Anda di halaman 1dari 31

PROSES

MANUFAKTUR

KELOMPOK 2

DESIGN FOR-X
Annisa Damayanti M. 333313
Ida Ayu Lintang P.
3333132593
Reno Aldiandru 333313
Rizki Taufikillah 333313
Winda Dwiana
333313
Wisnu Broto Darmawan
3333131494

SEJARAH
PROSES
ANALISA
DOKUMENTA
SI

SEJARAH BENGKEL
Nama Perusahaan
: TATA LOGAM TEKNIK (CV)
Pemilik
: ANDRI CHAIRUL
Alamat
: Jl. Tegal Wangi Kel. Rawa Arum Kec.
Grogol Kota
Cilegon 42438, Banten
Contact Person : 081380957997

Bidang usaha Tata Logam Teknik


diantaranya perbaikan body kendaraan,
baut, spare part, supplier barang
kendaraan,
dan maintenance alat
berat.
Mesin yang ada di CV Tata Logam
Teknik diantaranya Mesin bubut (2), bor
(4), milling (1), las (1), potong/gergaji
(2).
Pelanggan atau konsumen CV Tata
Logam Teknik beragam, seperti pemilik
angkutan umum, perusahaan rental
mobil, dan kendaraan alat berat seperti

JENIS
PROSES

Proses Pembubutan
Proses Pengelasan
Proses Penggerindaan
Proses Pengeboran
Proses Pemotongan (dengan
Gergaji)

Proses Pengelasan (Welding)


Spesifikasi Alat : MultiPro MMA 200GB-JB,
arus DC, daya listrik 900- 1500 watt,
arus Input 10 ampere, arus output 20A.4V
diameter kawat las : 1,6-3,2 mm,
Tahun buat 2005

Standart Operational Procedure Mesin


Las Listrik DC
Menggunakan alat safety (kacamata, masker, dan
sarung tangan)
Memasang ujung elektroda pada pemegang
elektroda (holder), kemudian memasang holder
pada kutub positif
Menjepit benda kerja dengan klem massa,
kemudian memasang klem massa pada kutub
negatif
Mengatur besarnya arus dengan memutar handel
pada mesin las
Menekan tombol on atau mengatur tegangan
pada trafo
Menyentuhkan ujung elektroda pada permukaan
benda kerja secara tegak lurus, bila sudah
menyala dan terjadi busur las segera angkat

Proses Pemotongan
(Cutting)
Spesifikasi Alat : Merk Yoshimura, bahan
pembuat bilah paduan baja
tungsten,
dimensi lebar (0,5 inc) tebal (0,25 inc),
pitch
1/8.

Standart Operational Procedure


Mesin Cutting
Menggunakan alat safety (kacamata, masker, dan
sarung tangan)
Memasang pisau
Meletakkan benda kerja pada meja kerja
Mengukur benda kerja sesuai dengan panjang
yang diinginkan
Mengencangkan chuk penjepit benda kerja
Mengatur stopper di ujung benda kerja
Mengangkat handel mesin dan menekan tombol
on pada mesin cutting
Memberikan tekanan pada handel mesin cutting
agar benda kerja lebih cepat terpotong
Setelah selesai melakukan proses pemotongan,
tekan tombol of pada mesin cutting

Proses Penggurdian
(Drilling)
Spesifikasi Alat : Merk Heavy Duty, tipe
mesin GDM-150 B

Standart Operational Procedure


Mesin Drill Press

Menggunakan alat safety (kacamata, masker, dan


sarung tangan)
Memasang benda kerja pada ragum (vice)
penjepit, mengatur landasan dan
mengencangkan dengan ragum atau alat bantu
lain, dan memastikan posisi benda kerja sesuai
dengan lubang yang dibuat
Memasang bor pada pemegang bor dan
mengeratkan dengan kuat
Mengatur putaran spindle sesuai dengan
diameter bor yang dipakai.
Mengatur kedalaman pelubang.
Menekan tombol on pada mesin
Mengatur gerak makan sesuai dengan kondisi
Melakukan gerak makan berulang kali sampai

Proses Penghalusan
(Grinding)
Spesifikasi Alat : Hitachi G-10SB1, 220 volt,
2,5 ampere, 530 watt,
50/60 Hz, 12000/min. Mata Grindra
STAMVICK Max
12300rpm 80m/s

Standart Operational Procedure Mesin


Gerinda Tangan
Menggunakan alat safety (kacamata, masker, dan sarung
tangan)
Mencari tempat yang aman dan tidak mudah terbakar
sehinggga penggerindaan dapat dilakukan dengan aman
Menekan tombol on pada mesin gerinda
Memegang badan mesin gerinda dengan kedua tangan
yang erat, supaya tidak terjadi kecelakaan
Menggerinda bagian yang kasar atau benda bekas
pengelasan sambungan sampai rata
Saat menggerinda benda sambungan jangan terlalu
ditekan agar sambungan tidak terlepas
Menekan tombol off pada mesin

Proses Pelubangan (Hand


Drill)
Spesifikasi Alat : Merk Bright-G CAM, TYPE
QS5WW30, diameter 16 mm,
500 volt,
30 ampere.

Standart Operational Procedure Mesin


Bor Tangan
Menggunakan alat safety (kacamata, masker, dan
sarung tangan)
Menekan tombol on pada mesin bor
Memasang mata bor dengan benar,
mengencangkan dengan kunci khusus, kunci
yacob yang biasanya disertakan pada saat
membeli bor
Membuat titik pada benda (plat/besi) yang akan
dibor dengan mengetok-kan drip (alat pembuat
titik pada logam), dengan tujuan agar pada saat
start, mata bor tidak meleset
Bila lubang yang akan dibuat cukup besar, mulai
dengan mata bor kecil (2 ~ 4mm)
Posisi mesin bor HARUS tegak lurus dengan
bidang yang akan dibor, agar mata bor tidak

LAS LISTRIK DC
KEKURANGAN
Membutuhkan daya listrik yang besar

Kualitas logam las berbeda dengan logam


induk, dan kualitas dari logam
induk pada daerah yang tidak dipengaruhi
panas ke bagian logam las
berubah secara kontinyu

Terjadinya distorsi dan perubahan bentuk


disebabkan oleh pemanasan dan
pendinginan cepat

Tegangan sisa termal dari pengelasan dapat


menyebabkan kerusakan atau
retak pada bagian las

Kerentanan terhadap retak rapuh dari


sumbangan las lebih besar

KELEBIHAN
Dapat mengelas sesuai dengan ketebalan
benda kerja dan lebih cepat dalam proses
penyambungan benda
Efisiensi sambungan yang baik dapat digunakan
pada temperatur tinggi dan tidak ada batas
ketebalan logam induk
Bentuk geometri yang sederhana dari bagian
yang disambung memungkinkan penurunan
biaya
dan
berat
material,
jam
orang
pelakasanaan, meningkatkan nilai ekonomis
dan produktivitas
Geometri sambungan lebih sederhana dengan
tingkat kekedapan terhadap udara, air, dan
minyak lebih sempurna
Fasilitas produksi lebih murah, berat yang lebih
ringan dan batas mulur (yield) yang lebih baik

KEAADAN ALAT
Keadaan alat di bengkel
menggunakan alat safety

baik

dan

tetap

KONDISI TEMPAT KERJA


Kondisi tempat kerja kurang nyaman untuk
bekerja karena tempatnya sangat sempit

CUTTING MACHINE
KEKURANGAN
Menimbulkan suara berisik saat pemotongam dan
hanya dapat memotong dengan ketebalan tertentu
saja
Hanya dapat melakukan pemotongan bidang lurus
KELEBIHAN
Pemotongan tidak membutuhkan waktu yang lama
sehingga lebih efektif dan efisien
Harganya lebih murah
KEADAAN ALAT
Keadaan alat di bengkel
menggunakan alat safety

baik

dan

tetap

KONDISI TEMPAT KERJA


Kondisi tempat kerja kurang tertata rapi dan tempat
yang sempit

DRILL PRESS
KEKURANGAN
Masih terbatasnya benda kerja dan ketebalan
yang bisa dilubangi
Tidak bisa menggurdi dengan diameter lebih
dari 12 mm
Tidak dapat digunakan untuk objek-objek berat
Perawatan mesin drill press lebih rumit, harga
relatif mahal, dan membutuhkan daya listrik
yang besar
KELEBIHAN
Proses drilling tidak memakan waktu lama dan
mudah dalam pengoprasian
Fleksibel dalam penggunaannya
Beroperasi dengan kecepatan cukup tinggi

Kepresisian ukuran diameter maupun kedalaman


pengeboran lebih tepat
Keseragaman hasil pengeboran baik dalam hal
ukuran maupun kehalusan
Permukaan untuk produksi masal (banyak) dapat
tercapai dengan baik, sehingga nilai suatu produksi
lebih tinggi
Mampu mengerjakan berbagai benda kerja seperti
kuningan, aluminium, dan logam lainnya
KONDISI ALAT
Kondisi alatnya kurang baik
perawatan dan jarang digunakan

karena

kurang

KONDISI TEMPAT KERJA


Kondisi tempat kerja kurang nyaman untuk bekerja

GERINDA
KEKURANGAN
Hasil penghalusan menggunakan gerinda
tangan kurang maksimal atau kurang sempurna
Menggunakan mesin gerinda tangan rentan
kecelakaan
KELEBIHAN PROSES :
Proses gerinda lebih efektif dan efisien
dibandingkan penghalusan dengan amplas
Mudah dalam pengoperasian mesin gerinda
tangan
KEADAAN ALAT
Keadaan alat di bengkel
menggunakan alat safety
KONDISI TEMPAT KERJA

baik

dan

tetap

BOR TANGAN
KEKURANGAN
Rentan terjadi kecelakaan (kurang safety)
Tidak bisa digunakan untuk membuat lubang yang besar
KELEBIHAN
Ukurannya kecil sehingga mudah untuk dipindahkan
Tidak membutuhkan daya listik yang besar
Harga relatif murah
KEADAAN ALAT
Keadaan alat di bengkel baik dan tetap menggunakan alat
safety
KONDISI TEMPAT KERJA
Kondisi tempat kerjanya sempit dan kurang penataan

PROSES
MANUFAKTUR
DI CV TATA
LOGAM TEKNIK

PROSES MEMBUBUT

PROSES MENGEBOR

CUTTING PROCESS

BENGKEL REMAJA

THANK YOU FOR ATTENTION