Anda di halaman 1dari 3
Kaum Muslim, Tunisia, dan Paradoks Demokrasi - KOMPAS, Page 1 of 3 KOMPAS AMANAT HATI NURANI RAKYAT Kaum Muslim, Tunisia, dan Paradoks Demokrasi M Steven Fish Sunguh dramatis! Kejatuhan pemimpin tanga bes yang berkuasa sang lana, Zine al-Abigine en fi, malah memicu kecemasan Waingkan antusiasme pra peminapin dunia, 1i sclurub dunia banyak pemimpin mengengeap then AW seh Muslin.» akan, si henteng ulama melawan kuin Islam eksirem, Ben Ali seperti hanya para otokrat di negaracn a dalam mengguliran Kio bah kau fanatik sama hanya alternatif bags pomcrintahan dirinya aaup Apabila kaum fanatik ini dipereas ski aiministeastschulr ‘untuk mengontrof negara, mereka hanys! akan menggangew pekervan yang sclama ini sul trata, ‘aim dari para otokrat dan Kelemahan dari dukungan Barat terhadap proses demokrasi di mperi Muslim herbasis pada sepasang asumis Prana bahwtkaum Muslim cendcrung untuk mcnyssuhsan coi agama dengan polit ‘Heranghat dar ogika trscbut,apabilahalangan Muslim (baca korservatif) mendapatkan 1 radukune ‘untuk mengonteol tue plik mereka melalui Kotak sora, mayoritas sara akan sara kandidal Yang menolak plualisme, Selanjutnya, mereka akan mengajukan beshygaibentuk aturan cksklusiyang ber a ats kebenaran absolut aga mereka Asumsi kedua adalah kaum Must cenderung pad potitik Kekerasan massa, Oleh kare iu. tangan bes dibutubkan untuk menjaga dak era kerusuhan berdara Paradoks demokrast Asumsi-asumsi di atas meneiptakan ckspehtasi tentang “paradoks demokasi, ya ketika demokrasi just akan menghancurkan fondest dasa demokrasi Rakyat yang mengyunukan kehebasannya bisa menjadi sumnber untuk menghancutkan Kehehasan plitik dan perdamiaian Spi Jka kaw Muslim eenderung mnenyatukan antara negara dan otoritas polit seta sevara khusus tertarik nk trl akan poliik ekerasan herskala tent Saja Rta akan mempredihsihan baw mereka akan mem) memperuainghan sua dias burn dan mombanghihan aka di jalonjalan Kita memilikialasan yang kot untuk menetka bahay paradoks demokrasi yang para, tera di ‘alangan masyarakat Muslim, hittp://cetak.kompas.com/read/201 1/02/01/03144983/kaum.muslim.tunisia.dan.paradoks.de...._ 2/7/2011 Kaum Muslim, Tunisia, dan Paradoks Demokrasi - KOMPAS Page 2 of 3 [Namun, apakah pemikiran seperti in dlandasiolsh faka sang kust? Say akan menguraikan studi statistik mutakhir yang enunjukkan ‘eraguam trhadap asumsi yang mendakung paradoks demoktas in ‘Untuk menjclaskan apakak mayarakat Muslin mendukung gagasan kesatan ania agama dan otras polis saya melakukan analiss berdasar indkator dari World Values Survey yang memiliki sumber data dunia paling kompechensiterkst perilakw masyarakat, ‘cerapa portanyaan memperlihaskan opin tentang hub ra dengan menggunak agama dan poliik. Saya meogeunakan data individu-level doi 72 rag 20.000 responen allah Muslin, sementara 49.060 Isinnya Kristen, neg spel 9,000 orang. Li egara-negara dengan penduduk mayoritas Muslin’ di seluruh dunia, trmasuk Indonesia, Pakistan, Banglades, Mesit. Turki, dan fran penduduk mayoritas Kristen, termasuk Amerika Sevikat, Brasil, Rusia, Meksiko, Filipina, Afrika Selatan, dan negara besar di Eropa lainnya terhimpun dalam studi seperti halnya negara ra dene: ‘Satu pernyataan di dalamnya adalah spakah para esponden ssp «lengan pemyatsan baw “para pernimpin agama harus ida ‘miemengaruhi baeaimana rakyat memilih”? Hasilnya 66 persen responsen Muslin berbanding 71 persen responden Kristen setuju dengan ppernyataan di ata Porta iemtik. Seka ay an Keda terkat ertang apakal “pensinpin agama tidak harus memengaruhi penieintahan”? Hlaslnya ternyata i hanya sedihitperbelaan atara mas arakat Kristen dan Muslin Jka kaum Muslin mondukung penghapusan perbedaan antara kekuasaan sakral dan dunia, kta shan menduga mereka akan mendorong koterlhatan pemimpin agama dalam kehidupan poliik. Meski demvikian, data yang ada tok menunjukkan tenes terscbut, Kekerasan potitik sykat Muslim seeara tak lin eendera “Marita sekarang mengufi, apakah pda kekerason poitk massa Schingga dengan demikian ‘membutubikan pernimpin bertangan besi? Angumen ini tampak clas dalam karya Samuel Huntington yang sangat heqpengaruh, The Clash ‘of Civilizations and the Remaking of World Onder. ‘Uniok mengufi hipotesis datas saya memeriksafrekuensi dan int 2007. Di schuruh dunia teria 2 astas dari kekerasanpoliik mass di dalam negara sepanjang 1946- pisode yang masing-anasing meneiptakan lebih dari $00 korhan manusia. Jum korban dalam seluruh episode secara total berjumtah 21 juta ja Temyata bukan negara-negaraberpenduxiuk mayoritas Muslim ya tema pada wilayah episode kematian yang tidak w pul negars-negar itu penychab jumiah kematian yang besa: Di 43 nggara dk i dan bukan n mayeritas penduduk Muslim hanya 0,65 persen dat ratarata populasi meningea pala episde-opisoce ulama kekerasan poiik negars. Dé 128 negara bukn beypenudk mayoritas Muslin, (0.72 persen penduduk tewas pada spisode-episode kekerasan tersebut. Dengan demsikian dapat isimpalkan, idak ada korelasi ater persentase populasi Muslim di negara dengan risiko hekerasin polih massa dan kematian sebagai dampakny, Jika halangan Muslim tak berusaha mengombinasikan antara agama dao otras pollik dan tidak pula hertendensi pada kekerasan politi dalam skala besa. logika tentang keunian paradoks demokrasi Muslim seberarnya hanya fas ‘Olch karena it, kita tidak holch hersikap ni akan prospek demokrasi di Tunisia atau di negarasnegara di mana peristiwa seperti di Tunisia yehin bergema, Rakyat Tunisia hanya menikmati souikt pengafaman tentang pemerintaban yang otonom dan demokeais. Merska peterpat aba. Demikian pula kita tidak humus takut sia dan tetanggany alas menjadi schuco dari despotih nedrat(ant-Ilamnis) dan kat menghambt herada pada esunyian dan termniputisi oleh Kebfakan revimn Ben Ali Seam » proses demokratisisi dT aya terscbut ‘sums! tentang Islam yang cenderung pada hekerasan sebweai alteratit satu-satunya dar diktator antitstam telah di ebijakan Ui dunia Bara selama beberapa deka. Hal itu mer ini para pengambil akan mereka untuk tidak Saja menjadi mitra dari Ben Ali, etap juga http://cetak.kompas.com/read/2011/02/01/03144983/kaum.muslim.tunisia.dan.paradoks.de... 2/7/2011 Kaum Muslim, Tunisia, dan Paradoks Demokrasi - KOMPAS Page 3 of 3 pemerintahan Saudi yang memberikan tempat bagi pensasingannyo, im Hosni Mubarak di Mesir, Ali Abdulla Salch di Yaman, romarki lordani, sesta revi diktator liter di Pakistan Pervey Musharraf ‘Teroris di negeridiktator Penting untuk deat, sarang dar para rors Islam dunis adalah di negeri-negeri para elitator tersebut, Sementara hanya sedikit skal para teroris yang berasal dan berbasis din enegal dan Mali -enra-negara Muslim dsimokrats, seperti Indonesia, Turki, dan negara-negara Affika Barat, sepe Adalihbenar bahwa demokrasi bukanlah obst mujarab bagi persoalan tearisme, tetapi rezimenecim yang menolak cara-cara dumai dalam perubahan pemerintahan dan memberangus ckspresi polis antikekerasan lebih conderung menciptakan terorisdibanwingkan negara yang berdemokrasi any’a sangat sedikit Sekai bukti bah di ncgeri Muslim jika mercha memberdayakan pemerintahan mercka sendiri— akan merlin ‘mush dari pluraisme ata tak sa har untuk mendorong kekorasan poltk massa, Demnikian pula han ada sedikit bukt akan rezim-tezim demokeatis. ketika mereka meraih kekuasaan di ncgarasncgara Muslim. menciptakan Iebilt banyak lahan baseh bagi tumbulnya terorisme ibandingkan negara yang dipimpin para dikttor. Jatuhayé rani di Tunisia mungkin tidak secara ocomatis mengara pada Fase demokrasi tet takyat Tunisia memiliki Kesempatan de rmenyediahan riang pertaruhan bagi Kemnnighinan proses demokrasi dan Keamanan global dibandingkan apa yang telah dilakukan olch para liktoor pro-Barat Di ufdk drama poitk yang terhampar di Tunisia dan negara- negara tetangganya, dunia meniliki harapan yang lebih baik dibandingkan skenario ketakutan M Steven Fish Profesor limw Polith di Universitas California: Berkel cam Penulis Are Muslin Distinctive? Look a the Evidence (Oxford University Press, 2011), Pada 2007 Menjac Fulbright Fellow da Profesor Tam Hu Polk cl Universitas Airtangwa, Surabuva, Indonesia http://eetak. kompas.com/read/201 1/02/01/03144983/kaum.muslim.tunisia.dan.paradoks.de...._ 2/7/2011