Anda di halaman 1dari 5

BIODISEL

Biodisel adalah minyak bakar berwarna kuning yang diproduksi melalui proses
reaksi kimia antara minyak nabati atau lemak hewan dan metanol untuk
membentuk methyl ester. Biodisel dapat digunakan langsung untuk mesin diesel
atau dicampur dengan minyak solar dengan berbagai konsentrasi (misal B5)
untuk mengurangi emisi gas dan meningkatkan kemampuan mesin.
BIOETANOL
Bioetanol adalah cairan berwarna jernih yang dibuat dengan cara merubah patipatian menjadi gula, kemudian difermentasi menghasilkan bioetanol, didistilasi
dan dehidrasi menghasilkan bahan bakar. Bioetanol adalah salah satu biofuel
cair yang paling banyak dimanfaatkan saat ini. Bioetanol memiliki banyak
manfaat salah satunya adalah dicampur dengan bensin sebagai agen oksigenasi
sehingga pembakaran menjadi lebih bersih dengan emisi rendah
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif dari sumber terbarukan (renewable),
dengan komposisi ester asam lemak dari minyak nabati antara lain: minyak
kelapa sawit, minyak kelapa, minyak jarak pagar, minyak biji kapuk, dan masih
ada lebih dari 30 macam tumbuhan Indonesia yang potensial untuk dijadikan
biodiesel. Biodiesel salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan,
tidak mempunyai efek terhadap kesehatan yang dapat dipakai sebagai bahan
bakar kendaraan bermotor dapat menurunkan emisi bila dibandingkan dengan
minyak diesel. Biodiesel terbuat dari minyak nabati yang berasal dari sumber
daya yang dapat diperbaharui. Beberapa bahan baku untuk pembuatan biodiesel
antara lain kelapa sawit, kedelai, bunga matahari, jarak pagar, tebu dan
beberapa jenis tumbuhan lainnya.
Definisi biodiesel
Biodiesel adalah senyawa alkil ester yang diproduksi melalui proses alkoholisis
(transesterifikasi) antara trigliserida dengan metanol atau etanol dengan
bantuan katalis basa menjadi alkil ester dan gliserol; atau esterifikasi asamasam lemak (bebas) dengan metanol atau etanol dengan bantuan katalis basa
menjadi senyawa alkil ester dan air.
Biodiesel adalah senyawa ester metilletil dan asam-asam lemak yang dihasilkan
dail reaksi antara minyak nabati dengan' metanolletanoi.

Biodiesel is a fuel made from natural, renewable sources, such as new and used
vegetable oils and animal fats, for use in a diesel engine.

Biodisel adalah minyak bakar berwarna kuning yang diproduksi melalui proses
reaksi kimia antara minyak nabati atau lemak hewan dan metanol untuk
membentuk methyl ester. Biodisel dapat digunakan langsung untuk mesin diesel
atau dicampur dengan minyak solar dengan berbagai konsentrasi (misal B5)
untuk mengurangi emisi gas dan meningkatkan kemampuan mesin.
Biodiesel adalah senyawa eter asam lemak yang dihasilkan dari proses
transesterifikasi minyak (trigliserida) maupun esterifikasi asam lemak yang
berasal dari minyak nabati atau hewani dengan alcohol rantai pendek.
Macam-macam biofuel
1. BIOETANOL
Bioetanol adalah cairan berwarna jernih yang dibuat dengan cara merubah patipatian menjadi gula, kemudian difermentasi menghasilkan bioetanol, didistilasi
dan dehidrasi menghasilkan bahan bakar. Bioetanol adalah salah satu biofuel
cair yang paling banyak dimanfaatkan saat ini. Bioetanol memiliki banyak
manfaat salah satunya adalah dicampur dengan bensin sebagai agen oksigenasi
sehingga pembakaran menjadi lebih bersih dengan emisi rendah.
3. BIODISEL
Biodisel adalah minyak bakar berwarna kuning yang diproduksi melalui proses
reaksi kimia antara minyak nabati atau lemak hewan dan metanol untuk
membentuk methyl ester. Biodisel dapat digunakan langsung untuk mesin diesel
atau dicampur dengan minyak solar dengan berbagai konsentrasi (misal B5)
untuk mengurangi emisi gas dan meningkatkan kemampuan mesin.
Perbedaan biodiesel, bioetanol dan biogas
Biodiesel dihasilkan dari minyak nabati, lemak hewani, ganggang atau bahkan
minyak goreng bekas. Biodiesel dapat digunakan sebagai zat aditif diesel untuk
mengurangi emisi gas buang. Atau juga dapat digunakan sepenuhnya sebagai
bahan bakar kendaraan.
bioetanol : Bio-etanol biasanya diperoleh dari konversi bahan baku berbasis
karbon. Hal ini dapat dibuat dari tanaman yang sangat umum seperti tebu,

kentang, ubi kayu dan jagung. Bioethanol adalah ethanol yang dihasilkan dari
proses fermentasi bahan-bahan karbohidrat oleh mikroorganisme (ragi) pada
kondisi langka oksigen (anaerob).
Bioethanol dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dengan kandungan hidrokarbon
tinggi.
Biodiesel memiliki beberapa kelebihan dibanding bahan bakar diesel petroleum.
Kelebihan tersebut antara lain :
1. Merupakan bahan bakar yang tidak beracun dan dapat dibiodegradasi
2. Mempunyai bilangan setana yang tinggi.
3. Mengurangi emisi karbon monoksida, hidrokarbon dan NOx.
4. Terdapat dalam fase cair.
Keuntungan Pemakaian Biodiesel
1. Dihasilkan dari sumber daya energi terbarukan dan ketersediaan bahan
bakunya terjamin
2. Cetane number tinggi (bilangan yang menunjukkan ukuran baik tidaknya
kualitas solar berdasar sifat kecepatan bakar dalam ruang bakar mesin)
3. Viskositas tinggi sehingga mempunyai sifat pelumasan yang lebih baik
daripada solar sehingga memperpanjang umur pakai mesin
4. Dapat diproduksi secara lokal
5. Mempunyai kandungan sulfur yang rendah
6. Menurunkan tingkat opasiti asap
7. Menurunkan emisi gas buang
8.

Pencampuran biodiesel dengan petroleum diesel dapat meningkatkan

biodegradibility petroleum diesel sampai 500 %

Kekurangan Biodiesel
- Lebih mahal daripada bahan bakar diesel biasa.
- Cenderung mengurangi keekonomian bahan bakar.

- Kurang cocok untuk digunakan dalam suhu rendah.


- Tidak dapat dipindahkan/diangkut melalui pipa.
- Menghasilkan lebih banyak emisi nitrogen oksida (NOx)
- Hanya dapat digunakan untuk mesin bertenaga diesel.
- Menyebabkan tabung bahan bakar kendaraan tua menurun keawetannya
(tambah korosi)
- Lebih banyak mengikat uap air, yang dapat menyebabkan masalah dalam
cuaca dingin (misalnya: bahan bakar beku, deposit air di sistem penyaluran
bahan

bakar

kendaraan,

aliran

bahan

bakar

dingin,

pengkabutan,

dan

peningkatan korosi).
Proses transesterifikasi
Proses transesterifikasi merupakan proses utama pembuatan biodiesel
karena disini merupakan kunci terbentuk methyl oleat yang disebut sebagai
biodiesel. Pada tahapan proses harus ditentukan pereaksi dan katalis yang akan
digunakan, untuk bahan baku CPO maka sebaiknya pereaksi yang digunakan
methanol dengan katalis NaOH atau KOH.
Hampir semua biodiesel diproduksi dengan metode transesterifikasi
dengan katalisator basa karena merupakan proses yang ekonomis dan hanya
memerlukan suhu dan tekanan rendah. Hasil konversi yang bisa dicapai dari
proses ini adalah bisa mencapai 98%. Proses ini merupakan metode yang cukup
krusial untuk memproduksi biodiesel dari minyak/lemak nabati.
Proses transesterifikasi merupakan reaksi dari trigliserin (lemak/minyak) dengan
bioalkohol (methanol atau ethanol) untuk membentuk ester dan gliserol. Minyak
nabati dengan kadar asam lemak bebas (ALB)-nya rendah (<1%), bila lebih,
maka perlu pretreatment karena berakibat pada rendahnya kinerja efisiensi.
Padahal standar perdagangan dunia kadar ALB yang diijinkan hingga 5%. Jadi
untuk minyak nabati dengan kadar ALB >1%, perlu dilakukan deasidifikasi
dengan reaksi metanolisis atau dengan gliserol kasar. Secara sederhana reaksi
transesterifikasi dapat digambar sebagai berikut :
100 lbs Minyak Nabati + 10 lbs Methanol -100 lbs Biodiesel + 10 lbs gliserol

R1, R2, dan R3 adalah alkil dari ester.


Selama proses esterifikasi, trigliserin bereaksi dengan alkohol dengan katalisator
alkalin kuat (NaOH, KOH atau sodium silikat). Jumlah katalisator yang digunakan
dalam proses titrasi ini adalah cukup menentukan dalam memproduksi biodiesel.
Secara empiris, 6,25gr/l NaOH adalah konsentrasi yang memadai. Reaksi antara
biolipid dan alkohol adalah reaksi dapat balik (reversible) sehingga alkohol harus
diberikan berlebih untuk mendorong reaksi kekanan dan mendapatkan konversi
yang
sempurna.