Anda di halaman 1dari 72

CURRICULUM

VITAE

Nama
Lahir
Status
Alamat
Telephon/fax

: Rokiah Kusumapradja
: Sumedang, 9 Pebruari 1952
: Menikah, 2 anak , 3 cucu
: Jl. Balap Sepeda IV/ 103 Rawamangun Jkt Timur
: 021 489 8411; 0913 196 45 666;
e mail : rorojkt4 @ yahoo.com
Pendidikan
:
S3 Bidang Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, 2003
S2 Master of Hospital Administration, University of The Philippine, Manila, 1991
S 1 FKM UI , Jakarta, 1985
AKPER Bandung, 1974

Pekerjaan/Jabatan:

Wakil Rektor Bidang Akademik ,Universitas Esa Unggul Jakarta


Ketua Komite Perencanaan dan Pengembangan RSUP Persahabatan Jakarta
Wakil Ketua Pusat Kesehatan Respirasi Nsional RSUP Persahabatan Jakarta
Sekretaris KKP-RS (Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit)-PERSI 05- sekarang dan
Kepala
Departemen Diklat Institute Manajemen Rumah sakit PERSI 2003- sekarang
Ketua Kompartemen Keperawatan Pengurus PERSI Pusat 95- sekarang
KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) Dep Kes RI : Surveior /
Pembimbing Akreditasi Senior , 1995- sekarang
Ketua Kompartemen Tenaga Kes. Lain Pengurus ARSPI Pusat 98-07/ 08-2011
Pengurus Pusat PPNI 1989 - 2006

Lain-lain :

Ketua Jurusan Manajemen Informasi Kesehatan Fak. Ilmu Kes. Univ IEU

1992- sekarang

Dosen Luar Biasa Program S2 KARS- FKM UI 1996 - sekarang


Dosen Luar Biasa Program S2 dan S3 Universitas Negeri Jakarta , 2003 - sekarang

Dosen Luar Biasa Program S2 UNiversitas Respati Indonesia dan STIK St Carolus,

SISTEM PENELUSURAN
SURVEY AKREDITASI
RUMAH SAKIT VERSI
2012 DALAM
PENGELOLAAN NYERI

TOPIK BAHASAN
UU NO. 44 TH 2009 TENTANG RS
MANFAAT AKREDITASI
PERUBAHAN PARADIGMA DALAM

PELAYANAN KESEHATAN PATIENTCENTERED CARE


AKREDITASI BARU 2012 VS AKREDITASI 2007
METODE AKREDITASI 2012 (TELUSUR)
PENGELOLAAN NYERI
KESIMPULAN

AKREDITASI DALAM UU NO. 44


RS

PASAL 40
1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan
Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara
berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali
2) Akreditasi Rumah Sakit sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan oleh suatu lembaga
independen baik dari dalam maupun dari luar
negeri berdasarkan standar akreditasi yang
berlaku.
3) Lembaga independen sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) ditetapkan oleh Menteri.

MANFAAT AKREDITASI
PROSES AKREDITASI DIRANCANG UNTUK MENCIPTAKAN
BUDAYA KESELAMATAN DAN BUDAYA KUALITAS DI RS
Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RS

Menyediakan lingkungan kerja yang lebih aman dan

efisien bagi karyawannya


Sebagai modal negosiasi dengan pihak asuransi
kesehatan/Payer
Lebih mendengarkan/ Menghormati hak- hak pasien
dan keluarga serta melibatkan mereka sebagai
partner/mitra dalam proses pelayanan
Membangun learning culture dari laporan-laporan
Insiden Keselamatan Pasien untuk perbaikan sistem

Standar Akreditasi
Nasional
VERSI 2012

PERUBAHAN PARADIGMA
STANDAR AKREDITASI BARU
1. Tujuan akreditasi adalah peningkatan

mutu pelayanan RS bukan sematamata sertifikat kelulusan


2. Standar akreditasi harus memenuhi
kriteria kriteria internasional dan bersifat
dinamis
3. Pelayanan berfokus pada pasien
4. Keselamatan Pasien menjadi standar
utama

Lanjutan..

5. Kesinambungan pelayanan

harus dilakukan , baik saat merujuk


keluar maupun serah terima pasien di
dalam RS ( antar unit, antar shift, antar
petugas)
6. Hasil survey merupakan upaya
pencapaian RS terhadap skoring yang
ditentukan berupa level pencapaian
PRATAMA, MADYA, UTAMA,
PARIPURNA

PARADIGMA BARU PELAYANAN


KESEHATAN

Patient-centered care sebagai asuhan yang

menghormati dan responsif terhadap pilihan,


kebutuhan dan nilai-nilai pribadi pasien. Serta
memastikan bahwa nilai-nilai pasien menjadi panduan
bagi semua keputusan klinis

Standar Akreditasi RS
pada badan
Internasional
Patient
Centered Care

Fokus Pasien
Quality & Safety
of Patient Care

NB. Mulai digunakan juga istilah :


Patient Family Centered Care

WHAT IS PATIENT-CENTERED CARE?


1. Setiap pasien adalah manusia yg unik, dgn
berbagai kebutuhan yg berbeda
2. Pasien adalah mitra dan mempunyai
pengetahuan serta keahlian yg penting bagi
asuhan mereka
3. Keluarga dan teman pasien juga merupakan
mitra
4. Akses thd informasi kes. yg bisa dimengerti
adalah penting dlm memberdayakan pasien utk
berpartisipadi dlm asuhan mereka.
5. Kesempatan utk membuat keputusan adalah
penting bagi keadaan sehat pasien
11

lanjutan
6. Setiap anggota staf adalah pemberi layanan, yg

perannya memenuhi kebutuhan setiap


pasien, dan anggota staf dapat memenuhi
kebutuhan tsb secara lebih efektif bila RS
mendukung mereka dlm mencapai aspirasi
profesional, maupun tujuan pibadi mereka yg
tertinggi.
7. Patient-centered care adalah inti dari sistem
Yan. Kes. yg bermutu tinggi dan suatu dasar
yang penting bagi pelayanan yg aman, efektif,
efisien, tepat waktu, dan equitable.

Pada Model tradisional

dalam yan kes, dokter


merupakan unit sentral/
pusat dalam model yan. Kes.
Pedekatan yg lebih modern dlm
yan. Kes. sekarang, diterapkan
dgn cepat di banyak RS di
seluruh dunia, model tim
interdisiplin :
model ini telah menggeser
semua PPK menjadi disekitar
pasien berfokus pada PCC
Sbg tambahan, semua profesi

sama pentingnya bila tiba pada


kontribusi setiap profesional
yan kes thd pasien & tim

13

Patient centered care


View patients as multi-dimensional

body
connection

mind

spirit

14

Kerangka kerja mencapai kualitas


SEMUA PROFESSIONAL KESEHATAN HARUS
DIDIDIK UNTUK MEMBERIKAN
LAYANAN BERFOKUS PASIEN
SEBAGAI ANGGOTA DARI TIM
INTERDISIPLIN,
MENGUTAMAKAN PRAKTIK BERBASIS BUKTI,
PENDEKATAN PENINGKATAN KUALITAS,
DAN PENDOKUMENTASIAN/ INFORMATIKA.

15

Kualitas dan
Keselamatan pasien

16

The

Equip

( the ACHS Standards )

Framework

CONTINUUM OF CARE

1.Access
2.Entry
3.Assessment
4.Care planning
6.Evaluation
5.Implementation
of Care

( 8 Phases of an Episode of Care )

8.Community

7.Separation

Leadership&
safe Practice
Management
& Environment
Human
Resource
Management

Management

Information
management

IMPROVING PERFORMANCE FUNCTION

Akreditasi Sebagai Upaya Peningkatan


Mutu Berkesinambungan
AKREDITASI

AKREDITASI

TAHUN 1

Akreditasi Sebagai Upaya Peningkatan


Mutu Berkesinambungan
Pendampingan

AKREDITASI
Pendampingan

Pendampingan

AKREDITASI

Pendampingan

AKREDITASI 1
TAHUN

Standar Akreditasi
Rumah Sakit Baru versi
2012
Elemen
Standar

Kelompok
I
Kelompok
II
Kelompok
III
Kelompok
IV

161

Penilaian
436

153

569

24

19
20

Standar Akreditasi Rumah Sakit yang


Baru
I. Kelompok Standar Pelayanan
Berfokus pada Pasien
Bab 1. Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)

Bab 2.
Bab 3.
Bab 4.
Bab 5.
Bab 6.
Bab 7.

Hak Pasien dan Keluarga (HPK)


Asesmen Pasien (AP)
Pelayanan Pasien (PP)
Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO)
Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)

II. Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit


Bab 1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)

Bab 2.
Bab 3.
Bab 4.
Bab 5.
Bab 6.

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)


Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Pengarahan (TKP)
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS)
Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)

21

Standar Akreditasi Rumah Sakit Baru


( lanjutan)

III. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit

Sasaran I : Ketepatan identifikasi pasien


Sasaran II : Peningkatan komunikasi yang efektif
Sasaran III : Peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadai (high- Alert)
Sasaran lV : Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepatpasien Operasi
Sasaran V : Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kes.
Sasaran VI : Pengurangan risiko pasien jatuh
IV. Sasaran Milenium Development Goals
Sasaran I : Penurunan Angka Kematian Bayi dan Peningkatan Kes.Ibu
Sasaran II : Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS
Sasaran III : Penurunan Angka Kesakitan TB
22

PROCCESS
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE :
1. Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan (MFK) ,
2. Tata Kelola,
Kepemimpinan,
dan Pengarahan (TKP ,
3. Kualifikasi dan
Pendidikan
Staf (KPS) ,
4. Manajemen Komunikasi
dan Informasi (MKI) .
5. Peningkatan Mutu dan
Keselamatan Pasien
(PMKP)

PROCCESS GOOD
CLINICAL GOVERNANCE :
1. Sasaran Kes. Pasien(SKP)
2. Akses ke Pelayanan dan
Kontinuitas Pelayanan (APK)
3. Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi (PPI)
4. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
5. Asesmen Pasien (AP)
6. Pelayanan Pasien (PP)
7. Pelayanan Anestesi dan Bedah
(PAB)
8. Manajemen dan Penggunaan
Obat (MPO)
9. Pendidikan Pasien dan Keluarga
(PPK)
10. Sasaran MDGs

Versi

BEDA STANDAR AKREDITASI VERSI


2007 DAN STANDAR AKREDITASI
VERSI Versi
20122012
2007

Berfokus pada provider


focus pada input dan
dokumen
Lemah implementasi
kurang melibatkan
petugas

Berfokus Pada Pasien


Focus utama Pada
Proses , Output Dan
Outcome
Kuat Pada Implementasi
Melibatkan Seluruh
Petugas
Kesinambungan
Pelayanan ( continuum of
care )

Format Akreditasi Baru


(contoh)
BAB I
AKSES KE PELAYANAN DAN
KONTINUITAS PELAYANAN
GAMBARAN UMUM :
STANDAR :
MAKSUD DAN TUJUAN :
ELEMEN PENILAIAN :

PENILAIAN
ELEMEN PENILAIAN = SKOR

O/5/ 10
STANDAR = NILAI DALAM PERSEN
BAB = NILAI DALAM PERSEN
GROUP =NILAI DALAM PERSEN

PEDOMAN PENILAIAN
Setiap elemen penilaian (EP) dari sebuah
standar diberi skor
1.
2.
3.
4.

TERCAPAI PENUH (TP)


TERCAPAI SEBAGIAN (TS)
TIDAK TERCAPAI (TT)
TIDAK DAPAT DITERAPKAN (TDD)

Tujuan dari dokumen ini agar tercapai konsistensi


pada waktu memberi nilai keseluruhan dan skor dari
masing ELEMEN penilaian

* Nilai adalah persentase pencapaian DALAM


STANDAR , BAB , GROUP = DALAM PERSEN (%)
** Skor adalah angka nominal pencapaian pada tiap
ELEMEN PENILAIAN ( 10, 5, 0)

Skor Tercapai Penuh (TP)


NILAI 10

Sebuah standar dinilai tercapai penuh apabila

jawabannya ya atau selalu dari persyaratan


yang diminta di Elemen Penilaian.
Dengan ketentuan sbb:
Temuan tunggal negatif tidak menghalangi nilai

tercapai penuh dari minimal 4 telusur pasien

Jika 90% atau lebih dari temuan atau yang

dicatat dalam wawancara, observasi dan dokumen


(misalnya, 9 dari 10) dipenuhi
Catatan balik (track record) tercapai penuh adalah
sebagai berikut :

Untuk survei awal :selama 4 bulan ke


belakang
Survei lanjutan: Selama 12 bulan kebelakang

Skor Tercapai Sebagian (TS) Nilai 5


Sebuah standar dinilai tercapai sebagian apabila jawabannya

tidak selalu atau kadang-kadang dari persyaratan yang


diminta di EP.
Dengan ketentuan sebagai berikut :

Jika 50% sampai 89 % (misalnya , 5 sampai 8 dari 10) dari


temuan atau yang dicatat dalam wawancara, observasi dan dokumen
Bukti dipenuhinya persyaratan hanya dapat ditemukan di sebagian
daerah/unit kerja dimana persyaratan harus ada
Kebijakan/proses ditetapkan dan dilaksanakan tetapi tidak memuat
catatan yang dibutuhkan untuk persyaratan tercapai penuh
kebijakan/proses ditetapkan dan dilaksanakan

akan tetapi tidak

dapat dipertahankan
Catatan balik (track record) tercapai sebagian adalah sbb ;

1 sampai 3 bulan kebelakang dipenuhinya EP dari survei


awal
5 sampai 11 bulan kebelakang dipenuhinya EP dari survei lanjutan

Skor Tidak Tercapai (TT)


Nilai 0
Sebuah EP dinilai tidak tercapai jika jawabannya adalah

jarang atau tidak pernah dari persyaratan dari EP.

Dengan ketentuan sebagai berikut :

Dengan ketentuan sebagai berikut :

Jika < /= 49% dari temuan atau yang dicatat dalam


wawancara, observasi dan dokumen
Bukti dipenuhinya persyaratan tidak dapat
ditemukan di daerah/unit kerja dimana persyaratan
harus ada
Kebijakan/proses ditetapkan tetapi tidak dilaksanakan
Catatan balik (track record) tercapai sebagian adalah
sbb ;
Kurang atau= 1 bulan kebelakang dipenuhinya EP
dari survei awal
Kurang dari 5 bulan kebelakang dipenuhinya EP
dari 3 tahun survei lanjutan

Skor Tidak Dapat Diterapkan (TDD)


Sebuah EP dinilai tidak dapat

diterapkan jika persyaratan


dari EP tidak dapat diterapkan
di RS (contohnya, RS tidak
melakukan riset, tidak ada
donasi organ, tak melakukan
pelayanan HIV/AID)

URUTAN BAB DALAM PENETAPAN


Sasaran
keselamatan pasien rumah sakit (SKP)
KELULUSAN

1.
2. Hak pasien dan keluarga (HPK)
3. Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)
4. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien

(PMKP)
5. Millenium Development Goals (MDGs)
6. Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
7. Asesmen Pasien (AP)
8. Pelayanan Pasien (PP)
9. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
10.Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
11.Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12.Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
13.Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14.Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15.Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)

Pembagian GROUP

Group Mayor
Group Minor

Dasar
1. Sasaran keselamatan pasien rumah

sakit
2. Hak pasien dan keluarga (HPK)
3. Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)
4. Peningkatan mutu dan keselamatan
pasien (PMKP)
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Millenium Development Goals (MDGs)


Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
Asesmen Pasien (AP)
Pelayanan Pasien (PP)
Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan

Mayor

Minor

Madya
1.

Sasaran keselamatan pasien rumah sakit

2.

Hak pasien dan keluarga (HPK)

3.

Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)

4.

Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP)

5.

Millenium Development Goals (MDGs)

6.

Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)

7.

Asesmen Pasien (AP)

8.

Pelayanan Pasien (PP)

9. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)


10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
11. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan

Mayor

Minor

UTAMA
1.

Sasaran keselamatan pasien rumah sakit (SKP)

2.

Hak pasien dan keluarga (HPK)

3.

Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)

4.

Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP)

5.

Millenium Development Goals (MDGs)

6.

Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)

7.

Asesmen Pasien (AP)

8.

Pelayanan Pasien (PP)

9.

Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)

Mayor

10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)


11. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)

13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)


14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)

Minor

Paripurna
1.

Sasaran keselamatan pasien rumah sakit (SKP)

2.

Hak pasien dan keluarga (HPK)

3.

Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)

4.

Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP)

5.

Millenium Development Goals (MDGs)

6.

Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)

7.

Asesmen Pasien (AP)

8.

Pelayanan Pasien (PP)

9.

Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)

10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)


11. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)

Mayor

Hasil Penilaian Survei


Akreditasi Baru

Model Penilaian
Proses akreditasi : mencari bukti bukti
terhadap penerapan dan pengembangan
standar mutu pelayanan dan keselamatan
pasien Metode Telusur
IMPLEMENTASI STANDAR BARU

DIBUTUHKAN PERUBAHAN PERILAKU


PELAYANAN BARU YANG SESUAI DENGAN
STANDAR BARU
PERUBAHAN PERILAKU DAPAT

DILAKSANAKAN DENGAN LEBIH CEPAT


KALAU DILAKSANAKAN DENGAN
KOMITMEN SEMUA PIHAK DAN KERJASAMA

Tracer Methodology
Metode evaluasi untuk

memeriksa kinerja rumah sakit


secara efektif yang tercermin
dalam pengalaman pasien saat
dirawat di rumah sakit

METODE TELUSUR (TRACER


STUDY)
2 TIPE METODE TELUSUR
1. Telusur Pasien: mengikuti alur

pengobatan ( treatment path ) dari


individu pasien di dalam RS
2. Telusur Sistem : mengikuti suatu
proses ( process ) di RS dari mulai
sampai akhir.
1) Sistem Manajemen Obat
2) Sistem Manajemen
Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi
3) Sistem Manajemen Data

Apa yang dimaksud dengan


telusur ( Tracer)?
Metode asesmen kunci JCI
telusur / Tracer suatu penelusuran

pasien secara riil pada alur pelayanan


pasien selama dirawat di RS dengan
menggunakan catatan medis sebagai
petunjuk ( guide )
Sepanjang proses pelayanan pasien , JCI
mengobservasi dan mengases
kepatuhan terhadap standar
Memberi kesemapatan untuk memahami
kinerja RS dari perspektif pasien.

Tracer akan memeriksa sistem dan

proses yang berjalan di rumah sakit


dengan cara:
Mengikuti perjalanan perawatan
seorang pasien di rumah sakit.
Mengikuti seluruh prosesnya dari
awal hingga akhir.
Merupakan bagian dari program
peningkatan mutu pelayanan.

Mengapa Dilakukan
TelusuryangTracers?
Organisasi
kompleks (

seperti
ditemukan pada pelayanan kesehatan)
terdapat berbagai jenis sistem dan
subsistem

Telusur (Tracers) adalah suatu cara yang

sangat efektif untuk melakukan studi


pada sistem yang kompleks.

Jika kita dapat mengidentifikasi

suatu
pelayanan yang kurang baik atau error ,
kita akan memahami bagaimana
melakukan perbaikan terhadap error yang
menyebabkan pasien cidera .

Unsur-unsur dalam tracer


Mereview rekam medis pasien bersama dengan
:
staf-staf
yang bertanggung jawab pada
perawatan pasien, pengobatan serta layanan
yang diberikan.
Observasi langsung untuk perawatan pasien
Observasi proses pengobatan
Observasi pencegahan infeksi dan pengendalian
Observasi proses perencanaan perawatan.
Diskusi menggunakan data rumah sakit.
Langkah2 peningkatan kualitas yang sudah
dilakukan, Informasi / data yang sudah dipelajari,
Perbaikan menggunakan data yang ada , serta
penyebaran datanya

Observasi dampak lingkungan pada area

keamanan / keselamatan serta peran staf


dalam meminimalkan risiko lingkungan.
Observasi pemeliharaan peralatan medis dan
diskusi dg staf yang bertanggung jawab atas
pemeliharaan peralatan medis.
Wawancara dengan pasien atau keluarga
(jika diijinkan oleh pasien atau keluarga).
Diskusi akan berfokus pada program
perawatan yang sesuai , serta akan mencoba
untuk memverifikasi masalah yang timbul.
Mengeksplorasi alur pasien dan penanganan
/ manajemen bila ada gawat darurat.
Dll.

Regulasi
Nasional/
Referensi

Regulasi
RS:
Kebijakan
Pedoman/
Panduan
SPO

PENGELOLAAN
NYERI ?
terkait
akreditasi RS
2012

NYERI (PAIN) ?
Pengalaman sensori dan emosional yang

tidak menyenangkan yang diakibatkan oleh


kerusakan jaringan maupun potensial
kerusakan (International Association
for the Study of Pain)
Kadang-kadang muncul tanpa sumber dan
penyebab yang jelas
Manajemen nyeri merupakan komponen
penting dalam asuhan keperawatan.
Mekanisme perlindungan tubuh, yang
memberi peringatan adanya masalah
dalam tubuh kita.

ISUE TENTANG NYERI


9 dari 10 orang di Amerika secara regular

mengalami nyeri
Setiap tahun, 25 juta orang di USA
mengalami nyeri akut karena trauma dan 50
juta orang mengalami nyeri kronik
Nyeri kronik penyebab tersering dari
disabilitas dalam jangka waktu lama
Penanganan yang tidak adekuat kerugian
fisik, psikologis dan finansial
Zeppetella G, ODoherty CA, Collins S (2000). Prevalence and characteristics
of breakthrough pain in cancer patients admitted to a hospice. Journal of
Pain and Symptom Management,

PENGELOLAAN NYERI DAN HAK


PASIEN

UU No. 44/2009 pasal 32 tentang hak

pasien ( ayat d, e ), setiap pasien


mempunyai hak:
d. Memperoleh layanan kesehatan yang

bermutu sesuai dengan standar profesi


dan standar prosedur operasional
e. memperoleh layanan yang efektif dan
efisien sehingga pasien terhindar dari
kerugian fisik dan materi

PENGELOLAAN NYERI
DALAM AKREDITASI RS VERSI
2012

PENGELOLAAN NYERI PADA


STANDAR PELAYANAN BERFOKUS
HPK 2.4
: RS mendukung hak pasien
PADA
PASIEN

untuk mendapatkan asesmen dan


manajemen nyeri dengan tepat
AP 1. 7 : Semua pasien rawat inap dan
rawat jalan dinilai apakah mengalami
rasa nyeri dan dilakukan pemeriksaan
mengenai rasa nyeri tersebut jika ada.
PP 6 - Manajemen Nyeri
Menduk ung pasien dalam mengatasi
rasa nyeri secara efektif

LANJUTAN
PPK 4 : Penyuluhan pasien dan keluarganya

mencakup topik-topik yang berkaitan


dengan perawatan pasien sebagai berikut:
penggunaan obat-obatan yang aman,
penggunaan peralatan medis yang aman,
potensi interaksi antara obat-obatan dan
makanan,
panduan gizi,
manajemen nyeri,
serta teknik-teknik rehabilitasi.

ELEMEN PENILAIAN
PENGELOLAAN NYERI DALAM
STANDAR ELEMEN
AKREDITASI
PENILAIAN
STANDAR
HPK 2.4 :
RS mendukung
hak pasien
untuk
mendapatkan
asesmen dan
manajemen
nyeri dengan
tepat

1. RS menghargai dan
mendukung hak pasien untuk
mendapatkan asesmen dan
manajemen nyeri dengan tepat
2.Staf RS memahami pengaruh
pribadi, budaya, dan sosial
terhadap hak pasien untuk
melaporkan rasa nyeri,
memperoleh asesmen dan
manajemen nyeri dengan tepat

ELEMEN PENILAIAN MANAJEMEN


NYERI DALAM STANDAR
AKREDITASI
ELEMEN PENILAIAN
STANDAR
AP : 1.7
Semua pasien
rawat inap dan
rawat jalan dikaji
apakah
mengalami rasa
nyeri dan
dilakukan
pemeriksaan
berkaitan dengan
rasa nyeri
tersebut .

1.

Pasien dilakukan asesmen nyeri

2.Pasien dirujuk atau RS melakukan


asesmen secara komprehensif sesuai
dengan usia pasien, dan mengukur
intensitas dan kualitas nyeri, seperti
karakteristik, frekuensi, lokasi, dan
durasi nyeri apabila ditemukan nyeri
pada pemeriksaan awal.
3.Hasil asesmen dicatat sedemikian rupa
untuk mempermudah asesmen ulang
dan tindak lanjut sesuai kebutuhan
pasien.

ELEMEN PENILAIAN MANAJEMEN


NYERI DALAM STANDAR
ELEMEN PENILAIAN
AKREDITASI
STANDAR
PP : 6
Manajemen
Nyeri
Mendukung
pasien dalam
mengatasi
rasa nyeri
secara efektif

1.

RS memiliki proses untuk


mengidentifikasi pasien yang menderita
nyeri

2. Pasien yang mengalami nyeri


mendapatkan perawatan sesuai dengan
pedoman manajemen nyeri
3. RS memiliki proses untuk menjelaskan
kepada pasien dan keluarga tentang nyeri
dan rencana penanganannya.
4. RS memiliki program pelatihan kepada staf
tentang nyeri dan penanganannya.

ELEMEN PENILAIAN MANAJEMEN


NYERI DALAM STANDAR
AKREDITASI
ELEMEN PENILAIAN
STANDAR
1. Pasien/kel. diberikan pend.kes ttg bagaimana
PPK : 4 Penyuluhan

pasien dan kel.nya


mencakup topik-topik
yang berkaitan dengan
perawatan pasien
sebagai berikut:
Penggunaan obat-obatan
yang aman,
Penggunaan peralatan
medis yang aman,
Potensial interaksi antara
obat 2an dan makanan,
Panduan gizi,
Manajemen nyeri, serta
Teknik-teknik rehabilitasi.

2.

3.
4.
5.

menggunakan semua obat2an scr aman dan


efektif, efek samping obat yg dapat terjadi,
pencegahan interaksi yg mungkin terjadi
dengan obat2 bebas dan/atau makanan
Pasien/kel diberikan pend.kes ttg bagaimana
menggunakan peralatan medis secara aman
dan efektif
Pasien/kel diberikan pend.kes ttg diet dan gizi
yang baik
Pasien/kel diberikan pend.kes ttg
manajemen nyeri
Pasien/kel diberikan pend.kes ttg teknikteknik rehabilitasi

PENGELOLAAN NYERI BAGIAN


DARI PROSES ASUHAN
KEPERAWATAN

PENGKAJIAN NYERI
DOKUMENTASI

COMPREHENSIVE PAIN ASSESSMENT


REferensi: VIHA Quality council July 2008.http://www.viha.ca/NR/rdonlyres/Principles Of
PainAssessment.pdf

ONSET

Kapan mulai terjadinya nyeri ?


Berapa lama ? ; Seberapa sering terjadinya nyeri ?

PROVOCATIN
G/
PALLIATING

Apa yang menjadi pencetus / memperberat nyeri?


Apa yang dapat meredakan nyeri ?

QUALITY

Kualitas nyeri? ; Seperti apa nyeri yang dirasakan?


Dapatkan di deskripsikan? ( tajam,tertusuk, terbakar)

REGION/
RADIATION

Apakah nyerinya menyebar?


Menyebar ke daerah tubuh mana?

SEVERITY

Seberapa berat nyerinya dirasakan


Menggunakan Numerik Rating Scale, Wong Bacer Face,
FLACC,CRIES atau COMFORT PAIN SCALE

TREATMENT

Pengobatan dan perawatan yang sudah dilakukan? ; Seberapa


efektif pengobatan dan perawatan yg dilakukan sekarang? ;
Apakah ada efek samping dari pengobatan yg dilakukan? ;
Obat analgetik apa yg saat ini sedang digunakan?

UNDERSTAN
DING/ IMPACT
ON YOU

Apa yang anda percayai yang menyebabkan timbulnya


nyeri? ; Bagaimana gejala ini mempengaruhi anda dan/atau
keluarga anda?

Apa tujuan / harapan anda terhadap nyeri yang anda

Tool Pengakajian nyeri :


NUMERIC RATING PAIN
SCALE
Dewasa dan anak-anak(usia >7 tahun) pada semua
pasien yang dapat memberi peringkat intensitas dari rasa
nyeri mereka )
(

No pain

Moderate
pain

Worst possible pain

Referensi : Bear, L.( 2006). Interrater reliability of the Comfort Scale. Healt Care
Industry: http: findatrticles.com/p/articles/mi_m0FSZ/is.

WONG - BAKER FACES


Indikasi: Dewasa dan
Anak-anak (usia >3 tahun)

0
No
hurt

2
Hurts litle
bit

10

Hurts litle Hurts even


Hurts
Hurts
more
more
whole lot worst

Referensi
Bear, L.( 2006). Interrater reliability of the Comfort Scale. Healt Care
Industry: http: findatrticles.com/p/articles/mi_m0FSZ/is.

Langkah-langkah dalam membuat


perencanaan keperawatan
( DOKUMENTASI )

RENCANA INTERVENSI DALAM


PENGELOLAAN NYERI:
Mandiri
Nonfarmakologi therapi
Edukasi

Kolaborasi
Farmakologi therapi

UPAYA PENINGKATAN
PELAYANAN PENGELOLAAN
NYERI
Edukasi pasien dan staff
Komunikasi
Aktifitas Mutu
Kompetensi

JIWA AKREDITASI VERSI

2012
ADALAH
CARING DAN PATIENT
CENTER CARE (MENGHORMATI
HAK PASIEN), SERTA
KOORDINASI INTERDISIPLIN

TANTANGAN SEMUA PROFESI


BEKERJA PROFESIONAL

KESIMPULAN
PERUBAHAN PARADIGMA PELAYANAN

KES. TERKAIT AKREDITASI 2012 ADALAH


PELAYANAN YANG BERFOKUS KEPADA
PASIEN
FOKUS PELAYANAN ADALAH KUALITAS
DAN KESELAMATAN PASIEN DENGAN
MENGHORMATI HAK PASIEN
KOORDINASI DAN ASUHAN YANG
TERINTEGRASI INTER DISIPLIN ILMU
AKAN MENJADI DAYA UNGKIT
PENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN
DAN PROFESIONALISME TENAGA KES.

PENGELOLAAN NYERI MERUPAKAN HAK PASIEN

UNTUK BEBAS DARI KETIDAKNYAMANAN KARENA


NYERI SELAMA DALAM PERAWATAN DI RS.
PENGELOLAAN NYERI YG EFEKTIF MEMILIKI NILAI
NILAI :
YANG BERKAITAN DG HAK PASIEN U/ TIDAK

MERASAKAN NYERI
MEMILIKI KEUNTUNGAN MEDIS DAN EKONOMIS
LAMA RAWAT INAP YG LEBIH PENDEK KARENA WAKTU
PEMULIHAN YG LEBIH CEPAT.

MENERAPKAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR

PENGELOLAAN NYERI MERUPAKAN KEWAJIBAN


RS STANDAR AKREDITASI RS.
STAF PERLU DIBERIKAN PELATIHAN
KOMPETENSI PENGELOLAAN NYERI PADA SETIAP
PASIEN.

DAFTAR PUSTAKA

Goerge B, Julia, Nursing Theories, Norwalk, Apleton & Lange, 1995

Gartinah, T, Mencegah Clinical Error dalam pelayanan Keperawatan, Kongres PERSI,


2003

JCAHO, Patient Safety Standard, 2005

Kirk, Roey, and Hoesing Helan, The Nurses Guide coomon Sense, Quality Manajemen,
Illionis, SN Pbulication Inc, 1991

Marie Muller, Adverse Event Monitoring in nursing, University of JHB


COHSASA Consultant. 2006

Rowland, Howard and Romland, Beatrice, The Manual of Nursing Quality ASssurance,
USA, Aspen Publisher, 1987

Siti Komariah, Pain Manajemen dalam akreditasi RS 2012/JCI, makalah 2013

Swanburg, Russel, Management and Leadership for Nurse Managers, Boston, Jones
and barllet Published, 1996

Vincenti, Charles, Clinical Risk Management, London, BMJ,Publishing Group,


1995

International Principles for Healthcare Standards,


A Framework of requirement for standards, 3rd Edition December 2007, International
Society for Quality in Health Care / ISQua
Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals 4 rd Edition, 2011
Instrumen Akreditasi Rumah Sakit, edisi 2007, Komisi Akreditasi Rumah Sakit / KARS
The Patient Safety Advisory Group advises The Joint Commission on the development and
updating of NPSGs, 2012
Standar-standar spesifik lainnya.
Makalah perubahan paradigma baru dalam pelayanan keperawatan ; Elly Nurahmah, 2012

72