Anda di halaman 1dari 1

PURSED LIP BREATHING

Pursed lip breathing adalah sebuah teknik yang melibatkan bibir yang mengerut se
lama exhalasi. Pola bernafas ini sering dilakukan secara spontan oleh pasien COP
D (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) untuk mengurusi dyspnea. Pasien dengan
COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) menggunakan pursed lip breathing m
elaporkan pengurangan pengggunaan energy selama aktivitas.
Namun demikian, apakah kegunaan untuk mengajarkan pasien pursed lip breathing ma
sih sering diperdebatkan. Banyak terapis percaya bahwa pursed lip breathing dan
kontrol pernafasan adalah langkah yang berguna, khususnya untuk meringankan dysp
nea jika dilakukan dengan benar. Hal ini dapat menjaga jalan nafas tetap terbuka
dengan membuat tekanan balik di jalan nafas. Penelitian menyarankan bahwa purse
d lip breathing mengurangi respirasi rate dan kerja nafas (konsumsi oksigen), me
ningkatkan tidal volume, dan meningkatkan toleransi latihan.
Hati-hati!
Ekspirasi yang dipaksakan selama pursed lip breathing harus dihindari. Ekspirasi
yang dipaksakan selama bibir mengerut dapat meningkatkan kesulitan di jalan naf
as dan menyebabkan hambatan yang lebih jauh di bronkiolus. Namun jika terapis me
milih untuk mengajarkan teknik bernafas ini, penting untuk menekankan pada pasie
n bahwa ekspirasi harus dilakukan dengan cara yang benar bukan dipaksakan.
PROSEDUR PURSED LIP BREATHING
1. Posisikan pasien senyaman dan serileks mungkin.
2. Minta pasien untuk nafas perlahan dan dalam melalui hidung lalu mengeluarkann
ya secara perlahan melalui pursed lips bersamaan dengan meniup lilin tanpa membu
atnya mati.
3. Jelaskan kepada pasien bahwa pada saat inspirasi harus rileks dan kontraksi p
ada andominal harus dihindari. Letakkan tangan anda (terapis) pada otot abdomina
l pasien untuk mendeteksi ada atau tidak adanya kontraksi di abdominal.
INDIKASI PURSED LIP BREATHING
1. Pola bernafas ini sering terjadi secara spontan pada pasien dengan COPD (Chro
nic Obstructive Pulmonary Disease) sebagai kompensasi dari dyspnea.
2. Meningkatkan ventilasi.
3. Melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru.
4. Membuka jalur nafas lebih lama dan mengurangi energi untuk bernafas.
5. Meningkatkan pola bernafas dengan mengeluarkan udara lama dari paru-paru dan
memberikan jalan untuk udara baru masuk ke paru-paru.
6. Mengurangi sesak nafas.
7. Menyebabkan relaksasi secara general.
8. Dapat diaplikasikan pada :
- 3-5 menit latihan penyelamatan atau sebagai prosedur emergency untuk acute exace
rbations atau dypsnea pada COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) dan asma
.
9. Pursed lip breathing mengurangi hyperventilation-induced broncho-constriction
.
DAFTAR PUSTAKA
Kisner, C. and Colby, LA, Therapeutic Exercise. Foundations and Techniques. Fift
h edition,FA Davis, Philadelphia: 2007
Gambar: http://www.bfz.biz/tag/pursed-lip-breathing
Kelompok 2C, Pursed Lip Breathing
2 | Page