Anda di halaman 1dari 8

Sang Maha Indah: Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

http://uvidesi.blogspot.com/2014/02/ternyata-ipk-dan-toefl-bukan-segal

Lihat laman ini dalam bahasa: Bahasa Indonesia Terjemahkan

Lihat laman ini dalam bahasa: Bahasa Indonesia

Terjemahkan

Matikan u

Bahasa Indonesia Terjemahkan M a t i k a n u Dia akan memberi apa yang
Bahasa Indonesia Terjemahkan M a t i k a n u Dia akan memberi apa yang

Dia akan memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan

Baiti Jannati

yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan Baiti Jannati Blog Archive ► 2015 (2) ▼ 2014
yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan Baiti Jannati Blog Archive ► 2015 (2) ▼ 2014

Blog Archive

2015 (2)

2014 (41)

September

(1)

June (3)

May (2)

April (2)

March

(11)

February

(19)

Kutemukan

semua

padamu

my

zaujiy

Sebuah

perpisah

an dan

aku pasti

kembali

untuk

Friday, February 14, 2014

Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

Awalnya aku berpikir bahwa yang berhak mendapat beasiswa ke luar negeri adalah dia yang super jenius dengan nilai (IPK) tingkat dewa, yang bisa berpikir serba cepat layaknya halilintar menyambar, yang prestasinya sangat-sangat membanggakan dan bisa dibuktikan dengan berderet-deret piala yang pernah didapat sewaktu sekolah/kuliah serta piagam penghargaan yang bertumpuk-tumpuk. Karena itu yang aku lihat. Hampir semua temanku yang diberangkatkan ke luar negeri untuk menempuh jenjang pendidikan S2 atau S3 itu adalah dia yang

kriterianya aku sebutkan diatas atau beliau-beliau

yang berprofesi sebagai dosen disebuah perguruan

tinggi bergengsi di tanah air. Pernah aku tanyai ke seniorku yang mendapatkan kesempatan untuk student exchange

ke beberapa negara, dia menjawab bahwa nilainya

memang sangat istimewa, atau IPK lumayan dewa,

kemampuan bahasa inggrisnya juga so good

dibuktikan dengan nilai TOEFLnya yang nyaris sempurna. Dilain kesempatan aku tanya dosenku yang

mendapat beasiswa yang sama beliau menjawab bahwa nilainya sewaktu kuliah itu sangat oke begitu pula dengan kemampuan bahasa inggrisnya. Mendengar kenyataan itu aku sudah minder duluan, mungkinkah aku yang IPK nya biasa-biasa saja ini dan nilai TOEFL yang tergolong kurang oke ini mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar negeri? Sambil mencari-cari artikel tentang belajar keluar negeri, tak sengaja aku temukan salah satu blog yang memuat pengalaman belajar ke luar negeri. Si penulis blog menceritakan bahwa nilainya saat sebelum berangkat adalah sangat mepet hanya 3,00 dan kemampuan bahasa inggris yang tidak terlalu

Search

Translate
Translate

Pilih Bahasa

Diberdayakan oleh

terlalu Search Translate Pilih Bahasa Diberdayakan oleh Terjema 20:32:23 Total Pageviews 7 5 8 1 Twitter

Terjema

20:32:23

Total

Pageviews

7 5 8 1
7
5
8
1
Translate Pilih Bahasa Diberdayakan oleh Terjema 20:32:23 Total Pageviews 7 5 8 1 Twitter Uvi 1

Twitter Uvi

Sang Maha Indah: Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

http://uvidesi.blogspot.com/2014/02/ternyata-ipk-dan-toefl-bukan-segal

Ternyata

IPK dan

TOEFL

bukan

segalany

a!!!

Disini atau

pergi?

Grha

Sabha

Pramana

UGM:

ada

embel-e

mbel S.si

dibel

Email itu

membuat

ku sadar

: nikmat

Tuhanmu

yang

ma

Kegagalan

bukan

akhir

dari

segalany

a

Kabar baik

itu

berawal

dari

silaturah

mi

Like a

monster

which is

called

TOEFL

oh

skripsi

2012 aku

harus

lulus

Bangka :

survivek

u

berawal

dari sini

Bukan

harapan

kalau tak

jadi

nyata

universitas di Jepang dengan sponsornya adalah Pemerintah Jepang itu sendiri. Wah tertarik sekali aku ingin mencobanya, namun setelah berkali-kali mencoba untuk mengontak profesor di salah satu perguruan tinggi di jepang, tak ada satupun yang mau menggubris. Pernah aku mengontak salah satu profesor yang ada di universitas dimana temanku mendapatkan beasiswa S2 di Jepang, temanku memberitahukan bahwa temanya yang berada di Lab lain (tetangga Lab) menceritakan bahwa ada student dari Indonesia mengirim email ke profesor, temanku berfikir siapa lagi kalau bukan aku? Karena memang aku tergolong paling cerewet dan banyak bertanya

kalau masalah beasiswa ini. Mendengar berita itu aku

langsung berfikir positif, mungkin tak lama lagi

emailku akan dibalas oleh sang profesor. Aku harus

bersiap-siap jika kabar itu adalah kabar buruk, aku ditolak dan bersiap mencari profesor pengganti, atau aku harus bersiap pula untuk menerima kabar baik darinya jika memang aku diterima menjadi salah satu mahasiswi bimbingan si profesor tersebut. Namun nyatanya nihil, hari berganti minggu dan minggupun

telah berganti bulan, tidak ada kabar lanjutan dari

emailku tersebut bahkan sampai temanku itu lulus

dan melanjutkan studinya di universitas yang sama. Selama aku menunggu, selama itu pula semangatku tak pernah padam, bahkan semakin hari semakin bersemangat. Aku sangat yakin seyakin yakinya pasti akan ada lembaga beasiswa yang mau menerimaku bahkan dengan nilai TOEFL yang sangat minim, 473, aku percaya kekuatan doa dan usaha yang sungguh-sungguh. Semua itu terbukti setelah aku mendapatkan

beasiswa di negeri tirai bambu ini, nilai TOEFLku masih sama 473 dan bukan TOEFL international,

hanya TOEFL prediction yang bisa aku ikuti testnya

dengan harga hanya Rp 50 ribu. Selain itu IPK ku

juga tergolong biasa saja, hanya sekedar cukup untuk

kategori cumlaude, hanya 3,53. Padahal ada

beberapa teman yang bilang untuk belajar ke luar

negeri itu IPK nya harus minimal 3,6 TOEFL nya

minimal 550. Sehingga aku sangat-sangat tersugesti disamping itu beberapa penawaran beasiswa yang ada dikampusku selalu memberikan kriteria nilai 550 untuk international TOEFL dan 3,6 untuk IPK, sehingga aku selalu mengurungkan niatku untuk

bergabung. Namun setelah aku tanya ke teman-

t

k

s

s

i

b

sis

d

i

Chi

s

Tweets Follow Uvi Desi 27 Feb 13 Fatmawati @uvidesi Alhamdulilah winter sepertinya sudah mau kelar,
Tweets
Follow
Uvi Desi
27
Feb 13
Fatmawati
@uvidesi
Alhamdulilah winter
sepertinya sudah mau kelar,
matahari sudah mulai hangat
dan jaket sudah mulai tipis
Beasiswa
13
Jan 13
Indonesia
@BeasiswaIndo
beasiswaindo.com/tips 15:
menguasai bahasa asing,
mulailah dari kosakata &
percakapan sehari2 ~0113
Retweeted by Uvi Desi
Fatmawati
Expand
Uvi Desi
13
Jan 13
Fatmawati
@uvidesi
Ujian menghafal lagi
Fajar Aji
7 Oct 12
Nugroho
@Methekill
Dibutuhkan orang yang mau
Tweet to @uvidesi

Uvi Desi Fatmawati

orang yang mau Tweet to @uvidesi Uvi Desi Fatmawati Create Your Badge How do you feel

Create Your Badge

How do you feel about this blog? bad 0 (0%) good 0 (0%) very good
How do you
feel about this
blog?
bad
0
(0%)
good
0
(0%)
very good
0
(0%)

Jumlah suara hingga sekarang: 0 Jajak pendapat ditutup

Sang Maha Indah: Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

http://uvidesi.blogspot.com/2014/02/ternyata-ipk-dan-toefl-bukan-segal

itu indah

Xin nian

kuai le

My Passion

is

Sindrom

pengante

n baru

The next

educatio

n

journey

Bicara

tentang

mahar

Nikah itu

benar

benar

menemb

us batas

logika

January

(3)

2013 (8)

About Me

us batas logika January ► (3) ► 2013 (8) About Me Uvi Desi Fatmawati Beijing, Haidian

Uvi Desi

Fatmawati

Beijing, Haidian

Disctrict, China

a servant of Allah,a daughter,a little sister, an aunty, a student and a friend

View my

complete

profile

Follow by

Email

and a friend View my complete profile Follow by Email Government ini rata-rata IPK mereka tidak

Government ini rata-rata IPK mereka tidak lebih dari 3,3 bahkan ada yang 3,2 dan pada awal mendaftar mereka masih berstatus sebagai mahasiswa, sama sepertiku. Mereka mendaftar di tahun terakhir sebelum kelulusan, sehingga apabila mereka diterima maka setelah lulus S1 mereka bisa melanjutkan S2 secara langsung tanpa terputus. Pada dasarnya manusia itu diciptakan dengan segala kekurangan beserta kelebihanya. Sekarang

tinggal bagaimana kita memanage diri kita dan

mengoptimalkannya. Sebagai contoh, aku tidak begitu oke dalam hal per-TOEFL-an, namun aku maksimalkan nilaiku sewaktu di S1 tapi dengan tidak melebihi batas, aku masih cukup tahu diri. Kemampuan akademiku bisa tergolong menengah dan aku tidak menjangkau nilai setinggi gunung, cukup dengan nilai 3,53 ini sudah bisa menutupi kekurang- oke-an-ku dalam hal per-TOEFL-an versiku. Setiap orang punya standar dalam hal akademiknya, dimana hanya orang tersebut saja yang bisa mengukur, seberapa pantas dia mendapatkan nilai yang tinggi atau nilai yang rendah. Jika memang nilai yang didapatkan masih tergolong rendah dan dia merasa

bahwa seharusnya nilainya itu sekian dan sekian, mungkin hal itu berasal dari kurangnya doa yang dipanjatkan atau orang itu terlalu meremehkan sehingga hal yang sekiranya dianggap mudah malah sebaliknya. Mudah memang saat mengerjakan soalnya misalnya, namun nilainya diluar dugaan, mungkin karena usahanya kurang atau doanya kurang. Atau sangat sulit saat mengerjakan tapi kok malah nilainya bagus dan diluar dugaan atau bahkan diluar perkiraan yang biasa disebut hoky, hal itu kemungkinan berasal dari usaha yang sungguh-sungguh dan keikhlasan orang tersebut setelah sekuat tenaga dalam berusaha. Ingat, Allah akan melihat usaha kita dan selalu mendengar doa kita. Allah tidak pernah tidur. Jika memang nilai kemampuan bahasa kita dan nilai akademik kita masih kurang, maka kita bisa mengoptimalkan nilai keaktifan kita, misalnya aktif dalam organisasi, aktif ikut seminar bahkan aktif ikut lomba-lomba (seperti aku) walaupun belum pernah menjuarainya, janganlah minder akan hal tersebut. Menang kalah itu hanya sekedar permainan, pada dasarnya semua peserta lomba itu adalah pemenang, dia sudah bisa menang walau hanya sekedar datang dan berpartisipasi, karena masih ban ak oran -oran diluar sana an mun kin en an

Sang Maha Indah: Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

http://uvidesi.blogspot.com/2014/02/ternyata-ipk-dan-toefl-bukan-segal

Join this site

Join this site with Google Friend Connect Members (2) Already a member?

with Google Friend Connect

Members (2)

Join this site with Google Friend Connect Members (2) Already a member? Sign in manis dirumah

Already a member? Sign in

manis dirumah atau bahkan tidur nyenyak di kosan (mahasiswa banget). Bersyukurlah kita yang sudah bisa datang dalam acara itu, artinya kita sudah bisa memenangkan hawa nafsu kita untuk bermalas malasan dikamar kos dan lebih memilih untuk datang dan berpartisipasi di acara itu. Begitu pula halnya dengan mendaftar beasiswa, pada dasarnya semuanya berhak mendapatkan beasiswa, hanya waktunya yang berbeda. Mungkin dia belum bisa mendapatkan di tahun ini, siapa tahu di tahun mendatang atau di program beasiswa yang berbeda dia bisa mendapatkannya bahkan dengan nominal beasiswa yang lebih besar. Kita yang telah mencoba program beasiswa ini juga pada dasarnya adalah pemenang, karena kita sudah berhasil melawan rasa kurang percaya diri karena IPK atau TOEFL kita yang kurang oke. Ini juga berkaitan dengan bagaimana kita mengoptimalkan dan mengetahui keunggulan- kaunggulan diri kita masing-masing. Dan orang yang bisa mengukurnya hanya diri kita masing-masing. Mungkin sesekali kita bisa meminta pendapat teman atau guru kita disekolah dalam mengukur potensi sekaligus kekurangan dalam diri kita. Dan satu lagi, Allah tidak pernah tidur dan tidak pernah lelah untuk mengawasi hambanya. Allah selalu siap siaga memantau hamba-hambanya. Allah maha tahu, bahkan untuk sesuatu yang disembunyikan dalam diri kita, Allah lebih dekat daripada urat nadi kita ! Kalau pengalamanku di program beasiswa dari Chinese Government ini, nilai kemampuan bahasa tidak menjadi dominan, karena program ini disediakan dalam dua ketegori pada umumnya, yaitu peserta yang berminat dengan bahasa pengantar bahasa inggris yang tentunya harus menyertakan sertifikat TOEFL, dan peserta yang berminat dengan bahasa pengantar bahasa mandarin yang harus menyertakan sertifikat HSK. Namun itu juga tidak terlalu saklek, jika memang peserta belum memenuhi syarat bahasa dari kedua bahasa yang ditawarkan tersebut, ada alternatif lain yaitu kursus bahasa selama 1 tahun yang akan diberikan secara gratis bagi yang berminat. Ada salah seorang temanku dari Vietnam, dia merupakan penerima beasiswa dari CSC untuk tahun 2011, namun dia ikut masuk ke S2 bersama-sama ku di tahun 2012 karena awal dia sampai disini belum bisa bahasa inggris dan bahasa mandarin an ter olon biasa saja an

Sang Maha Indah: Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

http://uvidesi.blogspot.com/2014/02/ternyata-ipk-dan-toefl-bukan-segal

saat itu, sehingga dia mendaftar program kursus bahasa mandarin selama 1 tahun. Baru di tahun 2012 setelah dia selesai pada program kursus bahasa mandarin itu, dia masuk ke kelas S2 bersamaku, namun dalam kelas dan jurusan yang berbeda. Karena kelasku adalah kelas internasional dengan bahasa pengantar bahasa inggris, sedangkan temanku itu kelas internasional dengan bahasa pengantar bahasa mandarin. Namun kebijakan pengadaan kelas untuk mahasiswa asing juga tergantung dari masing-masing universitas. Kita harus mencari tahu terlebih dahulu tentang seluk beluk bahasa pengantar yang diberikan pihak universitas, jangan sampai kita salah langkah dikira ada kelas bahasa inggris, eh malah adanya bahasa mandarin, kalau kita ready mungkin tidak jadi masalah, ready dalam artian siap belajar 1 tahun untuk program bahasa, namun jika tidak kan bisa jadi bahaya. Tetapi pada umumnya kita akan ditanya dulu kok bahasa pengantar apa yang kita inginkan. So, jangan takut untuk mencoba. Jika memang tidak ada kelas bahasa inggris yang available di universitas tersebut, kan masih ada banyak universitas dari 31 provinsi tersebar di China yang bekerjasama dengan CSC.

Walaupun bahasa pengantar dikelasku menggunakan 100 % bahasa inggris, bukan berarti aku tak harus tahu bahasa mandarin. Tentu saja aku harus belajar walau sedikit. Setiap mahasiswa internasional di sini akan mendapatkan kelas bahasa mandarin yang lama dan jenis kelasnya disesuaikan dengan kebijakan masing-masing kampus. Untuk kampusku sendiri, Beihang University, memberikan 1 tahun program bahasa mandarin gratis dan ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa asing sepertiku. Sehingga litle by litle aku tahu dan bisa memahami penggunaan kata dari bahasa mandarin ini. Terus terang aku tak pernah mengambil kursus bahasa mandarin dan sejenisnya selama aku di Indonesia. Mendengar percakapan dalam bahasa mandarin saja bisa dihitung dengan jari. Namun setelah aku disini, Alhamdulilah aku bisa sedikit berbicara dan menangkap pembicaraan para native. Jadi sekali lagi aku ingatkan pada teman-teman yang benar-benar ingin mendapatkan beasiswa, jangan pernah menyerah dan berputus asa, semua pasti ada jalanya, optimalkan diri kalian, kenalilah kelemahan dan keunggulan dalam diri kalian dan berfikir ba aimana cara men atasi kekuran an

Sang Maha Indah: Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

http://uvidesi.blogspot.com/2014/02/ternyata-ipk-dan-toefl-bukan-segal

sehingga menjadi sebuah kelebihan. Karena pada

dasarnya manusia itu diciptakan dengan kelemahan dan kelebihanya. Okky setiana dewi mengatakan dalam bukunya, bermimpilah sekalipun itu mimpi untuk memeluk

bulan

sekarang aku telah memeluk bulan itu. Si

kerdil yang nilai TOEFL nya masih dibawah standar

bisa ke luar negeri dengan segala susah payahnya

dan

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah (Q.S An-Nissa ayat 28)

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Q.S Al Anfaal ayat 46)

Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia mohon pertolongan kepada Tuhannya dengan kembali taat kepadaNya, tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalanNya (Q.S Az-Zumar ayat 8)

menyesatkan (manusia) dari jalanNya (Q.S Az-Zumar ayat 8) ### Posted by Uvi Desi Fatmawati at 2:59

###

Posted by Uvi Desi Fatmawati at 2:59 AM

ayat 8) ### Posted by Uvi Desi Fatmawati at 2:59 AM Recommend this on Google 6

Recommend this on Google

6 comments:

Sang Maha Indah: Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

http://uvidesi.blogspot.com/2014/02/ternyata-ipk-dan-toefl-bukan-segal

Ade Kurniawan September 20, 2014 at 8:10 AM September 20, 2014 at 8:10 AM

Luar biasa

terimakasih

mbak atas inspirasinya

mohon doanya saya sedang persiapan untuk fight melawan kerasnya persaingan mendapatkan beasiswa di luar negeri

Reply

Teuku Fahmi Rinaldhi October 8, 2014 at 12:51 AM October 8, 2014 at 12:51 AM

Hebat (Y) terima kasih mbak atas postingannya, sangat memotivasi mohon do'anya mbak supaya saya mendapatkan

besiswa ke luar negri juga

Reply

amin :)

Lina Setia November 20, 2014 at 12:12 AM

super sekali mohon do'anya mbk supaya bisa menyusul seperti mbak, amin :)juga Reply amin :) Lina Setia November 20, 2014 at 12:12 AM Reply mahiarrahman ghb January

Reply

mahiarrahman ghb January 19, 2015 at 12:57 PM January 19, 2015 at 12:57 PM

Alhamdulillah, makasih mbak. A good motivational post membuat sy semakin yakin dan semangat. Semoga sy bisa nyusul amin :)

Reply

Karina Widha Wardhani January 23, 2015 at 1:04 AM January 23, 2015 at 1:04 AM

pengen banget bisa sekolah di luar, makasih ya mbak,, :) kekuranganku masih banyak,, tapi aku akan tetap berusaha,,

Reply

Thiza Herind Valensia February 11, 2015 at 10:09 PM February 11, 2015 at 10:09 PM

Bismillah Moga2 impianku bisa kesampaian juga sekolah di luar negeri Makasih mbak udah mau berbagi ceritanya =)

Reply

Sang Maha Indah: Ternyata IPK dan TOEFL bukan segalanya!!!

http://uvidesi.blogspot.com/2014/02/ternyata-ipk-dan-toefl-bukan-segal

Comment as: Publish

Comment as:

Comment as: Publish
Publish
Publish
Comment as: Publish

Newer Post

Home

Subscribe to: Post Comments (Atom)

Share It

Share this on FacebookNewer Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Share It Tweet this View stats Older Post

Tweet thisto: Post Comments (Atom) Share It Share this on Facebook View stats Older Post (NEW) Appointment

View stats

Older Post

(NEW) Appointment gadget >>It Share this on Facebook Tweet this View stats Older Post uvidesifatmawati. Watermark template. Powered by

uvidesifatmawati. Watermark template. Powered by Blogger.