Anda di halaman 1dari 2

Pola Pengembangan Paragraf

A.

Pengembangan paragraf Induktif

Pengembangan induktif dilakukan dengan menyebutkan permasalahan-permasalahan


khusus dan berangsur-angsur menuju simpulan (permasalahan umum).
Jenis-jenis pengembangan paragraf induktif yaitu:
1. Generalisasi
Pengembangan secara generalisasi dilakukan dengan mengemukakan hal-hal khusus
lalu menarik simpulannya secara umum.
Contoh :
Untuk menjadi karyawan PT Digital Modern, syarat utamanya adalah sarjana. Akan
tetapi, tidak cukup sarjana saja. Calon karyawan harus memiliki Indeks Prestasi
bagus di Perguruan Tingginya, minimal 2,75. Calon karyawan juga harus menguasai
salah satu bahasa asing, Inggris atau Mandarin. Jika semua persyaratan administratif
sudah terpenuhi, mereka harus lulus serangkaian tes yang diselenggarakan oleh PT
Digital Modern. Jadi, memang tidak mudah untuk dapat diterima menjadi karyawan
PT Digital Modern.
2. Analogi
Penalaran analogi dilakukan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda,
tetapi keduanya memiliki beberapa sisi persamaan.
Contoh:
Orang yang memiliki ilmu pengetahuan luas dan berpendidikan tinggi seharusnya
bersifat seperti padi. Setangkai padi yang mulai berisi akan merunduk. Makin bernas
bulir padi itu, makin merunduk tangkainya. Begitu pula manusia yang berilmu dan
berpendidikan tinggi. Semakin ia berwawasan, semakin ia merendahkan hatinya
seperti merunduknya setangkai padi yang berbulir bernas.
3. Kausalitas
Penalaran kausalitas menunjukkan hubungan sebab-akibat atau akibat-sebab.
Contoh:
Penduduk dari daerah banyak yang hijrah ke Jakarta. Mereka terimingi-imingi oleh
gambaran kehidupan mewah di Jakarta dan kemudahan mencari kerja. Akibatnya,
Jakarta semakin penuh oleh pendatang.
Pengurusan KTP sangat mahal sehingga menimbulkan kegusaran masyarakat.
Pasalnya, karena birokrasi yang berbelit. Selain itu, masih kerap terjadi oknumoknum mencantumkan biaya ini-itu untuk pengurusan KTP yang sebenarnya fiktif
belaka.

B. Pengembangan paragraf Deduktif


Pengembangan deduktif menyampaikan hal-hal umum terlebih dahulu, lalu berangsurangsur menjelaskan hal-hal khusus.
Contoh:
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa teh mempunyai banyak manfaat.
Mengonsumsi teh secara teratur dapat mencegah kanker meskipun tidak terlalu besar. Teh
juga menguatkan tulang dan mencegahpertumbuhan plak di permukaan gigi sehingga
mencegah gigi berlubang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan cairan tubuh seperti air putih,
teh juga melawan penyakit jantung.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat di awal paragraf (deduktif) yaitu Beberapa hasil
penelitian menunjukkan bahwa teH mempunyai banyak manfaat.
Jenis-jenis penalaran deduktif, yaitu:
1. Silogisme
Pada silogisme terdapat dua premis (pernyataan) dan satu simpulan. Kedua premis
itu adalah premis umum (mayor) dan khusus (minor). Rumus silogisme: PU: Semua A
= B, PK: C = A, S: C = B.
Contoh:
PU
PK
S

: Semua orang Islam wajib melaksanakan shalat.


: Radit adalah orang Islam.
: Radit wajib melaksanakan shalat.

2. Silogisme Negative
Silogisme negatif adalah sebuah silogisme yang salah satu premisnya bersifat
negatif. Jika salah satu premisnya negatif, simpulannya juga negatif. Dalam silogisme
negatif biasanya digunakan kata tidak atau bukan.
Contoh:
PU
PK
S

: Siswi di sekolah negeri tidak wajib berjilbab.


: Desi adalah seorang siswi di sekolah negeri.
: Desi tidak wajib berjilbab.

3. Entimem
Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Dari sebuah silogisme dapat dibuat
entimemnya. Demikian pula sebaliknya, dari sebuah entimem dapat disusun
silogisme. Rumus Entimem: C = B karena C = A
Contoh:
PU
PK
K
Entimem

:
:
:
:

Semua orang Islam wajib melaksanakan shalat.


Radit adalah orang Islam.
Radit wajib melaksanakan shalat.
Radit wajib melaksanakan shalat karena ia orang Islam.