Anda di halaman 1dari 24

DAMPAK PENGARUH NARKOBA

Untuk memenuhi tugas Kayra Tulis Ilmiah Bahasa


Indonesia

Disusun Oleh :
INDRI YANI

Kelas IX B

SMP NEGERI 3 LEMAHSUGIH


2014/2015

Lembar Pengesahan
Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Dampak Pengaruh Narkoba telah di sahkan
pada:
Hari

Tanggal

Disetujui Oleh :

Wali Kelas

Guru Bidang

UPIT FITRIYAH S.Pd

ASEP SAEFUL ISLAM, S.Pd


NIP. 19660410 199203 1 008

Kepala Sekolah

KOSMAN DARTA, S.Pd


NIP. 19671011 199103 1 007
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat
menyelesaikan tugas karya tulis ilmiah Dampak Pengaruh Narkoba ini sebatas
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.
Kami sangat berharap karya tulis ilmiah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Dampak Pengaruh
Narkoba. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat
kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang
membangun.
Semoga karta tulis ilmiah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun
yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon
kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Bantarujeg, November 2015
Penyusun

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN....................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah.................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................1
1.3 Hipotesis.........................................................................................................2
1.4 Tujuan Penulisan............................................................................................2
1.5 Manfaat penulisan..........................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................3
2.1 Pengertian Penyalahgunaan Narkoba.............................................................3
2.2 Jenis-Jenis Narkotika......................................................................................4
2.2.1

OPIAT atau Opium (candu)...............................................................4

2.2.2

MORFIN............................................................................................4

2.2.3

HEROIN atau Putaw..........................................................................5

2.2.4

GANJA atau Kanabis.........................................................................6

2.2.5

LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs......................................6

2.2.6

KOKAIN............................................................................................7

2.3 Dampak Pengaruh Narkoba............................................................................7


2.3.1

Bagi Diri Sendiri................................................................................7

2.3.2

Bagi Keluarga....................................................................................8

2.3.3
2.4

Bagi masyarakat.................................................................................8

Jenis-Jenis Narkoba Yang Disalahgunakan Oleh Remaja.......................10

2.4.1

Narkotika..........................................................................................10

2.4.2

Psikotropika......................................................................................11

2.4.3

Bahan Adiktif Lainnya.....................................................................11

BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................12


3.1 Jenis penelitian............................................................................................12
3.2 Waktu penelitian..........................................................................................12
3.3 Sumber data.................................................................................................12
3.4 Menganalisis data........................................................................................12
BAB IV PEMBAHASAN.....................................................................................13
4.1 Faktor Pendorong Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Remaja...............13
4.1.1 Faktor individu.......................................................................................13
4.2.2 Faktor Lingkungan/Sosial......................................................................14
4.2.3 Faktor Ketersediaan...............................................................................14
4.2

Ciri-Ciri Pecandu Narkoba......................................................................14

4.2.1

Perubahan Fisik dan Lingkungan Sehari-hari..................................14

4.2.2

Perubahan Psikologis.......................................................................14

4.2.3

Perubahan Perilaku Sosial................................................................15

4.3 Cara Pencegahan pengunaan narkoba di kalangan remaja...........................15


4.3.1

Hidup sehat tanpa narkotika untuk para guru..................................15

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...............................................................17


5.1 Kesimpulan...................................................................................................17
5.2. Saran............................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................19

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Narkotika sudah menjalar ke segala usia terutama bagi remaja. Narkotika
tak mudah terlepas dari kalangan remaja seperti sudah menjadi suatu kebutuhan,
sudah dianggap wajar dan biasa saja. Pecandu narkotika pada umumnya berusia
antara 15 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia
pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali
dengan perkenalannya dengan rokok, karena kebiasaan merokok ini sepertinya
sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah
pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam
lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pecandu narkoba. Awalnya mencoba
lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Terungkapnya kasus manufaktur Narkoba yang dikategorikan terbesar
ketiga di dunia, telah membuat kita sadar bahwa masalah Narkoba merupakan
masalah bagi kelangsungan hidup masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia
untuk menuju kehidupan aman, makmur, dan sejahtera. Di samping itu, hal ini
juga menandakan bahwa penyalahgunaan Narkoba sudah semakin marak dimanamana. Tidak hanya di kota-kota besar saja, namun telah menyebar luas ke
pinggiran kota, kota-kota kecil bahkan ke pedalaman (pedesaan) dengan
menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa mengenal batas.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada karya tulis ini adalah:
1. Apakah terdapat pengaruh narkoba bagi kesehatan remaja ?
2. Apakah ada perbedaan antara remaja yang menggunakan narkoba dan
yang tidak menggunakan narkoba ?

1.3 Hipotesis
1. Ada pengaruh narkoba terhadap kesehatan remaja
2. Ada perbedaan antara remaja yang menggunakan narkoba dan yang tidak
menggunakan narkoba
1.4 Tujuan Penulisan
Penulisan karya tulis ilmiah ini

dimaksudkan untuk memberikan

informasi kepada pembaca tentang narkoba dan bahayanya bagi generasi muda
1.5 Manfaat penulisan
Manfaat penulisan karya tulis ini adalah agar masyarakat dapat
mengetahui sejauh mana dampak/pengaruh penyalahgunaan Narkoba di kalangan
remaja.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Penyalahgunaan Narkoba


Narkotika/ Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan
berbahaya yang telah populer beredar di masyarakat perkotaan maupun di
pedesaan, termasuk bagi aparat hukum. Narkoba atau NAPZA merupakan
bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama
susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan
gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan
kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan
ketergantungan (adiksi).
Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif
Lainnya.
Pengertian lebih jelasnya adalah sebagai berikut :
1.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik
sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan

2.

rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.


Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis
bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif
pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada

3.

aktivitas mental dan perilaku.


Bahan Adiktif Lainnya adalah bahan lain bukan narkotika atau
psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.
Penyalahgunaan Narkoba adalah penggunaan Narkoba bukan untuk

maksud pengobatan tetapi ingin menikmati pengaruhnya, dalam jumlah

berlebihan, teratur dan cukup lama sehingga menyebabkan gangguan kesehatan,


fisik, mental dan kehidupan sosialnya.
2.2 Jenis-Jenis Narkotika
Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin
(putauw), petidin, termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain.
Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin,
ekstasi, shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil
koplo, BK, termasuk LSD, Mushroom.
Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika &
Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup
(inhalansia) maupun zat pelarut (solven).
Sering kali pemakaian rokok dan alkohol terutama pada kelompok
remaja (usia 14-20 tahun) harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian
kedua zat tersebut cenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain
yang lebih berbahaya (Putauw).
2.2.1

OPIAT atau Opium (candu)


Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan

cara dihisap (inhalasi).


1)

Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation)

2)

Menimbulkan semangat

3)

Merasa waktu berjalan lambat

4)

Pusing, kehilangan keseimbangan/mabuk

5)

Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang)

6)

Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.

2.2.2

MORFIN
Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui

pengolahan secara kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara

pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah


(intravena)
1)

Menimbulkan euforia.

2)

Mual, muntah, sulit buang hajat besar (konstipasi)

3)

Kebingungan (konfusi)

4)

Berkeringat

5)

Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar-deba

6)

Gelisah dan perubahan suasana hati.

7)

Mulut kering dan warna muka berubah.

2.2.3

HEROIN atau Putaw


Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas

pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin


paling murni berkadar 80% hingga 99%. Heroin murni berbentuk bubuk putih
sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). Zat ini
sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu
sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.
Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion ( 30-60 detik)
diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan
atau ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.
1)

Denyut nadi melambat.

2)

Tekanan darah menurun.

3)

Otot-otot menjadi lemas/relaks.

4)

Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point).

5)

Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.

6)

Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat.

7)

Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal.

8)

Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari.


Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual, kesulitan membuang

hajat besar, jantung berdebar-debar, kemerahan dan gatal di sekitar hidung,

timbul gangguan kebiasaan tidur.Jika sudah toleransi, semakin mudah depresi


dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat.
2.2.4

GANJA atau Kanabis


Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman

ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol.


Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau
dengan menggunakan pipa rokok.
1)

Denyut jantung atau nadi lebih cepat.

2)

Mulut dan tenggorokan kering.

3)

Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.

4)

Sulit mengingat sesuatu kejadian.

5)

Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan


koordinasi.

6)

Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.

7)

Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual


yang berkepanjangan, rasa letih/capek.

8)

Gangguan kebiasaan tidur.

9)

Sensitif dan gelisah.

10)

Berkeringat.

11)

Berfantasi

12)

Selera makan bertambah.

2.2.5

LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs


Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang

biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar perangko
dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara
menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi
setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam.
1) Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan
waktu.

2) Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga


3) timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya.
4) Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama
5) kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan (paranoid).
6) Denyut jantung dan tekanan darah meningkat.
7) Diafragma mata melebar dan demam.
8) Disorientasi.
9) Depresi.
10) Pusing
11) Panik dan rasa takut berlebihan.
12) Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan
kemudian.
13) Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan.
2.2.6

KOKAIN
Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan

bentuk basa (free base). Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan
lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya
pahit. Nama jalanan kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie,
srepet, salju, putih.
Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain
menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda.

2.3 Dampak Pengaruh Narkoba


2.3.1
1)

Bagi Diri Sendiri


Fungsi otak dan perkembangan normal remaja terganggu, mulai
dari ingatan, perhatian, persepsi , perasaan, dan perubahan pada

2)

motivasinya.
Menimbulkan ketergantungan, overdosis, gangguan pada organ
tubuh, seperti: hati, ginjal, paru-paru, jantung, lambung, reproduksi serta

3)

gangguan jiwa.
Perubahan pada gaya hidup dan nilai-nilai agama, sosial dan

budaya, misalnya tindakan asusila, asosial bahkan antisocial.


4)
Akibat jarum suntik yang tidak steril dapat terkena HIV Aids,
radang pembuluh darah, jantung, hepatitis B dan C, tuber colose.
2.3.2

Bagi Keluarga
7

1) Orang tua menjadi malu, sedih, merasa bersalah, marah, bahkan kadangkadang sampai putus asa.
2) Suasana kekeluargaan berubah tidak terkendali karena sering terjadi
pertengkaran, saling mempersalahkan, marah, bermusuhan, dan lain-lain.
3) Uang dan harta habis terjual, serta masa depan anak tidak jelas karena
putus sekolah dan menganggur.
2.3.3 Bagi masyarakat
1) Lingkungan menjadi rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran
gelap narkoba.
2) Kriminalitas dan kekerasan meningkat.
3) Ketahanan kewilayahan menurun.
Selain itu dampak penyalahgunaan narkotika menurut Badan Narkotika
Nasional (2010), narkotika dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
a. Depresan, yaitu menekan system saraf pusat dan mengurangi fungsional
tubuh sehingga pemakainya merasa tenga, bahkan bisa membuat pemakai
tidur dan tak saadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan
kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya
seperti morphin dan heroin. Contoh yang popular sekarang adalah Putaw.
b. Stimulan, Merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegirahan serta
kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang
sekarang sering digunakan adalah Shubu dan Ekstasi.
c. Halusinogen, dampak utamanya adalah mengubah daya perspsi atau
mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman
seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu
ada juga yang diramu di loboratorium seperti LSD. Yang paling banyak
dipakai adalah marijuana atau ganja.
Bila narkotika digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran
yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Ketergantungan atau
kecanduan inilah yang akan memyebabkan gangguan fisik dan psikologis, karena
terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh
seperti jantung, paru, hati, dan ginjal.

Dampak penyalahgunaan narkotika pada seseorang sangat tergantung


pada jenis narkotika yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi
pemakai.
Secara umum, dampak kecanduan narkotika dapat terlihat pada fisik,
psikis, maupun social seseorang.
Dampak fisik:
1. Gangguan pada system saraf (neurologis) seperti: kejang-kejang,
halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti:
infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi,
eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi
pernapasan hingga kesulitan bernafas, pengerasan jaringan paru-paru.
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh
meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan pada endokrin,
seperti: penurunan fungsi hormone repruduksi (estrogen, progesteron,
testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi remaja perempuan antara lain
perubahan

periode

menstruasi,

ketidakteraturan

menstruasi,

dan

amenorhoe (tidak haid)


8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khusunya pemakaian jarum
suntik secara bergantian, resikonya adalah tertular penyakit seperti
hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis
yaitu konsumsi narkoba yang melebihi kemampuan tubuh untuk
menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
Dampak Psikis:
1.
2.
3.
4.
5.

Malas belajar, ceroboh, sering tegang dan gelisah


Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
Cenderung menyakiti diri sendiri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:

1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan


2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, Psikis dan social saling berhubungan erat.
Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa
(sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan
dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa
gaulnya sugest). Gejala fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial
seperti dorongan untuk membohongi orang tua/teman, mencuri, pemarah,
manipulatif, dan lain-lain.
2.4 Jenis-Jenis Narkoba Yang Disalahgunakan Oleh Remaja
2.4.1 Narkotika
1. Narkotika Golongan 1 : berpotensi sangat tinggi menyebabkan
ketergantungan tidak digunakan untuk terapi (pengobatan)
Contoh : heroin, kokain, dan ganja.
Putauw adalah heroin tidak murni berupa bubuk.
2. Narkotika Golongan 2 : berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan.
Digunakan pada terapi sebagai pilihan terakhir.
Contoh : morfin, petidin, dan metadon.
3. Narkotika Golongan 3 : berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan
dan banyak digunakan dalam terapi.
Contoh : kodein.
2.4.2
1.

Psikotropika
Psikotropika Golongan 1 : amat kuat menyebabkan

ketergantungan dan tidak digunakan dalam terapi.


Contoh : MDMA (ekstasi), LSD, dan STP.
2.
Psikotropika Golongan 2 :

kuat

menyebabkan

ketergantungan, digunakan amat terbatas pada terapi.


Contoh : Amfetamin, metamfetamin (shabu), fensiklidin, dan Ritalin.
3.
Psikotropika Golongan 3 : potensi sedang menyebabkan
ketergantungan, banyak digunakan dalam terapi.
Contoh : pentobarbital dan flunitrazepam.

10

4.

Psikotropika Golongan 4 : potensi ringan menyebabkan


ketergantungan dan sangat luas digunakan dalam terapi.
Contoh : diazepam, klobozam, fenobarbital, barbital, klorazepam,
klordiazepoxide, dan nitrazepam (nipam, pil BK/koplo, DUM, MG, Lexo,
Rohyp, dan lain-lain).

2.4.3 Bahan Adiktif Lainnya


1. Alkohol, yang terdapat pada berbagai jenis minuman keras.
2. Inhalansia/solven, yaitu gas atau zat yang mudah menguap yang terdapat
pada berbagai keperluan pabrik, kantor, dan rumah tangga.
3. Nikotin yang terdapat pada tembakau.
4. Kafein pada kopi, minuman penambah energi, dan obat sakit kepala
tertentu.

11

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian


Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
dokumentasi. Prosedur penelitian ini menghasilkan data yang dipaparkan secara
rinci mengenai dampak-dampak narkoba bagi kesehatan remaja .
3.2 Waktu penelitian
Pengambilan data yang dipaparkan di dalam karya tulis ilmiah ini
dilakukan selama 1 minggu.
3.3 Sumber data
Sumber data dalam karya tulis ilmiah ini adalah dari internet
3.4 Menganalisis data
Analisis data dilakukan dengan cara menganalisa data yang telah dikumpulkan.
Dari data yang diperolah dirangkum beberapa kesimpulan tentang BAHAYA
NARKOBA BAGI KESEHATAN REMAJA.

12

BAB IV
PEMBAHASAN
Disampaikan Kepala BNN Gories Mere dalam sambutannya di Hari Anti
Narkotika Internasional (HANI), dalam survei BNN sejak tahun 2009, prevalensi
penyalahgunaan narkoba penduduk Indonesia yang berumur 10-59 tahun ialah
sebagai berikut :
Tahun

Jumlah pengguna

Jumlah pengguna (%)

2009

3,6 juta orang

1,99 %

2010

4,02 juta orang

2,21 %

2011

5 juta orang

2,80 %

4.1 Faktor Pendorong Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Remaja


Dari data yang diperoleh permasalahan penyalahgunaan narkoba
merupakan permasalahan yang demikian komplek yang merupakan hasil interaksi
3 (tiga) faktor, yaitu
4.1.1 Faktor individu
Faktor individu meliputi:
1. Aspek Kepribadian
Tingkah laku anti sosial antara lain : keinginan untuk melanggar, sifat
memberontak, tak ingin hal yang besifat otoritas, menolak nilai-nilai
tradisional, mudah kecewa, tidak sabar serta adanya keinginan
diterima di kelompok pergaulan, dan untuk bergembira.
Kecemasan dan depresi antara lain : tidak mampu menyelesaikan
kesulitan hidup, menghindari rasa cemas, dan depresi, sehingga
melarikan diri ke penyalahgunaan Narkoba.
2. Aspek Pengetahuan
Sikap dan kepercayaan antara lain : mengikuti orang lain, tidak
mengetahui bahaya Narkoba, ingin coba-coba agar diterima di
lingkungan pergaulan.
13

Keterampilan berkomunikasi menolak tekanan teman sebaya.


4.2.2 Faktor Lingkungan/Sosial
Faktor lingkungan/sosal antara lain : kondisi keluarga/orang tua,
pengaruh teman/kelompok sebaya, faktor sekolah, pengaruh iklan, dan
kehidupan masyarakat modern.
4.2.3 Faktor Ketersediaan
Faktor ketersediaan antara lain : tersedia dimana-mana dan mudah
diperoleh karena maraknya peredaran Narkoba, Indonesia sudah sebagai
produsen Narkoba, bisnis Narkoba yang menjanjikan keuntungan besar,
kultivasi gelap ganja di beberapa daerah di Indonesia serta penegakan hukum
yang belum tegas dan konsisten.
4.2 Ciri-Ciri Pecandu Narkoba
4.2.1 Perubahan Fisik dan Lingkungan Sehari-hari
1.

Jalan sempoyongan, bicara pelo (tidak jelas)

2.

Kamar selalu dikunci

3.

Sering didatangi atau menerima telepon dari teman-teman yang


tidak
dikenal.
4.
5.

Ditemukan obat-obatan, peralatan seperti kertas timah, jarum


suntik, korek api di kamar/di dalam tasnya.
Sering kehilangan uang/barang yang berharga di rumah.

4.2.2 Perubahan Psikologis


1. Malas belajar.
2. Mudah tersinggung.
3. Sulit berkonsentrasi.
4.2.3
1.
2.
3.
4.

Perubahan Perilaku Sosial


Menghindari kontak mata langsung, melamun, atau linglung.
Berbohong atau manipulasi keadaan.
Kurang disiplin dan suka membolos.
Mengabaikan kegiatan ibadah.

14

5. Menarik diri dari aktivitas keluarga dan sering mengurung diri di


kamar/ tempat-tempat tertutup.
4.3 Cara Pencegahan pengunaan narkoba di kalangan remaja
Kita dapat mengajarkan kepada siapapun terutama kepada anak dengan
selalu mengingat slogan Hidup Sehat Tanpa Narkotika
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan
narkoba.
4.3.1

Hidup sehat tanpa narkotika untuk para guru


Guru diharapkan dapat membantu murid menyadari ancaman bahaya

narkotika dan bahwa masih banyak cara lain untuk menghadapi situasi agar
murid tidak masuk ke dalam lingkaaran setan narkotika, dengan langkah
berikut ini :
1.

Mengajar anak untuk melindungi dirinya sendiri

2.

Mengajarkan anak untuk mengekspresikan kreatifitasnya

3.

Mengenali tanda-tanda bahaya (curiga terhadap sesuatu)

4.

Mengajarkan kepada anak tentang obat-obatan terlarang dan efeknya

5.

Hidup sehat tanpa narkotika untuk para orang tua


Mulailah dengan hubungan orangtua-anak yang baik. Kuncinya hanya
satu, komunikasi, komunikasi, dan komunikasi.
Dengan cara :

1.

Berilah tanggung jawab pada anak

2.

Jangan mencontohkan menggunakan obat terlarang atau yang illegal


ketika orangtua mengalami stress atau ketika sakit tertentu

3.

Cari informasi

4.

Bantu anak untuk menghindardari Bandar narkotika

5.

Waspada terhadap tanda-tanda penggunaan obat-obatan terlarang

15

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Narkoba singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif
lainnya. Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan Narkoba bukan untuk
maksud pengobatan tetapi ingin menikmati pengaruhnya dalam jumlah yang
berlebihan. Jumlah pengguna narkoa di Indonesia setiap tahunnya selalu
mengalami peningkatan. Di kalangan remaja penggunaan narkoba memberikan
dampak negatif bagi mereka yang menggunakannya.
Berbagai upaya untuk melaksanakan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan
dan peredaran gelap narkoba sudah banyak dilakukan oleh pemerintah, khususnya
melalui organisasi forum seperti BNN/BNP/BNKab/Kota namun hingga kini
belum menjawab kebutuhan di lapangan.
Hal ini sangat memerlukan bentuk kerja sama, komitmen dan konsistensi pada
setiap tatanan elemen bangsa, baik pada tatanan personal, institusional maupun
sosial. Hal-hal untuk mencegah penggunaan Narkoba antara lain :
1.

Jangan sekali-kali mencoba dengan kadar berapapun, dengan jenis apapun,


dan dengan dalih apapun.

2.

Carilah pergaulan yang aman, di tempat yang aman dengan orang-orang


yang aman, dan pada waktu yang aman.

3.

Dapatkan kasih sayang yang tulus dari keluarga dengan saling


memperhatikan, saling mengasihi, dan saling mebutuhkan. Kembangkan
kasih sayang ini pada saudara, sahabat, dan teman-teman.

4.

Waspadalah terhadap siapapun dengan tetap menjalani hidup yang wajar.


Katakan TIDAK pada narkoba.

5.

Mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa dengan rajin menjalankan
ibadah dan memohon kekuatan kepada-Nya. Tanpa kekuatan dari Tuhan,
manusia penuh dengan segala kelemahan.

16

5.2. Saran
Obat-obatan terlarang bukanlah jawaban yang tepat bagi semua masalah,
bahkan sebaliknya, akan menimbulkan masalah yang jauh lebih besar. Pemakai
obat-obatan terlarang adalah orang yang mengalami kerugian besar, dan dapat
berakhir pada kematian.
Tindakan yang paling baik untuk menanggulangi bahaya narkoba adalah
mencegah keterlibatan dengan narkoba itu sendiri karena pencegahan jauh lebih
baik dibandingkan dengan pengobatan.

17

DAFTAR PUSTAKA
https://hazrilmadridista.wordpress.com/2013/12/28/karya-tulis-ilmiah-tentangnarkoba/
https://www.google.com

18

Anda mungkin juga menyukai