Anda di halaman 1dari 2

Sumber e-learning BATAN

Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam


bentuk partikel atau gelombang. Jika suatu inti tidak stabil, maka
inti mempunyai kelebihan energi. Inti itu tidak dapat bertahan,
suatu saat inti akan melepaskan kelebihan energi tersebut dan
mungkin melepaskan satu atau dua atau lebih partikel atau
gelombang sekaligus.
Setiap inti yang tidak stabil akan mengeluarkan energi atau
partikel radiasi yang berbeda. Pada sebagian besar kasus, inti
melepaskan energi elektromagnetik yang disebut radiasi gamma,
yang dalam banyak hal mirip dengan sinar-X. Radiasi gamma
bergerak lurus dan mampu menembus sebagian besar bahan
yang dilaluinya. Dalam banyak kasus, inti juga melepaskan
radiasi beta. Radiasi beta lebih mudah untuk dihentikan. Seng
atap atau kaca jendela dapat menghentikan radiasi beta. Bahkan
pakaian yang kita pakai dapat melindungi dari radiasi beta.
Unsur-unsur tertentu, terutama yang berat seperti uranium,
radium dan plutonium, melepaskan radiasi alfa. Radiasi alfa dapat
dihalangi seluruhnya dengan selembar kertas. Radiasi alfa tidak
dapat menembus kulit kita. Radiasi alfa sangat berbahaya hanya
jika bahan-bahan yang melepaskan radiasi alfa masuk kedalam
tubuh kita.
Radiasi gamma mempunyai sifat yang serupa dengan sinar-X,
namun radiasi gamma berasal dari inti atom. Karena berasal dari
inti atom, radiasi gamma akan memancar secara terus-menerus,
dan tidak dapat dinyalakan atau dimatikan seperti halnya sinar-X.
Radiasi gamma yang terdapat di alam terutama berasal dari
bahan-bahan radioaktif alamiah, seperti radium atau kalium
radioaktif. Beberapa inti atom yang dapat memancarkan radiasi
gamma juga dapat dibuat oleh manusia.

Beberapa unsur, misalnya besi atau oksigen, dapat memiliki


beberapa inti atom yang hampir sama, disebut isotop. Jika suatu
isotop dapat memancarkan radiasi, maka disebut radioisotop.
Radioisotop seringkali disebut juga sebagai radionuklida.
Perbedaan antara isotop yang satu dengan isotop lainnya
biasanya dinyatakan dengan angka. Sebagai contoh, kalium-39
dan kalium-40 merupakan isotop-isotop dari unsur kalium.
Pemancaran radiasi dari suatu bahan radioaktif tidak dapat
dimatikan atau dimusnahkan. Pemancaran radiasi hanya akan
berkurang secara alamiah. Akibat memancarkan radiasi, suatu
bahan radioaktif akan melemah aktivitasnya (kekuatannya),
disebut peluruhan.
Selain itu, jika suatu bahan radioaktif memancarkan radiasi,
bahan radioaktif tersebut dapat berubah menjadi bahan lain.
Bahan lain ini dapat bersifat tidak stabil (masih dapat
memancarkan radiasi lagi), dan dapat pula bersifat stabil (tidak
memancarkan radiasi lagi).

Setiap radioisotop akan berkurang atau melemah separo dari


aktivitas awalnya dalam jangka waktu tertentu, yang bervariasi
dari beberapa detik hingga milyaran tahun, bergantung pada
jenis radioisotopnya. Jangka waktu tertentu tersebut disebut
umur-paro. Sebagai contoh, umur-paro radium adalah 1.622
tahun; artinya, aktivitas radium akan berkurang setengahnya
dalam 1.622 tahun, setengah aktivitas sisanya akan berkurang
lagi dalam waktu 1.622 tahun berikutnya, dan seterusnya.
Radiasi terdiri dari beberapa jenis, dan setiap jenis radiasi
tersebut memiliki panjang gelombang masing-masing.

Ditinjau dari massanya, radiasi dapat dibagi menjadi radiasi


elektromagnetik dan radiasi partikel. Radiasi elektromagnetik
adalah radiasi yang tidak memiliki massa. Radiasi ini terdiri dari
gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak,
sinar-X, sinar gamma dan sinar kosmik. Radiasi partikel adalah
radiasi berupa partikel yang memiliki massa, misalnya partikel
beta, alfa dan neutron.

Jika ditinjau dari "muatan listrik"nya, radiasi dapat dibagi menjadi


radiasi pengion dan radiasi non-pengion. Radiasi pengion adalah
radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak sesuatu, akan
muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Peristiwa

terjadinya ion ini disebut ionisasi. Ion ini kemudian akan


menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan, termasuk benda
hidup. Radiasi pengion disebut juga radiasi atom atau radiasi
nuklir. Termasuk ke dalam radiasi pengion adalah sinar-X, sinar
gamma, sinar kosmik, serta partikel beta, alfa dan neutron.
Partikel beta, alfa dan neutron dapat menimbulkan ionisasi secara
langsung. Meskipun tidak memiliki massa dan muatan listrik,
sinar-X, sinar gamma dan sinar kosmik juga termasuk ke dalam
radiasi pengion karena dapat menimbulkan ionisasi secara tidak
langsung. Radiasi non-pengion adalah radiasi yang tidak dapat
menimbulkan ionisasi. Termasuk ke dalam radiasi non-pengion
adalah gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya
tampak dan ultraviolet.