Anda di halaman 1dari 9

PUPUK PEMUPUKAN

A Definisi Pupuk Dan Pemupukan


Pupuk merupakan bahan atau unsur-unsur dalam bentuk senyawa kimia organik
maupun anorganik yang diberikankan ke tanah untuk memperbaiki sifat-sifat tanah,
mengganti dan/atau menambahkan unsur hara dalam tanah yang hilang guna
memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Menurut Buckman (1994) pupuk adalah bahan
organik atau anorganik yang ditambahkan kedalam tanah untuk memberikan unsure
hara esensial tertentu bagi pertumbuhan tanaman secara normal, sedangkan menurut
UU No.12/1992, pupuk adalah bahan kimia atau organism yang berperan dalam
menyediakan unsure hara bagi tanaman langsung maupun tidak langsung.
Pemupukan merupakan kegiatan memasukkan pupuk kedalam media tanam, lubang
tanam ataupun kedalam bagian tanaman. Menurut kamus besar bahasa Indonesia,
pemupukan merupakan proses, pembuatan, atau cara pengaplikasian bahan/unsurunsur kimia organik maupun anorganik yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi
fisik, kimia, dan biologi tanah, mengganti kehilangan unsur hara, menambahkan unsur
hara dalam tanah

yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi

tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman.


B Macam-macam pupuk
1 Pupuk organik
Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah
melalui

proses

pembusukan

(dekomposisi)

oleh

bakteri

pengurai.

Dalam

pengaplikasian pupuk organik harus diperhatikan terkait masalah tingkat kematangan


pupuk. Menurut Permentan (2011) secara umum pupuk organik dikatakan matang dan
siap untuk diaplikasikan jika pupuk tidak berbau, berwarna gelap, suhu tidak panas
dan stabil (>40oC), pH 4-8, nisbah C/N rasio kecil dengan criteria untuk bahan padat
15-25% (bahan pembentuknya sudah tidak terlihat). Pupuk organik dibedakan
menjadi beberapa macam menurut bahan dasarnya :
- Pupuk Kandang
Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak.
Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak, kualitas pakan
ternak, dan cara penampungan pupuk kandang. Dalam dunia pupuk kandang,
dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk dingin adalah pupuk yang

berasal dari kotoran hewan yang diuraikan secara perlahan oleh mikroorganime
sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran
sapi, kerbau, dan babi. Pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran
hewan yang diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas,
contohnya pupuk yang berasal dari kotoran kambing, kuda, dan ayam.
Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro
dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik. Selain itu, pupuk
kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bisa
optimal.
-

Kompos
Kompos adalah kasil dekomposisi sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh
aktivitas mikroorganisme pengurai. Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya
perbandingan antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio). Jika C/N rasio
tinggi, berarti bahan penyusun kompos belum terdekomposisi secara sempurna.
Bahan kompos dengan C/N rasio tinggi akan terdekomposisi lebih lama dibanding
dengan C/N rasio rendah.

Pupuk hijau
Pupuk organik dari tanaman segar yang di benamkan atau diaplikasikan saat
hijau atau segera setelah dikomposkan. Pupuk hijau disarankan yang mempunyai
C/N ratio rendah. Sumber pupuk hijau dapat berupa tanaman legume, non-legume,
sisa tanaman, tanaman pagar, tanaman penutup tanah, azola, dan sesbania rostrata.

Pupuk anorganik
Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh
pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase
kandungan hara yang tinggi. Berdasarkan kandungan unsur-unsurnya, pupuk
anorganik digolongkan sebagai berikut :
1 Pupuk Tunggal
Pupuk tunggal yaitu pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsure hara
sebagai penambah kesuburan. Contoh pupuk tunggal yaitu pupuk N, P, dan K.
a. Pupuk Nitrogen
Fungsi nitrogen (N) bagi tumbuhan adalah:

Mempercepat pertumbuhan tanaman, menambah tinggi tanaman, dan merangsang

pertunasan.
Memperbaiki kualitas, terutama kandungan proteinnya.
Menyediakan bahan makanan bagi mikroba (jasad renik)
Nitrogen diserap dalam tanah berbentuk ion nitrat atau ammonium. Kemudian,

didalam tumbuhan bereaksi dengan karbon membentuk asam amino, selanjutnya


berubah menjadi protein. Nitrogen termasuk unsure yang paling banyak dibutuhkan
oleh tanaman karena 16-18% protein terdiri dari nitrogen. Pupuk yang paling banyak
mengandung unsure nitrogen adalah pupuk urea. Macam-macam pupuk nitrogen
sebagai berikut.
1

Pupuk urea(CO(NH2)2) yang mengandung 46% nitrogen (paling tinggi dibandingkan


dengan pupuk nitrogen jeni lain). Urea sangat mudah larut dalam air dan juga mudah
diubah menjadi ion nitrat (NO3-) yang mudah diserap oleh tumbuh-tumbuhan.
FORMULA urea : 2NH3(g) +CO2(g) CO(NH2)2(s) +H2O (l)

pupuk ZA (Zwavel Ammonium) atau ammonium sulfat ((NH4)2SO4) yang


mengandung 21% nitrogen.

Pupuk ammonium klorida (salmiak) atau NH4Cl, mengandung 20% nitrogen.

Pupuk ASN (ammonium Sulfat Nitrat) atau [(NH4)3(SO4)(NO3)], mengandung 2326% nitrogen.

Pupuk natrium nitrat atau sodium nitrat (NaNO3), mengandung 15% nitrogen.
b. Pupuk Fosforus
Fosforus (P) bagi tanaman berperan dalam proses:

Respirasi dan fotosintesis


Penyusunan asam nukleat
Pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah.
Perangsang perkembangan akar, sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap

kekeringan
Mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan
waktu panen.

Unsure fosfor diperlukan diperlukan dalam jumlah lebih sedikit daripada unsure
nitrogen. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk apatit kalsium fosfat, FePO4, dan
AlPO4. Macam-macam pupuk fosfor sebagai berikut :
1

pupuk superfosfat (Ca(H2PO4)2) yang sangat mudah larut dalam air sehingga mudah
diserap oleh akar tanaman. Contoh: Engkel superfosfat (ES) yang mengandung sekitar
15% P2O5, Double superfosfat (DS) yang mengandung sekitar 30% P2O5, dan Tripel
Superfosfat (TSP) yang mengandung sekitar 45%P2O5.

Pupuk FMP (Fused Magnesium Phosphate) atau Mg3(PO4)2 yang baik digunakan
pada tanah yang banyak mengandung besi dan aluminium.

Pupuk aluminium fosfat (AlPO4)

Pupuk besi (III) fosfat (FePO4)


c. Pupuk Kalium
Fungsi kalium bagi tanaman adalah

Mempengaruhi susunan dan mengedarkan karbohidrat di dalam tanaman.


Mempercepat metabolisme unsure nitrogen
Mencegah bunga dan buah agar tidak mudah gugur.
Macam-macam pupuk kalium sebagai berikut:

Pupuk kalium klorida atau potassium klorida (KCl). Ada 2 macam pupuk KCl yang
beredar di pasaran, yaitu KCl 80 (mengandung 50% K2O) dan KCl 90 (mengandung
53% K2O).

Pupuk ZK (Zwavel Kalium) atau kalium sulfat (K2SO4) yang baik digunakan pada
tanaman yang tidak tahan te rhadap konsentrasi ion klorida tinggi. Ada 2 macam
pupuk ZK yang beredar di pasaran, yaitu ZK 90 (mengandung 50% K2O) dan ZK 96
(mengandung 53% K2O).
2

Pupuk Majemuk
Pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsure hara

yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah. Contoh pupuk majemuk yaitu NP,
NK, dan NPK. Pupuk majemuk yang paling banyak digunakan adalah pupuk NPK
yang mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), ammonium dihidrogen

fosfat (NH4H2PO4), dan kalium klorida (KCL). Kadar unsure hara N, P, dan K dalam
pupuk majemuk dinyatakan dengan komposisi angka tertentu. Misalnya pupuk NPK
10-20-15 berarti bahwa dalam pupuk itu terdapat 10% nitrogen, 20% fosfor (sebagai
P2O5)dan 15% kalium (sebagai K2O).
Pupuk anorganik menurut cara aplikasinya,
1 Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contoh pupuk
2

daun adalah Gandasil B dan D, Grow More, dan Vitabloom.


Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh
pupuk akar adalah urea, NPK, dan Dolomit.
Menurut cara melepaskannya, pupuk akar dibagi menjadi:
1 fast release, pupuk yang jika ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur
hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis, bukan hanya karena diserap
oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. Yang termasuk
2

pupuk fast release antara lain urea, ZA dan KCL.


Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali
(controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit
demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Mekanisme ini dapat terjadi
karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara
kimiawi dan mekanis. Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus
bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan
pembungkus kapsul.

C Bentuk-bentuk pupuk organik


1 Pupuk padat yaitu pupuk organik yang berupa padatan, baik yang belum
2

dikomposkan maupun sudah dikomposkan.


Pupuk organik cair yaitu pupuk organik berbentuk cair yang berasal dari kotoran
hewan yang masih segar, bercampur dengan urine hewan atau kotoran hewan yang
dilarutkan dalam air dalam perbandingan tertentu, serta ekstraksi kompos (teh
kompos).

D Cara Aplikasi Pupuk Kimia


1 Larikan
Caranya, buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. Tempatkan
pupuk di dalam larikan tersebut, kemudian tutup kembali. Cara ini dapat dilakukan

pada satu atau kedua sisi baris tanaman. Pada jenis pepohonan, larikan dapat dibuat
melingkar di sekeliling pohon dengan jari-jari 0,5-1 kali jari-jari tajuk. Pupuk yang
2

tidak mudah menguap dapat langsung ditempatkan di atas tanah.


Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah
Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. Setelah penebaran pupuk, lanjutkan
dengan pengolahan tanah, seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik. Cara ini
menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpun
lebih seimbang. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah

menguap.
Pop Up
Caranya, pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit.
Pupuk yang digunakan harus memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak
benih atau biji. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis SP36, pupuk organik, atau

pupuk slow release.


Penugalan
Caranya, tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm.
Lubang tersebut dibuat dengan alat tugal. Kemudian setelah pupuk dimasukkan,
tutup kembali lubang dengan tanah untuk menghindari penguapan. Cara ini dapat
dilakukan disamping kiri dan samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon.
Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan dengan cara ini adalah pupuk slow release dan

pupuk tablet.
Fertigasi
Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi.
Lazimnya, cara ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan
sistem sprinkle.

E Kelebihan / kekurangan pupuk organik


Kekurangan pupuk organik
Keunggulan pupuk organik
1 Kandungan unsur hara jumlahnya
1 Pupuk organik mengandung unsur

kecil, sehingga jumlah pupuk yang

hara yang lengkap, baik unsur hara

diberikan harus relatif banyak bila

makro maupun unsur hara mikro.

dibandingkan

Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk

anorganik.
Karena

dengan

jumlahnya

pupuk
banyak,

buatan (anorganik).
Pupuk organik mengandung asam -

menyebabkan memerlukan tambahan

asam organik, antara lain asam

biaya

humic, asam fulfic, hormon dan

operasional

untuk

pengangkutan dan implementasinya.

enzym yang tidak terdapat dalam

Dalam jangka pendek, apalagi untuk

pupuk buatan yang sangat berguna

tanah-tanah yang sudah miskin unsur

baik

hara, pemberian pupuk organik yang


membutuhkan jumlah besar sehingga

lingkungan dan mikroorganisme.


Pupuk organik mengandung makro

baik terhadap perbaikan sifat fisik

tanaman terhadap pemberian pupuk

tanah dan terutama sifat biologis

se-spektakuler

pemberian pupuk buatan

maupun

mempunyai pengaruh yang sangat

Sementara itu reaksi atau respon


tidak

tanaman

dan mikro organisme tanah yang

menjadi beban biaya bagi petani.

organik

bagi

tanah.
Memperbaiki dan menjaga struktur

5
6

tanah.
Menjadi penyangga pH tanah.
Menjadi penyangga unsur

anorganik yang diberikan.


Membantu menjaga kelembaban
tanah

F Pemupukan yang tepat


1 Tepat Jenis Jenis pupuk disesuaikan dengan unsur hara yg dibutuhkan tanaman.
2 Tepat Dosis Pemberian pupuk harus tepat takarannya, disesuaikan dgn jumlah
3

unsur hara yg dibutuhkan tanaman pada setiap fase pertumbuhan tanaman.


Tepat Waktu Harus sesuai dgn masa kebutuhan hara pd setiap fase/umur tanaman,
dan kondisi iklim/cuaca (misal : (a) pemupukan yg baik jika ilakukan di awal musim
penghujan atau akhir musim kemarau, (b) pengaplikasian sebaiknya dilakukan pada

pagi hari sebelum jam 11 siang)


Tepat Cara Cara pengaplikasian pupuk disesuaikan dengan bentuk fisik pupuk,

pola tanam, kondisi lahan dan sifat2 fisik , kimia tanah & biologi tanah.
Tepat Sasaran Pemupukan harus tepat pada sasaran yg ingin dipupuk, misal; (1)
Jika yg ingin dipupuk adalah tanaman, maka pemberian pupuk harus berada didalam
radius daerah perakaran tanaman, dan sebelum dilakukan pemupukan maka areal
pertanaman harus bersih dari gulma-gulma pengganggu.(2) Jika pemupukan ditujukan
untuk tanah, maka aplikasinya dilakukan pada saat pengolahan tanah, dan berdasarkan
pada hasil analisa kondisi fisik & kimia tanah.

G RUMUS PERHITUNGAN
a Menghitung kebutuhan pupuk dan unsur
Jumlah tanaman

hara

jumlah tanaman=

luas lahanefektif
jarak tanam

Kebutuhan pupuk per petak


luas lahan
keb . pupuk per petak=
x pupu k rekomendasi (Ha)
luas 1 Ha
Kebutuhan pupuk per lubang tanam
Kebutu h an pupuk per lubang=

kebutuh an pupuk per petak


jumla h tanaman

Kebutuhan unsure/Ha
x=

100
x rekomendasi pupuk
presentase unsur

Menghitung Kebutuhan yang harus diketahui


HLO
BI
Luas lahan
Ukuran polybag
Langkah :
1 Menghitung HLO
KLO x BI x LL
2 Menghitung kebutuhan pupuk per polybag
ukuran polybag
x=
x rekomendasi pupuk
HLO