Anda di halaman 1dari 2

1.

Medium yang digunakan pada kultur jaringan tanaman berbentuk padatan


gel untuk mempertahankan posisi dari individu yang terbentuk. Sedangkan
pada kultur jaringan hewan media yang digunakan berbentuk cairan dengan
kondisi sedemikian rupa dibuat seperti dalam rahim.
Kultur sel merupakan teknik pembelajaran sel untuk dapat mengerti bagaimana proses
kehidupan dalam lingkup unit struktural dan fungsional terkecil. Kultur jaringan/sel
hewan adalah metode untuk mempelajari tingkah laku atau sifat-sifat sel hewan dalam
keadaan fisiologis maupun dalam kondisi artifisial dengan suatu perlakuan (treatment).
Perkembangan teknik ini dimulai ketika Ross Granville Harrison (1870 1959) pada
tahun 1885, menemukan sebuah metode yang dikenal sebagai kultur jaringan.
Pertengahan tahun 1900-an, dengan memanfaatkan proses kultur jaringan sel, Ross
Granville Harrison (1870 1959) menganalisis serabut saraf secara in vitro. Serabut
saraf dan getah bening diekstraksi dari embrio katak lalu diamati pada slide kaca.
Sejak 1910-1923, Alexis Carrel ( 1873 1944) mengembangkan teknik untuk
transplantasi organ. Mensubkultur sel melalui penambahan ekstrak pada embrio ayam.
Pada tahun 1923 membuat termos kultur sel, yang disebut D-termos.

Terdapat beberapa prinsip dasar kultur sel yang harus diperhatikan


ketika membuat kultur, diantaranya :
1.
Medium harus aseptik dan steril .
2.

Medium harus menyediakan semua nutrien yang diperlukan oleh sel .

3.

Medium harus memelihara pH 7.0 7.4, dan preservasi sel .

Selain itu terdapat beberapa contoh penerapan kultur sel hewan dalam
kehidupan sehari hari, diantaranya :
1.
Untuk mendapatkan sel-sel yang homogen untuk diamati struktur dan fungsinya.
2.

Untuk penelitian yang memerlukan hewan coba dengan jumlah banyak.

3.

Banyak dimanfaatkan dalam pembuatan antibodi maupun vaksin.

1.
2.

Medium kultur sel hewan :


Medium dasar : asam amino, asam lemak, glukosa, ion, vitamin dan ko-faktor ,dll
Serum : FBS dengan konsentrasi 10 20 %

3.

Aditif : antibiotik penisilin dan steptomycin , antifungi: fungizone 0,5%, dan


Mercapto Ethanol
4.
Sistem penyangga : sodium bikarbonat
Medium untuk kultur sebaiknya dihindarkan dari pembentukan busa. Medium
pertumbuhan yang umum dipakai dalam kultur sel atau jaringan mamalia
adalah Dulbeccos modified eagles medium (DMEM).


1.

Mekanisme Kultur Sel Hewan


Menyiapkan peralatan kultur .

2.

Mencuci organ atau jaringan di dalam PBS 3-4 kali ..

3.

Organ dicincang sampai halus dengan gunting dan pinset .

4.

Dicuci kembali dengan PBS 3-4 kali .

5.

Dipindahkan dalam botol steril dan ditambah ATV .

6.
7.
8.
9.
10.

Tripsinasi dilakukan dalam pemanas air dengan pengaduk steril selama 5-10
menit sampai cairan dalam botol terlihat keruh .
Cairan dipindah dalam botol steril dan ditambah FBS .
Organ yang belum hancur di tripsinasi ulang dan cairan yang terkumpul disaring,
di sentrifugasi .
Supernatan dibuang, diganti DMEM, diinkubasi .
Setelah 2-3 hari, biakan sel yang sudah monolayer dapat diperbanyak dengan
cara pasase .

Gambar 1. Mekanisme Kultur Jaringan


Dalam melakukan teknik kultur jaringan terdapat kelebihan dan kekurangannya,
diantaranya adalah :

1.
2.

Kelebihan Kultur Sel Hewan


Mudah dikontrol fisikokimia lingkungannya (pH, suhu, tekanan oksigen, dan CO2)
sesuai dengan keinginan .
Pengambilan kesimpulan relatif lebih mudah dengan menggunakan populasi sel
yang homogen .

3.

Kultur sel primer tetap memiliki integritas morfologi dan biokimiawi dalam jangka
waktu lama, dengan demikian memungkinkan melakukan penelitian ulang
(reproducible) dan terkontrol .
4.
Ekonomis, tidak perlu memakai banyak hewan coba .

1.
2.

Kekurangan Kultur Sel Hewan


Memerlukan keahlian, selalu menjaga aseptis, tertib dan sabar .
Gambaran histologis sudah tidak nampak .

3.

Dalam kasus kultur sel telah mengalami perubahan sifat aslinya, maka hasil
pengamatan yang diperoleh akan menyimpang .

4.

Tidak ada pengaruh sistemik dan kerjasama antar-sel yang berbeda dalam suatu
jaringan yang kemungkinan memegang peran penting dalam aktivitas fisiologis .