Anda di halaman 1dari 54

BUKTI

AUDIT
Bab 7
Sonny Pangerapan
Rabu, 22 Oktober 2014
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-1

APA YA YANG
AKAN DI
PELAJARI ??

LIA JO DI
SLIDE
BERIKUT

????

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-2

MATERI YANG AKAN DIPELAJARI


Dasar dari setiap audit adalah bukti yang
dikumpulkan dan dievaluasi oleh auditor.
Auditor harus memiliki pengetahuan dan
ketrampilan untuk mengumpulkan bukti
audit yang tepat dan mencukupi dalam setiap
audit untuk memenuhi standar profesi
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-3

TUJUAN PEMBELAJARAN 1

Membedakan bukti audit


dan bukti yang digunakan
oleh profesi lain

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-4

PENGERTIAN BUKTI AUDIT


Setiap informasi yang digunakan oleh
auditor untuk menentukan apakah
informasi yang diaudit telah dinyatakan
sesuai dengan kriteria yang ditetapkan

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-5

SIFAT BUKTI

Penggunaan bukti bukan


hal yang aneh bagi
auditor
Bukti juga digunakan oleh
ilmuwan, pengacara dan
ahli sejarah
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-6

KARAKTERISTIK BUKTI UNTUK HUKUM


DAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN
KASUS HUKUM ORANG
DASAR
DITUDUH MENCURI
PERBANDINGAN

AUDIT LAPORAN
KEUANGAN

Penggunaan bukti

Memutuskan bersalah atau


tidaknya si tertuduh

Menentukan apakah Lapkeu telah


disajikan secara wajar

Sifat bukti yang


digunakan

Bukti dan kesaksian langsung


dari para saksi dan pihak-pihak
yang terlibat
Juri dan hakim

Berbagai jenis bukti audit yang


dihasilkan oleh auditor, pihak
ketiga dan klien

Apabila bersalah harus


dipertimbangkan dengan bukti

Tingkat kepastian yang tinggi

Pihak yang
mengevaluasi bukti
Kepastian kesimpulan
dari bukti
Sifat kesimpulan

Bersalah atau tidaknya pihak


tertentu
Konsekuensi umum dari Pihak yang bersalah tidak terkena
kesimpulan yang salah hukuman atau pihak yang
dari bukti
bersalah dinyatakan bersalah

Auditor

Menerbitkan laporan audit


Pihak pemakai laporan mengambil
keputusan yang salah dan auditor
dapat dituntut

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-7

Tujuan Pembelajaran 2
Mengidentifikasi empat
keputusan bukti audit yang
diperlukan dalam menyusun
program audit
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-8

Keputusan Bukti Audit


1. Prosedur audit yang digunakan
2. Berapa ukuran sampel yang akan dipilih untuk
prosedur tersebut
3. Item-item mana yang akan dipilih dari populasi
4. Kapan melaksanakan prosedur tersebut

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7-9

Prosedur Audit
Rincian instruksi yang menjelaskan bukti
audit yang harus diperoleh selama audit

Mengambil jurnal pengeluaran dan membanding


kan nama payee, jumlah, dan tanggal pada cek
yang dibatalkan dengan jurnal pengeluaran kas

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 10

Ukuran Sampel
Setelah memilih prosedur audit, auditor dapat
mengubah ukuran sampel dari hanya satu hingga
semua item dalam populasi yang sedang diuji
Keputusan tentang berapa banyak item yang akan
diuji harus dibuat oleh auditor pada setiap prosedur
audit. Ukuran sampel untuk setiap prosedur tertentu
mungkin akan berbeda antara satu audit dengan audit
lainnya
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 11

Item yang Dipilih


Auditor harus memutuskan item-item mana
dalam populasi yang akan diuji
Jika auditor memutuskan memilih 50 cek yang dibatalkan dari populasi
sebesar 5.500 cek untuk dapat dibandingkan dengan jurnal pengeluaran kas.
Metode yang dapat digunakan :
1.Memilih satu minggu dan memeriksa 50 cek pertama
2.Memilih 50 cek yang bernilai terbesar
3.Memilih cek-cek tersebut secara acak
4.Memilih cek-cek yang mungkin menurut auditor paling mungkin
mengandung kekeliruan
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 12

Penetapan Waktu

Audit mencakup suatu periode, seperti satu tahun.


Penyelesaian audit selesai setelah beberapa minggu
atau bulan setelah berakhirnya suatu periode.

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 13

Program Audit
Daftar prosedur audit untuk bidang audit
tertentu atau keseluruhan audit.
Program audit selalu memuat daftar prosedur
audit, ukuran sampel, item yang dipilih, dan
penetapan waktu pengujian
Sebagian besar auditor menggunakan komputer
untuk mempermudah penyusunan program audit
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 14

Tujuan Pembelajaran 3
Merinci karakteristik yang
menentukan persuasivitas
bukti audit

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 15

PERSUASIVITAS BUKTI
Standar pekerjaan lapangan ketiga mewajibkan
auditor untuk mengumpulkan bukti audit yang tepat
dan mencukupi untuk mendukung pendapat yang
akan diterbitkan.
Dua faaktor persuasivitas bukti audit, adalah
Ketepatan (appropriateness)
Kecukupan (sufficiency)

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 16

Persuasivitas Bukti
Ketepatan
Kecukupan
Dampak Gabungan
Persuasivitas dan biaya

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 17

KETEPATAN BUKTI
Ukuran mutu bukti, yang berarti relevansinya dan
realibitasnya memenuhi tujuan audit untuk kelas
transaksi, saldo akun, dan pengungkapan berkaitan
Relevansi
Bukti audit harus berkaitan atau relevan dengan tujuan audit
yang akan diuji oleh auditor sebelum bukti tersebut dianggap
tepat
Reabilitas
Mengacu pada tingkat dimana bukti tersebut dianggap dapat
dipercaya dan layak dipercaya.
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 18

KETEPATAN JENIS BUKTI


Independensi
penyedia bukti

Kualifikasi
penyedia informasi

Efektifitas
pengendalian
Internal klien

Tingkat
objektifitas

Pengetahuan
langsung
auditor

Ketepatan waktu

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 19

HUBUNGAN ANTARA STANDAR AUDIT, JENIS


BUKTI DAN KEEMPAT KEPUTUSAN BUKTI AUDIT

Standar
Audit
Kualifikasi dan
Perilaku

Pengumpulan
Bukti
Jenis
Bukti

Pedoman umum yang


berkaitan dengan
kualifikasi dan perilaku
auditor, pengumpulan
bukti dan pelaporan

Pelaporan

Kategori yang luas


dari bukti yang ter
sedia untuk dikumpul
kan oleh auditor

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 20

HUBUNGAN . (LANJUTAN)
Jenis Bukti

Prosedur Audit

Ukuran sampel

Item yang dipilih

Instruksi-instruksi spesifik
untuk mengumpulkan
jenis-jenis bukti

Penetapan waktu
pengujian

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 21

TUJUAN PEMBELAJARAN 4

Mengidentifikasi dan
menerapkan delapan jenis
bukti audit yang digunakan
dalam auditing
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 22

JENIS-JENIS BUKTI AUDIT


1. Pemeriksaan fisik (physical examination)
2. Konfirmasi (confirmation)
3. Dokumentasi (documentation)
4. Prosedur analitis (analytical procedures)
5. Wawancara dengan klien (Inquiries of the clien)

6. Rekalkulasi (recalculatioan)
7. Pelaksanaan ulang (reperformance)
8. Observasi (observation)
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 23

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi atau perhitungan yang dilakukan auditor
atas aktiva berwujud.
Pemeriksaan fisik adalah cara langsung untuk
memverifikasi apakah suatu aktiva benar-benar
ada (eksistensi), dan pada tingkat tertentu apakah
aktiva yang ada itu telah dicatat.
Akun yang paling sering dilakukan pemeriksaan
fisik adalah Kas dan Persediaan

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 24

KONFIRMASI

Penerimaan respons tertulis atau lisan dari pihak ketiga


yang independen yang memverifikasi keakuratan
Informasi yang diajukan oleh auditor.
Konfirmasi dibagi atas :
1.Konfirmasi Positif
2.Konfirmasi Negatif

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 25

INFORMASI YANG SERING


DIKONFIRMASI
Informasi
Aktiva

Sumber

Kas di bank
Bank
Piutang Usaha
Pelanggan
Wesel Tagih
Pembuat surat
Persediaan yang dimiliki atas dasar konsinyasi Consignee
Persediaan yang tersedia dalam gudang
Gudang umum
Nilai penyerahan tunai asuransi
Perusahaan asuransi

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 26

INFORMASI YANG SERING


DIKONFIRMASI
Informasi
Kewajiban
Utang usaha
Wesel bayar
Uang muka dari pelanggan
Utang hipotik
Utang obligasi

Sumber
Kreditur
Pemberi pinjaman

Pelanggan
Pemberi hipotik
Pemegang obligasi

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 27

INFORMASI YANG SERING


DIKONFIRMASI

Informasi
Ekuitas Pemilik
Saham yang beredar

Sumber

Registrar dan agen transfer

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 28

INFORMASI YANG SERING


DIKONFIRMASI
Informasi
Informasi Lain
Cakupan asuransi
Kewajiban kontijen
Perjanjian obligasi
Agunan yang ditahan kreditur

Sumber
Perusahaan asuransi
Bank, pemberi pinjaman,
penasehat hukum klien

Pemegang obligasi
Kreditur

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 29

DOKUMENTASI
Inspeksi oleh auditor atas dokumen dan catatan klien
untuk mendukung informasi yang tersaji atau yang
seharusnya tersaji dalam laporan keuangan.
Dokumentasi diklasifikasikan atas :
1.Dokumen Internal
2.Dokumen Eksternal

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 30

PROSEDUR ANALITIS

Menggunakan perbandingan dan hubungan untuk menilai


apakah saldo akun atau data lainnya tampak wajar dibandingkan
dengan haraparan auditor.
Prosedur analitis yang digunakan untuk tujuan berbeda
pada suatu audit mencakup :
1.Memahami industri klien
2.Memahami kemampuan entitas untuk terus going concern
3.Menunjukkan adanya kemungkinan salah saji dalam laporan
keuangan
4. Mengurangi pengujian audit yang terinci
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 31

TANYA JAWAB
Upaya untuk memperoleh informasi secara lisan
ataukah tertulis dari klien sebagai respons atas
pertanyaan yang diajukan oleh auditor.
Bukti yang didapatkan dari Tanya jawab tidak dapat
dianggap sebagai bukti yang kurang meyakinkan
karena bukan dari sumber yang independen,
sehingga harus didapatkan bukti pendukung lain
dari prosedur lainnya.

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 32

REKALKULASI

Pengecekan ulang atas sampel kalkulasi yang dilakukan


oleh klien. Pengecekan ulang kalkulasi klien ini terdiri
dari pengujian atas keakuratan perhitungan klien dan
mencakup prosedur seperti perkalian faktur penjualan
dan persediaan, penjumlahan jurnal dan buktu tambahan,
serta pengecekan kalkulasi beban penyusutan dan beban
dibayar dimuka
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 33

PELAKSANAAN ULANG
Pengujian independen yang dilakukan auditor
atas prosedur atau pengendalian akuntansi klien,
yang semula dilakukan sebagai bagian dari sistem
akuntansi dan pengendalian internal klien.
Jika rekalkulasi melibatkan pengecekan ulang atas
suatu perhitungan, pelaksanaan ulang melibatkan
pengecekan atas prosedur lain.

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 34

OBSERVASI

Penggunaan indera untuk menilai aktivitas klien.


Auditor mempunyai banyak kesempatan untuk
menggunakan inderanya-penglihatan, pendengaran,
perasaan dan penciuman,-guna mengevaluasi
berbagai item.

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 35

ISTILAH DAN JENIS BUKTI


Istilah

Jenis Bukti

Memeriksa (examine)

Dokumentasi

Pemeriksaan tak rinci (scan)

Prosedur Analitis

Membaca (read)

Dokumentasi

Menghitung (compute)

Prosedur Analitis

Menghitung kembali (recompute)

Rekalkulasi

Menjumlah ke bawah (Foot)

Rekalkulasi

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 36

ISTILAH DAN JENIS BUKTI


Istilah

Jenis Bukti

Menelusuri (trace)

Dokumentasi

Membandingkan (compare)

Dokumentasi

Menghitung (count)

Pemeriksaan fisik

Mengamati (observe)

Observasi

Tanya jawab (inquire)

Tanya jawab dengan klien

Verifikasi jumlah (vouch)

Dokumentasi

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 37

TUJUAN PEMBELAJARAN 5

Mengetahui tujuan
dokumentasi audit

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 38

DOKUMENTASI AUDIT

Tujuan dokumentasi audit


Kepemilikan file audit
Kerahasiaan file audit
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 39

TUJUAN DOKUMENTASI AUDIT

1. Dasar bagi perencanaan audit


2. Catatan bukti yang dikumpulkan dan hasil
pengujian
3. Data untuk menentukan jenis laporan audit
yang tepat
4. Dasar bagi review supervisor dan partner

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 40

KEPEMILIKIKAN FILE AUDIT

Dokumentasi audit yang disiapkan selama penugasan,


termasuk skedul yang disiapkan oleh klien untuk
Auditor, adalah milik auditor.
Pada akhir penugasan, file audit disimpan di kantor
akuntan publik untuk digunakan sebagai referensi
di masa mendatang dan untuk mematuhi standar
auditing yang berkaitan dengan penyimpanan
dokumen
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 41

KERAHASIAAN FILE AUDIT

Kode Perilaku Profesional, auturan 301 :


Seorang anggota tidak boleh mengungkapkan setiap
informasi rahasia yang diperoleh selama penugasan
profesional kecuali dengan persetujuan klien

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 42

TUJUAN PEMBELAJARAN 6

Menyiapkan dokumentasi
audit yang terorganisasi

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 43

ISI DAN ORGANISASI FILE AUDIT

PT. Sombar
Neraca Saldo
12/31/2003
Cash
Accounts Receivable
Prepaid Insurance
Interest Receivable

$165,237
275,050
37,795
20,493

Financial
Statements and
Audit Report
Working
Trial Balance
Adjusting
Journal Entries
Contingent
Liabilities
Operations

Liabilities
and Equity
Assets

Analytical
Procedures
Test of Controls
& Substantive
TOT
Internal
Control
General
Information
Audit
Programs
Permanent
Files

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 44

FILE PERMANEN
(PERMANENT FILE)

Berisi data yang bersifat historis


atau berlanjut yang bersangkutan
dengan audit saat ini

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 45

FILE TAHUN BERJALAN


(CURRENT FILE)
Program audit
Informasi umum
Neraca saldo berjalan
Jurnal penyesuaian dan reklasifikasi
Skedul pendukung

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 46

HUBUNGAN DOKUMENTASI AUDIT


DENGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN
Kas
122
Piutang .
NERACA SALDO
BERJALAN
Awal
AJE Akhir
Kas
212
(90)
122

AJE
Beban
90
Kas

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

90

7 - 47

HUBUNGAN DOKUMENTASI AUDIT


DENGAN LAPORAN KEUANGAN
SKEDUL UTAMA-KAS
Per G/L
Kas Kecil A-2
5
Kas di Bank:
Umum A-3
186
Gaji A-4
21
212

AJE
(90)
(90)

A-1
Akhir
5
96
21
122

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 48

HUBUNGAN DOKUMENTASI AUDIT


DENGAN LAPORAN KEUANGAN
A-2

A-3
Rekonsiliasi
Bank

Lembar
Hitung
Kas

A-3/1
Konfirmasi

A-3/2
Daftar Periksa
O/S

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 49

HUBUNGAN DOKUMENTASI AUDIT


DENGAN LAPORAN KEUANGAN
A-4

Rekonsiliasi
Bank

A-4/1

Konfirmasi

A-4/2
Daftar Periksa
O/S

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 50

JENIS SKEDUL PENDUKUNG


Analisis
Neraca Saldo
Rekonsiliasi jumlah
Pengujian Kelayakan
Ikhtisar prosedur
Pemeriksaan dokumen pendukung
Informasional
Dokumentasi dari luar
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 51

TUJUAN PEMBELAJARAN 7

Menguraikan bagaimana
e-commerc mempengaruhi
bukti audit dan
dokumentasi audit
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 52

PENGARUH DARI E-COMMERCE

Bukti audit disajikan dalam bentuk elektronik


Auditor menggunakan komputer
untuk membaca dan memeriksa bukti
Software program berbasis Windows
2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 53

Selesai Bab 7
Sampai bertemu Minggu Depan

2003 Prentice Hall Business Publishing, Auditing and Assurance Services 9/e, Arens/Elder/Beasley

7 - 54