Anda di halaman 1dari 18

PERUBAHAN FISIK

DAN PSIKOSOSIAL
PADA LANSIA
Oleh:
Ns. MAULINA

Aging Proses
Suatu proses menghilangnya scr
perlahan
kemampuan
jaringan
memperbaiki
diri
dan
mempertahankan fungsi normalnya
(Nugroho, 2000).

Perubahan-perubahan yang terjadi


pada lansia
A. Perubahan Fisik
1. Perubahan pada sel

Lebih sedikit jumlahnya.


Lebih besar ukurannya.
Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan
berkurangnya cairan
intraseluler.
Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal,
darah, dan
hati.
Jumlah sel otak menurun.
Terganggunya mekanisme perbaikan sel.

2. Sistem Persarafan
Berat otak menurun 10-20%.
Cepatnya menurun hubungan persarafan.
Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi,
khususnya dengan stres.
Mengecilnya
saraf
panca
indra.Berkurangnya
penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf
penciumdan perasa, lebih sensitif terhadap perubahan
suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
Kurang sensitif terhadap sentuhan.

3. Sistem Pendengaran
Presbikusis (gangguan dalam pendengaran).
Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .
Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras
karena meningkatnya keratin.
Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia
yang mengalami ketegangan jiwa/stres.

4. Sistem Penglihatan
Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap
sinar.
Kornea lebih berbentuk sferis (bola).
Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.
Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya
adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat dan
susah melihat dalam cahaya gelap.
Hilangnya daya akomodasi.
Menurunnya lapangan pandang, berkurang luas
pandangannya.
Menurunnya daya membedakan warna biru atau
hijau.

5. Sistem Kardiovaskuler

Elastisitas dinding aorta menurun.


Katup jantung menebal dan menjadi kaku.
Kemampuan jantung memompa darah menurun,
Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya
efektivitas pembuluh darah perifer untuk
oksigenisasi,. Perubahan posisi dari tidur ke duduk
atau dari duduk ke berdiri bisa menyebabkan
tekanan darah menurun, mengakibatkan pusing
mendadak.
Tekanan darah meninggi akibat meningkatnya
resistensi pembuluh darah perifer.

6. Sistem Pengaturan Temperatur Tubuh


Temperatur tubuh menurun ( hipotermia ) secara
fisiologis akibat metabolisme yang menurun.
Keterbatasan refleks menggigil dan tidak dapat
memproduksi panas akibatnya aktivitas otot
menurun.

7. Sistem Respirasi
Otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan
menjadi kaku.
Menurunnya aktivitas dari silia.
Paru-paru kehilangan elastisitas, menarik nafas
lebih berat, kapasitas pernafasan maksimum
menurun, dan kedalaman bernafas menurun.
Alveoli ukurannya melebar dari biasa dan
jumlahnya berkurang.
Kemampuan untuk batuk berkurang.
Kemampuan kekuatan otot pernafasan akan
menurun seiring dengan pertambahan usia.

8. Sistem Gastrointestinal
Kehilangan gigi
Indera pengecap menurun, hilangnya sensitivitas
saraf pengecap di lidah terhadap rasa manis, asin,
asam, dan pahit.
Eosephagus melebar.
Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.
Daya absorbsi melemah.

9. Sistem Reproduksi
Menciutnya ovarium dan uterus.
Atrofi payudara.
Pada laki-laki testis masih dapat memproduksi
spermatozoa meskipun adanya penurunan secara
berangsur-angsur.
Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa
lanjut usia asal kondisi kesehatan baik.
Selaput lendir vagina menurun.
Atrofi vulva

10. Sistem Perkemihan


Ginjal mengecil dan nefron menjadi atrofi
Merupakan alat untuk mengeluarkan sisa
metabolisme tubuh melalui urin, darah yang
masuk ke ginjal disaring di glomerulus (nefron).
Nefron menjadi atrofi dan aliran darah ke ginjal
menurun sampai 50%.
Otot-otot vesika urinaria menjadi lemah, frekuensi
buang air kecil meningkat dan terkadang
menyebabkan retensi urin pada pria.
Pembesaran prostat 75 % pd pria usia diatas 65
tahun

11. Sistem Endokrin


Produksi semua hormon menurun.
Menurunnya aktivitas tyroid, menurunnya BMR
(Basal Metabolic Rate), dan menurunnya daya
pertukaran zat.
Menurunnya produksi aldosteron.
Menurunya sekresi hormon kelamin misalnya,
progesteron, estrogen, dan testosteron.

12. Sistem Kulit ( Sistem Integumen )

Kulit mengerut atau keriput akibat kehilangan


jaringan lemak.
Permukaan kulit kasar dan bersisik.
Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu.
Rambut dalam hidung dan telinga menebal.
Berkurangnya elastisitas akibat dari menurunnya
cairan dan vaskularisasi.
Pertumbuhan kuku lebih lambat.
Kuku jari menjadi keras dan rapuh, pudar dan
kurang bercahaya.
Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya.

13. Sistem Muskuloskeletal


Tulang kehilangan density (cairan) dan makin
rapuh.
Kifosis
Pergerakan pinggang, lutut, dan jari-jari terbatas.
Persendian membesar dan menjadi kaku.
Tendon mengerut dan mengalami skelerosis.
Atrofi serabut otot (otot-otot serabut mengecil).
Otot-otot serabut mengecil sehingga seseorang
bergerak menjadi lamban, otot-otot kram dan
menjadi tremor.
Otot-otot polos tidak begitu berpengaruh.

B. Perubahan-perubahan Psikososial
Pensiun
Merasakan atau sadar akan kematian (sense
of awareness of mortality)
Perubahan dalam cara hidup, yaitu memasuki
rumah perawatan bergerak lebih sempit.
Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan
(economic deprivation).

Meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang


sulit, bertambahnya biaya pengobatan.
Penyakit kronis dan ketidakmampuan.
Gangguan saraf pancaindra, timbul kebutaan dan
ketulian.
Gangguan konsep diri akibat kehilangan jabatan.
Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan
hubungan dengan teman-teman dan family.
Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik:
perubahan terhadap gambaran diri, perubahan
konsep diri.

SEKIAN