3 dan 1, dan dengan tekanan
udara yang dipompakan melalui pipa 1, air yang
bercampur dengan Sulfur akan naik ke atas sebagai crude
S, untuk kemudian diolah
menjadi crude bright atau refined S.
b. Pengambilan S dari batuan sulfida / sulfat
Sulfur dapat pula diambil dari batuan sulfida atau sulfat,
seperti pyrite FeS2, chalcopyrite CuFeS2, covelita CuS,
galena PbS, Zn blende ZnS, gips CaSO 4, barire BaSO4,
anglesite PbSO4, dan lain-lain

c. Pengambilan sulfur alamiah dari deposit gunung berapi


Deposit Sulfur di gunung berapi dapat berupa batuan,
lumpur sedimen atau lumpur sublimasi, kadarnya tidak
begitu tinggi (30 60 %) dan jumlahnya tidak begitu
banyak (600 1000 juta ton secara total). Untuk
pemanfaatan sumber alam ini diperlukan peningkatan
kadar Sulfur terlebih dahulu, antara lain dengan cara flotasi
dan benefication. Dalam flotasi dilakukan penambahan air
dan frother sehingga Sulfur akan terapung dan dapat
dipisahkan. Sedangkan dalam benefication proses Sulfur
setelah ditambahkan air dan reagen, reagen dipanaskan
dalam autoclave selama - 3/4 jam pada 3 atm, setiap
partikel kecil Sulfur terkumpul, kemudian dilakukan
pencucian dengan air untuk menghilangkan tanah, lalu
dipanaskan kembali dalam autoclave sehingga Sulfur
terpisah sebagai lapisan S dengan kadar 80-90 %.
d. Pengambilan sulfur dari gas buang
Sulfur diperoleh dari flue gas asal pembakaran batu bara
atau penyilangan minyak bumi, yang tidak boleh dibuang
ke udara karena dapat menimbulkan pencemaran. Gas-gas
tersebut terlebih dahulu di absorpsi dengan menggunakan
etanolamin dan sebagainya, kemudian dipanaskan kembali
untuk mendapatkan gasnya kembali untuk diproses lebih
lanjut.

2. Proses Pembuatan
Pembuatan H2SO4 dengan proses kontak
Pembuatan asam sulfat menurut proses kontak industri lainnya yang
berdasarkan reaksi kesetimbangan yaitu pembuatan asam sulfat yang
dikenal dengan proses kontak. Reaksi yang terjadi dapat diringkas
sebagai berikut :
a. Belerang dibakar dengan udara membentuk belerang dioksida
S(s) + O2 (g) SO2 (g)
b. Belerang dioksida dioksidasi lebih lanjut menjadi belerang trioksida
2SO2 (g) O2 (g) 2SO3 (g)
c. Belerang trioksida dilarutkan dalam asam sulfat pekat membentuk
asam pirosulfat
H2SO4 (aq) + SO3 (g) H2S2O7 (l)
d. Asam pirosulfat direaksikan dengan air membentuk asam sulfat
pekat
H2S2O2 (l) + H2O (l) H2SO4 (aq)
Dalam industri kimia, jika campuran reaksi kesetimbangan
mencapai kesetimbangan maka produk reaksi tidak bertambah lagi.
Akan tetapi produk reaksinya diambil atau disisihkan, maka akan
menghasilkan lagi produk reaksi.
N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g)
Amonia
yang
terbentuk
dipisahkan
dari
campuran
kesetimbangan dengan cara pencarian dari gas nitrogen di daur
ulang ke wadah reaksi untuk menghasilkan produk reaksi.
Banyak proses alamiah dalam kehidupan sehari-hari berkaitan
dengan perubahan konsentrasi pada sistem kesetimbangan. pH
darah dan jaringan badan kira-kira 7,4. Harga ini diatur dalam darah
berada dalam kesetimbangan dengan ion hidrogen karbonat dan
ion hidrogen.
H2O (l) + CO2 (H2CO3) (aq) HCO3- (aq) + H+ (aq)
Contoh Soal

Gambar di samping menunjukkan bahwa 1.200 J kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas bersuhu
600 K ke reservoir dingin bersuhu 300 K. Tentukanlah jumlah entropi dari sistem tersebut. Anggap tidak ada
perubahan lain yang terjadi.
Diketahui:

Perubahan pada reservoir panas (yang memberikan kalor diberi tanda -)

Perubahan pada reservoir dingin (positif karena menerima kalor)

Total perubahan entropi adalah jumlah aljabar perubahan entropi setiap reservoir

Contoh Soal 2
Diketahui 100 gr air bersuhu 27C dihubungkan dengan sesuatu reservoir bersuhu 77C
Jika suhu air mencapai 77C, maka tentukanlah (kalor jenis air 4200 J/kgC)
a. perubahan entropi air,
b. tentukan pula perubahan entropi reservoir
c. dan entropi keseluruhan sistem.

a. Perubahan entropi air adalah perubahan air dari suhu 27C menjadi 77C

bernilai positif karena menerima kalor


Jumlah kalor yang diserap air dari reservoir

Perubahan entropi reservoir adalah

(tanda menunjukkan kalor dilepas )


Perubahan entropi keseluruhan sistem adalah