Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL TIMBANG TERIMA

OLEH:
SGD 5
Putu Ari Anggareni

1002105002

Asri Ardiani Saputri

1002105023

I.B. Putu Sancita Guptayana Putra

1002105027

Ni Made Indah Hermayoni

1002105039

Kadek Gunantari Ariani

1002105042

Putu Youdandari Sujata

1002105052

Ni Wayan Yuliantari

1002105059

I Gede Agus Wiryawan

1002105063

Ni Made Risma Widyastuti

1002105067

Kadek Ana Dwijayanti

1002105075

Ni Putu Ayu Jayanti

1002105089

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
2012

PROPOSAL
KEGIATAN PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA
DI RUANG MAWAR RSUP SANGLAH
A. Pendahuluan
Pengoptimalan peran dan fungsi perawat, terutama peran dan fungsi mandiri merupakan
satu upaya dalam meningkatkan profesionalisme pelayanan keperawatan. Hal ini
berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global bahwa setiap perkembangan dan
perubahan memerlukan pengelolaan secara profesional dengan memperhatikan setiap
perubahan yang terjadi. Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan dirasakan
sebagai suatu fenomena yang harus direspon oleh perawat. Respon yang ada harus
bersifat kondusif dengan belajar tentang konsep pelayanan keperawatan dan langkahlangkah konkret dalam pelaksanaannya. Langkah- langkah tersebut dapat berupa penataan
ketenagaan dan pasien, penerapan MAKP dan perbaikan dokumentasi keperawatan.
Profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dapat dicapai dengan mengoptimalkan
peran dan fungsi perawat, terutama peran dan fungsi mandiri perawat. Hal ini dapat
diwujudkan dengan baik melalui komunikasi yang efektif antar perawat, maupun dengan
tim kesehatan yang lain. Salah satu bentuk komunikasi yang harus ditingkatkan
efektifitasnya adalah saat pergantian shift, yaitu saat timbang terima klien.Timbang terima
merupakan teknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima sesuatu (informasi) yang
berkaitan dengan keadaan klien. Timbang terima klien harus dilakukan seefektif mungkin
dengan menjelaskan secara singkat jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat,
tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan/belum dan perkembangan klien saat itu.
Informasi yang disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan
dapat berjalan dengan sempurna. Timbang terima dilakukan oleh perawat primer antar
shift secara tulisan dan lisan.
Timbang terima merupakan teknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima
informasi yang berkaitan dengan keadaan klien. Timbang terima harus dilakukan seefektif
mungkin dengan menjelaskan secara singkat, jelas dan komplit tentang tindakan mandiri
perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan saat itu. Informasi yang disampaikan
harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan dengan
sempurna. Timbang terima dilakukan oleh perawat primer antar shift secara tulisan dan
lisan.

Selama ini timbang terima sudah dilakukan. Isi dan substansi timbang terima yang
dilakukan selama ini adalah identitas pasien, diagnosa medis, diagnosa keperawatan,
program terapi yang sudah dilakukan dan rencana tindakan yang akan dilakukan.
Timbang terima dilakukan secara lisan dan tertulis kemudian keliling ke semua pasien.
Timbang terima perlu terus ditingkatkan baik teknik maupun alurnya karena timbang
terima merupakan bagian penting dalam menginformasikan permasalahan klien seharihari.
Keakuratan data yang diberikan saat timbang terima sangat penting, karena dengan
timbang terima ini maka pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan akan bisa
dilaksanakan secara berkelanjutan, dan mewujudkan tanggungjawab dan tanggunggugat
dari seorang perawat. Bila timbang terima tidak dilakukan dengan baik, maka akan
muncul kerancuan dari tindakan keperawatan yang diberikan karena tidak adanya
informasi yang bisa digunakan sebagai dasar pemberian tindakan keperawatan. Hal ini
akan menurunkan kualitas pelayanan keperawatan dan menurunkan tingkat kepuasan
pasien. Kegiatan timbang terima yang telah dilakukan perlu dipertahankan dan
ditingkatkan kualitasnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka Mahasiswa PSIK Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana angkatan 2010 akan melaksanakan timbang terima pasien berdasarkan konsep
Manajemen Keperawatan di ruang Mawar RSUP Sanglah
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengkomunikasikan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan klien dengan baik,
sehingga kesinambungan informasi mengenai kondisi klien dapat dipertahankan.
2. Tujuan Khusus
a. Menyampaikan kondisi atau keadaan pasien ( data fokus)
b. Menyampaikan keluhan pasien sehingga dapat ditindak lanjuti oleh shift
berikutnya apabila pada shift sebelumnya belum teratasi.
c. Menyampaikan askep dan tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan kepada
klien
d. Menyampaikan askep dan tindakan kolaboratif yang belum dilakukan kepada
klien
e. Menyampaikan hal penting yang harus ditindak lanjuti oleh shift berikutnya.\
C. Manfaat
1. Bagi perawat
a. Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerjasama antar perawat.

b. Menjalin suatu hubungan kerjasama dan bertanggungjawab antar perawat.


c. Meningkatkan kualitas pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap klien yang
berkesinambungan.
d. Perawat dapat mengikuti perkembangan klien secara paripurna.
2. Bagi Klien
Klien dapat menyampaikan masalah secara langsung pada saat perawat melakukan
validasi data
3. Bagi Rumah Sakit
Dapat meningkatkan pelayanan keperawatan kepada klien secara komprehensif.
D. Pengorganisasian
Kepala Ruangan
PN
AN Malam
AN Pagi
Pasien
Supervisor

: Kadek Gunantari Ariani


: Ari Anggareni
: Youdandari Sujata
:Yuliantari
: Pasien di Ruang Mawar RSUP Sanglah
:Risma Widyastuti
Ayu Jayanti

E. Pelaksanaan Timbang Terima


Hari / tanggal

: Rabu, 5 Desember 2012

Pukul

: 07.00 07.30

Pelaksana

: Dari AN shift Malam ke PN dan AN shift pagi diikuti Karu

Tempat

:Nurse Station dilanjutkan di kamar pasien

Sasaran

:Semua pasien yang ada di ruang Mawar RSUP Sanglah

Metode

: Pelaporan dan tanya jawab

Media

: a. Format timbang terima


b. Status pasien
c. Lembar observasi
d. Bolpoin dan buku catatan

F. Metode
Karu memimpin proses Timbang Terima
Melakukan timbang terima antara Perawat Asociate Malam dengan Perawat Primer

Pagi
Melaporkan status keadaan klien dari AN Malam ke PP Pagi.
Diskusi, tanya jawab dan validasi data kembali.

G. Media
Materi disampaikan secara lisan.

Dokumentasi klien (status).


Buku Timbang Terima

H. Mekanisme Pelaksanaan
TAHAP
Persiapan

KEGIATAN

WAKTU

Kedua kelompok dinas sudah siap

dan berkumpul di Nurse Station


Karu mengecek kesiapan timbang

terima tiap PN
Kelompok yang akan bertugas

5 menit

TEMPAT

PELAKSAN

Nurse

A
Karu

Station

menyiapkan catatan (Work Sheet),


AN yang akan mengoperkan dan

menyiapkan buku timbang terima


Kepala ruangan membuka acara
timbang terima dilanjutkan dengan

Pelaksanaan

doa bersama.
AN shift malam

melakukan

timbang terima kepada PN shift


pagi.

Hal-hal

yang

30 menit

Nurse

PN

Station

perlu

disampaikan PP pada saat timbang


terima :
a. Identitas klien dan diagnosa
medis

termasuk

hari

rawat

keberapa atau post op hari


keberapa.
b. Masalah keperawatan

yang

muncul
c. Data fokus ( subyektif dan
obyektif
d. Tindakan

keperawatan

sudah/belum
(tindakan

yang

dilaksanakan
kolaboratif

dan

dependen).
e. Persiapan rencana umum yang
perlu dilakukan ( Persiapan
operasi,

Pemeriksaan

Bed Klien

Karu dan
semua perawat

penunjang,

konsul,

tindakan

tertentu),

disampaikan

lanjuti
PN
shift

prosedur

untuk
pagi

perlu
ditindak

melakukan

klarifikasi terhadap data yang

disampaikan
Sedapatnya

mengupayakan

penyampaian yang jelas, singkat

dan padat
Lama timbang terima setiap klien
kurang lebih 5 menit, kecuali
kondisi khusus yang memerlukan

keterangan lebih rinci.


Karu diikuti semua

perawat

keliling ke tiap klien. PN shift


Penutup

pagi melakukan validasi data.


Perawat kembali ke nurse station.

Diskusi tentang hasil validasi


Setelah proses timbang terima

5 menit

Nurse
station

Semua perawat
PN

selesai dilakukan maka PN dan


AN

menandatangani

laporan

timbang terima diketahui oleh

Karu

Karu
Karu menutup timbang terima,
Karu memberikan reward kepada
AN

shift

mengucapkan

malam
selamat

dan
bekerja

kepada PN dan AN shift Pagi


I. Evaluasi
1. Struktur
a. Persiapan sarana prasarana yang menunjang antara lain: format timbang terima,
status klien, work sheet, dan alat tulis, serta kedua kelompok shift timbang terima
telah datang
b. Kesiapan perawat terhadap perkembangan pasien
2. Proses

a. Kelancaran kegiatan
Proses timbang terima dipimpin oleh kepala ruangan dan dilaksanakan oleh
seluruh perawat yang bertugas maupun yang akan mengganti shift. AN malam
menyerahkan ke PN pagi yang akan mengganti shift. Timbang terima pertama
dilakukan di nurse station kemudian ke bed klien dan kembali lagi ke nurse
station. Isi timbang terima mencakup jumlah klien, masalah keperawatan,
intervensi yang sudah dilakukan dan yang belum dilakukan serta pesan khusus
bila ada. Setiap klien dilakukan timbang terima tidak lebih dari 5 menit saat
klarifikasi ke klien.
b. Peran serta perawat yang bertugas
3. Hasil
a. Timbang terima dapat dilaksanakan setiap pergantian shift
b. Setiap perawat dapat mengetahui perkembangan pasien
c. Komunikasi antar perawat berjalan dengan baik
d. Informasi yang disampaikan dapat diterima oleh klien dan keluarga
e. Pasien merasa nyaman dengan perawatan yang diberikan.

II. LAMPIRAN MATERI KEGIATAN PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA


1.

Pengertian
Timbang terima adalah suatu cara dalam menyampaikan dan menerima suatu laporan yang
berkaitan dengan keadaan klien. Timbang terima merupakan kegiatan yang harus
dilakukan sebelum pergantian shift. Selain laporan antar shift, dapat disampaikan juga
informasi-informasi yang berkaitan dengan rencana kegiatan yang telah atau belum
dilaksanakan.

2. Tujuan.
a. Menyampaikan kondisi atau keadaan klien secara umum.
b. Meningkatkan kemampuan komunikasi antarperawat
c. Menyampaikan hal-hal yang penting yang perlu ditindaklanjuti oleh dinas berikutnya.
d. Tersusun rencana kerja untuk dinas berikutnya.
3. Manfaat
1. Dapat menyampaikan hal-hal penting yang perlu ditindak lanjuti oleh perawat pada
shift berikutnya.
2. Dapat melakukan cross check ulang tentang hal-hal yang dilaporkan dengan keadaan
klien yang sebenarnya.
3. Klien dapat menyampaikan masalahnya secara langsung bila ada yang belum
terungkap.
4. Metode Pelaporan
a. Perawat yang bertanggung jawab terhadap pasien melaporkan langsung kepada
perawat penanggung jawab berikutnya. Cara ini memberikan kesempatan diskusi
yang maksimal untuk kelanjutan dan kejelasan rencana keperawatan.
b. Pelaksanaan timbang terima dapat juga dilakukan di ruang perawat kemudian
dilanjutkan dengan berkeliling mengunjungi klien satu persatu.
5. Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam melakukan pergantian shift atau
operan jaga, diantaranya (Nursalam, 2002):
1) Kedua kelompok shift dalam keadaan sudah siap
2) Shift yang akan menyerahkan dan mengoperkan perlu mempersiapkan hal-hal apa
yang disampaikan
3) Perawat yang bertanggung jawab menyampaikan kepada penanggung jawab shift
yang selanjutnya meliputi :
a. Kondisi atau keadaan klien secara umum
b. Tindak lanjut untuk dinas yang menerima operan
c. Rencana kerja untuk dinas yang menerima operan
4) Penyampaian operan di atas (point c) harus dilakukan secara jelas dan tidak
terburu-buru

5) Perawat penanggung jawab dan anggotanya dari kedua shift bersama-sama secara
langsung melihat keadaan klien.
6.

Prosedur Timbang Terima


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam prosedur ini meliputi :
a. Persiapan
1. Kedua kelompok sudah dalam keadaan siap.
2. Kelompok yang akan bertugas menyiapkan buku catatan.
b. Pelaksanaan
Timbang terima dilaksanakan oleh perawat primer kepada perawat primer yang
mengganti jaga pada shift berikutnya :
1. Timbang terima dilaksanakan setiap pergantian shift.
2. Di nurse station perawat berdiskusi untuk melaksanakan timbang terima dengan
mengkaji secara komprehensif yang berkaitan tentang masalah keperawatan klien,
rencana tindakan yang sudah dan belum dilaksanakan serta hal-hal penting lainnya
yang perlu dilimpahkan.
3. Hal-hal yang sifatnya khusus dan memerlukan perincian yang lengkap sebaiknya
dicatat untuk kemudian diserahterimakan kepada perawat jaga berikutnya.
4. Hal-hal yang perlu disampaikan pada saat timbang terima adalah
a. Identitas klien dan diagnosa medis.
b. Masalah keperawatan yang masih ada.
c. Data fokus (Keluhan subyektif dan obyektif).
d. Tindakan keperawatan yang sudah dan belum dilaksanakan .
e. Intervensi kolaboratif dan dependensi.
f.Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya.
5. Perawat yang melakukan timbang terima dapat melakukan klarifikasi tanya jawab
terhadap hal-hal yang ditimbang-terimakan dan berhak menanyakan mengenai halhal yang kurang jelas.
6. Penyampaian saat timbang terima secara jelas dan singkat.
7. Lama timbang terima untuk setiap pasien tidak lebih dari 5 menit kecuali pada
kondisi khusus dan memerlukan penjelasan yang lengkap dan rinci.
8. Kepala ruangan dan semua perawat keliling ke tiap klien dan melakukan validasi
data.
9. Pelaporan untuk timbang terima ditulis secara langsung pada buku laporan ruangan
oleh perawat primer.

7. Hal-hal yang perlu Diperhatikan pada saat Timbang Terima


a. Dilaksanakan tepat waktu pada saat pergantian dinas yang disepakati.
b. Dipimpin oleh penanggung jawab klien / perawat primer.
c. Diikuti oleh semua perawat yang telah dan akan dinas.
d. Adanya unsur bimbingan dan pengarahan dari penanggung jawab.
e. Informasi yang disampaikan harus akurat, singkat, sistematik dan menggambarkan
kondisi klien pada saat ini serta kerahasiaan klien.

f. Timbang terima harus berorientasi pada masalaha keperawatan yang ada pada kliwn,
dengan kata lain informasi yang diberikan berawal dari masalahnya terlebih dahulu
(setelah diketahui melalui pengkajian ), baru kemudian terhadap tindakan yang telah
dilakukan dan belum dilakukan serta perkembangan setelah dilakukan tindakan.
g. Timbang terima dilakukan didekat pasien, menggunakan volume suara yang pelan
dan tegas ( tidak berbisik ) agar klien disebelahnya tidak mendengarkan apa yang
dibicarakan untuk menjaga privacy klien, terutama mengenai hal-hal yang perlu
dirahasiakan sebaiknya tidak dibicarakan secara langsung di dekat klien.
h. Bila ada informasi yang mungkin membuat klien terkejut sebaiknya jangan
dibicarakan didekat klien tetapi diruang perawat.

ALUR TIMBANG TERIMA

Pasien
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa medis

(Didukung data)

Masalah kolaboratif

RENCANA TINDAKAN

TELAH DILAKUKAN

BELUM DILAKUKAN

PERKEMBANGAN/KEADAAN PASIEN

MASALAH
1.
2.
3.
4.

TERATASI
BELUM TERATASI
TERATASI SEBAGIAN
MUNCUL MASALAH BARU

III. FORM TIMBANG TERIMA


Nama Pasien :

Kamar

Umur

Dx. Medis

Tanggal

Asuhan Keperawatan

Overan
Shift sore

Shift Pagi

Shift Malam

Masalah Keperawatan
Data fokus (subyektif

S:

S:

S:

dan obyektif)

O:

O:

O:

A:

A:

A:

P:

P:

P:

Intervensi yang sudah


dilakukan
Intervensi yang belum
dilakukan
Hal-hal yang perlu

diperhatikan (Lab,
obat, advis medis)
Tanda Tangan PP

PP pagi:

PP sore:

PP sore:

PP

Malam:

PP Malam:
PP Pagi:

Karu:
Karu :

V. CEK LIST KEGIATAN TIMBANG TERIMA


TAHAP
Persiapan

KEGIATAN

Kedua kelompok dinas sudah siap dan

berkumpul di Nurse Station


Karu mengecek kesiapan timbang terima

tiap PN
Kelompok yang akan bertugas menyiapkan
catatan (Work Sheet), AN yang akan
mengoperkan dan menyiapkan buku timbang

Pelaksanaan

terima
Kepala ruangan membuka acara timbang

terima dilanjutkan dengan doa bersama.


AN shift malam melakukan timbang terima
kepada PN shift pagi. Hal-hal yang perlu
disampaikan PP pada saat timbang terima :
a. Identitas klien dan diagnosa medis
termasuk hari rawat keberapa atau post
op hari keberapa.

TERCAPAI
YA
TIDAK

b. Masalah keperawatan yang muncul


c. Data fokus ( subyektif dan obyektif
d. Tindakan keperawatan yang sudah/belum
dilaksanakan (tindakan kolaboratif dan
dependen).
e. Persiapan rencana umum yang perlu
dilakukan ( Persiapan operasi,
Pemeriksaan penunjang, konsul,
prosedur tindakan tertentu), perlu

disampaikan untuk ditindak lanjuti


PN shift pagi melakukan klarifikasi

terhadap data yang disampaikan


Sedapatnya mengupayakan penyampaian

yang jelas, singkat dan padat


Lama timbang terima setiap klien kurang
lebih 5 menit, kecuali kondisi khusus yang

memerlukan keterangan lebih rinci.


Karu diikuti semua perawat keliling ke tiap
klien. PN shift pagi melakukan validasi

Penutup

data.
Perawat kembali ke nurse station. Diskusi

tentang hasil validasi


Setelah proses timbang terima selesai
dilakukan maka PN dan AN
menandatangani laporan timbang terima

diketahui oleh Karu


Karu menutup timbang terima, Karu
memberikan reward kepada AN shift malam
dan mengucapkan selamat bekerja kepada
PN dan AN shift Pagi

DAFTAR PUSTAKA
Nursalam, (2012). Manajemen Keperawatan : Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Salemba Medika. Jakarta.
Gillies, (1989). Managemen Keperawatan Suatu pendekatan Sistem, Edisi Terjemahan. Alih
Bahasa Dika Sukmana dkk. Jakarta.
http://id.scribd.com/doc/92366181/MAKALAH-TIMBANG-TERIMA (diakses pada rabu, 5
Desember 2012)
http://www.scribd.com/doc/87277881/Timbang-Terima-Management ( diakses tanggal 5
desember 2012)