Anda di halaman 1dari 10

PERHITUNGAN PPH PASAL 21 ATAS

PEGAWAI TETAP
DI PT FENI HALTIM (FHT)

FITRIANI ZAHRAH
N.P.M 1311130008
UNIVERSITAS PANCASILA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI DIPLOMA (D3) PERPAJAKAN
JAKARTA
2014

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Praktik Kerja
1. Pajak yang besar peranannya dalam menghasilkan penerimaan negara.
2. Sebagian besar dana yang digunakan untuk membiayai
penyelenggaraan negara berasal dari pajak.
3. Subjek Pajak Penghasilan dikenai pajak apabila menerima atau
memperoleh penghasilan.
4. Yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan orang pribadi adalah Gaji.
B. Pembatasan Masalah dan Rumusan Masalah
. Pembatasan Masalah
Dalam penulisan tugas akhir ini penulis membahas tentang Pajak
Penghasilan Pasal 21. agar laporan maupun pembahasan tidak terlalu
luas penulis membatasi permasalahan yaitu Perhitungan PPh Pasal
21 atas Pegawai Tetap di PT. Feni Haltim (FHT).


1.

2.

3.
4.

Rumusan Masalah
Bagaimana prosedur perhitungan, penyetoran, dan pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21
atas pegawai tetap di PT. FHT?
Berapa persentasi sanksi bunga pada saat terlambat menyetorkan pemotongan PPh pasal
21?
Tanggal berapa jatuh tempo menyetorkan pemotongan PPh Pasal 21?
Metode apa yang digunakan PT. FHT pada saat pemotongan PPh Pasal 21?

C. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja


. Tujuan Praktik Kerja
1. Untuk mempersiapkan mahasiswa agar mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang
siap digunakan dalam bidang perpajakan.
2. Mempraktikkan pengetahuan yang telah diberikan selama perkuliahan dalam dunia kerja.
3. Untuk mengetahui proses perhitungan PPh Pasal 21 PT. FHT.
. Manfaat Praktik Kerja
1. Untuk menambah pengetahuan di dunia kerja, pengetahuan tentang PPh.
2. Memperluas pengetahuan dan menerapkan teori di lapangan dengan di bangku kuliah.

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


A. Sejarah PT. FENI HALTIM

C. Nilai-nilai Perusahaan
FHT LEST GO diuraikan sebagai
berikut :
1.
Focus
2.
Harmony
3.
Profesional
4.
Integrity
5.
Accountability
6.
Speed
7.
Global Mentality

PT Feni Haltim adalah salah satu anak


perusahaan dari PT Aneka Tambang, Tbk
yg bergerak di bidang pengolahan dan
peleburan Feronikel di Halmahera Timur
(Buli). Perusahaan ini baru berdiri secara
resmi pada 24 Mei 2011.
B. Kegiatan Perusahaan
1.
Melakukan kegiatan usaha di bidang
eksplorasi, produksi dan jasa industry
pertambangan, minyak, gas bumi, panas
bumi, dan energy terbarukan.
D. Struktur Organisasi
2.
Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan
Struktur organisasi yang tepat serta
sumber daya yang dimiliki untuk
manajemen yang baik merupakan
pendidikan, pelatihan, dan penelitian,
faktor
yang
menentukan
prasarana telekomunikasi, perkebunan,
keberhasilan perusahaan.
jasa penyewaan dan pengusahaan sarana
dan prasarana yang dimiliki perusahaan.

PEMBAHASAN
A.

Landasan Teori

1.

Pengertian PPh Pasal 21


PPh Pasal 21 (Tugiman Binsarjono, 2013 : VIII-10) adalah pajak atas
penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran
lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan
pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang
pribadi.

2.

Pemotong Pajak PPh Pasal 21

a.

Pemberi kerja

b.

Bendaharawan pemerintah

c.

Dana pensiun

d.

Orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha.

3. Subjek PPh Pasal 21


a.
b.
c.

d.

e.
f.

Pegawai.
Penerima uang pesangon.
Bukan pegawai yang menerima
penghasilan atas pemberian jasa.
Anggota dewan komisaris, tidak
merangkap sebagai pegawai.
Mantan pegawai.
Peserta kegiatan.

4. Bukan subjek PPh Pasal 21


g. Pejabat perwakilan diplomatik
dan konsulat.
h. Pejabat perwakilan organisasi
internasional.

5.

Objek PPh Pasal 21

a.

Penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai


tetap.

b.

Penghasilan yang diperoleh penerima pensiun.

c.

Penghasilan sehubungan dengan pemutusan dengan


hubungan kerja.

d.

Penghasilan pegawai tidak tetap atau harian lepas.

e.

Imbalan kepada bukan pegawai.

f.

Imbalan kepada peserta kegiatan.

g.

Penerimaan dalam bentuk natura.

6.

Bukan objek PPh Pasal 21

h.

Pembayaran klaim asuransi.

i.

Imbalan dalam bentuk natura.

j.

Iuran pensiun yang dibayar pemberi kerja.

k.

Kenikmatan berupa pajak yang ditanggung oleh


pemberi kerja

l.

Zakat.

7. Pengurangan dalam perhitungan PPh Pasal 21


a.
Biaya jabatan.
b.
Iuran pensiun dan JHT.
c.
Penghasilan tidak kena pajak.
8. Tarif pajak penghasilan pasal 21
Tarif pajak yang digunakan sebagai tarif pemotongan atas penghasilan
yang terutang PPh pasal 21 yaitu tarif pajak pasal 17 UU PPh. Besarnya
tarif pajak PPh pasal 21 yang diterapkan terhadap WP yang tidak
memiliki NPWP menjadi lebih tinggi 20% dari tarif yang ditetapkan
terhadap WP yang mempunyai NPWP.
9.
d.

Pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh Pasal 21


Perhitungan PPh Pasal 21
Ilustrasi : Bpk.Latun(K/1), gaji Rp 6.750.000,menerima tunjangan tiap
bulan sebesar Rp 4.000.000 JKK 0,24%, JKM 0,30%, JHT 2,0% dari
gaji sebulan dan iuran pensiun Rp 50.000. hitung PPh pasal 21 bulan
pebruari 2014 :

Gaji
Rp 6.750.000,Tunjangan
Rp 4.000.000,Jkk
Rp
16.200,Jkm
Rp
20.250,Penghasilan Bruto Rp 10.786.450,Pengurangan :
Biaya Jabatan
Rp 500.000,Iuran JHT Rp 135.000,Iuran Pensiun
Rp 50.000,Rp
685.000,Penghasilan Netto
Sebulan
Rp 10.101.450,Penghasilan Netto
Setahun
Rp 121.217.400,PTKP K/1
Rp 28.350.000,PKP
Rp 92.867.400,PPh Terutang :
5 % x 50.000.000 = Rp 2.500.000,15 % x 42.867.400= Rp 6.430.110,Rp 8.930.110,PPh Pasal 21 Sebulan
Rp 8.930.110 / 12 = Rp
744.176,-

b. Pencatatan
Jurnal Pembiayaan Gaji
Beban Gaji
Rp 10.042.274
Utang JKK Rp
16.200
Utang JKM
Rp
20.250
U.PPh Psl 21 Rp
744.176
Kas
Rp 10.005.824
Saat Pembayaran Premi jaminan
Utang JKK Rp
16.200
Utang JKM Rp
20.250
Kas
Rp 36.450
Saat PPh Pasal 21 disetor
U.PPh Pasal 21 Rp 744.176
Kas
Rp 744.176
c. Pelaporan dan penyetoran

B. Pelaksanaan Praktik Kerja


1.
Penelitian lapangan
2.
Penelitian kepustakaan.
C. Hasil Praktik Kerja

3.

4.

5.

6.

Adapun yang harus diperhatikan oleh wajib pajak/pemotong adalah


sebagai berikut :
Pemotongan PPh 21 sesuai dengan peraturan Dirjen Pajak No. Per31/PJ/2012.
Pengisisan SPT Masa sesuai dengan peraturan Dirjen Pajak No. Per14/PJ/2013.
Bentuk dan isi SPT Masa PPh pasal 21 atas pegawai tetap ditetapkan
dalam Peraturan Menteri Keuangan No 152/PMK/03/2009.
Pengisian SPT Masa dalam bentuk Format kertas atau e-SPT sesuai
dengan ketentuan

PENUTUP
A. Simpulan
1.

Penyetoran pajak ke Bank atau kantor pos menggunakan surat setoran pajak(SSP),
setelah disetorkan, selanjutnya mengisi e-SPT dan melaporkan SPT Masa PPh pasal
21 dengan SSP lembar ke 3 asli ke KPP perusahaan terdaftar.

2.

Keterlambatan menyetor pajak dapat dikenakan sanksi bunga sebesar 2% perbulan.

3.

Menyetorkan ke Bank atau kantor pos paling lambat tanggal 10, dan melaporkan
SPT Masa paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.

4.

Metode yang digunakan perusahaan adalah metode net dimana pemberi kerja yang
menanggung PPh Pasal 21 pegawai.

B. Saran
Dapat lebih mempelajari peraturan PPh Pasal 21 terbaru, untuk menghindari
kesalahan dalam pengisian dan penyetoran e-SPT secara online guna memperlancar
pemotongan, pengisian, dan penyetoran PPh Pasal 21 diperusahaan PT. FHT.

TERIMA KASIH