Anda di halaman 1dari 8

BAB II

URAIAN UMUM
2.1 Sejarah Puskesmas Secara Umum
Sejarah dan perkembangan Puskesmas di Indonesia dimulai dari
didirikannya berbagai institusi dan sarana kesehatan seperti Balai Pengobatan,
Balai Kesehatan Ibu danAnak, serta diselenggarakannya berbagai upaya kesehatan
seperti usaha hygiene dan sanitasi lingkungan yang masing-masing berjalan
sendiri-sendiri. Pada pertemuan Bandung Plan (1951), dicetuskan pertama kali
pemikiran untuk mengintegrasikan berbagai institusi dan upaya kesehatan tersebut
di bawah satu pimpinan agar lebih efektif dan efisien. Selanjutnya konsep
pelayanan kesehatan yang terintegrasi lebih berkembang dengan pembentukan
TeamWork dan Team Approach dalam pelayanan kesehatan tahun 1956.
Penggunaan istilah Puskesmas pertama kali dimuat pada Master Plan of
Operation for Strengthening National Health Service in Indonesia tahun 1969.
Dalam dokumen tersebut Puskesmas terdiri atas 3(tiga) tipe Puskesmas (Tipe A,
Tipe B, Tipe C). Kemudian dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional ke-3 tahun
1970 ditetapkan hanya ada satu tipe Puskesmas dengan 6 (enam)kegiatan pokok
Puskesmas. Perkembangan selanjutnya lebih mengarah pada penambahan
kegiatan pokok Puskesmas seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, kemampuan pemerintah, serta keinginan program di tingkat pusat,
sehingga kegiatan pokok Puskesmas berkembang menjadi 18 (delapan belas)
kegiatan

pokok

Puskesmas,

bahkan

Daerah

Khusus

Ibukota

Jakarta

mengembangkan menjadi 21 (dua puluh satu) program pokok Puskesmas


(Departemen Kesehatan, 2004).
2.2 Struktur Organisasi Puskesmas Menurut Teori
Struktur Organisasi Puskesmas
Struktur organisasi diperlukan guna menjamin manajemen yang efektif.
Struktur organisasi dipengaruhi oleh faktor desain pekerjaan dan desain organisasi
seperti perbedaan individu, kompetensi tugas, teknologi, strategi, dan karakteristik
pemimpin. Adapun faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur
organisasi puskesmas adalah :
1. Strategi untuk mencapai tujuan puskesmas
2. Ukuran organisasi puskesmas atau jumlah orang yang dipekerjakan oleh
puskesmas
3. Tingkat penggunaan teknologi, yaitu tingkat rutinitas penggunaan teknologi
oleh puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan dipuskesmas.
4. Tingkat ketidakpastian lingkungan organisasi puskesmas
5. Preferensi (kesukaan) yang mengguntungkan diri sendiri dari individu atau
kelompok yang memegang kekuasaan dan kontrol dalam organisasi
puskesmas.
6. Pegawai dalam organisasi Puskesmas. Kemampuan dan cara berfikir para
pegawai harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi Puskesmas
Struktur organisasi puskesmas secara umum yaitu:
a. Kepala Puskesmas
b. Unit Tata Usaha yang bertanggung jawab membantu kepala puskesmas dalam
pengelolaan seperti Data dan Informasi, Perencanaan dan Penilaian,
Keuangan, Umum dan Kepegawaian
c. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas yaitu Upaya Kesehatan
Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan.

d. Jaringan pelayanan Puskesmas seperti: Unit Puskesmas Pembantu, Unit


Puskesmas Keliling dan Unit Bidan di Desa/ Komunitas.
Pengorganisasian adalah langkah untuk menetapkan, menggolongkan, dan
mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok dan
wewenang, dan pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staff dalam
rangka mencapai tujuan organisasi
Ada beberapa unsur-unsur pokok pengorganisasian adalah:
1.

Hal yang diorganisasikan


a) Kegiatan puskesmas
Pengorganisasian kegiatan puskesmas yang dimaksud ialah
pengaturan kegiatan puskesmas yang terbentuk satu kesatuan yang
terpadu yang secara keseluruhan diarahkan untuk mencapai tujuan
puskesmas yang telah ditetapkan.
b) Tenaga Pelaksanaan Puskesmas
Pengorganisasian tenaga

pelaksanaan

puskesmas

yang

dimaksud adalah mencakup pengaturan pola struktur organisasi


puskesmas, susunan personalia serta hak dan wewenang dari setiap
tenaga pelaksana puskesmas sedemikian rupa sehingga setiap kegiatan
ada penanggung jawabnya.
2. Proses Pengorganisasian Puskesmas
Proses pengorganisasian Puskesmas dilakukan melalui tiga langkah
sebagai berikut:
a) Perincian seluruh pekerjaan puskesmas yang harus dilaksanakan untuk
mencapai tujuan puskesmas.

b) Pembagian beban pekerjaan puskesmas keseluruhan menjadi kegiatankegiatan secara logis dapat dilaksanakan oleh seorang pegawai
puskesmas.
c) Penyusunan dan pengembangan suatu mekanisme dan tata kerja
puskesmas untuk menguraikan tugas dan fungsi pegawai puskesmas
menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.
3. Hasil Pengorganisasian Puskesmas
Hasil dari pekerjaan pengorganisasian tingkat Puskesmas adalah
terbentuknya suatu wadah yang pada dasarnya merupakan perpaduan
antara kegiatan puskesmas tersebut. Wadah yang terbentuk ini dikenal
sebagai organisasi puskesmas.

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS

2.3 Undang-Undang Yang Terkait Dengan Kefarmasian


PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 51 TAHUN 2009
TENTANG
PEKERJAAN KEFARMASIAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 63 Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, perlu menetapkan
Peraturan Pemerintah tentang Pekerjaan Kefarmasian;
Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3495);

2.4 Administrasi Puskesmas Menurut Teori


Administrasi

berasal

dari

kata

administrare

(latin;

ad=pada,

ministrare=melayani) dengan demikian jika ditinjau dari asal kata administrasi


berarti memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam membahas tentang
administrasi sering dikaitkan dengan manajemen yang berasal dari kata managie
(latin; manus=tangan, agree=melakukan, melaksanakan) yang berarti melakukan
dengan tangan. Manajemen dan administrasi sering dipersamakan, namun yang
jelas memang tidak dapat dipisahkan. Perlu dibedakan pengertian Administrasi

dalam arti sempit (Tata usaha, pekerjaan Perkantoran-office work) dan


Administrasi dalam arti luas (manajemen keseluruhan: Asas manajemen, proses
manajemen, fungsi manajemen dan kelembagaan. Manajemen adalah proses
untuk mendefenisikan tujuan dan membuatnya efektif melalui organisasi untuk
mencapai satu tujuan. Berdasarkan pengertian, peranan dan fungsinya
administrasi sering disamakan dengan manajemen, karena manajemen memiliki
peranan dan fungsi yangtidak jauh berbeda dari administrasi. Administrasi atau
manjemen dalam dunia kesehatan sangat diperlukanagar dalam pelaksanaan
program kesehatan dapat berjalan dengan efisien danefektif. Administrasi pada
dasarnya merupakan usaha tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Para penyedia
ataupun tenaga kesehatan dalam mempergunakan administrasi kesehatan
memerlukan persiapan baik dalam teori maupun praktek. Menurut G.R Terry,
dalam bukunya principles of management, Manajemen merupakan suatu proses
yang khas, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan
pelaksanaan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai
sasaran yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan
sumber daya lainnya. Dari pengertian tentang manajemen tersebut, ada 4 hal
penting yang perlu diketahui :
1. Manajemen adalah ilmu terapan.
2. Manajemen selalu berkaitan dengan kehidupan organisasi.
3. Keberhasilan organisasi akan tercermin dari kemahiran manajerial
danketerampilan teknis operasional seorang manajer.
4. Dalam organisasi yang mempunyai jumlah SDM yang besar, ada
sekelompok staf yang mempunyai ruang lingkup kegiatan yang
berbedadengan

kelompok

staf

yang

lain.

Administrasi

kebijakan kesehatan adalah administrasi yang diterapkan pada upaya


kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat (Maidin Alimin,
2004).
Unsur Pokok Administrasi Kesehatan
Jika

diperhatikan

batasan

administrasi

kesehatan

sebagaimana

dikemukakan diatas, segera terlihat bahwa dalam batasan tersebut

dikemukakan

setidak-tidaknya 5 unsur pokok yang peranannya amat pentingdalam menentukan


berhasil atau tidaknya pelaksanaan administrasi kesehatan. Kelima unsur pokok
yang dimaksud ialah masukan (input), proses (process), keluaran (output), sasaran
(target), serta dampak (impac).
Ruang lingkup administrasi kebijakan kesehatan secara umum meliputi:
1. Kebijakan kesehatan (health policy)
2. Hukum Kesehatan (health law)
3. Ekonomi kesehatan (health economic)
4. Manajemen tenaga kesehatan (health man power)
5. Administrasi rumah sakit (hospital administration)
Manfaat Administrasi Kesehatan
Jika diperhatikan batasan administrasi kesehatan sebagaimana yang telah
dirumuskan oleh Komisi Pendididkan Administrasi Kesehatan 1947 segera terlihat
manfaat yang diperoleh dari diterapkannya administrasi kesehatan secara umum
dibedakan atas 3 macam, yaitu:
1. Dapat dikelola sumber, tata cara, dan kesanggupan secara efektif
danefissien.
2. Dapat dipenuhi kebutuhan dan tuntutan secara tepat dan sesuai
mengenalkebutuhan dan tuntutan.
3. Dapat disediakan dan diselenggarakan upaya kesehatan sebaik-baiknya.