Anda di halaman 1dari 3

METODE PEKERJAAN ROAD ADD SILICON PROJECT NS

BLUE SCOPE MKD


I.PEKERJAAN PERSIAPAN
a.Pekerjaan pengukuran
Yang dimaksud pekerjaan ini adalah Melakukan Pengukuran atau survey lokasi
proyek ( Site project )dengan beracuan pada gambar dan dimensi ukuran gambar
yang dikeluarkan dari pihak owner dan mencocokan ukuran dimensi gambar
meliputi jarak dan level.Adapun alat yang digunakan pada pengukuran tersebut
adalah :
1. Alat ukur ( Level / Auto level ) 1 set
2. Slang waterpass
b.Pekerjaan Pematokan
yang dimaksud pekerjaan ini adalah melakukan atau memberi tanda pada titik
yang telah ditentukan oleh pihak surveyor setelah melakukan survey dengan
menggunakan alat ukur ( level / Auto level ).Adapun Material yang digunakan Sbb
:
1. Kayu Kaso 4/6,5/7 ( diruncing untuk ditancapkan )sebagai tanda
II.Pekerjaan Galian tanah ( Excavation soil )
Yang dimaksud pekerjaan ini adalah Melakukan penggalian tanah ( Excavation
Soil )dengan kedalaman yang telah ditentukan atau yang tertulis pada gambar kerja
( Bill of quantity ) dengan ukuran atau dimensi hasil dari pengukuran.Adapun
dimensi atau luasan untuk proyek ROAD ADD SILICON PROJECT NS BLUESCOPE
adalah 33 m x 44 m.Pekerjaan panggalian yang akan kami lakukan adalah kami
akan memulai penggalian dari sebelah kanan ( dari jalan masuk red )agar supaya
tidak mengganggu mobilisasi armada angkutan tanah kami dan tidak mengganggu
mobilitas atau aktifitas pengerjaan proyek gedung sebelah proyek kami dan
seterusnya kami ketengah dan kesebelah kiri menuju kearah pintu gerbang proyek
sebagai akhir dari penggalian,pekerjaan penggalian tanah tidak melebihi 1,25
m(Not exceeding 1.25 m deep ) dengan menggunakan alat excavator atau
Bulldozer
III.Pekerjaan Pemadatan tanah ( Compacting )
Yang dimaksud pekerjaan ini adalah pemadatan tanah setelah kami melakukan
galian dengan kedalaman yang telah ditentukan dan dianggap sesuai dengan
kedalaman.kami melakukan pemadatan tanah (compacting ) Pekerjaan pemadatan
yang akan kami lakukan dari sebelah kanan ( dari jalan masuk red )agar supaya
tidak mengganggu mobilitas atau aktifitas pengerjaan proyek gedung sebelah
proyek kami dan seterusnya kami ketengah dan kesebelah kiri menuju kearah pintu
gerbang proyek sebagai akhir dari pemadatan dengan alat yang kami gunakan

Vibro Roller dengan minimum 7 passing sampai mencapai kepadatan yang


diisyaratkan setelah itu kami melakukan test kepadatan tanah dasar mencapai
kepadatan 6% dan pengetesan dilakukan dengan test CBR lapangan / DCP dan akan
diketahui oleh pihak pengawas lapangan ( Owner )alat yang digunakan Vibro Roller.

METODE PEKERJAAN GELAR BASECOARSE


Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah menggelar Basecoarse sebagai
pondasi badan jalan yang akan dilapisi aspal Hotmixx adapun permukaan
setelah digelar basecoarse tersebut harus rata jangan sampai terjadi ada
cekungan/ketidak rataan yang menampung genangan air dan punggung
permukaan ( camber )harus sesuai dengan ditunjukan dalam gambar kerja.
Agregate Basecoarse adalah Agregate halus lolos saringan 4.75mm terdiri
dari kerikil halus dan pasir alam atau debu crusher atau sekelas base
B,penghamparan / gelar dilakukan dengan ketebalan 30cm menggunakan
excavator atau grader kemudian dipadatkan menggunakan Vibro sesuai
dengan kapasitas.Agregate kasar adalah yang tersaring atau tertahan
saringan ( saringan No.4 )atau berukuran 4.75mm menurut ASTM atau
2mm menurut AASHTO.Agregate halus adalah yang tidak tersaring / lolos
dari saringan ( No.4 Red )atau ukuran 4.75mm menurut ASTM atau 2mm
dan 0.075 mm menurut AASHTO.
Pemadatan dilakukan menggunakan vibro roller dengan minimum 10 passing
sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan.setiap pemadatan diiringi
siraman air dari water tank atau manual untuk mencapai kadar air
maksimum yang disyaratkan dan mencapai kepadatan yang maksimal.Tes
kepadatan / CBR lapisan pondasi Base B adalah 35% dan pengetesan
dilakukan dengan tes lapangan ( CBR lapangan ),pengisian lapisan
permukaan base B dengan Fly ash atau sejenisnya untuk mencegah
segeragasi aggregate jika diperlukan.
METODE PEKERJAAN GELAR PRIME COAT & ASPHALT
Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah pekerjaan gelar prime coat atau
bahan lapisan resap pengikat adalah aspal dengan penetrasi 80/100 atau
penetrasi 60/70 yang dicairkan dengan minyak tanah,volume yang
digunakan kira kira antara 0.4 s/d 1.3 liter /m2 untuk lapisan pondasi kelas
B dan 0.2 sampai 1 liter /m2 untuk pondasi tanah semen.Take coat atau
lapisan perekat berfungsi untuk memberikan daya rekat antara lapisan lama
dengan yang baru dan dipasang pada permukaan aspal yang kering dan
bersih.bahan lapisan perekat adalah aspal emulsi yang cepat meresap atau
aspal keras pen 80 / 100 atau pen 60/70 yang dicairkan dengan 25 sampai
30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal pemakaian berkisar 0.15
liter /m2 sampai 0.50 liter / m2.Pemasangan lapisan resap pengikat dan lapis
perekat digunakan alat asphalt atau memakai penyemprot tangan ( manual
hand sprayer )sebelum melakukan penyemprotan media harus terbebas dari

kotoran atau debu,penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang media


yang akan diasphalt.kadar asphalt 4.5% - 6.5% suhu aspal dilapanga ( site )
adalah 125 C 150 C,penghamparan dilakukan dengan menggunakan
asphalt finisher dengan ketebalan 8cm dengan kemiringan jalan 1.8% sesuai
dengan pondasi sebelumnya,Setelah terhampar kemudian dipadatkan
pertama menggunakan Tandem Roller selanjutnya dengan Pneumatic tire
Roller begitu seterusnya sampai media pekerjaan pengasphalan selesai.
Pengerjaan pengasphalan dimulai dari arah belakang menuju gerbang keluar
( fence Gate )dan kami lakukan pengerjaan direncanakan selama 2 malam
dimulai pada jam 1900 s/d selesai pengerjaan tahap 1 selanjutnya kami
kerjakan malam berikut.Pengerjaan pada malam kami lakukan agar supaya
tidak mengganggu mobilitas / Aktifitas BLUE SCOPE dikarena mobilisasi
armada pengangkut material asphalt yang kami gelar.Adapun Armada dan
alat bantu pekerjaan tersebut Sbb :
1.Tandem Roller

1 Unit

2.Tire Roller

1 Unit

3.Finnisher

1 Unit

4.Alat Bantu

1 Lot