Anda di halaman 1dari 35

HORMON TIROID

DAN
ANTITIROID
Firdaus, M.Farm., Apt.
JAKARTA 2014

PENDAHULUAN

Hormon senyawa yang dikeluarkan/diproduksi


oleh kelenjar endokrin langsung masuk aliran
darah menuju target organ.
Hormon tiroid dihasilkan kelenjar tiroid :
T3 (triiodotironin) dan T4 (tiroksin).
Dalam kelenjar tiroid berikatan dengan tiroglobulin.
Gangguan fungsi tiroid disebabkan oleh
gangguan sintesis hormon tiroid.
Intake yodium dari makanan adalah 150 g/hari
(hamil 200 g/hari).
Sekresi hormon tiroid per hari 75 g.
2

PENDAHULUAN/2
Sekresi kelenjar tiroid diatur oleh hormon yang
menstimulasi kelenjar tiroid yaitu TSH (tirotropin)
yang dihasilkan oleh hipofisis anterior.
Hipofisis anterior dikendalikan oleh TRH yang
dihasilkan oleh hipotalamus.
Pelepasan TSH dan TRH diatur mll mekanisme
umpan balik negatif oleh hormon tiroid (T3 dan T4)
yang beredar di dalam darah.
(lihat gambar)
3

Iodium
(makanan)

Iodida Transpor aktif Iodida Oksidasi o peroksidase


iodium
(kel. tiroid
TSH
(darah)
TSH
+
+
+K
Tiroglobulin

MIT,DIT T3-T4

iodida tirotropi
Kelenjar tiroid
proteolisis

E 5-deyodinase
T3
(hepar dan ginjal)

T4:T3
=5:1
(darah)
4

PENDAHULUAN/3
Gangguan keseimbangan sekresi hormon tiroid
mempengaruhi pengaturan :
Kecepatan metabolisme dan produksi panas
Sistem saraf pusat dan perifer
Sistem saraf simpatik
Frekuensi dan kemampuan kontraksi jantung
Penyerapan glukosa dalam traktus gastrointestinal
Reproduksi dan kesuburan (fertilitas)
Perkembangan sistem saraf pusat
Pertumbuhan
5

HIPERTIROIDISME
Penilaian klinik
mengeluh panas dan berkeringat berlebihan, palpitasi,
tremor, sesak napas, mual dan lemah, kram otot, selera
makan , kegugupan,insomnia, iritabilitas dan sifat
emosional atau mudah marah, refleks terlalu aktif,
frekuensi BAB
Pada pemeriksaan didapatkan suhu tubuh hangat dan
berkeringat, eksoftalmus, palpebra sulit digerakkan,
edema orbita, dan gangguan akomodasi bola mata.
Nodul tiroid tidak terlalu terlihat (hanya dikenali melalui
palpasi)

HIPERTIROIDISME
Penilaian klinik (lanjutan)
Terdapat hipertensi sistolik, takikardia
Sering juga dijumpai : limfadenopati, splenomegali,
dan pembengkakan pada ujung jari tangan
TFT peningkatan kadar tiroid bebas
Bila terjadi krisis tiroid : kadar hormon tiroid sangat
tinggi hiperpireksia, delirium dan stres
kardiovaskular yang berat.

HIPERTIROIDISME
Terapi : Antitiroid
Dapat melintasi plasenta janin menjadi hipotiroid
Hipotiroid janin terjadi pada penggunaan antitiroid dosis
tinggi, ok gunakan dosis minimal yang efektif.
Lakukan pemantauan TFT minimal 1x sebulan.
Cth :
propiltiourasil/PTU,karbimazol,metimazol,metiltiourasil
PTU adalah satu2nya antitiroid yang direkomendasikan
untuk wanita hamil karena pelintasan plasentanya lebih
sedikit dan ES juga jarang.
8

HIPERTIROIDISME
Cara penggunaan PTU :
mulai dengan dosis 300-450 mg/hari,
terbagi dalam 3 dosis.
bila kadar T4 dan T3 bebas mencapai nilai
normal, berikan dosis pemeliharaan 50300 mg/hari, dalam dosis terbagi.

HIPERTIROIDISME
Terapi tambahan : beta bloker (propranolol)
Obat ini digunakan untuk mengurangi
manifestasi simpatis (tremor, palpitasi dan
takikardia) sebelum dikontrol PTU.
Propranolol tidak dapat digunakan pada
kehamilan dengan hipertiroid yang disertai
PPOK, penyakit jantung, DM tipe 1.
Bila terjadi krisis tiroid, keselamatan. Di samping
penanganan gawat darurat lain, gunakan PTU
400 mg setiap 8 jam. Berikan juga natrium Iodida
per infus dan propranolol.
10

HIPOTIROID
Penyebab hipotiroid : penyakit Hashimoto,
pasca tiroidektomi atau kehilangan jaringan
tiroid yang sehat akibat radiasi.
Masalah :
Hipotiroid menyebabkan infertilitas,
prolaktinemia, amenorea dan galaktorea.

11

HIPOTIROID
Penilaian klinik :
Gejala yang umum ditemukan adalah kelelahan,
anoreksia, BB cenderung menurun, konstipasi,
nyeri persendian.
Diagnosis berdasarkan kadar FSH meningkat,
kadar T3 dan T4 bebas rendah.
Pada pemeriksaan kulit terasa kasar, kering dan
dingin. Suara agak serak, lidah tebal, TD agak
tinggi. Refleks fisiologis, daya pikir dan bicara
agak lambat. Pada kondisi yang berat, dapat
timbul hipotermia, hipoventilasi, bradikardia, dan
depresi.
12

HIPOTIROID
Penanganan :
Levo-tiroksin merupakan obat pilihan karena
dapat mengembalikan kadar hormon tiroid,
juga memperbaiki gejala klinik hipotiroid.
Dosis levo-tiroksin rata-rata 125 g/hari
secara oral. Lama pengobatan minimal 5-6
minggu.
Tiroksin tidak melintasi plasenta aman pada
wanita hamil.
Dianjurkan melakukan TFT minimal 1x dalam
setiap trimester.
13

14

Firdaus, M.Farm.,Apt.
JAKARTA 2012

PENDAHULUAN
SIFAT UMUM
Retensi garam dan air
Anabolik
Menutup epifisis (ujung tulang pipa)
Antagonisme antara .hormon kelamin pria dan wanita

16

ESTROGEN (1)

Sumber :
manusia : ovarium, testis, korteks adrenal, plasenta (wanita
hamil) estrogen alamiah (estradiol, estron, estriol, ester
estradiol : valerat, sipionat)
hewan : kuda hamil 100 mg/hari (genus equus), yaitu ekuilin,
ekuilenin, ekuinin dipakai untuk terapi wanita menopause.
buatan estrogen sintetik (etinil estradiol : potensi estrogenik
terkuat; mestranol, dietilstilbestrol (DES)

Biosintesis : estrogen dibuat dari androstenedion atau


testosteron, dikatalasis oleh E aromatase
17

ESTROGEN (2)
Progesteron

Kolesterol

Estriol

Aromatase

Dihidrotestosteron
5-reduktase

Androstenedione

Estron

Testosteron

Estradiol
Aromatase

18

ESTROGEN (3)
Farmakokinetik :
Estrogen alami : mudah diabsorpi mll sal cerna, kulit dan
membran mukosa. Pemberian per oral cepat dimetabolisme
mjd bentuk tidak aktif oleh enzim hati, sehingga
bioavailibilitasnya rendah. Oki, pemberian dengan trasdermal
patch, intravagina atau injeksi.
Estrogen sintetik : absorpsi baik dengan pemberian oral, kulit
atau mukosa. Metabolisme lebih lambat sehingga masa kerja dan
potensi lebih tinggi daripada estrogen alami.
Ekskresi estrogen di urin :
- mid cycle 25-100 mcg/hari
- luteal 10-80 mcg/hari
- hamil aterm 30 mg/hari
- menopause 5-10 mcg/hari
- wanita mgg I haid ~ pria dewasa 2-25 mcg/hari
19

ESTROGEN (5)

Fisiologi
efek endometrial : proliferasi endometrium : berkembang dan menebalnya
endometrium yang berlangsung pada 2 minggu pertama siklus menstrruasi
maturasi wanita :

efek metabolik dan KV :

pertumbuhan & perkembangan alat kelamin 1 st (vagina, serviks, uterus, tuba


Falopii);
merangsang ciri seks sekunder;
mempercepat fase pertumbuhan dan penutupan garis epifisis sehingga
pertumbuhan tulang terhenti.
memelihara struktur dan fungsi kulit dan pembuluh darah,
meresorbsi tulang,
merangsang produksi jaringan adiposa,
mengatur komposisi lipid plasma ( HDL dan LDL)

efek pada koagulasi darah : mekoagulasi darah


efek lain : pengaruhi perilaku dan libido, retensi natrium dan air.
20

ESTROGEN (6)
Indikasi / Penggunaan Klinis
1. Terapi hormon pascamenopause
a. Mencegah dan mengobati osteoporosis
b. Mengembalikan atrofi urogenital (gatal & kering vagina, nyeri saat
berhubungan)
d. Mencegah penyakit kardiovaskular
Preparat yang digunakan :
Th/ jangka pendek : estrogen saja (conjugated estrogen 0,3-1,25
mg/hari atau etinil estradiol 0,01-0,02 mg/hari)
Th/ jangka panjang : Estrogen + progesteron (conjugated estrogen
0,625 mg/hari + medroksiprogesteron 2,5-5 mg/hari)
2. Kontrasepsi per oral atau suntikan ( + progestin)
3. Hipogonadisme primer : kekurangan estrogen yang disebabkan
kegagalan perkembangan ovarium / Turners syndrome, menopause
dini.
4. Kanker prostat menduduki reseptor androgen (kompetitif)
21

ESTROGEN (7)
Efek Samping
Perdarahan rahim pasca menopause
Mual, perih pada payudara (breast tenderness) th/ dosis
terendah yang efektif
Hiperpigmentasi
Migren, kolestasis, penyakit pankreas dan hipertensi
Peningkatan risiko (1,25) kanker payudara, kanker
endometrium, risiko infertilitas, kehamilan ektopik, dan
prematuritas
Efek feminisasi pada pria
Hiperkalsemia dan retensi garam dan air
22

ESTROGEN (8)
Kontraindikasi
Karsinoma endometrium, karsinoma payudara
Perdarahan genital yg tak terdiagnosis,
Penyakit hati, riwayat gangguan tromboemboli, perokok berat

23

PROGESTERON

Asal dan regulasi sekresi = estrogen (alamiah)


Alami progesteron; Sintetik progestin
Progesteron prekursor berbagai hormon steroid
Beberapa golongan progestin dan progesteron :
Etisteron
Noretindron/noretisteron/nortestosteron
Noretandrolon
Etinodiol
Etinodiol diasetat
Etinil estrenol
Norgestrel :
Efek progestogenik 100 x efek noretindron
Banyak digunakan sebagai kontrasepsi oral

24

PROGESTERON(2)
Fisiologi
Efek metabolik : stimulasi aktivitas lipoprotein lipase deposit
lemak, LDL
Traktus Genitalis fase luteal (fase sekretoris) endometrium.
Mempunyai efek menginduksi endometrium, beralih dari fase
proliferasi akibat estrogen ke fase sekresi agar sel telur yang sudah
dibuahi bisa menempel dan berkembang menjadi janin
Kelenjar endoserviks lebih kental, volume <<< .
Kehamilan progesteron hambat kontraksi uterus cegah
abortus (efek gestagen = efek memlihara kehamilan)
Kelenjar mammae proliferasi, jelas pada wanita hamil
Termogenik suhu
25

PROGESTERON(3)
Farmakokinetik :
Absorpsi : baik semua cara
Metabolisme : first-pass metabolism (orally) bioavailibilitas
rendah masa kerja pendek.
Bentuk ester masa kerja lbh panjang : medroksiprogesteron asetat
(MPA) dan hidroksiprogesteron kaproat
Ekskresi : dalam bentuk pregnanediol di urin dan feses

26

PROGESTERON(4)
Indikasi :
Kontrasepsi : oral, suntikan, implan
Contohnya : linestrenol, norgestrel
wanita pascamenopause (+estrogen)
th/paliatif kanker endometrium MPA oral 200-300 mg/hari
Endometriosis
amenore sekunder : stress, defisiensi gizi
abortus habitualis

27

ANDROGEN

Sumber : testis (di sel leydig), ovarium, kelenjar adrenal

Produksi Testosteron :
Pria dewasa normal : 2,5-10 mg/hari
Ovarium wanita : 0,23 mg/hari

Pada alat reproduksi, tidak bekerja sebagai testosteron, oleh 5-alfa


reduktase diubah menjadi dihidrotestosteron (DHT). Jika tidak diubah
tidak aktif

Produksi testosteron terjadi puncaknya pada usia 25 tahun. Dengan


bertambanya umur produksi akan menurun.
Pada usia 80 tahun pria masih menghasilkan 33% testosteron

28

ANDROGEN(2)
Fisiologi
Pubertas : merangsang pertumbuhan alat kelamin primer dan
sekunder, pertumbuhan dan perkembangan tulang rangka-otot, rambut
dimana-mana, akne, suara
Produksi sperma
Gangguan sekresi kelenjar sebasea (sangat dipengaruhi androgen) :
sumbat infeksi akne
Penutupan garis epifise tulang-tulang panjang tidak bisa tambah
tinggi lagi. Epifisis androgen>>estrogen
Testosteron bersifat anabolik kuat : meningkatkan sintesis protein otot
Mengurangi resorpsi tulang
Menyebabkan retensi garam dan air
Menurunkan HDL dan meningkatkan LDL
29
Menstimulasi pertumbuhan eritrosit

ANDROGEN (3)
Farmakokinetika
= estrogen = progesteron alami
Pemberian per oral tidak efektif karena cepat dimetabolisme
menjadi bentuk inaktif. Umumnya diberikan IM.
Ekskresi terutama urin, tinja<<

30

ANDROGEN(3)
Indikasi
Efek androgenik : hipogonadisme & hipopituitarisme
Efek anabolik :
osteoporosis pria
pasien pasca operasi atau pasien penyakit kronis
Pertumbuhan : meningkatkan pertumbuhan tulang rangka
pada anak laki-laki prapubertas.
Endometriosis
Ca mammae efek antiestrogenik (bersaing duduk di
reseptor)
31

ANDROGEN(4)
Efek Samping :
Wanita : maskulinisasi suara berat, rambut dimana-mana,
rambut kepala rontok, siklus mens (-), BB meningkat
bersifat irreversibel
Pria : penghambatan spermatogesis, impotensi, feminisasi,
ginekomastia, hiperplasia prostat pada pria lanjut usia
Anak-anak : pubertas prekoks, gangguan pertumbuhan
dewasa menjadi lebih pendek daripada dewasa normal
Umum : perubahan profil lipid (LDL,HDL), gangguan
fungsi hepar, edema, BB meningkat.
32

ANDROGEN(5)

Ada beberapa derivat testosteron yang mempunyai efek


anabolik yang tinggi sehingga sering dipakai untuk
dopping:
Derivat testosteron
misalnya : Metandienol
Stanozolol
Oksimetolon
Derivat Nandrolon
misalnya :Nandrolon
Etilestrenol
33

34

35