Anda di halaman 1dari 38

PROGRAM PRO RAKYAT PEMKOT CILEGON

Kemiskinan
merupakan
permasalahan
yang
mendesak dan memerlukan langkah langkah
penanganan dan pendekatan yang sistematis terpadu
dan
menyeluruh.
Menyadari
pentingnya
penanggulangan kemiskinan untuk keberlanjutan
berbangsa
dan
bernegara,
maka
pemerintah
menempatkan upaya penanggulangan kemiskinan
menjadi prioritas utama. Hal tersebut tercantum
dalam rencana pembangunan jangka panjang (RPJP)
nasional 2005 2025, dan selaras dengan
kesepakatan deklarasi global dalam mewujudkan
pencapaian millennium development goal (MDGs)
untuk mengurangi kemiskinan sebesr 50 (lima puluh)
persen pada tahun 2005 sesuai dengan agenda global
MDGs bahwa Indonesia sudah menyepakati dan
berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan
hingga separuhnya pada tahun 2005, dengan target
jumlah angka kemiskinan 8-10% pada akhir tahun
2015.
Komitmen nasional tersebut dituangkan dalam
rencana pembangunan jangka menengah daerah
(RPJMD)
2010-2015
kota
cilegon
dibawah
kepemimpinan Walikota H. Tb Iman Ariyadi
S.Ag.MM.M.Si dan Wakil Walikota Drs H. Edi
Ariyadi,M.Si, kedua pemimpin muda cilegon ini
selanjutnya mengagas arah baru lagi pemerintahan
mellaui program pro rakyat yang dituangkan kedalam

salah satu bagian 5 agenda besar kepemimpinannya


yaitu agenda cilegon sejahtera yang diluncurkan
pada 25 februari 2011 di halaman kantor pemkot
Cilegon.
Melalui
program
prorakyat
ini,
pemerintah
mentargetkan angka kemiskinan pada tahun 2005
menjadi 8000 RTS dari jumlah RTS hasil PPLS tahun
2008 sebanyak 15.961 RTS, atau target pertahun
penurunan angka kemiskinan sebanyak 1.593. RTS
Program ini diawali dengan sebuah test case atau
langkah awal yang dilakukan walikota melalui
berbagai program yang dilaksanakan selama 100 hari
pertama kepemimpinanya.
diantaranya dengan
berkeliling ke 8 kecamatan dan 43 kelurahan,
mengecek langsung kondisi masyarakat dalam hal
pendidikan, kesehatan, pendapatan masyarakat,
termasuk usaha mikro, usaha kecil dan lingkungan.
Berbekal dari road show dan evaluasi yang telah
dilakukan, walikota cilegon mendapat kesimpulan
bahwa yang menjadi unsur penentu baik tidaknya dan
meningkat atau stagnan-nya kondisi kesejahteraan
masyarakat Kota Cilegon hanya dapat dinilai dari
empat
hal.
Pertama
tingkat
pendidikan
masyarakatnya,
kedua
tingkat
kesehatan
masyarakatnya,
ketiga
penghasilan
rumah
tangganya, dan keempat lingkungan sosialnya.
Melihat kondisi inilah akhirnya pemerintah Kota
Cilegon merealisasikan program program pro rakyat.
Program pro rakyat ini ditunjukan untuk kepentingan
masyarakat
langsung
guna
meningkatkan

kesejahteraan masyarakat oum sepenuhnya dapat


memenuhi kebutuhan masyarakat, namun walikota
dan segenap para pemangku kepentingan di Kota
Cilegon, berharap besar besar bahwa program
program pro rakyat ini mampu menyentuh ke empat
unsur tersebut.
Program pro rakyat, yang digagas Walikota Cilegon
Iman Ariyadi ini dikelompokan melalui empat aspek
yang meliputi : pertama tentang pendidikan, yang
diwakili oleh penyediaan buku paket bagi sekolah
menengah swasta. Program ini didukung oleh BUMD
di Kota Cilegon melalui program corporate social
responsibility (CSr) dengan meluncurkan meluncurkan
bantuan buku paket bagi sekolah swasta di Kota
Cilegon mulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK. Selain
itu
Pemerintah
Kota
Cilegon
menanggulangi
pembayaran SPP bagi seluruh siswa madrasah aliyah
negeri
(MAN)
yang
ada
di
Kota
Cilegon.
Kedua tentang kesehatan, yang diwakili oleh
pemberian bantuan operasional posyandu dari tim
penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP
PKK) provinsi Banten, dan pemberiian honor bagi
1.755 kader posyandu dari APBD Kota Cilegon.
Penyediaan ruang persalinan di puskesmas Ciwandan
dari PT Chandra Asri, serta tenatng katarak dan bibir
sumbing
dari
PT
Krakatau
Steel.
Ketiga tentang penghasilan rumah tangga (ekonomi),
diwakili oleh penyaluran pinjaman modal dari PKBL,
PT.KS penyaluran pembentukan wirausaha baru dari
UPT-pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM), serta

beberapa bantuan social dan bantuan peralatan dari


APBN
dan
APBD
Kota
Cilegon.
Sedangkan keempat, yaitu aspek lingkungan, yang
diwakili oleh program percepatan pembangunan
infrastruktur di 43 kelurahan, pemugaran 80 rumah
tidak layak huni melalui peningkatan peran wanita
menuju
keluarga
sehat
sejahtera
(P2WKSS)
pendataan 2012 dan 350 rumah pada tahun ini. Serta
pemberian bantuan forum RW dari Gubernur Banten
sebesar Rp 50 juta per kelurahan dalam beberapa
kesempatan Walikota menyatakan bahwa rumusan ini
bukan sekedar retorika, karena beserta segenap
jajaran aparaturnya di lingkungan Pemerintah Kota
Cilegon,
senantiasa
berkomitmen
untuk
melaksanakannya dalam wujud program dan kegiatan
dan pencanganan program pro rakyat ini merupakan
wujud pelaksanaan agenda Cilegon Sejatera, dan juga
agenda
Cilegon
cerdas
dan
sehat.
Untuk mensirnergikan program program pro rakyat
melalui dukungan kekuatan anggaran APBD sebesar
kurang lebih 750 milyar pertahun, pemerintah Kota
Cilegon akan berupaya mengoptimalkan potensi yang
ada untuk digunakan membiayai upaya perlindungan
social masyarakat, peningkatan pelayanan pendidikan
dan kesehatan gratis, serta peningkatan infrastruktur
dasar
pelayanan
public.
a.
Aspek
Pendidikan
Program pro rakyat bidang pendidikan yang digulirkan
oleh pemerintah Kota Cilegon merupakan program
yang berpihak pada rakyat dan langsung dapat

dirasakan
manfaatnya
oleh
rakyat,
terutama
masyarakat miskin atau disebut rumah tangga
sasaran (RTS), dan masyarakat Kota Cilegon pada
umumnya.
Program pro rakyat bidang pendidikan Sumber Daya
Manusia (SDM) dalam jumlah dan mutu yang
memadai
sebagai
pendukung
utama
dalam
pembangunan di Kota Cilegon. Pendidikan memiliki
peranan yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan
UU No.20 tahun 2003 tentang system pendidikan
nasional pada pasal 3,yang menyebutkan bahwa
pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan
dan
membentuk
karakter
serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan
kehiudpan
bangsa.
Ini
pula
dilaksanakan sebagai bentuk yang dilakukan oleh
Pemerintah Kota Cilegon dalam rangka mewujudkan
agenda
cilegon
ceras
2025.
Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan
Kota Cilegon selaku penanggungjawab terhadap
pendidikan di Kota Cilegon, bertekad mewujudkan apa
yang menjadi cita-cita dan tujuan bersama. Melalui 3
pilar pendidikan (pemerataan dan perluasan akses,
peningkatan mutu, relevansi dan daya saing dan
penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan
public)langkah awal perwujudan cita cita itu dimulai.
Beberapa program pro rakyat bisang pendidikan di
Kota Cilegon telah digulirkan sejak kepemimpinan
Bapak Pembangunan Cilegon H Tb Aat Syafat S.Sos
pada
tahun
2006

Beberapa
program
dan
kebijakan
tersebut
diantaranya:
pembangunan
dan
rehabilitasi,
pengadaan
sarana
dan
prasarana
sekolah,
peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui
lanjutan beasiswa dikdasmen, dan peningkatan
kompetensi
guru
madrasah.
Ditahun 2007, walikota cilegon (H Tb Aat syafaay
S.Sos) juga menggulirkan kebijakan kebijakan
program pro rakyat dengan pendidikan murah,
berkualitas, penghapusan DSP sekolah SMP, SMA dan
SMK
negeri,
peningkatan
kesejahteraan
guru
madrasah pemberian transport kepada guru daerah
terpencil (luar kota), pengembangan sekolah dengan
status
SSN
dan
RSBI.
Tak hanya kebijakan kebijakan itu saja, bapak
pemabngunan terus mengagas program program pro
rakyat yang pernah menjadi impian beliau agar
cilegon cerdas terwujud, di tahun 2008 beliau juga
mencanangkan pendidikan gratis dengan optimalisasi
pelayanan pendidikan melalui lanjutan penghapusan
DSP, dan SPP ( kebijakan 1 juli 2008) beasiswa
dikdasmen, keagamaan, peningkatan kompetensi
guru SD, SMP, SMA,SMK dan madrasah SSN dan RSBI,
ISO.
Kebijakan dan program ini ditunjukan dalam rangka
meningkatkan kapasitas pendidikan di kota cilegon
khususnya agar dapat belajar sepanjang hayat dalam
rangka meningkatkan daya saing dan kualitas SDM di
era global. Pendidikan di kota cilegon tetap
diperhatikan dalam pelayanan yang adil dan merata

bagi penduduk yang menghadapi hambatan baik dari


sisi ekonomi, social maupun budaya, hambatan fisik,
emosi, mental serta intelektual peserta didik. Program
itu pun diterapkan dengan strategi yang lebih efektif
antara lain dengan membantu dan mempermudah
mereka yang belum bersekolah, putus sekolah
ataupun
lulusan
yang
tidak
mampu
untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Kebijakan dan program ini dilakukan baik pada
pendidikan formal maupun non formal seperti di
selenggarakanya kelompok belajar untuk paket A
setara SD, paket B setara SMP, dan paket C setara
SMA/SMK/atau MA. Yang kesemuanya program ini
dialokasikan anggaranya melalui APBD II Kota
Cilegon, tak hanya itu saja program dalam rangka
membebaskan masyarakat Kota Cilegon dari buta
aksara
juga
dilaksanakan.
Ini pula yang pada akhirnya apa yang menjadi
kebijakan beliau harus kita berikan reward, terbukti
bapak H. Tb Aat Syafaat mendapatkan penghargaan
dari presiden dalam rangka membebaskan Kota
Cilegon dari masyarakat buta aksara pada tahun
2009 (penghargaan pembebasan buta aksara Tk.
Dasar) dan pada tahun 2010 (penghargaan
pembebasan
buta
aksara
Tk
Madya).
Kebijakan kebijakan tersebut terus dikembangkan di
tahun 2009 dan 2010 di masa kepemimpinanya
berakhir. Sebagai bukti nyata akan keseriusanya
dalam bidang pendidikan, Walikota sepuh H Tb Aat
Syafaat, diberikan penghargaan oleh masyarakat

sebagai bapak pembangunan bidang pendidikan.


Kebijakan kebijakan Aat syafaat yang peduli akan
pendidikan mengalir ke darah putranya, Walikota
Cilegon H.Tb Iman Ariadi, S.Ag,MM,M.Si di usia
kepemimpinanya yang masih diukur dengan usia
seumur jagung, Walikota H Tb Iman Ariadi membuat
gebrakan dengan mencanangkan program dan
kebijakan kebijakan pro rakyat khususnya dalam
bidang
pendidikan.

B.

ASPEK
KESEHATAN
Kesehatan adalah hak fundamental setiap individu,

kesehatan merupakan investasi, pangkal kecerdasan,


produktivitas dan kesejahteraan manusia. Derajat
kesehatan, pendidikan dan kemampuan ekonomi
masyarakat menjadi penentu index kualitas manusia
(human
development
index)
suatu
Negara.
Karena itu setiap individu, keluarga dan
masyarakat
berhak
memperoleh
perlindungan
terhadap
kesehatannya,
dan
Negara
bertanggungjawab terhadap kesehatan penduduknya
termasuk masyarakat miskin dan tidak mampu.
Pemenuhan hak tersebut menghadapi kendala biaya,
karena pendanaan kesehatan yang amat terbatas dan
disertai kenaikan biaya pemeliharaan kesehatan.
Melihat kondisi inilah maka pemerintah kota
cilegon menjadikan aspek kesehatan sebagai bagian
dari
prioritas
pembangunan
dan
memasukan
kesehatan kedalam agenda besar pembangunan Kota
Cilegon yakni agenda cilegon sehat dan cerdas.
Agenda
pembangunan
ini
selanjutnya
diimplementasikan
melalui
berbagai
program
kesehatan mellaui program yang berbasis pro rakyat
seperti peningkatan infrastruktur kesehatan dalam
rangka menunjang pelayanan kesehatan yang cepat,
tepat, dan terjangkau, hingga layanan kesehatan
gratis di RSUD kelas III serta memberikan jaminan
kesehatan gratis di RSUD kelas III serta memberikan
jaminan kesehatan masyarakat melalui jamkesmas
dan
jamkesda
Dalam hal membangun infrastruktur kesehatan
dilakukan secara merata dan memadai hingga ke

tinngkat keluarahan, baik dalam bentuk penyediaan


pos kesehatan desa, peningkatan puskesmas menjadi
puskesmas dengan tempat perawatan, peralatan
media yang cukup, pengobatan yang cukup, serta
kebutuhan

kebutuhan
lainnya.
JUMLAH FASILITAS KESEHATAN DI KOTA CILEGON
TAHUN
2011

Pembangunan bidang kesehatan ditunjukan


dengan semakin meningkatnya tingkat kesehatan
masyarakat,
yang
diindikasikan
dengan
meningkatnya angka harapan hidup ( AHH) dari 68,45
tahun (tahun 2007) menjadi 68,49 tahun (tahun
2008) 68,53 (tahun 2009), 68,58 (tahun 2010).
Kondisi tersebut mencerminkan peningkatan peluang
hidup
penduduk
Kota
Cilegon
bertambah.
Program
Unggulan
1.
Pembebasan
biaya
kesehatan
Salah satu upaya untuk memperluas akses layanan
kesehatan, di tahun 2008 Pemerintah daerah
mengeluarkan kebijakan pembebasan biaya rawat
inap kelas III di RSUD serta pelayanan kesehatan
dasar di seluruh puskesmas di Kota Cilegon.

Jumlah kunjungan pasien kelas 3 gratis dan total


kalim
tahun
2009

2012

2.Jamkesda
Sebagai perwujudan UU No. 40 tahun 2004 tentang
system jaminan social nasional, pemerintah daerah
memberikan asuransi kesehatan mellaui program
jamkesda yang diperuntukan bagi masyarakat miskin
yang tidak tercakup dalam program jamkesda.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses
pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota
Cilegon dalam rangka peningatan derajat kesehatan
masyarakat yang optimal. Sedangkan tujuan khusus
adalah meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan
masyarakat Kota Cilegon, meningkatnya kemudahan
akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,
terwujudnya masyarakat Kota Cilegon yang sehat,
berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka
peningkatan HDI (human development index)
Jumlah kunjungan pasien rawat jalan jamkesmas dan
jamkesda
Tahun
2010-2010

Peningkatan status rumah sakit dan puskesmas


Dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat, RSUD Cilegon pada awal tahun
2008 telah berubah menjadi kelas B, dari sebelumnya
kelas C, berdasarkan SK menteri kesehatan RI No
173/Menkes/SK/II/2008 tertanggal 13 februari 2008
perubahan kelas ini terkait dengan semakin
lengkapnya sarana dan prasarana medis di rumah
sakit ini terkait dengan semakin lengkapnya sarana
dan prasarana medis di rumah sakit milik
pemerintahan
kota
cilegon.
Dalam upaya peningkatan layanan kesehatan
dasar, pemerintah Kota Cilegon telah meningkatkan
puskesmas pulomerak, cibeber, ciwandan mengjadi
puskesmas
rawat
inap.
C.ASPEK
PEMBERDAYAAN
EKONOMI
1.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT
BERBASIS KECAMATAN (PEM BK)MELALUI PROGRAM
ONE DISTRICT ONE BILLION FOR ENTREPENEURSHIP
Sesuai kerangka otonomi daerah, pemerintah
sebagai
penyelenggara
pembangunan
daerah

memiliki tanggung jawab untuk memberdayakan


masyarakatnya. Sejalan dengan hal itu, sejak kota ini
terpisah dari kota serang tahun 1999 lalu, kota ini
terbukti telah mampu menjalankan tanggungjawab
itu dengan baik diantaranya dengan digulirkanya
berbagai program pro rakyat sebagai salah satu
upaya dalam memberikan kesejahteraan pada
masyarakat.
Program pro rakyat merupakan program yang
berpihak pada rakyat dan langsung dapat dirasakan
manfaatnya oleh rakyat, terutama masyarakat miskin
atau disebut rumah tangga sasaran (RTS) program
pro rakyat dilaksanakan sebagai bagian dari satu
upaya penguatan dalam sector ekonomi. Hal ini perlu
dilakukan karena dari hasil analisa kemiskinan
partisipasi yang dilakukan pada tahun 2010 dalam
rangka penyusunan strategi penanganan kemiskinan
daerah
(SKPD)
Kota
Cilegon,
bahwa
69%
permasalahan
RTS
adalah
sector
ekonomi.
Program ini penting untuk dilaksanakan karena
dari 3 (tiga) indicator pembangunan manusia yaitu
pendidikan, kesehatan dan daya beli (pendapatan)
masyarakat, sector pendapatan masyarakatnya yang
perlu
ditingkatkan
saat
ini.
Untuk itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat
menjadi program prioritas yang harus dilakukan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam
upaya mewujudkan agenda cilegon sejahtera. Dalam
upaya
mempertajam
strategi
percepatan
penanhggulangan kemiskinan, pada tanggal 6 april

2011 diadakan diskusi dengan pakar ekonomi


pemabngunan universitas Indonesia dengan Walikota
beserta SKPD terkait, dimana pada saat itu digagas
oleh Walikota untuk menggulirkan program pro rakyat
pemberdayaan
ekonomi
masyarakat
berbasis
kecamatan one district one billion satu kecamatan
satu milyar untuk wirausaha sebagai wujud
implemntasi dari agenda cilegon sejahtera sebagai
face ketiga program pro rakyat di Kota Cilegon.
Untuk fase pertama program pro rakyat Kota
Cilegon telah digulirkan pada tahun 2008 oleh Bapak
Pembangunan Cilegon H Tb Aat Syafaat S.Sos M.Si
melalui pemikirannya masyarakat Kota Cilegon
senyatanya telah merasakan manfaat pelayanan
pendidikan gratis, biaya pelayanan puskesmas gratis,
dan biaya perawatan kelas III RSUD gratis.
Selanjutnya fase kedua program pro rakyat Kota
Cilegon telah di canangkan pada awal tahun ini
dengan
meluncurkan
program
percepatan
pembangunan infrastruktur di lingkungan RT/RW
mellaui pola padat karya yang dilaksanakan LPM di
masing

masing
kelurahan.
Program pro rakyat pada fase ketiga one district
one billion ini ditunjukan kepada calon wirausaha
baru, serta pelaku usaha ekomoni mikro dan kecil
yang tengah meretas jalan untuk berusaha, mereka
yang ingin mengembangkan ekonomi keluarga, dan
juga mereka yang ingin mengembangkan kapasitas
usahanya.
Dengan digulirkannya program, yang secara

teknis akan dilakukan oleh UPT pemberdayaan


ekomoni masyarakat (UPT PEM), diharapkan adanya
peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dalam
mengekses permodalan yang cepat, mudah dan
murah. Konsep pelayanan yang diberikan berbasis
kecamatan, dimana UPT PEM akan berada di setiap
kecamatan. Dengan demikian masyarakat akan lebih
mudah
mendapatkan
pelayanan
permodalan.
Adapun hasil yang ingin dicapai pemerintah
untuk jangka pendek adalah dapat teratasinya
permasalannya usaha mikro kecil (UMK) dalam
mengakses modal, pasar dan tekhnologi. Khusus
untuk permodalan diharapkan UMK yang terjerat
pelepas uang (bank keliling) dengan tingkat bunga
yang tinggi 20 -30 % perbulan dapat tertolong atau
terbantu, mellaui pinjaman modal yang disalurkan
UPT PEM dengan tingkat suku bunga hanya 3-6%.
Sedangkan hasil jangka panjang yang ingin dicapai
adalah pendapatan UMK meningkatkan indeks
pembangunan manusia (IPM), selain itu dengan
tumbuh
berkembangnya
UMK
akan
terjadi
penyerapan
tenaga
kerja.
Selain itu program ini juga dilakukan untuk
mendekatkan lembaga UPT PEM ketengah tengah
masyarakat, bersifat sederhana, tidak membuat
program ini hadir ditengah tengah masyarakat
untuk menjangkau masyarakat dan terjangkau oleh
masyarakat.
Untuk merealisasikan program ini, pemerintah
Kota Cilegon menggandeng PT Krakatau Steel

(persero)
Tbk,
melalui
divisi
PKBL
yang
mengalokasikan anggaran program 1 kecamatan I
milyar
untuk
wirausaha.
Komitmen
tersebut
dituangkan dalam perjanjian antara pemerintah Kota
Cilegon dengan PT Krakatau Steel (persero) Tbk,
tentang pelaksanaan program kemitraan dan bina
lingkungan
PT.KS.
Harapan terbesar yang ingin dicapai oleh
pemerintah melalui program ini adalah masyarakat
mandiri secara ekonomi, dalam artian masyarakat
mempunyai
penghasilan
yang
cukup
untuk
membiayai kebutuhan dirinya dan keluarga. Biasanya
masyarakat yang belum mandiri secara ekonomi
termasuk dalam kategori masyarakat miskin, karena
kualitas SDMnya rendah, mereka tidak dapat bersaing
untuk memperoleh pekerjaan. Upaya yang dilakukan
pemerintah dalam hal ini adalah merubah pola piker,
sikap dan perilu untuk menjadi manusia produktif
mellaui peningkatan kualitas SDM, dan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk menjadi wirausaha
mellaui
program
perintisan
usaha.
Adapun program riil pemerintah untuk
memberikan entrepreneurship atau wirausaha agar
masyarakat focus pada pekerjaan sebagai pegawai
atau karyawan adalah sejak tahun 2004 dengan
nama program penumbuhan wirausaha baru
(WUB), krang lebih sudah 2.600 WUB yang sudah
dilatih, dimagangkan dan diberikan pinjaman modal
usaha oleh UPT PEM. Dalam program lima tahun
kedepan pemerintah juga telah mencanangkan untuk

menciptakan
lebih
dari
2500
WUB,
serta
mengembangkan 1000. Lebih pelaku usaha mikro
kecil yang berasal dari masyarakat Kota Cilegon.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan
pendapatan masyarakat miskin (RTS), meningkatkan
minat masyarakat untuk berusaha, serta mewujudkan
usaha mikro kecil (UMK) dan koperasi yang tangguh
dan mandiri dengan sasaran, RTS (rumah tangga
sasaran), usaha mikro kecil (UMK) dan koperasi.

DATA CAPAIAN 1 KECAMATAN 1 MILYAR


UNIT
PELAKSANA
TEKNIS
PEMBERDAYAAN
EKONOMI
MASYARAKAT
(UPT
PEM)
PADA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DAN KETAHANAN PANGAN (BPMKP) KOTA
CILEGON

jenis pinjaman pada program ini diantaranya :


perintisan usaha sasaran RTS, penguatan usaha
sasaran UMK Non RTS termasuk koperasi, dan
pengembangan usaha, sasaran UMK dan koperasi.
Pola
pinjaman
1.
Biaya/Jasa administrasi pinjaman
: 0-6% per
tahun
2. Jangka waktu pinjaman
: 1 bulan 24
bulan
(2
tahun)
3. Jenis usaha
: perdagangan,
jasa,
pengolahan,
pertanian
4.
Angsuran pinjaman
: harian/
mingguan/
bulanan

2.
BANTUAN MASYARAKAT LANGSUNG (BML)
Untuk
melakukan
percepatan
penanggulangan
kemiskinan diperlukan upaya penajaman yang
meliputi penetapan sasaran, perancangan dan
keterpaduan program serta efektifitas anggaran.
Untuk itu, diperlukan adanya program bantuan
masyarakat miskin, diperlukan adanya program
bantuan
masyarakat
langsung
(
BML).
Program BML merupakan salah satu program
percepatan penanggulangan kemiskinan berbasis
bantuan dan perlindungan social (kluster I) yang
bersifat pemenuhan individu dan rumah tangga
miskin, dengan tidak berat pada pemenuhan hak
dasar utama masyarakat. Program BML sudah
diluncurkan sejak tahun 2009. Pada waktu itu, data
masyarakat miskin atau disebut juga rumah tangga
sasaran
(RTS)
sebanyak
16.979

BML dimaksudkan untuk memberikan dukungan


dana dalam rangka mengurangi beban hidup
masyarakat miskin, dengan tujuan : meningkatkan
daya beli masyarakat miskin, memenuhi kebutuhan
dasar masyarakat (pangan dan sandang), dan
menambah kemampuan dan pendapatan masyarakat
miskin.
Yang menjadi sasaran dalam BML adalah kelompok
masyarakat miskin hasil survey pusat statistic (BPS)
melalui pendapatan program perlindungan social
(PPLS) tahun 2008 dan tahun 2011, yang berjumlah:
Tahun
2009
:
16.979
RTS
Tahun
2010
:
16.979
RTS
Tahun
2011
:
15.967
RTS

Tahun
2012
:
13.909
RTS
Prinsip prinsip pengelolaan yang digunakan
dalam BML di Kota Cilegon adalah : berpihak kepada
masyarakat miskin, dapat dipertanggungjawabkan
(akuntable), transparan, tepat sasaran, tepat jumlah,
dan
tepat
administrasi.
Pengawasan
1.
Pengawasan
fungsional
Walikota Cilegon menugaskan inspektorat Kota
Cilegon untuk melakukan pengawasan sesuai dengan
fungsi dan kewenangannya. Pelaksanaan pengawasan
mencakup aspek tata laksana kegiatan, administrasi
dan
realisasi
penyaluran
BML.
2.
Pengawasan
melekat
Dilakukan oleh aparat pemerintah (tim koordinasi)
yang mempunyai tugas dan tanggung jawab Pembina
secara berjenjang mulai dari tingkat kota sampai
dengan
tingkat
kecamatan.
3.
Pengawasan
masyarakat
Dilakukan masyarakat secara perorangan maupun
kelompok dan atau organisasi masyarakat dapat
melakukan pengawasan mellaui atau disampaikan
kepada aparat pemerintah yang mempunyai tugas
dan tanggung jawab Pembina secara berjenjang mulai
dari tingkat kota sampai dengan tingkat kecamatan
Penyaluran
Dana
BML
Selama 5 (lima) tahun, jumlah dana BML yang sudah
di
salurkan
kepada
RTS
sebesar
Rp.21.718.130.000,-,dengan
rincian:

1. Tahun 2009,
200.000,(1
3.395.800.000,2. Tahun 2010,
400.000,(2
6.791.600.000,3. Tahun 2011,
400.000,(2
6.384.400.000,4. Tahun 2012,
370.000,(2
5.146.330.000,-

disalurkan kepada 16.979 RTS,@ Rp.


tahap)
dengan
jumlah
Rp.
disalurkan kepada 16.979 RTS @ Rp.
tahap)
dengan
jumlah
Rp.
disalurkan kepada 15.961 RTS @ Rp.
tahap)
dengan
jumlah
Rp.
dislaurkan kepada 13.909 RTS @ Rp.
tahap)
dengan
jumlah
Rp.

D.
ASPEK
LINGKUNGAN
PERCEPATAN
PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR
LINGKUNGAN RT/RW MELALUI POLA PADAT KARYA
OLEH
LEMBAGA
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
KELURAHAN(LPMK)
Pembangunan infrastruktur lingkungan merupakan
salah satu aspek penting dalam proses pembangunan
daerah ,hal ter sebut di di sebabkan karena implikasi
atau dampak ketersediaan infrastruktur lingkungan
dapat
memberikan
manfaat
langsung
bagi
masyarakat . lingkungan masyarakat akan menjadi
lebih tertata, bersih dan nyaman sebagai tempat
tinggal.
Kondisi pada tahun 2010, dari data yang ada,
ternyata masih banyak infrastruktur lingkungan
(RT/RW) yang belum tertata baik, seperti jalan/gang
masih tanah dan saluran air/drainase belum tersedia.

Hal
tersebut
menyebabkan
lingkungan
terlihat.kumuh dan tidak sehat. Untuk itu,
diperlukan percepatan pemabngunan infrastruktur
lingkungan.
Selain
permasalahan
infrastruktur
lingkungan,
terdapat pula permasalahan pengangguran dan
kemiskinan yang memerlukan langkah langkah
penanganan dan pendekatan yang sistematis,
terpadu dan menyeluruh. Pengangguran di Kota
Cilegon berdasarkan Cilegon dalam angka tahun 2011
berjumlah 83.903 jiwa (19.84%), sedangkan jumlah
RTS berdasarkan hasil pendataan PPLS-BPS tahun
2008
sebanyak
15.961
RTS.
Senyatanya, bahwa permasalahan permasalahan
pemabngunan tidak bias ditangani hanya oleh
pemerintah, tetapi perlu melibatkan masyarakat. Oleh
sebab
itu,
dalam
percepatan
pembangunan
infrastruktur lingkungan ini, yang pekerjaannya
sederhana, tidak memerlukan tenaga ahli dan alat
berat, dapat dilaksanakan oleh masyarakat dengan
pola
padat
karya.
Pendekatan pemberdayaan masyarakat sangat tepat
dalam pelaksanaan kegiatan ini, karena melibatkan
partisipasi masyarakat dari mulai perencanaa,
pelaksanaan, pengendalian, evaluasi sampai kepada
memelihara hasil kegiatan yang telah dikerjakanya.
Dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat
diharapkan masyarakat akan lebih bertanggungjawab
dalam
melaksanakan
kegiatannya
menuju
kemandirian
masyarakat.

LPM sebagai lembaga kemasyarakatan yang ada di


kelurahan, yang merupakan mitra kerja pemerintah
keluarahan dalam pembangunan dan pemberdayaan
masyarakat sangat tepat untuk mengelola program
pro rakyat percepatan pemabnguanan infrastruktur
RT/RW
mellaui
pola
padat
karya
ini.
Tujuan
program
percepatan
pembangunan
infrastruktur di lingkungan RT/RW melalui pola padat
karya
yang
dikelola
oleh
LPMK
adalah:
1.
Meningkatkan
partisipasi,
kebersamaan,
tanggung jawab dan rasa memiliki masyarakat
terhadap pembangunan infrastruktur yang dilakukan.
2.
Meningkatkan peran LPMK sebagai mitra kerja
pemerintah dalam pembangunan dan pemberdayaan
masyarakat.
3.
Mewujudkan
perencanaan
pemabngunan
infrastruktur yang partisipasi dan sesuai dengan
kebutuhan
masyarakat.
4.
Mendayagunakan tenaga kerja local/setempat,
dengan
prioritas
RTS
5.
Mewujudkan
pelaksanaan
kegiatan
pembangunan
infrastruktur
yang
transparan,
akuntable,
efektif
dan
efisien
Target group kegiatan ini adalah rumah tangga
sasaran (RTS), pengangguran, pengurus LPMK.
Adapun hasil akhir yang diharapkan dari program ini
adalah terwujudnya infrastruktur lingkungan RT/RW
yang lebih baik, menurunnya angka pengangguran
dan kemiskinan meningkatnya partispasi masyarakat
dalam pemabangunan, dan timbulnya kepercayaan

masyarakat
terhadap
dalam
kesungguhnya
pemerintah kota cilegon dalam mensejahterakan
masyarakat.
Pendekatan
Pemberdayaan (empowerment), yaitu upaya untuk
mewujudkan
kemampuan
dan
kemandirian
masyarakat
dalam
kehidupan
bermasyarakat,
berbangsa
dan
bernegara.
1.
Partisipasi yaitu keikutsertaan dan keterlibatan
masyarakat
secara
aktif
kdalam
proses
pemabangunan,
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat mellaui
pelaksanaan berbagai program pembangunan, agar
kondisi kehidupan masyarakat mencapai tingkat
kemampuan
yang
diharapkan
3. Keterpaduan, memadukan pelaksanaan kegiatan
antar pemangku kepentingan dengan pengelola padat
karya;
4. Pendekatan kelembagaan, melibatkan lembaga
kemasyarakatan yang ada di kelurahan sebagai mitra
pemerintah dalam menampung dan mewujudkan
aspirasi
dan
kebutuhan
masyarakat
dibidang
pembangunan.
ALOKASI
DANA
Dana kegiatan program ini sebesar Rp. 100.000.000,per
keluarahan
diperuntukan:
1. Biaya Operasional tim pelaksana teknis kegiatan
(TPTK) padat karya tingkat kelurahan perempuan

(perencannan, pelaksanaan dan pelaporan)sebesar


Rp.
10.000.000,2.
Penguatan kelembagaan LPMK sebesar Rp.
5.000.000,3. Biaya peningkatan kualitas SDM RTS sebesar Rp.
10.000.000,digunakan
untuk
kegiatan
pelatihan/kursus bagi RTS, dangan tujuan untuk
mencetak RTS menjadi pekerja atau menjadi
wirausaha,
seperti:

Pelatihan
satuan
pengamanan

Pelatihan
montir/perbengkelan

Pelatihan
las
Kursus menyetir mobil, sekaligus pembuatan SIM

Kursus
computer

Kursus
kecantikan/salon

Dll.
4.
Pembangunan infrastruktur lingkungan RT/RW
Dana kegiatan sebesar Rp. 75.000.000 digunakan
untuk upah kerja dan pembangunan sarana dan
prasarana
social
ekonomi
masyarakat
yang
berhubungan dengan kebutuhan dan prioritas hasil
musrenbangkel:

Jalan lingkungan RT/RW jalan tembus/gang,


pemasangan
pavingblok

Drainase/gorong-gorong

Tanggul
pencegahan
banjir/longor

Tembok
penahan
tanah
(TPT)
Sarana dan prasarana air bersih.
CAPAIAN
KARYA

PROGRAM

KEGIATAN
OLEH

POLA

PADAT
LPMK

Lagi, Walikota Cilegon Luncurkan Pro Rakyat fase keempat


Program pro rakyat yang digulirkan oleh pemerintah
Kota Cilegon merupakan program yang berpihak pada
rakyat dan langsung dapat dirasakan manfaatnya
oleh rakyat, terutama masyarakat miskin atau disebut
Rumah Tangga Sasaran (RTS). Progam pro rakyat
dilaksanakan sebagai bagian dari satu upaya
penguatan
dalam
sektor
ekonomi.
Untuk Fase Pertama Program Pro rakyat Kota Cilegon
telah digulirkan pada tahun 2008 oleh Bapak
Pembangunan Cilegon H Tb Aat Syafaat S.sos,
masyarakat Kota Cilegon senyatanya telah merasakan
manfaat
pelayanan
pendidikan
gratis,
biaya
pelayanan puskesmas gratis, dan biaya perawatan
kelas III RSUD gratis serta Bantuan Masyarkat
Langsung (BML). Program ini digulirkan sebagai upaya
penanggulangan kemiskinan dan rawan daya beli
yang dimaksudkan untuk memberikan dukungan
dana dalam rangka mengurangi beban hidup
masyarakat
miskin.
Selanjutnya Fase Kedua Program Pro rakyat Kota
Cilegon telah dicanangkan pada awal tahun 2011
dengan
meluncurkan
program
Percepatan

Pembangunan Infrastruktur di Lingkungan RT/RW


melalui Pola Padat Karya 100 juta perkelurahan yang
dilaksanakan LPM di masing-masing Kelurahan.
Program ini bertujuan untuk mendayagunakan tenaga
kerja lokal di lokasi pembangunan, meningkatkan
partisipasi, kebersamaan, tanggung jawab dan rasa
memiliki
masyarakat
terhadap
pembangunan
infrastruktur
yang
dilakukan.
Dipertengahan tahun 2011 pemerintah Kota Cilegon
meluncurkan Program pro rakyat Fase ketiga, One
District One Billion Toward Enterpreneurship program
ini ditujukan kepada calon wirausaha baru, serta
pelaku usaha ekonomi mikro dan kecil yang tengah
meretas jalan untuk berusaha, mereka yang ingin
mengembangkan ekonomi keluarga, dan juga mereka
yang ingin mengembangkan kapasitas usahanya.
Di penghujung tahun 2012 ini, Pemerintah Kota
Cilegon kembali meluncurkan program Pro Rakyat
Fase
Keempat
yaitu:
1.
Pembuatan Sistem Pengelolaan Data Base
Kemiskinan Terpadu. Database kemiskinan ini menjadi
data dasar sebagai acuan bagi seluruh pemangku
kepentingan program penanggulangan kemiskinan
dalam menentukan sasaran penerima program atau
RTS. Sebagai identitas dan bentuk kepesertaan
sasaran penerima program, setiap kepala Rumah
Tangga Sasaran (RTS) diberikan Kartu Cilegon
Sejahtera (KCS) dan Nomor Induk RTS (Id RTS). KCS
diberikan
kepada
13.909
RTS.
2.
Pemberian bantuan honor kepada 2.024 Kader

Cilegon Mandiri sebesar Rp. 150/bulan Kader Cilegon


Mandiri. Program ini dilaksanakan dalam rangka
mengoptimalkan dan mengintegrasikan fungsi Kader
Posyandu, Kader KB, Kader Bina Keluarga Balita (BKB)
menjadi Kader Cilegon Mandiri sebagai mitra kerja
pemerintah dalam membantu memberikan pelayanan
dasar kepada masyarakat, tidak hanya di bidang
kesehatan dan keluarga berencana, tetapi juga di
bidang
lainnya,
seperti
pendidikan
dan
pemberdayaan
ekonomi
masyarakat.
3.
Di Bidang Pendidikan pemerintah daerah
memberikan bantuan honor kepada 784 orang guru
TKS, SD sebesar Rp. 300 ribu per bulan, dan 2.361
orang guru madrasah sebesar rp. 300 ribu per bulan
4.
Di Bidang Kesehatan, program pemerintah
daerah disinergikan dengan program pemerintah
pusat, melalui pemberian asuransi kesehatan
masyarat (jamkesmas dan jamkesda). Di tahun 2013,
penerima program jamkesmas mencakup 61.945 jiwa.
Sedangkan program jamkesda difokuskan kepada
masyarakat yang termasuk ke dalam Rumah Tangga
Sasaran (RTS) yang tidak terakomodir dalam program
jamkesmas,
yaitu
sebanyak
16
ribu
jiwa.
5.
Perhatian pemerintah juga diberikan kepada
Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang
merupakan mitra kerja pemerintah kelurahan dalam
bidang
pemerintahan,
pembangunan
dan
pemberdayaan
masyarakat.
Sebagai
bentuk
perhatian dan penghargaan, pemerintah Kota Cilegon
memberikan honor kepada ketua RT/RW sebanyak

1.358 orang, seragam kerja dan penyediaan plang


nama RT/RW sebanyak 455 yang diberikan secara
bertahap sebagai kerangka mewujudkan kewibawaan
Lembaga Kemasyarakatan RT/RW Kota Cilegon .
6.
Pemberian bantuan alat pemotong rumput,
Kepada lurah se-Kota Cilegon sebagai upaya
menciptakan
kenyamanan
melalui
penataan
lingkungan
yang
baik.
Persoalan kemiskinan dan pendidikan tentu tidak
hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata,
ada peran masyarakat didalamnya. Oleh karena itu,
apresiasi senantiasa diberikan pemerintah kepada
lembaga dan insatansi lain yang telah nyata bersamasama dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Kota
Cilegon, salah satunya kepada Forum Pengelola Zakat
Kota Cilegon yang telah memberikan beasiswa
kepada keluarga miskin sebanyak 2.768 siswa dengan
total anggaran 1,5 M sebagai upaya mendukung
agenda
Cilegon
Cerdas.

TINGKATKAN
KESEJAHTERAAN
WALIKOTA KEMBALI LUNCURKAN
RAKYAT
FASE

MASYARAKAT,
PROGRAM PRO
KE-LIMA

Dalam upaya mewujudkan peningkatan kesejahteraan


pada masyarakat Cilegon, Pemerintah Kota (Pemkot)
Cilegon dibawah kepemimpinan Walikota Tb. Iman
Ariyadi dan Wakil Walikota Edi Ariadi, menempatkan
upaya
peningkatan
kesejahteraan
masyarakat

sebagai
prioritas
utama
pembangunan.
Untuk melakukan percepatan pembangunan dalam
hal peningkatan kesejahteraan tersebut, Pemkot
Cilegon terus melakukan inovasi-inovasi, guna
menciptakan program kebijakan dan sistem yang
dapat
mendorong
mewujudkan
peningkatan
kesejahteraan bagi masyarakat, terutama pada
masyarakat
ekonomi
lemah
ke
bawah.
Namun, menurut Walikota Cilegon Tb. Iman Ariyadi,
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,
tidak saja diperlukan goodwill dan komitmen dari
pemerintah, melainkan partisipasi dari seluruh
stakeholder pembangunan juga harus terlibat
didalamnya. peningkatan kesejahteraan masyarakat
merupakan tanggung jawab kita bersama, karena itu
perlu dilakukan secara sistimatis dan berkelanjutan,
ungkapnya.
Salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakatnya, pemerintah telah menggulirkan
berbagai program kebijakan pro poor melalui program
Pro Rakyat, sebuah program
yang langsung
bersentuhan dengan masyarakat. Pada masa
kepemimpinan kami, sebelumnya, telah menggulirkan
juga berbagai program Pro Rakyat. Dimana, program
tersebut diluncurkan secara bertahap, dan dibagi
kedalam beberapa fase, yakni fase pertama, kedua,
ketiga, keempat dan sekarang sampai fase kelima
ini,
jelas
Walikota
Tb.
Iman
Ariyadi.
Tidak hanya itu, sebagai wujud nyata komitmen
Pemkot
Cilegon,
dalam
prirotas
peningkatan

kesejahteraan masyarakatnya, bertempat di halaman


depan Kantor Setda Pemkot Cilegon, Selasa (10/12).
Walikota Cilegon Tb. Iman Ariyadi kembali secara
resmi meluncurkan Program Pro Rakyat fase lima,
yaitu
:
1.
Program Raskin Gratis bagi masyarakat miskin.
Program raskin gratis adalah sebuah program Pro
Rakyat yang digulirkan Pemkot Cilegon untuk
menggratiskan biaya beras miskin (raskin). Program
ini mengharuskan masyarakat miskin yang masuk
RTS
tidak
lagi
mengeluarkan
biaya
untuk
mendapatkan raskin. Karena harga raskin sebesar Rp.
1.600/Kg yang semula dibebankan kepada RTS telah
disubsidi
oleh
Pemkot
Cilegon.
Adapun jumlah RTS se-Kota Cilegon yang menerima
raskin gratis pada tahun 2014 mendatang, yakni
sebanyak
13.909
RTS.
Untuk program
ini,
Pemerintah
mengalokasikan
anggaran
sebesar
Rp.3.590.000.000
2.
Program
Honor
Guru
Ngaji.
Program ini digulirkan, selain bertujuan membantu
mewujudkan kesejahteraan guru ngaji se-Kota
Cilegon, namun juga memberikan motivasi terhadap
guru ngaji dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Sehingga diharapkan berdampak pada peningkatan
kualitas proses belajar mengajar dan prestasi belajar
peserta
didik.
Guru ngaji yang dimaksudkan, adalah guru ngaji yang
mengajar ngaji al-quran kepada anak-anak didiknya

pada waktu malam hari. Dalam hal ini, Pemkot akan


memberikan honor kepada 1.522 orang guru ngaji,
sebesar Rp. 150 ribu per orang/bulan. Jumlah
anggaran yang dikeluarkan untuk program ini, yakni
sebesar
Rp.
3.000.000.000.
Data guru ngaji tersebut diperoleh dari Kementrian
Agama
Kota
Cilegon.
3.
Program Kartu Asuransi Jiwa bagi masyarakat
miskin
Kota
Cilegon.
Program asuransi jiwa bagi masyarakat miskin Kota
Cilegon bertujuan memberikan santunan dana pada
masyarakat miskin yang meninggal dunia. Pemberian
bantuan dana ini bertujuan untuk meringankan beban
biaya keluarga yang ditinggalkan, mengingat biaya
pemakaman dan keperluan lainnya membutuhkan
dana
yang
tidak
sedikit.
Pemberian bantuan santunan bagi masyarakat miskin
yang meninggal dunia, yakni sebesar Rp. 1 juta.
Dengan syarat warga miskin itu telah memeliki kartu
peserta asuransi jiwa yang diberikan Pemkot Cilegon.
Pemkot Cilegon bekerjasama dengan pihak asuransi
akan menditribusikan kartu Asuransi Jiwa kepada
kurang lebih 125.000 jiwa masyarakat miskin se-Kota
Cilegon.
Sedangkan
untuk
anggarannya,
pemerintah
mengalokasikan
sebesar
Rp.1.000.000.000.
Sasaran dalam program asuransi jiwa, adalah
masyarakat miskin yang menjadi peserta jamkesda,
peserta jamkesmas, dan pekerja disektor informal,

seperti petani, nelayan tradisional, tukang ojeg,


tukang becak, pengrajin, sopir angkot, pedagang kecil
(pedagang makanan keliling, asongan, warung
kelontong)
dan
lainnya.
Selain itu, pekerja informal yang bekerja pada orang
lain seperti buruh tani, buruh nelayan, buruh ternak,
pekerja pembantu rumah tangga, pekerja bangunan,
dan
lainnya.
4.
SPP gratis bagi siswa/siswi tidak mampu yang
bersekolah
swasta.
Pemkot Cilegon menjadikan pendidikan sebagai
program prioritas untuk mencetak sumber daya
manusia
unggul.
Perhatian pemerintah tidak hanya menggratiskan
seluruh masyarakat usia sekolah pada pendidikan
gratis pada sekolah negeri, tapi juga pada tahun 2014
mendatang, melalui program ini, Pemkot Cilegon akan
menggeratiskan SPP bagi siswa/siswi dari keluarga
tidak mampu/miskin yang bersekolah di swasta.
Sasaran pemerintah pada program ini, yakni
siswa/siswi dari keluarga tidak mampu yang
bersekolah di swasta, dari tingkat SD, SMP,SMA , SMK
dan
MTS.
Program ini bertujuan guna membantu meringankan
beban masyarakat tidak mampu dalam hal
pendidikan, khususnya masyarakat usia sekolah yang
bersekolah
di
swasta.
Pemkot Cilegon akan memeberikan SPP gratis
kepada sebanyak kurang lebih 5.800 siswa/siswi
tidak mampu yang bersekolah di swasta, dengan

anggaran
Rp.3.522.000.000.
Selain empat program tersebut, program Pro Rakyat
lainnya yang turut bersamaan diluncurkan, yakni
penyediaan sarana mobil ambulance sebanyak 3 unit
dan penyediaan sarana mobil jenazah 1 unit
(anggaran Rp. 1.132.2000.000), Pemugaran Rumah
Tidak Layak Huni untuk 100 unit (anggaran Rp.
1.000.000.000)
dan
19
RTS
(anggaran
Rp.
285.000.000), pemberian SPP bagi siswa Madrasah
Diniyah sebanyak 1.400 siwa (anggaran Rp.
252.000.000), Bantuan Kios Warung Ekonomi
Pedagang Kaki Lima kepada 300 orang (anggaran
1.000.000.000), Bank Sampah sebanyak 3 unit
(anggaran Rp. 50.000.000), Bantuan Jamban Keluarga
bagi 219 RTS (anggaran Rp. 526.600.000), Listrik
Masuk Desa untuk 300 RTS, Pemberian Bantuan
Kacamata Siswa SD untuk 120 orang (Rp.
300.000.000),
Program
Keluarga
Harapan
sebanyak1.371 keluarga RTSM (anggaran Rp.
852.426.000), Bantuan Sarana Lingkungan untuk 3
Kawasan (anggaran Rp. 50.000.000), Bantuan untuk
Senam Kreasi Santri se-Kota Cilegon sejumlah 1000
orang (anggaran Rp.50.000.000), Bantuan seragam
dan alat kesenian peguron se-Kota Cilegon sebanyak
2800 stel dan 17 set (anggaran Rp.660.000.000),
Pemberian bea siswa SD Perguruan Tinggi dari
Forum Zakat Cilegon kepada 3500 Siswa (annggaran
Rp.1.600.000.000), Pembangunan Pasar Tegal Bunder
terdiri pembangunan 1 unit bangunan pasar dan 20
kios serta 1 hanggar (anggaran Rp.10.000.000.000),

Pemberian BPJS kepada 28.000 jiwa (anggaran


Rp.7.010.280.600), Pembangunan Ruang Terbuka
Hijau (RTH) sebanyak 2 unit, dan bantuan umroh bagi
peserta Juara 1 MTQ Tk. Provinsi (anggaran
Rp.40.000.000).
Telah kita ketahui, bahwa Pemkot Cilegon sebelumnya
juga sudah terlebih dahulu menggulirkan beberapa
program Pro Rakyat yang manfaatnya telah langsung
dirasakan oleh masyarakat Cilegon, terutama bagi
masyarakat yang masuk dalam Rumah Tangga
Sasaran (RTS). Program Pro Rakyat tersebut, yakni
Pendidikan gratis bagi siswa siswi SD sampai SMA
negeri dan Madrasah Aliyah Negeri, Rawat inap gratis
untuk kelas III di RSUD Kota Cilegon, Bantuan
Masyarakat
Langsung
(BML),
Percepatan
pembangunan infrastruktur di linkungan RT/RW
melalui pola padat karya 100 juta per Kelurahan, One
District One Billion Toward Entrepreneurship program
yang ditunjukan untuk calon wirausaha baru serta
pelaku usaha ekonomi mikro dan kecil, Kartu Cilegon
Sejahtera (KCS) untuk 13.909 RTS, Bantuan honor
Kepada 2.024 Kader Cilegon Mandiri, Bantuan honor
kepada 784 orang guru TKS SD sebesar Rp. 300 ribu
per bulan dan 2.361 orang guru madrasah sebesar
Rp. 300 ribu per bulan, Pemberian asuransi kesehatan
masyarakat (Jamkesmas dan Jamkesda), Penerima
Jamkesmas sebanyak 61.945 Jiwa sedangkan program
Jamkesda di fokuskan untuk masyarakat yang masuk
dalam RTS, yakni sebanyak 16 Ribu Jiwa. Serta
Pemberian honor ketua RT/RW sebanyak 1.358

orang.
Pengguliran program Pro Rakyat yang dilakukan
Pemkot
Cilegon,
terbilang
berhasil
dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini bisa
dilihat dari hasil survei Sosial Ekonomi Nasional-Badan
Statistik Pusat Statistik (BPS) penduduk miskin Kota
Cilegon. Dimana ada penurunan angka, dari 16.800
jiwa di tahun 2010, menjadi 15.430 jiwa di tahun
2012. Sedangkan untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS),
berdasarkan data survei BPS Kota Cilegon melalui
Pendataan Program Pelindungan Sosial (PPLS).
Terdapat penurunan jumlah RTS, yang semula pada
tahun 2010 sebanyak 16.979 RTS, menjadi 13.909
RTS pada tahun 2012. Pemkot Cilegon dalam hal ini
mentargetkan penurunan RTS pada tahun 2015
sebesar
10.000
RTS.
Disamping itu, terdapat peningkatan pada Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cilegon, dari angka
75,29 tahun 2010, naik 75,89 pada tahun 2012. Hal
ini menunjukan kualitas kesejahteraan penduduk Kota
Cilegon sudah semakin membaik. Peningkatan IPM
Kota Cilegon tidak terlepas dari peningkatan
komponen-komponen
pembentuknya,
yakni
kesehatan, pendidikan dan ekonomi/tingkat daya beli
masyarakat.
Walikota Cilegon Tb. Iman Ariyadi mengatakan,
peningkatan
kesejahteraan
pada
masyarakat
tersebut, merupakan dampak dari sejumlah program
kebijakan yang telah digulirkan pemerintah itu
sendiri, maupun yang bersinergi dengan program

tingkat
nasional,
ataupun
provinsi.
upaya
peningkatan kesejahteraan masyarakat itu telah kami
lakukan melalui berbagai kebijakan Pemerintah Kota
Cilegon dalam segala bidang. Selain dilakukan secara
konsisten, pelaksanaannya juga dilakukan dengan
cara optimalisasi pelaksanaan program, jelasnya.
Realisasi arah kebijakan Walikota Cilegon Tb. Iman
Ariyadi tersebut, tentunya sesuai dengan apa yang
dituangkan pada peraturan daerah nomor 6 tahun
2013 tentang perubahan perda No 2 Tahun 2011
tentang
revisi
rencana
pembangunan
jangka
menengah (RPJMD) Kota Cilegon tahun 2010-2015,
dan selaras pula dengan kesepakatan deklarasi global
dalam
mewujudkan
pencapaian
Millenium
Development Goal (MDGs) untuk mengurangi
kemiskinan sebesar 50 persen pada tahun 2015.
Berbagai program Pro Rakyat yang digulirkan Pemkot
Cilegon, tentunya merupakan kebijakan untuk
mewujudkan keberhasilan lima agenda pembangunan
Pemkot Cilegon, yakni Agenda Cilegon Sejahtera,
Agenda Cilegon Sehat dan Cerdas, Agenda Cilegon
Berwibawa, Agenda Cilegon Berdaya Saing, dan
Agenda Cilegon Mandiri. Sehingga Visi Kota Cilegon,
yaitu MASYARAKAT CILEGON SEJAHTERA MELALUI
DAYA DUKUNG INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN JASA
tercapai.