Anda di halaman 1dari 14

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1.

Air Bersih
Air adalah cairan jernih tak berwarna , tidak berasa dan tidak berbau

yang diperlukan dalam kehidupan semua makhluk hidup yang secara kimiawi
memiliki 2 atom H dan 1 atom O. (Departemen Pendidikan Nasional,Kamus
Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat,Gramedia Pustaka Utama ,
2008, hlm.20).
Pencemaran adalah masuknya polutan atau bahan kimia yang terdapat
di litosfer dan Hidrosfer yang mengakibatkan turunnya mutu alamiah air tanah
atau air permukaan sehingga tidak dapat digunakan oleh manusia. (Departemen
Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi
Keempat,Gramedia Pustaka Utama ,2008, hlm.20).
Indonesia pada saat ini memiliki masalah mengenai pencemaran
lingkungan terutama pencemaran lingkungan perairan yang diakibatkan antara
lain oleh air limbah, baik limbah industri, pertanian maupun limbah rumah
tangga. Dari semua sumber pencemar lingkungan, pencemaran yang diakibatkan
oleh limbah rumah tangga menempati urutan pertama (40%) diikuti kemudian
oleh limbah industri (30%) dan sisanya limbah rumah sakit, pertanian, peternakan,
atau limbah lainnya.(Kurniadie, 1998).
Permasalahan krisis air bersih di Indonesia tidak hanya terjadi pada
satu daerah saja namun di beberapa daerah di Indonesia. Dilihat dari peta bumi
dan geografinya, Indonesia seharusnya tidak terlalu khawatir terhadap krisis air
bersih karena hampir sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan,
sekitar 6% persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik
5

dimiliki oleh Indonesia. Ratusan sungai dan danau tersebar di hampir seluruh
wilayah Indonesia, diperkirakan bahwa cekungan air yang terdapat di Indonesia
sebesar 308 juta meter kubik. Hal-hal yang mengundang pertanyaan besar adalah
mengapa pada saat ini di Indonesia banyak terjadi krisis air bersih terutama di
kota-kota besar?.. Hal ini terjadi disebabkan oleh berkurangnya potensi
ketersediaan air bersih, di mana dari tahun ke tahun cenderung mengalami
penurunan sebesar 15%-35% per kapita setiap tahunnya (Indonesia Natural
Environment Status Book, 2009).

Gambar 1. Krisis air bersih


Penyebab dari berkurangnya potensi air bersih dapat disebabkan oleh
banyak hal, faktor alami seperti terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan
musim kemarau semakin panjang dan faktor manusia seperti pencemaran serta
konsumsi air bersih secara berlebihan. Pada daerah yang kumuh di perumahan perumahan yang sangat padat sering mengabaikan manfaat dan pentingnya air
yang bersih bagi kesehatan, sehingga masyarakat rentan terhadap penyakit. Krisis
air bersih yang terjadi telah mengakibatkan sebagian besar penduduk di berbagai
kota di Indonesia terpaksa mengkonsumsi air minum yang tercemar bakteri E Coli
dan Coliform (menurut laporan USAID)

Air yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk kebutuhan mandi


cuci kakus sebagai salah satu faktor esensial bagi kehidupan dibutuhkan dalam
kriteria air bersih dengan syarat sebagai berikut :
1. Jernih/tidak berwarna.
2. Tidak berbau.
3. Tidak berasa.
2.2.
Metode Filtrasi
Terdapat sejumlah produk pemurnian dan penyaringan yang
menggunakan berbagai metode antara lain:
1. Sistem Ultra filtrasi.
Suatu sistem yang sempurna untuk aplikasi penyaringan air rumah
tangga dengan menggunakan air yang sudah mendapat perlakuan
sebelumnya

dan

memiliki

keunggulan

dibandingkan

sistem

penyaringan Osmosis Terbalik


2. Osmosis Terbalik (Reverse Osmosis).
Suatu Reverse Osmosis atau Osmosis Terbalik teknologi ini
menerapkan sistem osmosis yang dibalik yaitu dengan memberikan
tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis air kotor, air tersebut
ditekan supaya melewati membran yang bersifat semi permeabel,
molekul yang mempunyai diameter lebih besar dari air akan tersaring.
Sasaran tujuan penerapan teknologi RO adalah : Sistem Ultraviolet.
3. Sistem filter Biologi.
Penjernihan air sistem biologi adalah filter yang bekerja dengan
bantuan jasad jasad renik khususnya bakteri dari golongan pengurai
amonia jadi fungsinya adalah hanya untuk mengurangi kapasitas

amonia dalam air. Penjernihan secara biologi dilakukan melalui


pemanasan, penyinaran dan UV dan chlorinasi.
4. Sistem Filter Kimia.
Secara sepintas sistem ini tidak jauh berbeda dengan sistem mekanik
perbedaannya terletak pada ukuran partikel. Filter mekanik bekerja
dengan menangkap partikel suspensi sedangkan filter kimia bekerja
menangkap material terlarut. Proses ini biasa dilakukan di bak - bak
penampung air dan metode ini salah satunya disebut Chlorinasi yaitu
senyawa dari chlor diantaranya kaporit.
5. Sistem Aerasi
Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan
oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka
zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang
mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan.
Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan
mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan
endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi
atau filtrasi.
2.3.

Jenis Penyaringan Air


Penjernih air merupakan alat yang sangat dibutuhkan untuk memperoleh air

bersih. Bagaimana tidak, air merupakan sumber kehidupan. Kita tentu sering
mendengar bahwa bumi disebut sebagai planet biru. Hal itu disebabkan

sepertiga permukaan bumi tertutup oleh air. Sayangnya, tidak jarang pula
terjadi kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau atau
saat air sumur mulai berubah warna atau berbau. Nah, di sinilah letak penting
keberadaan penjernih air.
Memang ironis jika kita melihat fakta tersebut. Namun yang pasti, kita harus
tetap optimis dan berupaya keras menyelesaikan permasalahan air tersebut.
Sekalipun air sumur atau sumber air lain yang kita miliki mulai keruh, kotor,
dan bau, tetapi selama kuantitasnya masih banyak maka kita dapat berupaya
merubah atau menjernihkan air tersebut menjadi air bersih yang layak pakai.
Sebelum memutuskan untuk membangun alat atau mesin penjernih air,
terdapat berbagai cara sederhana yang dapat digunakan untuk mendapatkan air
bersih. Cara paling mudah dan umum yang digunakan adalah membuat
penjernih air atau penyaring air sederhana. Oleh sebab itu, penting bagi kita
mengenal ragam jenis saringan air untuk penjernih air. Berikut macam jenis
saringan pernjernih air yang dimaksud.

Gambar 2. Saringan Air

a. Saringan penjernih air: kain katun

10

Salah satu teknik penyaringan paling sederhana dan mudah. Dalam


prosesnya, air keruh disaring dengan kain katun hingga bersih. Saringan ini dapat
membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil pada air keruh. Adapun
kualitas air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang
digunakan.

Gambar 3. Saringan Air Kain Kartun


b. Saringan penjernih air: kapas

Teknik saringan kapas ini dapat memberikan hasil yang lebih baik
dibandingkan dengan penggunaan saringan katun. Penyaringan dengan kapas juga
membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh.
Hasil penyaringan pun tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang
digunakan.

11

Gambar 4. Saringan Air Kapas

c. Saringan penjernih air: aerasi


Proses aerasi dilakukan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air.
Dengan masuknya oksigen ke dalam air, zat cemar dalam air yang menimbulkan
rasa dan bau tersebut dapat dikurangi dan dihilangkan. Selain itu, partikel mineral
yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi secara cepat dan
membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses
sedimentasi dan filtrasi.

Gambar 5. Saringan Air Aerasi

d. Saringan penjernih air: pasir lambat (SPL)

12

Saringan

ini

merupakan

saringan

air

yang

dibuat

dengan

menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air
bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku dengan cara melewatkan air
keruh melewati lapisan pasir, lalu lapisan kerikil.

Gambar 6. Saringan Air Pasir Lambat


e. Saringan penjernih air: pasir cepat (SPC)

Prinsip sama halnya dengan saringan pasir lambat. Namun pada cara
ini, lapisan pasir berada di atas lapisan kerikil, tetapi arah penyaringannya
terbalik, yaitu dari bawah ke atas. Air bersih didapatkan dengan menyaring air
baku yang lewat pada lapisan kerikil dulu baru kemudian melewati pasir.

13

Gambar 7. Saringan Air Pasir Cepat

f. Saringan penjernih air: GravityFed Filtering System

Gravity-Fed filtering system merupakan gabungan dari saringan pasir


cepat dengan saringan pasir lambat. Dalam penyaringan ini, air yang dihasilkan
melalui dua tahap. Pertama, air disaring dengan cara SPC, lalu dilanjutkan dengan
SPL. Dengan dua kali penyaringan diharapkan air yang dihasilkan benar-benar
bersih.

Gambar 8. Saringan Air Gravity-Fed Filtering System

14

g. Saringan penjernih air: Arang

Metode saringan arang pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan
arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang
ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang
batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk
lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF
pada gambar di bawah ini. Saringan tipe ini disebut juga sistem absorpsi
merupakan peristiwa penyertaan bahan bahan tertentu yang terlarut dalam air
sedangkan arang tersebut disebut sebagai Absorben. Proses absorpsi dapat
dilakukan dengan cara memanfaatkan absorben sebagai filter. Absorben yang
digunakan biasanya karbon aktif yang memiliki pori-pori dengan ukuran tertentu
yaitu 1 gram memiliki luas total pori-pori antara 500-1.500 cm2. Arang ini dapat
menyerap fenol, racun, dan mikroorganisme.

Gambar 9. Saringan Air Arang

15

h. Saringan penjernih air: tradisional atau sederhana

Saringan ini merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan


saringan pasir lambat. Selain menggunakan pasir, kerikil, batu, dan arang,
saringan tradisional ini juga ditambah lapisan ijuk atau serabut kelapa.

Gambar 10. Saringan Air Tradisional atau sederhana

i. Saringan penjernih air: keramik


Saringan ini dapat disimpan dalam jangka waktu lama dan digunakan
untuk keadaan darurat. Air bersih yang di dapatkan dengan jalan penyaringan
yaitu melalui elemen filter keramik. Penyaringan tersebut telah diberi campuran
dengan tambahan perak yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Dalam proses
penyaringan perlu anda ketahui bahwa air baku dapat menahan lama. Hal ini
tentunya dapat menyumbat pada bagian permukaan filter. Sehingga untuk
pencegahan tersebut sebaiknya air yang di masukan jangan terlalu keruh atau
kotor.

16

j. Saringan penjernih air: cadas


Saringan ini hampir sama seperti saringan keramik. Bedanya, air yang
disaring menggunakan pori-pori cadas. Umumnya, saringan bentuk ini banyak
digunakan oleh masyarakat yang dekat dengan saluran irigasi, sawah, dan sumur
gali.
2.4.

Pemilihan Metode Filtrasi


Banyak upaya dilakukan oleh masyarakat, Pemerintah dalam bentuk

bantuan dan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang lindung lingkungan dan


kesejahteraan masyarakat untuk membangun sarana air bersih yang layak dipakai
dan ternyata mayoritas sistem penjernihan yang dipakai berupa filtrasi demikian
juga penulis mengarahkan ke sisi ini dengan tujuan lebih praktis, mudah dibuat,
murah harganya dan tidak sulit untuk mendapatkan material yang digunakan.
Adapun keunggulan - keunggulan yang didapat dari sistem ini adalah sebagai
berikut :
Keunggulan Sistem Filtrasi :
1.

Pembuatannya

sangat

mudah

dan

tidak

diperlukan

teknologi tinggi dan dapat memanfaatkan peralatan yang ada.


2.

Peralatan dan bahan yang diperlukan mudah didapat di


pasar bahkan dapat menggunakan barang barang yang berada disekitar kita
dengan hanya sedikit melakukan modifikasi.

3.

Tidak memerlukan lahan yang cukup luas dan dapat


disesuaikan dengan kebutuhan.

17

4.

Teknologi sederhana yang telah lama digunakan oleh


sebagian besar masyarakat pedesaan.

5.

Ramah lingkungan dalam arti bahan - bahan dan peralatan


yang digunakan tidak mengandung racun atau berdampak berbahaya bagi
lingkungan sekitarnya bahkan dapat memberi manfaat seperti pembuangan
kapas dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman karena di dalam kapas
bekas saringan tumbuh mikroba yang akan membusuk saat diletakkan di
udara luar.

6.

Hampir seluruh proses penjernihan selalu melibatkan


sistem filtrasi dalam penyempurnaan prosesnya yang berfungsi sebagai
seleksi atau penyaring partikel terlarut.

7.

Pengamatan dapat dilakukan secara visual untuk kebutuhan


pengawasannya, pengendalian dan modifikasi sistem.

8.

Tidak menggunakan fasilitas listrik

PERBANDINGAN

FILTRASI OSMOSIS

ULTRAVIOLET

KIMIA

BIOLOGI

Reduksi jumlah

Reduksi

Reduksi

Reduksi sedang

Reduksi

Reduksi

bakteri

Maksimal

maksimal

bakteri dapat

maksimal Sedang

dapat terjadi

bersembunyi di
Kemungkina

penghancuran sedimen
n tidak

18

membran

terjadi
penguraian

Kemungkinan

Tidak

kontaminasi ulang

Ya pada air

Ya terutama air

sekitar tangki

disekitar lampu

Ya

Demineralisasi

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

Kebutuhan pompa

Tidak

Ya

Tidak

Tidak

Ya

Kebutuhan listrik

Tidak

Ya

Ya

Tidak

Ya

Perawatan mahal

Tidak

Ya

Ya

Ya untuk

Ya

lahan
biaya zat
Tabel 1. Perbandingan Sistem Penyaringan Air

2.5.

SMA Islam Al Azhar 2


SMA Islam Al Azhar 2 atau lebih dikenal dengan sebutan ALPEN,

akronim dari kata Al Azhar Pejaten, adalah salah satu sekolah yang secara
langsung di bawah naungan YPI Al Azhar setelah kampus utamanya di Jalan
Sisingamangaraja Kebayoran Baru. SMA Islam Al Azhar 2 terletak di jalan Pasar
Minggu, bersebelahan dengan kelurahan dan dekat rumah sakit siaga. Disamping
kelurahan Pejaten Barat dan tempat pembuangan sampah yang biasanya
mengganggu kegiatan belajar mengajar.