Anda di halaman 1dari 12

Sargassum Polycystum

Sargassum duplicatum
Gracillaria verrucosa
Eucheuma cottonii
Eucheuma spinosum
Halimeda sp
Gelidium rigidum

Sargassum Polycystum
Klasifikasi tumbuhan Sargassum polycystum adalah sebagai
berikut (Estiati, 1995):
Kingdom Plantae
Divisio
Classis

Phaeophyta
Phaeophyceae

Ordo

Fucales

Family
Genus

Sargassaceae
Sargassum

Spesies

Sargassum polycystum

Hasil identifikasi tentang ciri-ciri dari Sargassum polycystum ini


yaitu:
1.
Mempunyai talus silindris berduri-duri kecil merapat yang
menyerupai akar, batang, dan daun
2.

Talus bercabang dan percabangannya dinamakan

percabangan pinnatus alternatus, sedangkan anak-anak cabang


berbentuk daun
3.
Holdfast membentuk cakram kecil dengan di atasnya
terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala
arah. Holdfast ini berfungsi sebagai akar yang dapat melekat
pada batu karang yang merupakan habitat aslinya di pantai
4.

Warna talus coklat

5.
Mempunyai gelembung udara (air bladder). Air bladder ini
fungsinya sebagai pelampung agar tumbuhan ini tetap pada
permukaan air laut
Panjang talus sekitar 35 cm, warna thallus coklat kekuningkuningan, holdfast berbentuk discoid berrhizoid, dengan axis
silindris. Mempunyai talus bentuk batang dan vesikel. Talus
batang pendek, percabangan utama tumbuh rimbun di bagian
ujungnya. Panjang talus bentuk daun 1,3 - 4,2 cm. Lebar talus
bentuk daun 0,25 - 1,15 cm. Pada umumnya berbentuk membujur
dan runcing atau membulat, dengan tepi bergerigi. Cryptostoma
jelas, urat daun tidak begitu jelas. Vesikel berbentuk oval atau
spherical, berukuran kecil, jumlah banyak pada talus dewasa,
dengan diameter 1,5 - 3 mm. Ujung berduri dan membulat,
melekat pada talus batang primer atau sekunder, dapat secara
bergerombol atau sendiri-sendiri. Reseptakel bulat memanjang
atau gepeng dengan pinggir berduri-duri terdapat dalam satu
rangkaian bersama daun dan vesikel (Widyartini, 2011).
Tubuh Sargassum polycystum ini didominasi oleh warna
cokelat kekuningan, bentuk thallus silindris atau gepeng. Tubuh
utama bersifat diploid atau merupakan sporofit, talus yang
mempunyai cabang yang menyerupai tumbuhan angiospermae.
Tubuhnya licin, batang utama bulat dan agak kasar. Alga ini
memiliki air bladder yang berfungsi untuk mengapung jika
terendam air pada saat di daerah intertidal pasang dan juga
sebagai cadangan air saat terhempas ketepian pantai. Saat

mereka terpisah dari induknya, mereka hanyut dan lepas ke


pantai dan berkembang biak disana. Sargassum ini terus
mengapung dengan bantuan air bladder dan tumbuh secara
vegetative, perkembangbiakan melalui fragmentasi (peleburan
dua sel gamet yang serupa atau berbeda). Kandungan iodinnya
tinggi, demikian pula dengan vitamin C dan protein (Bold, 1978).
Talus berwarna cokelat karena mengandung klorofil a dan c
(Sulistijono, 2009).
Gracillaria verrucosa
Menurut Dawes (1981) dalam Sinulingga dan Sri, klasifikasi dari
Gracillaria verrucosa adalah sebagai berikut:
Divisio

: Rhodophyia

Classis

: Rodhophycease

Ordo

: Gigartinales

Famila

: Gracilariacease

Genus

: Gracillaria

Species

: Gracilaria verrucosa

Gracilaria hidup dengan jalan melekat-kan diri pada substrat


padat, seperti kayu, batu, karang mati dan sebagainya. Untuk
melekatkan dirinya, Gracilaria memiliki suatu alat cengkeram
berbentuk cakram yang dikenal dengan sebutan 'hold fast'. Jika
dilihat secara sepintas, tumbuhan ini berbentuk rumpun, dengan
tipe percabangan tidak teratur, 'dichotomous', 'alternate',
'pinnate', ataupun bentuk-bentuk percabang-an yang lain (Sjafrie,
1990).
Habitat
Gracilaria umumnya hidup sebagai fitobentos, melekat
dengan bantuan cakram pelekat ('hold fast') pada substrat padat.

Terdiri dari kurang lebih 100 spesies yang menyebar luas dari
perairan tropis sampai subtropis. Hal ini menyebabkan beberapa
penulis menyebutnya sebagai spesies yang kosmopolit. Gracilaria
hidup di daerah litoral dan sub litoral, sampai kedalaman tertentu,
yang masih dapat dicapai oleh penetrasi cahaya matahari.
Beberapa jenis hidup di perairan keruh, dekat muara sungai
(Sjafrie, 1990).
Ekologi
Gracilaria ini menjadi pemegang peranan kunci dalam rantai
makanan, menentukan kualitas perairan tambak (Neori, et al.,
1996) dan menentukan struktur komunitas dalam ekosistem
(sistem hubungan timbal balik yang komplek antara makhluk
hidup dengan lingkungan biotik dan abiotik yang bersama-sama
membentuk suatu sistem ekologi) perairan, selain itu rumput laut
Gracilaria sendiri merupakan sumber daya laut yang disamping
bermanfaat sebagai bahan baku makanan sehat juga berperan
penting dalam mengendalikan kualitas perairan tambak yakni
sebagai faktor penentu dinamika oksigen perairan tambak.
Kemampuan rumput laut dalam memperbaiki kualitas lingkungan
perairan tambak telah terbukti dapat memberikan banyak
manfaat terhadap perairan tambak, diantaranya sebagai faktor
pemacu (forcing funciton) untuk menjaga kualitas air tambak agar
tetap kondusif dalam pertumbuhan (Kartono et al., 2008).
Faktor yang Mengaruh Pertumbuhan Rumput Laut Gracillaria
verrucosa
Pertumbuhan rumpt laut Gracilaria verrucosa dipengaruhi
oleh faktor-faktor lingkungan, diantaranya:
Cahaya
Kemampuan adaptasi Gracilaria ter-hadap cahaya sangat baik.
Cahaya yang masuk ke dalam perairan baik dalam jumlah banyak
atau sedikit dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhannya.

Menyatakan bahwa G. verrucosa dan G. foliifera memiliki toleransi


yang tinggi terhadap cahaya yang berlebihan, keduanya dapat
tumbuh pesat pada kedalaman 5 cm. Sedangkan Kim
mendapatkan G. verrucosa tumbuh di perairan yang keruh.
Selanjutnya Kling menyatakan bahwa sinar kuning (580 - 630 nm)
memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan G.
verrucosa (Hoyle, 1975 dalam Sjafrie, 1990).
Suhu
Selain beradaptasi terhadap cahaya, Gracilaria verrucosa juga
memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap suhu.
Kemampuan adaptasi Gracilaria verrucosa sangatlah bervariasi
tergantung pada lingkungan dimana tumbuhan tersebut hidup.
Suhu mempengaruhi daya larut gas-gas yang diperlukan untuk
fotosintesis seperti C dan gas-gas ini mudah terlarut pada suhu
rendah dari pada suhu tinggi akibatnya kecepatan fotosintesis
ditingkatkan oleh suhu rendah. Panas yang diterima permukaan
laut dari sinar matahari menyebabkan suhu di permukaan
perairan bervariasi berdasarkan waktu. Perubahan suhu ini dapat
terjadi secara harian, musiman, tahunan atau dalam jangka waktu
panjang (Romimohtarto, 2001 dalam Mustofa, 2013).
Substrat
Menurut Rukmi et al. (2012), rumput laut telah banyak
dibudidayakan oleh petani rumput laut di perairan laut di
kawasan pesisir. Salah satu dari jenis rumput laut yang dapat
dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri
adalah Gracilaria sp..Jenis rumput laut ini sangat mudah untuk
dibudidayakan dengan kondisi lingkungan yang berbeda dengan
kondisi perairan di laut, seperti tambak.
Salinitas
Menurut Lning (1990) dalam Rukmi et al. (2012), bahwa
Gracilaria dapat tumbuh pada kisaran salinitas tinggi. Gracilaria

yang berasal dari kisaran geografis yang luas tumbuh dengan


baik pada salinitas 15 60 g/L akan tetapi pertumbuhan optimal
terjadi pada salinitas 30 g/L. Hal ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh Susanto et al. (1996) bahwa pelepasan
spora Gracilaria sp. biasa berlangsung pada salinitas 10 sampai
dengan 45 g/L.

Manfaat Rumput Laut Gracillaria verrucosa


Rumput laut Gracillaria verrucosa dapt dimanfaatkan sebagai
bahan makanan dan minuman. Selain itu, juga dapat dimanfaatan
di bidang farmasi,industri seperti pembutan agaragar. Menurut
Salmi et al. (2012)
Halimeda sp
Kasifikasi Halimeda sp menurut Bold dan Wynne (1985) sebagai
berikut :
Kingdom : Plantae
Divisio : Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Caulerpales
Family : Udoteaceae
Genus : Halimeda
Species : Halimeda sp
Genus ini mudah dikenali dari pola datar yang jelas, bagian atas
berkulit kapur yang diselingi dengan ruas-ruas non calcareous
yang fleksibel. Thallus dari Halimeda biasanya terikatdisubstrat
berpasir secara massive, dengan holdfast yang berserabut.
Permukaan terluar yang datar dari utricle memperlihatkan sebuah

konfigurasi polygonal dari permukaan Thallus. Agaronite crystal


telah ada untuk dikembangkan pada permukaan dinding dalam
interutriculer, selama sekirar 36 jam. Akhirnya daerah tersebut
menjadi terisi oleh sekumpulan aragonite crystal yang tersusun
secara acak. (Bold dan Wynne, 1985).
Sisa kapur yang terakumulasi dari Halilmeda menetap secara
khusus untuk membantu pertumbuhan bertahap pada terumbu
karang. Bukti dari pendapat ini datang dari studi penggalian dasr
dari karang atoll Funafuti, yang memperlihatkan bahwa 20 m
pertama dari sedimen terdiri dari 80-95% segmen-segmen
Halimeda yang dikenali (Bold dan Wynne,1985). Halimeda
menghasilkan kerak kapur (CaCO ), karenanya dapat memberi
sumbangan yang sangat berarti di daerah tropik. Sendi-sendi dari
jenis Halimeda ini tidak berkapur, karenanya lentur dan alga ini
dapat bergerak-gerak dalam air jika air bergerak. (Romimohtarto,
2001).

Sargassum duplicatum
menurut NODC Taxonomic Code, database (version 8.0) (1996)
adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Division : Phaeophyta
Class : Phaeophyceae
Order : Fucales
Family : Sargassaceae
Genus : Sargassum C. Agardh
Species : Sargassum duplicatum J. Ag.
Spesifikasi: Thalli bulat pada batang utama dan agak gepeng
pada percabangan, permukaan halus atau licin. Percabangan
dichotomous dengan daun bulat lonjong, pinggir bergerigi, tebal

dan duplikasi (double edged). Vesicle melekat pada batang daun,


bulat telur atau elip.Sebaran:Tumbuh menempel pada batu di
daerah terumbu terutama di bagian pinggir luar rataan terumbu
yang sering terkena ombak. Sebaran, pantai Selatan Jawa,
Maluku.Potensi:Belum banyak dimanfaatkan.

Eucheuma cottonii
taksonomi Eucheuma cottonii menurut Anggadireja et al (2008).
sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Rhodophyta
Kelas : Rhodophyceae
Ordo : Gigartinales
Famili : Solieracea
Genus : Eucheuma
Species :Eucheuma cottonii (Kappaphycus alvarezii)
Ciri fisik yang dimilki spesies ini diantaranya Thalus yang kasaar,
agak pipih dan bercabang teratur, yaitu bercabang dua atau tiga,
ujung-ujung percabangan ada yang runcing dan tumpul dengan
permukaan bergerigi, agak kasar dan berbintil-bintil ( afrianto dan
liviani 1933 dalam syukron 2009). Kappaphycus alvarezii tumbuh
melekat kesubtrat dengan alat perekat berupa cakram. Cabang
cabang pertama dan kedua tumbuh membentuk rumpun yang
rimbun dengan cirri khusus mngarah kearah datangnya sinar
matahari. Cabang cabang tersebut ada yang memanjang atau
melengkung seperti tanduk ( Atmadja et al. 1996).

Eucheuma
spinosum
Devisi : Rhodophyta
Kelas : Rhodophyceae
Sub kelas : Florideae
Ordo : Gigartinales
Famili : Solieriaceae
Genus : Eucheuma
Spesies : Eucheuma spinosum (Atmaja dkk., 1996).
Habitat
Eucheuma spinosum tumbuh pada tempat-tempat yang sesuai
dengan persyaratan tumbuhnya, antara lain tumbuh pada
perairan yang jernih, dasar perairannya berpasir atau berlumpur
dan hidupnya menempel pada karang yang mati. Persyaratan
hidup lainnya yaitu ada arus atau terkena gerakan air. Kadar
garamnya antara 28-36 %. Dari beberapa persyaratan, yang
terpenting adalah Eucheuma spinosum memerlukan sinar
matahari untuk dapat melakukan fotosintesis (Aslan, 1998).
Morfologi
Bentuk dari tanaman ini tidak mempunyai perbedaan susunan
kerangka antara akar, batang, dan daun. Keseluruhan tanaman ini
merupakan batang yang dikenal sebagai talus (thallus). Thallus
ada yang berbentuk bulat, silindris atau gepeng bercabangcabang. Rumpun terbentuk oleh berbagai sistem percabangan
ada yang tampak sederhana berupa filamen dan ada pula yang

berupa percabangan kompleks. Jumlah setiap percabangan ada


yang runcing dan ada yang tumpul. Permukaan kulit luar agak
kasar, karena mempunyai gerigi dan bintik-bintik kasar.
Eucheuma spinosum memiliki permukaan licin, berwarna coklat
tua, hijau coklat, hijau kuning, atau merah ungu. Tingginya dapat
mencapai 30 cm. Eucheuma spinosum tumbuh melekat ke
substrat dengan alat perekat berupa cakram. Cabang-cabang
pertama dan kedua tumbuh membentuk rumpun yang rimbun
dengn ciri khusus mengarah ke arah datangnya sinar matahari.
Cabang-cabang tersebut ada yang memanjang atau melengkung
seperti tanduk.
Padina australis

Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisio : Phaeophyta
Kelas : Phaeophyceae
Ordo : Dctyotales
Family : Dictyotaceae
Genus : Padina sp
Species : Padina japonica
Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Bentuk thalli seperti kipas membentuk
segment-segment lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis
berambut radial dan perkampuran di bagian permukaan daun.
Warna coklat kekuning-kuningan atau kadang kadang memutih
karena terdapat perkapuran.Sebaran:Habitat. Sebaran. Alge
tersebar luas di perairan Pasifik selatan dan perairan Samodera
Hindia. Mudah ditemukan di perairan Indonesia. (Nontji. 1993)

Habitat dan distribusi


Padina australis biasa ditemukan di pinggir pantai dan bebatuan.
Penyebaran algae ini tersebar luas di perairan Pasifik selatan
terutama di wilayah Australia dan perairan Samudera Hindia. Di
Indonesia sendiri alga ini mudah sekali ditemukan di hampir
seluruh pesisir kepulauan. (Soediarto. 1990)

Potensi
Beberapa aspek potensial yang pernah digali antara lain kajian
potensi antibakteri dan antioksidan (Hongayo et al, 2012) serta
penggunaan
ekstraknya
sebagai
antibakteri
terhadap
pengendalian bakteri vibrio (Salosso dkk, 2011). Pada beberapa
tempat digunakan sebagai pupuk organik. Masyarakat di
kepulauan Riau, Lampung selatan, Jawa selatan, serta sumbawa
menggunakannya sebagai bahan makanan (Poncomulyo dkk.
2006).

Gelidium sp.
a.

Klasifikasi

Devisio : Rhodophyta
Classis

: Rhodophyceae

Subclass : Florideae
Ordo

: Gelidiales

Familiy : Gelidiaceae
Genus

: Gelidium

Spesies : Gelidium rigidum


Gelidium sp. merupakan salah satu spesies dari famili
gelidiaceae. Spesies ini memiliki warna merah kecoklatan
(pirang), bentuk tubuh seperti rumput atau semak, batang utama
tegak dan mempunyai cabang-cabang yang terdiri dari axis
(cabang utama), primary branch dan secondary branch.
Sepanjang tubuhnya ditumbuhi bagian yang seperti duri. Di ujung
cabang terdapat spical pit yang berbentuk bulat yang merupakan
titik tumbuh. Alga ini memiliki holdfast yang berfungsi sebagai
tempat melekat pada terumbu karang sehingga dapat
beradaptasi dengan gerakan ombak pada zona pasang-surut
(Anonim, 2005a).
Alga ini termasuk dalam kelompok Rhodophyceae dan
tergolong ke dalam carragenophyt, yaitu kelompok penghasil
carragenan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pasta,
bahan pembuat cream jelly, agar-agar dan roti. Selain itu
Gelidium sp. memiliki kadar protein yang tinggi dan berbagai
macam vitamin yang penting. Persebaran alga ini dipengaruhi
oleh alam seperti substrat, salinitas, ombak, arus, dan pasang
surut. Alga ini muncul di permukaan laut pada saat surut dan
mengalami kekeringan

Gracilaria gigas

Thalli agak besar dibandingkan dengan G. verrucosa, silindris,


agak kasar dan kaku, warna hijau-kuning atau hijau. Ukuran thalli
mencapai 30 cm dengan diameter sekitar 0,5 - 2 mm.
Percabangan cenderung memusat ke pangkal, memanjang,
berselang-seling,