Anda di halaman 1dari 16

SURVEILANS DAN

PENYELIDIKAN KLB/WABAH

A. ZULKIFLI ABDULLAH

KLB
Timbulnya suatu kejadian
kesakitan/kematian & atau
meningkatnya suatu kejadian
kesakitan/kematian penduduk dalam
kurun waktu tertentu, termasuk
kejadian kesakitan/kematian yg terjadi
oleh penyakit menular maupun tidak
menular & kejadian bencana alam yg
disertai wabah penyakit.

Suatu kejadian dpt disebut KLB bila memenuhi 1 ketentuan


seperti berikut:
1. Kesakitan/kematian suatu penyakit di suatu daerah
menunjukkan kenaikan 3 selama 3 kurun waktu berturutturut.
2. Jumlah penderita baru dlm satu bulan dr suatu penyakit
menunjukkan kenaikan 2. Bila dibandingkan dgn angka ratarata perbulan pd tahun sebelumnya dr penyakit menular yg
sama di daerah tsb.
3. CFR dr suatu penyakit tertentu dlm 1 bulan di suatu daerah
menunjukkan kenaikan 50%, bila dibandingkan dgn CFR
penyakit yg sama dlm bulan yg lalu di daerah tsb.
4. Setiap peningkatan jumlah penderita penyakit tsb di atas, di
suatu daerah endemis yg sesuai dgn ketentuanketentuan di
atas.
5. Terdapatnya 1 penderita/kematian krn penyakit di suatu
daerah yg telah bebas dr penyakit tsb, paling sedikit bebas
selama 4 minggu berturut-turut.
6. Apabila kesakitan/kematian oleh keracunan yg timbul di suatu
kelompok penduduk.
7. Apabila di daerah tsb terdpt penyakit yg sebeumnya tidak
ada/dikenal.

KLASIFIKASI KLB
A.

Berdasarkan Penyebabnya
1. Toxin
Entero toxin; yg dihasilkan oleh Sthaphylococcus
aureus, Vibrio kholera, Esherichia & Shigella.
Exo toxin (bakteri); yg dihasilkan oleh Clostridium
Botulinum, Clostridium Perferingens
Endo toxin

2. Infeksi: Virus, Bakteri, Protozoa dan Cacing.


3. Toxin Biologis: Racun jamur, aflatoxin, plankton,
racun ikan, racun tumbuh-tumbuhan, dsb.
4. Toxin Kimia: Zat kimia organik; logam berat (mis:
air raksa, timah), cyanida dan logam logam
lain, dll.

B. Menurut Sumbernya
1. Manusia: Jalan nafas, tangan, tinja, hub. seks, dll.
Misalnya Salmonella, Strepto, protozoa, virus.
2. Kegiatan manusia: Misailnya Toxin biologis, kimia
pd pembuatan tempe, penyemprotan,
pencemaran lingkungan, penangkapan ikan dgn
racun, jarum suntik yg tdk steril.
3. Binatang: Piaraan, ikan (keracunan), Misalnya:
Leptospira, salmonella, cacing-cacing parasit
lainnya.
4. Serangga.
5. Udara: Bakteri, Virus, & Pencemaran udara.
6. Permukaan benda-benda/alat-alat: salmonella.
7. Air: Vibrio Cholera.
8. Makanan: Singkong, jamur, kalengan.

PETUNJUK PENGAMATAN
1.

Pencatatan (pengumpulan data) di Tingkat


Puskesmas
a) Sumber Data

Pasien Puskesmas (register rawat jalan)


Buku catatan lain
Laporan Kewaspadaan
Laporan dari masyarakat

b) Sarana Pencatatan

Formulir W1, untuk laporan 24 jam


Formulir W2, untu laporan mingguan
Formulir SP2TP
Pengolahan data sesuai PWS.

2.

Pencatatan di Tingkat Dati II


a) Sumber Data

Laporan mingguan Puskesmas


Laporan migguan RS pemerintah/swasta
Laporan W1
Laporan Kewaspadaan
Catatan lain.

b) Sarana Pencatatan
Catatan penderita/kematian penyakit
mingguan/bulanan per Puskesmas
Catatan ini merupakan sumber Laporan W1 &
Laporan Bulanan
PWS (hasil pengolahan data W2)

3.

Pencatatan di Tingkat I
a)

Sumber Data
Laporan bulanan kabupaten
Laporan W1 kabupaten
Catatan lain

b)

Sarana Pencatatan
Catatan P2M penyakit bulanan per
Kabupaten/Kodya.
Catatan ini meupakan sumber Laporan Bulanan.

4.

Pemantauan (Pengolahan, Analisa/Interpretasi)


a)
b)

Pengolahan data PWS


Pola Maximal-Minimal
Pada umumnya ditentukan berdasarkan data periode 5
tahun sebelumnya. Jumlah penderita perbulan pd periode
skrg dibandingkan dgn jumlah maximal bulan yg sama
pd periode 5 tahun sebelumnya. Misalnya: Periode maxmin 1985 s/d 1989 dr penyakit X terlihat pd tahun 1990
terjadi KLB penyakit X kira-kira periode Juni s/d Agustus.

Tiga faktor yg harus diperhatikan:


1. Faktor Tempat
letak kasus-kasus di gambarkan dlm suatu peta (Spot Map)
dgn meneliti penyebaran kasus-kasus yg dihubungkan dgn:

Kemungkinan sumber infeksi


Keadaan lingkungan biologis, fisik & sosek
Cuaca
Ekologi tumbuhan/hewan/vektor
Adat kebiasaan
Sifat kimia dr sumber air minum, dsb.

Membantu menentukan sebab & cara terjadinya KLB serta


penyebarannya.

2.

Faktor Waktu
jumlah peningkatan/penurunan (frekuensi) kasus
yg dihubungkan dgn faktor waktu & masa
tunasnya akan merupakan suatu garis grafik
(curve) yg dpt membantu dlm analisa &
interpretasi KLB.

3.

Faktor Orang
Faktor orang yg terdiri dr: umur, sex, suku
bangsa, adat istiadat/kebiasaan, pekerjaan,
agama/kepercayaan, sosek.

Harus digambarkan dlm penjelasan KLB

1.

Prop Jumlah Penduduk


Kab. Jumlah Penduduk
Kec. Jumlah Penduduk
Desa Jumlah Penduduk
Kampung Jumlah Penduduk

2.

Daftar tiap-tiap kasus ttg: Nama, Alamat, Jenis Kelamin,


Onset Kejadian Keluhan, & Keterangan Lain, sprt: Status
Imunisasi bagi kasus KLB PD3I, hrs dicantumkan serta
tanggal&jam penyelidikan.

3.

Jumlah

-Populasi KLB
-Yang Sakit
-Yang Dirawat
-Yang Meninggal

4.

Penderita/Kematian Menurut Sex & Gol. Umur


Umur

Penderita

Kematian

CFR

<1 Tahun

1-4 Tahun

5-14 Tahun

>15 Tahun

5.

Jumlah Penderita Orang

No

Keluhan

Jumlah Penderita

Mual

Muntah

Diare

Panas

Kejang

Bercak Merah di
Kulit

Shok

Pingsan

Lain-lain (sebutkan)

6.

Status Imunisasi
Umur

penderita

Status Imunisasi*)
L

TL

TV

>1 Tahun
1-4 Tahun
5-14
Tahun
15
Tahun
Total
Ket: *) = Imunisasi penyakit yg sedang KLB
L = Lengkap
TL = Tidak Lengkap
TV = Tidak Vaksinasi
TD = Tidak Diketahui

TD

7.

Masa Tunas
Jenis
Makana
n

Lamanya Masa
Tunas
Jam

Hari

Lamanya Masa
Sakit
Jam

Jam