Anda di halaman 1dari 27

PENYAJIAN DATA

SECARA GRAFIS

JENIS GRAFIK Biostatistik


1. DIAGRAM GARIS
Disebut juga peta garis (line chart) atau kurva (curve).
Bentuk penyajian yang paling banyak dipakai
CONTOH :
Data deret berkala (time series)

Nilai tukar Rp
9450
9400
9350
9300
9250
9200
9150
9100

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

2. KURVA DISTRIBUSI FREKWENSI


Didasarkan pada data kuantitatif yang terdapat dalam tabel
distribusi
frekuensi.
Digambarkan dalam bentuk diagram kolom yang dinamakan
histogram frekuensi.
Histogram frekuensi ini harus dibedakan dengan diagram balok
yang
lebih umum

3. PETA BALOK (BAR CHART)

Peta balok dapat disusun secara


vertikal maupun mendatar.
Penyusunan peta balok secara vertikal
sering digunakan untuk data
kuantitatif.
Nilai tukar Rp
Nilai tukar Rp

Jun

9450
9400

Mei

9350

Apr

9300

Mar

9250

Feb
Jan
9100 9150 9200 9250 9300 9350 9400 9450

9200
9150
9100
Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

4. DIAGRAM LINGKAR (PIE DIAGRAM)

Berupa lingkaran terdiri dari 360


derajat
Tiap 3,6 derajat berarti
menggambarkan persentase sebesar
1%.
13% 13%
17%
57%

5. PIKTOGRAF (PICTOGRAPH)

Adalah penyajian data yang digambarkan


oleh simbol/lambang.
6. PETA BIOSTATISTIK (STATISTICAL MAP)
digunakan untuk menggambarkan distribusi
geografis dari sebuah peta.

HISTOGRAM
Histogram adalah grafik yang menggambarkan suatu
distribusi frekwensi dengan bentuk segi empat / batang.
CARA MEMBUAT GRAFIK
TABEL 6
Distribusi Frekwensi Nilai Ujian Biostatistik
STIKES Widyagama Husada Tahun 2012
Nilai Interval
60
65
70
75
80
85
90

Frekwensi (f)

64
69
74
79
84
89
94

2
6
15
20
16
7
4

Jumlah

70

1. Buatlah absis dan ordinat.


Absis : sumbu mendatar (X),
menyatakan nilai
Ordinat : sumbu tegak (Y),
menyatakan frekwensi
2. Beri nama pada masing-masing
sumbu.

3. Buat skala pada absis dan ordinat.

4. Buatlah batas kelas dengan cara:

Ujung bawah interval kelas dikurangi 0,5

Ujung atas interval kelas pertama ditambah ujung bawah


interval kelas kedua dan dikalikan setengah.

Ujung kelas atas ditambah 0,5, perhitungan sebagai berikut :

60 0,5= 59,5

(64+65) x
= 64,5

(69+70) x
= 69,5
Frekw

(74+75) x
= 74,5

(79+80) x
= 79,5

(84+85) x
= 84,5

(89+90) x
= 89,5

(94+95) x
= 95,5

Nilai
59,5 64,5 69,5 74,5 79,5 84,5 89,5
95,5

5. Membuat tabel distribusi frekwensi untuk membuat histogram


Nilai Interval
60
65
70
75
80
85
90

Frekwensi (f)

64
69
74
79
84
89
94

2
6
15
20
16
7
4

Jumlah

70

TABEL 7
Distribusi Frekwensi Nilai Ujian Biostatistik
STIKES Widyagama Husada Tahun 2012

Nilai
Interva
l
60
65
70
75
80
85
90

64
69
74
79
84
89
94

Batas Kelas

Frekwensi
(f)

2
6
15
20
16
7
4

59,5
64,5
69,5
74,5
79,5
84,5
89,5
95,5
Jumlah

70

Grafik 1 : Histogram
Nilai Ujian Biostatistik STIKES Widyagama Husada Tahun
2012
20

2
2
0
0

18
16
14

1
1
5
5

12

1
1
6
6

10
8
6
4

6
6

2
0

7
4
4

2
2
59,5 64,5 69,5 74,5 79,5 84,5 89,5 95,5

POLIGON FREKWENSI
Pada dasarnya pembuatan grafik poligon sama dengan
histogram. Perbedaannya :
Histogram menggunakan batas kelas sedangkan
poligon menggunakan titik tengah.
Grafik histogram berwujud segi empat sedangkan
grafik poligon berwujud garis-garis atau kurva yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Cara pembuatan :
1. Buatlah titik tengah kelas, caranya :
(60+64) x = 62
(65+69) x = 67
(70+74) x = 72
(75+79) x = 77
(80+84) x = 82
2. Buat tabel distribusi frekwensi untuk membuat
(85+89) x = 87
grafik
(90+94) x = 92
TABEL 8
Distribusi Frekwensi Nilai Ujian Biostatistik
STIKES Widyagama Husada Tahun 2012
Nilai
Interval
60
65
70
75
80
85
90

64
69
74
79
84
89
94

Titik tengah

Frekwensi
(f)

62
67
72
77
82
87
92

2
6
15
20
16
7
4

Jumlah

70

Grafik 2 : Poligon
Nilai Ujian Biostatistik STIKES Widyagama Husada Tahun
2012
20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
62

67

72

77

82

87

92

OGIVE

Ogive merupakan diagram dari distribusi


frekwensi kumulatif.
Pembuatan grafik ogive tidak jauh berbeda
dengan pembuatan grafik poligon.
Perbedaan :
Ogive menggunakan batas kelas sedangkan poligon

menggunakan titik tengah


Grafik ogive menggambarkan distribusi kumulatif tipe
kurang dari dan distribusi kumulatif atau lebih

Persamaan :
Keduanya mempunyai gambar grafik berwujud garis-

garis atau kurva yang saling menghubungkan satu


titik dengan titik yang lain.

Cara menggambar grafik :

Grafik ogive diambil dari tabel distribusi


kumulatif kurang dari dan distribusi kumulatif
atau lebih
TABEL 9
Distribusi Kumulatif (kurang dari)
Nilai Ujian Biostatistik STIKES Widyagama Husada Tahun
2012

No

Nilai

Frekw. kum

Kurang dari 60

Kurang dari 65

Kurang dari 70

Kurang dari 75

23

Kurang dari 80

43

Kurang dari 85

59

Kurang dari 90

66

Kurang dari 95

70

Grafik ogive distribusi kumulatif kurang dari

70
60
No

50
40
30
20
10
0

60

65

70

75

80

85

90

95

Nilai

Frekw.
kum

Kurang dari 60

Kurang dari 65

Kurang dari 70

Kurang dari 75

23

Kurang dari 80

43

Kurang dari 85

59

Kurang dari 90

66

Kurang dari 95

70

Grafik ogive distribusi


kumulatif atau lebih

TABEL 13
DISTRIBUSI KUMULATIF (ATAU LEBIH)
Nilai Ujian Biostatistik STIKES Widyagama Husada Tahun 2012

70
60
50
40
30
20
10
0

60

65

70

75

80

85

90

95

Nilai

fkum

60 atau
lebih

70

65 atau
lebih

68

70 atau
lebih

62

75 atau
lebih

47

80 atau
lebih

27

85 atau
lebih

11

90 atau
lebih

95 atau

DIAGRAM BATANG

Kegunaan diagram batang adalah untuk


menyajikan data yang bersifat kategori
atau data distribusi.
Cara menggambar :
Buat

sumbu tegak (vertikal) dan sumbu


mendatar (horizontal) yang berpotongan tegak
lurus.
Buat skala pada sumbu tegak maupun sumbu
mendatar dengan skala nilai yang sama. Skala
antara sumbu tegak dengan sumbu mendatar
boleh dibuat tidak sama disesuaikan dengan
penampilan diagramnya.
Letak batang satu dengan lainnya harus terpisah
dan serasi mengikuti tempat diagram yang ada.

Contoh :
Diagram perkembangan jumlah penduduk Kota X
tahun 2001 - 2012

105

104

103

102

101

100

99

98

97

pria
wanita

DIAGRAM GARIS

Diagram garis digunakan untuk


menggambarkan keadaan yang serba
terus-menerus.
Misal : pergerakan nilai tukar rupiah
terhadap dollar, pergerakan suhu
tubuh pasien setiap jam, dsb.
Cara menggambar diagram baris pada
prinsipnya sama dengan menggambar
diagram batang.

Contoh :
Diagram garis perkembangan suhu tubuh penderita X :
39

38.5

38.5

38.1

38

37.6

37.5

37.5
temp

37

36.7
36.5

36

35.5

36.8
36.6

DIAGRAM LAMBANG

Diagram yang menggambarkan simbul-simbul


dari data sebagai alat visual.
Misalnya data tentang angkatan kerja
disimbulkan dengan gambar orang, hutan
produksi dengan gambar pohon, dll.

54.322
42.154
31.432

Th 1995

Th 1996

Th 1997

Diagram Luas hutan di pulau


Jawa

DIAGRAM LINGKARAN / PIE DIAGRAM

Digunakan untuk penyajian data


berbentuk kategori
Dinyatakan dengan persentase.
Cara membuat :
Ubahlah setiap nilai data kedalam derajat
Buat lingkaran ( 360o ), bagi lingkaran

tersebut menjadi beberapa bidang


(dimana setiap bidang menggambarkan
kategori data).

Jenis Hipertensi
Hipertensi Ringan
Hipertensi Sedang
Hipertensi Berat
Jumlah

Frekwen
si
234
112
56
402

Hipertensi ringan : 234 / 402 x 360o = 209,5o


Hipertensi sedang : 112 / 402 x 360o = 100,3o
Hipertensi berat : 56 / 402 x 360o = 50,2o

Hipertensi Sedang ; 28%

Hipertensi Berat ; 14%


Hipertensi Ringan ; 58%

DIAGRAM PIE

Mirip dengan diagram lingkaran,


disajikan dalam bentuk tiga dimensi.
Hipertensi Berat ; 56
Hipertensi Sedang ; 112
Hipertensi Ringan ; 234

Sekian